Rabu, 23 Januari 2013

KITA



(kenangan dan sebentuk doa bagi guru kita, ayahanda Bandi Isroni yang wafat hari ini,22.01.2013. Allah terima beliau di haribaan Mu)

Kita seringkali membuat terlalu banyak peta, sampai-sampai tak tahu lagi jalan mana yang hendak ditempuh. Tak usah heran bila tak pernah menemukan tujuan.

Kita sangat cerdas menulis beragam resep, sehingga penyakit tak pernah sembuh, malah sering salah makan obat.

Kita pintar menciptakan kerumitan, seperti balita yang mencoret-coret dinding dengan titik dan garis sembarang yang tak pernah mewujud bentuk.

Sejarah kita ditulis dengan kalimat majemuk tanpa huruf-huruf vokal.

Kitab hukum kita hanya berisi angka-angka dan kata-kata yang ditulis terbalik.

Rencana ekonomi kita seluruhnya ditulis dengan kalimat tanya.

Dulu, kita gali lubang tutup lubang. Sekarang gali lubang dalam lubang.

Pendidikan kita berkutat hanya dengan kata kerja pasif.

Kita tersesat di belantara rumus-rumus yang kita ciptakan sendiri.

Bangsa ini hanya butuh kejujuran. Bukan partai politik, apalagi presiden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd