Minggu, 16 November 2014

MAFIA MIGAS DAN PERTANIAN

Media Indonesia, Sabtu 15 November 2014 pada halaman 2, di bawah judul berita Koalisi Prabowo Berbeda Pendapat, menjelaskan, menurut Ikrar, KMP terus berupaya mengganggu pemerintahan tidak semata karena persoalan politik atau kekalahan dalam pilpres, tetapi ada dorongan motif ekonomi lantaran Jokowi ingin menghabisi mafia migas dan pertanian.

Sangat disayangkan tidak ada penjelasan lebih lanjut apa yang  dimaksud dengan keterangan Ikrar di atas. Dengan demikian berbagai tafsir bisa berkembang menjadi sangat liar.

Apa kepentingan KMP dengan keinginan Jokowi menghabisi mafia migas dan pertanian? Apakah ada unsur di dalam KMP yang terkait langsung atau tidak dengan mafia migas dan pertanian? Apakah KMP diuntungkan oleh mafia migas dan pertanian, karena itu melakukan berbagai upaya untuk mengganggu pemerintahan Jokowi-JK? Jika ada pihak di dalam KMP yang terkait dan diuntungkan oleh keberadaan mafia migas dan pertanian, mengapa tidak diungkapkan saja? Agar rakyat bisa mengetahui dengan seterang-terangnya dan tidak ada dusta serta fitnah.

Keterangan yang rinci perlu diberikan karena sejak pilpres berbagai informasi yang tidak akurat, kampanye hitam, dan fitnah telah sangat berkembang. Akibatnya bukan hanya suasana politik di kalangan elit yang gonjang-ganjing, juga memunculkan pertentangan tajam dalam masyarakat.

Keterangan rinci juga dibutuhkan agar masyarakat jangan sampai berfikir bahwa dua tokoh utama KMP yaitu Prabowo dan Aburizal Bakrie menjadi sasaran tuduhan. Sebab kedua tokoh ini memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak dalam bidang migas, pertambangan dan perkebunan. Bahkan Prabowo dan Fadli Zon masih merasa diri sebagai pimpinan HKTI, organisasi yang menghimpun para petani. Pastilah ada urusan dan kepentingan mengapa kedua orang ini menjadi pimpinan organisasi itu.

Media massa mencatat Prabowo dan Aburizal memiliki banyak perusahaan. Migas dan perkebunan atau yang terkait dengan perkebunan dan kehutanan merupakan perusahaan utama mereka.
Berikut adalah penjelasan media tentang perusahaan keduanya.

VIVAnews - Prabowo Subianto, calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memiliki belasan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Total asetnya sekitar US$ 1 miliar atau Rp 10,5 triliun.
Prabowo terjun ke bisnis setelah dia dipensiun paksa pada 1998. Saat itu, ia terbang ke Amman, Yordania banting setir menjadi pengusaha membantu adiknya, Hashim Djojohadikusumo, yang berkibar sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan.
Menurut seorang ekonom Gerindra, Prabowo memang memiliki perusahaan di berbagai bidang, seperti kehutanan, kertas dan bubur kertas, kelapa sawit, tambang batu bara dan perusahaan jasa.
Semua perusahaan itu berada di bawah perusahaan induk Nusantara Energy Group yang didirikan sejak November 2001. Kantor pusat grup bisnis ini berada di lantai 10, Menara Bidakara, Jakarta.
Dari pantauan VIVAnews, anak-anak perusahaan Nusantara Energy juga berkantor di Bidakara. Misalnya, PT Kertas Nusantara yang dulunya bernama PT Kiani Kertas berkantor di lantai 9 dan 10, Bidakara.
Beberapa pengurus Partai Gerindra, seperti Fadli Zon juga menjadi direksi di anak-anak perusahaan milik kelompok Prabowo. Fadli Zon yang menjadi Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, juga menjadi direktur PT Tidar Kerinci Agung, perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan data dari prabowosubianto.info, berikut ini perincian belasan perusahaan milik Prabowo:

1. PT Kiani Kertas atau PT Kertas Nusantara (kertas dan bubur kertas)
2. PT Kiani Hutan Lestari (kehutanan & perkebunan)
3. PT Belantara Pusaka (kehutanan & perkebunan)
4. PT Tanjung Redeb Hutani (kehutanan & perkebunan)
5. PT Tusam Hutani Lestari (kehutanan & perkebunan)
6. PT Tidar Kerinci Agung (kelapa sawit)
7. PT Erabara Persada Nusantara (pertambangan)
8. PT Nusantara Wahana Coal (pertambangan)
9. PT Nusantara Kaltim Coal (pertambangan)
10. PT Batubara Nusantara Coal (pertambangan)
11. PT Kaltim Nusantara Coal (pertambangan)
12. PT Nusantara Santan Coal (pertambangan)
13. PT Nusantara Berau Coal (pertambangan)
15. PT Jaladri Swadesi Nusantara (perikanan)
16. PT Gardatama Nusantara (jasa)
17. PT Tribuana Antarnusa (jasa)(7 Mei 2009).

Merdeka.com - PT Bakrie&Brothers Tbk menaungi beberapa anak usaha mulai dari Bumi Resources (35 persen), Bakrie Sumatera Plantations (54,59 persen), Bakrie Telecom (52,6 persen), Energi Mega Persada (40 persen). Ada pula Bakrieland Development (40 persen), Bakrie Metal Industries (99,9 persen), Bakrie Indo Infrastructure (99,9 persen), Berau Coal Energy hingga Viva Media Asia.(21 Maret 2013).

Terpapar dengan jelas bahwa Prabowo dan Aburizal memang bergerak dalam bisnis yang disebutkan oleh Ikrar. Tentu saja fakat-fakta ini bisa dipelintir sampai jauh. Dengan demikian mengarahkan orang untuk berkesimpulan bahwa sikap keras KMP, bahkan kengototatan Aburizal untuk kembali menjadi ketua umum Golkar, bisa jadi ada kaitannya dengan yang dikatakan Ikrar.

Bila tidak ada penjelasan terkait dengan keterangan Ikrar di Media Indonesia tersebut, bisa saja orang berkesimpulan bahwa pertarungan politik yang terjadi sekarang ini antara KMP dan Koalisi Indonesia Hebat merupakan pertarungan segelintir orang yang hanya melindungi kepentingan diri sendiri dan kelompoknya.

Oleh karena itu kita sangat berharap, media massa sungguh-sungguh menerapak prinsip objektivitas, tidak berpihak, memberikan informasi yang akurat dan rinci. Sehingga tidak terjadi perang fitnah yang bisa meremukkan bangsa ini.

BERITA TEPAP AKURAT, OBJEKTIF DAN RINCI MEMBANTU MENUMBUHKAN SIKAP DAN KEPUTUSAN YANG TEPAT DAN BENAR.

5 komentar:

  1. Assalamualaikum pak
    Saya Ma'mun Raka Arief
    P.IPS A'14 (4915141016)

    Saya sangat setuju dengan postingan bapak ini. Indonesia bisa terpecah belah hanya karena pemberitaan di media. Banyak media yang mengada-ngada kan isi beritanya.
    Seperti yang kita ketahui, para capres kita mempunyai kubu-kubu yang sangat kuat dalam hal pemberitaan. Me*ro Tv dan Tv O*e lah yang mempunyai andil besar kepada kedua capres kita. Jokowi dengan Me*ro Tv nya dan Prabowo dengan Tv O*e nya.
    Pemberitaan dari kedua media tv tersebut sangat berpengaruh terhadap
    kondisi sosial di Masyarakat. Oleh sebab itu, para media seharusnya harus bersikap netral dan natural terhadap pemberitaan yang ia publikasikan.
    Terimakasih pak.

    BalasHapus
  2. Saat duduk di SMA politik merupakan saluran untuk menaikan status sosial, namun menurut saya politik merupakan saluran untuk memuaskan hasrat hewaniyah manusia, mengapa ? karena manusia memiliki hasrat yang besar dan politik merupakan wadah yang tepat untuk menyalurkan nafsu. dengan masuk dunia politik semua fasilitas pun tersedia, dari material hingga mitra yang hebat, namun dibalik itu semua politik merupakan panggung panas, sesama teman bisa saling makan karena politik hanya mengenal 1 kata yaitu KEPENTINGAN.
    "Tiada persekutuan yang abadi yang ada hanyalah KEPENTINGAN" quote yang terlihat aneh tersebut relevan dengan yang ada di kancah perpolitikan sekarang. dimana para politikus naik ke panggung politik yang mengatas namakan rakyat hanya menjadi topeng, mereka memiliki muka tebal alias TAK TAU MALU, janji untuk mensejahterahkan rakyat, malah mereka yang menggemborkan masuk penjara, itu lah politik di Indonesia korupsi menjadi momok yang biasa di negara Ini yang membuat tumbuh subur karena adanya konspirasi antara koruptor dan para penegak hukum.
    Konspirasi antara koruptor dan aparat menyebabkan korupsi berskala Masif seperti di blog ini dimana korupsi dalam hal hajat orang banyak. MIGAS merupakan hajat rakyat Indonesia namun dengan keji di korupsi oleh para oknum serakah, kelakuan mereka seperti HOMO HOMINI LUPUS atau manusia menyerupai serigala yang memakan sesama manusia. para koruptor merupakan kumpulan hewan apatis tak tah malu, mereka memikirkan diri mereka sendiri, amanat yang diberikan oleh rakyat hanya omong kosong belaka. Impotent nya hukum menjadikan mereka subur dinegara ini. andai para pejuang kemerdekaan tahu kelakuan cucunya sekarang mungkin mereka akan menangis se kencang-kencangnya

    BalasHapus
  3. Saat duduk di SMA politik merupakan saluran untuk menaikan status sosial, namun menurut saya politik merupakan saluran untuk memuaskan hasrat hewaniyah manusia, mengapa ? karena manusia memiliki hasrat yang besar dan politik merupakan wadah yang tepat untuk menyalurkan nafsu. dengan masuk dunia politik semua fasilitas pun tersedia, dari material hingga mitra yang hebat, namun dibalik itu semua politik merupakan panggung panas, sesama teman bisa saling makan karena politik hanya mengenal 1 kata yaitu KEPENTINGAN.
    "Tiada persekutuan yang abadi yang ada hanyalah KEPENTINGAN" quote yang terlihat aneh tersebut relevan dengan yang ada di kancah perpolitikan sekarang. dimana para politikus naik ke panggung politik yang mengatas namakan rakyat hanya menjadi topeng, mereka memiliki muka tebal alias TAK TAU MALU, janji untuk mensejahterahkan rakyat, malah mereka yang menggemborkan masuk penjara, itu lah politik di Indonesia korupsi menjadi momok yang biasa di negara Ini yang membuat tumbuh subur karena adanya konspirasi antara koruptor dan para penegak hukum.
    Konspirasi antara koruptor dan aparat menyebabkan korupsi berskala Masif seperti di blog ini dimana korupsi dalam hal hajat orang banyak. MIGAS merupakan hajat rakyat Indonesia namun dengan keji di korupsi oleh para oknum serakah, kelakuan mereka seperti HOMO HOMINI LUPUS atau manusia menyerupai serigala yang memakan sesama manusia. para koruptor merupakan kumpulan hewan apatis tak tah malu, mereka memikirkan diri mereka sendiri, amanat yang diberikan oleh rakyat hanya omong kosong belaka. Impotent nya hukum menjadikan mereka subur dinegara ini. andai para pejuang kemerdekaan tahu kelakuan cucunya sekarang mungkin mereka akan menangis se kencang-kencangnya


    Achmad Sunandar Ramadhan
    P.IPS B 2014

    BalasHapus
  4. Saat duduk di SMA politik merupakan saluran untuk menaikan status sosial, namun menurut saya politik merupakan saluran untuk memuaskan hasrat hewaniyah manusia, mengapa ? karena manusia memiliki hasrat yang besar dan politik merupakan wadah yang tepat untuk menyalurkan nafsu. dengan masuk dunia politik semua fasilitas pun tersedia, dari material hingga mitra yang hebat, namun dibalik itu semua politik merupakan panggung panas, sesama teman bisa saling makan karena politik hanya mengenal 1 kata yaitu KEPENTINGAN.
    "Tiada persekutuan yang abadi yang ada hanyalah KEPENTINGAN" quote yang terlihat aneh tersebut relevan dengan yang ada di kancah perpolitikan sekarang. dimana para politikus naik ke panggung politik yang mengatas namakan rakyat hanya menjadi topeng, mereka memiliki muka tebal alias TAK TAU MALU, janji untuk mensejahterahkan rakyat, malah mereka yang menggemborkan masuk penjara, itu lah politik di Indonesia korupsi menjadi momok yang biasa di negara Ini yang membuat tumbuh subur karena adanya konspirasi antara koruptor dan para penegak hukum.
    Konspirasi antara koruptor dan aparat menyebabkan korupsi berskala Masif seperti di blog ini dimana korupsi dalam hal hajat orang banyak. MIGAS merupakan hajat rakyat Indonesia namun dengan keji di korupsi oleh para oknum serakah, kelakuan mereka seperti HOMO HOMINI LUPUS atau manusia menyerupai serigala yang memakan sesama manusia. para koruptor merupakan kumpulan hewan apatis tak tah malu, mereka memikirkan diri mereka sendiri, amanat yang diberikan oleh rakyat hanya omong kosong belaka. Impotent nya hukum menjadikan mereka subur dinegara ini. andai para pejuang kemerdekaan tahu kelakuan cucunya sekarang mungkin mereka akan menangis se kencang-kencangnya


    Achmad Sunandar Ramadhan
    P.IPS B 2014

    BalasHapus
  5. Nama : Ade Nur Hasanah
    Jurusan : P.IPS B 2014
    No Registrasi : 4915142814
    Saya setuju dengan tulisan bapak. Media masa seharusnya memberi informasi yang akurat,objektif dan rinci agar pembaca dapat dengan jelas menarik kesimpulan dari berita itu. Media masa yang menginfokan tentang KMP dan Pak Jokowi yang ingin menghabisi mafia migas dan pertanian ini masih memberi peluang besar kepada pembaca untuk menarik kesimpulan sesuai pikiran si pembaca. Karena kesimpulan yang beda pikiran ini atau bervariasi kesimpulan dari berbagai kalangan dapat menimbulkan perpecahan Indonesia. Maka media masa harus benar benar bersifat netral dalam mengungkap dan menjelaskan suatu info.
    Selanjutnya politik di dalam negeri Indonesia. Dari yang saya dapat di perkuliahan politik,yang sudah dijelaskan politik itu seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Menurut pandangan saya politik itu kan seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan. Maka dari kata inilah saya dapat menyimpulkan Koalisi Merah Putih melakukan seperti yang sekarang ini karena pengertian politik ini. Mungkin yang dilakukan KMP saat ini merupakan seni dan ilmu mereka dalam meraih kekuasaan. Namun menurut saya KMP tidak memperhatikan kata selanjutnya yaitu secara konstitusional dan non konstitusional. Maka yang dilakukan KMP tidak sesuai dengan UUD dan malah sesuai dengan keinginan untuk mencukupi kebutuhan hidup dirinya masing-masing. Bila mereka mengaitkan untuk kepentingan rakyat , faktanya yang didapat oleh rakyat malah sebaliknya . Rakyat tidak mendapat apa-apa.
    Tak mengherankan bila banyak rakyat Indonesia yang sudah epatis terhadap perpolitikan Indonesia. Mengapa demikian? Karena bagaimanapun politik Indonesia kehidupan rakyat masih sama saja tidak mendapat perubahan sama sekali. Namun dengan kehadiran Pak Jokowi saya, merasa ada pemandangan yang berbeda. Rakyat mulai simpatik lagi dengan politik Indonesia dan mengharapkan Pak Jokowi membawa perubahan yang berdampak positif terhadap negara Indonesia beserta seluruh rakyatnya. Kupas terus Pak Jokowi, permasalahan yang dimainkan pejabat Indonesia yang membuat kami buta dan hidup dibuat seakan akan damai-dami saja. Kami rakyat Indonesia yakin dan percaya kepada Pak Jokowi. Biarkan Pak semua penghianat-penghianat Indonesia menyalahkan,memfitnah, dan mengganggu pemerintahan yang bapak pimpin. Yang terpenting bapak tetap melakukan hal yang benar yaitu untuk kepentingan bersama (rakyat Indonesia).

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd