Presiden Obama bilang bahwa Presiden Jokowi memiliki sejumlah agenda yang ambisius. Sementara itu presentasi Presiden Jokowi di depan para CEO Asia-Pasifik paling banyak ditonton sepanjang sejarah APEC. Di media tanah air, pujian banyak diberikan. Tampaknya semuanya merupakan pertanda baik.
Namun, kita perlu sangat hati-hati. Ucapan Obama bisa jadi merupakan pujian, juga bisa bermakna peringatan. Meskipun sebagai negara berdaulat, kita bisa mengabaikan perkataan Obama. Tetapi tetaplah harus waspada dan hati-hati. Mengapa?
Karena Jokowi sejak kemunculannya dalam jagat politik negeri ini penuh kontroversi. Bolehlah sejauh ini dihipotesiskan atau kesimpulan sementara, bahwa Jokowi adalah kontroversi.
Paling tidak sudah dua kali Jokowi mengingkari janjinya. Saat jadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Ia tinggalkan posisinya untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Bagi yang mendukung Jokowi pastilah tindakan ini dipahami dan dibela. Bukankah kader yang teruji dan berhasil, pantas mendapatkan posisi yang lebih baik dan lebih tinggi dalam waktu yang lebih cepat dengan cara yang juga kilat?
Tetapi para pendukung Jokowi, juga harus menyadari bahwa ada yang tidak sependapat. Mereka berpendapat "ojo kesusu". Kematangan dan pengalaman yang lengkap dan tuntas itu penting. Karena jabatan presiden itu sangat serius. Bila seseorang dengan mudah beralih dan melupakan janjinya, apakah kita bisa menjamin ia bisa konsisten?
Dalam konteks inilah kita harus memahami mengapa Koalisi Merah Putih terlihat cerewet dan melotot. Kritis dan alot. Tampaknya ada kekhawatiran pada konsistensi Jokowi. Karena Jokowi lebih menonjol kontroversinya dibanding konsistensinya.
Peluncuran kartu sakti Jokowi secara nyata menunjukkan kontroversi itu. Jokowi tampaknya hendak tunjukbuktikan apa yang diucapkannya yaitu kerja, kerja, kerja. Namun, jangan pernah dilupakan bahwa sebagai seorang presiden, Jokowi harus sangat memperhatikan aturan perundang-undangan. Agar semua keputusan dan tindakan yang diambilnya tidak bermasalah dikemudian hari.
Wajar bila orang mempertanyakan. Karena ada dugaan, kecepatan tindakan Jokowi membagikan kartu sakti itu diduga kurang perhatikan aturan. Apalagi saat Jokowi membagikannya,tidak hadir Jusuf Kalla. Beragam spekulasi tentu saja bisa menyeruak.
Kita juga saksikan, sudah mulai ada keder PDIP yang mempertanyakan langkah-langkah dan keputusan Jokowi. Terutama soal penentuan menteri dan kenaikan harga BBM. Paling kurang, kejadian ini mencuat karena komunikasi yang kurang baik. Boleh jadi lebih dari itu. Apalagi beredar kabar PDIP kecewa dengan susunan kabinet yang tidak menguntungkan mereka.
Kita sama sekali tidak paham apa yang sesungguhnya terjadi. Yang jelas, kontroversi Jokowi terus saja menimbulkan reaksi. Bahkan dari para pendukung utamanya.
Pemerintahan Jokowi-JK baru saja mulai, dan diwarnai oleh sejumlah kontroversi. Rasanya ini gejala yang kurang baik.
Semogalah semua keadaan ini makin membaik seiring mecairnya ketegangan di DPR. Bukankah kita sudah terlalu lama berada dalam sistuasi penuh kontroversi sejak pileg dan terutama pilpres. Saatnya untuk menonjolkan konsistensi agar semua janji-janji politik yang ambisius itu bisa diujudkan.
RAKYAT MENGHARAPKAN KONSISTENSI JANJI DENGAN PEMENUHANNYA.
Saya setuju dengan artikel bapak,menurut saya kebanyakan dari presiden kita hanya mengungkapkan janji bukan fakta yang dibuktikan. Memang saat ini project jokowi belum terlalu terlihat tapi di sini rakyat mengharapkaan perubahan yang lebih baik lagi sehingga keinginan rakyat menjadi makmur lebih tercapai. Jokowi juga memiliki pemikiran tersendiri untuk membuktikan janji-janjinya kepada rakyat,dengan begitu rakyat dapat percaya kepada jokowi. Jokowi juga merupaakan presiden yang menurut saya sering sekali tersorot oleh media massa. Dari situlah eksistensi jokowi terus terlihat sehingga menjadi presiden yang kontrovensi. Disisi lain kesederhanaannya membuat rakyat terpesona,mimik muka yang begitu lugunya. Semoga dengan terpilihnya jokowi ,Indonesia makin sejahtera dan menuju negara yang lebih maju lagi. Terima Kasih (Mega Sukmawati 4915141022 P.IPS A 2014)
BalasHapusSaya setuju dengan artikel bapak,menurut saya kebanyakan dari presiden kita hanya mengungkapkan janji bukan fakta yang dibuktikan. Memang saat ini project jokowi belum terlalu terlihat tapi di sini rakyat mengharapkaan perubahan yang lebih baik lagi sehingga keinginan rakyat menjadi makmur lebih tercapai. Jokowi juga memiliki pemikiran tersendiri untuk membuktikan janji-janjinya kepada rakyat,dengan begitu rakyat dapat percaya kepada jokowi. Jokowi juga merupaakan presiden yang menurut saya sering sekali tersorot oleh media massa. Dari situlah eksistensi jokowi terus terlihat sehingga menjadi presiden yang kontrovensi. Disisi lain kesederhanaannya membuat rakyat terpesona,mimik muka yang begitu lugunya. Semoga dengan terpilihnya jokowi ,Indonesia makin sejahtera dan menuju negara yang lebih maju lagi. Terima Kasih (Mega Sukmawati 4915141022 P.IPS A 2014)
BalasHapusJokowi menurut saya adalah sosok yang bisa membawa perubahan pada negeri ini,memang banyak yang meragukan. Tapi saya yakin bahwa jokowi presiden yang bisa membawa negeri ini menjadi negeri yang lebih maju,saya lebih menyukai pemimpin yang mempunyai ambisi ketimbang pemimpin yang hanya memberi janji-janji dan tidak memberi perubahan pada negeri ini. Mungkin dari segi fisiknya tidak terlihat seperti pemimpin,tapi di balik itu tersimpan suatu jiwa kepemimpinan yang begitu dalam. ( YUNIARSIH P.IPS A 2014 4915141018 )
BalasHapusSeorang pemimpin memang harus memiliki jiwa ambisius,tetapi sikap ambisius yang dapat merubah sesuatu menjadi lebih baik lagi. Terkadang memang ambisius suka membawa ke arah yang menjerumuskan kita,tapi kalau kita bisa mengarahkannya dapat membawa dampak positif. Saya bisa melihat bahwa jokowi memang pemimpin yang bisa membawa perubahan pada rakyat yang beliau pimpin. Jokowi juga adalah pemimpin yang dimata masyarakat Indonesia dapat dipercaya membawa rakyat lebih makmur dan sejahtera lagi (Siti Nur Rosdiana P.IPS A 2014 )
BalasHapusNama : Khairun Nikmal Baiti
BalasHapusNim : 4915144082
Prodi : P.IPS B 2014
Assalamu'alaikum wr. wb.
Menurut saya memang Bapak Jokowi seperti tidak konsisten. Mungkin banyak faktor yang membuat Bapak Jokowi seperti itu. Karena kerja dibawah tekanan banyak pihak misalnya, kurang baik untuk jiwanya sendiri. Tidak bebas sesuai dengan pikiran. Memang perlu mengkritik seseorang tetapi perhatikan keadaan dan kondisi seseorang tersebut.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Assalamu’alaikum wr.wb
BalasHapusNama : Yuni Shofarani
Kelas : Pendidikan IPS B
Nomor Registrasi : 4915142798
Ambisius untuk suatu kemajuan memang bagus, tetapi ambisius ini tidak boleh disalah gunakan dengan mudahnya. Dalam pemerintahan bapak Jokowi memang sudah mengingkari 2 kali janjinya yaitu sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, tetapi hal ini tidak perlu diungkit lagi, karena yang terpenting saat ini adalah negara yang beliau pimpin yaitu Indonesia. Kita sebagai rakyat sudah memilih presiden dan berharap bisa menjaga amanat dalam menjalankan tugasnya serta bisa menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Kita hanya bisa mempercayakan beliau akan melakukan hal yang terbaik untuk negeri ini. Serta tidak mengulangi hal yang sama lagi, yaitu meninggalkan sesuatu untuk sessuatu yang sudah ada didepan matanya. Memang kesempatan itu tidak datang kedua kalinya, tetapi menjadi seorang pemimpin tidak mudah, mempunyai tanggung jawab yang tidak hanya dipertanggung jawabkan di dunia saja tetapi di akhirat pasti dipertanggung jawabkan juga dan menjaga kepercayaan yang diberikan orang lain itu tidak mudah, maka hendaklah kepercayaan yang diberikan itu dijaga sebaik mungkin.
Wassalamu’alaikum wr.wb
Assalamu’alaikum wr.wb
BalasHapusNama : Yuni Shofarani
Kelas : Pendidikan IPS B
Nomor Registrasi : 4915142798
Ambisius untuk suatu kemajuan memang bagus, tetapi ambisius ini tidak boleh disalah gunakan dengan mudahnya. Dalam pemerintahan bapak Jokowi memang sudah mengingkari 2 kali janjinya yaitu sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, tetapi hal ini tidak perlu diungkit lagi, karena yang terpenting saat ini adalah negara yang beliau pimpin yaitu Indonesia. Kita sebagai rakyat sudah memilih presiden dan berharap bisa menjaga amanat dalam menjalankan tugasnya serta bisa menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Kita hanya bisa mempercayakan beliau akan melakukan hal yang terbaik untuk negeri ini. Serta tidak mengulangi hal yang sama lagi, yaitu meninggalkan sesuatu untuk sessuatu yang sudah ada didepan matanya. Memang kesempatan itu tidak datang kedua kalinya, tetapi menjadi seorang pemimpin tidak mudah, mempunyai tanggung jawab yang tidak hanya dipertanggung jawabkan di dunia saja tetapi di akhirat pasti dipertanggung jawabkan juga dan menjaga kepercayaan yang diberikan orang lain itu tidak mudah, maka hendaklah kepercayaan yang diberikan itu dijaga sebaik mungkin.
Wassalamu’alaikum wr.wb
ghaffar radithio putra
BalasHapusp.ips b 2014
4915142801
Janji adalah sesuatu yang harus dipenuhi oleh setiap orang, apalagi oleh seorang Presiden.Kita tahu dari era ke era Presiden Indonesia hanya besar mulut tapi tidak memenuhi janji. Memberikan gagasan hebat tapi tak dipenuhi. Mungkin rakyat Indonesia sudah terlalu sabar dengan keadaan seperti ini. Semoga saja bapak Jokowi dapat merealisasikan apa yang ia ucapkan dan juga tidak terjerumus dengan omongan dari negara-negara besar yang kadang memuji namun punya tujuan lain dibelakangnya. DO IT PROVE IT !
zharotul zanah
BalasHapusP"IPS B 2014
4915142804
saya hanya berpikir, mengapa saat pemilihan umum terjadi, hanya ada dua capres yang menurut saya kurang meyakinkan? apakah dari sekian banyak masyarakat Indonesia tidak ada yang mampu memimpin?
memang cara memilih mentri ada yang meng ganjal dihati saya, tetapi saya lebih seneng berpikir positip, semoga masyarakat indonesia tidak salah pilih memilih seorang pemimpin, lagi pula jika dalam masa kepemimpinan beliau kurang baik, bukankah pasal di dalam UUD dasar telah diatur bahwa presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya?
sehingga, msrilah kita berpikir positif karena Allah selalu mengikuti apa yang kita pikirkan.
Rizky Marlina
BalasHapus4915141034
P. IPS A
Kalau menurut saya Jokowi bisa dibilang gila jabatan. Mengapa? Karena dia saja belum menuntaskan jabatannya sebagai Walikota Solo lalu dia sudah pindah ke Jakarta mencalonkan sebagai Gubernur dan terpilih. Belum lama menjadi Gubernur dia mencalonkan kembali sebagai Presiden. Itu namanya gila jabatan. Bayangkan saja baru sebentar menjabat sudah ingin jabatan yang lebih tinggi dalam waktu kilat pula..
Jokowi seharusnya menyelesaikan janji-janjinya terhadap rakyat sebelum ia memiliki jabatan yang lebih tinggi lagi. Kalau seperti itu sama saja jokowi mengingkari janjinya kepada rakyat. Jokowi juga tidak pantas mendapatkan jabatan yang begitu cepat dan kilat dalam waktu yang cepat karena ia sebelumnya juga sudah mempunyai jabatan.
Sebelum menjabat sebagai presiden jokowi pernah bilang kalau bbm bersubsidi tidak akan dinaikkan tetapi baru menjabat sebagai presiden dan diresmikan dia sudah menaikkan harga bbm. Sama saja jokowi mengingkari janjinya kepada rakyat. Lagi lagi janjinya Jokowi belum ditepati. Semoga saja seiring berjalannya waktu dia dapat menepati janji-janjinya bukan hanya sekedar diucapkan saat dia berjanji. Rakyat butuh bukti bukan janji.
Anggun Trihapsari
BalasHapus4915142820
P.IPS B 2014
Dari yang saya amati dari awal pemilu hingga terpilihnya Presiden Republik Indonesia yang ke tujuh penuh dengan tergesa-gesa dan tidak dalam persiapan yang matang. Mungkin ini jelas terlihat pada capres no urut 2 tempo lalu, padahal beliau masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, tetapi langsung diusung menjadi Capres, Sebelumnya juga demikian bahwa beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta meninggalkan tanggungjawabnya sebagai Walikota Solo. Tetapi jika ia bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi, kenapa tidak? Bukan berarti meninggalkan amanah yang ia emban itu perbuatan baik, setiap perbuatan yang diambil pasti ada negatif dan positifnya.
Berbicara tentang Kartu sakti Jokowi, yang menjadi pertanyaan bahwa dana yang digunakan dalam ke-tiga kartu tersebut yang masih dipertanyakan, darimana dananya? seharusnya Jokowi bisa lebih transparan dalam pengalokasian dana tersebut. Tetapi sebagai Rakyat yang ikut dalam kegiatan demokrasi negara, kita beri waktu beliau untuk menunjukkan ke konsistensinya dalam merealisasikan janji-janji yang ia beri pada masyarakat.