Selasa, 18 Maret 2014

KECERDASAN DAN BERMAIN

Bermain itu sangat menyenangkan. Main, bermain dan permainan itu setua umur manusia. Bermain itu bebas usia. Artinya tak ada batasan usia untuk bermain. Itulah sebabnya semua manusia, tanpa memandang usia, senang bermain. Minimal senang menyaksikan permainan sebagai bagian dari ikut bermain. Itulah sebabnya perhelatan piala dunia sepak bola selalu heboh dan sangat melibatkan banyak orang dengan penuh emosi.

Bayangkan berapa duit yang berputar dalam bisnis bermainan dan permainan. Hampir di seluruh dunia ada kompetisi sepak bola yang melibatkan banyak penggemar. Belum lagi kompetisi olahraga lain seperti basket, volley, futsal, semua jenis balap, sampai memancing. Yang tidak kalah spektakuler adalah bisnis games yang melibatkan perusahaan besar seperti Sony, Nintendo, dan Microsof.

Di seluruh dunia, berbagai suku bangsa mengembangkan permainan sangat khas yang kini diberi istilah permainan tradisional untuk membedakannya dengan permainan moderen. Artinya, bermain dan permainan itu sangat lekat erat dengan manusia. Bila kita perhatikan lebih cermat, hewan pun senang bermain-main. Bukan hanya binatang yang tergolong jinak seperti anjing, kucing, dan monyet senang bermain. Binatang buas seperti singa dan harimau pun suka bermain-main.

Bagi manusia, bermain ternyata bukan sekadar kegiatan sampingan yang tak penting. Johan Huizinga, filsuf dan guru besar kebudayaan asal Belanda sampai menyebut manusia homo ludens, makhluk yang bermain. Ia membangun teori bahwa kebudayaan dibangun melalui dan dengan bermain dalam bukunya berjudul, Homo Ludens: a Study of Play Element in Culture (1938).

Berbagai studi dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli neurosains dan pendidikan anak membuktikan bahwa bermain dan permainan sangat membantu tumbuh kembang anak, terutama otaknya. Jeni Riley ed. dalam Learning In The Early Years (2004) menjelaskan bahwa bagi anak model pembelajaran yang baik adalah play-based-activiting. Bermain sebagai landas tumpu bagi semua aktivitas. Bermain memberi kesempatan bagi anak untuk merasakan berbagai pengalaman dengan sesama dan benda, melakukan eksplorasi yang relatif sangat luas sesuai perkembangan usianya. Bermain bukan saja memicu dan memacu perkembangan dan peningkatan kecerdasan intelektualnya, juga kecerdasan lain seperti kecerdasan sosial, kinestetis, dan bahasa.
TIME dalam Your Brain: A User's Guide (2009) menguraikan bahwa bermain dan permainan sangat membantu pembentukan jejaring sinapsis dalam otak anak. Beragam pengalaman dalam bermain dan dengan permainan benar-benar sangat membantu menegembangkan seluruh bagian atau lobus dalam otak anak. Bukan hanya bagian tertentu seperti bagian yang mengatur kegiatan motorik.

Atas dasar fakta itulah mengapa perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi permainan anak terus berinovasi menciptakan beragam permainan anak yang sangat memperhatikan kualitas, warna, bentuk, tantangan, dan keasyikan bermain bagi anak. Saat anak menyusun balok misalnya, terjadi sekaligus kegiatan yang bersifat fisik, dan psikis. Tangannya menyusun, dan imajinasinya terus berkembang. Jika ia menyusun balok bersama teman, maka kecerdasan sosialnya juga terasah.

Itulah sebabnya mengapa di seluruh dunia, kini secara sengaja dikembangkan model pendidikan bagi anak usia dini yang dikenal dengan istilah Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD. Sewaktu berada di Swedia saya melakukan observasi di tempat PAUD diselenggarakan. Menu belajarnya adalah 100 persen bermain. Mereka meyakini BERMAIN=BELAJAR. Beragam permainan disediakan. Apa pun yang dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak seperti pemahaman angka dan bahasa diberikan melalui bermainan dan permainan.

Terdapat perbedaan antara bermain dan permaianan di dalam dan luar ruang. Sebab tujuan yang hendak dicapai melalui bermain dan permainan itu memang tidak sama. Setiap aktivitas bermain dan permainan sengaja dirancang untuk mengembang dimensi atau aspek yang berbeda-beda bagi tumbuh kembang anak. Dengan demikian keseluruhan dimensi kemanusiaan si anak dilatih, dikembangkan dan dipertajam. Bila mengikuti istilah Gardner, dapat dikatakan seluruh kecerdasan anak dalam kategori kecerdasan majemuk benar-benar dilayani.

Bermain dan permainan tentulah bukan hanya untuk anak bagi tumbuh kembangya. Bermain dan permainan juga sangat dibutuhkan manusia dewasa. Bagi manusia dewasa bermain dan permainan sangat berguna untuk kebugaran tubuh dan otaknya. Bermain memberikan dampak relaksasi yang menyenangkan, sehingga otak dan fikiran manusia dewasa dapat dipertahankan kebugaran, kesegaran, dan ketajamannya.

Bermain dan permainan bagi manusia dewasa terbukti mampu memperbaiki dan memperbaharui berbagai jaringan sinapsis. Inilah yang disebut sebagai penyegaran otak. Bermain dan permainan mampu mengatasi dan melepaskan kita dari stres. Stres diketahui sangat merusak otak.  Bermain dan permainan dengan demikian sangat membantu menjaga kebugaran dan kinerja otak.

BERMAIN DAN PERMAINAN  MEMBANTU TUMBUH KEMBANG DAN PENINGKATAN KINERJA OTAK.

37 komentar:

  1. Devy Novianti
    P.IPS Reguler B 2013

    Kecerdasan dalam memainkan permainan itu secara langsung ikut mencerdaskan pikiran anak. Anak dapat berfikir untuk menyelesaikan sebuah hal didalam permainan tersebut supaya ia bisa menang, jika ia sudah menang lalu merasa senang. Dan pada akhirnya jika ia menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang sering menang jika ia memainkan permainan akan lebih mudah untuk memcahkan masalah dikehidupan sehari-harinya karena ia telah memiliki pengalaman memecahkan masalah pada permainan tersebut.
    Bermain sambil belajar justru malah membuat anak lebih mudah untuk memahami sesuatu hal.
    Bermain dan permainan tak mengenal usia, memang sejatinya begitu, karena pada dasarnya orang dewasa selalu berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja dan membosankan, permainan sangat beguna untuk me-refresh otak mereka.

    Permainan seperti apa yang bisa dikategorikan sebagai permainan yang dapat menumbuh kembangkan kecerdasan anak? Bagaimana cara supaya anak mengerti membatasi waktu bermain dengan belajar?sedangkan zaman sekarang kebanyakan anak yang suka bermain tidak kenal waktu
    bagaimana jika justru permainan yang menggangu konsentrasi anak?

