Sabtu, 18 Oktober 2014

BOM BALI: MISTERI TAK BERTEPI

Apapun alasannya, atas nama apapun, tindakan terorisme adalah kebiadaban luar biasa. Kita harus mengutuk sekeras-kerasnya. Terorisme harus diperangi dan dihancurkan sampai tuntas ke akar-akarnya. Terorisme adalah seteru besar manusia dan kemanusiaan.

Berdiri di tugu peringatan bom Bali di pertigaan Legian ini masih terasa ada getar jiwa. Di tempat ini, dua belas tahun lalu, ratusan orang yang tak mengerti, juga tak terlibat apapun, tewas mengenaskan karena ledakan bom yang sangat dahsyat.

Dulu, ada lubang seperti sumur di tempat ini. Malam itu, saat bom  meledak adalah malam jahanam. Sejumlah orang jahat dan biadab meledakkan bom di sini. Legian adalah tempat berkumpul turis mancanegara. Setiap malam mereka bersenang-senang di sini,  jalan kecil yang sangat terkenal di mancanegara. Namun, Legian menjadi kuburan bagi wisatawan, gara-gara bom yang menggentarkan hati dan dunia.

Banyak orang yang datang ke tempat ini untuk berfoto dan berdoa. Pada dinding peringatan, tertera nama-nama mereka yang wafat sebagai korban. Kebanyakan turis asing.

Orang-orang yang diduga sebagai pelaku bom Bali telah dihukum mati. Rasanya untuk korban sebanyak itu, hukuman itu belumlah cukup. Masih terasa terlalu ringan.

Duabelas tahun berlalu sudah. Tetapi apakah misteri di balik pengebomam ini telah terungkap? Apakah semua yang terungkap di persidangan adalah penjelasan yang tuntas tentang keseluruhan peristiwa ini? Apakah benar, para tersangka yang dihukum mati itu saja pelakunya? Apakah mereka yang membuat bom sedahsyat itu? Yang oleh seorang mantan jenderal angkatan darat disebut sebagai mikro nuklir.

Bom Bali tidak dapat dipisahkan dari kampanye antiterorisme yang dikumandangkan oleh pemerintah Amerika Serikat pada waktu itu. Dimulai dengan peristiwa September berupa serangan mengerikan terhadap gedung kembar di Amerika Serikat, perang melawan terorisme dikumandangkan oleh Amarika Serikat. Kita tahu kesudahannya adalah penyerangan terhadap Irak dan Lybia. Kini kedua negeri yang merupakan ladang minyak itu kacau balau, dan Amerika Serikat beserta sekutunya menguasai ladang-ladang minyak. Pertempuran yang kini terjadi dengan ISIS sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari seluruh rangkaian cerita ini. Cerita perang Amerika Serikat melawan terorisme.

Mengapa sejak peristiwa September 2001 saat serangan gedung kembar di New York, terorisme dikaitkan dengan Islam? Saat itu pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan bahwa pelaku serangan teror itu adalah jaringan Al Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden, sekutu Amerika Serikat saat memerangi kekuatan komunis di Afghanistan. Mengapa? Apakah ini sebuah kebetulan? Bukankah bom Bali juga dikaitkan dengan Al Qaeda? Para pelakunya dinyatakan merupakan bagian dari jaringan Al Qaeda dan pernah ikutan perang melawan kekuatan komunis di Afghan.

Mengapa di Indonesia, jaringan teroris yang dikaitkan dengan kelompok Islam radikal itu masih tetap ada dan terus melakukan perlawanan? Kini, kelompok teroris itu juga dikaitkan dengan ISIS.

Pada tingkat global, Amerika Serikat dan sekutunya tampaknya kewalahan menghadapi Al Qaeda dan jaringannya. Kini mereka juga tampak tidak mudah melawan ISIS yang memiliki senjata canggih dan lengkap. Sementara di tingkat lokal, Densus 88 juga belum bisa tuntaskan kelompok teroris setuntas-tuntasnya.

Wajar jika nyembul pertanyaan, ada apa di balik semua ini? Apakah terorisme yang sangat biadab ini sungguh merupakan tindakan sekelompok orang yang pendek akal, keblinger dan sesat. Sekelompok orang yang menyalahgunakan agama, atau ada sesuatu yang lain yang belum bisa dibongkar saat ini?

Apakah ada sebuah skenario global untuk menciptakan musuh bersama yang bisa dimanfaatkan sebagai alasan untuk berbagai keperluan dan tujuan? Apakah semua ini merupakan strategi untuk terus mendominasi dunia dengan cara sengaja menciptakan kelompok teroris, sang musuh bersama? Dengan demikian kehadiran Amerika Serikat dan peralatan militernya tetap dibutuhkan sebagai polisi dunia?

Memilih Bali sebagai sasaran bom pastilah bukan kebetulan. Kemarahan masyarakat internasional bisa dipicu dari kejadian itu. Memilih Indonesia pastilah bukan ketidaksengajaan. Karena Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Artinya, kita harus memerangi terorisme. Karena terorisme adalah kebiadaban luar biasa. Namun, kita harus selalu menjaga kekritisan dan terus bertanya dan mempertanyakan, ada apa di balik semua kejadian yang melibatkan kelompok radikal Islam sebagai pelaku terorisme? Apakah memang ada maksud untuk akhirnya membangun citra bahwa Islam adalah terorisme, Islam adalah kekerasan?

Perhatikan dengan seksama cara kerja ISIS. Mereka dengan sengaja mempertontonkan kekerasan biadab ke hadapan publik dunia. Sehingga sekarang ini, sebagian besar orang dan negara Islam setuju dan mendukung tindakan keras terhadap ISIS. Mengapa selalu muncul kelompok Islam yang sangat biadab seperti ini? Kita tidak dapat dan tidak layak bertanya pada rumput yang bergoyang.

TERORISME ADALAH KEBIADABAN, TETAPI LAYAK DIPERTANYAKAN, ADA APA DIBALIKNYA?

11 komentar:

  1. Edward kurnadi
    Pi ps a
    Menurut saya apa pun tujuannya pengeboman itu adalah tindakan yang biadab dan kita harus benar benar melawan terorusme dan terorisme itu bukan islam mereka tidak mengerti makna islam yang sesungguhnya

    BalasHapus
  2. Nama : Bonifacius Josua Naposo Damanik
    Kelas : PIPS B 2014

    Selamat sore pak, saya memiliki pemikiran berbeda dengan bapak. Karena saya rasa betul adanya terorisme datang dari kelompok fanatik yang tidak mencintai perbedaan dan hanya mementingkan kepentingan komunitas dan ideologi mereka saja. Seseorang tidak lahir dengan talenta menjadi seorang teroris atau bakat menjadi masyarakat fanatik/tirani/intoleran. Tetapi lahir dari lingkungan tempat mereka tumbuh(Keluarga, teman, atau masyarakat). Saya ambil contoh Indonesia yang masyarakatnya terlalu memberikan doktrin negatif terhadap suatu kelompok. Berikut bukti fanatisme yang berlebihan yang dididik oleh yang lebih tua terhadap yang lebih muda http://vimeo.com/39787103 (video asli tanpa rekayasa)

    BalasHapus
  3. Nama : Khairun Nikmal Baiti
    Nim : 4915144082
    Prodi : P.IPS B 2014

    Assalamu'alaikum wr. wb. Saya setuju dan mengerti dengan pendapat bapak dan apa yang bapak maksudkan. Pasti dibalik ini semua ada maksud tertentu yang salah satunya ingin menjatuhkan agama Islam, kita memang harus benar-benar kritis dan terus memerangi teroris ini.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    BalasHapus
  4. Nama : Joddy Hermawan
    Kelas : P.IPS B 2014
    No Reg: 4915142810

    saya setuju dengan pendapat bapak bahwa teroris harus lah di basmi, kebiadaban mereka telah membuat semua orang khawatir, dengan teganya mereka membunuh banyak orang, saya juga sependapat kalo hukuman mati saja tidak cukup untuk mereka, tetapi bagaimana cara untuk kita membasmii para teroris. dan mengapa kebanyakan orang mengatakan bahwa islam itu adalah teroris, padahal banyak juga teroris yang bukan dari islam, selebihnya mohon maaf jika ada perkataan yang kasar .

    BalasHapus
  5. Saya setuju dengan tulisan bapak bahwa teroris harus dibasmi sampai ke akarnya. Karena bukan satu dua orang saja yang merasakan dampak negatifnya, tetapi seluruh dunia merasakannya. Bagaimana tidak, nyawa seperti tidak ada harganya. Tak ada rasa kasihan dengan mereka yang tidak bersalaha tetapi dibunuh secara masal dengan dibom. Sungguh biadab perlakuan mereka. Yang lebih miris adalah teroris dihubung-hubungkan dengan islam, yahudi khususnya melabel bahwa islam lah pemicu timbulnya terorisme. Para yahudi dan agama lain tidak mengerti sesungguhnya islam adalah agama yang cinta damai seperti agama lainnya. Namun faktanya para teroris ini kebanyakan orang islam yang mengatasnamakan dirinya berjihad di jalan Allah. Mereka berpandangan apa yang mereka paham tanpa melihat perbedaan. Mereka tidak terima dengan ideologi yang tidak sepaham dengan mereka makanya tindakan biadab ini yang dilakukan.

    BalasHapus
  6. Nama : Tiara Rida (4915142800)
    Kelas : P.IPS B (2014)
    Saya setuju dengan tulisan Bapak bahwa teroris adalah kebiadaban, tetapi layak dipertanyakan ada apa dibaliknya? Aksi teroris selalu saja dikaitkan dengan islam dan Al Qaeda, dan memang terbukti bahwa pelakunya adalah orang islam. Tapi apakah kita selaku manusia yang terbatas pengetahuaannya tahu ada apa dibalik itu?alasan apa mereka berbuat demikian? Dan apakah tidak ada campur tangan Amerika Serikat dalam membesar-besarkan dan menuduh orang islam sebagai pelakunya? Tentu semua kemungkinan adalah jawabannya, tapi kita tidak bisa menerka-nerka begitu saja apa yang terjadi dan apa yang diberitakan.
    Memang tindakan teroris merupakan tindakan yang tidak berkeprimanusiaan yang tidak selayaknya dilakukan, menghabisi nyawa orang lain yang nyatanya bukan hanya menimpa objek mereka, namun ada rakyat yang tidak bersalah di dalamnya, sungguh tidak adil bagi para korban. Namun, setiap ada pemboman tidak harus langsung percaya bahwa orang islam pelakunya, karena masih banyak kemungkinan lain yang sulit kita jangkau. Apakah itu taktik Amerika supaya semua Negara memerangi dan membenci islam, ataukah supaya persenjataan mereka tetap laku di pasaran karena ada isu teroris yang dengan sengaja atau tidak menyudutkan islam. Sekali lagi, semua kemungkinan bisa menjadi alasan mengapa kegiatan teroris terjadi dan tersebar. Apakah seluruh kegiatan teroris tersebut memang dilakukan oleh orang islam? Ataukah ada campur tangan politik di daalamnya oleh Amerika Serikat? Atau malah keduanya adalah jawaban atas kegiatan teroris.

    BalasHapus
  7. Nama : Yulia Citra
    Kelas : P.IPS B 2014

    Mendengar kata terorisme, yang ada dibenak saya adalah ancaman. Ancaman disini dikarenakan gerakan ini memiliki beragam modus, inti gerakan ini adalah gerakan intimidasi atau teror atau gerakan yang menebarkan rasa takut kepada individu ataupun masyarakat,dan menjadikannya tidak dalam keadaan aman & tentram. Dan gerakan intimidasi/teror ini telah mencapai pada tingkat pelenyapan jiwa seseorang yang tak bersalah, merampas harta orang lain, bahkan menggagahi kerhormatan yang dilindungi, serta memecah persatuan, terutama merubah kenikamatan menjadi kesengsaraan serta berbagai macam fitnah.
    Tidak ada satu pun orang yang dilahirkan untuk menjadi teroris, bahkan tidak ada pula pemahaman di sekolah mengenai pelajaran terorisme. Namun gerakan ini muncul karena beberapa factor, utamanya yaitu faktor modernitas. Di era yang serba modern ini ironisnya terdapat suatu perbedaan yang mencolok di mana di tengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mengalami suatu bentuk kehampaan di dalam jiwanya. Karena itulah manusia berusaha mencari jalan keluarnya lewat ajaran agama. Hal inilah yang menyebabkan munculnya sekelompok orang yg menganut paham fundamental yang menginginkan agar manusia menjalankan agama sesuai dengan esensi aslinya (fundamen), apa adanya seperti apa yang tertulis di kitab suci tanpa adanya penafsiran atau pemaknaan yang disesuaikan dengan kehidupan masa kini. Mereka berpikir bahwa penafsiran/pemaknaan itulah yg menyebabkan penyelewengan ajaran agama yang kemudian menyebabkan kehampaan di dalam hidup. Mereka tidak memahami aspek historis dan filosofis teks, dan mereka juga tidak menyukai dialog. Hal inilah yg kemudian menyebabkan mereka menganut paham keras. Kemudian selanjutnya oleh factor kesukuan yang membuat mereka mati-matian membela etnis nya, factor lingkungan yang memaksa mereka ikut serta, dan factor kemiskinan.
    Adapun langkah pemerintah untuk mengatasi masalah terorisme, yaitu mengambil tindakan tegas dan tidak ragu-ragu menghadapi aksi terorisme, memperketat pengawasan bandara keimigrasian dan barang-barang yang masuk ke Indonesia, Polri dibantu TNI akan bersama-sama meningkatkan deteksi dini dan pencegahan aksi terror di seluruh Indonesia dan upaya memerangi terorisme dilakukan secara terpadu total dengan kesadaran dan bantuan masyarakat. Semoga upaya pemerintah ini dapat mengurangi aksi terorisme terutama kejadian teror bom bali dan aksi teror lainnya tidak terulang kembali di Indonesia.

    BalasHapus
  8. Nama : Yulia Citra
    Kelas : P.IPS B 2014

    Mendengar kata terorisme, yang ada dibenak saya adalah ancaman. Ancaman disini dikarenakan gerakan ini memiliki beragam modus, inti gerakan ini adalah gerakan intimidasi atau teror atau gerakan yang menebarkan rasa takut kepada individu ataupun masyarakat,dan menjadikannya tidak dalam keadaan aman & tentram. Dan gerakan intimidasi/teror ini telah mencapai pada tingkat pelenyapan jiwa seseorang yang tak bersalah, merampas harta orang lain, bahkan menggagahi kerhormatan yang dilindungi, serta memecah persatuan, terutama merubah kenikamatan menjadi kesengsaraan serta berbagai macam fitnah.
    Tidak ada satu pun orang yang dilahirkan untuk menjadi teroris, bahkan tidak ada pula pemahaman di sekolah mengenai pelajaran terorisme. Namun gerakan ini muncul karena beberapa factor, utamanya yaitu faktor modernitas. Di era yang serba modern ini ironisnya terdapat suatu perbedaan yang mencolok di mana di tengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mengalami suatu bentuk kehampaan di dalam jiwanya. Karena itulah manusia berusaha mencari jalan keluarnya lewat ajaran agama. Hal inilah yang menyebabkan munculnya sekelompok orang yg menganut paham fundamental yang menginginkan agar manusia menjalankan agama sesuai dengan esensi aslinya (fundamen), apa adanya seperti apa yang tertulis di kitab suci tanpa adanya penafsiran atau pemaknaan yang disesuaikan dengan kehidupan masa kini. Mereka berpikir bahwa penafsiran/pemaknaan itulah yg menyebabkan penyelewengan ajaran agama yang kemudian menyebabkan kehampaan di dalam hidup. Mereka tidak memahami aspek historis dan filosofis teks, dan mereka juga tidak menyukai dialog. Hal inilah yg kemudian menyebabkan mereka menganut paham keras. Kemudian selanjutnya oleh factor kesukuan yang membuat mereka mati-matian membela etnis nya, factor lingkungan yang memaksa mereka ikut serta, dan factor kemiskinan.
    Adapun langkah pemerintah untuk mengatasi masalah terorisme, yaitu mengambil tindakan tegas dan tidak ragu-ragu menghadapi aksi terorisme, memperketat pengawasan bandara keimigrasian dan barang-barang yang masuk ke Indonesia, Polri dibantu TNI akan bersama-sama meningkatkan deteksi dini dan pencegahan aksi terror di seluruh Indonesia dan upaya memerangi terorisme dilakukan secara terpadu total dengan kesadaran dan bantuan masyarakat. Semoga upaya pemerintah ini dapat mengurangi aksi terorisme terutama kejadian teror bom bali dan aksi teror lainnya tidak terulang kembali di Indonesia.

    BalasHapus
  9. Khilva Aini Humaedi
    4915142822
    P.IPS B 2014
    terorisme memang harus diperangi karena mereka memang biadab karena telah membunuh banyak orang yang tidak bersalah. selain itu telah mencoreng nama islam. padahal sebenarnya islam adalah agama yang cinta damai. para teroris ini menurut saya cara berfikirnya salah, mereka berfikir bahwa dengan cara melakukan pemboman dan bom bunuh diri adalah merupakan jalan jihad dijalan allah padahal itu salah .

    BalasHapus
  10. Saya sangat setuju dengan artikel bapak. Kita tidak mengerti apa maksud dari para teroris melakukan hal seperti itu. Para teroris hanya dapat merugikan semua orang , kita harus segera bertindak. Kalau begini terus agama islam dipandang buruk oleh seluruh dunia. Islam itu cinta damai , tetapi menapa mereka para teroris tidak mengerti islam yang sesungguhnya? teroris sungguh sangat biadab. Para teroris mengaku beragama islam tetapi perbuatannya tidak sesuai dengan makna islam yang sesungguhnya. Teroris harus dibasmi karena hanya bisa meresahkan orang lain. (Siti Nur Rosdiana , P.IPS A 2014)

    BalasHapus
  11. Nama: hesti mardiana
    Kelas: p.ips A 2014
    No registrasi: 4915141039
    Saya sependapat dengan tulisan bapak bahwa kita harus memerangi terorisme dan menghancurkan sampai ke akar-akarnya, karna bukan hanya satu dua orang saja yang merasakan dampak negatif dari terorisme melainkan seluruh dunia merasakan dampak negatif terorisme. Terorisme memang biadab karena terorisme dapat membunuh siapa saja,dimana saja tanpa pandang bulu. Tindakan terorisme di nilai identik dengan islam dengan alasan kebanyakan orang-orang islamlah yang menjadi tokoh terorisme yang beranggapan bahwa mereka sedang berjihad di jalan allah.

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd