Narkoba sungguh telah merambah ke mana saja dan merasuki siapa saja. Tak peduli, siapa pun bisa jadi korban. Usia dan jabatan tak jadi hambatan, narkoba benar-benar meracuni siapa saja.
Beberapa waktu belakangan ini, perguruan tinggi menjadi sorotan. Karena sejumlah kampus terbukti menjadi tempat peredaran narkoba. Tidak sedikit mahasiswa yang menjadi pemakai dan pengedar. Bukan hanya kampus swasta, kampus negeri, bahkan yang tergolong ternama dan teratas juga jadi tempat sasaran pengedaran.
Sejumlah media secara gencar menjadikan topik ini sebagai berita utama. Pemberitaan ini menunjukkan bahwa penggunaan narkoba di kalangan kampus memang sudah pada taraf yang mengerikan. Beberapa berita tersebut ditampilkan di bawah ini.
VIVAnews - Polisi telah meminta keterangan beberapa saksi terkait temuan narkoba jenis ganja di salah satu ruang Senat Mahasiswa (Sema) Universitas Nasional. Selain diperiksa, mereka juga menjalani tes urin.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengungkapkan, tes urin para saksi seperti Ketua dan Sekretaris Sema hasilnya negatif.
Rikwanto menegaskan, terdapat oknum yang dengan sengaja memanfaatkan ruangan tersebut.
"Setelah dilakukan pendalaman dan pengecekan oleh Pamdal memang ada indikasi perdagangan narkoba," kata Rikwanto di Jakarta, Sabtu 16 Agustus 2014.
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Kapolsek Beji, Kompol Gusti Ayu Supiati menuturkan, pihaknya mendalami kemungkinan keterkaitan antara mahasiswa Filsafat Universitas Indonesia (UI), MS (20) alias W, yang dibekuk karena mengedarkan ganja dan sabu di kampus, dengan temuan ganja 18 Kg di gerbang utama UI, pada akhir September 2014.
"Kami masih dalami dan kembangkan segala kemungkinannya. Apakah terkait dengan temuan 18 kg ganja di gerbang UI atau tidak, masih ditelusuri," kata Ayu, di Mapolsek Beji, Rabu (5/11/2014).
JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mensinyalir ada lima kampus yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba. Dugaan tersebut berdasarkan penyidikan terhadap lima bandar narkoba yang biasa beredar di kampus.
"Dari temuan itu, kita ketahui lima kampus tersebut terindikasi terlibat peredaran narkoba di dalam kampus," kata Kepala Humas BNN, Sumirat Dwiyanto, di Kantor BNN, Selasa (26/8/2014).(okezone)
Kini, narkoba dalam kampus memasuki babak baru. Seorang guru besar yang menjabat Pembantu Rektor Tiga yang menangani kemahasiswaan tertangkap tangan, diduga melakukan pesta narkoba di hotel bersama mahasiswi dan dosen yang juga pejabat dalam bidang hukum.
Kejadian ini benar-benar mempermalukan pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi yang selama ini menjadi "kawah candradimuka" pembentukan manusia unggul yang diharapkan dapat membawa negeri ini makin maju, dan bermartabat, sangat dirusak oleh serangan narkoba. Di media, pemberitaannya menunjukkan secara jelas keterlibatan sang profesor.
Bisnis.com, MAKASSAR - Tim Satuan Narkoba Polrestabes Makassar meringkus Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof Muzakkir bersama dengan seorang dosen dan mahasiswi saat tengah pesta sabu, Jumat (14/11/2014) dini hari tadi.
Ulah guru besar yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Unhas itu dilakukan di salah satu hotel bintang 3 di bilangan Pelita Raya Makassar.
Kasat Narkoba Polwiltabes Makassar AKBP Syamsu Arif mengemukakan pihaknya juga mengamankan dua paket sabu beserta alat isap atau bong dalam penggerebekan guru besar tersebut.
"Saat ini ketiganya masih dalam pemeriksaan intensif penyidik," katanya kepada wartawan, jumat siang.
Informasi yang dihimpun Bisnis, ketiga tersangka narkoba tersebut ditangkap aparat kepolisian di kamar 312 hotel lokasi penggerebekan.
Adapun, oknum dosen yang juga tertangkap bersama sang profesor bernama Ismail Alrip serta seorang mahasiswi yang diidentifikasi atas nama Nilam.(14. November 2014)
Berbagai kejadian penangkapan ini harus memicu kita semua untuk secara total dan tuntas memerangi narkoba. Jika dilihat dari pola penyebaran dan korbannya, kita tidak boleh hanya mengandalkan polisi yang jumlahnya sangat terbatas. Kita semua harus ikut serta secara aktif menjadi bagian yang memerangi narkoba. Tentu saja sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.
Keikutsertaan masyarakat sangat penting karena pengguna narkoba dari kalangan pelajar dan mahasiswa terus meningkat. Media massa menyebutkan jumlah tersebut.
Jakarta, HanTer – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sebanyak 22 persen pengguna narkoba di Indonesia dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Hasil survei BNN di tiap-tiap universitas dan sekolah pada 2011 itu ditaksir bisa lebih besar lagi saat ini, mengingat adanya tren peningkatan pengguna narkotika.
Kepala Bagian Humas BNN, Kombes (Pol) Sumirat Dwiyanto, menyampaikan, pelajar dan mahasiswa masih menjadi kelompok rentan pengguna narkoba. Lemahnya pengawasan orangtua serta labilnya psikologi remaja membuat mereka mudah terjerumus menggunakan narkotika.
“Artinya dari empat juta orang di Indonesia yang menyalahgunakan narkoba, 22 persen di antaranya merupakan anak muda yang masih duduk di bangku sekolah dan universitas,” ujarnya saat dihubungi Harian Terbit, Jumat (12/9).
Sumirat mengatakan, umumnya pengguna yang berada di kelompok 15–20 tahun menggunakan narkotika jenis ganja dan psikotropika seperti Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Megadon.
Sejak 2010 sampai 2013 tercatat ada peningkatan jumlah pelajar dan mahasiswa yang menjadi tersangka kasus narkoba. Pada 2010 tercatat ada 531 tersangka narkotika, jumlah itu meningkat menjadi 605 pada 2011. Setahun kemudian, terdapat 695 tersangka narkotika, dan tercatat 1.121 tersangka pada 2013.
Kecenderungan yang sama juga terlihat pada data tersangka narkoba berstatus mahasiswa. Pada 2010, terdata ada 515 tersangka, dan terus naik menjadi 607 tersangka pada 2011. Setahun kemudian, tercatat 709 tersangka, dan 857 tersangka di tahun 2013. Sebagian besar pelajar dan mahasiswa yang terjerat UU Narkotika, merupakan konsumen atau pengguna.
Pada 2011 BNN juga melakukan survei nasional perkembangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa. Dari penelitian di 16 provinsi di tanah air, ditemukan 2,6 persen siswa SLTP sederajat pernah menggunakan narkoba, dan 4,7 persen siswa SMA terdata pernah memakai barang haram itu. Sementara untuk perguruan tinggi, ada 7,7 persen mahasiswa yang pernah mencoba narkoba.
Sumirat mengatakan, pihaknya menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberantas peredaran narkotika di kalangan mahasiswa dan pelajar. "Kami juga menjalin kerja sama dengan 59 lebih kampus di Jakarta untuk menangkal peredaran dan penyalahgunaan narkotika," ujarnya. Menurutnya, naiknya angka pengguna narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa akibat minimnya keinginan melakukan rehabilitasi.Setiap tahun, baru ada sekitar 18 ribu pengguna yang mendaftarkan diri ke program rehabilitasi. Untuk kelompok pelajar sendiri, pada 2013 tercatat ada 456 pelajar dan 391 mahasiswa yang mengikuti program rehabilitasi dari BNN.
Peningkatan jumlah pemakai narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa sangat mengancam masa depan negara bangsa ini. Karena itu,
MARI PERANGI NARKOBA SEKERAS-KERASNYA SAMPAI TUNTAS.
Chairul saleh
BalasHapusP.IPSB 2014
Narkoba kini menjadi permasalahan yang harus segera diatasi,karena narkoba telah mewabah sangat cepat ke semua golongan.Umumnya pada pelajar dan mahasiswa,karena mereka sangat rentan dengan yang penggunaan narkoba.Pengawasan orang tua yang kurang dan labilnya psikologi anak tersebut membuat mereka terjerumus untuk mengkonsumsi narkoba.Bahkan narkoba dapat kita jumpai dengan mudah diberbagai universitas baik negri maupun swasta.Dan baru-baru ini kita dapat melihat di media,bahwa ada guru besar bersama dosen dan mahasiswinya sedang pesta narkoba disuatu hotel ternama.Kejadian ini merupakan suatu kejadian yang sangat memalukan perguruan tinggi,karena perguruan tinggi sangat diharapkan dapat membawa negri ini semakin maju dan bermartabat.Bukannya membuat negri semakin maju malah membuat semakin terpuruk.Karena dengan adanya narkoba dikalangan pelajar dapat mengancam masa depan bangsa ini.Oleh karena itu kita harus peduli atas peristiwa yang terjadi di negri ini,dan bersama kita berantas narkoba demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Rovida Amalia Mazid
BalasHapusP.IPS A 2014
4915141032
Memang banyak sekali penggunaan narkoba dikalangan pelajar atau mahasiswa dalam dunia pendidikan, bahkan tidak sedikit orang sebagai pemakai, mungkin hal ini mempunyai faktor atau penyebab terjadinya pemaikai narkoba, salah satunya terbawa arus pergaulan yang sudah sangat jauh keluar dari batasannya, selain itu roko juga menjadikan seseorang untuk dekat dengan narkoba, serta akhlak atau akal mereka sebagai seorang berpendidikan tidak dipakai atau tidak mengaplikasikannya, sebaiknya sebagai seorang pelajar atau mahasiswa sudah menyibukan diri dalam hal kebaikan.
Saya Atikah Bahirah
BalasHapusP.IPS B/2014
Narkoba memang sudah menjadi momok menakutkan di Indonesia,hal itu dapat dilihat dari banyaknya peristiwa tentang narkoba diberbagai tempat yang diangkat oleh media.Lemahnya keimanan seseorang dan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tentang narkoba membuat pengedarannya merajalela.Padahal penyuluhan tentang bahaya narkoba sudah banyak disosialisasikan tetapi mengapa masih ada saja pengguna dari barang tersebut? Apalagi di dalam perguruan tinggi yang seharusnya menjadi panutan masyarakat karena perguruan tinggi adalah kampus pendidikan tertinggi. Lemahnya mental penduduk Indonesia membuat hal ini menjadi masalah yang sulit terselesaikan.
Sudah sangat berbahaya zaman ini, narkoba sudah beredar di dunia pendidikan. Indonesia pada saat ini sangat membutuhkan generasi yang bebas dari narkoba. Bayangkan jika narkoba tetap beredar banyak di Indonesia, maka banyak juga pengeluaran anggaran untuk menangani korban pecandu narkoba (BNN). Mulai sekarang, jadilah pelopor anti narkoba dan tumbuhkan jiwa kepedulian kepada sesama masyarakat Indonesia untuk tidak mennnggunakan narkoba. Selamatkan rakyat Indonesia dari narkoba!!! (Zikri S.R-P.IPS B 2014)
BalasHapusSebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan saya mengomentari tulisan Bapak. Mohon maaf ya Pak.
BalasHapusTriyani Ambar Sari P.IPS B
Di usia yang muda pelajar sudah memakai narkoba. Padahal narkoba yang dapat mematikan mereka secara perlahan. Selain itu, narkoba bisa merusak kekebalan tubuh mereka .
Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka tentang narkoba. Saya juga tidak tahu kenapa mereka bisa-bisanya pakai narkoba. Padahal banyak artikel yang menjelakan bahwa narkoba itu barang haram dan tidak boleh dipakai tapi tetap saja ada pelajar yang memakai narkoba entah ikut-ikutan dan ingin coba-coba.
Miris sekali mereka yang memakai narkoba di usia muda. Di usia mudah yang seharusnya mereka pakai untuk berkarya, belajar, dan meraih cita-cita, mereka malah pakai narkoba yang bisa membunuh mereka. Setelah melihat kejadian tadi pemerintah seharusnya memberikan penyuluhan terhadap bahaya narkoba agar tidak banyak yang memakai narkoba.
Narkoba tidak memandang umur, dan narkoba itu terjadi dengan adanya ketagihab, mau mencoba sekali dan sekali akhirnya ketagihan seperti dengan rokok yang mau mencoba, akhirnya mau mencoba lagi. Seperti itulah yang terjadi sekarang.
BalasHapusTrimakasih
salwa salsabila kelas p.ips B
Narkoba sudah merajalela di semua kalangan. Benar yang dikatakan pak nusa bahwa usia dan jabatan tidak menjadi hambatan dalam menikmati barang haram tersebut.Dari yang tua hingga muda dapat memakai narkoba. Tanpa merasa malu dengan jabatannya yang tinggi juga memakai narkoba.
BalasHapusNarkoba seperti menjadi trend pada zaman sekarang ini. Trend yang dapat membawa orang-orang kedalam kehancuran fisik, psikis , bahkan karier. Pemakai narkoba sebenarnya tahu dampak tersebut, namun mereka tetap saja menyentuh narkoba.
Sebenarnya narkoba sangat mudah sekali dicegah , apabila diri sendiri yang mampu menahan godaan narkoba. Iman yang kuat sangat membantu memerangi narkoba. Kalau bukan dari diri sendiri , pasti kita sudah tergoda dengah barang haram itu.
Saya setuju dengan kata-kata bapak, narkoba itu memang harus dijauhkan dan dihindari. Jangan pernah mau mencoba untuk narkoba, yang memakai narkoba itu biasanya hanya mencoba-coba saja lama-lama menjadi ketagihan. jika sudah ketagihan maka akan bahaya untuk diri sendiri. Maka jauhkanlah pada narkoba, narkoba itu sangat-sangat bahaya.
BalasHapusNarkoba itu tidak memandang umur, dan tidak memandang pangkatnya. maka dari diri sendirilah yang harus bisa menstop untuk tidak lagi narkoba. Semuanya itu memulai dari diri sendiri jangan sampai mengikuti orang lain.
Dan juga narkoba itu tidak memandang orangnya, entah ada yang kaya, ada yang miskin, itu semua sama saja. Mulai dari orang tuanya juga yang harus menjaga anak-anaknya. Jangan sampai orangtuanya malah ketagihan narkoba. Jika dari orang tuanya begitu maka bagaimana dengan anak-anaknya? Maka dari sinilah harus menjauhi narkoba.
Salwa salsabila
p.ips B
Haryani
BalasHapus4915141015
Pendidikan IPS A 2014
Benar kata bapak, penyebaran narkoba yang sangat luas tidak sebanding dengan jumlah polisi yang terbatas. Penyebaran tersebut banyak dilakukan oleh imigran-imigran gelap. Mereka membawa barang haram tersebut mayoritas melalui transportasi laut, dan mereka pandai melakukan manipulasi.
Jika saja masyrakat ikut melakukan sebuah kerja kecil untuk memberantas narkoba, setidaknya penyebaran narkoba menyempit sedikit demi sedikit. Masyarakat bisa melakukan hal kecil seperti tidak ikut memakai barang haram tersebut. Mengadukan kepada polisi jika mengetahui tempat-tempat yang diduga sebagai pengedaran narkoba.
Narkoba sangat harus segera dienyahkan. Karena barang haram tersebut sudah merusak banyak generasi. Yang berakibat fatal seperti kematian pun sudah banyak terjadi. Maka jangan biarkan barang haram tersebut merenggut nyawa-nyawa orang yang kita sayangi
Nama : Firaas Azizah
BalasHapusKelas : P.Ips A
Kode : 4915141031
Narkoba sangat tidak asing lagi di telinga masyarakat. Narkoba merupakan barang haram dan senjata ampuh untuk menjatuhkan harga diri seseorang. Bahkan nyawa menjadi ancaman bagi pengguna narkoba. Tetapi kenikmatan yang terkandung di narkoba tidak dapat membuat seseorang mencoba hanya sekali. Sehingga narkoba dapat membuat seseorang menjadi pecandu narkoba.
Pemuda-pemudi bangsa Indonesia hancur di karenakan narkoba. Bahkan, pejabat di negeri ini tidak segan menjadi pengguna narkoba. Lalu, bagaimana bisa negara ini maju ,kalau pejabatnya saja sebagai pengguna narkoba? Dan siapa penerus generasi bangsa Indonesia, kalau pemuda-pemudinya juga terlibat menjadi pengguna narkoba?
Tidak ada yang bisa disalahkan dalam kasus ini, karena lahirnya generasi baik pasti dilahirkan oleh orang yang baik. Maka, sangatlah penting pendidikan di muka bumi ini. Bukan hanya mejadikan negara ini maju, tetapi buatlah diri ini menjadi orang yang bisa berguna bagi orang banyak.
ORANG YANG TIDAK MEROKOK PASTINYA IA BUKAN PENGGUNA NARKOBA, TETAPI ORANG PEROKOK BISA JADI IA PENGGUNA NARKOBA.
Assalamualaikum pak
BalasHapusSaya Ma'mun Raka Arief
P.IPS A'14 (4915141016)
Banyak prestasi yang ditorehkan oleh para pelajar di Indonesia. Tetapi catatan negatif juga tidak kalah banyaknya. Dimulai dari tawuran, pelecehan seksual, bahkan barang haram seperti narkoba pun mereka torehkan. Dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi pun pernah tercatat dalam kasus-kasus tersebut.
Tak hanya pelajar atau mahasiswa, tenaga pendidik seperti guru, dosen, bahkan para professor tak luput dari kasus-kasus ini. Apakah memang sudah begitu adanya? Atau mental-mental mereka sudah benar-benar rusak?.
Permasalahan tersebut bisa terjadi mungkin karena adanya pengaruh dari masalah-masalah pribadi yang sedang mereka hadapi. Mereka yang sudah stress terhadap masalah-masalah pribadi mereka cenderung beralih untuk menggunakan narkoba. Pengaruh lingkungan dan pergaulan pun menjadi penyebab utama dalam masalah ini. Mari kita berantas narkoba sebelum narkoba tersebut yang memberantas kita.
Terimakasih.
Narkoba dan “anak muda” begitu dekat. Seolah tak ada batasan lagi diantara keduanya. Mungkin ini hanya kekeliruan semata. Tapi nyatanya kini seperti “boomber” raksasa dihadapan mata.
BalasHapusMengenai kasus narkoba yang menyangkut mahasiswa dan beberapa guru besar, profesor, maupun dosen tersebut, terasa miris dan tragis mengetahuinya. Tak ada yang suci ternyata (dalam hal ini terhadap narkoba), tak ada yang malu (mungkin memang tak punya urat malu) apalagi ada yang sadar akan pertanggungjawabannya nanti di hadapan Tuhan dan hukum negeri ini.
Mungkin kita tak pernah tahu apa motif sebenarnya dibalik semua itu. Tapi yang pasti terlihat dalam semua kasus, mereka hanya ingin bersenang-senang semata. Hedonis. Ya. Kehidupan narkoba dan hedonisme seperti ini telah mementahkan semangat nasionalisme dan patriotisme pemuda-pemudi di Indonesia. Tak ada lagi rasa peduli terhadap diri sendiri (yang nantinya akan berakibat fatal), tak ada lagi kepekaan sosial yang tinggi, tak ada lagi semua itu.
Nyatanya, kampus ternama dengan sejumlah dosen terbaiknya tak semenarik yang dikira. Mereka bisa disetarakan dengan kampus “ecek-ecek” diluar sana. Mungkin tak semua kampus pun bersih dari narkoba, tetapi setidaknya civitas kampus negeri harusnya bisa menjaga nama baik institusinya masing-masing. Sungguh ironi memang ketika kita mengetahui bahwa universitas-universtas TOP negeri ini ternyata juga belum bersih dari narkoba. Harusnya mereka menjadi panutan. Ini malah sebaliknya.
Sudah saatnya kita sebagai generasi penerus bangsa bisa kembali pada iktikad baik, kembali pada cita-cita luhur yang tinggi, kembali pada idealisme mahasiswa sebagai agent of changed, social control, dan iron stock bagi rakyat Indonesia. Bukan malah berperilaku biadab yang sama sekali tak pantas untuk ditiru oleh anak-anak muda lainnya.
Tita Nurmala – P.IPS B 2014
4915144096
Sri Rahayu(4915141019)
BalasHapusP.IPS A 2014
Narkoba, merusak mengahancurkan merugikan. Benda kecil tetapi membawa pengaruh negatif. Sebenarnya apa yang ada dalam pikiran pelajar dan mahasiswa sehingga mereka menggunakan narkoba? bukankah mereka terpelajar. Untuk apa pendidikan yang mereka dapatkan selama ini jika akhirnya akal pikiran mereka tidak digunakan. Bagaimana nasib bangsa Indonesa jika para pemudanya saja sudah rusak oleh barang haram tersebut?
Disini lah peran orang tua sangat dibutuhkan oleh para pelajar dan mahasiswa. Diketahui bahwa orang tua atau keluarga adalah orang yang paling dekat dengan kita. jadi, orang tua harus memberikan pengawasan terhadap anak anak mereka dan tidak memberikan kebebasan yang lebih terhadap anaknya. Remaja adalah masa dimana seseorang merasa dirinya sudah dewasa dan bebas untuk melakukan apa saja. Padahal itu salah, remaja adalah masa dimana dibutuhkannya arahan dari orang terdekat. Biasanya pelajar dan mahasiswa sangan gampang terpengaruh oleh teman lingkungan nya, sehingga mereka menjadi sasaran utama oknum-oknum pengedar barang haram tersebut.
Seharusnya para pelajar dan mahasiswa harus berpikir dengan baik. Mereka sekolah tinggi untuk mengubah bangsa ini, bukan untuk mengancurkan bangsa ini. Maka dari itu hindarilah narkoba , tuntutlah ilmu dengan baik, kita ubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik.
Narkotika adalah zat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Di Indonesia narkotika termasuk obat terlarang/ilegal yang tidak boleh beredar sembarangan di kalangan masyarakat. Namun untuk praktek kedokteran beberapa jenis narkotika masih dilegalkan dalam dosis tertentu.
BalasHapusMiris memang melihat berita-berita tentang merajalelanya narkotika beredar di kalangan masyarakat luas. Mulai dari kalangan pelajar sampai pekerja, dari lapisan atas sampai lapisan bawah. Tiap kalangan mempunyai masing mempunyai ‘perwakilan’ yang ditahan dalam penjara dalam kasus narkotika. Melihat betapa bebasnya mahasiswa dan dosen di universitas mengunakan narkotika, merupakan tamparan besar bagi kampus tersebut. Seharusnya sebagai pendidikan tinggi kampus memberikan teladan yang baik bagi lingkungan dalam maupun luar kampus, bukan sebaliknya.
Pihak kepolisian seharusnya lebih ketat dan disiplin dalam menghadapi kasus-kasus seperti ini. Seharusnya ada pemeriksaan rutin area kampus yang dilakukan oleh pihak kampus dan polisi agar tidak ada pelanggaran hukum seperti transaksi jual beli dan pembuatan narkotika serta mahasiswa tidak mengonsumsi narkotika.
Caroline Siagian
4915142803
Sejujurnya saya sudah sangat terbiasa mendengar adanya narkoba yang beredar di kampus. Saya sudah biasa mendengar adanya mahasiswa atau mahasiswi yang menggunakan narkoba. dan saya juga terbiaka mendengar para pelajar di bawah umur menggunakan ganja. Ironis memang jika suatu barang haram dapat di katakan sebagai hal yang biasa.
BalasHapussaya seorang wanita yang hidup di kalangan para pengguna ganja merasa ganja adalah hal yang biasa di gunakan atau sebagai barang haram yang terbiasa di gunakan sebagai teman dari sebatang rokok.saya tidak pernah menggunakan barang haram itu namun saya banyak belajar dari barang haram itu. memang bukan hanya olisi saja yang menangani barang haram tersebut. masyarakat harus turun tangan langsung untuk membekuk para pengguna narkoba atau ganja tersebut.
Namun jika para aparat yang membekingi apakah masyarfakat masihg dapat turun tangan?. saya tidak bisa mengerti apa tujuan dari negara ini. semuanya menjadi biasa dan penegak hukumnya pun berposisi tangan terhadap kesalahan orang yang harus di hukum.
intinya masyarakat dan polisi haruslah bekerja sama memberantas narkoba.
Atika Purwandari P. IPS B 2014
BalasHapusRasanya sangat ironis ketika membaca tulisan diatas. Perilaku tersebut sangat tidak terpuji dan mengkhawatirkan. Seharusnya mahasiswa bisa dijadikan teladan bagi masyarakat, ini justru malah berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan. Sungguh perbuatan yang tercela.
Dari tahun ke tahun tingkat penyalahgunaan narkoba rupanya semakin meningkat. Ini merupakan masalah besar yang harus ditangani secara cepat, karena 22 persen pengguna narkoba di Indonesia dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sungguh ini tidak mencerminkan hal yang baik.
Begitu cepatnya perkembangan penyalahgunaan narkoba di Indonesia mungkin terjadi karena akses untuk mendapatkannya sangat mudah. Pengedar bebas berkeliaran dimana saja dan aman. Bahkan di dalam bui pun masih banyak pengedar yang melakukan aksinya dengan aman
Miftahul Falah
BalasHapusP.IPS B 2014
4915142807
Narkoba adalah barang haram yang dilarang secara agama maupun negara. Namun kenyataannya, narkoba menjadi barang yang halal-halal saja apabila dalam keadaan darurat. Maksudnya adalah seseorang menggunakan narkoba untuk mencari kesenangan dan menghilangkan rasa penat yang ada di kepala.
Pada hal, untuk membeli narkoba biaya nya cukup mahal. Kisaran ratusan hingga jutaan rupiah, tergantung banyak dan jenis dari narkobanya. Namun semua itu tidak menjadi halangan buat pemakai, walaupun harganya mahal.
Belakangan ini, Kasus-kasus narkoba kembali menjadi sorotan media. Penggunanya pun setiap tahun semakin meningkat, mulai dari orang pinggiran hingga orang berpendidikan. Belum lama ini Pendidikan Indonesia kembali tercoreng oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal mereka itu, orang-orang yang berpendidikan dan berintelktual tinggi yang berlevel kan profesor dan dokter.
Namun apa daya, jika nafsu manusia tidak bisa dihadang dan dilawan, maka nafsu itu akan menguasai dirimu, walaupun dia orang yang berpendidikan.
Rijalul Fahmi (4915145529)
BalasHapusP.IPS B 2014
Assalamualaikum wr wb
Target peredaraan narkoba sekarang sudah merambah kemana saja dan segala lapisan masyarakat, parahnya peredaran narkoba sudah merambah ke instansi pendidikan, 22 persen dari pengguna narkoba di Indonesia itu dari kalangan pelajar dan mahasiswa bahwan guru, dosen dan rektornya pun menggunakan narkona notabene mereka adalah orang-orang yang berpendidikan, yang seharusnya mereka lebih mengerti tenteng bahaya narkoba dan menjadi contoh bagi mahasiswa dan masyarakat .
Sedangkan pendikan tertinggi itu ada di Perguruan tinggi, perguruan tinggi yang seharusnya menjadi lembaga pendidikan tertinggi itu, dan mahasiswa diharpkan bakal menjadi penerus bangsa, maju mundurnya bangsa itu ditentukan dari kaum muda dan terpelajar, saya malu sebagai mahasiswa ketika melihat kampus menjadi sarang narkoba bahwan seorang pembantu rekor berpesta narkoba bersama dosen dan mahasiswanya, ini bukal persoalan biasa kita harus bisa perangi narkoba bersama-sama bukan hanya dari pihak kepolisian yang mengawasi perdaran narkoba, namun dari segala lapisan masyrakat.
keluarga menjadi pihak pertama yang mengawasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, jangan sampai keluarga kita ada yang menggunkan narkoba, kemudian lingkungan sekitar tempat tinggalnya karna pergaulan berperan cukup sentral dalam pengawasan dari penyalahgunaan narkoba dilingkungannya, kemudian lembaga pendidikan dan instansi terkait, seharusnya disetiap perguruan tinggi harus melakukan tes urien terhadap calon mahasiswanya, dan itu harus dilakukan rutin disetiap tahunnya, jangan sampai kasus di universitas nasional dan universitas hasanudin terulang kembali, kita sebagai mahasiswa akan menjadi penentu kemajuan bangsa, kita pun harus terus mengawasi teman sekitar kita, keluarga kita dari penyalahgunaan narkoba.
wasalamualaikum wr wb
Khairun Nikmal Baiti
BalasHapus4915144082
P.IPS B 2014
Assalamu’alaikum wr. wb.
Perlu diakui di Indonesia narkoba memang makin merajalela. Dari kaum muda sampai yang sudah tua pun ikut menikmatinya. Dari kalangan biasa, publik figur, sampai profesor yang seharusnya menjadi teladan pun tergiur oleh benda haram ini. Dilakukan berbagai macam cara oleh si pengedar agar sasaran membeli narkoba. Awalnya memang gratis tetapi lama-lama pengedar makin menguras uang pemakai narkoba. Pemakai pun melakukan berbagai cara agar mendapatkan narkobanya.
Namun menurut saya, pengarahan tentang bahaya narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa belum sepenuhnya menjadi prinsip dalam dalam diri mereka. Mereka mengerti bahwa narkoba berbahaya, tetapi mereka tetap mengikuti ajaran teman untuk mencoba-coba.
Untuk itu diperlukan pondasi yang kokoh sejak dini untuk membudayakan anti narkoba. Ditambah pendidikan karakter agar tetap kuat dalam kondisi apapun. Tidak hanya pelajar, masyarakat luas pun harus diberi pondasi yang kokoh untuk tidak terjebak dengan narkoba. Saya rasa inilah yang menjadi PR besar pemerintahan untuk meminimalisir pengguna narkoba. Kalau bisa tuntas habis semuanya. Semoga saja.
Marilah bersama-sama pemerintah memberantas narkoba.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Nama: hesti mardiana
BalasHapusKelas: p.ips A 2014
Nim: 4915141039
Memang tidak di ragukan lagi atau tanpa pertimbangan lagi bahwa narkoba harus di berantas tuntas. Narkoba saat ini sudah mulai beredar luas ke universitas-univetsitas bahjan ke sekolah-sekolah. Sekarang kebanyakan pengguna narkoba adalah mahasiswa dan pelajar.
Menurut saya pihak pemerintah harus lebih tegas dalam menangani masalah itu yang sedang buming-bumingng nya saat ini. Selain itu pihak sekolah ataupun universitas juga harus lebih tegas dalam mengawasi siswa-siswi ataupun mahasiswa-mahasiswinya.
Tidak kalangan mahasiswa atau pelajar saja yang menggunakan narkoba,para petinggi negara bahkan aparat kepolisianpun ada yang menggunakan narkoba hanya untuk berfoya-foya. Sebaiknya pemerintah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang barkoba dan dampaknya. Serta melakukan rehabilitasi agar pelajar mengerti bahaya akan narkoba dan memberikan sanksi yang tegas pagi para pengguna narkoba.
Di era modern ini banyak dari kita yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Karena kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan masa di mana masih labil untuk mencari jati diri. Seperti yang kita lihat saat ini banyak anak yang telah mengkonsumsi narkoba.
BalasHapusSeperti yang bapak katakan, narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa dari tahun ke tahun semakin meningkat bukannya semakin menurun, karena sekarang ini untuk mendapatkan narkoba itu mudah. Lihat saja seorang yang menjadi pamutan dan sangat di percaya saja bisa terjerumus mengkonsumsi narkoba.
Seharusnya kita tahu bahwa banyak dampak buruk dari kita mengkonsumsi narkoba diantaranya yaitu, rusaknya sel-sel dalam tubuh, emosi kita menjadi mudah tersulut, dan masa depan kita menjadi suram. Oleh karena itu, narkoba tidak baik untuk tubuh kita terutama orang yang mengkonsumsinya secara berlebihan.
Eka Yuliyanti
P.IPS B
4915142817
Siti Aisyah
BalasHapusP.IPS B 2014
4915144110
Narkoba merupakan salah satu obat-obatan yang terlarang. Narkoba juga menjadi salah satu masalah yang susah untuk diberantas di negeri ini. Narkoba akan menjadi terlarang apabila kegunaanya tidak sesuai dengan kadarnya tetapi jika pengunaannya untuk dunia kedokteran itu dizinkan karna sesuai dengan kadarnya.
Menurut saya sekarang ini penyalahgunaan narkoba banyak terjadi dikalangan masyarakat. Pengunaan narkoba itu sendiri terjadi dari kalangan pelajar sampai para pesohor negeri ini. Seperti yang terjadi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia,yaitu seorang guru besar dan dosen beserta mahasiswa yang tertangkap sedang pesta sabu. Hal itu menunjukkan bahwa moral yang dimiliki bangsa ini sudah bobrok.
Kejadian tersebut sudah membuat citra pendidikan di Indonesia menjadi jelek. Seharusnya tempat tersebut sebagai pencetak penerus bangsa yang unggu,l bukan membuat calon penerus bangsa yang tidak berguna bagi masyarakat. Dari kejadian tersebut kita harus memerangi narkoba sampai keakar-akarnya. Mungkin caranya bisa melalui pendidikan karakter,seminar,adanya pengawsan yang lebih ketat dan mengisi waktu dengan hal yang positif. Jadi narkoba ini dapat diberantas jika pemerintah dan nmasyarakat mau bekerjasama untuk memerangi hal tersebut.
Siti Aisyah
P.IPS B 2014
4915144110
Narkoba merupakan salah satu obat-obatan yang terlarang. Narkoba juga menjadi salah satu masalah yang susah untuk diberantas di negeri ini. Narkoba akan menjadi terlarang apabila kegunaanya tidak sesuai dengan kadarnya tetapi jika pengunaannya untuk dunia kedokteran itu dizinkan karna sesuai dengan kadarnya.
Menurut saya sekarang ini penyalahgunaan narkoba banyak terjadi dikalangan masyarakat. Pengunaan narkoba itu sendiri terjadi dari kalangan pelajar sampai para pesohor negeri ini. Seperti yang terjadi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia,yaitu seorang guru besar dan dosen beserta mahasiswa yang tertangkap sedang pesta sabu. Hal itu menunjukkan bahwa moral yang dimiliki bangsa ini sudah bobrok.
Kejadian tersebut sudah membuat citra pendidikan di Indonesia menjadi jelek. Seharusnya tempat tersebut sebagai pencetak penerus bangsa yang unggu,l bukan membuat calon penerus bangsa yang tidak berguna bagi masyarakat. Dari kejadian tersebut kita harus memerangi narkoba sampai keakar-akarnya. Mungkin caranya bisa melalui pendidikan karakter,seminar,adanya pengawsan yang lebih ketat dan mengisi waktu dengan hal yang positif. Jadi narkoba ini dapat diberantas jika pemerintah dan nmasyarakat mau bekerjasama untuk memerangi hal tersebut.
Narkoba kini telah merambah ke semua lapisan masyarakat. Tak hanya kalangan kelas bawah dan menengah, kalangan elite pun tak luput dari penyebaran barang haram ini. Bahkan narkoba kini mulai menjamah golongan terpelajar di sekolah dan universitas. Tentu hal ini sangat memprihatinkan mengingat golongan terpelajar inilah yang menentukan nasib bangsa Indonesia di masa depan.
BalasHapusAkhir-akhir ini lembaga pendidikan perguruan tinggi menjadi sorotan karena serangan masif narkoba yang telah sampai pada taraf memprihatinkan serta membutuhkan perhatian serius. Tidak sedikit mahasiswa yang menjadi pemakai dan pengedar barang haram. Peredaran barang ini tidak hanya di kampus swasta, kampus negeri pun tidak luput dari jamahan peredaran barang tersebut. Bahkan kampus yang tergolong ternama dan teratas juga kena batunya.
Saya sebagai mahasiswa sangat prihatin dan khawatir terhadap kondisi ini. Betapa tidak, serangan masif dari barang yang bernama NARKOBA telah menjebol sendi-sendi kehidupan akademis perguruan tinggi. Sudah saatnya, seluruh kalangan masyarakat terutama golongan terpelajar memerangi peredaran narkoba sampai tuntas ke akar-akarnya. Karena narkoba adalah racun mematikan dari sebuah proses bernama globalisasi dan westernisasi yang tentu membutuhkan penawar jitu untuk memberantas penyebarannya.
Tri Arung Wirayudha
4915141048
P.IPS A 2014
KAMPUS DAN NARKOBA
BalasHapusKampus memang menjadi tempat yang strategis untuk peredaran narkoba. Mahasiswa itu termasuk golongan remaja akhir yang jwa serta emosinya masih labil. Maka dari itu mereka gampang terpengaruhi oleh bujuk rayu teman-temannya. Awalnya mungkin mereka hanya ingin tahu atau ingin ikut trend yang mereka anggap keren yaitu menggunakan narkoba tetapi lama kelamaan mereka akan menjadi pecandu karena sifat narkoba itu sendiri adalah membuat ketagihan para penggunanya.
Saya sendiri tidak tahu apa rasa narkoba itu. Mengapa banyak orang yang terjerumus dan terjebak oleh barang haram tersebut. Mungkin alasan seperti saya inilah yang membuat orang diluar sana tertarik memakai narkoba. Pecandu narkoba juga tidak pandang bulu, mulai dari orang yang perpendidikan rendah sampai berpendidikan tinggi. Pendidikan yang tinggi pun tidak menjamin orang itu akan berperilaku baik, seperti dalam tulisan bapak ini PR 3 UNHAS terlibat kasus narkoba, mungkin keimanan dia sedang menipis sehingga tergiur bujuk rayu narkoba dan wanita.
Narkoba sungguh membahayakan kesehatan, karir dan harga diri seseorang. Contohnya para artis yang tersangkut kasus narkoba seperti Rafi Ahmad, Sammy Simorangkir, pelawak Tessy, dan masih banyak lagi. Karena barang haram tersebut karir mereka hancur tetapi tidak banyak dari pecandu narkoba yang sudah mendapatkan hukuman dan rehabilitasi bisa bangkit kembali. Mereka yang telibat narkoba memang salah tetapi kita harus bisa menyadarkannya dan melepaskan mereka dari jeratan narkoba.
Narkotika dan obat-obatan terlarang atau yang disebut narkoba ini memiliki efek kecanduan bagi para penggunanya. Narkoba sangat berbahaya pada kesehatan fisik dan mental pecandunya. Negara ini butuh golongan muda yang berkualitas akhlah, perilaku serta pendidikannya. Maka dari itu kita sebagai golongan muda jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif seperti itu. Ya, kita harus memerangi narkoba sampai tuntas agar Indonesia bebas dari narkoba.
Reza Priyantama (4915144105)
P.IPS B 2014
Nama saya fardani ghina hayati
BalasHapusPIPS B 2014
Saya setuju dengan tulisan pak nusa ternyata narkoba bisa merusak siapa saja tidak hanya para mahasiswa sebagai generasi muda tapi juga dosen besar yang memiliki gelar dan kepintaran. Ternyata jumlah pecandu dari tahun ke tahun semakin bertambah seiring dengan mudahnya mendapatkan narkoba dengan cuma-cuma. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus hidup di dalam realita ini. Penyalahgunaan dan kecanduan narkoba sangat merusak generasi muda kita.
Kurangnya pengawasan serta penyuluhan menjadikan mereka dekat dengan lingkaran hitam, narkoba. Sebagai bagian dari generasi muda Indonesia. Kita harus saling bahu membahu menjaga diri kita dan orang lain agar tidak terjerumus dalam lingkaran hitam,, narkoba. Generasi muda adalah permata hati bangsa dan kitalah yang akan menyinari masa depan bangsa dengan kekuatan yang timbul dari kualitas karakter kita sebagai pemuda Indonesia seutuhnya.
Sudah saatnya kita berdiri dari tempat duduk kita dan mengambil tindakan nyata dalam menghadapi bahaya narkoba. Terus berpartisipasi lah dalam penyuluhan narkoba. Bangun bangsa, bangun Indonesia, bangun masa depan.
Windarti
BalasHapusP.IPS B 2014
4915142826
sangat memprihatinkan,sejumlah perguruan tinggi menjadi sorotan publik karna dijadikan tempat peredaran narkoba dan sudah mencapai taraf yang mengerikan. tidak pantas lingkungan kampus dijadikan tempat jual-beli barang haram, seharusnya lingkungan kampus dijadikan sebuah ajang untuk menggembangkan skill,kreatifitas,dan kemampuan cara berfikir kita serta meraih prestasi.
peningkatan penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, banyak hal negatif yang ditimbulkan oleh narkoba terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang sudah menjadi pecandu mereka akan kehilangan masa depan dan membuat hidupnya menjadi hancur. umumnya remaja rentan terhadap hal tersebut, rasa ingin tahu yang tinggi membuat para remaja ingin mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup anak jaman sekarang biasanya remaja mudah terpengaruh.
upaya terhadap penyebaran narkoba sudah menjadi tanggung jawab kita bersama terutama orang tua,masyarakat,dan pihak-pihak yang terkait terhadap hal ini,serta berperan aktif dan mewaspadai ancaman narkoba. hukuman mati dan denda pantas untuk para pengedar narkoba agar mereka jera.
Menurut saya memang narkoba menjadi suatu barang yang sekarang dapat berpengaruh besar pada kehidupan remaja sampai orang tua. Narkoba tidak pandang buluh. Seorang dosen sekalipun bisa terjangkit narkoba
BalasHapusNarkoba ini juga bisa menimbulkan dampak yang besar bahkan sampai mematikan. Terkadang seseorang beranggapan bahwa dengan menggunakan narkoba dapat mengatasi permasalahan. Tanggapan itu sangat salah dan tidak benar
Semuanya harus mengambil alih tentang permasalahan narkoba ini,terutama dari pihak pemerintahan. Seorang pengajar seharusnya memberi contoh yang baik tetapi malah memberikan contoh yang kurang baik. ( Riefka Fauziah Azhari P.IPS A 2014 )
Anwar Nur Hidayat
BalasHapus4915141050
Sedih memang bila melihat hal tersebut. Narkoba menjadi jalan keluar dari penyelesaian masalah. Menggunakan sesuatu dengan memikirkan hanya dampak sesaatnya, bukan memikirkan mudaratnya. Mungkin membuat tenang, tapi merusak otak. Mungkin membuat rileks, tapi haram dan menambah dosa.
Apalagi bila dibahas para penggunanya adalah para orang orang terpelajar, orang berpendidikan. Untuk apa gelar pendidikan tinggi, untuk apa belajar bertahun tahun. Akhirnya terjerumus ke hal yang menyimpang dan tidak bermanfaat.
Hidup itu memang pilihan untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh. Baik buruknya kita yang akan merasakan dampaknya
miris, mendengar berita tersebut. kalangan pelajar atau mahasiswa adalah generasi yang menentukan negara kita kedepannya seperti apa. semakin banyak pelajar atau mahasiswa yang memakai narkoba semakin rusak negara kita kedepannya.
BalasHapusberutung lah jika kita tidak terkena rayuan narkoba. mereka yang terkena narkoba biasanya mereka hanya ingin tahu, kemudian timbul rasa ingin lagi dan lagi yang akirnya jadi kecanduan. dan pengedarnya biasanya tidak memakai, mereka para pengedar hanya mengedarkan saja tanpa memakai barang haram itu.
tugas kita adalah saling peduli terhadap diri sendiri dan satu sama lain. mulai dari orang-orang di sekitar kita. harus lebih mendekatkan diri kepada tuhan dan memberikan penyuluhan tentang narkoba bagi kita dan orang lain.
berantas narkoba secara tuntas agar tercipta masyarakat yang bersih dan cerdas!
rayiasyhada
p.ips a 2014
4915144090
Nama: Kun Khaerina Hapsari
BalasHapusKelas: P. IPS A 2014
NIM: 4915141047
Narkoba, zat adiktif yang memberikan efek ketagihan bagi si pemakai. Berbagai dampak buruk bisa dirasakan pengguna jika memakai secara terus menerus dan dalam dosis tinggi. Namun jika digunakan dgn dosis dan orang yg tepat justru akan bermanfaat. Beberapa jenis narkoba bahkan ada dalam dosis obat penenang.
Namun saat ini, justru zat adiktif itu disalahgunakan. Bahkan pemakainya semakin hari semakin meningkat tajam. Pemakainya pun dari berbagai kalangan seperti yg telah disebutkan dalam wacana tersebut.
Mendengar bahwa narkoba telah merambah dikalangan terdidik itu sengat menyedihkan dan mengecewakan. Kita sebagai generasi muda seharusnya menjadi agent of change! Bukannya malah membudidayakan penggunaan obat terlarang itu. Dan yang lebih mengecewakan dan mengherankan lg ketika mengetahui bahwa petinggi Kampus ikut serta 'melestarikannya'. Akan menjadi seperti apa negara ini jika penggunaan obat terlarang itu terus dibudidayakan? Obat tersebut lama kelamaan akan merusak otak dan tubuh kita. Sebagai generasi muda, mari kita perangi narkoba! habis tuntaskan kebiasaan yg tak berguna ini.
Nama : Joddy Hermawan
BalasHapusKelas : P.IPS B 2k'14
No Reg : 49151142810
Narkoba adalah barang yang dilarang untuk diperjual-belikan. Pasa umumnya narkoba dipergunakan dalam dunia kedokteran, Sayangnya narkoba sering disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Narkoba sering digunakan sebagai alat pemuas, penghilang penat, dan halusinasi. Seharusnya para pihak universitas harus memberikan kebijakan dan konsekuensi yang tegas agar membuat efek takut dan jera terhadap para pemakai dan calon pemakai.
Pada umunya pada setiap universitas pasti ada bandar narkoba yang sembunyi didalamnya. Ini sangat membuktikan betapa remdahnya sistem pengawasan universitas terhadap orang yang masuk keluar universitas, sehimgga banyak oknum yang bisa masuk kedalam universitas itu. Biasanya serangan para oknum itu adalah universitas universitas besar dan ternama.
Jadi intinya perederan narkoba di kampus dapat dihentikan, dengan cara memperketat kebijakan oleh para universitas, dan kita sendiri juga harus kenal dampaknya dari narkoba itu sendiri. Para mahasiswa juga harus mempunyai kesadaran dari diri sendiri. Sehingga perederan narkoba itu dapat dikurangi.
Adetya Lestari
BalasHapusP.IPS A 2014
mahasiswa adalah sasaran yang paling menjeret dalam sebuah narkoba dengan hal tersebut mahasiswa masih terpengaruh dengan pergaulan bebas. Jika mahasiswa tersebut sedang stres dengan tugas yang diberikan dosen, ia akan melakukan tindakan yang frontal membuat hilang akan semua kesadarannya seperti narkoba tersebut.
guna untuk mencegah narkoba dikalangan mahasiswa yaitu mahasiswa harus berfikir bahwa tidak hanya membuat citra universitas menjadi baik tetapi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa juga ebih produktif dan bebas dari narkoba.
setiap seminggu sekali melakukan penyisiran dilingkungan kampus juga harus bersifat mendadak, jadi mahasiswa tidak ada yang tahu. Dari hasil penyisiran trsbt maka siapapun yang menggunakan narkoba akan diberi sansi dan hukuman sesuai dengan tata tertib kampus.
.
Fasubkhanali
BalasHapusP. IPS B 2014
4915142808
Sebagai mahasiswa, seharusnya mampu menentukan arah hidup. Tindakan-tindakan yang kita lakukan dalam hidup ini akan menentukan kelanjutan hidup kita. Apa yang sudah kita lakukan akan memberikan dampak. Dampak yang baik pasti dihasilkan dari tindakan-tindakan yang baik dan begitu pula sebaliknya.
Sebagai mahasiswa, kita tentu tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri kita sendiri. Tak mesti menjadi seorang mahasiswa, siapapun tentu harus memiliki kemampuan untuk mengontrol tindakannya. Tindakan yang semestinya tidak dilakukan, maka janganlah dilakukan.
Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu tindakan buruk yang telah merambah ke berbagai usia maupun profesi. Pelajar, mahasiswa dan dosen kini telah merasakan akibat dari penggunaan narkoba. Narkoba tak pandang usia maupun intelektualitasnya dalam memilih korban.
Berdasarkan kasus diatas, membuktikan bahwa banyak instansi pendidikan tinggi yang kini tidak bersih dari narkoba. Padahal perguruan tinggi merupakan tempat dimana calon penerus bangsa dibentuk. Akhirnya, kita mempertanyakan arah bangsa ini jika calon penerus nya tak mampu menjauhi diri dari tindakan-tindakan yang buruk.
Ghaffar Radithio Putra
BalasHapusP.IPS B 2014
4915142801
Di masa yang "edan" ini narkoba adalah suatu tren tersendiri di kalangan universitas. Narkoba adalah zat yang berbahaya yang dapat membuat kita tidak sadar dan merasa "ngefly" dibawah pengaruh narkoba kita tidak dapat mengontrol tubuh oleh karena itu sangat berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain dan juga efek jangka panjangnya bisa menyebabkan kematian karena orang yang sudah memakai narkoba bisa dijuluki "mayat yang berjalan".
Tidak habis fikir memang kenapa barang haram seperti itu bebas keluar masuk di dalam universitas bahkan guru besar salah satu universitas tenama pun memakai barang haram tersebut. Intelek mungkin bukan jaminan bahwa seseorang itu tau mana yanh benar mana yang salah. Peran agama disini bermain sangat tinggi. Sungguh memalukan bukan bahwa sekarang universitas dan para guru besar bebas mengedarkan narkoba di universitas. Apa kata dunia? Apa kata orang tentangan perguruan tinggi Indonesia?
Oleh karena itu disamping intelek kita juga harus mendalami agama agar seimbang fikiran yang cerdas dan hati yang jernih jika dijalani bersamaan akan menghasilkan sesuatu yang sangat positif. Lagi pula apalah untung narkoba itu? Duit habis nyawa habis maka marilah para generasi muda menjauhlah dari narkoba dan cari sesuatu hal yang positif untuk mengisi waktu luang kalian.
Nama saya Syafrida Dea Irany dari P.IPS A 2014.
BalasHapusNarkoba adalah salah satu permasalahan di indonesia yang sudah meluas. Kini, narkoba sudah memasuki semua kalangan dan lapisan masyarakat Indonesia. Baik itu pelajar, mahasiswa, pejabat, artis dll. Narkoba sudah merasuki otak para penerus bangsa yang semestinya mereka menjadi anak bangsa yang berprestasi, tetapi dengan narkoba mereka menjadi aib pada bangsanya sendiri.
Sekarang di Indonesia, untuk memperoleh narkoba sendiri sangatlah mudah. Bahkan, di Ibukota sendiri pemakaian narkoba menjadi hal yang lazim dan sudah tidak tabu lagi di sebagian kalangan. Perederan narkoba yang mudah dan leluasa menjadi sebab tingginya pemakaian narkoba di Indonesia. Ditambah lagi dengan ringannya hukuman yang diberikan bagi peredar dan pengguna narkoba tesebut.
Miris memang mendengar peredaran narkoba di Indonesia sangatlah tinggi. Ini menjadi tugas utama bagi kita semua baik pemerintah dan rakyat untuk terus memberantas narkoba. Karena jika tidak, negara ini akan terus dibayan-bayangi dengan narkoba yang akan merusak generasi muda indonesia. Narkoba tidak bisa dibiarkan karena narkoba bukan hanya bisa merusak diri sendiri dan masa depan tetapi bisa merusak jati diri bangsa Indonesia.
Terimakasih. Wass.
Benar apa yang bapak katakan, bahwa narkoba bisa menyerang siapa pun dan kalangan apa saja. Sekali saja mencoba barang haram ini, masa depan akan rusak. sungguh ironi memang melihat pengguna narkoba semakin hari semakin tak terkendali. Apalagi narkoba yang menyebar luas di instansi pendidikan yang makin berani mengonsumsi barang haram tersebut. Faktor internal yang memicu mengonsumsi barang haram ini adalah rasa ingin coba-coba, mengikuti trend, dan ingin hidup senang-senang.
BalasHapusCara yang dilakukan pemerintah pun banyak seperti adanya BNN, tempat rehabilitasi, dan yang paling berperan besar yaitu polisi. Meskipun ada banyak cara untuk memberantas kasus narkoba di Indonesia, tidak memberikan hasil yang memuaskan. Narkoba terus merajalela dapat menyerang siapa saja jika tidak hati-hati seperti virus yang tidak akan pernah hilang. Keberadaan program yang memberantas narkoba layaknya angin lalu yang lewat begitu saja.
Tugas kita dan pemerintah harus aktif. Kita sebagai masyarakat jangan hanya bergantung pada pemerintah saja. Kita bisa memberikan penyuluhan pada orang-orang bagaimana narkoba bisa merusak masa depan.
Biasanya keberadaan narkoba ditemukan di pinggir - pinggir kota dimana ekonomi menengah hingga sulit. Narkoba dapat berada di kalangan tersebut, karena biasanya mereka stress dan depresi akibat ekonomi sulit. Namun kini, keberadaan narkoba menjalar ke kalangan kampus, dimana orang kaya dan berintelek berada.
BalasHapusMerambahnya narkoba hingga ke kalangan kampus harus kita tanggapi secara kritis. Bukan dengan menjauhi dan menyalahkan kalangan tersebut, namun dengan menyadari keberadaan narkoba di kalangannya. Dengan itu, kita dapat membantu pemberantasan narkoba dengan melapor ke pihak yang berwenang.
Dengan cara itu, kita dapat membantu pihak polisi yang jumlahnya terbatas, seperti yang disampaikan di atas.
Shabrina Sekar Arum Sabri
P. IPS B 2014
Di dalam lingkungan kampus terdapat berbagai macam karateristim mahasiswa yang berbeda. Tidak di pungkiri bahwa ada juga mahasiswa yang menggunakan narkoba. Kita sebagai mahasiswa harus berusaha keras agar terhindar dari yang namanya narkoba entah kita hanya memgkonsumsinya atau mengedarkannya.
BalasHapusKita harus mengisi waktu kegiatan kita dengan hal-hal yang positif. Itu perlu dilakukan agar kita tidak terjurumus kedalam likaran setan naekoba khususnya di dalam lingkungan kampus.
Narkoba adalah salah satu faktor perusak bangsa. Kita sebagai calon pemimpin di masa depan harus menjauhi barang haram tersebut. Narkoba harus di berantas tuntas dari negri ini agar bangsa ini dapat maju.
Achmad ramadhan 4915142806
BalasHapusDi dalam lingkungan kampus terdapat berbagai macam karateristim mahasiswa yang berbeda. Tidak di pungkiri bahwa ada juga mahasiswa yang menggunakan narkoba. Kita sebagai mahasiswa harus berusaha keras agar terhindar dari yang namanya narkoba entah kita hanya memgkonsumsinya atau mengedarkannya.
Kita harus mengisi waktu kegiatan kita dengan hal-hal yang positif. Itu perlu dilakukan agar kita tidak terjurumus kedalam likaran setan naekoba khususnya di dalam lingkungan kampus.
Narkoba adalah salah satu faktor perusak bangsa. Kita sebagai calon pemimpin di masa depan harus menjauhi barang haram tersebut. Narkoba harus di berantas tuntas dari
Anggun Trihapsari
BalasHapus4915142820
P.IPS B 2014
Malu rasanya bila membaca tulisan Bapak diatas bahwa narkoba sudah menyerang Kampus Perguruan tinggi. Apalagi dalam komplotan tersangka yang diciduk polisi, beberapa Mahasisiwi serta dosen-dosen yang salah satunya menjabat sebagai Pembantu Dekan III ikut terlibat, sungguh memalukan. Rasanya sejak kasus itu mencuat ke masyarakat, PErguruan tinggi tercoreng hargadirinya. Bagaimana tidak, bahwasanya Perguruan tinggi dan Mahasiswa merupakan penggerak bangsa yang nantinya akan menopang bangsa ini malah berurusan dengan obat-obatan yang jelas berbahaya dan terlarang. Terlebih dalam lingkup kampus, ini menjadi pertanyaan bagaimana bisa perdagangan obat terlarang tersebut bisa masuk dalam ambahan kampus? Inilah yang menjadi masalah bahwa obat terlarang begitu mudah didapatkan, seharusnya peran polisi atau badan pengawas yang mengawasi masuknya barang-barang ke indonesia mampu mengagagalkan usaha imigran-imigran gelap atau seseorang yang ingin mejual barang haram tersebut masuk ke tanah air. Bukan itu saja, masyarakat juga dihimbau agar berhati-hati apabila ditawarkan, jangan malah ikut terpikat. Dalam hal ini juga memperkuat iman sangat dibutuhkan. apalagi dari data diatas 22% pemakai narkoba adalah remaja, tentu remaja dalam masa kelabilannya mudah terpikat barang tersebut. Orangtua atau saudara terdekat dibutuhkan dala pengawasan ini juga, karena kalau bukan kita, siapa lagi?
Narkoba di zaman sekarang ini sudah sama halnya dengan jajanan kaki lima yang berada dijalan raya manapun. Banyak dan menumpuk. Sekarang narkoba sudah marak dimana-mana. Barang haram tersebut sekarang ini menjadi jajanan bagi remaja, bahkan juga bagi para petinggi dalam pendidikan.
BalasHapusSangat tragis memang! Tetapi itulah kenyataannya. Mereka yang dibesarkan dalam dunia pendidikan tetapi mereka tetap saja merasa bodoh dalam memilih sesuatu hal. Mereka hanya bisa memikirkan hal duniawi mereka saja. Apakah mereka tidak memikirkan orang-orang di luar sana yang membutuhkan uang untuk kehidupan mereka kelak dibandingkan hanya menjajani uang mereka dengan barang haram? Hal ini memanglah tidak masuk akal. Mereka golongan terpelajar yang menjadi harapan bangsa Indonesia di masa depan. Tetapi mereka malah menjatuhkan harapan tersebut dan hanya bisa menambahkan keterpurukan bangsa kita.
Hidup ini memang pilihan. Kita harus dapat memilih mana yang benar dan mana yang salah. Jangan bersikap egois. Pikirkanlah bangsa kita ini di masa depan. Jauhkanlah pikiran hedonisme kita. Yang terpenting adalah berantas narkoba dan jadilah penerus bangsa yang membanggakan.
Dwi Putri Yulianti
P.IPS B 2014
Narkoba di zaman sekarang ini sudah sama halnya dengan jajanan kaki lima yang berada dijalan raya manapun. Banyak dan menumpuk. Sekarang narkoba sudah marak dimana-mana. Barang haram tersebut sekarang ini menjadi jajanan bagi remaja, bahkan juga bagi para petinggi dalam pendidikan.
BalasHapusSangat tragis memang! Tetapi itulah kenyataannya. Mereka yang dibesarkan dalam dunia pendidikan tetapi mereka tetap saja merasa bodoh dalam memilih sesuatu hal. Mereka hanya bisa memikirkan hal duniawi mereka saja. Apakah mereka tidak memikirkan orang-orang di luar sana yang membutuhkan uang untuk kehidupan mereka kelak dibandingkan hanya menjajani uang mereka dengan barang haram? Hal ini memanglah tidak masuk akal. Mereka golongan terpelajar yang menjadi harapan bangsa Indonesia di masa depan. Tetapi mereka malah menjatuhkan harapan tersebut dan hanya bisa menambahkan keterpurukan bangsa kita.
Hidup ini memang pilihan. Kita harus dapat memilih mana yang benar dan mana yang salah. Jangan bersikap egois. Pikirkanlah bangsa kita ini di masa depan. Jauhkanlah pikiran hedonisme kita. Yang terpenting adalah berantas narkoba dan jadilah penerus bangsa yang membanggakan.
Dwi Putri Yulianti
P.IPS B 2014
Sungguh sangat ironis sekali negeri ini. Bahkan barang terlarang pun sudah menjajah sampai kedalam dunia pendidikan. Tidak hanya peserta didik yang menggunakan, tapi seorang guru besar pun tertangkap menggunakan barang haram tersebut. Bagaimana negara ini bisa maju, jikalau seorang profesor alias guru besar yang harusnya menjadi contoh teladan bagi peserta didiknya melakukan hal yang sangat tidak pantas dan sangat memalukan!
BalasHapusNarkoba kini menjajah semua kalangan tidak mengenal tua-muda, pria-wanita, dan kaya-miskin bukan lagia jadi hambatan. Tiap tahun jumlah pengguna narkoba terus menanjak. Pengedar lokal dan interlokal pun semakin menyarang di Indonesia. Hukum yang lemah adalah alasan utama mengapa para pengedar semakin betah menjajakan barang haram tersebut.
Kesadaran masyarakat dalam memberantas barang haram ini sangat berperan penting. Karena tidak mungkin hanya mengandalkan petugas berwajib yang jumlahnya terbatas. Dan yang terpenting adalah kembali ke diri sendiri untuk memilah mana yang baik atau tidak bagi diri kita. Narkoba merupakan barang haram, kita semua tahu hal itu namun semua kembali bergantung peran kita dalam mengambil keputusan bagi kita sendiri akan menggunakannya atau meninggalkannya.
Wandahani
P.IPS B2014