    BalasHapus
  2. Nama : Dinta Fajryenti
    Nim : 4915131386
    P IPS REG A 2013
    Bermain merupakan sesuatu hal yang menyenangkan bagi anak-anak dan tidak terkecuali orang dewasa. Saat ini proses pembelajaran pada anak tidak hanya di dalam kelas mendengarkan materi dari si gurunya saja, tapi lembaga-lembaga pendidikan seperti PAUD dan TK sudah banyak menggunakan metode bermain saat proses pembelajarannya. Tentu saja permainan yang digunakan adalah permainan yang dapat mengasah kemampuan otak si anak, seperti permainan menyusun balok atau puzzle, menggambar, mewarnai, menari, dan lain-lain. Saat si anak bermain menyusun puzzle dia akan belajar untuk melatih konsentrasi , ketelitian dan kesabaran. Dan saat anak belajar mewarnai, dia akan mengenal warna warna. Jadi permainan dan bermain dapat diterapkan dalam proses belajar terutama untuk anak-anak. Namun bermain tidak hanya untuk anak anak saja, orang dewasa pun membutuhkan waktu untuk bermain. Setelah menjalankan rutinitas kerja ataupun kuliah kita pasti membutuhkan refreshing salah satu caranya adalah dengan bermain. Permainan yang bisa dilakukan oleh orang dewasa dan paling banyak di gemari adalah OUT BOUNT . Di dalam OUT BOUNT terdapat banyak permainan yang sangat menyenangkan yang dapat menghilangkan stress dan capek.
    Pertanyaan :
    1. Jenis permainan seperti apa yang paling efektif untuk proses belajar anak ?
    2. Apakah permainan atau game yang ada di handphone dapat mengasah otak anak ?
    3. Kapan waktu yang tepat untuk orang dewasa bermain ?

    BalasHapus
  3. akhmad rayhan aditya
    PIPS 2013 Kelas A

    bermain sangat mengasyikkan bisa - bisa dengan bermain sampai lupa waktu, dalm bermain khusus diri saya sendiri saya lebih suka bermain memainkan permainan menantang dan terkadang jika sedang bosan bermain video game berpetualang karena dengan petualangan kita merasa tertantang dengan menyelesaikan permainan tsb, dalam memainkan game saya sendiri selalu mencoba hal yang paling sulit di game tsb tentu supaya termotivasi untuk menjadi yang terbaik. tidak saja dengan bermain video game, seorang anak perlu bermain dengan teman sebaya nya supaya bisa mengenal lingkungan dan teman2 disekeliling, dalam bermain itu sang anak secara tidak terasa ia sedang bersosialisasi dan mengenal sifat dan watak teman sepermainannya.dalam hal tsb sang anak bisa mengetahui mana teman yang baik dan mana teman yang hanya baik didepannya saja, ini sangat berguna pada saat ia beranjak dewasa.
    dalam hal kecedasan dan bermain, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk anak anak yang menginjak dewasa. utamanya anak Abg yang masih mencari cari jati diri nya. orang tua perlu memberikan pengawasan ketat dalam artian apasaja sih yang ia lakukan diluar rumah, dan tidak lupa mengingatkan pada sang anak supaya dalam bermain ia jangan sampai lupa waktu dan tugasnya membantu orangtua dirumah.
    pada saat jenuh atau bosan dengan rutinitas sehari2 yang flat permainan sangat ampuh menghilangkan kejenuhan serta menghilangkan stres, sebagai contoh sebuah keluarga sedang berlibur kesebuah lokasi sungai yang aliran airnya cukup deras untuk ber-arung jeram. bisa dibayangkan lokasi itu sangat terasa asik untuk merefresh otak dan sekaligus ajang hiburan keluarga.
    pertanyaan : 1. permainan apa yang cocok untuk menghilangkan rasa jenuh??
    2. pada era digital modern ini banyak permainan video game khussusnya diinternet yang khsus orang dewasa tetapi dimainkan oleh anak2, bagaimana solusi atau cara dalam menanggulangi permasalahan tsb??
    3. permainan sperti apa yang dapat meningkatkan semangat belajar anak terutama dalam memecahkan masalah?

    BalasHapus
  4. Maulida Nurul Atikah
    PIPS Reguler B 2013
    4915137155

    Bermain tidak selamanya hanya berefek sia-sia. Kerap banyak orang yang memang menganggap kalau 'bermain' adalah sesuatu yang dilakukan oleh seseorang hanya untuk bercanda, menghibur diri serta tidak ada manfaatnya. Pada era moderen seperti sekarang ini, bermain sering di singgahi pada saat Kegiatan Belajar-Mengajar berlangsung. Karena pada hal nya anak pada usia dini, sangat gemar dan bahkan minat dalam belajarnya meningkat jika dalam proses KBM disuguhi sedikit permainan. Tentu saja permainan yang digunakan pun tidak sembarang permainan. Dengan metode logika cara berpikir mereka pun lambat laun dapat berkembang.

    Pertanyaan :
    1. Bagaimana metode pengajaran, jika di suguhi dengan permainan tidak mengubah keseriusan dalam belajar siswa?
    2. Adakah metode yang digunakan untuk merubah permainan yang negatif ke permainan yang positif?]
    3. Mengapa didalam pengajaran diharuskan ada permainan? apakah akan mempengaruhi pola berpikir siswa di kelas?

    BalasHapus
  5. Dessy Permata Sari (4915131417)
    Bermain merupakan kegiatan yang mengasyikan. Bermain dengan teman atau bermain games dapat memberikan manfaat untuk menghilangkan stress serta dapat me-refresh otak setelah seharian beraktivitas. Dalam ruang lingkup pendidikan, sistem pembelajaran bermain sambil belajar sudah banyak diaplikasikan pada sistem pembelajaran khususnya pada tingkat pendidikan TK. Sistem pembelajaran yang seperti ini terlihat lebih efektif. Hal ini di karenakan dalam sistem pembelajaran ini, para siswa menjadi tidak stress dalam menerima materi pembelajaran karena dalam hal ini si siswa menerima pelajaran sambil bermain. Dan biasanya pendidikan TK dalam memberikan materi pembelajaran diiringi nyanyian-nyanyian dan menggunakan permainan-permainan yang edukatif sehingga para siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran karena sistem pembelajaran yang lebih fun. Games-games yang ada di dunia maya juga tidak semuanya memberikan dampak buruk. Games yang ada disana juga dapat mengasah otak anak seperti permainan teka-teki, menyusun strategi dan lain sebagainya. Jadi dengan bermain kita dapat mengasah otak dengan cara yang lebih fun.
    1. Games yang ada di dunia maya biasanya membuat anak tidak mengenal waktu. Bagaimana peran orang tua menghadapi permasalahan ini?
    2. Mengapa sistem pembelajaran “belajar sambil bermain”sangat cocok diterapkan dalam pendidikan TK?
    3. Apakah permainan tradisional juga bisa memberikan pengaruh pada perkembangan otak anak?

    BalasHapus
  6. NAMA : FASSA FARHATUSSHOLIHAH PUTRI
    NIM : 4915131374
    P.IPS A REG 2013
    Dari hasil bacaan tulisan Bapak yang berjudul Kecerdasan dan Bermain ini saya menyimpulkan bahwa segala pembentukan makhluk hidup di dunia itu di dasari oleh pbermain dan permainan. Jangan pernah menganggap enteng dan kecil sebuah permainan, karena dari permainanlah perkembangan otak masing-masing orang itu berkembang. Dimana segala segi pemikiran dan segala segi dari pergerakkan tubuh itu di dasari oleh permainan, misalnya permainan dalam organ-organ tubuh dan dimana di picu juga oleh pemikiran dan otak manusia. Ada para ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang bermain. Bermain dan permainan pun sangat membantu pembentukan jejraing sinapsis dalam otak anak. Segala permainan yang dimainkan oleh anak-anak pula dapat mempengaruhi memori ingatan dan sangat membantu mengembangankan seluruh bagian atau lobus dalam otak anak. Dalam permainan dan bermain pula anak dapat belajar hal-hal yang kecil seperti contohnya memainkan permainan yang dengan cara menghitung, di situ pula anak akan mengetahui angka-angka dan mengahfal angka sedikit demi sedikit. Dimana anak sering memainkan permainan itu maka dia akan lebih hafal tata cara bagaimana cara memainkannya dan itu pula akan mempengaruhi kuat nya memori anak. Belajar = Bermain pula sangat di senangi anak anak, dimana kebenyakan anak itu rata-rata lebih suka bermain daripada belajar, maka banyak pula sekolah PAUD atau Playgroup yang mencampurui dimana cara belajar sama dengan bermain, tentunya lebih menarik perhatian sang anak dan anak pun menjadi senang dan tidak jenuh. Tidak semua permainan baik untuk sang anak, tentunya ada beberapa permainan yang dapat membahayakan sang anak, di situlah peran penting orang tua untuk mengawasi permainan sang anak ketika bermain.
    1. Apakah seluruh permainan yang dimainkan oleh anak-anak akan mempengaruhi cara berfikir dan pandangan hidup sang anak?
    2. Adakah permainan yang sangat mempengaruhi kecerdasan dan kemampuan sang anak?
    3. Adakah hal-hal yang negatif dalam tata cara dalam bermain yang akhirnya mempengaruhi dampak negatif pada sang anak?

    BalasHapus
  7. INTAN BAHRIANI KHAER
    4915131391
    PIPS A 2013

    Saya sependapat dengan bapak, bermain dan permainan merupakan salah satu hal yang menyegarkan otak ibarat olahraga secara tidak langsung terhadap otak manusia. Banyak fakta tentang permainan yang mampu mengasah otak manusia. Mengasah dalam memecahkan masalah, menyusun strategi dan mengeksplorasi kemampuan otak. Kini banyak game asah otak yang disisipkan ke dalam aplikasi gadget oleh beberapa perusahaan game. Mulai dari yang gratis hingga berbayar. Manusia menyukai permainan, karena permainan mengajak kita dengan halus untuk belajar dengan cara yang santai dan mengasyikan. Apabila boleh berimajinasi, jangan hanya PAUD yang menerapkan bermain sambil belajar tetapi sekolah tingkat SD hingga SMA seharusnya diterapkan hal yang sama namun dengan porsi yang berbeda tentunya. Karena apabila dilihat, anak SD hingga SMA masih memiliki pemikiran yang berkembang dan harus diasah dengan baik. Tidak sedikit guru yang memaksakan kedisiplinan pada anak namun tidak melihat kondisi anak yang mungkin jenuh dan bosan. Sehingga membuat anak malas untuk belajar bahkan jadi tidak menghargai gurunya. Tidak ada salahnya apabila anak diberi permainan kecil yang berhubungan dengan pelajaran agar otaknya lebih lancar dalam bekerja dan berfikir.

    Pertanyaan:
    1. Apakah ada hal negatif yang dihasilkan dari permainan terhadap otak manusia?
    2. Mengapa manusia sangat membutuhkan bermain dan permainan dalam hidupnya?
    3. Apakah ada dampak buruknya apabila terlalu banyak bermain? Sebarapa porsi permainan yang dibutuhkan oleh otak?

    BalasHapus
  8. Nama : Nur Cholis A.S
    P.IPS 2013 B
    NIM : 4915137156
    Bermain merupakan salah satu kegiatan yang sangtat menyenangkan,bermain tidak hanya disukai oleh anak-anak saja bahkan orang dewasa dan orang tua pun sangat suka bermain.Bermain memanglah dapat mempengaruhi tumbuh kembang otak anak kecil,karena dengan bermain ia dapat menjadi kreatif dan mulai dapat mengatasi masalah yang ia hadapi,selain itu manfaat bermain untuk anak tersebut adalah dapat menumbuhkan rasa berkompetisi yang cukup baik sehingga secara tidak langsung dapat mendorongnya kedalam persaingan sekaligus menemukan hal-hal baru yang belum ia dapatkan.Selain untuk anak kecil bermain juga sangat bermanfaat bagi orang dewasa maupun orang lanjut usia,hal ini dikarenakan orang-orang tertentu dengan umur yang sudah cukup tua cenderung merasa kesepian dan menginginkan hal yang baru untuk mengatasi kebosanannya,begitu pula dengan orang yang beranjak dewasa keatas,secara umum ia memiliki tingkat stress yang cukup tinggi dikarenakan aktivitas mereka yang sangat padat terlebih mereka yang tinggal di ibu kota dengan daerah sekitarnya yang sangat runyam.Mereka membutuhkan hiburan dan salah satu alternatifnya adalah bermain entah sekedar bermain futsal,sepakbola,basket,atau yang lainnya.Hal tersebut dapat membantu kondisi psikologis mereka menjadi lebih baik dan fresh kembali,dan dengan semakin berkembangnya permainan zaman modern,ini juga dapat membantu mengurangi stress yang seringkali hinggap ke orang-orang tesebut,namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menanggapi permainan modern pada saat ini,seperti yang telah diketahui permainan dengan animasi sangatlah menarik namun ternyata memiliki sisi negative yang ditimbulkan,terutama bagi anak-anak.Hal yang kurang baik itu adalah anak tersebut dapat menjadi kecanduan sehingga dapat mempengaruhi sikap terutama kondisi emosionalnya dan interaksi yang minim terhadap sekitarnya.Disamping itu permainan tersebut juga memiliki nilai yang baik jika digunakan secara baik pula,seperti anak tersebut dapat menjadi lebih kreatif dan mampu memecahkan masalah yang cenderung sulit.
    1.apakah permainan yang terbaik untuk anak-anak ?
    2.Bagaimana pengaruh permainan pada saat ini ?
    3.Sampai sejauh manakah bermain dapat berperan dengan baik ?
    4.Adakah batasan waktu terbaik untuk bermain ?
    5.Apakah kondisi psikologi orang yang bermain dapat selalu baik ?

    BalasHapus
  9. Nama : Rizky Rachmawati (4915131381)
    Kelas : P.IPS A2013
    Bermain sangat penting dalam kehidupan manusia. Khususnya untuk anak-anak yang masih kecil, yang masih senang untuk bermain. Dengan bermain banyak sekali manfaat yang positif dan dapat digunakan dalam kehidupan, seperti anak lebih mudah bergaul dengan temannya, lebih percaya diri dan mudah melakukan interaksi dengan yang lain. Bermain dengan belajar juga secara tidak langsung mengasah otak dan kemampuan anak dapat berkembang dengan cepat. Tetapi jangan terlalu sering memberikan anak bermain dengan gedget karena dapat merusak jaringan-jaringan yang ada di otak dan bila terlalu sering bermain dengan gedget otak kita akan berproses dengan lama (lemot). Jadi sebagai orang tua jangan melarang anak untuk bermain dengan temannya karena dengan bermain anak akan mengenali lingkungan mereka dan batasi pemberian alat elektronik untuk anak-anak.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana bila masih ada orang tua yang sudah mengajarkan pembelajaran yang terlalu sulit untuk anaknya?apakah dengan seperti itu dapat merusak kemampuan mereka?
    2. Apa yang menyebabkan anak-anak zaman sekarang melupakan permainan yang ada pada dahulu?
    3. Bagaimana metode pembelajaran yang dapat menarik anak untuk bersemangat dalam bersekolah?apakah metode seperti itu sudah digunakan oleh negara ini?

    BalasHapus
  10. WINDI MELANDINI
    4915131379
    P.IPS A 2013
    Kecerdasan dapat ditingkatkan bukan hanya dengan cara belajar saja, tetapi bisa dengan kegiatan bermain, tapi bukan sembarang bermain melainkan bermain dengan benar. Bermain dapat merileksasikan pikiran maupun anggota badan. Bahkan menurut artikel yang saya pernah baca bahwa bermain video games dapat meningkatkan inferensi – aspek kunci probabilitas dalam membuat keputusan, Dalam artikel tersebuti menyebutkan, anak-anak yang memainkan video games action dapat meningkatkan kecepatan mereka dalam membaca. Para peneliti hampir yakin bahwa reality virtual dapat memberikan alternatif yang menyenangkan dan efektif untuk mengintensifkan pengobatan dan mendorong pemulihan motorik setelah stroke.
    1. Selain dengan bermain, adakah hal lain yang dapat meningkatkan kecerdasan?
    2. Jika ada seorang anak yang terlalu sering bermain, apakah akan berakibat buruk pada anak tersebut?
    3. Permainan apa yang lebih cepat meningkatkan kecerdasan?

    BalasHapus
  11. Nama : Nazia Maulia Amini
    NIM : 4915131373
    P.IPS REG A 2013
    Bermain sangat menyenangkan, benar apa yang dikatakan oleh pak Nusa. Semua kalangan umur sangat menyukainya, dari balita hingga yang tua. Dengan bermain seseorang bisa melupakan sebentar pikiran, beban hidup yang dialami oleh orang dewasa. Dengan bermain juga anak-anak bisa mengedukasi. Jika hidup kita dibawa serius mulu yang ada stres setiap hari. Dan itu gak baik buat perkembangan otak kita. Hidup harus dibawa enjoy, apapun yang terjadi hadapilah. Hidup yang enjoy adalah hidup yang jika disaat serius harus serius, dan jika disaat bermain maka bermainlah. Tapi jika hidup dibawa bermain saja juga tidak baik. Tidak ada nilai kehidupan yang diambil disetiap keseharian kita. Bermain dan permainan memiliki nilai positive dan memiliki nilai negative. Bagaimana kita yang menyikapi bermain tersebut.
    1. Bagaimana cara bermain dewasa saat menjalani rutinitas sehari-hari dan dapat diselangi beberapa permainan?
    2. Apakah anak-anak bisa mengalami stres juga seperti orang dewasa jika bermain? Apa pemicunya?
    3. Bagaimana cara mengatasi anak-anak yang sudah ketergantungan dengan games yang membuat dunia mereka hanya mereka sendiri?

    BalasHapus
  12. Yurida Adlani
    4915133397
    P.IPS Reguler B 2013

    Seperti halnya tulisan Bapak yang saya komentari sebelumnya tentang “kecerdasan dan Stres”. Tulisan Bapak yang ini masih berhubungan dengan otak dan stress. Namun, menurut saya tulisan ini lebih membahas tentang bagaimana pentingnya bermain dan permainan bagi setiap manusia. Karena dalam hidup, kita tidak hanya dituntut untuk bekerja dan bekerja, namun kita juga butuh refresing yang salah satunya adalah dengan bermain dan permainan.
    Bermain terkadang diartikan sebagai sesuatu yang tidaj berguna atau tidak penting karena terlalu membuang-buang waktu. Namun, bagi para orang yang tahu akan pentingnya bermain dan permainan, bermain sudah merupakan metode dalam suatu pembelajaran, karena sifatnya yang lebih efektif dan tidak membosankan. Bermain juga mampu membantu kita dalam peningkatan kecerdasan otak.

    Pertanyaan :
    1. Selain bermain dan permainan, adakah hal yang dapat membantu meningkatan kecerdasan otak ?
    2. Mengapa Bermain dan permainan kini mulai menjadi trend pembelajaran bagi pendidikan anak usia dini ?
    3. Mengapa bagi sebagian orang tua bermain merupakan hal yang sia-sia ? bukankah bermain itu sangat penting ?

    BalasHapus
  13. Sella Alferaria / 4915131419
    P.IPS A 2013
    Bermain di dalam kehidupan dapat diibaratkan seperti kertas putih yang bergantung pada pena yang masing – masing memberikan fungsi sehingga menghasilkan sebuah tulisan tangan. Begitu juga antara bermain dengan kehidupan. Bermain sangat bergantung pada kehidupan, karena bukan hanya manusia saja yang senang bermain, tetapi hewan juga bermain. Bagi manusia, bermain adalah cara untuk menghindari stres, merefresh kerja otak, meningkatkan kesenangan dan lain sebagainya. Bermain mampu meningkatkan kecerdasan otak karena mampu meningkatkan imajinasi manusia. Tak heran jika ada sekolah PAUD yang proses pembelajarannya belajar sambil bermain. Karena bermain sambil belajar mampu meningkatkan kegairahan dan kesenangan anak dalam belajar. Bukan hanya pada usia anak saja, tetapi untuk usia dewasa juga bisa menerapkan belajar sambil bermain. Salah satu contohnya adalah adanya kuis dalam proses pembelajaran. Hal itu dapat memicu semangat belajar. Jika dalam proses pembelajaran terlalu monoton dengan teori – teori tanpa praktek, akibatnya akan timbul rasa bosan dan jenuh sehingga semangat belajar turun bahkan timbul rasa tidak menyukai terhadap pelajaran tersebut.
    Bermain memberikan efek yang positif dalam kehidupan manusia. Tak heran jika Berbagai studi dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli neurosains dan pendidikan anak membuktikan bahwa bermain dan permainan sangat membantu tumbuh kembang anak, terutama otaknya. Jeni Riley ed. dalam Learning In The Early Years (2004) menjelaskan bahwa bagi anak model pembelajaran yang baik adalah play-based-activiting. Bermain sebagai landas tumpu bagi semua aktivitas. Bermain memberi kesempatan bagi anak untuk merasakan berbagai pengalaman dengan sesama dan benda, melakukan eksplorasi yang relatif sangat luas sesuai perkembangan usianya. Bermain bukan saja memicu dan memacu perkembangan dan peningkatan kecerdasan intelektualnya, juga kecerdasan lain seperti kecerdasan sosial, kinestetis, dan bahasa.
    TIME dalam Your Brain: A User's Guide (2009) menguraikan bahwa bermain dan permainan sangat membantu pembentukan jejaring sinapsis dalam otak anak. Beragam pengalaman dalam bermain dan dengan permainan benar-benar sangat membantu menegembangkan seluruh bagian atau lobus dalam otak anak. Bukan hanya bagian tertentu seperti bagian yang mengatur kegiatan motorik.
    Pertanyaan
    1. Selain bermain, adakah cara lain yang dapat meningkatkan tumbuh kembang pada otak anak?
    2. Permainan seperti apa yang sangat tepat untuk mendorong motivasi belajar manusia usia dewasa?
    3. Dari mana manusia mengenal kata bermain?

    BalasHapus
  14. Ajeng Nur Aryani
    P.IPS A
    Belajar dan bermain memang ada kaitannya dimana seorang anak bisa melakukan belajar dengan santai tetapi serius. Pola belajar yang seperti membantu anak berpikir secara bagus dan tidak adanya paksaan terhadap guru yang menyuruh. Bermain juga dapat membantu otak utntuk membangun kreativitas anak pada usia dinidan masa sekarang, sebab otak juga perlu refreshing dan membutuhkan oksigen segar. Jangan terlalu diforsir untuk belajar serius yang nanantinya mengganggu pemikiran kita sendiri akibatnya kepala menjadi pusing. Bermain juga dapat menumbuhkan rasa bahagia dan menghilangkan penat sesaat Oleh karena itu belajar qboleh serius, tetapi jangan terlalu serius itu juga akan mneggangguq dan bermain jangan juga terlalu sering juga akibatnya kita tdak serius belajar memang disini ada pro dan kontra tetapi tergantung kita bagaimana menyikapinya.
    1. Apa pola perkembangan anak dapat memacu belajar dan bermainnya ?
    2. Mengapa perlu kita melakukan aktivitaas bermain ?
    3. Apakah bermain bisa menimbulkan kebosanan ?

    BalasHapus
  15. Lucy Santa Katarina (P. IPS A 2013)

    Tulisan diatas mempertegas bahwa bermain adalah salah satu cara untuk meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan pada anak yang secara lain meningkatkan daya tangkap otak yang cepat. Namun, kebanyakan orang tua dijaman sekarang ini, menganggap bermain itu tidak penting. Belajar, Sekolah, Bimbellah yang paling diutamakan. Sehingga ketika anak sedang bermain, orang tua langsung marah dan memberikan sanksi-sanksi kecil.
    Pertanyaan :
    1. Mengapa bermain bisa meningkatkan kecerdasan otak?
    2. Bagaimana cara mengatasi penghambat-penghambat (seperti orang tua) yang melarang anak untuk bermain?
    3. Bagaimana jika anak itu menjadi kecanduan terhadap permainan, apakah itu pengaruh positif atau negatif?

    BalasHapus
  16. muhammad faris
    p.ips b 2013
    4915133439

    kecerdasan dan bermain maksudnya adalah kecerdasan dalam memaikan sebuah permainan atau memilih permainan atau memahami arti dari sebuah permainan , tentu saja permainan yang berguna. setiap manusia pasti pernah bermain, entah bermain apa, berguna atau tidak, yang jelas bermain untuk sekedar menghibur diri. memang tidak harus anak-anak kalau ingin bermain, remaja, orang dewasa, bahkan lanjut usia pun masih sering bermain, tapi cara bermain atau cara melakukan nya berbeda-beda, yg jelas kita semua bermain hanya sekedar hobi dan ingin menghibur diri. tetapi banyak juga permainan atau bermain yang dapat merespon otak dan tubuh agar terus berkembang.

    bermain apa sajakah yang dapat mengembangkan pertumbuhan sejak usia dini?
    bagaimana cara membedakan mana permainan yg berguna dan tidak?
    apakah setiap anak wajib bermain atau melakukan permainan agar tumbuh cerdas?

    BalasHapus
  17. LIA APRILIA
    P.IPS.A 2013

    Kecerdasan dan bermain secara langsung keduanya dapat membantu perkembangan otak anak. anak-anak secara tidak langsung bermain sambil mencerdaskan otaknya, bermain juga tidak mengenal usia, karena orang dewasa juga perlu waktu bermain sekedar untuk merefreshing otaknya karena rutinitas pekerjaan merka sehari-hari yang membuat otak menjadi jenuh atau membosankan sekarang perkembangan zaman sudah modern jadi para orang tua berusaha membuat anak mereka menjadi cerdas dengan permaina-permainan yang mereka anggap daat mencerdaskan otak anak.

    Pertanyaan
    1. bagaimana dengan bermain tersebut anak-anak menjadi malas dalam belajar?
    2. apakah dengan keadaan yang seperti itu tidak membuat anak menjadi terganggu kosentrasinya dalam belajar?
    3. permainan yang seoerti apakah yang dapat mencerdaskan otak anak?

    BalasHapus
  18. Nama : Rina Listiawati
    NIM : 4915131410
    Kelas : P.IPS A 2013
    Bermain merupakan sesuatu yang mengasyikan, semua manusia dari berbagai umur pastilah senang bermain dan melakukan permainan. Apalagi penelitian kini telah membuktikan bermain dapat melatih dan merangsang kerja dari otak. Maka dari itu kini banyak dirintis sekolah-sekolah yang dikhususkan bagi anak yang belum cukup umur untuk memasuki sekolah dasar, sebutlah Pendidikan Anak Usia Dini atau yang sering kita dengar dengan sebutan PAUD. Semua pembelajaran di PAUD dikemas dengan cara bermain, semuanya dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap huruf dan angka-angka dasar. Dengan bermain pulalah seseorang dapat melupakan sementara beban hidup dan sedikit penat dalam rutinitas yang sedang dijalaninya. Menyelingi pekerjaan dengan bermain, namun tidak mempermainkan pekerjaan alias tidak selalu menunda-nunda pekerjaan. Maka dari itu, buatlah hidup kita menjadi lebih nyaman, karena dengan kenyamanan inilah kita akan merasa senang dan tidak terbebani, hal inilah yang akan menjaga, merawat, dan mempermudah kinerja dari otak kita.
    Pertanyaan:
    1. Banyak anak-anak kini yang senang dengan games, bagaimana caranya untuk mengatasi agar anak-anak tidak terlalu maniak dan kecanduan dengan games?
    2. Apa hal yang dapat kita lakukan untuk menghindari stress yang berkepanjangan?
    3. Bisakah tingkat stress yang terjadi pada anak sama halnya dengan tingkat stress yang terjadi dan dialami orang dewasa pada umumnya?

    BalasHapus
  19. Nurul Ramadhita P. W
    4915133415
    P. IPS Reg B 2013
    Bermain dan permainan merupakan dua hal yang sangat menarik untuk dilakukan apalagi dalam kegiatan pembelajaran. Namun di sisi lain banyak orang yang menyalahartikan kedua hal ini sehingga menyebabkan banyak anak maupun orang dewasa yang kecanduan dalam bermain. Seharusnya pendidikan pertama yang diberikan pada anak adalah melalui bermain dan melakukan permainan yang dapat memicu kecerdasan si anak, selain dapat meningkatkan kecerdasannya, dengan mengajarkan bermain pada usia dini juga dapat membimbing anak untuk membedakan permainan-permainan yang layak dan tidak layak untuk dimainkan, selain itu kita dapat memberikan batas-batas pada anak dalam bermain sehingga ketika ia dewasa ia akan mengerti batasan-batasan dalam bermain. Namun bagaimana cara supaya orang tua yang sangat berperan penting dalam hal ini dapat benar-benar melakukan perannya? JIka dilihat dari segi ilmu bukankah kebenaran ilmu itu dapat berubah-ubah, apa yang dikatakan benar pada hari ini belum tentu benar dikemudian hari, lalu bagaimana dengan tulisan ini yang menyatakan bahwa bermain itu dapat meningkatkan kecerdasan seseorang, apakah 5 tahun atau 50 tahun yang akan datang pernyataan ini akan tetap benar? Apakah mungkin kalau pernyataan ini tidak akan berubah karena hingga saat ini telah banyak penelitian yang membuktikan kebenarannya?

    BalasHapus
  20. Luthfiyani Nadia (4915133432)
    PIPS B 2013

    Belajar sambil bermain adalah metode belajar paling efektif. Permainan merupakan sarana pengembangan mental yang memberikan rangsangan terhadap kecerdasan berupa tantangan, pengulangan, kegiatan yang melibatkan beberapa panca indera sekaligus serta memberikan umpan balik yang menuntut kreativitas. Permainan membuat potensi terangsang dengan seimbang karena timbul perasaan senang sambil belajar. Sehingga tidak akan merasa kesulitan dalam belajar dan tidak akan cepat bosan. Apa hubungannya kecerdasan dengan permainan? Apakah semua permainan bisa di kategorikan permainan yang bisa membuat perkembangan kecerdasan? Bagaimana cara meningkatkan kecerdasan otak melalui pembelajaran permainan?

    BalasHapus
  21. Bermain dan permainan memang tidak mengenal usia, anak kecil, remaja, bahkan orang tua sekalipun suka bermain. Saya setuju dengan kata yang ada pada tulisan ini "bermain=belajar" karena menurut saya di dalam bermain itu ada makna yang bisa kita ambil dan dijadikan pelajaran.permainan juga bisa membuat orang-orang berinovasi unyuk menciptakan beragam permainan anak yang sangat memperhatikan kualitas, warna, bentuk, tantangan, dan keasyikan bermain bagi anak.

    pertanyaan :
    1. Di zaman yang serba modern ini banyak permainan yang berdampak negatif bagi anak usia dini, bagaimana komentar bapak dengan hal tersebut?
    2. mengapa dengan bermain bisa membuat seseorang merasa senang?
    3. waktu yang dipakai untuk bermain sangat banyak dibandingkan dengan waktu belajar di zaman sekarang ini, apakah itu salah satu dampak negatif dari permainan?

    BalasHapus
  22. kecerdasan melalui permainan secara tidak langsung mengasah otak untuk berfikir dalam permainan tersebut. dalam permainan dapat menyenangkan dan kadang menyedihkan, ketika menerima kekalahan pasti mucul untuk merubah dan berintropeksi diri, dan ,mulai untuk terus berlatih dan berlatih agar bisa menang, nah dari merubah saja kecerdasan muncul. maka tak jarang kecerdasaan muncul ketika kita dalam kesulitan untuk merubah nya.
    kecerdasan dalam bermain juga tak mengenal usia, semua dapat melakukanya untuk mengasah otak, tak jarang mengasah otak membuat orang selalu ingat untuk melakukan apa pun.
    pertanyaan:
    1. kenapa permainan anak-anak sekarang tidak mencerdasakan anak, bahkan mendapatkan permainan yang sangat sulit?
    2. permainan apa saja untuk mengsah otak anak?

    BalasHapus
  23. Perekembangan teknologi di era modern ini amat canggih. para inovator terus menerus berlomba-lomba untuk membuat inovasi khususnya dalam pembuatan game baik di handphone ataupun gadget lainnya.tentu di dalam hal ini terdapat plus dan minus bagi gamers .dalam hal ini kita dapat merasakan bahwa setiap game berlangsung,kita dilatih untuk konsentrasi,kita dilatih untuk belajar bahasa inggris yang dimana di hampir semua game menggunakan bahasa inggris, kita dapat belajar kreatif, yang di setiap game itu adanya tingkatan kesulitan ,sehingga menuntut gamers untuk kreatif , dan juga ampuh untuk mengatasi stres , karena di dalam game yang tentu nya memunculkan ketertarikan gamers pada permainannya yang membuat pengunduran ketegangan syaraf.

    1. Apakah melaui game ini seseorang dapat berfikir kreatif?
    2. Bagaimana pendapat bapa mengenai ketertarikan game anak terhadap perkembangan psikologisnya?
    3. Bagaimana pendapat bapa mengenai gamers terhadap kehidupan sosialisasinya di masyarakat?

    BalasHapus
  24. SITI MARIA ULPAH/4915131401/P.IPS A 2013
    Tidak jauh beda dengan tulisan “kecerdasan dan gerakan”, kecerdasan dan bermain juga rupanya mampu membuat kinerja otak meningkat. Rupanya ini yang membuat Bapak ingin menulis tentang hal-hal kecil yang mampu mengurangi stress yang kini menjadi penyakit paling berbahaya. Bermain itu dibutuhkan untuk menyeimbangkan antara kegiatan kita yang rutin yang menguras pikiran dan tenaga dengan kebutuhan otak akan kesegaran. Anak-anak cenderung lebih bebas berekspresi dalam melakukan kegiatan karena mereka sering bermain sementara orang dewasa cenderung kaku karena kurangnya bermain. Hewan saja terkadang bermain-main dengan benda di sekitarnya, mengapa manusia cenderung serius? Bermain diperlukan untuk mengistirahtkan otak yang kaku. Bermain flappy bird contohnya, permainan yang sederhana yang dapat mengguncang emosi kita jika burungnya terjatuh dan harus mengulang dari awal, hal seperti itu sudah membuat otak rehat dari segala pikiran yang ada. Bermainlah sebentar walau sesibuk apapun.
    Pertanyaan:
    1. Permainan seperti apa yang cocok untuk berbagai usia? Agar tetap membuat kinerja otak meningkat tetapi membuat rehat otak sejenak juga.
    2. Bagaimana cara membuat orang dewasa ikut bermain dengan yang masih dibilang anak-anak agar cara berpikir mereka tidak cenderung kaku?
    3. Semisalnya orang yang sudah dewasa dan terlalu serius dalam melakukan sesuatu, apakah dengan diajak bermain rutin dapat mengubah sikapnya menjadi lebih santai?

    BalasHapus
  25. Rhaka Wicaksono P.IPS B '13
    bermain permainan memang dapat berpengaruh terhadap seseorang untuk mengasah otaknya dan mampu menghilangkan rasa stres berlebih, tetapi menurut saya untuk jaman sekarang yang permainannya modern seperti playstation atau PS, game online, game yang ada di gadget2 dll memiliki banyak sisi negatifnya contohnya seperti dapat membuat seseorang menjadi manusia individual, lupa waktu ketika bermain, menjadi kecanduan atau addict terhadap permainan tersebut dan masih banyak lagi. Seharusnya permainan tradisional harus dilestarikan karena sekarang jarang sekali orang yg bermain permainan tradisional, sebenarnya permainan tradisional memiliki kelebihan dibandingkan dengan permainan modern karena permainan tradisional lebih membentuk imajinasi, kecerdasan, kreatif, inovatif, sosial dll seseorang.

    apa sisi positif dari permainan modern sekarang menurut Pak Nusa ? bagaimana cara untuk membuat seseorang tidak kecanduan atau berlebihan terhadap suatu permainan ? bagaimana cara mengatasi permainan yg rumit seperti teka-teki yang membuat atau menambah rasa stres ?

    BalasHapus
  26. NAMA : TEGUH AJI PUTRA
    KELAS : P.IPS B 2013
    NIM : 4915133436

    Bermain memang kegiatan yang cukup menyenangkan terutama bagi anak-anak, apalagi jika bermainnya dengan teman sebayanya. namun culkup disayangkan kalau permainan yang dimainkan pada saat ini lebih mengarah ke permainan visual seperti bermain playstation atau bermain nintendo. Padahal permainan tradisional bisa dibilang lebih menyenangkan dibanding permainan modern sebab permainan tradisional dapat membuat seluruh tubuh bergerak berbeda dengan permainan modern yang hanya memainkan jari-jari saja.

    1. Mengapa permainan dapat menjanjikan keuntungan yang cukup besar terutama permainan modern ?
    2. permainan apa yang cocok untuk dimainkan untuk anak-anak ?
    3. Apakah orang tua perlu mengawasi tiap permainan anaknya ?

    BalasHapus
  27. Siti Chadijah
    P.IPS B 2013


    bermain juga mengasah kecerdasan seseorang. apalagi seorang anak seperti yang telah ditulis oleh pak Nusa

    1. bagaimana dengan anak jaman sekarang yang lebih banyak bermain? walaupun bermain membantu mengasah kecerdasan mereka tetapi mereka malas untuk belajar?
    2. bagaimana dengan permainan dari gadget apakah juga bisa mengsah kecerdasan mereka?
    3. anak jaman sekarang banyak bermain menggunakan gadget, mereka sudah tidak mengenal lagi permainan yang tradisional, padahal menurut permainan tradisional lebih bisa mengasah kecerdasan mereka, karena bisa dimainkan langsung menggerakan seluruh badan tidak hanya jadi yang lincah digadget . bagaimana menurut pak Nusa, lebih baik menggunakan gadget atau bermain langsung?

    BalasHapus
  28. Nama : Selvi Insdiani
    Nim : 4915131405

    Saya setuju dengan artikel bapak diatas bahwa bermain dapat meningkatkan kecerdasan anak dan mengurangi stress manusia dewasa . Jadi bermain itu bukan hanya untuk anak-anak tetapi manusia dewasa bahkan orang tua atau lansia sekalipun . Karna tanpa bermain hidup itu seperti mainstreem. Tidak ada hiburan didalam hidup . Dan manusia menjadi mudah sekali terkena stress.

    1. Menurut bapak salah atau tidak jika orang tua melarang anaknya yang berusia belia untuk bermain ?
    2.adakah manusia yg tidak pernah bermain sepanjang hidupnya ?
    3. Apakah yg dialami manusia yang tidak pernah bermain sepanjang hidupnya ?

    BalasHapus
  29. Nama : Aginda Nabila Putri Yudia
    No reg : 4915131408
    P.IPS A 2013
    Saya setuju dengan tulisan bapak.Karena menurut saya, bila kita hanya memberikan seorang anak sekolah dasar pembelajaran saja pasti lama-kelamaan anak tersebut akan merasa Bosan dan kesal. Sebab anak pada usia dini belum waktunya untuk diajarkan sesuatu hal yang membuat mereka bosan dan kesal,Karena menurut saya, bila kita hanya memberikan seorang anak sekolah dasar pembelajaran saja pasti lama-kelamaan anak tersebut akan merasa Yang tulisan karena menurut saya itu diatasnya bosan dan kesal ya. Jadi itu terusannya apa bila kita membuat atau membikin mereka seperti itu, yang ada malah merusak kembang dirinya. Tidak hanya anak pada usia dini, orang dewasa pun juga bisa seperti itu. Dewasa sekarang ini banyak sekali yang mengeluh dengan berbagai pembelajaran yang terlalu banyak, dan membuat dirinya pusing dalam mengerjakan. Maka dari itu kita seharusnya dapat memahami bagaimana proses pembelajaran yang benar dan efisien.
    1. Bagaima cara atau proses pembelajaran yang benar dan efisien?
    2. Apakah dampak yang spesifik terhadap proses pembelajaran, yang tidak benar?
    3. Mengapa dewasa sekarang ini banyak yang menyalahgunakan proses pembelajaran yang benar dan efisien?

    BalasHapus
  30. nur muhammad
    p.ips b 2013


    Permainan dan musik adalah sama – sama untuk meningkatkan kecerdasan otak .
    Seperti yang bapa katakan bahwa memang tidak mudah menemukan games yang positif, karena dunia games didominasi beragam kekerasan dan kecenderungan melawan kemapanan. Oleh sebab itu peran aktif orang tua untuk membimbing anak sangat penting.
    Berdasarkan penelitian musik pun mampu merangsang otak bayi sebelum mereka terlahir di dunia sehingga saat bayi telah lahir, mereka memiliki daya ingat tinggi jika dibandingkan dengan seorang bayi yang tidak diperdengarkan musik ketika mereka berada dalam kandungan.
    Selain memberikan daya ingat yang cukup tinggi, musik pun memberikan ketenangan bagi siapa saja yang mendengarkannya. Musik juga membuat seseorang merasa bahagia karena musik dapat merilekskan tubuh.

    1.) Mengapa kecerdesan otak itu sesungguhnya jamak?
    2.) Ada kah perbedaan yang meningkatkan fungsi otak dalam musik dan permainan itu?
    3.) Apakah dalam musik dangdut itu dapat meningkatkan kecerdasan otak?

    BalasHapus
  31. kusumaningdyah (4915133417) pips 2013 B

    terimakasih bapak telah menugaskan untuk membaca artikel yang telah bapak buat, karena isinya benar-benar menambahkan wawasan bagi saya. menurut saya, tidak selamanya game memberikan hal positif. jika si anak tersebut menang/naik level mungkin dia dapat mengasah kemampuannya, namun bagaimana dengan anak yang tidak bisa melanjukan game tersebut? atau bagaimana dengan anak yang selalu kalah bertarung dengan teman bermainnya? anak tersebut bisa saja frustasi/stres. hal ini bisa berdampak buruk bagi si anak tersebut. saya juga pernah mendengar berita mengenai orang dewasa yang terlalu maniak akan game, hingga menyebabkan kematian. tidak sedikit juga gamers dewasa yang mengeluarkan uangnya secara berlebihan. bahkan pelajar-pelajar yang menjadi gamers, yang statusnya belum berpenghasilan kadang menggunakan uang sekolahnya. jadi intinya, bermain game itu perlu, bahkan bisa dikategorikan kebutuhan, namun penggunaannya tetaplah harus dalam batas yang wajar.

    pertanyaan:
    1. permainan seperti apa yang dapat mengasah kemampuan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus?
    2. sebagai calon guru IPS, permainan seperti apa yang dapat kita terapkan dalam proses pembelajaran?
    3. bagaimana mengatasi anak yang sudah maniak sekali dengan game? sampai-sampai dalam proses pembelajaran, si anak tersebut tetap memikirkan gamenya.

    BalasHapus
  32. Yolla Rachmaan Ismatullah
    4915133429
    P.IPS B 2013
    Bermain memang hal yang sangat menyenangkan. Mulai dari permainan tradisional hingga permainan modern banyak hal positif yang dapat kita ambil. Contohnya saja banyak permainan tradisional yang baik dalam memacu kreatifitas anak dalam menciptakan alat permainannya sendiri dengan bahan sederhana yang ada di alam sekitarnya. Sedangkan di zaman sekarang ini permainan lebih kompleks yang mengasah otak dalam memecahkan permasalahan dan masih banyak manfaat lainnya sebagai hiburan. Jika dibandingkan anak yang hanya belajar dan diam dirumah biasanya akan cenderung individualis dan berkembang di bidang akademiknya saja. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, kepintaran bukan hanya sekedar membaca, menulis dan berhitung, ada kemampuan lain yang juga diperlukan si anak, misalnya kemampuan berkomunikasi, memahami cara pandang orang lain, menghormati sebuah perbedaan, dan bernegosiasi dengan orang lain. Hal itu bisa di dapat ketika anak itu sedang bermain. Selain itu kita juga dapat mengetahui bakat si anak. Kegiatan belajar pun akan sangat menarik jika didalamnya ada permainan sehingga anak tidak menjadikan pelajarannya itu sebuah beban tetapi hal yang menarik yang ia harus ketahui dan tidak ada kata bosan.
    1. Bagaimana mengubah pandangan orang tua yang menilai bermain itu hanya membuat anak menjadi bodoh dan membuang-buang waktu?
    2. Bagaimana jika anak tsb malah keasyikan bermain dan mengabaikan pelajaran di sekolahnya?
    3. Bagaimana cara kita memfilter mana permainan yang bermanfaat dengan yang tidak bermanfaat?

    BalasHapus
  33. Hakimmatul F
    4915133435

    saya mau menambahkan sedikit sja, kercerdasan dalam bermain bisa dikatakan "imajinatif" dengan lingkungan, bagaimana perilaku kita thdp lingkungan dalam waktu bermain, yang bapak katakan disini bahwa bermain bisa sekali gus beljr ya ini semua tergantung kinerja otak thdp permain tsbt,apa otak menstimulus permainan itu sebagai tantangan atau hanya "refreshing otak"

    ada beberapa yang ingin saya tanyakan jenis permainan apa yang dapat membuat perkembangan otak anak semakin pesat?apakahdibutuhkan batas bermain? apakah kercedasan dalam bermain itu bisa dikatakan kreatifitas ?

    BalasHapus
  34. SYIFA MAHARANI DANIAR
    4915131400
    PIPS A


    Sesuatu hal yang dapat kita ketahui kecerdasan anak juga bisa timbul karena bermain. Bermain itu dapat meningkatkan kecerdasan, seperti bermain games bermain alat musik bermain puzzle. Kecerdasan dalam game juga ada sisis positifnya bermain puzzle itu kan membantu agar otak bisa berfikir agar puzzle tersebut bisa tertata dengan rapih , bermain dengan musik deghan cara kita berfikir kita bisa memahami tentang musik .

    PERTANYAAN!!!
    1.Mengapa kecerdasan itu bisa timbul dengan bermain?
    2.Apakah kecerdasan itu muncul dengan sendirinya setelah bermain?
    3.Bagaimana cara anak cacat untuk mengelola otaknya agar cerdas?

    BalasHapus
  35. SYIFA MAHARANI DANIAR
    4915131400
    PIPS A


    Sesuatu hal yang dapat kita ketahui kecerdasan anak juga bisa timbul karena bermain. Bermain itu dapat meningkatkan kecerdasan, seperti bermain games bermain alat musik bermain puzzle. Kecerdasan dalam game juga ada sisis positifnya bermain puzzle itu kan membantu agar otak bisa berfikir agar puzzle tersebut bisa tertata dengan rapih , bermain dengan musik deghan cara kita berfikir kita bisa memahami tentang musik .

    PERTANYAAN!!!
    1.Mengapa kecerdasan itu bisa timbul dengan bermain?
    2.Apakah kecerdasan itu muncul dengan sendirinya setelah bermain?
    3.Bagaimana cara anak cacat untuk mengelola otaknya agar cerdas?

    BalasHapus
  36. Deasy Taira
    4915137154
    Saya juga sependapat dengan bapak tentang permainan yang mengasah otak dapat meningkatkan kecerdasaan. Dan biasanya bermain dan belajar memang banyak dipakai di masa paud dan tk bahkan anak sd kelas 1-kls 3 baiknya diajarkan belajar sambil bermain agar bisa mengoptimalkan kecerdesaaan.
    Tapi bagaimana dengan fenomena anak tk sampai sd kelas 1 lebih banyak diajarkan belajar dari pada bermain dan banyak dibebani pr . bahkan tetangga saya kelas 1 sd sudah diajak ibunya untuk pergi les. Betapa sekarang bermain dianggap hal yang sepele dan prestasi belajar menjadi tujuan utamanya.
    Apakah yang solusi dilakukan dalam kasus ini? Dan apa yang harus orang tua lakukan dalam menjaga tumbuh kembang anaknya?

    BalasHapus
  37. GUSTIANA RESTIKA
    4915133413
    P.IPS B 2013

    Bermain dan permainan, dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Bermain dapat menstimulus anak-anak. Mungkin permainan tradisional lebih baik dibandingkan permainan modern, dalam permaian tradisional mutlak diperlukan peran orang lain. Sedangkan permainan modern bisa dimainkan tanpa orang lain. Dalam permainan tradisional anak pun berlatih untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Sedangkan permainan modern bisa dimainkan di rumah, dan cenderung banyak yang memilih untuk memainkan di rumah.
    1. Mengapa sampai ada pernyataan bermain identik dengan anak kecil?
    2. Permain seperti apa yang bisa dimainkan orang dewasa?
    3. Apa perbedaan permianan anak-anka dengan dewasa?

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd