Pepatah ini sempat dikira hadis. Pepatah ini sudah sangat lama dan populer. Mengapa ke Cina? Sejak zaman kuno, Cina adalah negara dan peradaban besar dengan kebudayaan tinggi. Di Cina sejak zaman kuno ilmu telah berkembang pesat. Sampai kini ilmu pengobatan dan obat-obatan Cina merambah dunia.
Cina kini menjadi negara yang sangat menentukan konstelasi global. Mata uang Cina sangat berpengaruh. Cina sungguh telah menjadi alternatif dari Barat yang selama ini mendominasi dunia.
Barat yang dulu berarti Eropa, pernah mengalami abad kegelapan yang sangat kelam. Cina tak pernah alami itu. Maknanya, Cina memang merupakan peradaban dan kebudayaan yang besar dan konsisten memicu kemajuan.
Rasanya bukan alasan-alasan di atas saja yang menjadi pertimbangan Presiden Jokowi memilih Cina sebagai perjalanan pertamanya ke luar negeri. Pasti ada alasan lain. Apalagi sejumlah petinggi Cina sudah menyambangi saat Jokowi masih Gubernur DKI tetapi sudah diumumkan sebagai pemenang pemilihan presiden.
Selama ini, segera setelah dilantik, presiden Indonesia pasti terbang ke Gedung Putih untuk bersua dengan Presiden Amerika Serikat. Kesannya seperti melapor pada bos besar. Kebiasaan seperti ini dan berbagai kebijakan lain yang sangat kental pro barat terutama Amerika Serikat telah membuat banyak individu dan kelompok menuduh penguasa Indonesia adalah antek Amerika Serikat.
Dalam konteks itu, menjadi menarik kala Jokowi memilih ke Cina lebih dulu, baru bertemu dengan Presiden Obama dan Pemimpin Rusia Putin. Boleh jadi ini bagian dari revolusi mental. Melakukan perubahan orientasi.
Pemerintahan yang lalu-lalu sangat kental dipengaruhi dan didominasi oleh barat terutama Amerika Serikat. Megawati kala menjadi presiden pernah tunjukkan sikap brani hadapi Amerika Serikat saat memutuskan membeli sejumlah persenjataan dan pesawat tempur dari Rusia.
Semoga saja Presiden Jokowi brani bertindak lebih dari Megawati. Membangun aliansi strategis baru. Menempatkan Indonesia menjadi negara bangsa yang diperhitungkan dalam pusaran persaingan dan konstelasi global yang makin tak pasti dan berubah dengan sangat cepat.
Aliansi strategis baru dengan Cina tampaknya akan lebih banyak menguntungkan Indonesia karena terdapat banyak kesamaan kepentingan sebagai sesama negara Asia yang sedang tumbuh menjadi negara maju.
Hubungan dengan Cina bila dikelola dengan baik akan menguntungkan kedua belah pihak secara politis dan ekonomis. Sebagai sesama negara besar, keduanya berada dalam posisi setara untuk bekerja sama.
Kesetaraan ini kelihatannya yang tidak terjadi dalam hubungan dengan barat terutama Amerika Serikat. Lihat saja dalam penumpasan teroris. Sampai-sampai peralatan Densus 88 sepenuhnya buatan Amerika Serikat. Dari tokoh teroris Abu Bakar Baasyir sampai fraksi Golkar di DPR mempersoalkannya.
Dulu Suharto pernah marah dan tidak mau lagi menerima bantuan dari konsorsium negara yang membantu Indonesia. Penolakan itu terjadi karena mereka campur tangan langsung ke dalam kebijakan teknis di dalam negeri. Tentulah tindakan itu sudah mengganggu kedaulatan negara kita. Bila Suharto yang bisa berkuasa karena dukungan barat brani melawan, Jokowi mestinya lebih brani.
Presiden Jokowi pastilah tidak mau didominasi apalagi didikte oleh Pemerintahan Cina. Hubungan baik dengan Cina harus saling menguntungkan dan bermanfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Berbeda dengan Sukarno yang dulu membangun aliansi dengan Cina karena alasan-alasan ideologis akibat perang ideologi yang sangat ketat dan keras. Kini situasi sudah berubah, Indonesia dan Cina telah sama-sama menjadi negara yang lebih mandiri, sehingga kesetaraan dapat sungguh-sungguh dijadikan dasar bagi hubungan bilateral ini.
Perkembangan pesat Cina, dengan pertumbuhan ekonomi yang spektakuler pastilah bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita yang sedang menaik secara ekonomi dan politik dalam percaturan global. Cina dapat menjadi teman seiring yang dapat membantu Indonesia mengembangkan kemajuan maritim. Sebab Cina juga sangat berpengalaman dalam bidang ini.
Bahwa Presiden Jokowi tetap akan bertemu para pemimpin barat setelah berkunjung ke Cina tentulah mengandung pesan bahwa Indonesia sedang melakukan sebuah perubahan fundamental dalam membanguan aliansi strategis dan politik luar negerinya.
Semoga Presiden Jokowi dapat mengembalikan Indonesia pada pendiriannya sebagaimana dengan tegas jelas tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Negara yang bebas dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia.
BANGSA BESAR TIDAK DITENTUKAN OLEH SIAPA PUN, KECUALI OLEH RAKYATNYA.
Viddyaningsih
BalasHapusP.ips A 2014
Ass pak nusa .
Tulisan yang memuat mengenai carilah ilmu sampai dinegri cina , perkiraan saya mengenai sebuah hal tentang menuntut ilmu itu harus dimana saja hingga sampai ke negri cina, akan tetapi setelah saya baca hingga tuntas tenyata membicarakan tentang Jokowi yang berbeda, beliau berani bertinak berbeda dari presiden lainnya, yang tidak mengutamkan kepentingan hubungan dengan negara barat, akan tetapi mememilih untuk pergi dahulu ke cina, suatu fenomena yang jarang dilakukan tapi menimbulkan sutu keberanian.
" DESIGNED IN CALIFORNIA AND ASSEMBLED IN CHINA"
BalasHapusSemua orang tahu kalimat sakti tersebut, kalimat itu ibarat basmalah dimana setiap IPHONE pasti ada kalimat itu, yang membuat menarik hal ini sama seperti PAK NUSA kemukakan ialah kata "CHINA". IPHONE merupakan barang canggih yang tidak bisa dibuat dengan sembarangan, butuh teknologi khusus dan ahli dibidangnya, namun Tiongkok bisa meladeni untuk memproduksi handset canggih tersebut.
Masalah kecanggihan Tiongkok bukan Hal yang asing, negeri "Tirai Bambu" tersebut selain diberkati dengan milyaran penduduk , juga diberkahi SDA dan SDM yang memadai, tak heran jika banyak investor asing menanam modal berupa pabrik HI-TECH pun dibangun. walaupun label "KOMUNIS" masih disandangnya dan KOMUNIS kalah dalam COLD WAR, tapi jawara liberal yaitu Amerika pun takluk dengan Tiongkok, hal ini bisa dibuktikan bahwa hutang Amerika sangat besar kepada Tiongkok, yang berarti apabila Amerika melakukan kesalahan maka Embargo pun dapat diberlakukan yang bisa menyebabkan GREAT DEPRESION versi ke II setelah WALLSTREET CRASH awal abad 20an, jadi Tiongkok merupakan sebuah poros baru di kancah perpolitikan di dunia sehingga ia akan menjadi negara SuperPower menumbangkan Amerika.
Dibalik kesuksesan Tiongkok sekarang ternyata menyimpan 1001 cerita sedih, mengapa demikian ? coba kita ingat program "GREAT LEAP FORWARD" yang dikemukakan oleh "MAO ZEDONG" telah menyulap sebagian besar lahan pertanian menjadi industri, sehingga kelaparan dimana-mana yang menyebabkan kematian besar, lalu ada peristiwa TIANANMEN SQUARE yang menyebabkan banyak korban jiwa terutama dipihak MAHASISWA yang gagah berani demi bangsanya mendobrak kerusakan didalam tubuh partai KOMUNIS (hal ini menginspirasi mahasiswa Indonesia agar lebih vokal), setelah tragedi berdarah tersebut dengan cepat dan pasti Tiongkok menjadi raksasa Dunia. jadi GREAT LEAP FORWARD yang dikemukakan oleh MAO ZEDONG yang merenggut nyawa jutaan jiwa tidak sia-sia dan akhirnya ? lihat laptop mu pasti buatan Tiongkok.
KRITIK DAN SARAN :
menurut saya Pak Nusa mengganti kata CHINA dengan TIONGKOK.
ACHMAD SUNANDAR
P.IPS 2014
" DESIGNED IN CALIFORNIA AND ASSEMBLED IN CHINA"
BalasHapusSemua orang tahu kalimat sakti tersebut, kalimat itu ibarat basmalah dimana setiap IPHONE pasti ada kalimat itu, yang membuat menarik hal ini sama seperti PAK NUSA kemukakan ialah kata "CHINA". IPHONE merupakan barang canggih yang tidak bisa dibuat dengan sembarangan, butuh teknologi khusus dan ahli dibidangnya, namun Tiongkok bisa meladeni untuk memproduksi handset canggih tersebut.
Masalah kecanggihan Tiongkok bukan Hal yang asing, negeri "Tirai Bambu" tersebut selain diberkati dengan milyaran penduduk , juga diberkahi SDA dan SDM yang memadai, tak heran jika banyak investor asing menanam modal berupa pabrik HI-TECH pun dibangun. walaupun label "KOMUNIS" masih disandangnya dan KOMUNIS kalah dalam COLD WAR, tapi jawara liberal yaitu Amerika pun takluk dengan Tiongkok, hal ini bisa dibuktikan bahwa hutang Amerika sangat besar kepada Tiongkok, yang berarti apabila Amerika melakukan kesalahan maka Embargo pun dapat diberlakukan yang bisa menyebabkan GREAT DEPRESION versi ke II setelah WALLSTREET CRASH awal abad 20an, jadi Tiongkok merupakan sebuah poros baru di kancah perpolitikan di dunia sehingga ia akan menjadi negara SuperPower menumbangkan Amerika.
Dibalik kesuksesan Tiongkok sekarang ternyata menyimpan 1001 cerita sedih, mengapa demikian ? coba kita ingat program "GREAT LEAP FORWARD" yang dikemukakan oleh "MAO ZEDONG" telah menyulap sebagian besar lahan pertanian menjadi industri, sehingga kelaparan dimana-mana yang menyebabkan kematian besar, lalu ada peristiwa TIANANMEN SQUARE yang menyebabkan banyak korban jiwa terutama dipihak MAHASISWA yang gagah berani demi bangsanya mendobrak kerusakan didalam tubuh partai KOMUNIS (hal ini menginspirasi mahasiswa Indonesia agar lebih vokal), setelah tragedi berdarah tersebut dengan cepat dan pasti Tiongkok menjadi raksasa Dunia. jadi GREAT LEAP FORWARD yang dikemukakan oleh MAO ZEDONG yang merenggut nyawa jutaan jiwa tidak sia-sia dan akhirnya ? lihat laptop mu pasti buatan Tiongkok.
KRITIK DAN SARAN :
menurut saya Pak Nusa mengganti kata CHINA dengan TIONGKOK.
ACHMAD SUNANDAR
P.IPS 2014
Assalamualaikum wr wb, Pak Nusa.
BalasHapusMemang negara Cina kini telah mengalami kemajuan yang pesat dan sangat mendominasi negara-negara asia bahkan barat. Cina sangat maju perekonomian nya. Seharusnya Indonesia bisa mencontoh negara tirai bambu tersebut. Dan sebaiknya Indonesia banyak membangun kerja sama dengan Cina yang pastinya saling menguntungkan kedua belah pihak. Dan tidak selalu bergantung kepada negara Amerika Serikat. Indonesia seharusnya bisa berdiri di negaranya sendiri. Karena Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang hebat.
Wassalamualaikum wr wb.
Yetty Imayanti
PIPS A
4915141036
Saya berharap Presiden Jokowi dapat melakukan tindakan-tindakan yang sejenis seperti presiden-presiden sebelumnya. Berani menolak kebijakan apapun dari barat yang bisa merugikan Indonesia. Lebih banyak memberikan inovasi baru agar terciptanya pemerintahan yang ideal.
BalasHapusPresiden Jokowi harus mencontoh Cina yang selalu giat membangun negaranya hingga bisa mendominasi dunia. Kalau saja Indonesia membangun di segala aspek dengan sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin posisi Indonesia bisa disetarakan dengan negara maju lainnya.
Nama Ade Nur Hasanah
BalasHapusJurusan P.IPS B 2014
No.Registrasi 4915142814
saya setuju dengan tulisan bapak dan saya setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Pak Presiden kita Pak Joko Widodo. kita memang harus melakukan hal yang beda Pak. Karena bila melakukan hal yang sudah biasa dilakukan dan mendapat hasil yang sama. Kita tidak akan mengalami perubahan. Maka dari itu saya setuju dengan apa yang dilakukan Pak Joko Widodo. Dengan mengambil jalan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya semoga berdampak kemajuan bagi Indonesia. Lanjutkan Pak Joko Widodo. Saya mewakili suara rakyat selalu mendukung bapak. Semangat Pak. Saya setuju dengan tulisan Pak Nusa bahwa bangsa besar tidak ditentukan oleh siapa pun namun ditentukan oleh rakyatnya. Rakyat yang menentukan Indonesia dan Presidenlah yang menentukan Indonesia mau dibawa kemana. Pak Joko widodo kami percayakan Indonesia pada bapak yang memimpin. Semangat Pak Joko Widodo dalam melakukan tugas. Bawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi ya Pak. Jadilah Presiden yang lebih dari Bu Megawati, Pak Habibi dan Pak Gusdur ya pak..
Terimakasih..
Negara indonesia adalah negara demokrasi. Artinya kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kemajuan sebuah negara tidak lepas dari majunya tingkat kesejahteraan dan pendidikan rakyat-rakyatnya. Dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia, diharapkan rakyat indonesia tidak hanya kuantitas penduduknya saja yang banyak, akan tetapi kualitas sumber daya manusianya pun dapat tinggi seperti jumlah penduduknya. Oleh karena itu, Bangsa yang besar tidak ditentukan oleh siapa pun, kecuali rakyat itu sendiri.
BalasHapusAsyifa Laely
BalasHapusP.IPS B 2014
4915142821
Tentulah suatu bangsa akan menjadi bangsa yang besar apabila bisa mensejahterakan rakyatnya. Dan dapat menjaga hubungan baik dengan negara-negara lainnya.
Kesejahteraan dapat dibangun dengan banyak hal, dan tergantung bagaimana pemerintah dan rakyatnya mau saling bekerja sama agar kesejahteraan itu dapat tercapai. Namun Dalam hal menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain tentulah harus didahului dengan sikap pemerintah itu sendiri. Seperti apa yang dilakukan pak jokowi dalam menjaga hubungan dengan pemerintah cina.
Seperti yang bapak katakan, Indonesia dan Cina memiliki banyak kesamaan kepentingan sebagai negara di Asia yang sedang tumbuh menjadi negara maju. Apabila hubungan baik antara dua negara ini terus terjalin. Baik Indonesia maupun Cina akan menjadi negara yang dapat memimpin negara-negara Asia lainnya.
Nama : Andayani
BalasHapusKelas : P.IPS B
No.reg : 4915144097
Manusia adalah makluk sosial, tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain . Manusia saja membutuhkan orang lain, apalagi negara. Kerjasama antarnegara sangat dibutuhkan dan kerjasama yang dibangun tidak hanya menguntungkan satu pihak saja tetapi juga harus menguntungkan pihak lain. Hubungan kerjasama yang dilakukan Presiden Jokowi dengan Cina merupakan progres bagi negara , tapi himbauan dari rakyat Indonesia adalah Presiden Jokowi tidak boleh menyerahkan kepercayaan penuh begitu saja kepada Cina walaupun saat ini Cina menjadi konstelasi global, karena kita dapat memflashback kembali di era kemerdekaan bagaimana hubungan Indonesia dengan Jepang. Jepang dan Cina sama-sama berpahan komunis , jangan sampai Indonesia kembali dijadikan objek imperialisme oleh negara yang berpaham komunis. Sikap seperti ini bukan maksud untuk mencurigai negara Cina, tapi hanya sikap untuk tetap berhati-hati dalam menjalin hubungan bilateral.
Kita sebagai rakyat Indonesia wajib memberikan dukungan penuh terhadap apa yang dilakukan Presiden Jokowi , karena itu semua beliau lakukan demi kemajuan Indonesia. Keberanian Presiden Jokowi dalam mengambil keputusan patut dihargai, itu terbukti ketika beliau belum lama menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta beliau berani mengambil kesempatan untuk menjadi Presiden Indonesia. Kesempatan yang beliau ambil banyak mengandung resiko, seperti kecaman dari warga Jakarta, karena dalam janjinya beliau akan menjalankan tugas hingga 5 tahun kedepan, tetapi nyatanya tidak. Namun dukungan kepada Jokowi untuk menjadi seorang presiden sangat banyak . Banyak diantara mereka berfikir walaupun Presiden Jokowi tidak dapat menyelesaikan jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta ,namun beliau mampu menjalankan program-programnya dengan sukses dan mereka berharap progress yang beliau laksanakan ketika menjadi gubernur dapat dijalankan kembali oleh Presiden Jokowi untuk membangun Negara Indonesia yang maju.