(kenangan dan sebentuk doa bagi guru
kita, ayahanda Bandi Isroni yang wafat hari ini,22.01.2013. Allah terima beliau
di haribaan Mu)
Kita seringkali membuat terlalu banyak
peta, sampai-sampai tak tahu lagi jalan mana yang hendak ditempuh. Tak usah
heran bila tak pernah menemukan tujuan.
Kita sangat cerdas menulis beragam
resep, sehingga penyakit tak pernah sembuh, malah sering salah makan obat.
Kita pintar menciptakan kerumitan,
seperti balita yang mencoret-coret dinding dengan titik dan garis sembarang
yang tak pernah mewujud bentuk.
Sejarah kita ditulis dengan kalimat
majemuk tanpa huruf-huruf vokal.
Kitab hukum kita hanya berisi
angka-angka dan kata-kata yang ditulis terbalik.
Rencana ekonomi kita seluruhnya ditulis
dengan kalimat tanya.
Dulu, kita gali lubang tutup lubang.
Sekarang gali lubang dalam lubang.
Pendidikan kita berkutat hanya dengan
kata kerja pasif.
Kita tersesat di belantara rumus-rumus
yang kita ciptakan sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd