Senin, 05 Mei 2014

SAYA MAU BUNUH DIRI

Kejahatan seksual itu mengerikan. Telepon berdering berkali-kali. Aku terbangun, masih pukul dua lewat dini hari. Belum sempat aku tanya siapa, ada suara. Saya mau bunuh diri, pak. Maaf, ini siapa? Ia menyebut namanya sambil menangis. Ia ulangi ucapannya, saya mau bunuh diri, pak. Aku kemudian bertanya, mengapa ngontak saya? Saya percaya sama bapak. Oke, terima kasih. Karena kamu percaya pada saya, saya juga percaya pada kamu. Silahkan bunuh diri setelah ketemu saya nanti pagi, gimana? Tak ada jawaban. Gimana? Ya, pak. Ketemu di mana? Aku menyebut suatu tempat yang mudah dijangkau olehnya. Oke selamat istirahat ya. Kalo gak bisa tidur, shalat malam aja ya. Aku ucapkan salam. Pembicaraan terputus.

Pagi, sekitar pukul delapan aku sudah tiba di tempat yang disepakati. Tak berapa lama, ia muncul. Wanita muda, umurnya sekitar sembilan belas tahun. Ia cantik. Banyak cowok yang naksir, tetapi ia pernah bilang sangat benci cowok. Wajahnya tampak kusut dan pucat. Tampaknya ia memang tak bisa tidur semalaman.

Setelah duduk tenang. Ia kemudian berkisah mengapa punya fikiran mau bunuh diri. Ia sudah tidak tahan. Merasa sangat terganggu dan hidupnya tidak tenang. Ada perasaan berdosa. Ia benar-benar tak dapat lagi hidup tenang. Ia tak dapat fokus pada kuliah. Ia benar-benar merasa hidupnya hampa. Ia sudah tak tahu harus berbuat apa lagi.


Ia sudah lama punya kebiasaan buruk. Ia sangat tergantung untuk terus menerus melakukan masturbasi. Pada mulanya hanya sesekali. Kini bisa berkali-kali sehari-semalam. Ia heran, kini dorongan untuk melakukannya sudah sangat sering, bahkan tanpa ada suatu penyebab perangsang. Bila tak dilakukan ia merasa sangat terganggu. Kadang, sedang mengikuti kuliah, keinginan itu datang. Ia permisi ke kamar mandi dan melakukannya. Pagi itu ia membawa serta sejumlah replika kemaluan laki-laki sebagai alat bantu yang biasa digunakannya. Macam-macam bentuknya. Ia benar-benar tidak kuat. Ia merasa hidupnya tak lagi bermakna.

Aku meminta ia bercerita lebih, kapan ia pertama kali melakukannya dan apa yang menjadi penyebab pendorong untuk melakukannya. Ia tampak sangat tertekan. Lama ia terdiam, air matanya mulai mengalir. Aku menunggu, tidak memaksanya. Dengan agak berat ia memulai cerita perih yang menjijikkan dari masa lalu saat ia masih kelas enam sekolah dasar.

Pada pagi jahanam itu, ayahnya, ayah kandungannya, bukan orang lain, melakukan kejahatan seksual pada dirinya. Baginya sangat mengerikan karena kemaluannya sampai berdarah. Ia merasa sangat sakit. Ia sempat demam tiga hari. Ternyata ayahnya yang sangat bajingan itu sering mengulanginya.

Waktu itu ia bingung dan sedih, tak tahu harus berbuat apa. Ia tak berani bercerita pada siapa pun. Sampai kini ibunya tak tahu. Setelah peristiwa itu ayahnya memang menjadi sangat baik. Membelikan apa saja. Ia sangat diistimewakan. Perbuatan jahat itu baru berhenti saat ayahnya kawin lagi.

Perbuatan bejat ayahnya itu meninggalkan banyak luka padanya. Ia jadi anak yang tak percaya diri. Bayangan ketakutan selalu menghantuinya. Ia sangat sering mimpi buruk di tengah malam, bangun dan menangis. Bahkan ia tidak berani buang air kecil di tempat umum, meski desakan untuk pipis sudah sangat menyiksa.

Bila berada di tempat umum, apalagi dalam bus, ia sangat ketakutan bila ada lelaki dekat padanya. Ia sering mengeluarkan keringat dingin. Ia menjadi sangat benci pada lelaki. Sebagai perempuan cantik banyak lelaki yang suka padanya, tetapi ia bukan saja tak tertarik, bahkan benci.

Ia sering ketakuatan tiba-tiba, tanpa sebab apapun. Ia lebih suka mengurung diri di kamar. Sewaktu sekolah ia lebih sering menyendiri di perpus. Karena sangat pendiam dan selalu menghindari cowok, dia diberi gelar cewek cakep yang sombong. Ia sungguh sangat tidak nyaman dengan keadaan ini.

Bila guru lelaki mendekat padanya, ia sangat ketakutan dan tak bisa berkata apapun. Ia hanya berteman dengan beberapa wanita. Hal ini berlangsung sampai kini. Ia sangat memilih teman. Ia sama sekali benci pada ayahnya. Ada perasaan yang sangat mendalam bahwa dirinya sangat kotor.

Luka lain adalah kebiasaan buruk ini. Karena kejahatan itu terjadi berulang kali, dalam kesakitan fisik dan psikis, sebagai manusia yang terdiri dari daging dan syaraf, ia juga merasakan ada rasa yang beda, yang bikin penasaran, mungkin semacam kenikmatan.

Dalam kesendirian sepi, ia mulai lakukan itu. Akhirnya menjadi ketagihan dan tak terkendali seperti sekarang. Berkali-kali ia bilang, perbuatan ini memberi sedikit ketenangan dan seperti menghilangkan perih luka hati karena kecewa, dendam, hancurnya harga diri, dan frustrasi yang terus saja menekan menghantam. Tetapi saat menjadi kebiasaan yang menyiksa ini, sungguh seperti berpijak di atas lumpur panas yang terus menghisap tubuh. Sangat menyakitkan dan membuat diri sama sekali tak berdaya.

Ia bilang hati teras kopong, fikiran kosong, dan harapan bolong. Acap kali hidup bagai sandal jepit yang diombang ambingkan air laut yang penuh miyak kotor. Tak tahu mau kemana dan dari mana, hanya monotoni ombang-ambing yang tak kenal henti.

Kebiasaan buruk ini seperti refleksi ketakberdayaan dan ketakpercayaan pada siapa pun. Saat sekejap diri seperti terbebas dari masalah berat mendera. Sungguh mirip heroin yang memberi kesenangan sesaat dan meninggalkan derita yang lama dan panjang.

Sudah lama ia ingin berhenti, namun tak juga bisa. Bila tekanan datang, apapun pemicunya, ia lakukan saja. Ia benar-benar mengalami susah tidur, ia hanya bisa tidur bila telah melakukannya.

Ia seperti berada di ketinggian, gamang dan penuh rasa takut. Kadang seperti tenggelam di laut dalam, dada nyesek, panik dan tak tahu harus berbuat apa.

Frustasi bertambah kala melihat ibunya yang didera rasa sakit. Penyakit yang mungkin telah membuat ayahnya jadi bangsat banget padanya. Ia sungguh telah kehilangan rasa sayang pada ayahnya. Sesekali ada perasaan ingin meracuni ayahnnya yang telah menghancurkan hidupnya. Ia tanggung semua derita ini karena rasa kasih dan iba pada ibunya. Ia selalu bertanya, sebenarnya untuk apa dilahirkan bila hanya menjalani derita demi derita berkepanjangan seperti ini. Ia sangat merasa, hidup telah berlaku tidak pantas dan tidak adil padanya.

Setiap malam baginya adalah siksaan yang sangat mengerikan. Ia tak tahu harus bercerita pada siapa. Ia sering berdoa sambil terus menangis. Tetapi ia tidak pernah yakin ia akan didengar. Sebab ia merasa ia wanita yang kotor dan menjijikkan.

Ia merasa gembira bila pagi tiba. Ia akan ke kampus dan berkumpul dengan teman-temannya. Namun, siksaan datang saat keinginan untuk lakukan kebiasaan buruk itu datang dan ia sama sekali tak mampu untuk menolaknya. Ia merasa berjalan di lorong gelap yang sama sekali tak bertepi. Hatinya luka dan letih. Melompong dan nyeri.

KEJAHATAN SEKSUAL SUNGGUH MENGHANCURKAN.

140 komentar:

  1. setiap kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat biasanya memberikan traumatik yang mendalam pada diri korban. apa lagi hal itu dilakukan oleh seorang ayah, bahkan ini adalah ayah kandung yang seharusnya menjadi pelindung, imam, dan pengayom bagi hidup anaknya, amat sangat disayangkan ketika seorang ayah yang kita cintai memberikan luka yang dalam bukan hanya luka fisik bahkan psikis, luka yang sulit di sembuhkan bahkan dengan obat yang mahal sekalipun. penyimpangan seksual adalah tindakan kejahatan yang sangat berbahaya. karena penyimpangan tersebut memberikan rasa trauma terhadap diri si korban, salah satunya seperti wanita dalam tulisan yang di muat olah bapak Nusa Putra, sedih, mengerikan, bahkan sangat menyakitkan, ketika seorang ayah memberikan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan, wajar memang amat sangat wajar jika akhirnya si anak melakukan tindakan yang sama salahnya, masturbasi...ya mungkin hanya salah satu tindakan negatif yang di akibatkan oleh rasa traumatik. dunia ini telah kembali kepada jaman nabi luth, yang tak malu melakukan tindakan penyimpangan seksual. kini seharusnya peran orang tua adalah melindungi anaknya dari segala hal yang negatif, mendidik baik ilmu umum maupun ilmu agama, dan perlindungan atas anak oleh semua masyarakat di Indonesia.

    BalasHapus
  2. Novi Nisa Rahmawati
    4915116869
    P. IPS B 2011

    kejahatan seksual memang sudah sangat merajalela. Siapapun bisa menjadi korban kejahatan seksual, yang resikonya pasti sangat besar, baik psikis dan fisik. sungguh pilu kini melihat berita di tv tentang berita kasus kejahatan seksual kepada anak. anak merupakan generasi bangsa yang seharusnya di didik, di bina, di perhatikan, agar menjadi tunas bangsa yang membanggakan dan sebagai generasi penerus untuk membangun bangsa yang berakhlak mulia. melihat berita akhir-akhir ini tentunya membuat hati siapapun akan prihatin. tentunya kita sebagai calon pendidik akan berusaha mencegah kejahatan sesksual yang tidak sesuai dengan norma agama, norma hukum negara kita.

    Pertanyaan:
    1. apakah pak nusa setuju, andai kata pelaku kejahatan seksual diberikan sanksi yang berat sesuai dengan hukum agama islam (di rajam)?
    2. dengan metode apa yang harus dilakukan calon pendidik untuk mencegah adanya kejahatan seksual?
    3. bagaimana cara menghilangkan trauma psikis dalam diri anak korban kejahatan seksual, agar tidak ketagihan/penasaran seperti halnya cerita diatas?

    Terimakasih :)

    BalasHapus
  3. perilaku menyimpang ternyata bukan hanya faktor dari dalam diri sendiri, tetapi juga faktor pengaruh dari orang lain terutama keluarga sebagai orang terdekat. perilaku yang ditunjukkan dari semasa ia kecil hingga dewasa akan tumbuh bersama perkembangan fisik dan psikologisnya sehingga menjadi kebiasaan yang sulit diubah.
    Widyastuti, P IPS 2011 A

    BalasHapus
  4. khusnun in ilma
    P.IPS A 2011

    komentar :
    melihat kejadian seperti yang bapak tuliskan, menjadi catatan besar bagi kita semua, tiap hari semakin bertambah jumlah korban dalam kasus ini, telah terjadi degradasi moral dalam bangsa ini, terlebih saat ini sudah terdapat kenyataan bahwa kekerasan seks telah merambah ke dalam dunia pendidikan, cukup mengenaskan.
    Menurut Thomas Lickona (Sutawi, 2010), ada 10 aspek degradasi moral yang melanda suatu negara yang merupakan tanda-tanda kehancuran suatu bangsa. yaitu (1)Meningkatnya kekerasan pada remaja, (2)Penggunaan kata-kata yang memburuk, (3)Pengaruh peer group (rekan kelompok) yang kuat dalam tindak kekerasan, (4)Meningkatnya penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas, (5)Kaburnya batasan moral baik-buruk, (6)Menurunnya etos kerja, (7)Rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, (8)Rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara, (9)Membudayanya ketidakjujuran, (10) Adanya saling curiga dan kebencian di antara sesama.
    bisa jadi itu semua terjadi karena kurangnya ketegasan dalam sistem hukum kita, menganggap kecil dan sepele akan permasalahan ini, tanpa disadari dampak besar yang akan terjadi di masa datang. untuk memberikan solusi dalam kasus ini agaknya sangat sulit karena hal ini juga terjadi dalam lingkungan keluarga yang seharusnya melindungi dan juga dalam dunia pendidikan (lembaga yang katanya memiliki tujuan untuk mengubah moral dan prilaku menjadi lebih baik) malahan baru-baru ini tersiar kabar ada yang melakukan pelecehan seks.
    lalu bagaimana akan mulai meminimalkan kasus ini lewat pendidikan keluarga dan pendidikan formal jika hal itu malah terjadi dilingkungan tersebut ?
    dan hal yang bagaimana yang harus kita lakukan sebagai warga negara yang baik ?

    BalasHapus
  5. Nama : Ayatusyifa Wulandari
    Kelas : P. IPS A 2013
    NIM : 4915131390
    Menurut saya mengenai tulisan bapak ini, sungguh miris keluarga dan orang tua yang seharusnya menjadi pendamping, penopang dan penghibur dikala semangat sang anak terasa kendur justru menjadi senjata yang perlahan - lahan membunuh si anak demi alasan nafsu. perlakuan semacam ini tak pernah ada ampunnya karena bukan hanya merusak masa depan si anak tetapi juga telah membunuh sebagian hidupnya. mirisnya mereka yang menjadin korban tak berani untuk melaporkan kejadian yang telah menimpa dirinya ke pihak yang berwenang, karena kejahatan semacam ini harus diberantas sesegera dan secepat mungkin untuk menghindari adanya korban - korban selanjutnya. karena manusia harusnya sadar mengenai hakikatnya sebagai manusia yaitu sebagai khalifah di muka bumi dan sebagai makhluk yang sempurna tetapi mampu melakukan hal biadab semacam ini layaknya hewan.

    pertanyaan :
    1. bagaimana ilmu menjelaskan mengenai faktor utama penyebab kekerasan seskual yang kini sedang marak terjadi ?
    2. bagaimanakah cara terbaik untuk memberantas kejahatan seksual yang kini sudah dianggap sebagai kejahatan yang dimaklumi di kota - kota besar ?
    3. sejauh manakah peranan hukum untuk memberantas kasus semacam ini ?

    BalasHapus
  6. NAMA : NATALIA
    NIM : 4915122536
    JURUSAN : PENDIDIKAN IPS A 2012

    Komentar:
    Seperti petani yang menuai tanaman dari benih yang dia tabur, demikian juga manusia yang menuai hasil dari perbuatan dan tindakan yang telah dia lakukan. Hal tersebut sama halnya juga dengan bacaan ini di mana seorang ayah yang tega melakukan kejahatan seksual pada anak perempuannya saat anak perempuannya masih duduk di sekolah dasar kelas 6. Perbuatan bejat ayah tersebut mengakibatkan luka fisik dan psikis yang terjadi pada anak perempuannya sampai beranjak dewasa. Berdasarkan bacaan tersebut, kita dapat belajar satu hal bahwa apapun yang kita lakukan terhadap orang lain, baik hal kecil maupun hal besar, mampu berdampak pada hidup orang tersebut. Maka dari itu, hendaklah kita terlebih dahulu berpikir sebelum bertindak kepada orang lain dan juga hendaklah senantiasa menggunakan hati nurani kita.
    Pertanyaan:
    1. Mengapa kejadian masa lalu seseorang sulit untuk dilupakan?
    2. Apakah terdapat penyakit yang diakibatkan oleh kekerasan seksual pada anak di bawah umur?
    3. Bagaimana sikap yang baik dan benar yang dapat ditunjukkan oleh orang tua berkenaan dengan sex education pada anak?

    BalasHapus
  7. Nama : Pathurochmah
    Kelas : P.IPS Reguler B 2013
    manusia kini telah bermetamorfosa menjelma seolah bagai penguasa alam semesta. bebas melakukan apa saja yang ia suka tanpa pernah peduli akibat dan risiko yang ditanggungnya. Manusia seolah tidak memiliki hati nurani dan tidakmanusiawi lagi, bagaimana bisa seorang ayah tega menyetubuhi putri kandungnya sendiri? itu lebih biadab dari binatang yang tidak memiliki akal, perbuatan kotor itu dilakukan karena pikiran dan hatinya pun kotor, maka menutup segalanya membuat sang ayah nekad berbuat apa saja. pengalaman seksual yang pernah dialami oleh anak tersebut membawa luka yang teramat dalam, terlebih karena hal ini dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, yang pada kodratnya ayahlah yang melindungi kusucian anaknya ini justru sebaliknya. Kita tidak boleh lupa, bahwa nafsu itu dapat menguasai akal sehat kita, maka sudah sepatutnya setiap kita memiliki rem untuk mengendalikannya. Dengan cara selalu mendekatkan diri padaNya juga menjalankan segala kewajibanNya. Jangan sampai prilaku manusia tak ada ubahnya seperti binatang saja.
    pertanyaan
    1. Mengapa perempuan itu menjadi seseorang yang ingin selalu melakukan manstrubasi apa faktor penyebabnya?
    2. Bagaimana cara merehabilitasi si anak dan ayah tersebut?
    3 Jika perempuan itu hamil bagaimana dengan status anak yang dikandungnya tersebut?

    BalasHapus
  8. Rizki Achmad Husaeni - Pendidikan IPS

    Cerita bapak mengenai seorang mahasiswi ini sangat menarik, dia menjadi korban dari sebuah kejahatan seksual yang dilakukan secara kejam oleh ayah kandungnya sendiri, sungguh menyedihkan dan mengerikan. Meninggalkan bekas yang tidak akan hilang seumur hidupnya, yaitu bekas fisik dan mental atau kejiwaan. Sehingga apabila orang tersebut tidak memiliki orang dekat yang dapat membantunya, maka akan memungkinkan bagi seseorang tersebut untuk mengakhiri hidupnya agar penderitaan yang dirasakan olehnya dapat hilang.
    Saya ingin bertanya, menurut bapak apa yang kita bisa lakukan sebagai mahasiswa sosial untuk membantu meringankan beban korban-korban kejahatan sosial ini? Karena pada saat ini banyak sekali terjadi kejahatan seksual di dalam masyarakat. Sehingga bukan suatu hal yang mustahil apabila salah satu dari kerabat atau murid kita nanti adalah salah seorang dari korban kekerasan seksual semacam ini.
    Lalu pertanyaan selanjutnya adalah Apakah para korban dari kejahatan seksual ini bisa bangkit kembali dari keterpurukannya? Karena banyak dari mereka yang sudah mengalami depresi berat dan ingin mengakhiri hidupnya.
    Terimakasih pak Nusa.

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum wr.wb
    Shaiba Ayu Widyawati
    4915133437
    P.IPS B 2013
    Anak lagi anak yang harus mendapatkan atau merasakan perbuatan biadab seperti itu karena ulah orang dewasa dan bahkan ayah nya sendiri orang tua nya. Seorang ayah tidak sepantasnya melakukan perbuatan sebiadab itu pada anaknya, apa yang dipikirkannya? Bukankah anak itu adalah diibaratkan barang inivestasi dia ketika si anak telah menjadi dewasa dan sukses. Bukankah selayaknya dan kewajiban seorang ayah itu memberikan nafkah dan pendidikan yang non formal selain di sekolah kepada anaknya, bukan malah berbuat seperti itu menghancurkan semua kehidupannya di masa depan. Inilah akibat dari kurangnya iman di hati, karena sesungguhnya iman itu sangat dipentingkan dalam diri seseorang, seperti yang telah saya baca pada tulisan pak nusa sebelumnya mengenai ilmu dan iman. Terkadang kita keliru menerima ilmu yang tidak sesuai dengan tingkat keimanan yang kita miliki, terkadang tidak semua ilmu dan perbuatan yang kita ketahui dapat kita terima dan lakukan butuh peran iman dalam meyaring itu semua. Nah disini sangat di rasakan sekali kurangnya iman melemahnyan iman seorang ayah yang seharusnya dia bisa menjadi seorang pemimpin keluarga yang menyayangi dan mengayomi anak dan istrinya, bukan malah berbuat tindakan biadab seperti itu pada anaknya sendiri. Kekerasan seksual memang sangat berimbas pada psikologi anak tersebut dalam jangka panjang, kita sama-sama telah ketahui kasus kekerasan seksual yangterjadi pada siswa tk yang berumur 5 tahun itu akibat perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jwab itu. Sama seperti yang dialami gadis ini, anak itu pun mengalami trauma yang berkepanjangan dan bahkan harus melakukan psikoterapi selama 6 tahun untuk memulihkan keadaan tersebut. Tidak kah orang-orang seperti itu memikirkan atau sedikit berempati saja apabila keadaan ini dapat menimpa dirinya atau anaknya.
    Memang pada masa seperti ini sangatlah sulit menemukan keamanan dan kenyamanan, dan bahkan dalam lingkungan keluarga pun dapat terjadi kemungkinan perbuatan seperti yang dialami gadis tadi. Namun nauudzubillah min dzalik.
    Pertanyaannya:
    1. Bagaimana menurut bapak cara kita mencegah perbuatan itu? Karena kita ketahui sekarang dimana pun sangat rawan untuk terjadinya perbuatan seperti itu?
    2. Sebagai mahasiswa, apakah gadis itu harus selamanya hidup dalam kegelapan seperti itu? Sedangkan kita tahu pasti dia suatu saat nanti membutuhkan pendamping dalam hidupnya.
    3. Adakah kemungkinan bagi gadis ifu untuk melakukan hubungan sesama jenis karena trauma yang dialaminya itu?
    4. Tidak kah para pelaku tersebut berpikir panjang akan perbuatan yang telah dia lakukan tersebut?
    5. Mengapa kita sering kali dikalahkan oleh rasa hawa nafsu yang bersifat sementara? Padahal sebelumnya kita mengetahui resiko dan hukum perbuatan tersebut. Bagaimana kah cara kita mensiasati hal tersebut?
    Terimakasih, wassalamu'alaikum

    BalasHapus
  10. Siti Mastoah
    P.IPS A 2013

    Saya sangat setuju dengan kalimat ini "KEJAHATAN SEKSUAL SUNGGUH MENGHANCURKAN" memang benar faktanya kejahatan seksual sangat menghancurkan. baik itu menghancurkan fisik maupun gangguan psikologis yang ada pada dirinya. yang paling berbahaya yaitu, bisa menyebabkan korban merasa dirinya tidak berarti, tertekan, menahan aib dan rasa malu. lalu perasaan-perasaan tersebut akan terus berlanjut jika tidak ada yang segera menanganinya. maka benar akhirnya muncul rasa ingin bunuh diri. korban menganggap bahwa bunuh diri adalah jalan satu-satu nya untuk mengakhiri semua penderitaannya. sungguh sangat tragis jika kita membicarakan tentang kejahatan seksual ini. karena saat ini begitu banyak kejahatan seksual yang terjadi terutama pada anak yang masih di bawah umur. contoh kasusnya seperti yang bapak telah kemukakan diatas. korban mengalami kejahatan seksual pada saat sekolah dasar. seharusnya, masa sekolah dasar menjadi masa yang sangat menyenangkan, menikmati masa kanak-kanak yang masih dalam bimbingan khusus dari orang tua, guru, dan masyarakat sekitar. masa benih yang harus tumbuh kembang untuk menggapai semua cita-cita dan harapannya di masa depan bukan malah sebaliknya dihancurkan dengan kejahatan seksual. apalagi kasus diatas dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. hal ini akan membuat si anak merasa trauma, rasa tertekan yang mendalam, ada rasa benci terhadap lelaki yang sungguh sangat mendalam hingga ia dewasa. sungguh sangat mengerikan. namun jika si korban sudah memiliki rasa ingin bunuh diri, sebaiknya diberi motivasi yang kuat, meningkatkan spiritual yang tinggi, dan mengembalikan semangat hidupnya. memang sulit untuk membangkitkan semangat hidup terhadap si korban ini. namun tidak ada salahnya jika di coba dengan usaha dan doa yang kuat. dan juga seharusnya pihak pemerintah segera menindak lanjuti pihak agar tidak ada lagi kejahatan seksual ini.

    1. apa sebenarnya hasrat lelaki bisa berbuat kejahatan seksual pada anak usia dibawah umur ???
    2. mengapa ayah kandung bisa melakukan kejahatan seksual pada anaknya sendiri ??? apakah sudah tidak ada lagi sifat kasih sayang sebagai ayah kepada anak kandungnya ???
    3. bagaimana peran pemerintah untuk menangani kasus kejahatan seksual yang kini semakin banyak dan merajalela terhadap anak usia dibawah umur ???

    BalasHapus
  11. Nama: Mamay Gumelar
    NIM: 4915 12 2541
    Kelas: P.IPS A' 2012

    Sungguh ironis kenyataan hidup yang terkadang pahit, getir dan serba dirasa tidak enak. Kejahatan seksual merupakan ironi yang memang akan sangat berdampak pada kondisi fisik serta psikis dari korbannya. Tak terkecuali kejahatan seksual pada anak ataupun orang dewasa. Dampak yang dirasakan akan sama membekas pada fisik serta psikis korbannya.

    Secara kontinu kegiatan seksual akan memberikan dampak adiktif pada siapapun yang melakukannya. Oleh karena itu korban pada wacana di atas menjadi ketagihan untuk melakukan kegiatan seksual masturbasi hingga berkepanjangan.

    Sangat sulit untuk merubah sesuatu hal yang sudah menjadi kebiasaan dalam menjalani kehidupan. Perlu adanya dukungan moral dari kerabat dekat untuk membimbing dalam merubah kebiasaan tersebut.

    Berikut pertanyaan yg saya ajukan:
    1. Apakah seluruh ragam jenisnya kejahatan seksual akan memberikan dampak adiktif bagi psikis korbannya?
    2. Mengapa kegiatan seksual memberikan dampak adiktif bagi siapapun yang melakukannya?
    3. Bagaimana caranya untuk menghindari candu dari kegiatan kejahatan seksual pada anak atau orang dewasa?
    4. Apakah korban dalam wacana di atas berakhir dengan bunuh diri??

    Terima kasih

    BalasHapus
  12. NAMA : FANNY FITRIYANI
    NIM : 4915131376
    P.IPS A 2013

    Sangat miris rasanya ketika membaca tulisan ini. Orang tua yaitu ayah yang seharusnya melindungi, menjaga anaknya dari segala marabahaya serta memberikan rasa aman untuk anaknya justru ia yang merusak dan menghancurkan hidup dan masa depan anaknya. Agak bingung memang apakah orang tua seperti itu masih pantas atau tidak untuk dipanggil AYAH, karena kelakuannya yang memang serupa dengan binatang. Seseorang yang sejak kecil hidupnya sudah merasakan perih akibat derita dari kekerasan seksual tersebut pasti hingga dewasa pun ia tidak akan pernah bisa lagi hidup normal seperti orang lain dan tidak mungkin bisa melupakan masa lalu yang sangat suram itu, apalagi akibat dari masa lalunya itu menyebabkan ia mempunyai kebiasaan buruk yang tidak pernah bisa ia tinggalkan. Mungkin bagi orang yang mengalami hal seperti itu, hidup ini rasanya sudah sangat tidak berarti. Jika saya ada di posisi dia pun mungkin saya akan melakukan hal yang sama, karena hidup pun rasanya sudak taka da gunanya dan hanya menyiksa diri. Sungguh kasian wanita itu yang seharusnya hidup bahagia menjalani masa kanak-kanak hingga dewasa serta hidup mahagia bersama suaminya di masa depan kelak, justru sudah duluan dihancurkan oleh AYAHnya sendiri.
    • Apakah ada kelainan pada psikologis seorang ayah yang tega melakukan kekerasan seksual pada anaknya sendiri?
    • Faktor apa sajakah yang menyebabkan seorang ayah dapat melakukan hal seperti itu?
    • Adakah cara untuk mengembalikan kehidupan wanita itu seperti normal kembali dan melupakan apa yang telah terjadi pada masa lalunya?

    BalasHapus
  13. Indah Wardatuusa'idah
    p.ips reg 2012
    4915122547

    Setelah saya membaca tulisan Bapak saya terharu , saya ikut turut merasakan bagaimana menderitanya menjadi wanita tersebut dengan perjalanan hidup yang terus menerus menyiksa hingga akhirnya ada niatan untuk bunuh diri . kejahatan yang dilakukan oleh sang Ayah dimasa lampau membentuk karakter kuat bagi sang anak dimasa sekarang , perlakukan bejat yang diterima anak mampu mencuci otak dan pola pikir sang anak menjadi seseorang yang mampu berbuat hal negatif dibawah alam sadarnya . kejahatans eksual yang terjadi saat ini marak sekali dari mulai pedofilia , sodomi , pemerkosaan dan kejahatans eksual lainnya . harusnya pemerintah dapat mengambil tindakan tegaas bagi kasus kasus tersebut .

    1. Bagaimana perkembangan mental sang wanita dimasa yang akan datang ketika sudah berumah tangga dengan tingkahnya yang kelam tersebut ?
    2. Bagaimana menanggulangi jumlah kejahatan seksual yang terjadi di negara kita sendiri ini ?
    3. Apakah yang menjadi tolak ukur seseorang melakukan kejahatan seksual ? apakah karena faktor niat dan kesempatan ?

    BalasHapus
  14. Nisrina Haniah
    Pendidikan IPS NR 2012
    4915127060

    Saya sungguh pritahin membaca artikel di atas. Bagaimana bisa seorang ayah melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya sendiri yang baru berumur enam tahun. Menurut saya, ini perbuatan tidak terpuji karena tidak sepantasnya seorang ayah melakukan pelecehan seksual terutama kepada anaknya sendiri.

    Terkadang perilaku yang dialami oleh seorang anak terutama pelecehan seksual akan berdampak pada kehidupannya dikemudian hari. Sebagai seorang ayah, seharusnya ia memperilakukan anaknya dengan baik dan menjaga kehormatan diri sang anak. Walau bagaimanapun “kegiatan” tersebut akan merusak fisik dan psikis dari anak tersebut.

    Enam tahun adalah kondisi dimana seorang anak sedang asik bermain dan bercanda tawa dengan teman-temannya. Tetapi, ia harus merelakan tubuhnya untuk seorang ayah. Tidak sedikit orang yang mengalami kejadian hal yang sama dengan artikel tersebut. Mungkin masih banyak diluar sana anak atau gadis-gadis yang mengalami pelecehan seksual karena takut mengungkapkannya pada orang lain.

    Dengan demikian, apabila kita mendengar cerita dari teman yang telah mengalami pelecehan seksual sebaiknya direspon dengan baik karena tidak banyak orang yang dapat membuka aib nya sendiri dan mungkin kita menjadi orang kepercayaan mereka.

    BalasHapus
  15. Khoirotun Nafsi (4915110317)
    P.IPS A 2011

    assalamualaikum wr.wb
    setelah saya membaca tulisan Bapak, rasanya ingin meneteskan air mata. mungkin karena saya ini wanita yang bisa dibilang agak sensitif. sebagai seorang wanita, saya merasa miris, sedih, kecewa, dan mungkin ikut marah melihat apa yang terjadi. karena ini semua berpangkal dari kejahatan seksual yang dilakukan sayang ayah sendiri. entah, bagaimana bisa ada orang tua yang tega melecehkan anak gadisnya sendiri. dan itu dilakukan berkali-kali sampai sang ayah menikah lagi.
    ayah yang seharusnya melindungi anak gadisnya dari "jamahan" laki-laki kini berubah menjadi sesosok manusia bejat yang tingkahnya melebihi binatang buas di Gurun Afrika. sang anak merasa menjadi sesosok makhluk yang paling menjijikkan di dunia ini. dan hal tersebut menimbulkan trauma psikis yang begitu mendalam. keinginan untuk bermasturbasi selalu timbul dan menghantui. perasaan takut pada laki-laki, dan berujung pada keinginan untuk bunuh diri. mungkin itu adalah salah satu side effect dari kejahatan seksual. entah bagaimana hal tersebut bisa dihentikan.
    Penurunan moralitas yang terjadi pada bangsa ini sangat mengiris sekali dan tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi saya yang notabene akan menjadi seorang pendidik untuk menanamkan kembali nilai-nilai moralitas kepada setiap generasi bangsa.dan juga sebagai calon ibu (aamiin) bagi anak-anak saya nanti, saya akan berusaha sekuat tenaga dan pikiran saya untu lebih melindungi anak-anak saya nantinya.
    saya berharap saat ini keadaan wanita tersebut telah berubah 180 derajat dan bisa menikmati hidup seperti wanita yang seutuhnya. semoga saat ini tidak ada korban-korban selanjutnya dari "keganasan" sang ayah kandung. sebagai seorang wanita, saya mengecam kejadian tersebut. sedih, ketika ada orang yang kita sayangi melakukan perbuatan yang tidak bermoral dan menimbulkan efek yang begitu besar sampai-sampai ingin bunuh diri.

    terimakasih Pak, telah membagi pengalaman Bapak kepada kami. membagi pengalaman hidup yang mungkin sangat langka dan bagi sebagian orang tabu untuk diperbincangkan. semoga hal tersebut dapat memberikan hikmah dan manfaat bagi semua yang membacanya. tetap terus membagikan kebaikan Bapak lewat tulisan. saya merasa bangga menjadi mahasiswa Bapak.

    wassalamualakum wr.wb

    BalasHapus
  16. nama : Khoirul Ummah
    49151163
    P.IPS B 2011

    Astagrirullah, mengerikan sekali dampak yang diakibatkan dari kejahatan seksual tersebut, apalagi dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandungnya sendiri. Dimana otak dan pikirannya yang tega menghancurkan masa depan anaknya sendiri, menghancurkan masa tua si ayah itu sendiri pula. Dan saat ini,kasus seperti itu dan kasus yang sejenis seperti itu sedang marak terjadi di Indonesia, korbannya pun anak-anak, sehingga beban spikologis dari korban kejahatan tersebut jika tidak dilampiaskan (dicurhatkan) akan menjadi beban atau mengganggu perkembangan anak yang menjadi korban, dan cenderung korban tersebut akan mengalami kelainan seksual karena sudah mengalami pelecehan saat kecil.
    pertanyaannya :
    1. Dari kasus diatas, ia (wanita itu) sangat terbuka kepada bapak tentang masalahnya bahkan ibunya pun belum mengetahuinya. Bagaimana cara kita sebagai peneliti dan mahluk sosial khususnya untuk membangun kepercayaan orang lain kepada kita?
    2. Kekerasan yang dialami sejak kecil yang terjadi sejak (SD), jika hanya dipendam sendiri oleh korban akan menjadi beban spikologis tersendiri. Pasti ia akan merasa malu untuk menceritakan hal tersebut yang menurutnya aib. Bagaimana untuk menunbuhkan rasa percaya diri korban untuk menceritakan kekerasan tersebut dan menghilangkan keputus asaan korban untuk terus menjalani hidup ini tanpa penyesalan?

    BalasHapus
  17. Anzani Mutiara
    4915131398
    P.IPS A 2013

    Saya begitu terkejut setelah membaca tulisan Bapak ini, mengapa ada ayah kandung yang tega melukai anaknya sendiri. Sungguh perbuatan yang biadab, seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya justru malah menodainya. Begitu mengerikan bahwa kekerasan seksual dapat memeberikan dampak negative bagi mental seseorang. Kejadian yang memilukan dan menyakitkan tentu saja sulit untuk dilupakan, apalagi dalam kasus ini perbuatan tersebut dilakukan oleh ayahnya sendiri. Tentu saja memori kita tidak akan mudah menghapusnya, kejadian buruk itu telah membuat hidup seseorang terombang ambing dan selalu merasa ketakutan. Penguatan keimanan mungkin dapat membantu meringankan beban masalah yang menimpanya.
    1. Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk yang sering dilakukan wanita dalam kasus ini ?
    2. Bagaimana menyembuhkan mental seseorang sehabis mengalami kejadian yang menyakitkan ?
    3. Dan apakah hal tersebut bisa disembuhkan ?

    BalasHapus
  18. Eko Yulianto
    4915122530
    P.IPS 2012 A

    Manusia dilahirkan suci dan fitrah yang tanpa dosa yang dilahirkan ke dunia ini. Namun ketika manusia baik itu anak kecil maupun orang dewasa kesucian mereka direnggut oleh keluarganya maupun orang lain maka orang yang menjadi korban pemerkosaan atau kekerasan seksual akan menjadi trauma dan menghadapi tekanan batin yang luar biasa. seperti dalam tulisan pak nusa yang dimana menggambarkan seorang perempuan yang hampir setiap hari melakukan masturbasi diakibatkan oleh kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayahnya sendiri dan berakibat perempuan tersebut menjadi antipati terhadap laki-laki karena perempuan tersebut masih trauma.

    Pertanyaan:
    1) Apa yang menyebabkan ayahnya memperkosan anak perempuanya sendiri?
    2) Apakah ayah perempuan tersebut pernah menjadi korban pelecehan seksual, sehingga iya memperkosa anak kandungnya sendiri?
    3) Bagaimana cara mengobati trauma orang-orang yang terkena pelecehan seksual?
    4) seberapa besar tekanan psikis orang-orang yang menjadi korban pelecahan seksual?
    5) Bagaimana upaya pemerintah dalam memerangi para pelaku pemerkosaan?
    6) Apakah ayah perempuan tersebut memiliki kelainan seksual sehingga anaknya sendiri menjadi korban pemerkosaanya?
    7) bagaimana cara menggobati orang-orang yang sudah terkena kelainan seksualnya?

    BalasHapus
  19. Nama : Silvia Radita
    NIM : 4915122560/Pendidikan IPS A 2012

    Jaman sekarang ini banyak sekali kejahatan yang terjadi yang dapat terus menerus berada di dalam pikiran manusia. Seperti kejahatan yang ada di dalam tulisan ini yaitu seorang ayah yang tega melakukan kejahatan seksual tersebut terhadap anak kandungnya sendiri. Seharusnya seorang ayah harus lah membimbing anaknya bukan malah melecehkan dan membuat anak tersebut trauma bahkan membekas di dalam diri anak tersebut. Sekeji itu kah seorang ayah, memang jaman sekarang semakin kejam saja seseorang yang sudah di rasuki akan nafsu.
    Pertanyaan ?
    1. Bagaimana solusi untuk menyelesaikan kejahatan seksual pada saat – saat ini ?
    2. Apa tidak ada solusi terhadap wanita tersebut untuk berusaha mengurangi kebiasaan buruk tersebut ?
    3. Apa tidak ada penyuluhan yang dilakukan pemerintah untuk masyarakat di Indonesia terkait dengan kejahatan seksual ?

    BalasHapus
  20. Titin Watini
    4915133443
    P.IPS B 2013
    Kejahatan seksual sangat merusak kehidupan manusia. Dari tulisan tersebut dalam hal ini perilaku ayah kepada anaknya mengakibatkan trauma mendalam dan menimbulkan kebencian kepada laki-laki, dari cerita tersebut sangat miris sekali karena di lakukan oleh bapak kandungnya sendiri. wanita tersebut sudah mempunyai keinginan untuk berubah, seharusnya wanita itu dari awal bercerita kepada ibunya sehingga ayahnya dapat di hukum dan di masukkan kepenjara sehingga wanita tersebut mendapatkan motivasi dari lingkungannya. Namun wanita ini malah memendam sendiri masalah tersebut sehingga mengakibatkan wanita tersebut menjadi prustasi. Karena pada dasarnya jika kita bercerita masalah kepada orang yang kita percaya maka akan membuat lega perasaannya.
    1. Bagaimana cara menghilangkan sikap trauma wanita yang takut dan benci kepada laki-laki ?
    2. Bagaimana cara mengatasi dan meminimalisir kejahatan seksual ?
    3. Bagaimana cara merubah pola fikir wanita yang menganggap bahwa kehidupan wanita itu sudah hancur dan berantakan ?

    BalasHapus
  21. Jihan Safira
    4915122529

    Kejahatan seksual dapat mengganggu mental seseorang, terutama jika kejahatan seksual tersebut dilakukan ketika si korban masih berusia di bawah umur. Rasa trauma akan terus membayangi si anak hingga ia tumbuh dewasa sampai benar-benar ada keajaiban yang bisa membuatnya percaya lagi. Lebih tragisnya lagi, pada kasus ini kejahatan seksual tersebut dilakukan oleh ayahnya sendiri. Sosok yang seharusnya melindunginya justru malah menghancurkannya. Sosok yang seharusnya membuatnya merasa nyaman justru malah membuatnya merasa terancam. Wajar saja jika ia membenci ayahnya. Karena ulah ayanya tersebut, kini ia harus menanggung kebiasaan buruk yang tidak bisa ia hentikan.

    Pertanyaan:
    1. Apakah rasa trauma tersebut akan berakhir seiring berjalannya waktu?
    2. Mengapa kebiasaan buruk tersebut tidak bisa dihentikan?
    3. Bagaimana caranya untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut?

    BalasHapus
  22. Devy Novianti
    4915133402
    P.IPS B 2013

    Kebiasaan buruk yang mementingkan kesenangan sesaat berimbas pada dampak jangka panjang. Sungguh sangat prihatin melihat usia yang masih sangat muda, akan tetapi telah melakukan hal-hal yang melebihi batas seperti itu. Jangan sekali-sekali membiasakan hal buruk menjadi aktivitas sehari-hari. Jika tahu salah mengapa tidak memperbaiki diri. Memang tidak mudah mengubah kebiasaan. Akan tetapi jika ada niat dan usaha dari diri sendiri yang paling penting, pasti perempuan tersebut bisa berubah seiring dengan jalannya waktu. Jangan senang mengulang dan menjalani kebiasaan yang tidak sesuai dengan hati kita. Jika perempuan tersebut masih melakukan hal demikian dapat dipastikan jalan hidup perempuan itu penuh dengan kehampaan.
    Miris setelah tahu awal ceritanya, apa yang menyebabkan perempuan itu mempunyai kebiasaan buruk seperti demikian. Kejahatan seksual yang dilakukan ayahnya, membawa kehancuran hidup pada anaknya.
    Dimanakah moral manusia pada kasus ini, yang telah melanggar norma yang sudah dijadikan landasan dalam bertingkahlaku sehari-hari?
    Banyak hal serupa sekarang ini terjadi di masyarakat. Bagaimana menghentikan kejahatan seksual seperti ini?
    Bagaimana menyadarkan mereka (yang sudah terjerumus kedalam dunia gelap) untuk benar-benar insyaf, dan memberitahukan kepada mereka bahwa perbuatan yang selama ini mereka lakukan salah, dan akan berdampak bagi dirinya sendiri di masa yang akan datang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAMA : RENI NURJANAH
      NIM : 4915131388
      KELAS : P. IPS A 2013

      Kejahatan seksual memang sungguh menghancurkan. Bagaimana tidak, seseorang yang masih suci dan tidak tahu menau tentang perbuatan seksual yang dilakukan hanya untuk orang dewasa, tetapi ia sudah menikmatinya dengan penuh keterpaksaan di bangku kelas enam sekolah dasar. Sampai akhirnya hingga ia sebesar ini perbuatan untuk melakukan hal itu semakin menjadi-jadi dan tak terbendungi lagi meskipun tidak ada media yang merangsangnya. Tetapi ketika hasrat itu muncul ia tak bisa mengelaknya lagi. Sungguh ini merupakan dampak yang sangat mengerikan bagi siapa saja yang pernah terlibat di dalam kejahatan seksual.
      Tetapi jika dibayangkan ko tega ya seorang ayah kandung memperlakukan anaknya yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar dengan perlakuan seperti itu? Sungguh kejahatan seksual memang tidak hanya terjadi di tempat-tempat yang kelihatannya sepi atau berbahaya saja, tetapi juga dapat terjadi dimana saja, bahkan di lingkungan keluarga sekalipun. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan siapapun itu dan dimanapun kita berada. Karena kejahatan bisa terjadi dimana saja terlebih lagi kejahatan seksual.

      Pertanyaan :
      1. Apa yang menyebabkan seorang ayah kandung tega memperlakukan anaknya seperti itu?
      2. Dampak apa saja yang ditimbulkan akibat dari kejahatan seksual tersebut?
      3. Adakah UUD yang mengatur tentang kejahatan seksual tersebut? Jika ada mengapa tidak menimbulkan efek jera bagi pelakunya? Apakah peraturan tersebut perlu direvisi?

      Hapus
    2. NAMA : RENI NURJANAH
      NIM : 4915131388
      KELAS : P. IPS A 2013

      Kejahatan seksual memang sungguh menghancurkan. Bagaimana tidak, seseorang yang masih suci dan tidak tahu menau tentang perbuatan seksual yang dilakukan hanya untuk orang dewasa, tetapi ia sudah menikmatinya dengan penuh keterpaksaan di bangku kelas enam sekolah dasar. Sampai akhirnya hingga ia sebesar ini perbuatan untuk melakukan hal itu semakin menjadi-jadi dan tak terbendungi lagi meskipun tidak ada media yang merangsangnya. Tetapi ketika hasrat itu muncul ia tak bisa mengelaknya lagi. Sungguh ini merupakan dampak yang sangat mengerikan bagi siapa saja yang pernah terlibat di dalam kejahatan seksual.
      Tetapi jika dibayangkan ko tega ya seorang ayah kandung memperlakukan anaknya yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar dengan perlakuan seperti itu? Sungguh kejahatan seksual memang tidak hanya terjadi di tempat-tempat yang kelihatannya sepi atau berbahaya saja, tetapi juga dapat terjadi dimana saja, bahkan di lingkungan keluarga sekalipun. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan siapapun itu dan dimanapun kita berada. Karena kejahatan bisa terjadi dimana saja terlebih lagi kejahatan seksual.

      Pertanyaan :
      1. Apa yang menyebabkan seorang ayah kandung tega memperlakukan anaknya seperti itu?
      2. Dampak apa saja yang ditimbulkan akibat dari kejahatan seksual tersebut?
      3. Adakah UUD yang mengatur tentang kejahatan seksual tersebut? Jika ada mengapa tidak menimbulkan efek jera bagi pelakunya? Apakah peraturan tersebut perlu direvisi?

      Hapus
  23. Firman Surahman
    PIPS B 2013
    4915133441

    Ini adalah tulisan dari sebuah kisah nyata. Ini adalah sekilas gambaran, mungkin masih banyak wanita-wanita bahkan pria-pria lain yang merasakan seperti ini. Saya memiliki cerita yang sama, dimana kakak kelas berawal melakukannya dengan pacarnya semasa SMP, lalu berlanjut SMA dan kini menjadi maniax setelah mejadi mahasiswa, bahkan demi mendapatkan nilai bagus ia rela bersetubuh berkali-kali bahkan hampir setiap hari dengan beberapa pengajar laki-lakinya. Ia tak bisa menolak, selain membutuhkan nilai bagus ia juga sangat menginginkan hal itu. Bahkan ketika sangat ingin, teman, adik kelas, OB kampus, bapak pemilik kost, pengantar galon air mineral, bahkan kuli bangunan menjadi sasarannya. Ia sangat rela siapapun menyetubuhinya tak peduli status yang penting ia terpuaskan. Kini setelah ia menceritakannya pada ku 2 tahun yang lalu, entah kemana kabarnya tak pernah lagi ku dengar. Dalam kasus ini sama, bahwa pengalaman awal yang buruk mampu mendorong hasrat untuk melakukannya lagi, lagi dan lagi. Ada bagian syaraf mengganggu, kemudian didorong dengan hawa nafsu setan yang menggebu. Jika istilah dalam ilmu seksiologi fenomena ini disebut "hypersex" atau artinya menyukai seks secara berlebihan. Jika secara rasional laki-laki lah yang menjadi pecandu berat tentang sex ? Itu salah besar, ternyata hasrat wanita jauh lebih kuat, wanita yang sudah mengalami hypersex, sedikit saja terpancing maka hasratnya menggebu luar biasa, panas dingin, hati gelisah dan lain sebagainya. Wanita yang hypersex bisa melakukan hubungan dimana saja, tak peduli itu wc, kebun, ruang tamu dan lain sebagainya. Jika hasratnya tak terpenuhi wanita cenderung melakukannya sendiri dengan berbagai cara namun kepuasaan tak didapatkannya. Ia akan terus mencari dan mencari pria yang mau memuaskannya karena berhubungan badan sudah menjadi obat baginya. Banyak faktor kenapa wanita menjadi hypersex, pengalaman kejahatan seksual oleh orang lain, sengaja melakukannya dengan orang lain, karena tayangan-tayangan, kebiasaan masturbasi yang berawal dari rasa ingin tahu. Sehingga karena semua hal itu mengganggu psikisnya, lalu hasratnya tak terkendali dan istilah hypersex harus diembannya. Merubah kebiasaan buruk tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama, harus selalu melalukan konsultasi dengan psikolog, melakukan terapi-terapi dan beraktivitas yang membuat hatinya dan pikirannya dijauhi akan semua kenangan dan bayangan yang mampu merangsangnya. Ini sebuah ironi, PR besar untuk para orangtua yang harus menjaga anak-anaknya ekstra ketat, dan ini menjadi raport buruk bagi penegak hukum. Kini mulai bermunculan kembali kasus kejahatan seksual, ingatkah kasus Ryan Jombang ? Pedagang asongan yang mencabuli anak jalanan di Jakarta ? Guru yang mencabuli siswinya di Surabaya ? Pencabulan berkedok pengobatan terapi di Jawab Barat ? Orangtua yang menjual anaknya ? dan puluhan kasus ayah kandung maupun tiri yang mencabuli anak-anaknya ? Kini ada JIS dan Emon. Apakah akan terus berlanjut masalah ini ? Bagaimana filsafat psikologi menyikapi permasalahan ini ? Cara pasti untuk mengubah korban itu seperti apa ? Bagaimana kita mengetahui orang-orang yang mengalami gangguan secara mental seperti ini ? dan bagaimana cara yang paling ampuh untuk bisa mendalami kasusnya ?

    BalasHapus
  24. Annisa Ekafenty Ramadhania (4915131407)
    Pendidikan IPS A 2013

    Kejahatan dan kekerasan seksual sungguh hal yang sangat mencoreng bangsa kita. Mengapa tidak? Banyak sekali kasus kejahatan seksual akhir-akhir ini. Baik kejahatan seksual tersebut terjadi di rumah, lingkungan rumah, lingkungan bermain anak, sekolah dan tempat les. Kejahatan seksual yang dilakukan sendiri oleh seorang ayah kandungnya adalah perilaku yang tidak berperikemanusiaan dan tidak bermoral. Karena, darah daging sendiri seharusnya dijaga jangan sampai terluka. Namun, mengapa ia tega untuk menodai anaknya sendiri. Rasa trauma dan takut yang menghinggapi anak tersebut susah hilang. Karena berpengaruh pada aspek psikologis anak tersebut. Aspek psikologis tersebut dan rasa trauma tidak akan hilang hingga dewasa karena ia mempunyai suatu pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Banyak sekali peranan orangtua dan peran masyarakat serta peran pendidik dalam mencegah perilaku kejahatan seksual yang baik dilakukan di rumahnya oleh orangtuanya maupun orang lain yang berada di lingkungan bermain anak dan sekolah tersebut. Perlu adanya sanksi yang tegas agar pelaku jera dalam melakukan kejahatan seksual. Karena, mereka tidak bisa mengendalikan nafsunya sendiri.
    1. Apakah sanksi yang dapat membuat jera para pelaku kejahatan seksual?
    2. Apakah mereka yang melakukan kejahatan seksual tidak memiliki hati nurani dan tidak mempunyai moral?
    3. Bagaimana peran pemerintah dalam memberantas perilaku kejahatan seksual yang terjadi di rumah, sekolah, dan lingkungan bermain anak?

    BalasHapus
  25. Nama : Akhmad Rayhan Aditya
    Kelas/NIM : PIPS 2013 A/4915131399

    Assalamualaikum wr.wb
    seorang anak yang dilahirkan ke dunia wajib mendapatkan kasih sayang dan perlindungan dari kedua orang tuanya, namun saya sungguh terpukul membaca postingan ini. dalam persoalan ini seorang ayah yang harus menjaga dan merawat si anak ketika masih kecil justru malah merusak masa depan anaknya demi kepuasan seksual sementara, memang godaan nafsu lebih kuat mendera iman yang jauh dari perbuatan religius. tidak hanya perbuatan religius saja yang dapat membentengi diri kita dari nafsu syahwat, toh orang yang khatam agama saja masih bisa terjerumus di lembah hitam kenistaan apalagi yang jauh dari perintah dan laranganNya. sebenarnya banyak faktor yang dapat mendorong perbuatan keji itu, diantaranya perbuatan / tingkah laku si ayah sehari - harinya kita bisa melihat apa pekerjaannya. jika kehidupannya tidak karuan dan tidak memberikan kebermanfaatan bagi orang disekitarnya sudah dapat dipastikan ia melakukan sesuatu yang tidak penting yang menjurus ke perbuatan seperti itu, dikala pikiran kosong tidak tahu harus berbuat apa disitulah godaan godaan mulai merasuk hati dan pikiran.

    pertanyaan :
    1. apakah bisa merubah pola stampel yang sudah menjangkit di benak si anak tsb??
    2. mengapa pada saat ia masih Sekolah Dasar ataupun pada saat tumbuh dewasa di SMP ia tidak melaporkannya pada orang terdekat di keluarganya??
    3. bagaimana keadaan psikologis ia sampai sekarang?? apakah orang yang mengalami trauma akan berangsur/perlahan hilang??

    BalasHapus
  26. ade nuraini (4915110494) p.ips A 2011
    membaca tulisan bapak ini membuat hati saya miris. seharusnya wanita yang di jaga dan di lindungi malah diperlakukan tidak layak oleh laki-laki apalagi laki-laki tersebut adalah seorang "ayah". membaca tulisan ini membuat saya mengetahui ternyata kejahatan seksual dapat menimbulkan efek yang besar untuk diri sendiri seperti wanita yang diceritakan bapak. padahal dari kasus kejahatan seksual lainnya lebih banyak menimbulkan efek yang melibatkan orang lain untuk kepuasan dirinya sehingga merugikan orang lain.
    akibat kejahatan seksual yang pernah dialaminya, kehidupan yang di jalani wanita itu sungguh sangat mengerikan. ia hidup dengan rasa takut, bersalah dan bahkan memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya. yang jadi pertanyaan saya, bagaimana hidup wanita ini sekarang ? apakah ia merasa lebih baik dan mengatahui cara menghentikan kebiasaannya setelah bercerita dengan bapak ?
    melihat dan mendengar banyak kasus kejahatan seksual membuat saya terus bertanya sebenarnya manusia itu mahkluk yang seperti apa sih sehingga dapat melakukan hal sekeji itu ?
    kalau sudah banyak korban yang seperti ini sebarnya siapa yang patut di salahkan, pendidikan agama yang minim, pendidikan moral yang cacat, hukum yang semakin lemah di negara ini atau manusia itu sendiri ?
    terima kasih

    BalasHapus
  27. Wika Riani
    IPS A 2011
    Setelah membaca tulisan ini, saya merasa bahwa manusia telah lupa dengan Tuhannya bahkan dengan agamanya sendiri. Bagaimana tidak, dengan perlakuan seorang manusia yang sangat bejat seperti itu manusia sepertinya lupa akan kodratnya dan lupa akan dosa dan siksaan bahkan sangat menikmati perlakuan kejinya. Sebagai seorang wanita, rasa perih, pedih, kesal, marah, benci bahkan jijik muncul saat membaca kasus di tulisan ini.
    Seorang ayah, ayah yang seharusnya menjaga, melindungi, mengayomi dan memberi kasih sayang bagi keluarganya tidak mampu melawan hawa nafsu setan yang masuk kedalam tubuh manusia sehingga menjadikan manusia itu seperti binatang buas yang dapat menerkam kapan saja tanpa peduli siapa korbannya dan akibatnya. Dalam hal ini, anak yang menjadi korban kebuasan setan sang ayah. Memberikan luka sangat mendalam bahkan psikis yang tidak terobati. Kasus kejahatan seksual memang sedang marak di negeri ini, hukum negara yang longgar dan aparat penindak kejahatan pun tak mampu menjangkau pelaku-pelaku biadab yang sedang asik bebas berkeliaran. Hal ini menyebabkan masih banyak bermuncullan kasus yang sama seperti ini.
    Pertanyaan saya adalah hal ini tidak terlepas dari peran para pemerintah dalam menindak tegaskan hal-hal yang membuat hawa nafsu tidak terkendalikan. Seperti situs internet ‘gelap’, cd/dvd ‘panas’, tempat ‘remang-remang, dll. Mengapa pemerintah begitu longgar memberikan sanksi kepada pihak-pihak tersebut? dan mengapa para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut hanya mendapat hukuman yang ringan hanya 5 tahun (dalam pasal 292 KUHP) dan tidak melihat korban yang mendapat trauma psikis yang berkepanjangan?

    BalasHapus
  28. Setelah saya membaca tulisan bapak ini saya merasa sangat kaget dan miris sekali dan saya juga merasa sangat bersyukur karean saya tidak mengalamai hal seperti perempuan yang bapak ceritakan. Saya akui memang menjadi seorang wanita sanagtlahb harus nerhati-hati dan sangat sensitifkita harus benar-benar bisa menjaga diri dari hal-hal negatif yang ada dimana-mana, sangat tidak terbayangkan hal yang sangat mnyakitkan dan memalukan justru terjadi dan di perbuat oleh orang yang mungkin sangat dekat dan di percaya, tega-0teganya seorang ayah kandung berbuat sekeji ini terhadap anak kandungnya sendiri yang seharusnya ia berusaha sekuat tenaga untuk menjaga anaknya dari hal-hal buruk yang dapat menimpa anak perempuannya sendiri. Saya berharap dan berdoa semoga rasa trauma yag dialami oleh perempuan itu dapat segera hilang dan sembuh total, amin...

    pertanyaan:
    1.Apakah yang seharusnya di lakukan untuk mengurangi dan menghilangkan rasa traumatik seperti itu?
    2. Bagaimana cara meletakan rasa percaya terhadap seseorang ( seorang ayah kandung saya tega melakukan perbuatan sekeji ini terhadap anaknya sendiri) ?
    3. Apakah hukuman yang dapat membuat jera para pelaku kejahatan seksual?

    BalasHapus
  29. Luthfiyani Nadia (4915133432)
    PIPS B 2013

    Akhir-akhir ini sepertinya sedang ngetren kasus tentang kekerasan seksual pada anak. Anak yang seharusnya dijaga dan disayang sepertinya menjadi alih fungsi untuk memuaskan nafsu birahi bagi para pelaku kekerasan seksual yang kelakuannya sudah melebihi hewan dan tak pantas lagi disebut manusia. Parahnya lagi yang biasanya melakukan hal tersebut adalah keluarga terdekat, seperti kasus diatas sosok figure seorang ayah yang seharusnya menjadi imam keluarga malah melakukan perbuatan yang sangat biadab melakukan pelecehan seksual kepada anak gadisnya sendiri. Dimanakah letak moral sebagai manusia? Adakah iman dalam dirinya? Apalagi perbuatan biadab tersebut mempengaruhi perubahn psikis wanita itu sampai dewasa ini. Sampai-sampai wanita itu sudah putus asa untuk menjalani kehiduapnnya karena merasa dirinya sudah sangat menjijikan. Salahnya wanita itu merahasiakan pelecehan tersebut yang seharusnya ditindak lanjuti agar perbuatan yang sangat biadab itu mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya. Mengapa terkadang manusia suka melakukan hal yang sudah jelas buruk tapi tetap dilakukan? Apakah hal yang di derita oleh wanita itu bisa dihilangkan dengan menikah? Seperti pada kasus JIS yang melakukan kekerasan seksual pada umur dibawah tahun karena orang tersebut mendapat kekerasan seksual juga dari seorang guru yang pernah mengajar di JIS, apakah wanita tersebut juga akan melakukan kekerasan seksual kepada orang lain?

    BalasHapus
  30. ABDUL KHODIR GOSA
    P.IPS A 2012
    4915122551
    hal ini memang sangat memalukan. karna ayah yang seharusnya menjadi pelindung dan penjaga bagi anaknya malah bersikap sebaliknya. dan menjadi orang pertama yang melakukan kejahatan yang dapat merusak masa depan anaknya sendiri..
    1. bagaimana kondisi wanita itu sekarang?
    2. apa yang sebaiknya di lakukan oleh sang ayah saat ini untuk menebus kesalahannya di masa lalu nya?

    BalasHapus
  31. Ade Nika Oktavia
    P. Ips Reg A 2013


    Cerita yang benar-benar membuat hati saya menangis. YaAllah begitu perihnya kehidupan gadis malang itu. Nasibnya yang malang, tetapi nasib itu dapat diubah tergantung diri gadis itu yang menjalani mau merubahnya atau tidak kecuali takdir yang maha Kuasa yang tidak bisa diganggu gugat. Saya langsung membayangkan jika saya menjadi gadis malang itu apakah saya kuat apakah saya sanggup menjalani kehidupan murka itu. Disetiap kehidupan itu pasti tidak jauh dari permasalahan, serumit apapun sesusah apapun seperih apapun kehidupan setiap manusia pasti Allah akan memberi jalan dan tujuannya bagi hambanya yang mau meminta dan berusaha merubahnya. Sosok gadis malang itu sebagai contoh bagi kita sebagai wanita yang harus benar-benar menjaga martabat harga diri kita dengan sungguh-sungguh. Pada hakikatnya wanita yang baik adalah wanita yang mampu menjaga harga dirinya dengan baik. Bertobatlah itu solusi yang paling tepat sebelum Allah memberi siksaan yang jauh lebih menyakitkan dari yang sekarang. Allah itu akan memberi ampunan terhadap hambanya yang mau bertobat dengan sungguh-sungguh. Saya akui memang kehidupan masa lalu gadis itu sungguh mengerikan yang membuat ia teroma akan laki-laki. Mungkin kita sebagai wanita yang paling beruntung dari gadis malang itu, karena kita tak pernah merasakan atau mengalami hal-hal yang menjijikan dan menyakiti fisik dan batinnya itu. Latarbelakang orangtuanya yang tidak benar sehingga anak menjadi korbannya. Ayahnya yang seperti itu adalah ayah iblis yang menyesatkan! yang membuat hati anaknya hancur dan masa depan anaknya hancur berkeping-keping. Allah pasti akan memurkanya. Hanya penyesalan yang berkelanjutan yang tidak ada ujungnya jika wanita tersebut tidak mau merubah kehidupannya. Semua itu memang tak semudah mulut yang berbicara, tetapi yakinlah jika ada keniatan untuk berubah lebih baik pasti Allah akan memberi jalan yang begitu indah dikehidupan kedepannya. Dekatkan diri kepada yang maha memberi kehidupan yang hakiki! Hanya manusia bodoh yang mau menjalani kehidupan yang merugikan fisik dan batinnya terus menerus tanpa ada usaha untuk berubah dan berubah demi masa depannya agar bisa lebih baik! percaya pada yang maha Kuasa pasti kehidupan itu akan indah pada waktunya. Jangan menuruti setan yang menggodamu untuk mengakhiri kehidupan yang indah ini!

    Bagaimana kelanjutan cerita gadis malang itu?
    Bagaimana menyadarkan gadis tersebut agar kembali kejalan yang benar?
    Mengapa masa lalu yang buruk itu selalu mengakibatkan diri seseorang menjadi semakin buruk dan trauma?

    BalasHapus
  32. Nama : Nurkhasanah
    NIM : 4915122553
    Pendidikan IPS A 2012

    Assalamualaikum wr. wb
    Setelah saya membaca tulisan bapak, saya merasa sangat terharu dan turut ikut sedih juga ingin memaki ayah kandung dari si korban pada tulisan diatas, ayah yang seharusnya menjadi sosok yang mampu untuk mendidik, membimbing serta melindungi anak perempuannya dari godaan, rayuan serta kejahatan laki-laki tetapi malah ayahnya sendiri yang merusak semua masa depan anak perempuannya, sampai anak perempuannya hingga dewasa ini masih merasakan dampak dari kejahatan seksual yang dilakukan ayahnya sendiri.
    Sungguh ironis apa yang dilakukan ayah kandung tersebut hingga dengan cerobohnya ia melakukan tindakan seksual kepada anaknya yang masih dibawah umur, ini merupakan contoh perilaku dari adanya degradasi moral, sebenarnya apa yang salah dalam hal ini ?. Lagi lagi pasti karena pendidikan nilai moral dalam negara ini kurang diterapkan. Sehingga akibat dari penurunan moral dalam diri individu ini membuat dampak pula kepada korbannya, baik secara fisik maupun psikis yang melekat dari usia dibawah umur sampai kini korban sudah dewasa.

    dibawah ini beberapa pertanyaan yang didapatkan berdasarkan tulisan di atas :
    1. Bagaimana merehabilitasi individu (korban) yang demikian ?
    2. Bagaimana memperbaiki moral ayah yang seperti disebutkan di atas?
    3. Kenapa si korban bisa seakan-akan merasakan ketagihan ?

    Sekian, Wassalamualaikum wr. wb

    BalasHapus
  33. kejahatan seksual sungguh menghancurkan.
    menghancurkan jiwa dan raga.
    Jiwa yang selalu dihantui rasa kehinaan dalam diri.
    diri yang tidak lagi suci.
    ragapun lemah, tak lincah.
    menghindar dari lelaki bahkan membencinya.
    menjalani hidup seperti siksa.
    namun tetap kau bertahan.
    teruntuk kau, wanita yang tidakku tau namanya.
    Kau wanita yang hebat !
    Kau mampu bertahan.

    Seorang ayah yang seharusnya menjadi panutan bagi istri dan anak-anaknya, kini kita lihat fenomena yang berbeda, ketika sang ayah menjadi penghancur kehidupan sang anak.

    Dalam keluarga maupun masyarakat, nyata pendidikan agama sangat penting. Iman yang kuat menjadikan manusia lebih bisa mengontrol diri dalam berbuat. Meskipun semakin tinggi iman seseorang semakin tinggi pula cobaannya. Lalu bagaimana dengan keimanan sang ayah tersebut?

    Membaca tulisan ini membuat saya bertanya, bagaimana caranya agar korban dapat berinteksi dengan normal kembali? Sementara kasus yang di alami korban sangatlah menimbulkan trauma yang mendalam dan berdampak pada tingkah lakunya. Perlukah orang lain mengetahui kasus yang dialami wanita tersebut agar dimaklumi dan diterima?

    BalasHapus
  34. Nama : Yuli Nurfitria
    NIM : 4915116865
    Jurusan : Pendidikan IPS 2011 B
    Setelah membaca tulisan Pak Nusa mengenai Saya Mau Nunuh Diri. Saya merasa sangat kaget, miris, dan sekaligus sangat sedih. Hal ini dikarenakan betapa besarnya dampak negatif dari pelecehan seksual. Apalagi pelecehan seksual tersebut dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya (seperti yang tertulis diatas).Adapun pengertian pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi atau mengarah kepada hal-hal seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan reaksi negatif seperti malu, marah, benci, tersinggung, dan sebagainya pada diri individu yang menjadi korban pelecehan tersebut.Pelecehan seksual ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Meskipun pada umumnya para korban pelecehan seksual adalah kaum wanita, namun hal ini tidak berarti bahwa kaum pria kebal (tidak pernah mengalami) terhadap pelecehan seksual (Irfan, 2001). Mengingat besarnya dampak negatif yang muncul dari pelecehan seksual ini diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif untuk mencegah perilaku pelecehan seksual ini dikarenakan akan menimbulkan dampak yang negatif dan trauma yang sangat besar kepada korbannya. Dan saya sangat mengharapkan ada hukum yang tegas bagi pelaku-pelaku pelecehan seksual ini. Agar peristiwa ini tidak terulang lagi.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana cara seorang pendidik untuk menghilangkan trauma yang mendalam bagi korban pelecehan seksual ?
    2. Bagaimana cara untuk menjaga kepercayaan bagi seseorang yang menceritakansoal rahasia kepada kita ?
    3. Bagaimana cara agar korban seksual dapat hidup seperti keadaan semula ?
    4. Bimbingan seperti apa yang dapat kita lakukan untuk para korban seksual agar dapat menghilangkan trauma yang mendalam ?

    BalasHapus
  35. FASSA FARHATUSSHOLIHAH PUTRI / 4915131374
    P.IPS A 2013
    Kejahatan seksual memang tidak memandang umur, kalangan, dan status para pelaku ataupun korbannya. Seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya, apalagi anak perempuannya mungkin tidak terlalu berlaku di zaman sekarang. Banyak kasus yang ada dalam berita di tv, bahwa ayah kandung memperkosa anak nya sendiri. Itu yang baru di ketahui oleh khalayak dan para pihak yang berwenang. Seorang ayah yang seharusnya menjadi kepala keluarga dan menjadi sosok yang di banggakan bagi anak-anaknya, seharusnya menjadi teladan yang baik, dimana bisa menjadikan contoh nyata bagi kehidupan sang anak sekarang dan nantinya. Bukan malah menghancurkan kehidupan sang anak sekarang dan kedepannya. Dalam tulisan Bapak ini, tentu sang korban tidak melaporinya kepada pihak yang berwenang. Kepada ibu nya sendiri pun tidak di ceritakan kejadian yang sudah beberapa tahun yang lalu yang menimpa padanya. Yang tentu saja akan menjadi sebuah kejadian yang tidak akan di lupakan sampai ia tua nanti. Mungkin sang korban tidak meceritakan kepada ibu nya sendiri atau kepada pihak yang berwajib, karena alasan malu dan kasian kepada ibu nya nanti. Karena itu adalah aib yang sangat memalukan bagi dirinya dan keluarganya nanti jika ia melaporkan kepada pihak yang berwajib.
    • Apakah masalah pelaku kejahatan seksual, khusunya yang melakukannya adalah ayah kandung sendiri mengalami gangguan psikologi? Ataukah memang hanya nafsu belaka?
    • Apakah kemiskinan yang menjadi faktor kejahatan seksual?
    • Adakah sanksi atau peraturan hukum yang memang benar-benar membuat para pelaku kejahatan seksual sangat jera?

    BalasHapus
  36. FASSA FARHATUSSHOLIHAH PUTRI / 4915131374
    P.IPS A 2013
    Kejahatan seksual memang tidak memandang umur, kalangan, dan status para pelaku ataupun korbannya. Seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya, apalagi anak perempuannya mungkin tidak terlalu berlaku di zaman sekarang. Banyak kasus yang ada dalam berita di tv, bahwa ayah kandung memperkosa anak nya sendiri. Itu yang baru di ketahui oleh khalayak dan para pihak yang berwenang. Seorang ayah yang seharusnya menjadi kepala keluarga dan menjadi sosok yang di banggakan bagi anak-anaknya, seharusnya menjadi teladan yang baik, dimana bisa menjadikan contoh nyata bagi kehidupan sang anak sekarang dan nantinya. Bukan malah menghancurkan kehidupan sang anak sekarang dan kedepannya. Dalam tulisan Bapak ini, tentu sang korban tidak melaporinya kepada pihak yang berwenang. Kepada ibu nya sendiri pun tidak di ceritakan kejadian yang sudah beberapa tahun yang lalu yang menimpa padanya. Yang tentu saja akan menjadi sebuah kejadian yang tidak akan di lupakan sampai ia tua nanti. Mungkin sang korban tidak meceritakan kepada ibu nya sendiri atau kepada pihak yang berwajib, karena alasan malu dan kasian kepada ibu nya nanti. Karena itu adalah aib yang sangat memalukan bagi dirinya dan keluarganya nanti jika ia melaporkan kepada pihak yang berwajib.
    • Apakah masalah pelaku kejahatan seksual, khusunya yang melakukannya adalah ayah kandung sendiri mengalami gangguan psikologi? Ataukah memang hanya nafsu belaka?
    • Apakah kemiskinan yang menjadi faktor kejahatan seksual?
    • Adakah sanksi atau peraturan hukum yang memang benar-benar membuat para pelaku kejahatan seksual sangat jera?

    BalasHapus
  37. FASSA FARHATUSSHOLIHAH PUTRI / 4915131374
    P.IPS A 2013
    Kejahatan seksual memang tidak memandang umur, kalangan, dan status para pelaku ataupun korbannya. Seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya, apalagi anak perempuannya mungkin tidak terlalu berlaku di zaman sekarang. Banyak kasus yang ada dalam berita di tv, bahwa ayah kandung memperkosa anak nya sendiri. Itu yang baru di ketahui oleh khalayak dan para pihak yang berwenang. Seorang ayah yang seharusnya menjadi kepala keluarga dan menjadi sosok yang di banggakan bagi anak-anaknya, seharusnya menjadi teladan yang baik, dimana bisa menjadikan contoh nyata bagi kehidupan sang anak sekarang dan nantinya. Bukan malah menghancurkan kehidupan sang anak sekarang dan kedepannya. Dalam tulisan Bapak ini, tentu sang korban tidak melaporinya kepada pihak yang berwenang. Kepada ibu nya sendiri pun tidak di ceritakan kejadian yang sudah beberapa tahun yang lalu yang menimpa padanya. Yang tentu saja akan menjadi sebuah kejadian yang tidak akan di lupakan sampai ia tua nanti. Mungkin sang korban tidak meceritakan kepada ibu nya sendiri atau kepada pihak yang berwajib, karena alasan malu dan kasian kepada ibu nya nanti. Karena itu adalah aib yang sangat memalukan bagi dirinya dan keluarganya nanti jika ia melaporkan kepada pihak yang berwajib.
    • Apakah masalah pelaku kejahatan seksual, khusunya yang melakukannya adalah ayah kandung sendiri mengalami gangguan psikologi? Ataukah memang hanya nafsu belaka?
    • Apakah kemiskinan yang menjadi faktor kejahatan seksual?
    • Adakah sanksi atau peraturan hukum yang memang benar-benar membuat para pelaku kejahatan seksual sangat jera?

    BalasHapus
  38. Windi Fauziah
    4915122521
    PIPS A 2012

    Sungguh ironi memang di zaman sekarang ini kejahatan seksual sudah merajalela. kejahatan seksual tidak pandang bulu, tidak perduli apakah itu anak kecil dan orang dewasa sekalipun asalkan kepuasan seksual dari si pelaku kejahatan terpenuhi. namun tidak sepantas nya lah orang tua kandung yang sampai melakukan hal keji seperti itu terhadap anak kandungnya sendiri karena dapat membuat anak tersebut akan mengalami gangguan fisik dan psikis selama hidupnya.

    Pertanyaan :
    1. bagaimana cara menghilangkan rasa ketergantungan terhadap seks pada wanita yang sudah pernah merasakannya?
    2. bagaimanakah cara wanita atau korban dari kejahatan seksual tersebut dalam berinteraksi dengan teman atau lingkungan tempat tinggalnya?
    3. mengapa orang yang sudah ketergantungan dengan seks seperti memiliki kepribadian ganda?

    BalasHapus
  39. Rikky Leander
    4915133427
    PIPS REG B 2013

    Kehidupan merupakan suatu anugerah Tuhan yang di dapatkan dan harus dijalani oleh setiap insan manusia. Dalam kehidupan pasti akan ada sebuah ujian dan tantangan berat. Tantangan dan ujian yang berat itulah yang sering kali membuat manusia sering putus asa dan frustasi. Sehingga manusia sering kali ingin berusaha untuk menyudahi kehidupannya di bumi ini. Mungkin hal itu bisa disebabkan oleh sebuah faktor yang dialami oleh seseorang. Kasus diatas merupakan suatu kisah yang dialami oleh seorang mahasiswi, yang mencoba untuk mengakhiri hidupnya. Hal ini karena sebuah peristiwa yang sungguh boleh dikatakan merupakan sebuah KEJAHATAN SEKSUAL. Kejahatan Seksual yang dilakukan oleh sang Ayah dimasa lampau memberikan sebuah dampak dan pengaruh yang sangat panjang (baik dalam fisik maupun psikis). Kejadian ini juga telah membuat si korban menjadi mempunyai sebuah keburukan yang tak bisa di hilangkan. Ya, itulah dampak yang diberikan oleh si pelaku atas perbuatannya. Sehingga bagi mereka yang mengalami hal tersebut, mereka mengalami kesakitan pada alat kelaminnya, depresi, suatu perasaan ketakutan, gangguan mental dan mungkin bisa mengakibatkan kegilaan. Namun adanya peristiwa yang menderanya di masa lampau membuatnya menjadi seseorang yang menyukai kegiatan seks ataupun dalam bahasa ilmiahnya hpyersex, yaitu dimana suatu kebiasaan yang mungkin bisa membuatnya sedikit menghilangkan trauma tersebut dan memberikan sedikit kenikmatan bagi dirinya. Dia mencoba-coba untuk melakukan sebuah masturbasi, namun ia malah sulit untuk terlepas dari hal tersebut. inilah yang dinamakan ketidakmampuan dalam mengontrol sebuah nafsu seks dengan baik. Ini kisah yang sangat ironi, korban tak berani melaporkannya dan hanya diam membisu saja. sementara si ayah pun juga tak mau tau apa yang dialami oleh anak kandungnya sendiri. kisah ini merupakan sebuah peringatan keras bagi setiap "bapak" yang ada di seluruh dunia, dimana kejahatan seksual berdampak pada kebiasaan buruk dan pertumbuhan setiap orang yang menjadi terganggu,serta merasa sulit sekali untuk merubahnya.
    ~Terimakasih.

    Pertanyaan :
    1.Bisakah kebiasaan buruk itu (masturbasi) dirubah dan dihilangkan dari si korban yang telah mengalami kejahatan seksual tersebut ? bagaimana caranya dan tindakan apa yang harus dilakukan agar hal ini tidak lagi terjadi ?
    2.Mengapa efek kejahatan seksual begitu mempengaruhi seseorang sampai ia menuju ke tahap dewasa ? apa yang membuatnya seperti itu ?
    3.Apakah hal yang harus dilakukan oleh setiap insan manusia ketika mengalami sebuah frustasi yang tinggi ? patutkah manusia untuk melakukan bunuh diri ? bagaimana cara mengatasinya ?
    4.Apakah dampak yang muncul pada bidang pendidikan si korban dari contoh kasus diatas ?

    BalasHapus
  40. Nama : Rizky Rachmawati (4915131381)
    Kelas : P.IPS A 2013
    Dari cerita ini sungguh sangat sedih bila kita berada pada posisi yang dialamai dia saat itu. Seorang ayah yang seharusnya memberi contoh/ pelajaran yang baik untuk kehidupan anaknya kelak malah menyiksa anaknya dengan tindakan yang tidak pantas untuk dilakukan. Rasa trauma yang di alami saat ini sangat susah untuk dihilangkan, kalau pun dihilangkan butuh proses yang lama dan banyak pihak yang ikutserta dalam menghilangkan rasa traumanya itu. Kalau sudah terjadi seperti ini hukuman penjara tidak cukup untuk membalas semua perbuatan yang telah dilakukan kepada anaknya perlu dilakukan pemeriksaan yang serius terhadap jiwa si bapaknya. Trauma yang sangat berkepanjangan membuat kehidupan sang anak menjadi gelap. Di mana otak sang bapak saat melakukan perbuatan seperti itu?anak yang seharusnya menjadi kebanggaan orang tua karena prestasinya, kebaikannya, dan sifatnya yang manis kini hanyalah menjadi bangkai yang lama kelamaan akan tercium bau busuknya karena tindakan sang bapaknya. Semoga Tuhan Yang Maha Tahu dapat membalas semua kejahatan yang telah dilakukan sang bapak kepada anaknya. Dan mendapat hukuman yang adil dalam dunia ini.
    Pertanyaan :
    1. Dalam hal seperti ini sungguh sangat memalukan sekali bila terjadi pada keluarga-keluarga lain. Apa yang seharusnya dilakukan anak agar tidak terjadi perbuatan seperti ini lagi?
    2. Menurut bapak apakah hukuman yang pantas diberikan kepada sang bapak atas tindakannya yang mempermalukan ini?
    3. Bila dalam hal ini sang anak melakukan perlawanan kepada bapaknya dan terjadi hal yang tidak disangka seperti meninggal. Apakah sang anak dinyatakan sebagai tersangka atau menjadi korban?dan pantaskah hukuman yang diberikan hakim kepada anak ini?

    BalasHapus
  41. Nama : Aditya Dovio Erlangga
    NIM : 4915122531
    Pendidikan IPS

    Assalamualaikum Wr. Wb

    Dunia seakan tak dapat melepaskan diri dari permasalahan, permasalahan yang bersumber dari pola fikir manusia yang senantiasa berkembang dan hasrat untuk mencapai keinginan yang teramat besar menjadi faktr utama terjadinya permasalahan. Terlebih permasalahan yang terjadi berkaitan dengan moral manusia, moral manusia merupakan suatu sikap yang mencerminkan perilaku dan tindakan yang dilakukan seorang manusia dalam kehidupan kesehariannya. Permasalahan moral menjadi permasalahan terpenting yang harus dihancurkan untuk kemajuan bersama. Permasalahan moral terlebih dari apa yang dilakuakn seseorang yang seharusnya menjadi panutan bagi anak-anaknya kelak, menjadi alat pedoman hidup keluarga namun disalahgunakan peran dan status nya dalam keluarga ketika moral yang salah dalam diri seseorang tersebut. Ayah yang selalu menjadi pedoman bagi setiap anaknya namun memiliki kesalahan yang fatal dan memberikan efek luar biasa negatifnya terhadap perkembangan anak dalam kehidupannya. permasalahan moral dan karakter diharapkan akan menimalisir terjadi tindakan negatif tersebut, berusaha menjalankan status dan peran dengan baik sehingga kehidupan akan berjalan secara aman dan efektif

    Pertanyaan :
    1. Apa yang menyebabkan hasrat seksualitas ayah dalam tulisan kepada anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan dan perlindungan dalam keluarga ?
    2. Bagaimana sikap yang seharusnya ditunjukan seorang ayah terhadap perkebambangan anaknya ?
    3. Bagaimana upaya yang dilakukan jika terdapat permasalahan yang terjadi dalam masalah seperti ini ?

    terima kasih

    BalasHapus
  42. Diandra Sukma Zahara (4915122534)

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Setelah saya membaca tulisan bapak ini, menyadarkan saya bahwa sangat kejam dampak kejahatan seksual yang dilakukan pada anak karena akan terbawa sampai anak itu dewasa. Apalagi dalam tulisan dan cerita bapak, kejahatan seksual itu dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri yang seharusnya menjaga, merawat, dan menyayangi anaknya dengan tulus dan penuh kasih sayang.
    Jika sedang menonton acara berita di televisi, sering terjadi banyak kasus kejahatan seksual pada anak yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, termasuk orangtua kandungnya sendiri. Hal ini sungguh sangat miris dan bahkan sulit dipercaya.

    Pertanyaan yang saya ajukan :
    1) Apakah faktor utama penyebab sering terjadinya kejahatan seksual pada anak yang dilakukan oleh orang terdekatnya bahkan oleh orangtua kandungnya sendiri?
    2) Apakah yang sebaiknya para guru lakukan jika ada siswanya yang menjadi korban kejahatan seksual?
    3) Kebanyakan anak yang mengalami kejahatan seksual akan memilih diam dan tidak bernai menceritakan kejadian tersebut kepada orang terdekatnya karena rasa takut. Bagaimana memberikan penyuluhan dan pengajaran kepada anak agar ia berani terbuka dan bercerita jika mengalami kejahatan seksual?

    Terimakasih, Wassalamu'alaikum wr.wb

    BalasHapus
  43. Hanna Marissa (4915116890)
    Pendidikan IPS B 2011

    Setiap kejahatan yang pernah di alami oleh seseorang, pastinya akan selalu menimbulkan efek pada diri setiap orang yang menjadi korban kejahatan. Entah itu efek negatif ataupun efek positif. Efek yang akan selalu dan pasti timbul di dalam diri si korban kejahatan adalah rasa trauma. Rasa trauma merupakan efek yang sering timbul dan efek yang paling ringan di bandingkan dengan efek-efek lainnya yang akan timbul dari dalam diri si korban. Namun, rasa trauma akan menjadi bumerang tersendiri bagi hidup si korban bila rasa trauma yang ia rasakan merupakan rasa trauma yang berkepanjangan. Rasa trauma yang berkepanjangan akan selalu mengahantui diri atau hidup si korban dan hal itu akan selalu mengganggu dan merupakan hal yang sangat menyiksa. Banyak efek-efek yang akan ditimbulkan dari kejahatan. Tingkatan efek yang akan timbulpun beragam, tergantung dari jenis kejahatannya. Tindak kejahatan bisa di lakukan oleh siapa saja, tidak mengenal gender, tidak mengukur umur, bahkan tidak mengenal siapa dia. Yang di maksud dari siapa dia adalah orang-orang terdekat kita bahkan bisa jadi keluarga kita. Begitu pula dengan korbannya. Kejahatan seksual, menurut saya merupakan kejahatan yang paling biadab di bandingkan dengan kejahatan-kejahatan lain. Karena kejahatan ini tidak hanya menyakiti dan melukai fisik si korban, namun juga psikisnya. Kejahatan ini juga biasanya akan menimbulkan berbagai efek yang berkepanjangan. Efek yang akan selalu menghantui dan menyiksa hidup si korban. Apalagi jika korban sudah mengalami kejahatan seksual semenjak umurnya belum dewasa atau masih di bawah umur. Anak di bawah umur adalah umur dimana mereka sedang mengalami pembentukan diri. Fase dimana mereka banyak mempelajari sesuatu atau menjadikan segala hal adalah pelajaran buat mereka. Fase dimana mereka mengikuti semua pengalaman hidup mereka atau yang mereka alami menjadi sebuah pelajaran yang merekapun belum dapat menentukan atau memilah mana pelajaran yang baik yang harus mereka ikuti atau kembangkan dan mana pelajaran yang tidak baik atau yang harus mereka lupakan. Dengan kata lain, pembentukan diri mereka nantinya akan sangat ditentukan dari pelajaran dan pengalaman apa yang mereka dapatkan sebelumnya. Anak di bawah umur juga memilki rasa ingin tahu atau rasa penasaran yang sangat tinggi. Bila di kaitkan dengan cerita yang ada di tulisan pak nusa, sangat jelas tergambar bahwa wanita yang menjadi korban kejahatan seksual yang di lakukan oleh ayahnya sendiri mengalami berbagai efek yang di timbulkan dari kejahatan seksual yang di alaminya semenjak dirinya masih di bawah umur. Wanita tersebut tidak dapat membentuk dirinya menjadi wanita seperti pada umumnya karena dia mengalami masalah pada saat dirinya mengalami fase pembentukan diri. Sungguh merupakan hal yang sangat miris, karena ia gagal membentuk dirinya menjadi wanita normal dan wanita baik. Menjadi sesuatu yang lebih miris lagi ketika sebuah pernyataan bilang bahwa seharusnya seorang ayah menjadi salah satu orang yang membantu membentuk pembentukan diri anaknya menjadi anak yang baik namun, kenyataannya ayahnya merupakan penyebab utama hancurnya dia.

    Pertanyaan :
    1. Apakah yang harus kita lakukan bila kita barada di posisi seperti pak nusa? Apakah ada hal yang bisa kita lakukan untuk membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut dan apakah yang dapat kita lakukan sebagai tindakan awal untuk dapat membuat orang yang terkena masalah dapat dengan nyaman dan percaya pada kita untuk dapat menceritakan dengan lengkap apa yang di alaminya dan mempercayai kita untuk dapat membantu dia memecahkan masalahnya?

    BalasHapus
  44. Indrianie Dewi (4915122544)
    P.IPS A 2012

    Kejahatan seksual tentu saja dapat memberi dampak yang bermacam-macam bagi korban kejahatan. Akan ada trauma mendalam terhadap korban itu sendiri. Sangatlah sulit bagi korban itu untuk dapat mengungkapkan atau menceritakan apa yang terjadi terhadap dirinya. Hanyalah orang yang ia percayai dan membuat ia nyaman untuk menceritakan kisahnya.
    Apa yang menyebabkan ayahnya tega melakukan perbuatan seperti itu kepada anaknya?
    Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk?
    Adakah cara untuk menghilangkan sebuah trauma?

    BalasHapus
  45. Arman Rivai – 4915111637 – P.IPS A 2011
    Membaca kisah wanita tersebut dengan ketergantungan masturbasi dan masa lalunya yang kelam tentang kekerasan seks seakan membuka empati saya bagaimana perasaan hati yang berkecamuk di dalam diri seseorang yang mengalami perlakuan kekerasan seks ini. Trauma yang sangat berlebih yang terbawa hingga dewasa seakan membuat hidup hancur dan terasa tak bermakna lagi. Sangat miris rasanya jika perbuatan yang dilakukan di masa lalu berdampak sangat buruk bagi perkembangan psikis seseorang bahkan telah menghancurkan hiupnya. Terlebih fenomena sodomi dan pencabulan saat ini marak terjadi bahkan sampai ratusan bahkan ribuan korban. Lantas, bagaimana masa depan mereka yang telah mengalami kekerasan seks? Apakah akan berdampak sama halnya dengan wanita yang ingin bunuh diri ini? Apa yang harus dilakukan sebagai orang terdekatnya dengan permasalahan tersebut? Lalu bagaimana caranya merehabilitasi kejiwaan seseorang yang telah mengalami kekerasan seks ini agar kehidupannya sama seperti orang normal tanpa mengingat traumatic yang dapat mengganggu hidup?

    BalasHapus
  46. Fitri Alawiyah
    4915111626
    P.IPS A 2011
    Kejahatan seksual memang kejahatan yang sangat mengerikan atau bisa saya bilang paling mengerikan karena wanita pastilah yang dirugikan. Saya sebagai wanita menganggap bahwa kejahatan seksual adalah kejahatan yang paling mangerikan dan paling biadab yang dilakukan oleh laki-laki apalagi laki-laki itu adalah seorang ayah yang harusnya melindungi seluruh keluarganya dari tindak kejahatan. Korban kejahatan seksual pastilah memiliki trauma yang mendalam karena bukan hanya fisik yang terluka akibat hal tersebut tapi psikis pasti lebih terluka. Wanita yang ada dalam cerita Bapak pastilah merasa bahwa ia memiliki aib yang sangat memalukan yang hanya bisa ia tanggung sendiri. Gangguan mental yang ia alami akibat perbuatan ayah kandung yang bejat menjadikan ia sangat benci terhadap sosok laki-laki pasti menjadi siksaan tersendiri bagi dirinya. Dalam kasusu ini Ayah yang harusnya menjadi imam dan panutan dalam keluarga tidaklah mampu membangun tiang agama yang kokoh dalam keluarganya sehingga ia melakukan hal yang sangat berdosa.
    Pertanyaan: apakah kehidupan wanita diatas telah berjalan dengan baik kembali? Apa yang Bapak lakukan untuk memperbaiki dan meyakinkan wanita tersebut bahwa ia harus kembali hidup dengan baik ndan meninggalkan semua kebiasaan buruknya?

    BalasHapus
  47. Nama: Anggi Septiani
    NIM: 4915120346
    Pend. IPS A 2012

    Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan gadis itu. Berdasarkan apa yang telah bapak jelaskan, rasa nya sangat sulit dan untuk seorang perempuan, rasa nya beban itu terlalu berat untuk dia tanggung. Saya tidak habis pikir apa yang terlintas dalam benak si bapak biadab itu. Darah daging nya sendiri, anak yang seharusnya dibimbing, dibina, dikasihi malah diperlakukan bak budak seks. Anak yang akan menjadi amanah yang diberikan Tuhan justru dinodai atas dasar napsu semata. Saya berdoa dan berharap yang terbaik untuk gadis itu dan mudah-mudahan dia tidak akan menyerah walau seberat apapun penderitaannya.

    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan dari tulisan bapak:
    1. Bagaimana keadaan gadis itu sekarang? Apakah dia tetap bertahan atau benar-benar bunuh diri?
    2. Apakah selain bapak, ada teman-temannya yang tahu atau peduli tentang cerita gadis ini? Karena biasanya insting manusia (penasaran) akan muncul jika melihat salah satu temannya yang menjadi pendiam dan murung secara terus-terusan?
    3. Bagaimana membangun kepercayaan orang agar mereka mau bercerita tentang masalah mereka kepada orang-orang terdekatnya sehingga cerita kelamnya tidak dipendam saja di dalam hati ?

    BalasHapus
  48. NAMA : NUR ANISA ATMAJA
    PROD I: P.IPS.A.2013
    NIM : 4915131383

    Sungguh tak bermoral dan tak berakhlak. Seorang ayah begitu tega
    memperlakukan anak perempuannya seperti itu. Sepertinya kejahatan
    seksual tidak hanya dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain yang
    tak dikenal. Melainkan bisa terjadi pada siapa saja meskipun dalam
    ikatan darah yang sama. Yaitu, ayah terhadap anaknya. Bahkan saya
    pernah melihat berita, ada seorang laki-laki yang memperkosa ibunya
    dan ada juga yang memperkosa neneknya sendiri. Sungguh tak dapat
    dipercaya, namun inilah kenyataannya. Mengapa kejadian-kejadian
    seperti ini bisa terjadi? Apalagi pada kasus ini, ayah yang memperkosa
    anaknya berkali-kali tanpa merasa berdosa. Bahkan saya sampai
    merinding membaca kisah di tulisan ini. Betapa tertekannya gadis ini.
    Masalah kecil saja bahkan bisa membuat orang stres dan susah tidur.
    Apalagi dia yang menanggung beban seperti itu. Menyikapi hal ini,
    sepertinya dimasa sekarang kita membutuhkan pendidikan moral, agama,
    dan karakter bangsa yang harus ditekankan pada setiap orang. Karena
    demoralisasi semakin meluas di bangsa kita. Bukan hanya itu saja, dari
    diri sendiri hendaknya kita bisa waspada dan selalu kuat dalam
    menjaga diri, menjaga sikap dan perilaku. Terkadang sikap dan perilaku
    juga dapat mengundang kejahatan, terutama kejahatan seksual.
    Waspadalah terhadap siapapun, karena kejahatan tak pandang bulu.
    Pertanyaannya:
    1. Bagaimana cara untuk mengurangi demoralisasi?
    2. Solusi apa yang diberikan kepada perempuan tersebut yang telah
    menjadi korban dari kejahatan seksual ayahnya?
    3. Bagaimana pendapat dari para psikolog mengenai kasus ini?

    BalasHapus
  49. erviani dwi putri
    PIPS 2012 A
    4915122545

    setelah membaca tulisan bapak, saya merasa bahwa hidup seperti dia tidaklah mudah sebagai sesama wanita rasa turut kecewa terhadap perilaku seorang ayah yang bahkan seharusnnya tak disebut ayah, pertanyaan yang terlintas mengapa seorang ayah tega menghancurkan masa depan seorang gadis kecil yang tak berdaya? pantaskah, dimana hati nuraninnya. karena masa lalu tragis yang dialami seseorang bisa saja memiliki kepribadian ganda yang tak diketahui bahkan oleh orang terdekatnnya. sangat sulit untuk dibayangkan bagaimana ia menjalani hari-harinnya seperti itu, saya menjadi salah satu orang yang bersyukur karena masih diberikan hidup normal oleh Yang Maha Kuasa, tak ada yang tau memang bagaimana nasib dan takdir seseoang. tak ada yang harus disalahkan tapi saya berharap semoga dia tidak mengakhiri dirinnya dengan hal keji yang sangat tidak disukai allah swt, masih banyak sekali waktu untuk bertaubat dan bagi mereka yang telah berbuat jahat allah tidak akan pernah tidur selalu ada balasan bagi mereka yang berbuat tidak baik di dunia ini.
    pertanyaan:
    1. bagaimana sang informan dapat mempercayai bapak untuk menceritakan kasusnnya padahal dia sangat trauma pada lelaki?
    2. apakah di dalam penelitian ada cara atau metode khusus untuk melakukan pendekatan dalam memperbanyak menggali informasi ?
    3. seseorang yang mengalami trauma masa kecil dapatkah benar-benar disembuhkan, apakah suatu saat ingatan itu akan kembali lagi dan bagaimana cara menghilangkannya?

    BalasHapus
  50. hamdan yusra
    P.IPS B 2013

    Assalamualaikum wr wb.
    Bagai candu yang menghancurkan kalbu
    sebuah kenikmatan yang berakhir kesedihan
    sebuah kehormatan yang tergadaikan
    kemana orang yang harusnya menjaga lagi menyayangi?
    kenapa malah ia yang harus menggagahi?
    seorang wanita dengan beban melekat di pundak
    wanita yang selau merasakan kesenangan yang fana
    jangan menyerah lagi kalut
    karena kau membuat orang salut


    di tengah kesedihan dan beban itu, ia memang ,membutuhkan seseorang untuk berbagi, setidaknya yang mendengarkan keluh kesah, ia berkeluh bukan berarti tak mampu, tapi hanya ingin merasa lebih aman dan nyaman. terus berjuang, jangan menyerah.

    bagaimana memberi terapi terhadap perempuan tersebut?
    apa yang harus dilakukan terhadap ayahnya?
    apa yang bisa kita perbuat untuk menolongnya?

    BalasHapus
  51. Nama: Marsella Dwi Rahmah
    NIM: 4915131394
    Sungguh miris membaca tulisan yg bapak posting di blog ini, kejahatan seksual yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya merupakan tindakan bejad yang tidak berhati nurani, menurut saya ayah yang seharusnya menjadi panutan menjadi contoh yang baik buat anak istrinya tetapi malah melakukan hal hal buruk yang dapat merusak fisik dan psikis si anak. Bahkan tadi pagi saya menonton berita bahwa kejahatan seksual pun sudah terjadi pada pelaku yang masih berusia 9 tahun di Cirebon. Ini sungguh sangat menyedihkan, anak seusia ini sudah berani melampiaskan hawa nafsunya kepada teman atau tetangganya yang masih duduk dibangku TK, ia melakukannya dengan awal mengajak main sikorban ke kandang kambing atau mengajaknya ketempat garasi mobil untuk melakukan kejahatan seksualnya itu. Bahkan sudah banyak anak-anak kecil lainnya yang mejadi korban. Biasanya memang orang yang melakukan hal hal kejahatan seksual seperti ini karena si pelaku sudah lebih dulu menjadi korban atas kejahatan seksual yang dilakukan oleh pelaku lainnya. Disini peran orangtua dipertanyakan. Menurut saya tindakan ini tidak mungkin terjadi jika orangtua mengawasi dengan baik anakanaknya. Seperti kasus di JIS, guru sebagai orangtua disekolah juga harusnya lebih peka dengan apa yang terjadi dengan muridnya. Kejahatan seksual memang sangat menghancurkan generasi bangsa di masa yang akan datang. Mau jadi apa bangsa kita jika kejahatan saja sudah merajalela jika kita tidak bersamasama memberantas kejahatan seksual ini. Siapapun pelakunya sebaiknya harus ditindaklanjuti dan direhabilitasi agar perilakunya normal kembali.
    1. Bagaimana cara memberantas kejahatan seksual yang kini sedang marak-maraknya terjadi?
    2. Apakah upaya-upaya yang harus dilakukan agar orang yang sudah ketagihan melakukan menstrubasi tersebut bisa berhenti dan berperilaku normal kembali seperti kasus diblog bapak?
    3. Apa yang harus dilakukan agar anak-anak sekarang terhindar dari kejahatan seksual?

    BalasHapus
  52. Nama: Marsella Dwi Rahmah
    NIM: 4915131394
    Sungguh miris membaca tulisan yg bapak posting di blog ini, kejahatan seksual yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya merupakan tindakan bejad yang tidak berhati nurani, menurut saya ayah yang seharusnya menjadi panutan menjadi contoh yang baik buat anak istrinya tetapi malah melakukan hal hal buruk yang dapat merusak fisik dan psikis si anak. Bahkan tadi pagi saya menonton berita bahwa kejahatan seksual pun sudah terjadi pada pelaku yang masih berusia 9 tahun di Cirebon. Ini sungguh sangat menyedihkan, anak seusia ini sudah berani melampiaskan hawa nafsunya kepada teman atau tetangganya yang masih duduk dibangku TK, ia melakukannya dengan awal mengajak main sikorban ke kandang kambing atau mengajaknya ketempat garasi mobil untuk melakukan kejahatan seksualnya itu. Bahkan sudah banyak anak-anak kecil lainnya yang mejadi korban. Biasanya memang orang yang melakukan hal hal kejahatan seksual seperti ini karena si pelaku sudah lebih dulu menjadi korban atas kejahatan seksual yang dilakukan oleh pelaku lainnya. Disini peran orangtua dipertanyakan. Menurut saya tindakan ini tidak mungkin terjadi jika orangtua mengawasi dengan baik anakanaknya. Seperti kasus di JIS, guru sebagai orangtua disekolah juga harusnya lebih peka dengan apa yang terjadi dengan muridnya. Kejahatan seksual memang sangat menghancurkan generasi bangsa di masa yang akan datang. Mau jadi apa bangsa kita jika kejahatan saja sudah merajalela jika kita tidak bersamasama memberantas kejahatan seksual ini. Siapapun pelakunya sebaiknya harus ditindaklanjuti dan direhabilitasi agar perilakunya normal kembali.
    1. Bagaimana cara memberantas kejahatan seksual yang kini sedang marak-maraknya terjadi?
    2. Apakah upaya-upaya yang harus dilakukan agar orang yang sudah ketagihan melakukan menstrubasi tersebut bisa berhenti dan berperilaku normal kembali seperti kasus diblog bapak?
    3. Apa yang harus dilakukan agar anak-anak sekarang terhindar dari kejahatan seksual?

    BalasHapus
  53. Ayu Anggraeni
    P.IPS A / 2013

    Saya setuju dengan pendapat bapak, kejahatan seksual tidak hanya merusak masa depan sang korban tetapi acapkali meninggalkan bekas yang sulit untuk dihilangkan. Mungkin jika pakaian yang tekena noda membandel dapat dihilangkan dengan pemutih pakaian tetapi kasus ini tidak dapat disamakan dengan noda pada pakaian dan lebih kejam dari kasus pembunuhun. Hal ini dikarenakan kasus – kasus kekerasan seksual yang banyak menjadi korban adalah anak-anak yang menjadi benih masa depan, jika masih benih saja sudah mengalami kerusakan dan ganguan maka bagaimana benih itu dapat tumbuh dengan sempurna dan dapat beradaptasi dengan lingkungan. Berbeda dengan korban pembunuhan setelah ia meninggal maka ia tidak lagi merasakan apapun, apalagi trauma yang berkepanjangan karena dia sudah meninggalkan dunia ini dan efeknya hanya meninggalkan luka dan duka pada keluarga yang menjadi korban. Inilah yang menyebabkan mengapa saya menilai kejahatan seksual lebih kejam dari pembunuhan. Korban yang mengalami kejahatan seksual, sepanjang hidupnya akan terus mengalami trauma dan jika tidak di tangani dengan baik maka suatu saat ia akan melakukan hal yang sama pada orang lain seperti yang dilakukan sang pelaku kepadanya. Akibat dari trauma itu anak menjadi pendiam, lebih senang mengurung diri, menjadi pendendam dan yang terparah adalah selalu ingin mengakhiri hidupnya.
    Untuk menghindari jatuhnya korban akibat kekerasan seksual maka kita semua, tidak hanya orang tua, lingkungan tempat tinggal tetapi negara juga harus bisa memberikan sanksi yang tegas agar pelaku kejahatan seksual dapat dihukum seberat-beratnya, sehingga sang pelaku dapat jera.

    1. Bagaimana upaya pemulihan terhadap korban kekerasan seksual agar ia dapat menjalani hidupnya kembali tanpa harus dihantui trauma dan ketakutan yang mendalam dan kalaupun ada upaya pemulihan , apakah dapat menjamin sang korban bisa sembuh dari traumanya?
    2. siapa sebenarnya yang patut dipersalahkan untuk kasus kejahatan ini?
    3. Jika orang tua yang seharusnya bisa melindungi anaknya nyatanya sudah tega melakukan kejahatan seperti itu, maka dari mana anak akan menemukan ketenangan, menerima kasih sayang dan mendapat perlindungan?

    BalasHapus
  54. Assalamualaikum Wr.Wb
    Pengalaman buruk yang dialami sedari kecil dan bagaimana kita pun turut merasakan sakit yang membekas tidak hanya menjadi luka pahit namun pula keterpojokan diri akan bagaimana keadaan di luar diri kita yang sesungguhnya menjadi penghalang mencurahkan kekejaman yang kita rasakan. Akan menjadi penghalang bagi korban membuka peristiwa sesungguhnya bila yang melakukannya adalah orang terdekat bahkan orang tuanyalah yang dengan teganya melampiaskan hawa nafsunya dan meninggalkan bertumpuk kotoran dalam diri anaknya. Sungguh ironis orang tua sebagai pelindung anaknya namun terbalik bagai menjadi monster menakutkan bagi anaknya sendiri. Tidak hanya luka psikis yang dideritanya, namun ia pun harus berjuang melawan untuk tidak melakukannya sebagai pelampiasan. Anak sebagai korban, khususnya wanita akan berlindung pada siapakah dan siapakah yang akan menjadi panutan dalam perkembangan tumbuh dan kembangnya bila keluarga sebagai kelompok utama dalam proses sosialisasinya untuk terjun dalam kehidupan masyarakat sosial.
    Lalu yang ingin saya tanyakan bagaimanakah dengan semakin maraknya kasus pelecehan seksual, khususnya yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga terdekat bahkan orang tua nya akan menghambat proses sosialisasi anak yang berawal dari keberadaan dan peran keluarganya itu sendiri?
    Bagaimanakah dalam hal ini pemerintah berperan dalam meminimalisir terulang kembali kasus pelecehan seksual pada anak yang saat ini marak terjadi terkait dengan semakin meluasnya penyebaran berbagai video yang memicu terjadinya tindakan kekerasan seksual?
    Dan apakah pantas seorang pedofil yang telah melukai puluhan anak kecil dan telah merusak bahkan mematikan cita-cita besar anak kecil untuk merasakan dunianya seperti dunia anak lainnya hanya bayar dengan hukuman hingga 20 tahun? Lalu apakah manusiawi pula bila pelaku kekerasan mendapatkan suntikan kimia yang saat ini banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat?

    BalasHapus
  55. Syifa Fauziah
    P.IPS B 2011

    Hal yang dialami wanita ini bisa disebut trauma berat akibat kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandungnya. Sulit dibayangkan betapa keji dan tidak beradab ayah seperti ini sampai tega menghancurkan masa depan anak kandungnya. dimana seorang ayah seharusnya menjadi panutan bagi keluarga tetapi malah bertindak sebaliknya. masa lalu yang kelam membuat wanita ini menjadi pribadi yang tertutup dan hidup dalam ketakutan. perbuatan keji seorang ayah kepada anaknya ini perlu ditindak tegas oleh para penegak hukum agar tidak ada korban-korban selanjutnya.
    Pertanyaan :
    1. Apa yang harus dilakukan untuk membuat kehidupan wanita yang ada dalam cerita bapak bisa kebali normal?
    2. Menurut bapak hukuman apa yang seharusnya didapat pelaku kejahatan seksual?

    BalasHapus
  56. Nama : Marista Annisa N.W.I
    No.Registrasi : 4915116353
    Pendidikan IPS B 2011

    Saya setuju dengan pendapat bapak bahwa kekerasan seksual memang menghancurkan. Seperti kasus dalam artikel bapak dapat terlihat bagaimana kejadian dimasa kecilnya itu mampu mengubah seluruh dunianya menjadi kelam. Seperti yang diungkapkan, di satu sisi secara rasional ia mengetahui bahwa perbuatan tersebut amatlah tidak baik bagi dirinya sendiri namun di sisi lain hawa nafsunya tidak dapat membendung hasrat untuk melakukan hal tersebut lagi dan lagi. Seolah-olah wanita tersebut merasakan kecanduan akan perbuatannya.
    Ironis memang, seorang ayah yang seharusnya menjaga, melindungi dan menyayangi buah hatinya malah tega merenggut impian dan keceriaan putri kandungnya sendiri. Dari cerita tersebut konflik batin jelas terlihat dimana seorang anak yang seharusnya patuh dan hormat kepada ayahnya justru menjadi sangat sangat benci terhadap ayahnya ditambah lagi kelakuan ayahnya yang meninggalkan ibunya makin memperburuk keadaannya dan menganggap seolah-olah semua lelaki itu sama kelakuannya seperti ayahnya. Di satu sisi ia tidak mau menyakiti perasaan ibunya jika ibunya tahu apa yang dilakukan ayahnya terhadapnya. Yang ingin saya tanyakan dari kasus ini :
    1. Menurut bapak bagaimana peran pendidikan formal dalam menanggapi hal tersebut?
    2. Adakah upaya pemulihan psikis wanita tersebut, sedangkan pada orang terdekatnya saja ia enggan bercerita?
    3. Bagaimana cara bapak selaku peneliti mampu menggali informasi sedalam itu, padahal ia sudah antipati terhadap laki-laki?

    BalasHapus
  57. Nama : Randy Nuansyah
    NIM : 4915110423


    Selamat sore pak, cerita ini sangat merisi sekali bapak kandung yang tega menodai anak kandungnya sendri sehingga anaknya trauma yang berkepanjangan, bapak seperti binatang dan sudah tidak mempunyai moral mungkin ini salah satu kejadian yang ada di Indonesia masih banyak berbuatan keji di luar sana kita sebagai makhaluk yang punya akal dan pikiran semoga bisa mengontol emosinoal dan nafsu sesaat.
    Saya mempunyai pertanyaan untuk Bapak Nusa Putra :

    1. Bagaimana cara sikap kita bila bertemu dengan seseorang yang serupa yang mengalami trauma berkepanjangan ?
    2. Bagaimana cara yang efektif mengobati korban seperti pada cerita tersebut ?
    3. Tindakan apa yang harus kita lakukan bilamana seseorang tersebut membutuhkan kita untuk mengobati rasa trauma yang berkepanjangan.

    BalasHapus
  58. assalamualaikum wr.wb

    sangat tragis kisah perjalanan wanita ini, dikarenakan kesalahan dan keBEJATan orang lain dia mengalami hal-hal yang seharusnya tidak perlu dilakukannya. padahal orang lain ini merupakan seseorang yang seharusnya dan WAJIB menjaga serta mengayominya dimana posisinya sebagai ORANG TUA dari wanita ini...

    para pembaca yang terhormat sebagai orang tua dan calon orang tua wajiblah menjaga dan mengayomi anaknya, jangan berpikir sekalipun tentang kenikmatan sendiri yang pada akhirnya dapat merugikan mental psikis anak yang akhirnya dapat merugikan bahkan merusak masa depan si anak

    dodi tisna ami jaya
    p.ips 2011 A

    BalasHapus
  59. Assalamualaikum, Wr. Wb.

    Setelah membaca tulisan Bapak, saya merasa geram dengan tindakan bejat yang dilakukan ayah si korban. Saya tak menyangka ada seorang ayah yang seharusnya melindungi keluarganya dari kejahatan yang mengancam, akan tetapi ia malah melakukan kebalikannya. Dengan sangat teganya ia melakukan kejahatan seksual kepada anak kandungnya sendiri yang masih berusia kanak-kanak. Anak yang berasal dari darah daging ia sendiri tega disakitinya dengan cara yang sangat keji itu. Entah setan apa yang merasuki ayahnya. Yang pasti hal ini sangatlah tidak pantas dilakukan seorang ayah kepada buah hatinya sendiri. Apalagi kejadiannya tidak satu dua kali saja, melainkan dilakukan sangat sering oleh ayahnya. Dimanakah rasa kemanusiaan bapak ini, kepada anak sendiri saja, ia tega melakukan perbuatan yang sangat bejat itu. Melihat kondisi semacam itu, saya merasa miris dan geram terhadap kelakuan ayah korban yang melakukan perbuatan bejat itu berulang kali. Saya merasa sangat prihatin sekali atas kejadian yang menimpa korban yang telah menjadi bulan-bulanan nafsu bejat ayahnya sendiri.

    Kejadian yang dialami wanita itu sewaktu kecil menghasilkan dampak yang sangat buruk bagi masa depannya. Wajar saja ia mengalami trauma yang berkepanjangan dan membenci laki-laki. Perbuatan bejat yang dilakukan ayahnya sewaktu kecil masih sangat jelas terngiang dan masih terbayang olehnya hingga saat ini. Sehingga trauma yang dialaminya sulit untuk dihilangkan dan masalah kebiasaan buruknya tak menemui jalan keluar. Rasa kesal dan penuh amarah pastinya masih tertanam di benak wanita itu hingga saat ini. Sehingga ia berniat ingin bunuh diri saja untuk menyelesaikan permasalahan yang menerpa kehidupannya. Padahal dengan ia bunuh diri, permasalahan tidak selesai begitu saja.

    Kejahatan seksual yang dilakukan oleh ayah sendiri saat ini kian marak terjadi di masyarakat. Entah pikiran apa yang ada di dalam diri ayah yang tega dan bejat melakukan tindakan yang sangat tidak manusiawi seperti itu. Tindakan semacam itu harusnya tidak terjadi dan terulang kembali. semoga saja...
    Pertanyaan:
    - Mengapa saat ini tindak kejahatan seksual marak terjadi di lingkungan masyarakat?
    - Bagaimanakah cara memulihkan dan menghilangkan rasa traumatik terhadap kejadian buruk yang telah dialami korban?
    - Upaya apa sajakah yang seharusnya pemerintah lakukan dalam mengurangi tindak kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak?

    Sekian,
    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    BalasHapus
  60. dwi laras nisrina
    pendidikan ips a 2011
    saya pernah membaca buku bertemakan islami, dikatakan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah lunturnya pengetahuan dan orang tua-orang tua yang dengan sengaja menggauli anaknya sendiri. naudzubilahimindzalik. kekerasan seksual yang terjadi terhadap perempuan tersebut memang sungguh menyakitkan hati. keperawanan di renggut tanpa ada harganya, dan lebih ironi pelecehan tersebut di lakukan oleh orang tua nya sendiri. pahit memang, tetapi jalan satu-satunya untuk mengurangi beban mental yg di alami perempuan tersebut adalah bercerita, bercerita pada orang yg tepat. bercerita pada orang yg mampu merasakan empati kesedihan dan luka sang perempuan tersebut. lingkungan yang baik pasti akan membuat mental perempuan tersebut lebih baik. maka perlunya kecerdasan spiritual, emosional dan sosial bagi para calon-calon orang tua. mereka harus mengerti dengan baik bahwa anak yg mereka lahirkan adalah titipan Ilahi yg hrs di lindungi dan di rawat dengan baik. tetapi di jaman yg semakin canggih mengapa tidak terlahir pula pikiran-pikiran canggih dalam setiap bertindak? mengapa tingkat kriminalitas terlihat sejajar dengan perkembangan jaman?

    BalasHapus
  61. Nama : Vivich Husnul Khotimah
    NIM : 4915131387
    Jurusan : Pendidikan IPS A 2013
    Mata Kuliah : Filsafat Ilmu

    Kekerasan seksual adalah hal yang sangat menjijikan, tidak terpuji dan sangat tidak manusiawi. Kekerasan seksual pada akhir-akhir ini marak terjadi di Indonesia khususnya pada dunia pendidikan. Entah apa yang membuat para pelaku tega melakukan kekerasan seksual, hingga pada anak usia dini dan remaja. Hawa nafsu kah yang mendorong para pelaku melakukan perbuatan laknan tersebut? ataukah tidak bisa menahan nafsu birahinya?. Kekerasan seksual ini bukan hanya terjadi pada lingkungan luar tetapi pada lingkungan dalam pun seperti keluarga marak terjadi. Seperti pada kasus diatas, seorang ayah melakukan perbuatan biadab terhadap anaknya. Dimanakah rasa sayang, pelindung, dan penjaga yang seharusnya diberikan soerang ayah kepada anaknya?. Sungguh sangat memprihatinkah dan mengelus dada mendengar berita seperti itu.
    Akibat yang ditimbulkan dari kekerasan seksual kepada anak adalah anak akan frustasi, tertekan, tidak percaya diri, putus asa, kehilangan semangat hidup, merasa dirinya tidak berharga dan sangat menghancurkan masa depan anak. Sudah sepantasnya kita untuk menjaga saudara-saudara kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk mengurasi dan menjaga generasi bangsa dari hal seperti it dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, dn paling utama ada keluarga, karena keluarga adalah tempat kita berlindung dn berkeluh kesah, di keluargalah kita mendapatkan rasa aman dan kenyamanan yang tidak dapat kita dapatkan di tempat lain. Anak banyak menluangkan waktu di keluarga dan keluargalah yang paling dekat dan mengerti anak. Dikeluarga ajarkanlah nilai-nilai agama, kemandirian, keberanian, moral dan etika kepada anak sehingga itu semua sekiranya bisa untuk memberikan bekal kepada anak untuk menjaga dan membentengi dirinya dari hal-hal yang tidak diinginkan.
    Stop kekerasan seksual pada generasi penerus bangsa. Karena ditangannyalah masa depan negara berada.

    Pertanyaan :
    1. Bagaimana meminimalisir kejahatan seksual yang marak terjadi pada akhir-akhir ini?
    2. Bagaimana penanganan terhadap anak yang telah mengalami kekerasan seksual?
    3. Mengapa kekerasan seksual sangat berdampak pada jiwa psikologis?

    BalasHapus
  62. Terlihat dari cerita bapak begitu susah memang menghilangkan traumatik-traumatik yang ada dan hampir mendarah daging di ingatan. sesuatu yang sangat kelam dan begitu mengerikan, melihat pelaku atau otak dari kekerasan dari kasus diatas ialah ayah kandungnya sendiri, seperti kerasukan setan hingga lupa ingatan bahwa yang ia sakiti adalah puterinya, buah hatinya sendiri.
    Saya begitu prihatin dengan kisah mahasiswi yang bapak ceritakan, perempuan selalu dianggap lemah, dan selalu dijadikan target dari kejahatan serta kekerasan. Mengapa perempuan dipandang seperti itu? bukankah seseorang yang lahir kedunia berasal dari rahim seorang perempuan? yang semestinya dimuliakan.
    Dunia ini terasa semakin tua, semakin banyak hal aneh yang kerap bermunculan yang pada akhirnya membawa manusia (kita semua) pada kehancuran.
    Agama yang seharusnya bisa menjadi petunjuk dan pelindung kini perlahan dilupakan. justru maraknya budaya-budaya barat yang kemudian kemudian di agungkan tanpa difilter mana yang baik dan buruknya.

    pertanyaan saya:
    Bagaimana akhirnya mahasiswi yang telah mengalami kekerasan seksual tersebut dapat menghilangkan rasa traumatik yang mendera dirinya? dan apakah hari-harinya dapat kembali normal dan melupakan segala hal-hal kelam yang pernah terjadi dalam hidupnya? Menurut bapak butuh waktu berapa lama untuk menyembuhkan rasa traumatik seperti kasus diatas contohnya?

    BalasHapus
  63. Dessy Permata Sari
    4915131417
    P.IPS REG A

    Sungguh miris, memilukan, dan tak pantut untuk dicontoh. Bayangkan saja seorang ayah yang seharusnya menjadi pelindung bagi anaknya, menghancurkan hidup sang anak demi nafsu belaka. Dia merebut kesucian anaknya tanpa memikirkan masa depan sang anak. Kejahatan seksual seperti itu dipastikan dapat merusak masa depan dan menimbulkan efek traumatik bagi anak. Jika dilakukan proses penyembuhan, itu bisa berlangsung lama dan sulit untuk dilakukan. Hal ini sudah banyak terjadi di sekitar kita. Dapat kita lihat, di televisi menampilkan sejumlah berita yang membahas kasus yang hampir sama seperti ini. Contoh yang dapat kita ambil adalah kasus kejahatan yang terjadi di JIS dan Emon. Kejahatan seksual seperti ini, sedang marak-maraknya dibahas di berbagai pemberitaan. Anak yang seharusnya menjadi penerus bagi bangsa dirusak masa depannya demi hasrat dan nafsu belaka. Apalagi korban dari kejahatan yang seperti ini tidak sedikit. Belum lagi trauma yang dialami anak yang mengalami kejahatan seksual, yang bisa saja di kala dewasa dia juga akan melakukan hal yang seperti itu. Ini tugas berat bagi pemerintah untuk memberantas kasus semacam ini
    1. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Apakah masalah keimanan menjadi hal yang utama?
    2. Bagaimana cara menyembuhkan efek traumatik bagi anak yang mengalami kejahatan seksual?
    3. Apakah dengan proses penyembuhan panjang bisa menghilangkan dan menghancurkan memory kelam bagi anak yang mengalami kejahatan seksual?
    4. Apakah kelainan seksual seperti ini bisa diobati?
    5. Adakah peran pemerintah dalam menangani kasus yang seperti ini?
    6. Bagaimana cara yang tepat untuk menghukum pelaku dari kejahatan seksual?

    BalasHapus
  64. Nama: Shafira Muthia
    4915122525
    P.IPS A 2012
    Manusia memang dikaruniai akal dan nafsu oleh Sang Maha Pencipta. Hal ini yang menyebabkan manusia lebih mulia daripada hewan. Akan tetapi, manusia kerap tak pandai memenjarakan nafsunya sehingga menciptakan perilaku yang kadang serupa dengan hewan. Seperti yang terlansir dalam wacana diatas, adanya kejahatan seksual yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anak gadisnya sendiri yang merupakan darah dagingnya hingga menyebabkan terjadinya guncangan psikis pada sang anak. Tentunya ini akan menghancurkan masa depan si anak. Padahal anak adalah anugrah terindah yang diberikan oleh Tuhan. Hal ini sangatlah keji dan memprihatinkan. Ayah yang pada dasarnya adalah figur pelindung bagi anak-anakanya malah beralih menjadi sosok penjahat yang mensengsarakan anak-anaknya. Sungguh ironis ketika nafsu telah mengalahkan hati nurani seorang ayah hanya demi kepuasan dan kenikmatan sesaat.
    Dari wacana diatas saya mengajukan beberapa pertanyaan yaitu:
    1. Bagaimana mengembalikan kepercayaan diri anak tersebut yang luntur akibat kejahatan seksual yang dilakukan oleh ayahnya?
    2. Bagaimana upaya menangani bencana moral seperti kejahatan seksual yang sekarang ini marak terjadi?
    3. Apakah dengan meningkatkan kecerdasan spiritual dapat mencegah terjadinya kejahatan seksual pada penderita hypersex?

    BalasHapus
  65. Agustina Rahmawat
    PIPS.Reg B 2013


    Kejahatan seksual dapat melukai dua sisi seseorang, dari sisi fisik dan sisi psikis. Gangguan psikis lebih susah untuk disembuhkan dari pada fisik. Butuh waktu yang lama untuk mengembalikan seseorang yang tertekan psikisnya. Dampak yang ditimbulkan dari tekanan psikis bisa berlangsung bertahun-tahun bahkan bisa sampai tua. Diperlukan kesabaran yang lebih dan tentunya dorongan dari keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat. Seorang baik wania atau pria yang sering malakukan mastrubasi dapat menimbulkan dampak negatif. Masturbasi yang terlalu sering, dapat memicu aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat. Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan. Seperti kasus yang diceritakan Pak.Nusa untuk mengurangi kebiasaan buruknya sebaiknya melakukan kegiatan yang dapat membuat kesibukan dan menghindari buku-buku atau tontonan yang berbau pornografi. Selain itu yang paling penting adalah lebih mendekatkan diri dengan Tuhan.
    1. Bisakah orang yang mempunyai tekanan psikis dapat dengan cepat disembuhkan dengan cara pindah dari tempat tinggalnya untuk mencari suasana baru?
    2. Mengapa orang yang trauma dapat terbawa sampai beberapa tahun kemudian?
    3. Apakah orang yang mempunyai trauma dapat sembuh total?

    BalasHapus
  66. Suci Ramadhaniyati (4915133404)
    P.IPS B 2013

    Ada banyak rasa takut yang menyergapnya saat pengalaman itu memberikan efek negatif terhadap dirinya. Dalam tulisan ini kasusnya adalah 'Kejahatan Seksual' yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya sendiri. Peristiwa kejam tersebut memberikan efek negatif bagi anak perempuan itu. Apalagi, pada hakikatnya seorang anak berhak mendapatkan perlindungan, didikan dan, asuhan yang layak dari orang tuanya. Namun, ironinya, banyak ayah yang hanya mementingkan agonya untuk kepuasan batin dan fisik. Tak peduli itu anaknya atau bukan. Yang ada dibenaknya hanya ego yang tinggi. Kasus seperti ini sudah semestinya menjadi tugas untuk para penegak hukum agar menjera pelaku atas kasus kejahatan seksual yang sedang maraknya terjadi seperti JIS dan pelecehan seksual lainnya. Di sini peran penegak hukum dan HAM sangat dibutuhkan untuk memberantas kejahatan seksual. Tak luput dari peran orang tua yang selalu mengawasi anak-anak mereka dan selalu berpikir jernih tanpa egoisme hasrat yang menggebu terhadap anaknya, khususnya seorang ayah. Naluri seorang ayah seharusnya melindungi dan menjaga, bukan merusak dan menghancurkan kehidupan anaknya sendiri. Nah di sinilah pokok permasalahannya, bahwasanya seorang ayah harus cerdas dalam mengontrol emosi dan memiliki tingkat spiritualitas tinggi serta rasional yang menyeimbangi semuanya. Jika ketiganya berjalan selaras, maka kejahatan seksual tidak akan terjadi.
    Lantas, bagaimana dengan kasus ini yang terlanjur terjadi dan meninggalkan luka yang mendalam bagi korban? Tak mudah mengembalikan psikis korban seperti semula. Tekanan, hasrat dan gairah yang ditimbulkan menyebabkan ketakutan terhadap dirinya, tuntuntan untuk melakukan kebiasaan buruk itu kembali muncul. Seharusnya dia bisa melawan, mengontrol, dan meredam semua tekanan, hasrat dan gairah yang datang menghantamnya secara bersamaan. Ironinya dia justru melakukan hal yang jelas-jelas menjerumuskannya. Ada titik kesalahan dalam dirinya. Ada bagian dalam otaknya yang tidak menolak perbuatan itu dilakukan. Jika dibiarkan dirnya terlarut-larut dalam kebiasaan buruk tersebut, ia akan jatuh terjerembab lebih dalam lagi. Maka dari itu, meningkatkan tingkat spiritual dan kecerdasan emosinya terutama psikisnya adalah salah satu cara untuk menghalau kebiasaan buruk tersebut datang lagi.
    Pertanyaan.
    1. Bagaimana penelitian tindakan terhadap kasus seperti ini dan kasus kejahatan seksual lainnya?
    2. Apakah pemerintah mampu memberantas seluruh kejahatan seksual yang terjadi di Indonesia?
    3. Kenapa pada kasus ini, anak tersebut justru tidak traumatik melainkan ketergantungan dengan kebiasaan buruk tersebut atas kejahatan yang pernah diterimanya? apakah ada ruang dalam otaknya yang salah mengartikan atau bagaimana?

    BalasHapus
  67. Setelah membaca tulisan Pak Nusa mengenai Saya Mau Bunuh. Saya sangat sedih, kesel dan juga sangat miris membacanya. Hal ini dikarenakan, besarnya dampak negatif yang muncul akibat pelecehan seksual. Apalagi pelecahan tersebut dilakukan oleh orang-orang terdekat. Yang seharusnya orang-orang terdekat dapat memberikan pelindungan dan dapat memberikan rasa nyaman. Sungguh sangat miris, jika membaca tulisan ini dikarenakan dampak buruk yang ditimbulkan dari pelecehan seksual. Adapun pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks. Pelecehan seksual ini dapat terjadi dimana saja baik tempat umum seperti bis, pasar, sekolah, kantor, maupun di tempat pribadi seperti rumah. Untuk itu diperlukan peranan yang besar tidak hanya kepada aparat keamanan juga kepada semua lapisan masyarakat untuk meminimalisasi peristiwa-peristiwa pelecehan seksual. Dan diperlukan hukuman yang tegas bagi pelaku-pelaku pelecehan seksual.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana cara untuk menghilangkan trauma bagi korban pelecehan seksual yang sudah mendalam, yang mengakibatkan korban tersebut tidak mampu beradaptasi dengan masyarakat luar ?
    2. Bagaimana pernan pendidik untuk mencegah munculnya pelecehan seksual yang marak terjadi pada sekarang ini ?
    3. Hukuman apa yang pantas diberikan bagi pelaku-pelaku pelecehan seksual ?

    BalasHapus
  68. Syifa Wulandari
    P.IPS Reguler B 2013
    4915133405
    Sungguh sangat mengerikan dan miris melihat betapa kejahatan seksual akhir-akhir ini menjadi kasus yang mencuat dan gencar diberitakan di berbagai media massa. Kasus-kasus kejahatan seksual mencuat setelah kasus di sekolah JIS lalu satu persatu kasus yang sama pun muncul. Tak sedikit pelaku kejahatan seksual adalah dulunya korban kejahatan seksual oleh orang-orang terdekatnya. Anak-anak yang seharusnya bermain dan memiliki cita-cita harus merasakan kesakitan dan trauma yang luar biasa. Tak mudah untuk mengembalikan rasa percaya dirinya dan mengembalikan psikis yang trauma. Korban kejahatan seksual akan menjadi seseorang yang pendiam dan sulit bersosialisasi dengan masyarakat luar. Ada rasa keatakutan untuk bertemu dengan orang-orang yang belum dikenalnya dan merasa jiwa korban telah kotor akhirnya ia merasa untuk mengakhiri hidup, seperti cerita diatas dimana ia menjadi korban kejahatan seksual oleh ayah kandungnya sendiri. Dan semakin prihatin ketika ia menjadi kacanduan akan kebiasaan buruk itu. Kebiasaan itu ia lakukan hanya untuk memenuhi hasrat dan nafsu sesaat dengan alat-alat bantu. Kebiasaan buruk itu lama kelamaan pastilah mengganggu aktivitasnya sehari-hari dalam lingkungan sosial. Bukan hal mudah untuk meninggalkan hal buruk tersebut, harus ada kemauan dan niat yang besar untuk menghindari perbuatan yang dilarang dalam islam. Kebiasaan buruk itu dapat diubah dengan ia dekat dengan orang-orang yang dapat dipercaya untuk menjadi teman berbagi keluh kesah seperti ibu dan sahabat-sahabatnya dan yang lebih penting ia harus dekat dengan sang Maha Pencipta, ia harus selalu dekat dengan Tuhan dan meminta pertolongan untuk dapat meninggalkan kebiasaan yang dibenci oleh Tuhannya. Selain itu diperlukan rasa berbesar hati untuk memaafkan ayahnya, dengan begitu rasa benci dan dendam akan surut dan menjadikan hati menjadi bersih dan pikiran-pikiran kotor akan hilang dan semoga hal buruk itu juga lama-lama akan pergi. Agar pelaku kejahatan seksual jera dan tidak ada lagi kasus-kasus yang sama menimpa anak-anak harapan Indonesia maka pemerintah dalam hal ini kepolisian harus memberikan hukuman yang seberat-beratnya bagi pelaku. Dan orang tua korban dengan dibantu oleh pemerintah seperti komnas perlindungan anak mendampingi korban untuk mengembalikan psikisnya yang trauma dan selalu mengawasi dan melindungi saat-saat anak berkembang dewasa nantinya.
    Pertanyaan:
    1. Bagaimana keadaan wanita yang bapak ceritakan diatas? dan apakah orang-orang terdekatnya mengetahui kebiasaan buruk itu?
    2. Adakah contoh seperti korban diatas yang sudah berubah dengan tidak lagi kecanduan dan meninggalkan kebiasaan buruk itu? jika ada hal-hal apa yang bisa membuatnya berubah?
    3. Apakah kejahatan seksual yang menimpa anak-anak yang menjadikan ia trauma dapat disembuhkan atau dengan kata lain dapat dikembalikan psikis yang sakit menjadi seperti sedia kala?
    Terima kasih.

    BalasHapus
  69. INTAN BAHRIANI KHAER
    4915131391
    PIPS A 2013

    Saya sangat terheran-heran apabila ada cerita seperti ini. Ada saja orangtua yang tidak menghargai hidup bahkan seorang anak perempuan kandungnya. Tidak habis fikir, betapa teganya manusia seperti itu. sungguh tak bermoral. Orang-orang seperti ini mungkin mnegidap gangguan kejiwaan yang haus akan seks. Tidak sedikit kasus seperti ini di tanah kelahiran kita. Bermacam-macam perbuatan biadab yang membuat hati bergeming menyaksikan berita keji itu di setiap media massa. Ayah yang seharusnya menjadi idola bagi anaknya malah menjadi orang yang paling dibenci dalam hidup anak kandungnya sendiri. Entah seberapa besar dosa yang akan ditanggungnya kelak. Ada cara untuk menhindari hal kotor seperti itu, selalu mendekatkan diri kepada Allah dan jangan menjadi orang yang mau ditindas. Penindasan hanya akan berakhir kepada sakitnya diri dan harga diri.

    Pertanyaan;
    1. Bagaimana cara kita menghindari hal keji seperti ini apabila orang terdekat saja tidak bisa dipercaya?
    2. Apa yang menyebabkan kasus ini terus merajarela seperti virus yang sangat dahsyat cara penyebarannya?
    3. Apa upaya-upaya yang harus dilakukan khususnya perempuan dalam menghadapi hal seperti ini?

    BalasHapus
  70. Asalamuallaikum bapak

    Tulisan Bapak sangat menginspirasi dan sebagai pelajaran untuk kami pada khusnya kalangan remaja. dengan kejadian tersebut seorang anak sangat mungkin untuk mengalami gangguan tumbuh kembang, terutama gangguan psikologis karena memiliki trauma tersendiri setelah mengalami kejadian yang tidak bermoral itu. Selain itu, dalam jangka panjang anak bisa menjadi orang yang menarik diri, depresi, cemas, rendah diri dan prestasi belajar menurun.

    Maraknya pornografi salah satu yang menyebabkan tingkat penyimpangan seksual semakin tidak masuk akal. Ini terjadi karena pornografi menyebabkan kerusakan dibagian otak (melebihi kerusakan otak akibat narkoba). Sehingga semakin sering kita mendengar berita: Ada ayah yang memperkosa anak kandungnya, ada remaja yang memperkosa neneknya. Dan yang terbaru pelecehan seksual pada seorang anak disebuah TK yang dianggap sebagai tempat yang sangat aman bagi orang tua untuk menitipkan anaknya. Lebih tidak masuk akal lagi karena sekolah ini punya tingkat keamanan maksimum.
    Orang tua seharusnya selalu memastikan keamanan anak dan meastikan anak selalu dalam keadaan baik-baik saja, ini gambaran bangsa Indonesia pada saat ini yang mengalami krisis moral kepribadian. karena ini merupakan persolan yang menurut saya penting untuk di cari solusi dan jalan keluar untuk di jadikan pelajaran buat kita semua.

    Terimakasih Bapak Nusa, telah membagi pengalaman Bapak kepada kami. membagi pengalaman hidup yang mungkin sangat bermanfaat bagi kami untuk dijadikan pelajaran, sehingga kami dapat mengambil inspirasi yang tak terhingga nilainya.

    Wasalamualaikum. Wr. Wb.

    BalasHapus
  71. membaca tulisan bapak ini hati saya merasa miris seklai bagaimana bisa seorang ayah yang seharusnya menjaga dan melindungi putrinya malah berbuat keji terhadap putrinya sendiri sunguh sangat tidak terpuji. kekerasan seksual sudah sangat merajalela tidak peduli ssiapapun bahkan orang terdekat sekalipun yang harus melindungi malah yan melakukan hal keji itu, sulit rasanya mencari rasa amam rasa ang merupakan kebutuhan lumrah manusia, kejahatan seksual itu telah melukai hati dan psikologis gadis itu, mengahncurkan masa depannya, menghancurkan hidupnya, menghancuran impiannya sungguh snagat tragis dan miris. sampai matipun saya yakin itu tidak akan pernah dilupakannya kejadian dimana kehormatand dan kesuciannya direngguh seseorang yang dipanggilnya "ayah"

    pertanyyan:
    1. bagaimana mengajarkan kepada anak murid mengenai pendidikan seksual yang sesuai dwengan umur mereka?
    2. bagaimana cara menghindarri kemungkinan kejahartan seksual yang terjadi kpada kita?
    3. mengapa kebiasaan gadis itu tidak bisa dihilangkan?

    BalasHapus
  72. Eka Ma’rifah
    P.IPS A 2013
    4915131384
    Kejahatan dapat dilakukan oleh siapapun, bahkan orang terdekat dan satu darah sekalipun. Tapi bagiku, kejahatan yang dilakukan oleh orang yang masih sedarah itu lebih keji, dan lebih tidak berperikemanusiaa. Mereka tega menyakiti dan menyiksa darah mereka sendiri, ini sungguh di luar akal sehat. Tapi itulah manusia, tak ada yang bisa menebak pikiran manusia, selain Tuhan yang Maha sempurna. Sekarang ini, kejahatan sungguh merajalela dimananapun, termasuk kejahatan dalam lingkungan keluarga yang masih sedarah. Banyak kasus yang terkuak tentang hal itu. Apalagi sekarang, berita kekerasan seksual seakan tak henti kita saksikan. Ini sangat mengerikan, karena kekerasan seksual itu akan membuat korban sakit fisik, dan yang lebih berbahaya adalah trauma berkepanjangan yang akan mereka rasakan sampai ia dewasa. Ada salah seorang tersangka kekerasan seksual yang mengaku bahwa sewaktu ia kecil, ia pernah menjadi korban kekerasan seksual dan sekarang setelah ia dewasa ia berubah menjadi tersangka. Mungkin ini yang dinamakan dendam masa lalu. Peristiwa yang sangat menyakitkan dirinya itu tidak akan bisa ia lupakan begitu saja. Inilah bukti betapa mengerikannya dampak kekerasan seksual itu.
    1. Bagaimanakah peran pemerintah seharusnya?
    2. Faktor apakah yang membuat orang tega melakukan kejahatan kepada darah dagingnya sendiri?
    3. Adakah cara untuk menghilangkan trauma pada korban?

    BalasHapus
  73. sejatinya kejahatan bisa terjadi di mana saja. dalam masalah di atas sangat diperlukan seorang pendengar yang baik. suatu yang terjadi terus-menerus bisa menyebabkan dampak negatif seperti sepenggal cerita di atas. siapa yang sebenarnya yang harus bertanggung jawab atas kejadian di atas? mengapa hal seperti ini bisa terjadi bertahun-tahun? apa ibu dari orang di atas tidak melihat perubahan sikap dari anaknya? mengapa sampai ada ayah seperti cerita di atas? sejatinya orangtua, terutama ayah. ada untuk melindungi anak-anaknya, tetapi dalam cerita di atas ada seorang ayah yang tega menodai putrinya. apa orang seperti itu masih pantas disebut ayah? apa yang harus dilakukan agar korban bisa sedikit terobati?

    BalasHapus
  74. Denisima Maula Ali
    4915116898

    sungguh sangat miris dan menyayat hati, kasus kekerasan seksual saat ini sudah sangat merajalela. seorang baik itu ayah tiri apalagi ayah kandung tega melakukan kekerasan seksual kepada anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri. bahkan sekolah yang seharusnya menjadi tempat kita mencari ilmu kini menjadi tempat yang mengerikan untuk anak.
    belum lagi dampak fisik dan psikis yang berkepanjangan bagi korban, seharusnya semakin membuat keluarga dan masyarakat semakin sadar akan keamanan dan keselamatan para buah hatinya agar terhindar dari kejahatan para pelaku kekerasan seksual tersebut.
    pertanyaan saya:
    1. apakah bapak setuju agar pelaku kekerasan seksual tersebut dihukum seberat-beratnya, sesuai dengan hukum islam?
    2. bagaimana kita sebagai makhluk sosial meningkatkan keamanan dan usaha untuk meminimalisir kekerasan seksual pada anak selain meningkatkan iman dan taqwa?
    3. bagaimanakah cara kita sebagai peneliti agar korban bisa terbuka dan percaya kepada kita?

    BalasHapus
  75. MAHFUD IRFANTO
    4915111631
    P.IPS A 2011


    Kurangnya rasa keterbukaan dan komunikasi anak terhadap orang tua mengakitbatkan si anak akan memendam perasaan yang terbayang-bayang di pikirannya tersebut hingga tumbuh dewasa kelak. Disaat si anak tidak mampu lagi mengemban beban tersebut, maka langkah terakhirnya yaitu dengan bunuh diri. Mungkin dengan cara ini beban yang selalu terfikir dalam pikirannya akan sirna begitupun kehidupannya. Mungkin kejadian ini memberikan pelajaran bagi kita kelak mengenai keharmonisan keluarga. Saya menduga di saat kejadian itu terjadi keadaan di keluarga tersebut sedang mengalami konflik orang tua. Konflik pasangan suami istri atas rumah tangganya. Selain itu faktor iman seseorang juga berperan atas kejadian tersebut. Akibat kejadian tersebut maka kehidupan si anak akan hancur apabila si anak tersebut sudah tidak mampu mengemban semua ini.
    Pertanyaan:
    Bagaimana cara menumbuhkan keterbukaan dan komunikasi dalam keluarga sehingga menciptakan keharmonisan dalam keluarga?

    BalasHapus
  76. Nama : Nia Fitriani
    NIM : 4915122522
    Pendidikan IPS A 2012

    Perlakukan yang tidak terpuji kepada anak pada usia perkembangan membuat trauma yang sangat dalam bagi anak. Sehingga dapat membuat anak menjadi kehilangan kepercayaan diri dan menjadi lebih tertutup. Trauma yang terjadi sangat sulit untuk dihilangkan. Apalagi di tambah tekanan yang diberikan kepada anak. Setiap kekerasan yang dilakukan kepada anak, membuat anak berkelakuan sama dengan apa yang pernah ia alami walaupun hal itu menyiksanya. Setiap kekerasan seksual yang dialami seorang anak menjadikan trauma yang amat sangat dalam yang dapat berpengaruh pada masaa depan anak nantinya.
    Pertanyaan :
    1. Mengapa kekerasan seksual dapat terjadi kepada anak di bawah umur?
    2. Apa factor yang menyebabkan orang dewasa melakukan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur?
    3. Bagaimana cara menghilangkan trauma akibat kekerasan seksual pada anak dibawah umur?

    BalasHapus
  77. Irma Lutfiana (4915131378)
    P.IPS A 2013

    Perbuatan yang sangat memprihatinkan. Seorang ayah kandung tega berbuat kejam, memperkosa anaknya yang masih kecil bahkan sampai kemaluannya berdarah. Perbuatannya sungguh biadab. Sang ayah tidak memikirkan masa depan anaknya apalagi masa depan dirinya. Ia hanya memenuhi nafsu bejatnya saja. Coba saja, ketika ayahnya dapat memainkan perannya dengan baik sebagai seorang ayah, membimbing, mendidik dan melindungi anaknya bukan malah melakukan tindak kejahatan seksual. Pasti sang anak juga tumbuh menjadi seorang gadis tanpa gangguan psikisnya. Dari kasus ini sudah pasti keadaan psikis anak sangat terganggu, apalagi sekarang ia sedang kuliah. Tentu, ini akan menganggu perkuliahan serta hubungan sosialisasinya. Karena ia mempunyai pengalaman yang buruk, pengalaman yang tak dapat terlupakan bahkan sekarang menjadi kebiasaan. Keadaan ini pasti akan mengganggu bahkan menghancurkan masa depan anak tersebut. Sepertinya kasus kejahatan seksual memang sudah marak sekarang ini, mulai dari kasus di JIS, kasus pedofilia di Sukabumi, bahkan kasus kejahatan di Aceh yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya. Ayahnya menjadikan anaknya sebagai pelampiasan nafsu bejatnya selama 15 tahun. Ini menyebabkan generasi penerus bangsa sudah hancur, mental para penerus bangsa ternodai. Nilai-nilai luhur pancasila pun seakan memudar.
    1. Bagaimana cara supaya anak tersebut tetap memaknai hidupnya dengan baik?
    2. Biasanya kebanyakan mereka mengalami trauma setelah diperlakukan kejahatan seksual, akan tetapi mengapa wanita tersebut menjadikan pengalaman buruknya itu sebagai suatu kebiasaan?
    3. Apakah penelitian yang cocok digunakan untuk peristiwa tersebut?

    BalasHapus
  78. Nama : Raras Elvinza
    No. Reg : 4915131395
    Jurusan : P.IPS Reg A

    Sangat ironis melihat tulisan Bapak diatas, memang faktanya dapat kita lihat bahwa kejahatan memang sudah merajalela, kejahatan seksual contohnya. Kejahatan seksual memang kerap terjadi di lingkungan mana pun, bahkan kejahatan seksual bisa terjadi didalam lingkungan keluarga kita sendiri. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kejahatan seksual itu terjadi, karena memang faktor lingkungan, ekonomi, bahkan hanya karna nafsu semata. Tulisan Bapak diatas benar2 sebuah cerita yang sangat membuat hati saya tersentuh, membuat saya menjadi sedih. Saya membayangkan jika saya berada di posisi seperti itu, apa saya kuat untuk menjalaninya. Saya bisa ikut merasakan seperti apa yang gadis itu rasakan, apalagi umurnya pun tidak jauh dari umur saya. Tapi apa boleh buat, kenyataan itu yang terjadi. Gadis itu sudah mengalami hal seperti itu dari kelas 6 SD. Nasib yang malang, tetapi nasib itu dapat diubah tergantung diri gadis itu yang menjalani mau merubahnya atau tidak kecuali takdir yang Maha Kuasa. Disetiap kehidupan itu pasti tidak jauh dari permasalahan, serumit apapun sesusah apapun dan seperih apapun kehidupan setiap manusia pasti Allah akan memberi jalan dan tujuannya bagi hambanya yang mau meminta dan berusaha merubahnya. Banyak sekali peranan orangtua dan peran masyarakat serta peran pendidik dalam mencegah perilaku kejahatan seksual yang baik dilakukan di rumahnya oleh orangtuanya maupun orang lain yang berada di lingkungan bermain anak dan sekolah tersebut. Perlu adanya sanksi yang tegas agar pelaku jera dalam melakukan kejahatan seksual. Karena, mereka tidak bisa mengendalikan nafsunya sendiri. Banyak sekali peranan orangtua dan peran masyarakat serta peran pendidik dalam mencegah perilaku kejahatan seksual seperti ini, yang baik dilakukan di rumahnya oleh orangtuanya maupun orang lain yang berada di lingkungan bermain anak dan sekolah tersebut. Perlu adanya sanksi yang tegas agar pelaku jera dalam melakukan kejahatan seksual. Agar hal-hal seperti ini tidak dapat terulang kembali.

    BalasHapus
  79. Dimas Aprilian
    4915116861
    P.IPS 2011 B

    Setelah membaca tulisan bapak saya sempat berfikir apakah iman dan akhlak orang - orang di negeri ini sudah pada bobrok. Terlebih banyak sekali kasus penyimpangan sex yang terjadi belakangan ini. Mulai dari penyimpangan sex yang ada di sekolah yang katanya bertaraf internasional sampai penyimpangan sex yang ada di sekitaran rumah dimana korban tersebut bermain atau tinggal. Yang lebih miris dari cerita bapak justru kejahatan sex tersebut dilakukan oleh seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya sendiri. Tentu saja hal itu pas meninggalkan luka baik secara psikis dan fisik, bahkan bisa saja menularkan penyakit kelamin seperti yang terjadi pada anak korban sodomi yang ada disekolah internasional. Kalau seorang ayah saja bisa melakukan hal tersebut terhadap anaknya maka tidak heran kalau orang lain diluar keluarga kita bisa melakukan kejahatan sex.

    Pertanyaan :
    1) Menurut Bapak apakah edukasi tentang sex perlu disampaikan sejak usia dini ? Atau Setujukah Bapak apabila diadakannya seminar tentang edukasi sex ke sekolah - sekolah ?
    2) Bagaimana cara yang efektif untuk menghilangkan trauma - trauma yang dirasakan oleh korban ?
    3) Bagaimana cara mengobati orang - orang yang mempunyai kelainan seksual seperti yang sedang hangat dibicarakan di tv ?

    BalasHapus
  80. Nama : Cendy Juliana Dewi
    NIM : 4915122528
    P.IPS A 2012

    Assalamualaikum wr.wb

    Sangat sedih dan miris membaca tulisan bapak diatas , jika kita melihat situasi yang sedang marak saat ini memang benar-benar memprihatinkan coba saja bayangkan kasus pelecehan seksual terjadi dimana-mana hampir merata di Indonesia yang diawali dengan kasus pelecehan JIS , lalu kasus predator anak “EMON” yang menyerang sampai ratusan korbannya dan lebih parahnya lagi korban-korban dari kebiadaban mereka merupakan anak-anak yang masih dibawah umur . sama seperti kasus yang bapak paparkan diatas dimana pelaku melakukan hal tersebut karena trauma karena kebanyak mereka adalah korban dari kekerasan seksual yang terjadi pada diri mereka dulu. Sehingga ketika mereka telah dewasa mereka melakukan hal-hal keji tersebut . seperti halnya kasus JIS dimana merupakan sebuah sekolah internasional dengan biaya yang sangat mahal dan keamanan yang cukup ketat namun penjahat seksual dapat dengan bebas melakukan tindakannya . lalu kasus yang bapak paparkan diatas dimana pelaku yang melakukan kejahat seksual merupakan ayah dari sih korban langsung, bayangkan . saya tidak habis pikir karena ini adalah ayah kandungnya sendiri yang melakukan hal tersebut kepada putri kandungnya . miris memang, kalau sudah seperti ini dimana lagi tempat aman tempat berlindung bagi anak-anak ? kemana lagi anak-anak bisa bermain dengan bebas jika disegala sudut berkeliaran orang-orang yang berperilaku menyimpang sebagai “predator anak” . herannya di Indonesia yang notabennya Negara dengan mayoritas muslim yang tinggi dan banyak umat beragama lainnya , namun moral manusianya sudah tidak jelas arahnya. Seperti cerita diatas orang yang pernah menjadi korban pelecehan seksual pastilah mendapatkan trauma dan pengalam yang sangat tidak bisa mereka lupakan dan pasti akan tertanam terus dalam benak tiap korbannya. Bahkan banyak yang menjadi pelaku kejahatan seksual akibat kekerasan seksual yang mereka dapat dulunya jika sudah seperti ini hal apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya.

    Pertanyaannya :
    1.Maraknya kejahatan seksual yang terjadi akhir-akhir ini, upaya apa yang dapat dilakukan pemerintah dalam menanganinya ?
    2.Kebanyakan korban pelecehan seksual merupakan anak-anak .Bagaimana mengembalikan mental dan kepercayaan diri para korban kejahatan social tersebut dalam lingkungan sosialnya ?
    3.Dari kasus diatas, apa hal yang harus diarahkan pada korban tersebut agar ia dapat berhenti melakukan tindakan buruknya tersebut ?

    terima kasih

    BalasHapus
  81. Rinastuti Rahayu
    4915111642
    P.IPS A 2011
    Tulisan ini sungguh membuat siapapun pembacanya akan merasa ikut terluka dan sedih. Sangat mengerikan, saat seseorang yang seharusnya menjadi pelindung dan mengayomi malah menorehkan luka yang begitu dalam dan sulit terobati bahkan menimbulkan luka lain yang tidak tahu hingga kapan akan sirna. Rasa traumatik dan luka tersebut akan semakin dalam dan jelas saat kejahatan itu dilakukan oleh orang yang dipercaya dan bahkan berkali-kali, baginya mungkin hidupnya seperti dunia yang sudah gelap penuh rasa curiga, takut , khawatir dan benci. Terdapat pertanyaan yang ingin saya tanyakan pak, mungkinkah luka seorang korban akan sedikit hilang bila sang pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal ? bagaimana cara mengembalikan kepercayaan wanita tersebut terhadap laki-laki karena tidak semua laki-laki berprilaku jahat ?

    BalasHapus
  82. Fani Nurdianti/4915122538
    PIPS 2012 A

    Memang begitu buruk dampak yang ditimbulkan atas kejahatan seksual baik pada anak-anak sekalipun maupun orang dewasa. Baik fisik maupun psikis. Dampak jangka panjang yang akan merusak psikologis korbannya, menyebabkan kecanduan sehingga setiap kejahatan seksual yang terjadi pada satu orang akan melahirkan ‘generasinya’, dan semakin banyak korban berjatuhan, semakin rusak pula generasi bangsa kita. Pemerintah paling tidak seharusnya menyadari betapa besarnya dampak buruk yang akan ditimbulkan jika kejahatan ini semakin hari semakin menghasilkan banyak korbannya. Kejahatan seksual harus mendapat perhatian yang serius dan masyarakat harus bekerja sama dengan baik agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar. Sehingga kejahatan yang sungguh merusak generasi bangsa ini dapat paling tidakditekan jumlah korbannya, dan tidak ada lagi anak-anak yang tertekan dan nekat mengakhiri hidupnya seperti yang dipaparkan dalam tulisan diatas.
    1. Mengapa kejahatan seksual dapat membuat korbannya mengalami dampak ‘kecanduan’ sehingga membuat para korbannya terus-menerus melakukan tindakan seksual pada dirinya bahkan orang lain?
    2. Apakah dampak ‘kecanduan’ pada korban yang mengalami kejahatan seksual dapat dihilangkan/disembuhkan?
    3. Bagaimana pemerintah mengatasi kejahatan seksual yang semakin hari semakin merajalela di masyarakat yang sebagian besarnya merupakan generasi muda?

    BalasHapus
  83. Aulia Komala
    4915133428
    P.Ips reg B 2013

    Seseorang akan menjadi seperti apa kelak dan akan berperilaku seperti apa kelak tergantung dari bagaimana seseorang itu diperlakukan bagaimana ketika kecil hingga dewasa. Faktor lingkunganlah yang paling berpengaruh, terutama lingkungan keluarga yang memiliki intensitas lebih banyak untuk berkomunikasi dengan anak. Orang tua yang posesif akan membentuk anak menjadi keras kepala dan sulit untuk diatur. Mengapa demikian? Karena anak tersebut terlatih untuk menjadi seseorang yang keras karna perilaku orang tuanya yang melarang ini itu. Sama halnya dengan kasus yang diangkat oleh Pak Nusa. Ayah yang memperlakukan anak gadisnya seperti boneka "pemuas"nya itu memberi dampak yang besar bagi perilaku anak tersebut ketika dewasa. Anak tersebut menjadi "ketagihan" melakukan itu walaupun hanya dengan sebuah alat yang serupa dengan kelamin laki-laki. Apa yang dilakukan ayah anak tersebut memberikan goresan luka yang cukup besar pastinya. Namun tetap saja disini ada kesalahan dari pihak ayah dan anak. Pertama, ayah anak tersebut yang tidak bisa menahan nafsunya untuk melakukan hal keji kepada anak kandungnya sendiri tanpa berpikir bagaimana dari dampak yang dilakukannya itu. Kedua kesalahan anak tersebut adalah menutup rapat-rapat tentang perlakuan ayahnya tersebut. Seharusnya sang anak berani bercerita kepada ibunya tentang perilaku ayahnya agar dampak dari itu bisa diminimalisir. Jika anak tersebut tetap tak bisa bercerita kepada ibunya maka anak itu harus bersikap dewasa. Harus bisa menahan hasrat untuk melakukan hal tersebut dan juga harus pintar memilih-milih dilingkungan mana dia bergaul agar keinginan hal tersebut bisa dialihkan dengan melakukan hal-hal yang positif.

    Pertanyaan:
    1. Mengapa kebanyakan kasus kekerasa seksual terjadi dari orang dewasa pria?
    2. Apa bisa perilaku yang sudah menjadi kebiasaan buruk diubah menjadi kebiasaan baik?
    3. Bagaimana caranya meminimalisir tingkat kekerasan seksual pada anak?

    BalasHapus
  84. Nama : Alfiani Rahmah
    Nim : 4915116899
    P.IPS 2011

    Kejahatan seksual memang memberikan dampak yang begitu dalam, membekas tak akan pernah bisa dihapus oleh memori para korban kejahatan seksual. Apa yang telah digambarkan oleh Pak Nusa tersebut sangat ironis, ayah kandungnya sendiri tega berbuat demikian pada darah dagingnya hingga menyebabkan efek yang berkepanjangan. Seperti kasus kejahatan seksual yang marak saat ini, baik yang dilakukan oleh guru, orang tua, cleaning service seperti kasus JIS. Pemerintah hendaknya lebih serius menangani kasus kejahatan seksual dengan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Sebab, trauma dari kejahatan seksual sulit dihilangkan, dampaknya baik secara fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu hal yang harus dibenahi yaitu moralitas anak bangsa yang semakin lama dirasakan mengalami degradasi.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana cara melakukan pendidikan seksual pada anak dan sebaiknya sejak usia berapakah anak diberikan pendidikan seksual?
    2. Dengan meningkatnya kejahatan seksual yang semakin marak, solusi apa yang paling tepat untuk mengurangi kejahatan seksual dan hukuman yang pantas diberikan?
    3. Hal-hal apa saja yang harus dimiliki untuk membentengi diri agar tidak terjadi kejahatan seksual?

    BalasHapus
  85. SITI ALAWIYAH
    4915131385

    Setelah membaca tulisan ini, sangat miris rasanya seorang ayah yang seharusnya melindungi dan menjaga anaknya malah berbalik mengahancurkan kehidupan anaknya. Apakah ayahnya tidak cukup memakai ibunya saja? Sampai anaknya pun dipakai juga. Pelecehan yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri menurut saya merupakan perbuatan yang tidak termaafkan. Pelecehan yang menimbulkan dampak yang sangat merugikan terhadap kehidupan masa depan anaknya. Membuat anak menjadi kehilangan kepercayaan diri, menghancurkan semua mimpi dan cita-cita yang anak itu inginkan. Dan yang lebih menyedihkan dia menjadi ketergantung terhadap hal itu sama seperti halnya ketergantungan terhadap narkoba. Apakah orangtua seperti itu tidak memikirkan masa depan anak mereka. Mereka hanya memikirkan bagaimana dapat memuaskan nafsu mereka yang hanya sebentar yang tidak sebanding dengan anaknya yang akan merasakan akibat pelecehan itu selama hidupnya.
    Perbuatan seperti ini sedang sering terjadi dimana-mana dan sedang diekspose oleh media televisi. Di Awali oleh kasus TK JIS, sekolah yang terkenal dengan penjagaan ketatnya beberapa siswanya dilecehkan oleh petugas sekolah di JIS. Lalu ada kasus Emon yang sudah melakukan pelecehan terhadap 120 anak yang tinggal disekitar rumahnya. Dan kasus guru pengajian yang melecehkan muridnya sendiri. Sedih rasanya melihat anak-anak Indonesia yang masih polos, yang tidak tahu apa-apa menjadi korban nafsu oleh orang dewasa. Bagaimana masa depan mereka kelak nanti. Seharusnya pemerintah bertindak tegas terhadap para pelaku pelecehan seksual di karenakan sangat merugikan bagi masa depan anak-anak Indonesia dengan perilaku biadab mereka. Dan bagi orangtua harus terus menjaga anak-anaknya dan memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang seks agar tidak bertambah banyak lagi korban pelecehan seksual di Indonesia.

    1. Bagaimana peran pemerintah dan orangtua agar anak-anak tidak lagi menjadi korban pelecehan seksual?
    2. Apakah pelaku pelecehan seksual dapat berhenti melakukan perbuatan seperti itu?
    3. Bagaimana caranya agar pelecehan terhadap anak dihilangkan agar anak-anak dapat merasakan kehidupan yang sebenarnya dan juga dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka?

    BalasHapus
  86. ROBBIYATUL ADAWIYAH
    P.IPS 2011 B
    4915116873
    Setelah membaca tulisan bapak ini, saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa “KEJAHATAN SEKSUAL SUNGGUH MENGHANCURKAN”. Memang kasus kejahatan seksual memang sangat memilukan hati bagi siapa saja yang mendengarkannya apalagi bagi yang merasakannya. Perbuatan semacam ini sungguh diluar logika kita karena orang yang telah melakukan perbuatan tersebut adalah orang yang akal dan pikirannya sudah tidak sehat karena mungkin jiwanya yang sudah dirasuki oleh perbuatan setan yang jahat. Apalagi perbuatan tersebut dilakukan oleh orag tuanya tersendiri, seorang ayah yang sangat kejam karena melakukan kekerasan seksual terhadap anaknya sendiri yang sedari kecil disayanginya sungguh tidak masuk diakal.
    Pada zaman sekarang ini banyak sekali tindakan-tindakan yang sangat merugikan kaum wanita, mungkin karena wanita itu dipandang sebagai kaum yang lemah, seolah-olah mudah sekali untuk mengganggu mereka. Kejadian yang saat ini sering sekali terjadi adalah perilaku seks yang menyimpang, karena sang pelaku melampiaskan hasrat seksnya dengan mengintip misalnya atau mengabadikan seorang wanita yang sedang ganti baju atau sedang mandi,ada yang langsung bertindak di muka umum seperti meraba,menggerayangi dan lain sebagainya,bahkan sering terjadi tindakan pemerkosaan. Hal ini harus diwaspadai oleh kaum wanita karena sangat berbahaya,banyak sekali akibat atau dampak yang akan ditimbulkan dari perilaku tersebut. Akan ada rasa bersalah dari pelaku, bagi korban merasa harga dirinya sudah dilecehkan. Maka seorang wanita harus mempunyai proteksi terhadap dirinya dari orang-orang yang akan bertindak jahat terhadapnya.
    Pertanyaan saya:
    1. Bagaimana cara seorang wanita yang ingin mempunyai proteksi atau perlindungan terhadap dirinya sendiri?
    2. Bagaimana caranya agar kita bisa bangkit kembali dari keterpurukan setelah mengalami kejadian kekerasan seksual dalam diri kita? Dan bagaimana bisa melupakannya?
    3. Langkah pertama apa yang seharusnya kita lakukan setelah mengalami kekerasan seksual tersebut?
    Terimakasih pak 

    BalasHapus
  87. Putri Wulan Sari
    P.IPS B 2011 (4915116868)

    Kejahatan seksual terjadi karna tidak adanya pondasi-pondasi yang kuat di dalam hidupnnya dan kurangnya pengetahuan yang diberikan oleh guru atau orang tuanya. Oleh karna itu iya melakukan di luar kesadarannya, sebenernya iya sadar melakukan tetapi ia tidak sadar secara sehat,dan pengalaman-pengalaman masa lalu yg mulai merasuki pikirannya hingga ia merasa bahwa kejahatan yg di alaminya itu terus ada. Memang setiap manusia mempunyai pastilah pernah merasakan adanya masalah atau kasus dalam kehidupannya, namun kembali lagi pada masing-masing individunya bagaimana bisa melihat dan membaca cara gerak-gerik seseorang yg berada disekitarnya. Sebagai calon pendidik hal apa yang perlu diterapkan pada saat pembelajaran dikelas, agar kelak kasus seperti ini dapat diminimalisasi dan tidak terulang lagi? Jika sebagai guru kita menemui anak murid yang mempunyai kelainan seksual yang dihantui rasa kehinaan dalam diri dan membuat ia tidak percaya diri. Bagaimana guru membangun rasa percaya diri murid tersebut dan membuat si anak kembali seperti anak pada umumnya?

    BalasHapus
  88. kartika sari berlian
    4915122550
    P.IPS A 2012

    orang tua seharusnya dapat menjadi panutan bagi anak- anaknya, bukan malah melecehkan anak kandungnya sendiri. entah apa yang ada dipikiran oleh seorang ayah yang ada dalam cerita diata, dengan tega, dan tanpa rasa kasian ia melecehkan anak kandungnya. ayah seperti ini tidak pantas di panggil dengan sebutan "Ayah" .

    1. mengapa anak yang menjadi korban dalam pelecehan sexual ?
    2. apa yang menjadi faktor ayah tersebut melecehkan anaknya ?
    3. bagaimana peran orang tua, terutama ibu dalam menghadapi permasalahan seperti ini ?

    BalasHapus
  89. PIPS A 2012
    4915122548

    dalam cerita ini digambarkan bahwa terkadang nafsu birahi dapat mengalahkan segalanya bahkan keimanan akan darah daging nya sendiri, dalam kasus ini seharunya lembaga pemerintahan seperti KOMNAS Anak dan Kementria Pemberdayaan Perempuan ambil sikap akan kejadian ini sehingga tidak banyak anak-anak tidak berdosa yang menerima kasus in. tombul pertanyaan besar ?
    1. Dimanakah peran Keluarga seperti sanak saudara, masyarakat, dan sahabat dalam kasus ini ?

    BalasHapus
  90. Maya Yulia Dwi Putri Maranatha
    4915122540
    Pendidikan IPS A 2012
    Ironis, menurut saya kata-kata tersebutlah yang dapat menggambarkan keadaan wanita tersebut. Keluarga, seharusnya adalah tempat untuk seorang manusia dapat membentuk dan menemukan jatidirinya yang kokoh dan baik, bukan justru kebalikannya. apalagi dalam hal ini, ayah juga berperan amat penting. namun dalam kasus ini sangat disayangkan jika dalam sebuah keluarga, seorang ayah kandung yang seharusnya membantu anaknya dalam melewati masa tumbuh kembangnya dengan baik, jusru malah menjadi perusak utama tumbuh kembang sang anak. sangat ironis, luka yang telah ditorehkan oleh ayahnya telah membentuk pribadi seorang wanita yang bahkan tidak menghargai dirinya sendiri.

    dari tulisan diatas saya mengajuka 3 pertanyaan:

    1. mengapa luka yang terjadi dalam diri manusia susah untuk dihilangkan?
    2. apa yang menyebabkan luka dalam diri seseorang?
    3. bagaimana cara untuk mengurangi trauma mendalam yang dialami oleh gadis tersebut?

    BalasHapus
  91. PIPS A 2012
    4915122548

    TERKADANG MANUSIA LEBIH KEJI KETIMBANG BINATANG itu salah satu pepatah yang pantas untuk seorang ayah seperti itu. Nafsu birahi manusia terkadang mengalahkan akal sehat akan anak darah daging sendiri menjadi korban asusila . pertanyaan yang pantas adalah , apakah ada peran dari masyrakat sekitar dalam kasus tersebut ?

    BalasHapus
  92. Tulisan bapak bagus sekali untuk pengetahuan kita bahwa kejahatan seksual tidak hanya terjadi terhadap orang asing, kejahatan seksual bahkan bisa terjadi terhadap darah daging sendiri. Sungguh setan apa yang sudah merasuki seorang ayah hingga kejam berbuat sebejad itu terhadap putrinya sendiri hingga putrinya mengalami rasa traumatik yang mendalam, miris sekali. Semoga kasus-kasus kejahatan seksual seperti ini tidak terjadi lagi dengan adanya ketegasan hukum dari pemerintah terhadap pelakunya

    BalasHapus
  93. setiap perkara yg dilakukan manusia mempunyai sebabnya. apa motif seorang ayah tega mencelakai anak kandungnya sendiri? apa yg menstimulusnya?? akan lebih bijak jika kita menjawab dengan mengetahui apa yg melatar belakangi kepribadian "sang ayah" tersebut, seperti apa yg pernah bapak ajarkan untuk lebih bisa melihat dari berbagai aspek jikalau ingin mengambil tindakan yg pas. karena kita mahasiswa pend.ips yg tidak saklek pada satu disiplin ilmu, mangkanya kita harus mempelajari ragam latar "sang ayah" terlebih dahulu dalam mengambil sikap dan tindakan.
    terlepas dari hal diatas. saya penasaran dengan kelanjutan kisah yg bapak tuturkan. bagaimana kelanjutan hidup sang gadis? jadikah bunuh diri atau malah bisa terlepas dari kebiasaan buruknya (masturbasi)?? hal apa yg bapak lakukan untuk menindaklanjuti keadaan sang gadis??? dan terakhir, bagaimana dengan sang ayah????

    Mahasiswa anda,
    Izzuddin 4915111644

    BalasHapus
  94. Nama : Maria Oktavia
    NIM : 4915116882
    Pendidikan IPS 2011 B

    Cerita ini menggambarkan bagaimana jahat dan kejamnya seorang ayah kepada anaknya, ayah yang seharusnya menjaga dan melindungi anaknya justru malah menjatuhkan dan menghancurkan anaknya sendiri. Sebenarnya apakah yang menyebabkan ayahnya berbuat keji tersebut? Apakah ia memiliki penyakit kejiwaan sampai ia tidak berfikir jernih pada saat itu?
    Sungguh mengerikan dan tragis untuk seorang wanita cantik yang seharusnya memiliki masa depan yang cerah tetapi terbayang-bayang oleh masa lalu yang membuatnya trauma. Ia tidak merasakan masa-masa muda seperti anak-anak muda seumurannya yang melalui hari-harinya dengan kasih sayang, penuh semangat dan berusaha menggapai cita-citanya.
    Dari cerita ini bisa dijadikan pelajaran untuk semua laki-laki supaya bisa menjaga dan menghormati perempuan, entah laki-laki itu sebagai kakak, teman, pacar, suami, ataupun ayah, mereka seharusnya bisa melindungi perempuan.

    Pertanyaan:
    1. Cerita ini merupakan cerita yang malu untuk diceritakan kepada orang lain, tetapi wanita tersebut berani untuk menceritakan kepada Pak Nusa. Bagaimana cara Pak Nusa bisa meyakinkan wanita tersebut sehingga wanita tersebut mau bercerita? Solusi apa yang Pak Nusa berikan kepada wanita tersebut?
    2. Apa yang membuat wanita tersebut tidak menceritakan hal ini kepada keluarganya? Seberapa lama ia merahasiakan hal ini? Mengapa ia memendam sendiri masalah ini?
    3. Apakah wanita tersebut bisa bangkit kembali dari keterpurukannya? Bagaimana caranya supaya wanita tersebut bisa menjalani kehidupannya seperti teman-teman seusianya?
    4. Apa yang menjadi penyebab ayahnya melakukan kejahatan seksual ? Apakah ia juga melakukan perbuatan keji tersebut kepada anak-anak nya yang lain?
    5. Bagaimana menyadarkan ayahnya yang sebagai pelaku kejahatan? Hukum atau sanksi apa yang seharusnya dan pantas diberikan kepada ayahnya?

    BalasHapus
  95. Nama : Nazia Maulia Amini
    Nim : 4915131373
    P. IPS Reg A 2013
    Sungguh memilukan sekali cerita diatas. Bener apa yang dikataran oleh Pak Nusa KEJAHATAN SEKSUAL SUNGGUH MENGHACURKAN. Menghacurkan mimpi, menghacurkan harapan yang sudah dibangundari dulu, mengacurkan hidup. Trauma akibat kejahatan seksual sangat sulit untuk diobati. Bukan saja pengobatan luka di bagian kemaluan tapi psikis kita juga harus perlahan lahan dihilangi untuk mengobati rasa trauma yang diakibatkan oleh kejahatan seksual. Dewasa ini kajahatan seksual pada anak sangat tinggi sekali. Contonya di Sukabumi dengan korban anak kecil. Anak kecil yang seharusnya mendapatka perlindungan dan pengasuhan yang layak dari lingkungan sekitarya dan dari keluarga terdekat. Sekarang keluarga terdekat saja tidak memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak kecil tersebut. Bagaimana dengan lingkungan sekitar? Apa gunanya Komisi Perlindungan Anak? Jika kejahatan seksual pada anak di Indonesia semakin banyak?
    1. Bagaimana menghilangkan trauma yang berkepanjangan akibat dari kejahatan seksuaal?
    2. Bagaimana mengajarkan anak supaya terbuka terhadap kejahatan-kejahatan disekitarnya?
    3. Apa yang menimbulkan hasrat seksual kepada orang dewasa? Mengapa anak kecil sebagai tempat pelampiasannya?

    BalasHapus
  96. tria maulida agustiar
    4915131404
    p.ips a 2013

    sungguh sakit menjadi dia yang dilukai dan dinodai oleh ayah kandungnya sendiri yang seharusnya menjaganya, menyayangi, dan mencintainya bukan malah sebaliknya. Memberikan perilaku yang sangat tidak baik dan sangat tidak manusiawi memperlakukan anak dan darah dagingnya sendiri. Menurut saya bunuh diri bukan solusi yang baik dan ALLAH sangat membencinya, mendekatkan diri dengan sang pencipta dan menjalanka semua perintahnya serta menjauhi larangannya mungkin dapat mengurangi ketakutan dan kepedihan hatinya. Mencari orang yang benar-benar dapat menjaga semua curhatan dan dapat membantu serta membimbingnya ke jalan yang baik. menyadari kesalahn dan mencoba memperbaiki kesalahan menjadi acuan yang baik untuk dirinya menjadi lebih baik lagi. Berpikirlah bahwa ALLAH akan memafkan dosa kita asal kita berubah dan mengubah hidup kita menjadi lebih baik. dengan niat, doa, dan selalu berusaha kita dapat melawan ketakutan dan rasa tidak mampu.

    BalasHapus
  97. Arlietha Nofeliza (4915131392) PIPS A 2013
    Sangat ironis sekali kejadian yang terdapat dalam tulisan pak nusa putra. Seorang ayah yang sangat tega melakukan hal tersebut. Perilakunya yang seperti bukan orang tua melainkan lebih jahat daripada seorang preman. Ia sudah menghancurkan masa depan anak kandungnya sendiri. Seharusnya sebagai orang tua bisa mendidik dan membimbing anaknya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari orang tuanya. Dan alangkah sangat biadab jika seorang ayah menodai anaknya sendiri, darah kandungnya, terlebih lagi hal tersebut dilakukan pada saat anak itu maaih kecil. Dimana tanggung jawab seorang ayah tersebut? Apakah ia masih pantas dikatakan sebagai orang tua. Apakah ia masih pantas untuk dihargai.
    Pertanyaannya adalah
    Apakah hukuman yang pantas bagi pelaku tersebut? Bagaimana cara mengatasi rasa trauma yang dihadapi korban? Apa faktor yang menyebabkan pelaku melakukan hal tersebut?

    BalasHapus
  98. Rismawati fadillah
    4915131412
    Kejahatan seksual pada zaman sekarang memang sudah merajalela. Sampai-sampai seorang ayah kandung pun tega melakukan kejahatan seksual terhadap anak kandungnya sendiri.itulah yang memberikan dampak traumatik bagi sang anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Sungguh ironis seorang ayah yang seharusnya menjadi panutan bagi anaknya justru malah merusak masa depan anaknya sendiri sehingga anaknya mempunyai trauma yang mendalam dan takut akan laki-laki


    BalasHapus
  99. Nama : Rina Listiawati
    NIM : 4915131410
    Kelas : P.IPS A2013
    Jujur, saya begitu kaget ketika mebaca tulisan Bapak mengenai “Saya Mau Bunuh Diri” ini. wajar saja ia mempunyai pemikiran untuk bunuh diri. Karena ia menganggap hidupnya sudah tidak mempunyai makna dan arti lagi, masa depannya dia telah dihancurkan oleh perlakuan ayahnya yang sangat kejam dan juga keji ketika ia masih belia, yakni ketika dia duduk di kelas enam sekolah dasar. Ayahnya, ayah kandungnya sendiri begitu tega, mengambil harta yang paling berharga dari anaknya. Keluarga yang seharusnya menjadi agen utama dalam membentuk karakter serta moral anak-anaknya, malah berlaku yang sebaliknya. Keluarga yang baik adalah keluarga yang selalu memberikan perhatian, rasa aman, serta curahan kasih dan sayang bagi anak-anaknya. Jika dari keluarga saja tidak mampu menjaga dan mewujudkan hal tersebut, bagaimana anak akan tumbuh dengan baik? Sedangkan jaminan rasa aman dari keluarga saja tidak ada?! Wajar saja perempuan tersebut mempunyai phobia tehadap laki-laki, Karena dia mempunyai masa lalu yang kelam. Tidak hanya fisiknya saja yang sakit, namun psikis dia juga terganggu. Kejahatan seksual harus segera diberantas, demi kelangsungan perbaikan moral dan karakter bangsa.
    Pertanyaan :
    1. Apa faktor utama yang membuat sang ayah melakukan hal tersebut? kelainan seksual kah?
    2. Bagaimana cara mencegah agar hal tersebut tidak terjadi dan dapat diminimalisir?
    3. Apa hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan seksual menurut kacamata Bapak?

    BalasHapus
  100. Ajeng Nur Aryani
    4915131416
    P.IPS A

    kejahatan seksual lagi-lagi kejahatan seksual kenapa bisa seperti ini ?. Apakah kejahtan yang seperti diayangan oleh berita di televisi memicu orang banyak meakukan hal yang tidak bermoral ini?. Cerita diatas sudah jelas menyakitkan da menimbulkan trauma yang begitu dalam bagi seorang anak yang tidak tahu apaapa dan saat ingin bermain dan bahagianya dengan teman-teman seorang bapak yang tidak berpendidikan itu merusak anaknya sendiri demi keikmatan dirinya sendiri, ini sudah salah kaprah sekal bangsa Indonesia sudah rusak sekali moralnya. Bingung ada seorang bapak yang seperti itu kenyataanya seorang istri sebagai pendamping hidup dan matinya masihkurang saja untuk melakukan hal yang seperti tidak habis pikir kejadiannya sekejam itu melibatkan anak yang dibawah umur yang tidak tahu-menahu tentang hal yang seperti itu. Saya juga melihat pada acara televisi Hitam Putih yang membahas kekerasan seksual pada anak seorang psikolog berbisara kepada penonton bahawa anakyang sudah melihat tayangan blue film bisa mmicu anak itu ketagihan dan bisa berdampak melakukan hal mansrubasi pada cerita diatas, ini berarti otak syarafnya tidak berkembang dan rusak akibat tontonan yang seperti itu. Kesimpulan yang saya ambil walaupun keluarga tempat kasih sayang yang seutuhnya tetapi kalau orang tuanya mendidik anak tersebut tidak benar akan terjadi kesalahan yang fatal pada cerita diatas tersebut.

    Peranyaan :
    1. Apakh bapak anak tersebut mempunyai penyakit?
    2. Apakah Bapak anak tersebut mempunyai kelainan hyperseks ?
    3. Apakah anak tersebut jadi ingin bunuh diri?

    BalasHapus
  101. SITI MARIA ULPAH
    4915131401
    P.IPS A 2013
    Well… setelah saya membaca tulisan Bapak dengan judul ‘Saya Mau Bunuh Diri”. Langsung timbul pertanyaan, ‘ini kisah beneran, Pak?’ miris sekali membaca kalimat demi kalimat yang memang seakan-akan hidup si wanita itu sudah tidak ada gunanya lagi jika dibayangkan. Hanya kecantikan yang dimiliki sepertinya yang menjadi nilai positif. Tetapi kecantikan itu juga percuma saja jika ia merasa dirinya sudah kotor. Sejak kelas 6SD ia sudah diperlakukan seperti itu oleh ayahnya, marah sekali saya membacanya. Bejad sekali perbuatan orang yang tega menghancurkan masa depan anak-anak untuk kepuasan dirinya. Kasihan sekali membaca kisah ini, seandainya saya dimintai pendapat atau saran saya pasti bingung mau bilang apa karena memang sudah kehabisan kata-kata. ‘kok ada ya cerita seperti ini?’ membayangkannya saja saya tak pernah. Sungguh kasihan betul ini Pak. Saya juga kagum dengan keberanian wanita ini untuk cerita langsung ke Bapak. Mungkin dia sudah sangat mempercayai Bapak. Tetapi tetap saja kasihan betul Pak ini ceritanya. Bagaimana ya kira-kira nanti ia melanjutkan hidupnya?
    Pertanyaan
    1. Apa saran Bapak terhadap wanita ini, agar “saya mau bunuh diri” menjadi “saya ingin hidup 1000 tahun lagi”
    2. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apa yang salah dengan kehidupannya? Apakah kurangnya komunikasi antar keluarga?
    3. Jika sudah seperti ini, bagaimana untuk meyakinkan dia bahwa semua sudah diatur dan dia bisa hidup normal lagi?

    BalasHapus
  102. Anggi Ratna Furi
    P.IPS REG B 2013
    Perlu kita sadari entah karna apa dan mengapa semakin modern zaman semakin rusak akal manusia. Mungkin karena tidak adanya keimanan pada diri manusia, lihat saja bagaimana bisa seorang ayah kandung tega menyetubuhi anak perempuannya. Bukankah seorang ayah adalah pelindung untuk keluarganya , untuk anak anaknya. Tentu saja ketika anak menerima perlakuan yang tidak pantas dari orang terdekatnya apalagi dari ayahnya sendiri si anak pasti akan merasa trauma dan merasa takut yang berkepanjangan. Dalam hal ini harus ada pihak yang mampu memulihkan traumanya, membangkitkan semangatnya. Perlu kita sadari benar bahwa keimanan mempunyai peran penting sebagai acuan kita berperilaku, agar bertindak tanduk kita mengetahui mana yag baik mana yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang mudoot.
    Pertanyaan :
    1. Apakah penelitian kuaitatif mampu diterapkan guna mendapatkan informasi yang akurat dan guna memecahkan masalah ini ?
    2. Seperti yang kita ketahui bahwa ibu adalah sosok yang seharusnya mengamati dan memantau perkembangan anak. Dalam masalah ini sepertinya peran ibu kurang terlihat, mengapa seperti itu ?
    3. Bagaimana cara yang konkrit agar anak tidak merasa trauma, dan mampu menerima minset bahwa tidak semua laki laki seperti ayahnya ?

    BalasHapus
  103. Sungguh IRONIS dan MIRIS cerita yang ditulis pak nusa diatas
    Seorang ayah seharusnya bertugas menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab, sebagai pelindung dan mengayomi keluarganya malah sebaliknya tega merusak martabat dan masa depan anak kandungnya sendiri. Sangat disayangkan! Apa pantas dikatakan manusia? Kelihatan sekali kurang nya Iman, ketaqwaan terhadap agama sehingga hanya memikirkan hal duniawi dan memuaskan nafsu sesaat tanpa memikirkan untuk kedepannya si anak. sungguh Kejahatan Seksual yang biadab! Tidak dipungkiri mengakibatkan terganggunya psikis sih anak! Yang membenci semua Laki-laki karna akibat masa lalu yang kelam.
    setuju dengan kesimpulan dari pak nusa bahwasannya: “KEJAHATAN SEKSUAL SUNGGUH MENGHANCURKAN”
    Keadilan memang harus ditegakkan, tidak selayaknya manusia laknat itu dibiarkan berkeliaran dan leluasa di lingkungan yang bebas seharunya ada tindakan TEGAS dalam bentuk hukuman kurung, rajam dll agar tersangka jera!!!!!
    1. Bagaimana cara mengurangi rasa traumatik karna kejahatan seksual yang dilakukan ayah kandung sendiri sesuai dengan cerita diatas? Akan kah trauma itu akan membekas selamanya?
    2. Hukuman apa yang Pantas di jatuhkan kepada tersangka kejahatan seksual?
    3. Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk korban yaitu masturbasi, sehingga dia bisa hidup dengan baik seperti sediakala?

    BalasHapus
  104. Sungguh IRONIS dan MIRIS cerita yang ditulis pak nusa diatas
    Seorang ayah seharusnya bertugas menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab, sebagai pelindung dan mengayomi keluarganya malah sebaliknya tega merusak martabat dan masa depan anak kandungnya sendiri. Sangat disayangkan! Apa pantas dikatakan manusia? Kelihatan sekali kurang nya Iman, ketaqwaan terhadap agama sehingga hanya memikirkan hal duniawi dan memuaskan nafsu sesaat tanpa memikirkan untuk kedepannya si anak. sungguh Kejahatan Seksual yang biadab! Tidak dipungkiri mengakibatkan terganggunya psikis sih anak! Yang membenci semua Laki-laki karna akibat masa lalu yang kelam.
    setuju dengan kesimpulan dari pak nusa bahwasannya: “KEJAHATAN SEKSUAL SUNGGUH MENGHANCURKAN”
    Keadilan memang harus ditegakkan, tidak selayaknya manusia laknat itu dibiarkan berkeliaran dan leluasa di lingkungan yang bebas seharunya ada tindakan TEGAS dalam bentuk hukuman kurung, rajam dll agar tersangka jera!!!!!
    1. Bagaimana cara mengurangi rasa traumatik karna kejahatan seksual yang dilakukan ayah kandung sendiri sesuai dengan cerita diatas? Akan kah trauma itu akan membekas selamanya?
    2. Hukuman apa yang Pantas di jatuhkan kepada tersangka kejahatan seksual?
    3. Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk korban yaitu masturbasi, sehingga dia bisa hidup dengan baik seperti sediakala?

    BalasHapus
  105. astri winarningrum
    4915116862
    P.IPS 20111 B

    Di jaman sekarang bayak sekali terjadi kejahatan seksual pada anak di usia dini, dan pelakunya pun tidak jauh dari orang sekitar. Entah apa yang sebenarnya membuat hal ini terjadi bahkan sekarang pun sudah bayak anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Saya sangat miris membaca tulisan pak nusa, karna seorang ayah yang tega menjadikan anaknya untuk menyalurkan hasrat kepuasan seksualnya, hal ini tidak pantas di lakukan oleh seorang ayah, karna seorang ayah menjadi panutan anaknya, maka seharusnya ia mampu melindungi dan membimbing anaknya kearah yang lebih baik. Namun anak ini malah mendapatkan trauma yang berkempanjangan dari seorang ayahnya, hingga setelah dewasa ia ingin mengakhiri hidupnya karena derita yang ia tanggung.
    Pertanyaannya:
    1. Bagaimana cara membuat anak di usia dini untuk bercerita kepada orang tuanya jika ia mengalami suatu kejahatan seksual pada dirinya?
    2. Bagaimana cara menghilangkan trauma pada anak yang mengalami kejahatan seksual pada dirinya?
    3. Peran orang tua sangatlah penting untuk melindungi anaknya di lingkungan social, namun untuk kasus ini justru seorang anak malah mendapatkan kejahatan seksual dari orang tuanya. Lalu bagaimana menurut bapak? Kepada siapa lagi anak tersebut mendapatkan bimbingan kalau orang tuanya saja seperti itu, padahal orang tua atau keluarga adalah awal pembentuk kepribadian seorang anak?

    BalasHapus
  106. Nama : Dinta Fajryenti
    Nim : 4915131386
    P IPS REG A 2013

    Saya membaca tulisan ini sungguh merasa prihatin. Kejahatan seksual yang dilakukan oleh ayah kandungnya itu sungguh perbuatan yang sangat keji. Apalagi perbuatan keji itu dilakukan saat si korban masih kelas 6 sd, saat itu mental si anak belum terbentuk secara kuat, sehingga saat ia mengalami tekanan pada dirinya terutama pada tekanan batin apalagi yang dilakukannya ini adalah tekanan yang menggangu mentalnya. Tekanan mental yang dirasakan seorang anak saat umur masih anak – anak akan menjadi pengalaman buruknya yang akan menjadi trauma yang berkelanjutan seperti yang korban tersebut tidak dapat berhenti melakukan masturbasi. Butuh penangaanan secara psikologis secara mendalam untuk membangun kembali mentalnya agar tidak trauma lagi terhadap kejadian tersebut.
    Lalu menurut saya untuk meneiliti kasus ini menggunakan metode penelitian kualitatif, karena tujuan kita ingin mengetahui kejadian korban secara mendalam dan dilakukan wawancara yang lebih intensif.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana mengembalikan mentalnya kembali agar tidak trauma lagi terhadap laki – laki ?
    2. Apakah kasus seperti ini dapat digunakan metode penelitian kuantitatif ?
    3. Jika kita menjadi teman si korban, apa yang harus kita lakukan untuk membantu korban ?

    BalasHapus
  107. Selvi Indriani
    P.IPS A 2013
    Sungguh kisah yang sangat menyayat hati bagi orang yang mengalami siksaan seksaual itu . bayangkan saja ia harus menelan pil pahit selama hidupnya , di waktu sekolah dasar saja ia sudah di ‘kotori’ oleh seseorang yang bukan orang lain melainkan ayah kandung beliau sendiri. Sungguh perlakuan yang sangat bejat. Seorang ayah yang seharusnya menjaga anaknya, merawat dan mengasuhnya malahan menodai anaknya sendiri yang masih dibawah umur. Anak itu sendiri mengalami trauma dan efek berkepanjangan setelah kejadian tersebut bahkan sampai0sampai ia berniat untuk mengakhiri hidunya .
    1. Bagaimana cara memotovasi beliau hingga beliau mengurungkan niatnya untuk bunuh diri ?
    2. Bagaimana cara menghilangkan luka yang sangat memebekas yang ada dihati beliau ?

    BalasHapus
  108. Yurida Adlani
    4915133397
    P.IPS Reguler B 2013

    Setelah membaca tulisan bapak, saya bingung apa yang harus dikomentari dari tulisan ini. yang jelas, saya merasa takut dengan kejadian yang menimpa saudara tadi. sungguh kejam ayah kandungnya. Ayah kandung yang seharusnya melindungi dan menyayangi anak kandungnya malah justru merusak kehormatannya. sungguh biadab. masih pantaskah ia dipanggil dengan sebutan ayah ?
    Kejahatan seksual bukan hanya meninggalkan luka fisik, namun juga psikis. Jika korban yang mengalami hal tersebut tentu saja akan mengalami trauma yang sangat mendalam.

    Pertanyaan :
    1. Bagaimana cara menghilangkan trauma pada korban kekerasan seksual ?
    2. Apa saja hal yang dapat memicu adanya kekerasan seksual dalam rumah tangga ?
    3. Mengapa kekerasan seksual pada usia anak-anak kini mulai marak terjadi ?
    4. Bagaimana cara mengatasi maraknya kekerasan seksual terutama pada anak-anak ?

    BalasHapus
  109. Nama : Septi Dwi Ambarwati
    NIM : 4915131371 (P.IPS A 2013)
    Kejahatan seksual menghancurkan masa depan. Begitu kejamnya seorang ayah kandung berbuat hal yang sangat menjijikan (kejahatan seksual) terhadap anaknya dan tega menghancurkan masa depannya. Kejadian seperti ini sudah tidak asing lagi ditelinga. Entah apa penyebab pasti dari kejadian ini. Apa tanda-tanda kiamat sudah dekat? Apa memang ada beberapa faktor utama dari penyebab permasalahan ini? Orang tua yang seharusnya mendidik anaknya kearah yang lebih baik tetapi nyatanya justru tega menghancurkan masa depan anaknya sendiri. Setiap luka pasti meninggalkan bekas sebab dari kecil sudah mengalami trauma psikis yang sangat dalam sampai mengalami tekanan batin akibatnya hampir ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

    Pertanyaan :
    1. Apa hukuman yang setimpal untuk tindakan kejahatan seksual terhadap anak kandungnya sendiri?
    2. Bagaimana cara mengatasi permasalahan tindak kejahatan seksual?
    3. Bagaimana cara menghilangkan trauma psikis pada kasus tersebut?

    BalasHapus
  110. Seorang anak tumbuh kembang kepribadian bergantung pada bagaimana pola perkembangan asuh yang dimana , berawal dari keluarga.dari kejadian yang telah bapa tulis, menandakan bahwa perempuan ini telah mengalamai tekanan batin pada dirinya, terbukti dengan kurang pedenya dia dalam bersosialisasi maupun hal lainnya. akan tetapi ditinjau dari pembentukan kepribadian seseorang, faktor interen keluarga , memanglah dominan. tetapi tentu bukan faktor satu-satunya. di sisi lain faktor lingkungan, ajaran agama,dapat berpengaruh.

    1.Berdasarkan kejadian ini, apakah faktor keluarga menjadi hal yang utama?
    2.Apakah kurangnya dia bersosialisasi dikarenakan masalah tersebut?
    3. Apakah faktor psikologi yang dominan dalam kasus ini?

    BalasHapus
  111. Anak adalah buah hati yang seharusnya memperoleh kasih sayang dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Masa kecil mereka seharusnya di isi dengan keceriaan dan kebahagiaan. Namun ada kalanya terjadi kekerasan seharusnya itu tidak terjadi. Sehingga tanpa di sadari orang tuanya sering memberikan bentakan bahakan siksaan fisik yang di lakukan secara sengaja atau tidak sengaja.
    Pengertian dari kekerasan pada anak-anak yaitu semua tindakan kekerasan baik secara fisik, kekerasan seksual, penganiayaan emosional anak dan pengabaian terhadap anak. Sehingga sebagian besar tindakan kekerasan anak diperoleh dari rumah, yang menjadi tempat tinggal anak, dari sekolah, di lingkungan sekitar dan organisasi tempat interaksi anak-anak.
    Sebenernya kekrasan seksual dapat diatasi dengan lebih banyak nya dan berpegang penuh keimana dan taqwa dalam menjalankan sehari-hari, sehingga dapat meminimalisirkan kekerasan seksual tersebut.
    Pertanyaan:
    1. Apakah kekerasan seksual akan berdampak pada masa depan dan peradaban kehidupan selanjutnya?
    2. Bagaimana solusi dampak kekerasan seksual tersebut?
    3. Kenapa kekerasan seksual masalah awanya pada keluarga yang tidak bisa mendidik anaknya?

    BalasHapus
  112. Adinda
    4915131389
    P.IPS A 2013

    Kejahatan yang terjadi pada orang dewasa atau yang sudah cukup umur saja bisa menyebabkan trauma dan terganggu psikologisnya. Apalagi kejahatan seksual yang terjadi diusia dini trauma yang mendalam akan di bawa hingga ia dewasa. Dengan berada dibawah tekanan orang dewasa yang melakukannya untuk menutupi perbuatan kejinya semakin merusak mental dan psikologisnya. Sulit mengubah prilaku buruk yang sudah menjadi kebiasaan sejak kecil. Kejahatan seksual akan merusak mental dan psikologis seseorang dimana keduanya tersebut akan mengakibatkan seseorang akan kehilangan tujuan hidup, tidak beranggapan bahwa hidupnya tidak bermakna dan dirinya sudah tidak berharga lagi sehingga akan sangat mudah untuk lebih merusak dirinya lagi. Sehingga akan sulit mengubah pemikirannya untuk lebih baik. Maka dari itu dia dapat melakukan perbuatan dosa itu untuk berulang-ulang kali. Kejahatan seksual ada pelaku dan ada korban namun kejahatan seksual itu bisa mengakibatkan si korban malah menjadi pelaku kejahatan seksual juga, atau dia dapat menjadi ketergantungan sehingga sering melakukan mastrubasi. Seks memang bisa menjadi seperti heroin membuat sesorang merasa ketagihan dan mengahancurkan diri sendiri.
    1. Bagaimana menyembuhkan trauma akibat kejahatan seksual?
    2. Apakah kejahatan seksual terhadap orang dewasa dan anak kecil memberikan pengaruh yang berbeda? Apa saja ? dan apakah untuk menyembuhkan rasa traumanya memiliki cara yang berbeda

    BalasHapus
  113. Teguh Aji Putra ( 4915133436 )
    P.IPS B 2013

    Kejahatan seksual yang dialami oleh anak-anak selain meninggalkan luka secara fisik, juga meninggalkan luka secara psikis/psikologis, namun dari pada itu luka psikis lah yang paling sulit untuk di hilangkan sebab apa yang ia alami sejak masa anak-anak itu pasti akan terbawa sampai kapanpun. Sebab itulah benar dengan apa yang dikatakan oleh bapak Nusa putra jika kejahatan/kekerasan seksual bisa sangat menghancurkan, sebab trauma psikis yang dialami oleh wanita tersebut akan sulit untuk dihilangkan, apalagi orang yang telah menghancurkannya adalah orang ayah kandungnya sendiri.

    1. Adakah cara untuk menyembuhkan luka psikis yang dialami anak-anak korban dari kejahatan seksual orang dewasa ?
    2. Apakah pantas orang yang melakukan kejahatan seksual itu dijatuhi hukuman kebiri jika kelakuannya saja sudah melebihi binatang ?
    3. Mengapa orang bisa tega melakukan kejahatan seksual ( Pemerkosaan ) terhadap anak kandungnya itu sendiri ?

    BalasHapus
  114. Chintia Gandi
    4915116871
    P.IPS B 2011

    Kekerasan seksual selalu menimbulkan trauma yang sangat mendalam bagi para korban apalagi dialami oleh seorang anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, tidak ada kata lagi yang dapat dikatakan untuk mengecap tindakan kejahatan ayahnya tersebut selain perbutan keji, hina dan biadab. Seorang wanita yang mengalami kekerasan seksual tersebut mungkin tidak dapat lagi menghargai hidupnya bahkan dy kan selalu berfikir tidak ada harapan hidup lagi bagi dirinya, maka inilah dampak yang akan terus berjalan disetiap hari di hidupnya, gambaran suram dan mengerikan bahkan menakutkan yang hanya adalah kesendirian yang sangata mencekam yang akan selalu dy rasakan.

    Pertanyaan :
    1. Bagaimana cara menhilangkan dampak dari kekerasan seksual tersebut ? 2. Apakah perlu adanya support secara terus-menerus dalam menjalani hidupnya sehari-hari dari orang terdekat maupun orang yang di percaya ?olehnya ?
    3. Mengapa trauma akibat kekerasan seksual sangat berdampak besar bagi psikologis seseorang, bisakah dengan jalan therapy trauma itu bisa di hilangkan ?

    BalasHapus
  115. Lucy Santa Katarina ( 4915131377 ) P.IPS REG A 2013

    Membaca cerita diatas membuat saya tidak habis fikir, dimana akal budi seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri. Semua telah dibutakan dengan hawa nafsu. Dimana perbuatannya itu bisa membuat trauma psikis yang hebat terhadap si anak. Fungsi ayah sudah tidak berperan lagi dalam kasus seperti ini. Seorang ayah seharusnya bisa sebagai contoh yang baik bagi anaknya, memberi perlindungan yang ketat terhadap anak-anaknya. Kecanggihan teknologi mungkin telah mengubah pola pikir seorang ayah menjadi lebih negatif sehingga si ayah tersebut bisa berbuat bejad pada anaknya sendiri. Pengalaman yang dialami anak tersebut akan terus membekas sehingga membuat dia takut serta trauma yang berkepanjangan. Akibatnya dapat merusak hubungannya dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana cara mengurangi rasa trauma pada seseorang ?
    2. Apakah yang membuat seseorang menjadi hyperseks ?
    3. Bagaimana cara mencegah terjadinya kasus-kasus seperti diatas tadi ?

    BalasHapus
  116. Siti Chadijah
    P.IPS B 2013


    Setelah membaca tulisan pak Nusa ini saya merasa sedih dan kecewa, seharusnya orang tua apalagi seorang bapak kandung harus melindungi anaknya tapi bapak tersebut malah merusak anaknya. Anak menjadi seperti kehilangan harapan dimasa depan. Perilaku yang tidak baik pada diri kita, juga ditentukan oleh kejadian yang pernah kita alami. Contoh seperti tulisan pak Nusa yang ini dan terasangka sodomi, dimana pelaku sodomi, dahulu juga pernah disodomi.
    1. Apa yang harus dilakukan, pada anak yang mengalami kekerasan seksual?
    2. sebagai pendidik bagaimana menyikapi kejahatan seksual tersebut?
    3. bagaimana bisa seorang bapak kandung, melakukan kejahatan seksual tersebut kepada putri kandungnya sendiri?

    BalasHapus
  117. Titis Sari Metsun
    4915127077
    PIPS B 2012

    Kejahatan seksual merupakan kejahatan yang tak mengenal batas usia serta mengenal silsilah keluarga. Kejahatan ini begitu marak terjadi di indonesia khususnya belakangan ini, saya sering menonton berita yang memuat mengenai kejahatan seksual yang dilakukan oleh keluarga kandung si korban itu sendiri. Hal itu menunjukan bahwa moral laki - laki di bangsa kini kian lama kian mengalami kemunduran, aqidah - aqidah agama semakin dilupakan dan nafsu syahwat semakin dijunjung tinggi. Seperti yang saya pernah dengar disalah satu stasiun tv "curigailah setiap orang tak terkecuali suamimu" kini sebagai orang tua, ibu harus memberikan perhatian ekstra kepada anaknya hingga anak tersebut menikah kelak.

    Cerita akan "aku ingin bunuh diri" yang telah ditulis oleh bapak juga menunjukan bahwa begitu kerasnya dampak akan kekerasan seksual yang terjadi kepada seseorang tak mengenal berapapun usia orang tersebut.

    Apa yang dilakukan oleh tokoh ayah dalam tulisan bapak tersebut menunjukan bahwa bangsa ini begitu lemah akan nafsu begitu mudah tergoda akan nafsu sehingga dengan mudah menghancurkan generasi muda demi nafsunya tak perduli siapakah yang menjadi korban akan nafsu jahatnya.

    Tokoh dalam tulisan yang bapak ceritakan merupakan salah satu contoh nyata yang terjadi di masyarakat bahwa kejahatan seksual begitu dekat dengan seorang wanita, kejahatan seksual merupakan kejahatan yang keji bukan hanya dapat melahirkan traumatik mendalam namun juga dapat menghancurkan masa depan pula.

    BalasHapus
  118. Danty Damayanti
    4915116864
    P.IPS 2011 B


    Setelah saya membaca tentang tulisan bapak ini saya ikut merasakan bagaimana yg dirasakan perempuan itu. Kalaupun saya berada diposisi dia mungkin bunuh diri adalah hal yg ingin saya lakukan karna memang hidup sudah tidak bermakna lagi bila kita sebagai perempuan dilakukan seperti. Nauzubiklah mindzalik apalagi ini dilakukan oleh seorang ayah kandung sendiri yg harusnya memberikan contoh yang baik dan menjadi panutan dalam keluarga tapi ini tidak. Kehahatan seksual yg dilakukan seperti ini apalagi pada anak-anak pasti akan meninggalkan luka yg mendalam bagi korbannya. Tidak hanya itu bahkan di kemudian hari si korban juga bisa menjadi seorang pelaku kejahatan seksual karna ia merasa ingin balas dendam dengan kejadian yg telah merusak masa depannya itu. Dalam pikirannya tidak hanya dia yg harus menjadi korban kejahatan seksual tapi orang lain juga harus merasakan apa yg ia rasakan.


    Yg mau saya tanyakan disini :
    1. Bagaimana kita menjaga diri kita sendiri dari kejahatan seksual apalagi sekarang-sekarang ini pelaku kejahatan seksual makin tidak berotak dan bejat kelakuannya upaya apa yg bisa kita lakukan untuk tidak menjadi korban kejahatan seksual
    2. Bagaimana peran kita nanti sebagai orang tua / guru untuk membekali pengetahuan tentang sex dari sedini mungkin ? Pengetahuan tetentang sex inilah yg jarang diberikan oleh guru apalagi org tua oleh karena itu anak2 menjadi penasaran dan mecari tahu sendiri.
    3. Baigamana menghilangkan kebiasaan buruk seperti masturbasi, yg sebenarnya dalam diri kita juga tahu kalau itu perbuatan yg sangat berdosa dan juga merugikan bagi diri kita sensidiri. karna kalaupun untuk menceritakan kebiasaan tersebut saja sangat malu dan bisa jadi seorang sahabat sekali pun bisa ilfill dan merasa takut dengan perbuatan kita jika seperti itu. Oleh karna kita itu hal apa yg harus dilakukan untuk mencegah kebiasaan buruk yg kaitannya dengan sex ?

    BalasHapus
  119. Danty Damayanti
    4915116864
    P.IPS 2011 B


    Setelah saya membaca tentang tulisan bapak ini saya ikut merasakan bagaimana yg dirasakan perempuan itu. Kalaupun saya berada diposisi dia mungkin bunuh diri adalah hal yg ingin saya lakukan karna memang hidup sudah tidak bermakna lagi bila kita sebagai perempuan dilakukan seperti. Nauzubiklah mindzalik apalagi ini dilakukan oleh seorang ayah kandung sendiri yg harusnya memberikan contoh yang baik dan menjadi panutan dalam keluarga tapi ini tidak. Kehahatan seksual yg dilakukan seperti ini apalagi pada anak-anak pasti akan meninggalkan luka yg mendalam bagi korbannya. Tidak hanya itu bahkan di kemudian hari si korban juga bisa menjadi seorang pelaku kejahatan seksual karna ia merasa ingin balas dendam dengan kejadian yg telah merusak masa depannya itu. Dalam pikirannya tidak hanya dia yg harus menjadi korban kejahatan seksual tapi orang lain juga harus merasakan apa yg ia rasakan.


    Yg mau saya tanyakan disini :
    1. Bagaimana kita menjaga diri kita sendiri dari kejahatan seksual apalagi sekarang-sekarang ini pelaku kejahatan seksual makin tidak berotak dan bejat kelakuannya upaya apa yg bisa kita lakukan untuk tidak menjadi korban kejahatan seksual
    2. Bagaimana peran kita nanti sebagai orang tua / guru untuk membekali pengetahuan tentang sex dari sedini mungkin ? Pengetahuan tetentang sex inilah yg jarang diberikan oleh guru apalagi org tua oleh karena itu anak2 menjadi penasaran dan mecari tahu sendiri.
    3. Baigamana menghilangkan kebiasaan buruk seperti masturbasi, yg sebenarnya dalam diri kita juga tahu kalau itu perbuatan yg sangat berdosa dan juga merugikan bagi diri kita sensidiri. karna kalaupun untuk menceritakan kebiasaan tersebut saja sangat malu dan bisa jadi seorang sahabat sekali pun bisa ilfill dan merasa takut dengan perbuatan kita jika seperti itu. Oleh karna kita itu hal apa yg harus dilakukan untuk mencegah kebiasaan buruk yg kaitannya dengan sex ?

    BalasHapus
  120. Sungguh miris sekali membaca kisah nyata dari tulisan bpk "aku mau bunuh diri" mahasiswi sebaya kami, dimana di umur yang produktif seharusnya dia dapat bebas mengaktualisasikan diri, berkarya, berkreasi, berinovasi, dan berprestasi, mencari pengalaman - pengalaman baru, dan bersosialisasi dengan teman sebaya maupun lingkungannya, memperbanyak link, serta biasanya banyak melakukan penjajakan kpd lawan jenis, tetapi dia harus mengalami traumatik yg mendalam akibat kejadian yg dialaminya di masa kecil, kejahatan seksual yang dilakukan ayah nya yang bajingan, benar - benar membawa efek buruk sampai saat dia beranjak dewasa, bahkan sampai dia benci kpd laki - laki, siapapun itu, gangguan psikis dan psikologis yang di alaminya membuatnya aneh, aneh dari anak - anak seumurannya, harus merasakan hasrat yang tak terbendung di malam hari maupun siang hari yang sangat mengganggu hari - harinya dan kehidupannya, dia merupakan korban dari nafsu laki - laki yang tidak bermoral. Bagaimana nasib anak perempuan tersebut yang benci akan lawan jenis? Tetapi, di sisi lain ada hasrat di dalam dirinya untuk selalu masturbasi? Apakah traumatik yang dialami nya tersebut dapat sembuh seiring berjalannya waktu? Penanganan seperti apa yang tepat untuk menangani kasus seperti ini?

    BalasHapus
  121. Lina Wati
    P.IPS B 2013
    Saat ini kejahatan seksual sudah semakin merajai. Akhir-akhir ini di media massa banyak pemberitaan mengenai kasus kejahatan seksual. Bahkan seorang ayah kandung pun tega melakukan kejahatan seksual pada anak kandungnya. Menurut saya, salah satu penyebab hal ini karena masyarakat terlalu lemah dalam menerima perubahan yang terjadi di masyarakat, sehingga tidak mampu untuk menyaring hal-hal yang baik dan buruk, yaitu dalam hal semakin canggihnya teknologi. Orang dapat dengan mudah mengakses sesuatu yang berbau negatif di internet, seperti menonton video porno dll, yang menjadi salah satu pemicu munculnya kejahatan seksual.
    Kejahatan seksual memang telah memberi dampak negatif yang luar biasa bagi para korbannya. Korban akan mengalami gangguan fisik, psikis, juga dampak sosial. Luka dan trauma akibat kejahatan seksual akan dibawa korban sepanjang hidupnya dan akan terus membayangi hidupnya. Perlu adanya penanganan dari sang ahli untuk menghilangkan luka dan trauma tersebut.
    Pertanyaan :
    1. Allah SWT menyatakan bahwa tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan umatnya. Lalu mengapa banyak orang yang bunuh diri?
    2. Bagaimana caranya menghadapi cobaan hidup yang berat?
    3. Bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mencegah kejahatan seksual?

    BalasHapus
  122. ida farida
    4915116886
    p.ips b
    saya miris membaca cerita pak nusa yang ini, sungguh seorang bapak tega melakukannya terhadap darah daging nya sendiri. ini bisa sangat membuat anak tersebut trauma yang sangat amat mendalam. orang yang mencintainya di dalam hidup nya tega melakukan itu. bagaimana masa depan bangsa indonesia kalau masih ada pelecehan seksual di bawah umur ini. seharusnya ayah nya mendapatkan hukuman penjara seumur hidup akan perbuatan yang dilakukan anak tersebut. dan anak tersebut harus cepat-cepat dibawa ke psikologi anak supaya ia dapat menyelesaikan masalah nya ini

    BalasHapus
  123. Nama : Nur Cholis A.S
    P.IPS B 2013
    NIM : 4915137156
    Kejahatan seksual memang sering kali memberi dampak besar terhadap korban,bahkan memberi dampak berkepanjangan,hingga membuat korban menjadi trauma.Sungguh ironis peristiwa yang terjadi di Indonesia belakangan ini seperti kasus JIS dan Emon yang beberapa hari yang lalu ramai dibicarakan banyak orang.Sudah selayaknya seorang perempuan dilindungi dan dikasihi,karena dari sanalah seorang wanita dapat melahirkan orang-orang yang begitu hebat.Kisah yang tertulis diatas merupakan sebuah ironi,betapa terpuruknya nilai-nilai kemanusiaan dan moral dari kebanyakan orang pada saat ini.Entah bagaimana ini bisa terjadi,padahal sudah cukup banyak upaya untuk memperbaiki masalah tersebut.Mungkin bagi sebagian orang hal-hal yang demikian dianggap tabu,namun semakin maju perkembangan didunia ini hal yang sebelumnya dianggap tabu sudah tidak bermakna lagi,mungkin mereka tidak tahu malu ? ya bisa jadi seperti itu,atau mungkin mereka sudah gerah bermain petak umpet menyembunyikan keburukan dan mulai melakukan kebebasan,bisa jadi juga seperti itu.Lagi-lagi, faktor lingkungan memberi andil yang cukup besar dalam pembentukan karakter setiap orang , kasus diatas merupakan dampak dari pengaruh lingkungan yang jelas tidak baik untuk perkembangan mental dari anak tersebut, selain itu kejadian yang ia alami memberi efek jangka panjang yang secara tidak langsung member stimulus bagi korban untuk melakukan hal-hal lainnya yang mungkin dapat lebih ekstrim.
    1.Mengapa terjadi banyak permasalahan moral di Indonesia ?
    2.Menurut bapak bagaimanakah solusi untuk mengatasi permasalahan moral seperi ini ?
    3.Bagaimana pemberian sanksi yang memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan seksual ?

    BalasHapus
  124. Nama : Aginda Nabila Putri yudia
    NIM : 4915131408
    P.IPS A 2013
    Kejahatan seksual memang dapat menimbulkan efek yang berkepanjangan, apalagi membuat si korban trauma. Ini sangat berbahaya, sebab dapat menggangu kehidupannya dikemudian hari. Kadang mereka tidak mau keluar dari rumah dan hanya mengurung diri mereka sendiri didalam kamar. Kejahatan seperti ini juga kadang-kadang orang terdekat dari korban, seharusnya sebagai orang terdekat tidak sepantasnya melakukan kejahatan seperti ini.
    Pertanyaan :
    1. Adakah dampak yang paling menonjol setelah terjadinya kejahatan seksual?
    2. Bagaimana cara mengatasi supaya tidak ada lagi kejahatan seksual?
    3. Mengapa pelaku kejahatan seksual rata-rata orang terdekat dari korban?

    BalasHapus
  125. Yulinda Indah P
    4915133440
    PIPS B 2013

    Miris mendengar cerita bapak pada tulisan ini, sungguh kekerasan seksual dapat menghancurkan hidup seseorang. Trauma akibat kekerasan seksual akan sulit dihilangkan. Dampak yang dapat terlihat jelas adalah pada perkembangan psikologis si korban. Parasaan ketakutan merupakan dampak yang sering dialami si korban. Ketakutan ini muncul dalam bentuk takut kepada orang tertentu, bentuk tubuh tertentu, dan tempat tertentu. Selain itu, kecurigaan juga sering muncul sebagai dampak dari korban pelecehan seksual. Korban pelecehan seksual menjadi ‘paranoid’ kepada orang tertentu, orang asing yang tidak dikenalnya, serta tempat asing yang belum pernah dikunjunginya. Sehebat itu dampak berkepanjangan dari kekerasan seksual. Yang saya amat sayangkan, yang menjadi pelaku dalam kekerasan seksual pada tulisan bapak ini adalah ayah kandung dari si korban. Sosok kepala keluarga yang seharusnya menjadi contoh dan menjadi panutan yang baik untuk anak-anaknya. Ketika seharusnya orangtua memberikan pendidikan, menanamkan nilai-nilai (values) yang dibutuhkan anak mengajarkan keterampilan dan mewariskan akhlak dan budi pekerti. Namun kondisi ideal tumbuh kembang anak tersebut sulit didapatkan anak saat ini. Malahan justru ia menjadi korban sendiri dari perilaku orangtua dan keluarganya sendiri.
    Pertanyaan:
    1. Bagaimana dunia pendidikan memandang kasus kekerasan seksual ini?
    2. Bagaimana mengatasi trauma akibat kekerasan seksual pada diri seorang anak?
    3. Bagaimana cara mencegah atau mengurangi tindakan kekerasan seksual ini?

    BalasHapus
  126. Nama: Rahmayanti Sukowati
    Noreg: 4915116878
    P.IPS B 2011

    Setelah membaca tulisan Pak Nusa tentang " Saya Ingin Bunuh Diri" saya merasa terenyuh, sedih, dan tak habis fikir kalo saya menjadi sang korban. Kekerasan korban seksual saat ini memang sangatlah marak terjadi, pelakunya pun beragam, bisa orang lain bahkan orang terdekat dalam keluarga yang menjadi tersangka. hal ini memang sangat miris sekali, orang terdekat yang harusnya melindungi dan mengayomi malah menjadi sesosok monster yang sangat mengerikan. di tambah lagi dengan kemajuan teknologi yang serba mudah mengakses yang berbau pornografi yang mendorong melakukan hal keji seperti itu. para pelaku tidaklah melihat dampak apa yang terjadi, dampak pada psikis yang memang akan tetap membekas dan trauma berkepanjangan. Seharusnya memang harus ada penanganan khusus yang dilakukan pemerintah terhadap kekerasan seksual pada saat ini. semoga kekerasan seksual dapat berkurang dan orang tua sadar akan tugasnya.

    yang ingin saya tanyakan;
    1. Apakah " masturbasi" yang dilakukan korban itu akan terus berlanjut sampai nanti? akankah ia dapat berfikir bahwa traumanya akan hilang apabila dilakukannya penanganan khusus? serta akankah nantinya iya akan menginginkan untuk menikah?:
    2.Bagaimana menghindari perbuatan hal yag tak diinginkan seperti hal diatas, dimana kemajuan teknologi sudah disalahgunakan oleh banyak orang?

    3. Bagaimana cara kita sebagai pendengar dari sang korban, apa yang dapat kita lakukan sebagai pendengar? kita tau bahwa penderitaan sang korban sangatlah berat, bolehkah kita sebagai pendengar melaporkan hal tersebut kepada yang berwenang?

    Terimakasih :)

    BalasHapus
  127. Nama: Rahmayanti Sukowati
    Noreg: 4915116878
    P.IPS B 2011

    Setelah membaca tulisan Pak Nusa tentang " Saya Ingin Bunuh Diri" saya merasa terenyuh, sedih, dan tak habis fikir kalo saya menjadi sang korban. Kekerasan korban seksual saat ini memang sangatlah marak terjadi, pelakunya pun beragam, bisa orang lain bahkan orang terdekat dalam keluarga yang menjadi tersangka. hal ini memang sangat miris sekali, orang terdekat yang harusnya melindungi dan mengayomi malah menjadi sesosok monster yang sangat mengerikan. di tambah lagi dengan kemajuan teknologi yang serba mudah mengakses yang berbau pornografi yang mendorong melakukan hal keji seperti itu. para pelaku tidaklah melihat dampak apa yang terjadi, dampak pada psikis yang memang akan tetap membekas dan trauma berkepanjangan. Seharusnya memang harus ada penanganan khusus yang dilakukan pemerintah terhadap kekerasan seksual pada saat ini. semoga kekerasan seksual dapat berkurang dan orang tua sadar akan tugasnya.

    yang ingin saya tanyakan;
    1. Apakah " masturbasi" yang dilakukan korban itu akan terus berlanjut sampai nanti? akankah ia dapat berfikir bahwa traumanya akan hilang apabila dilakukannya penanganan khusus? serta akankah nantinya iya akan menginginkan untuk menikah?:
    2.Bagaimana menghindari perbuatan hal yag tak diinginkan seperti hal diatas, dimana kemajuan teknologi sudah disalahgunakan oleh banyak orang?

    3. Bagaimana cara kita sebagai pendengar dari sang korban, apa yang dapat kita lakukan sebagai pendengar? kita tau bahwa penderitaan sang korban sangatlah berat, bolehkah kita sebagai pendengar melaporkan hal tersebut kepada yang berwenang?

    Terimakasih :)

    BalasHapus
  128. Novalia Erni Putri (4915127062)
    Miris, emosi, tidak terima..begitulah kiranya yg bisa saya ungkapkan ketika merujuk pada kata-kata ayahku yang melakukannya, ayahku..dan ayahku. Mungkin hanya ayah yang tidak bernurani dan begitu tidak menghargainya sebagai anak dan wanita. Kesimpulannya sederhana.. Ketika LOGIKA DAN HUKUMAN tertutup gelaaap dikuasai nafsu.
    Yang menjadi pertanyaan :
    1) Bisakah ayahnya merasa berdosa ketika kelak tlah menyadari perbuatan kejinya?
    2) Akankah kebiasaan si putri itu berakhir dalam jangka panjang?
    3) Hal apakah yang bisa membuat putri tersebut hidup damai?

    BalasHapus
  129. Dini Saidah Nashro
    4915116350
    P.IPS 2011 B

    Kejahatan seksual yang dipaparkan pada cerita bapak diatas menurut saya adalah kejahatan seksual yang paling keji dan sangat-sangat tidak bisa dimaafkan. Seorang ayah telah menghancurkan masa depan anak kandungnya sendiri. Sungguh tidak berperi kemanusiaan, tindakannya seperti binatang. Jelas saja anak kandungnya tersebut merasa sangat trauma bahkan benci terhadap laki-laki. Menurut saya hal tersebut sangatlah wajar, anak kecil masih usia Sekolah Dasar mengalami perlakuan buruk dari ayah kandungnya sendiri. Ini kisah nyata yang sangat mengharukan. Saat ini marak terjadi kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Yang saya takutkan, anak-anak tresebut kelak mengalami trauma berkepanjangan seperti contoh kasus pada tulisan diatas. Jika terjadi demikian ditakutkan masa depannya terganggu, anak menjadi kurang percaya diri, penakut, dan akan selalu merasa dirinya telah ternodai. Kejahatan seksual seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari kalangan pemerintah dan aparat penegak hokum karena hal ini menyangkut harga diri dan masa depan seseorang.
    Bagaimana dengan kasus pelecehan seksual yang terjadi di tempat umum? Bagaimana cara kita agar terhindar dari pelecehan seksual yang kerap terjadi di tempat umum?
    Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai seorang pendidik apbila anak didik kita mengalami pelecehan seksual?

    BalasHapus
  130. Dini Saidah Nashro
    4915116350
    P.IPS 2011 B

    Kejahatan seksual yang dipaparkan pada cerita bapak diatas menurut saya adalah kejahatan seksual yang paling keji dan sangat-sangat tidak bisa dimaafkan. Seorang ayah telah menghancurkan masa depan anak kandungnya sendiri. Sungguh tidak berperi kemanusiaan, tindakannya seperti binatang. Jelas saja anak kandungnya tersebut merasa sangat trauma bahkan benci terhadap laki-laki. Menurut saya hal tersebut sangatlah wajar, anak kecil masih usia Sekolah Dasar mengalami perlakuan buruk dari ayah kandungnya sendiri. Ini kisah nyata yang sangat mengharukan. Saat ini marak terjadi kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Yang saya takutkan, anak-anak tresebut kelak mengalami trauma berkepanjangan seperti contoh kasus pada tulisan diatas. Jika terjadi demikian ditakutkan masa depannya terganggu, anak menjadi kurang percaya diri, penakut, dan akan selalu merasa dirinya telah ternodai. Kejahatan seksual seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari kalangan pemerintah dan aparat penegak hokum karena hal ini menyangkut harga diri dan masa depan seseorang.
    Bagaimana dengan kasus pelecehan seksual yang terjadi di tempat umum? Bagaimana cara kita agar terhindar dari pelecehan seksual yang kerap terjadi di tempat umum?
    Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai seorang pendidik apbila anak didik kita mengalami pelecehan seksual?

    BalasHapus
  131. Nama : Aminah Pertiwi
    NIM : 4915127038
    Pendidikan IPS 2012 Non Reguler

    Sedih dan miris membaca tulisan bapak diatas, bahwa kejadian mengerikan itu nyata. Saya setuju dengan kata-kata dalam tulisan diatas bahwa kejahatan seksual itu mengerikan. Dari tulisan diatas juga dapat dilihat bagaimana dampak yang dihadapi oleh korban kejahatan seksual tersebut. Banyak luka yang dihadapinya, luka secara fisik memang tidak terlihat tapi secara psikologis luka tersebut tentulah mengganggu kehidupan korban kejahatan seksual tersebut.

    Yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. Bagaimanakah cara untuk menghilangkan trauma para korban kejahatan seksual?
    2. Apakah ada strategi khusus untuk menghilangkan trauma pada korban kejahatan seksual?

    BalasHapus
  132. Nur EkaYanti Lestari
    P.IPS A 2011

    kehidupan ini memang sudah benar2 keras di manapun kejahatan bisa terjadi awalnya banyak orang yang ketakutan dengan kejahatan di jalan tetapi sekarang kejahatan pun bisa terjadi di dalam rumah kita sendiri, apa lagi dengan tulisan yang bapak katakan bahwa kejahatan itu di lakukan dengan ayahnya sendiri betapa teganya seorang ayah melampiaskan nafsu setannya dengan mengorbankan anaknya dengan membuat anaknya trauma berkepanjangan, seharusnya sebagai ayah bisa melindungi bukan malah merusak,dengan tulisan ini saya bisa belajar bahwa di dalam kehidupan tidak semuanya baik-baik saja melainkan banyaknya setan yang mengganggu dengan itu kita harus memper dalam iman agar bisa terlindungi dari kejahatan yang begiitu banyak di di lingkungan sekitar.

    BalasHapus
  133. Kisah pilu yang dialami salah seorang perempuan dalam tulisan Pak Nusa ini hanyalah sebagian kecil dari maraknya aksi kejahatan seksual yang terjadi di tengah masyarakat kita, yang telah menunjukkan terjadinya degradasi moral. Nilai-nilai kesusilaan yang seharusnya dijaga kesuciannya harus dikoyak dan dinodai oleh naluri kebinatangan yang diberikan tempat untuk berlaku sebagai adidaya. Seperti yang kita ketahui bahwa akhir-akhir ini, kita disuguhkan oleh media berita mengenai fenomena kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi seksual, yang bukan hanya menimpa perempuan dewasa tetapi juga anak-anak. Kejahatan kesusilaan dan pelecehan seksual sudah begitu kompleks, meresahkan serta mencemaskan masyarakat, sehingga tidak dapat dipandang dari sudut mikro saja. Perilaku manusia, dalam hal ini adalah seorang ayah yang tega merenggut kebahagiaan anak perempuannya, tentulah tidak muncul dengan sendirinya, tetapi berkembang melalui suatu proses, akibat pengaruh lingkungan, aspek sosiologis, budaya (agama termasuk didalamnya).

    BalasHapus
  134. Nama : sartika oktaviani
    Nin : 4915127073

    kejahatan sangatlah meninggalkan bekas terutama pada kejahatan seksual, selain fisik .. psikis pun akan dirusaknya. seumur hiduppun takkan terlupakan dan terobati rasa sakitnya bahkan, dengan kejadian tersebut dapat membuat hidup korbannya rusak dan lebih menyeramkan lebih dari yang kita bayangkan dan dapat merubah total pola dan tingkah laku kearah yang cenderung negatif.

    kejahatan dapat dilakukan oleh siapapun, dimanapun dan dengan siapapun.
    kejahatan tak pandang bulu tanpa terkecuali ayah kandung darah daging pun tega menyakiti dan melakukan hal kekeji dan sebejat itu.

    BalasHapus
  135. Itsna Fika Annisa
    4915116863
    P.IPS B 2011

    Kisah yang bapak tuliskan sangat jelas tergambar akibat dari kejahatan seksual yang dialami perempuan tersebut sangat tersiksa dan membekas seumur hidupnya dimana seorang ayah tega memperkosa darah dagingnya sendiri. Satu-satunya harta berharga dari seorang wanita yaitu kehormatannya dirampas begitu saja oleh ayahnya. Pelaku kejahatan seksual akhir-akhir ini makin marak terjadi akibat penurunan moral bangsa. Tontonan-tontonan tidak mendidik dan cenderung tidak berkualitas tak ubahnya dijadikan contoh yang membawa dampak negatif bagi moral suatu bangsa. Di televisi kita sering melihat banyaknya anak yang tega diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri sungguh sangat miris dan ironi. Tulisan Pak Nusa ini membuat mata hati saya terbuka bahwa sangat tidak ubahnya seperti para binatang para pelaku kekerasan seksual melakukan tindakan tersebut. Apakah benar seorang ayah tega melakukan tindakan tersebut yang tidak hanya dilakukan sekali tetapi berulang kali? Ini sungguh di luar logika manusia. Bagaimana dia tega melakukannya? Apakah masih pantas disebut ayah apabila melihat tindakan yang dilakukan dan efek yang terjadi?
    Pendidikan yang pertama dan utama adalah dari keluarga. Untuk itulah perlunya membentuk suatu pondasi dan hubungan yang baik dan kuat di dalam keluarga. Misalnya membangun hubungan yang harmonis, membangun sikap mental dari segi agama dan pendidikan, serta perlunya menjaga dari lingkungan luar yang membahayakan.

    Pertanyaan:
    1. Apakah akibat kekerasan seksual yang terjadi seperti kisah di atas selalu akan membawa dampak kepada korban untuk terus menerus melakukan masturbasi?
    2. Apakah bisa untuk mengembalikan kondisi korban kekerasan seksual? Bagaimana cara menghilangkan rasa trauma akibat kekerasan yang terjadi baik dari kondisi fisik maupun psikis?
    3. Bagaimana hukum yang seharusnya pantas diterapkan kepada pelaku kejahatan seksual ini? Apa yang sebaiknya dilakukan perempuan tersebut? Karena pelaku kejahatan tersebut adalah ayah kandungnya sendiri.

    BalasHapus
  136. Sella Alferaria/ 4915131419
    P.IPS A 2013
    Membaca tulisan Bapak ini merupakan cerita yang menarik bagi saya. Pada dasarnya, kejahatan apapun yang dilakukan oleh si pelaku akan berdampak buruk bagi korbannya. Perbedaannya, tergantung tingkat kejahatannya dan seburuk apa dampak negatif yang akan dirasakan oleh korbannya.
    Terkait dengan kejahatan seksual, memang akan berefek buruk terutama secara psikologi seseorang sampai menimbulkan traumatik didalam dirinya. Dari trauma akan menimbulkan rasa takut, dari rasa takut menimbulkan rasa kebencian di dalam diri seseorang. Dengan membaca tulisan ini, saya bisa merasakan atau berempati apabila saya berada diposisi anak yang diperkosa oleh Ayah kandungnya. Sungguh kejahatan yang sangat tidak manusiawi. Padahal, manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, memiliki akal fikiran, bahkan di dalam kehidupan manusia terdapat norma-norma sosial, nilai-nilai sosial, moral, etika bahkan agama yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup untuk menuntun kehidupan manusia tersebut menjadi lebih baik. Entah mengapa seorang Ayah tega melakukan kejahatan tersebut, apakah karena nafsu? atau memiliki penyakit kelainan secara psikologis ? hal demikian merupakan pertanyaan penting yang menarik untuk diteliti. Meskipun begitu, kejahatan seksual yang dilakukan oleh seorang Ayah terhadap anak kandungnya adalah perilaku binatang yang tidak pantas disebut sebagai manusia.
    Saya pernah membaca sebuah buku tentang seksual, bahwa seseorang yang pernah melakukan seks, akan mengakibatkan kecanduan, sehingga seseorang tersebut akan memiliki rasa ketagihan untuk melakukan seks kembali. Bahkan saya pernah mendengar dari obrolan saya dengan mahasiswa IPB, bahwa kecanduan seks lebih susah untuk diatasi dari pada kecanduan narkoba. Kemungkinan alasan itulah mengapa di Indonesia sangat melarang adanya seks bebas diluar pernikahan.
    Terkait dengan seorang anak korban dari pemerkosaan ayah kandungnya sendiri, tak heran jika anak tersebut memiliki kelainan seperti melakukan masturbasi. Karena itu merupakan efek dari seks, seolah-olah seks merupakan kebutuhan bagi dirinya sendiri.

    Pertanyaan
    1. Kejahatan seksual terjadi dimana-mana termasuk di Negara Indonesia. Kebijakan apa yang harus diterapkan untuk meminimalisir kejahatan seksual tersebut?
    2. Sosialisasi seperti apa yang dapat dijadikan sebagai pencerahan untuk menghapus ketraumaan seseorang ?
    3. Apa yang harus dilakukan seseorang untuk menghilangkan kebiasaan buruk seperti masturbasi? Padahal, jika kebiasaan buruk tersebut tidak dilakukan maka akan menyiksa dirinya sendiri?

    BalasHapus
  137. Sella Alferariav/4915131419
    P.IPS A 2013
    Membaca tulisan Bapak ini merupakan cerita yang menarik bagi saya. Pada dasarnya, kejahatan apapun yang dilakukan oleh si pelaku akan berdampak buruk bagi korbannya. Perbedaannya, tergantung tingkat kejahatannya dan seburuk apa dampak negatif yang akan dirasakan oleh korbannya.
    Terkait dengan kejahatan seksual, memang akan berefek buruk terutama secara psikologi seseorang sampai menimbulkan traumatik didalam dirinya. Dari trauma akan menimbulkan rasa takut, dari rasa takut menimbulkan rasa kebencian di dalam diri seseorang. Dengan membaca tulisan ini, saya bisa merasakan atau berempati apabila saya berada diposisi anak yang diperkosa oleh Ayah kandungnya. Sungguh kejahatan yang sangat tidak manusiawi. Padahal, manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, memiliki akal fikiran, bahkan di dalam kehidupan manusia terdapat norma-norma sosial, nilai-nilai sosial, moral, etika bahkan agama yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup untuk menuntun kehidupan manusia tersebut menjadi lebih baik. Entah mengapa seorang Ayah tega melakukan kejahatan tersebut, apakah karena nafsu? atau memiliki penyakit kelainan secara psikologis ? hal demikian merupakan pertanyaan penting yang menarik untuk diteliti. Meskipun begitu, kejahatan seksual yang dilakukan oleh seorang Ayah terhadap anak kandungnya adalah perilaku binatang yang tidak pantas disebut sebagai manusia.
    Saya pernah membaca sebuah buku tentang seksual, bahwa seseorang yang pernah melakukan seks, akan mengakibatkan kecanduan, sehingga seseorang tersebut akan memiliki rasa ketagihan untuk melakukan seks kembali. Bahkan saya pernah mendengar dari obrolan saya dengan mahasiswa IPB, bahwa kecanduan seks lebih susah untuk diatasi dari pada kecanduan narkoba. Kemungkinan alasan itulah mengapa di Indonesia sangat melarang adanya seks bebas diluar pernikahan.
    Terkait dengan seorang anak korban dari pemerkosaan ayah kandungnya sendiri, tak heran jika anak tersebut memiliki kelainan seperti melakukan masturbasi. Karena itu merupakan efek dari seks, seolah-olah seks merupakan kebutuhan bagi dirinya sendiri.

    Pertanyaan
    1. Kejahatan seksual terjadi dimana-mana termasuk di Negara Indonesia. Kebijakan apa yang harus diterapkan untuk meminimalisir kejahatan seksual tersebut?
    2. Sosialisasi seperti apa yang dapat dijadikan sebagai pencerahan untuk menghapus ketraumaan seseorang ?
    3. Apa yang harus dilakukan seseorang untuk menghilangkan kebiasaan buruk seperti masturbasi? Padahal, jika kebiasaan buruk tersebut tidak dilakukan maka akan menyiksa dirinya sendiri?

    BalasHapus
  138. Membaca tulisan Bapak ini merupakan cerita yang menarik bagi saya. Pada dasarnya, kejahatan apapun yang dilakukan oleh si pelaku akan berdampak buruk bagi korbannya. Perbedaannya, tergantung tingkat kejahatannya dan seburuk apa dampak negatif yang akan dirasakan oleh korbannya.
    Terkait dengan kejahatan seksual, memang akan berefek buruk terutama secara psikologi seseorang sampai menimbulkan traumatik didalam dirinya. Dari trauma akan menimbulkan rasa takut, dari rasa takut menimbulkan rasa kebencian di dalam diri seseorang. Dengan membaca tulisan ini, saya bisa merasakan atau berempati apabila saya berada diposisi anak yang diperkosa oleh Ayah kandungnya. Sungguh kejahatan yang sangat tidak manusiawi. Padahal, manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, memiliki akal fikiran, bahkan di dalam kehidupan manusia terdapat norma-norma sosial, nilai-nilai sosial, moral, etika bahkan agama yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup untuk menuntun kehidupan manusia tersebut menjadi lebih baik. Entah mengapa seorang Ayah tega melakukan kejahatan tersebut, apakah karena nafsu? atau memiliki penyakit kelainan secara psikologis ? hal demikian merupakan pertanyaan penting yang menarik untuk diteliti. Meskipun begitu, kejahatan seksual yang dilakukan oleh seorang Ayah terhadap anak kandungnya adalah perilaku binatang yang tidak pantas disebut sebagai manusia.
    Saya pernah membaca sebuah buku tentang seksual, bahwa seseorang yang pernah melakukan seks, akan mengakibatkan kecanduan, sehingga seseorang tersebut akan memiliki rasa ketagihan untuk melakukan seks kembali. Bahkan saya pernah mendengar dari obrolan saya dengan mahasiswa IPB, bahwa kecanduan seks lebih susah untuk diatasi dari pada kecanduan narkoba. Kemungkinan alasan itulah mengapa di Indonesia sangat melarang adanya seks bebas diluar pernikahan.
    Terkait dengan seorang anak korban dari pemerkosaan ayah kandungnya sendiri, tak heran jika anak tersebut memiliki kelainan seperti melakukan masturbasi. Karena itu merupakan efek dari seks, seolah-olah seks merupakan kebutuhan bagi dirinya sendiri.

    Pertanyaan
    1. Kejahatan seksual terjadi dimana-mana termasuk di Negara Indonesia. Kebijakan apa yang harus diterapkan untuk meminimalisir kejahatan seksual tersebut?
    2. Sosialisasi seperti apa yang dapat dijadikan sebagai pencerahan untuk menghapus ketraumaan seseorang ?
    3. Apa yang harus dilakukan seseorang untuk menghilangkan kebiasaan buruk seperti masturbasi? Padahal, jika kebiasaan buruk tersebut tidak dilakukan maka akan menyiksa dirinya sendiri?

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd