Selasa, 01 April 2014

ANAK 7 TAHUN TEWAS DIKEROYOK TEMAN SEBAYA

TEMPO.CO, Makassar - Muhammad Syukur, 7 tahun, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar, Senin dinihari, 31 Maret 2014. Murid kelas I Sekolah Dasar Inpres Tamalanrea 5 Makassar itu diduga menjadi korban pengeroyokan teman sekolahnya pada Kamis pekan lalu (31.03.2014).

Liputan6.com, Tegal: Wahyudin seorang anak berumur lima tahun di Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah dikeroyok anak-anak teman bermainnya. Menurut hasil sementara pemeriksaan medis, Wahyudin tewas akibat menderita luka-luka di sekujur tubuhnya (17.05.2013)

Tidak ada penjelasan rinci mengapa anak-anak itu sampai membunuh teman sebaya. Mereka masih sangat bocah, masih SD tetapi sudah membunuh dengan cara mengeroyok. Perilaku anak-anak itu tidak muncul begitu saja. Pastilah ada pemacu dan pemicunya. Ini menyangkut reproduksi kultural yang kini sedang berkembang dalam masyarakat kita.

Reproduksi biologis bertautan dengan bagaimana proses bertemunya sperma dan indung telur, serta tumbuh kembang bayi dalam rahim. Ada sejumlah persyaratan yang harus sangat diperhatikan dan dipraktikkan untuk menjaga agar bayi dalam kandungan tumbuh dengan sehat dan menjadi anak yang berkualitas.

Ibu dan ayah harus merawat hati dan fikiran agar tidak sampai stres, terutama ibu. Karena stres, apalagi berkepanjangan akan sangat mengganggu tumbuh kembang bayi, bahkan bisa menyebabkan kerusakan otak permanen. Inilah saat ibu dan ayah harus menunjukkan cinta, kasih, sayang dan perhatian.

Penelitian-penelitian mutakhir membuktikan bahwa perhatian dengan cara mengelus perut ibu, mangajak bayi dalam kandungan berbincang, memperdengarkan bacaan kitab suci, musik dan lagu bisa memengaruhi tumbuh kembang bayi. Semua aktivitas perangsangan tersebut sangat membantu tumbuh kembang dan pembentukan jaringan syaraf dalam otak bayi. Termasuk bagian otak yang mengelola emosi.

Ibu dan ayah harus memperhatikan asupan nutrisi yang dapat memenuhi dan memengaruhi tumbuh kembang si bayi secara positi. Makanan sehat dengan zat-zat yang sangat membantu pertumbuhan harus dipenuhi. Disarankan memperbanyak makanan laut yang mengandung omega tiga dan omega enam yang sangat bagus bagi tumbuh kembang otak anak. Ibu dan ayah juga harus sangat memperhatikan jangan sampai si ibu salah makan obat, merokok dan meminum alkohol yang sudah terbukti sangat merusak pertumbuhan si bayi.

Ibu dan ayah mesti rajin beribadah dan berbuat baik. Ibadah dan berbuat baik bisa mendatangkan ketenangan dan rasa bahagia yang dapat memengaruhi bayi secara positif. Keseluruhannya merupakan cara untuk  mengasuh dan menjaga si bayi saat berada dalam rahim ibu. Kini sudah makin diterima dan populer istilah pengasuhan pranatal, pengasuhan saat bayi masih dalam kandungan ibu yang terbukti sangat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Setelah lahir, si bayi mengalami reproduksi kultural, yaitu berada dalam rahim masyarakat, lingkungan sosio-kultural tempat anak tumbuh kembang dalam pengasuhan. Sudah dapat dipastikan persolannya menjadi makin kompleks bila dibandingkan dengan reproduksi biologis. Beragam potensi dan tantangannya pastilah lebih rumit.

Pada mulanya si bayi dibesarkan dalam rahim keluarga. Pola pengasuhan dalam keluarga sangat menentukan tumbuh kembang bayi karena merupakan lingkungan sosial pertama yang dimasukinya. Kebiasaan apa, perilaku seperti apa, citra diri macam apa yang terbentuk, bahkan selera makan kayak apa yang mengemuka, sepenuhnya ditentukan oleh cara asuh dakam keluarga ini. Bila bayi dibesarkan dengan cara yang benar, baik, dan tepat, ia akan menjadi anak normal yang sehat lahir bathin. Namun, bila mendapat pengasuhan yang salah, maka potensi untuk mengalami hambatan tumbuh kembang sangat besar.

Sekarang ini anak-anak tumbuh bersama televisi dan games. Televisi bisa ditonton sepanjang waktu, dan games juga gampang diakses. Lingkungan teknologis ini memberikan pengaruh yang sangat bermakna bagi tumbuh kembang anak. Kita sama mahfum, lingkungan teknologis ini mengandung banyak muatan yang tidak baik baik tumbuh kembang anak. Terutama berisi terlalu banyak pelecehan, pelanggaran aturan dan kekerasan.

Lebih lanjut, sesuai dengan peningkatan usia, anak-anak memasuki rahim masyarakat yang lebih kompleks dibanding keluarga. Anak-anak bertemu dan berinteraksi dengan lebih banyak orang di lingkungan tetangga dan sekolah.

Anak-anak ini belum berkembang kemampuan memilah, memilih, dan mengolahnya. Ia sedang belajar dan terus belajar. Anak-anak lebih banyak dibentuk oleh apa yang dilihat daripada apa yang didengarnya. Apa yang dilihat anak-anak lebih cepat dan lebih kuat memengaruhinya dibandingkan apa yang didengarnya. Apa yang didengar harus dicerna lebih dahulu, sedangkan apa yang dilihat bisa dan biasa langsung memengaruhi.

Bila kini ada anak SD yang membunuh teman sebayanya dengan cara mengeroyok, pertanyaan besarnya adalah, apa yang sedang terjadi dengan reproduksi kultural kita sehingga bisa melahirkan kanak-kanak pembunuh?

ANAK-ANAK ADALAH PRODUK REPRODUKSI KULTURAL YANG KITA CIPTAKAN.

15 komentar:

  1. banyak hal yang ikut andil dalam mempengaruhi tumbuh kembang sang anak.lingkungan keluarga merupakan tempat pertama yang membantuk kepribadian sang anak unjtuk itu sebisa mungkin ketika berada di dalam lingkungan anak harus mendapatkan kasih sayang yang lebih. karenanya di harapkan ketika anak sudah menjalani kehidupannya di dunia luar sang anak tidak akan terkontaminasi oleh pengaruh buruk yang akan di timbulkan.
    di dalam sebuah buku agama islam di jelaskan yang akan terbentuk setelah proses adanya pertemuan sel sperma dan ovum ini sangat erat dengan hal-hal spiritual. karena bisa jadi misalnya kita terlahir dari keluarga yang agamis namun karena mungkin ada kekhilafan selama proses pembuahan, bisa jadi bayi yang kita hasilkan hanya bayi yang berasal dari proses biologis saja tidak proses spiritual dan proses biologis.

    1. apakah ketika di dalam rahim, bayi mengalami kehidupan sendiri ?
    2. mengapa dalam hal ini spiritual pun ikut memengaruhi?
    3. apa yang menyebabkan lingkungan masyarakat begitu kuat memengaruhi kepribadian sedangkan di dalam lingkungan keluarga sudah sangat di perhatikan dengan sangat teliti dalam mengasuh anak ??

    BalasHapus
  2. Kekerasan muncul karena emosi yang sangat tinggi, sehingga tak jarang kekerasan itu sering di pergunakan dalam meluapkan kemarahan nya, bahkan sampai merenggut nyawa manusia hingga mati tak bernyawa. Akar Kekerasan: Kekayaan tanpa bekerja, Kesenangan tanpa hati nurani, Pengetahuan tanpa karakter, Perdagangan tanpa moralitas, Ilmu tanpa kemanusiaan, Ibadah tanpa pengorbanan, Politik tanpa prinsip. Kemudian masih banyak contoh kekerasan mucul dengan acara hiburan atau acara tv yang membuat kalangan anak kecil hingga dewasa dapat melihat tayangan kekerasan tersebut, maka tak jarang anak-anak mengikuti kekerasan dan meluapkan ke dunia nyata, sehingga terjadi kekerasan yang mucul oleh anak-anak.
    Kekerasan yang dilakukan perorangan perlakuan kekerasan dengan menggunakan fisik (kekerasan seksual), verbal (termasuk menghina), psikologis (pelecehan), oleh seseorang dalam lingkup lingkungannya, Kekerasan yang dilakukan oleh negara atau kelompok, Tindakan kekerasan yang tercantum dalam hukum publik yakni tindakan kekerasan yang diancam oleh hukum pidana (sosial, ekonomi atau psikologis (skizofrenia, dll.)). Kekerasan dalam politik, dan Kekerasan simbolik (Bourdieu, Theory of symbolic power)
    Dari macam contoh tersebut paling dominan yaitu yang pertama kekerasan dilakukan perorangan sehingga tak jarang anak melakukan tersebut.

    Pertanyaanya:
    1. Kenapa kekerasan bisa muncul pada biologis anak?
    2. Bagaimana mengajarkan anak untuk lebih memikirkan masa depan dari pada muncul kekerasan?
    3. Apakah anak selalu mempunyai jiwa yang sangat tinggi emosionalnya?

    BalasHapus
  3. kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang itulah awal si cabang bayi tercipta. si cabang bayi tercipta karena ayah dan ibunya secara tidak langsung bayi ini membawa sifat salah satu dari orang tuanya. saya setuju dengan tulisan ini, tulisan ini menyadarkan kita bahwa kerjasama orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang anak khususnya awal pertama si bayi tumbuh dalam rahim seorang ibu. ketika orang tua menyambut kehamilan dalam rahimnya dengan kebahagiaan tentu mereka akan merawatnya dengan kasih sayang, kasih sayang inilah yang mampu menciptakan seorang bayi untuk mempunyai kecerdasan tersendiri dibandingkan dengan bayi yang tak pernah di beri kasih sayang sejak masih dalam kandungan. keluarga adalah tempat pertama seorang bayi untuk bersosialisasi maka peran keluarga sangat penting dalam mempengaruhi tumbuh kembang si bayi sebelum bayi ini tumbuh besar dan melanjutkan sosialisasi di lingkungannya .lingkungan yang kita ketahui sekarang ini sudah mulai modern , hal ini mempunyai pengaruh yang tidak baik. tentu kita masih ingat ketika sekumpulan bocah meniru perkelahian smekdon yang menyebabkan salah satu bocah ini meninggal dunia. peristiwa ini tidak jauh beda dengan peristiwa yang telah dipaparkan di tulisan. anak mempunyai rasa ingin tau yang besar dan selalu ingin mencobanya ,ketika dizaman sekarang tontonan di televisi mencotohkan hal yang tidak baik , seperti tawuran ,perkelahian maka si anak yang sedang berkembang ini langsung menangkap dan ingin mencobanya. disinilah lagi lagi peran orang tua sangat dibutuhkan, orang tua bisa memberikan arahan yang baik menanamkan nilai agama agar anak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. tidak dapat dipungkiri sampai sekarang banyak anak yang berperilaku layaknya orang dewasa yang berani berkelahi bahkan membunuh, karena disini ada lepas kontrol dari pengawasan orang tua. si anak juga tidak bisa disalahkan begitu saja, karena anak hanya menangkap apa yang dia lihat disekililingnya dan mempraktekan rasa ingin taunya.
    pertanyaan :
    1. bagaimana cara merubah sifat dan sikap anak yang sudah terlanjur keras dan bahkan berani menentang setiap ucapan orangtuanya ?
    2. apakah anak yang masih bocah ini mempunyai rasa penyesalan ketika sibocah telah membunuh teman sebayanya ?
    3. apakah sianak ini memang tidak diajarkan tentang kesusilaan dan tentang nilai nilai spiritual ?

    BalasHapus
  4. NAMA : FANNY FITRIYANI
    NIM : 4915131376
    P.IPS A 2013

    Sungguh miris memang ketika mendengar berita anak kecil membunuh teman sebayanya dengan cara mengeroyoknya. Hal tersebut tentu saja dapat terjadi akibat pergaulan atau pengaruh lingkungan sekitar yang kurang baik. Anak-anak memang mempunyai sifat ingin tahu yang sangat tinggi. Mereka terkadang meniru apa yang sering mereka lihat di lingkungan sekitarnya baik itu hal yang positif maupun yang negatif. Perkembangan teknologi juga sangat mempengaruhi tumbuh kembang si anak. Dengan adanya perkembangan internet, anak-anak seringkali menyalahgunakan internet untuk hal-hal yang negative seprti main games seharian hingga lupa waktu. Games yang seringkali dimainkan anak-anak yaitu games yang mencerminkan kekerasan, misalnya games pertarungan-pertarungan. Hal itu tentu saja memicu anak-anak untuk meniru hal-hal tersebut. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk mendidik anaknya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Namun, orang tua juga seharusnya tidak terlalu keras dalam mendidik anak, karena mendidik yang terlalu keras justru akan membuat si anak menjadi semakin membangkang. Orang tua juga seharusnya dapat mengawasi pergaulan si anak, jangan sampai si anak bergaul dengan orang-orang yang justru akan menjerumuskannya ke hal-hal yang negative.
    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan :
    1. Bagaimanakah cara mendidik anak yang sudah terlanjur sangat nakal dan susah untuk di nasihati?
    2. Bagaimanakah cara orang tua dalam mengawasi si anak agar terhindar dari pergaulan yang negative?
    3. Dalam tulisan di atas dijelaskan bahwa anak yang sejak kecil dididik dengan benar maka akan menjadi anak yang baik, lalu jika si anak bergaul di lingkungan yang kurang baik apakah akan berpengaruh terhadap perilakunya?

    BalasHapus
  5. WINDI MELANDINI
    4915131379
    P.IPS A 2013
    Anak-anak mudah dipengaruhi dari apa yang dilihatnya, pada saat ini banyak sekali tontonan ditlevisi yang menampilkan adegan kekerasan seperti berkelahi, perang dan sebagainya. Salah satu acara televisi yang sering menayangkan adegan kekerasan adalah Anime atau Kartun, seperti misalnya Power Ranger, Ultraman, Naruto, One Piece, Bleach dan sebagainya. Adegan dianime-anime tersebut kerap sekali menayangkan adegan berkelahi, berperang, memukul, menonjok dan bahkan membunuh, sedangkan Anime tersebut adalah tayangan yang sangat populer dan digemari oleh anak-anak sedangkan mereka mudah dipengaruhi dari apa yang dilihatnya. Untuk itu bagi para orang tua wajib memperhatikan tayangan apa saja yang anak-anaknya tonton. Selain faktor dari tontonan ditelevisi, faktor dari lingkungan keluargapun dapat mempengaruhi. Seperti misalnya terjadi kekerasan dalam rumahtangga, si ayah seringkali memukuli si ibu dan pada saat itu anaknya melihat apa yang dilakukan ayahnya, tentu saja hal itu dapat mempengaruhi anak dan mempraktekannya kepada teman sebaya jika sedang merasa kesal.
    1. selain faktor reproduksi kultural adakah factor lain yang mempengaruhi perkembangan anak maupun dari segi psikologi atau sosial?
    2 bagaimana cara mengatasi anak-anak yang sering melakukan kekerasan atau pernah membunuh?
    3. bagaimana cara agar anak-anak tidak mudah terpengaruh di lingkungan sosial?

    BalasHapus
  6. Maulida Nurul Atikah
    PIPS Reguler B 2013
    4915137155


    Seperti kata pepatah, 'Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya', Seorang anakpun pasti mempunyai sifat dasar dari orang tuanya. akan tetapi, tidak semua permasalahan ini harus menyalahkan orang tua mereka. bisa saja faktor lingkungan dirumah ataupun di lingkungan sekolah. mungkin bukan hanya faktor itu saja, ada satu contoh faktor eksternal penyebabnya, yaitu pergaulan dari teman sebayanya yang mungkin juga mempengaruhi si anak tersebut karna dalam kasus di atas, kasus pembunuhan itu di lakukan secara bersama-sama.

    Pertanyaan :
    1. apa ada faktor eksternal penyebab anak-anak yang masih dibawah umur bisa melakukan pembunuhan?
    2. apakah hukuman bagi pembunuh yang masih dibawah umur itu?
    3.apakah pantas bagi mereka para pembunuh yang masih dibawah umur untuk dijebloskan kedalam penjara atas perbuatannya itu?

    BalasHapus
  7. Lucy Santa Katarina (P. IPS A 2013)

    Saya sependapat dengan kutipan diatas bahwa anak-anak lebih banyak dibentuk oleh apa yang dilihat daripada apa yang didengarnya. Apa yang dilihat anak-anak lebih cepat dan lebih kuat memengaruhinya dibandingkan apa yang didengarnya. Apa yang didengar harus dicerna terlebih dahulu, sedangkan apa yang dilihat bisa dan biasa langsung memengaruhi. Sayang, ini tidak dialami oleh kalangan anak-anak saja, hampir semua usia mengalami kejadian seperti ini. Ini yang menyebabkan lingkungan kultural sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak baik secara biologis maupun psikologis. Bisa saja anak yang dalam kandungan dijaga dan dirawat dengan baik, nutrisi yang tercukupi, serta kasih sayang dari orang tua tetapi bila lingkungan masyarakat tidak mendukung, semua akan terasa sia-sia. Anak masih belajar dan membutuhkan pembelajaran agar dia benar-benar siap untuk menghadapi kerasnya dunia. Disinilah peran orang tua yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Afeksi, kontroling, sanksi harus diberikan pada anak sesuai dengan kebutuhannya.
    Pertanyaan:
    1. Bagaimana peran orang tua dalam mendidik anak agar anaknya tidak melakukan kesalahan yang fatal?
    2. Bagaimana bisa seorang anak membunuh teman sebayanya? Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya hal tersebut?
    3. Bagaimana mengantisipasi agar perilaku anak tetap baik walaupun berada dalam lingkungan yang kurang baik?

    BalasHapus
  8. Nama: marsella dwi rahmah
    NIM: 4915131394
    Saya setuju dengan tulisan bapak“Anak-anak lebih banyak dibentuk oleh apa yang dilihat daripada apa yang didengarnya. Apa yang dilihat anak-anak lebih cepat dan lebih kuat memengaruhinya dibandingkan apa yang didengarnya.” Anak-anak sangat rentan terhadap apa yang terjadi disekitarnya, dia akan lebih cepat mencerna apa yg dia lihat dibanding apa yang didengar. Kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak adalah cerminan dari apa yang telah mereka lihat, disini kondisi lingkungan sangat mempengaruhi dan peran orangtua serta keluarga menjadi sangatlah penting. Berprilakulah yang baik dan sopan agar si anak juga akan mengikuti. Seperti kata pepatah “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya” peran keluarga sebagai wadah dari pendidikan yang utama memang sangat membentuk pribadi anak. Tanamkan kepada mereka akhlaqul karimah serta sebagai orangtua juga harus mempraktikannya. Pengawasan, kasih saying orang tua kepada anak juga menentukan sikap anak, perhatikan apa yang mereka tonton dan awasi apa yang mereka mainkan dan lakukan.
    1. Apakah guru juga mempunyai peranan yang lebih penting dibandingkan orangtua?
    2. Siapa yang harus disalahkan apakah guru atau orangtua dalam kasus kekerasan anak kecil tersebut?
    3. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan agar tindak kekerasan dikalangan anak-anak tidak terjadi lagi?

    BalasHapus
  9. Nama: marsella dwi rahmah
    NIM: 4915131394
    Saya setuju dengan tulisan bapak“Anak-anak lebih banyak dibentuk oleh apa yang dilihat daripada apa yang didengarnya. Apa yang dilihat anak-anak lebih cepat dan lebih kuat memengaruhinya dibandingkan apa yang didengarnya.” Anak-anak sangat rentan terhadap apa yang terjadi disekitarnya, dia akan lebih cepat mencerna apa yg dia lihat dibanding apa yang didengar. Kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak adalah cerminan dari apa yang telah mereka lihat, disini kondisi lingkungan sangat mempengaruhi dan peran orangtua serta keluarga menjadi sangatlah penting. Berprilakulah yang baik dan sopan agar si anak juga akan mengikuti. Seperti kata pepatah “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya” peran keluarga sebagai wadah dari pendidikan yang utama memang sangat membentuk pribadi anak. Tanamkan kepada mereka akhlaqul karimah serta sebagai orangtua juga harus mempraktikannya. Pengawasan, kasih saying orang tua kepada anak juga menentukan sikap anak, perhatikan apa yang mereka tonton dan awasi apa yang mereka mainkan dan lakukan.
    1. Apakah guru juga mempunyai peranan yang lebih penting dibandingkan orangtua?
    2. Siapa yang harus disalahkan apakah guru atau orangtua dalam kasus kekerasan anak kecil tersebut?
    3. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan agar tindak kekerasan dikalangan anak-anak tidak terjadi lagi?

    BalasHapus
  10. Nama : Pathurochmah
    Kelas : P.IPS Reguler B 2013
    ironis memang melihat kejadian diatas. bagaimana bisa ada anak yang masih tergolong sangat kecil bisa membunuh teman sebayanya sendiri? seharusnya di usia-usia seperti itu anak sedang menikmati bagaimana asyiknya bermain dengan kawan-kawannya, bukan justru mempraktikan apa yang ditayangkan di televisi seperti tinju atau di banyak games yang memperlihatkan kekerasaan. faktor internal dan external terbukti anak, ini menjadi pr kita bersama bagimana menjadikan kultur bangsa ini sebagai ajang pembelajaran moral bukan justru sebaliknya
    pertanyaan
    1. bagimana cara memberikan pembekalan yang efektif pada anak agar tidak terjerumus kedalam kekerasaan seperti itu?
    2. apa yang perlu dilakukan untuk menangani anak-anak yang terlanjur berbuat kekerasaan?

    BalasHapus
  11. Suci Ramadhaniyati (4915133404)
    P.IPS B 2013

    Perkembangan anak dimulai sejak pertemuan antara sel sperma dan ovum, di mana sperma yang bersatu dengan ovum adalah sperma terbaik. Sejak saat calon anak berkembang dalam kandungan ibu selama 9 bulan lamanya. Jika ditilik lebih dalam lagi, maka pada momen dalam kandunganlah yang mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Maka dari itu, memperdengarkan bayi dalam kandungan dengan musik atau lagu-lagu rohani dan klasik dapat merangsang perkembangan otak bayi dan meneruskan syaraf-syaraf yang belum terhubung. Ini membuktikan bahwa kasus anak yang membunuh teman sebayanya sendiri adalah contoh dari kegagalan orang tuannya saat anak mereka dikandung dalam rahim ibu. Bisa jadi sang ibu mengalami stress akut sehingga mengakibatkan efek bagi bayi. Buka hanya kegagalan pada saat di kandungan saja, akan tetapi lingkungan tempat dibesarkannya bayi tersebut juga sangat mempengaruhi proses perkembangan bayi/anak. Jika seorang bayi cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar maka bayi tersebut akan mengikuti pola lingkungan itu. Syukur-syukur kalau anak tersebut lahir di lingkungan yang baik, jika tidak, maka di sinilah peran orang tua untuk menanamkan ideology yang baik untuk anaknya. MAKA DARI ITU TUMBUHKAN OTAK ANAK PADA MIND SET YANG BENAR.
    1. Kenapa beberapa orang tua membiarkan anaknya terjebak dalam jurang hitam?
    2. Jika seorang anak memiliki karakter baik sejak lahir tetapi orang tuanya mengubah paradigm anak tersebut menjadi orang jahat. Lantas bagaimanakah cara menyikapi kasus orang tua terhadap anaknya yang seperti itu?
    3. Kenapa anak cenderung mudah beradaptasi jika dibandingkan dengan kita?

    BalasHapus
  12. Nama : Raras Elvinza
    No. Reg : 4915131395
    Jurusan : P.IPS Reg A

    Banyak hal yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Seperti apa yang sudah Bapak jelaskan dalam tulisan diatas, saat bayi masih didalam kandungan pun orang tua harus sangat memperhatikan apa saja yang harus dilakukan agar anak yang nanti lahir menjadi anak yang tumbuh dengan baik seperti harapan pada semua orang tua. Banyak cara agar anak dapat berkembang dengan baik dan banyak juga cara yang dapat membuat anak jadi rusak atau tidak menjadi yang semestinya. Anak juga lebih mudah terpengaruh dengan apa yang dia lihat disbanding dengan apa yang hanya dia dengar. Banyak contoh seperti anak terlalu banyak menonton televise yang ada adegan kekerasannya, itu dapat membuat si anak terpengaruh secara cepat dan di otaknya akan cepat mempunyai fikiran bahwa jika melakukan adegan kekerasan seperti yang ada di televise dapat membuat dia akan terlihat lebih keren dan kuat. Perkembanganan teknologi juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, seperti anak dapat dengan mudah mengakses internet, anak-anak seringkali mengakses internet untuk bermain games dengan waktu yang cukup lama dan bahkan ada juga anak yang mengakses internet untuk melihat video yang tidak sepantasnya. Disini lah peran orang tua amat sangat penting untuk mendidik anaknya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Tetapi orang tua juga tidak harus memberikan pengajaran atau didikan yang keras terhadap anak, karena justru dengan hal seperti itu akan membuat anak menjadi mebangkang.

    1. Di dalam tulisan di atas mengatakan bahwa jika anak dari kecil sudah di didik dengan benar maka anak tersebuat akan menjadi anak yang baik. Tetapi si anak tersebut bergaul dengan lingkungan yang salah, apa akan mempengaruhi perilakunya?
    2. Bagaimana cara mengubah pola tingkah laku anak yang benar-benar sudah nakal dan berperilaku tidak baik dan sepantasnya?
    3. Bagaimana cara mencegah agar si anak tidak melakukan hal-hal yang diluar batas kewajaran?

    BalasHapus
  13. Apri Triwibowo
    P.IPS B 2013

    Anak adalah karunia terindah dari Allah yang diberikan kepada kedua orang tua. Anak adalah suatu amanat yang diberikan Allah kepada orang tua. Kewajiban bagi orang tua untuk menjaga dan mendidiknya. Tapi belakangan ini banyak kasus-kasus kejahatan yang mengejutkan yang dilakukan oleh anak-anak. Sebagaimana telah disampaiakan dalam tulisan diatas bahwa tidak sewajarnya anak melakukan tindakan tersebut.Dengan banyaknya hal-hal yang tidak wajar seperti dalam kasus diatas maka timbul berbagai pertanyaan mengapa bisa hal itu terjadi? Dalam tulisan diatas dijelaskan bahwa terjadi hal tersebut karena berkaitan dengan reproduksi kultural. Reproduksi kultural bangsa ini menurut saya telah mengalami pergesaran dari nilai-nilai luhur bangsa ini ke arah modernisasi atau globalisasi yang mengakibatkan anak tidak siap untuk menerima sehingga mengakibatkan terjadiny hal yang demikain. Kurangnya bimbingan dan pengawasan dari orang tua turut memperparah hal tersebut. Mungkin karena kesibukan orang tua mengakibatkan terabaikannya si-anak.Sehingga, anak tumbuh dan berkembang tidak sesuai nilai dan norma. Jika hal ini terus terjadi bagaimana nasib bangsa ini, padahal anak-anak adalah sebuah aset yang sangat berharga bagi suatu bangsa.
    1. Bagaiman solusi dalam mengatasi maslah anak untuk jangka pendek saat ini?
    2. Dimana peran negara dalam hal ini ?
    3. Siapakah yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini? orang tua, masyarakat atau negara?

    BalasHapus
  14. Luthfiyani Nadia (4915133432)
    PIPS B 2013

    Kasus anak 7 tahun tewas dikeroyok teman sebaya tentu sebuah kejadian yang miris karena telah bertindak di luar batas kewajaran sebagai anak yang masih dibawah umur. Pengaruh lingkungan memang menjadi faktor yang sangat kuat untuk mempengaruhi seseorang. Keluarga merupakan tempat untuk membentuk pribadi yang baik, maka diperlukannya cinta, kasih, dan sayang. Sehingga ketika terjun ke dunia luar anak tidak akan dengan mudah terkontaminasi. Apakah anak yang dibawah umur pun mendapatkan hukuman yang sama seperti hukuman pembunuhan oleh orang dewasa? Siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan yang dilakukan oleh anak-anak dibawah umur? Apakah faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam penyimpangan meskipun sejak dalam kandungan di tanamkan segala-galanya yang positif?

    BalasHapus
  15. Nama : Yolla Rachmaan Ismatullah
    Nim : 4915133429
    P. IPS B 2013

    KOMEN:
    Dalam kasus ini untuk menyimpulkan apa penyebab dibalik pembunuhan anak yang marak terjadi sekarang ini, memang sulit untuk mengambil kesimpulan dari satu faktor saja. Jika dihubungkan dengan faktor biologis bagaimana pola asuh anak didalam kandungan memang sangat berpengaruh terhadap pembentukan watak sang anak berdasarkan baik-buruknya perlakuan dari orang tuanya saat masih dalam kandungan. Namun, dalam hal ini menurut saya faktor yang cenderung mempengaruhi anak-anak melakukan perbuatan ini lebih berdasarkan kepada faktor eksternal yaitu lingkunganya. Karena jika dilihat dari kronologisnya rata-rata anak ini dibunuh dengan cara mengkroyok berarti anak itu tidak berinisiatif sendiri untuk melakukan hal itu. Akan tetapi, adanya pengaruh dari teman yang mengajaknya. Keseharian anak yang lebih sering dengan temannya baik di sekolah maupun di lingkungan rumahnya dibandingkan dengan keluarganya sendiri membuat anak bebas bertingkah tanpa adanya filterisasi. Ditambah lagi dengan dampak teknologi sekarang yang cenderung kearah negative. Semua itu tidak akan terjadi jika anak selalu dalam pengawasan orang tua bukan dalam arti mengkekang tetapi membantu anak untuk selalu berada di jalan yang benar.
    pertanyaanya:
    1. Dalam kasus ini penelitian jenis apa yang tepat untuk mengetahui penyebab pembunuhan ini?
    2. Siapa yang harus disalahkan dalam hal ini?
    3. Bagaimana cara untuk melindungi anak-anak zaman sekarang ini?

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd