Stres lebih berbahaya dari virus apa pun. Stres adalah pemicu dan pemacu semua penyakit berbahaya. Stres memang penghancur manusia dan kemanusiaan yang paling dahsyat dan kejam. Sialnya stres bisa menyerang siapa saja tanpa memperhatikan usia. Karena faktor pemicu stres relatif tak terbatas.
Mehmet C. Oz & Michael F. Roizen dalam Staying Young (2009) menjelaskan mekanisme stres yang sangat membahayakan kesehatan. Saat stres, bagian otak yang disebut hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA) melepaskan hormon-hormon stres (cortisol) ke sirkulasi darah, darah mengental, tekanan darah naik sangat tinggi, sangat berpotensi menimbulkan sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Biasanya tidak berhenti di situ, cortisol mampu membunuh sistem imun. Akibatnya penyakit apapun bisa meluluhlantakkan manusia yang sedang dibelit stres.
Lebih lanjut mereka menjelaskan, stres bisa merusak telemor. Telemor adalah pelindung kromosom yang membangun tubuh kita setiap hari dengan melakukan pembelahan diri terus menerus. Bila telemor rusak, akibatnya kromosom tidak dapat membelah diri dan mati. Tumpukan kromosom yang mati itulah yang bisa jadi pemicu beragam penyakit seperti kanker. Stres memang menghancurkan kita secara langsung, cepat, dan pasti.
Ternyata stres tidak hanya berakibat buruk pada tubuh. Stres juga sangat mengganggu kesehatan otak. Bila kita stres, darah mengental karena cortisol. Akibatnya kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh dan terutama ke otak sangat berkurang. Berkurangya pasukan oksigen ke otak sangat menggangu kesehatan, kehidupan, dan kinerja otak. Stres bisa mengakibatkan sejumlah sinapsis atau syaraf otak rusak.
Bagi anak yang sedang tumbuh kembang, akibatnya lebih parah, karena otaknya sedang mengalami pembentukan jaringan sinapsis. Jaringan yang baru dibangun itu akan segera rusak akibat stres. Butuh waktu panjang untuk membangun jaringan baru. Sebab kerusakan yang diakibatkan stres itu sungguh sangat merusak otak.
Bayangkan apa yang terjadi pada anak bila ia hidup dengan pengasuhan yang penuh kekerasan berjangka panjang. Pastilah ia akan mengalami kerusakan otak permanen, sebagai akibat stres berkepanjangan karena kekerasan tersebut.
Dalam konteks inilah kita semua harus mengusahakan agar anak-anak kita, baik anak biologis maupun anak sosiologis, terhindar dari segala bentuk kekerasan yaitu kekerasan verbal, fisik, dan psikis. Sebab, jika mereka mengalami kekerasan, apalagi berjangka panjang pasti memberikan dampak yang sangat buruk bagi tumbuh kembang otaknya.
Juga sangat berbahaya bila ibu yang sedang hamil mengalami stres, terutama stres terus menerus dalam jangka panjang yang disebut distres. Akibatnya bukan hanya buruk bagi si ibu, pun dapat dipastikan bayi yang dikandungnya akan mengalami kerusakan otak permanen.
Kerusakan otak karena stres bisa dialami siapa pun tanpa pandang usia. Sebab stres memiliki kemampuan memberi dampak buruk pada biologi atau fisik otak, berupa penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Pastilah mereka yang menderita darah tinggi dan diabetes memiliki angka resiko yang lebih tinggi.
Celakanya bila kesehatan, kehidupan dan kinerja otak terganggu karena stres, akan berakibat sangat buruk pada kesehatan secara keseluruhan. Caroline Leaf dalam Who Switched Off My Brain?: Controling Toxic Thoughts and Emotion (2009) menegaskan bahwa berdasarkan penelitian, 87 persen penyakit diakibatkan oleh kehidupan otak, dan sekitar 13 persen karena diet, genetik, dan lingkungan.
Artinya bila kehidupan otak kita buruk karena stres, maka akibatnya jelas dan pasti. Kesehatan otak kita sangat terganggu, dan kesehatan kita secara keseluruhan juga berantakan.
Dalam kaitan ini menjadi sangat penting agar kita menatakelola hidup yang menyenangkan penuh kegembiraan. Hidup yang bergairah dan penuh makna dengan rajin beribadah, peduli dan berbagi, bermain, berolahraga, dan mendengarkan musik. Melakukan pekerjaan yang selaras dengan suara hati dan setiap hari berbuat baik sekecil apapun.
Memaknai hidup dengan terus berbuat baik, berfikir positif, dan berani mentertawakan diri sendiri adalah beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk membuat diri kita terhindar dari hantaman telak stres. Kemampuan mengelola stres, menghadapi stres dengan cara yang positif merupakan cara yang harus dilakukan saat kita didera stres. Karena dalam hidup yang penuh cobaan, tekanan, dan penderitaa, stres mengintai kita sapanjang waktu. Kita tak mungkin terhindar dari stres. Ada saja pemicu stres setiap waktu, sebab hidup memang selalu dicoraki dan direcoki dengan beragam masalah yang tak pernah kenal henti. Hadapi stres dengan sabar dan positif, sebab
STRES MAMPU MELUMPUHKAN OTAK, MENGIKIS KECERDASAN, DAN MERUSAK KESEHATAN KITA SECARA MENGERIKAN.
Nama : Pathurochmah
BalasHapusKelas : P.IPS Reguler B 2013
kecerdasan dan stress, dari bukti-bukti yang dipaparkan diatas ditambah dengan pengalaman yang saya alami sendiri memang ketika kita mengalami stress maka akan ada semacam penyumbatan didalam otak yang kemudian memicu kita untuk marah dan tubuh menjadi lemas. berbagai penyakit yang biasa muncul pun datang bergantian seperti maag juga pening atau sakit kepala. stress bisa menipa siapa saja, bukan hanya kalangan yang tidak berada dan dililit banyak masalah tapi stress juga bisa menghantui mereka yang berada. stress juga sering kali menimbulkan efek yang luar biasa membuat otak hilang kendali dan melakukan hal diluar perkiraan, banyak peristiwa yang membuktikan bahwa kebanyakan dari mereka yang melakukan bunuh diri karena stress yang berkepanjangan.untuk meneliti masalah ini lebih jauh kita harus terjun langsung ke lapangan, melihat bagaimana seseorang yang mengalami stress mempengarhui kecerdasan seseorang juga dibutuhkan penjelasan yang gamblang mengenai struktur otak tersebut. sehingga dapat dilakukan mix metode yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif.
pertanyaan
1. kini banyak manusia yang mulai meningalkan ibadahnya dan tidak peduli lagi dengan sesamanya, mungkinkah seiring dengan banyaknya tingkat stress merupakan tanda-tanda dari segera adatangnya hari akhir?
2. mungkinkah peristiwa meninggalnya seseorang secara mendadak adalah pemicu utamanya stress yang berkepanjangan?
3. mengapa tahun-tahun belakangan ini orang lebih mudah terkena stress, padahal semakin berkembangnya jaman teknologi semaikin memudahkan manusia?
Nama : Reni Nurjanah
HapusNIM : 4915131388
Kelas : P.IPS A 2013
Tak jarang memang stres dapat menyinggahi siapa saja yang punya permasalahan dalam hidup. Stres tak mengenal usia, mulai dari bayi, anak-anak, dan orang dewasa sering didera tamu yang datang tiba-tiba tetapi sangat pasti membunuh kinerja otak kita, apa lagi kalau bukan stres. Stres memang sangat berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan otak manusia. Sehingga banyak orang terkena penyakit yang aneh-aneh diakibatkan karena tekanan pada syaraf otak atau yang lebih dikenal dengan stres. Oleh karena itu, apabila kita mempunyai permasalahan janganlah terlalu dipikirkan terus menerus sebab akan berdampak negatif bagi kehidupan kita sekarang maupun yang akan datang. Selain itu stres dapat menghambat proses kecerdasan setiap orang. Akibatnya orang yang diderita stres proses pemikirannya pun tidak kritis bahkan tidak karuan atau ngaco. Kemudian terhadap ibu yang sedang mengandung apabila ibu tersebut stres maka yang sangat berdampak negatif adalah si cabang bayinya. Karena secara langsung bayi tersebut akan mentransfer, menyaring, dan menerima segala aktivitas yang dilakukan oleh ibunya. Kemudian terhadap anak-anak yang menerima pendidikan di dalam keluarga dengan cara kekersan itu juga sangat berdampak negatif bagi kehidupan anak-anak tersebut, karena yang didapat dari anak-anak tersebut hanyalah bagaimana agar si orang tua tersebut tidak marah. Oleh karena itu janganlah memberikan pembelajaran dan pendidikan baik di dalam keluarga maupun di lingkungan formal dengan cara koersif atau kekerasan. Jalanilah hidup dengan penuh keindahan dan teruslah berbuat baik terhadap sesama, karena sesungguhnya perbuatan yang positif menghindarkan kita pada gangguan otak atau stres.
Pertanyaan :
1) Adakah kaitannya antara kecerdasan dengan stres di dalam kehidupan sehari-hari?
2) Lalu bagaimana dengan stres yang diderita anak-anak yang masih dibawah umur. Adakah penyebab selain kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya?
3) Lalu bagaimana dengan orang yang stres sampai orang tersebut gila, apakah penyebab utamanya hanya stres saja?
Saya Annisa Ekafenty Ramadhania (4915131407) dari Pendidikan IPS A 2013. Saya ingin mengomentari tulisan yang berjudul Kecerdasan dan Stres. Dalam tulisan ini, menjelaskan tentang bagaimana bahayanya stres yang berpengaruh pada otak kita. Banyak sekali penyakit yang ditimbulkan oleh stres. Stres memang tidak bisa dihindari oleh siapapun dan tidak ada yang bisa melawan kehadiran stres. Karena stres bisa datang menyerang siapa saja dan kapan saja. Stres akan berpengaruh pada kesehatan otak kita . Terutama pada anak yang sedang tumbuh kembang dan juga ibu hamil. Ini akan berdampak besar pada masa depan anak yang sedang tumbuh kembang dan janin yang ada pada ibu hamil tersebut. Stres akan membunuh kita secara pasti. Oleh karena itu, kita harus membiasakan hidup secara ikhlas serta mendekatkan diri dengan tuhan. Berserahlah pada setiap cobaan tuhan serta hadapi setiap masalah dengan positif. Berani menertawakan diri sendiri merupakan upaya agar otak kita selalu sehat. Karena, stres akan melumpuhkan otak serta merusak kesehatan kita.
BalasHapusPertanyaan:
1. Apakah peran agama dalam menjelaskan bukti bahwa agama bisa menjaga seseorang stres dan bagaimana bisa agama berperan penting dalam menjaga seseorang dari stres yang dialaminya?
2. Bagaimana jika seseorang tidak pernah merasakan stres dalam hidupnya?
3. Pada zaman yang sudah modern seperti sekarang banyak manusia yang stres padahal kemajuan teknologi telah memanjakan dan memudahkan kita dalam segala hal. Apakah kemajuan teknologi merupakan salah satu faktor stres? Apakah stres memiliki keterkaitan dengan gaya hidup modern?
Nama: Marsella dwi rahmah
BalasHapusNIM: 4915131394
Stress memang sangat mengganggu kesehatan dan mengikis kecerdasaan manusia. Kekerasan terutama terhadap anak anak sebaiknya tidak dilakukan baik secara verbal atau fisik karena bisa mengakibatkan stress dan mempengaruhi kinerja otaknya, anak anak yang seharusnya otaknya masih terus berkembang malah terkikis akibat stress tersebut. Jika salah satu bagian otaknya terganggu maka terganggulah bagian otak atau fisik lainnya bahkan psikologisnya karena otak merupakan pusat kesadaran dan kendali, seperti sebuah system jika salah satu dari bagian atau unsur system tersebut terganggu atau rusak maka terganggulah atau rusaklah semua. Stress banyak menimbulkan dampak yang negative bagi keberlangsungan hidup manusia. Juga banyak mendatangkan berbagai macam penyakit karena sistem imun melemah maka tak jarang orang yang stress mengalami berbagai gangguan kesehatan. Dalam hidup sebaiknya kita harus memandang segala sesuatu dalam sudut pandang yang positif agar tidak mengalami stress apalagi stress yang berkepanjangan. Semua otang pasti pernah mengalami stress, stress datang tidak memandang umur dan status social manusia. tetapi stress bisa diatasi tergantung individu itu mengatasinya dan setiap orangpun mempunyai cara tersendiri dalam menghadapi stress tersebut. Hadapilah segala sesuatu dengan sabar dan positif, lakukanlah segala sesuatu yang positif agar hidupmu senang dan jauh dari penyakit stress.
1. Apakah stress bisa mempengaruhi manusia dalam beribadah kepada allah?
2. Apakah orang yang bunuh diri itu tidak bisa mengatasi stress yang dihadapinya?
3. Apakah orang yang terkena penyakit pada dasarnya dia terkena stress?
Nama : Raras Elvinza
BalasHapusNo. Reg : 4915131395
Benar apa yang bapak katakan pada tulisan tersebut. Karena yang saya alami pada diri saya sendiri, adanya stres itu dapat memicu emosi kita yang tidak dapat terkontrol sehingga kita menjadi mudah marah. Salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya stres yaitu banyaknya fikiran, itu semua juga dapat memicu munculnya penyakit yang dapat terjadi seperti pening atau sakit kepala, dan lebih parahnya lagi jika orang yang sedang mengalami stres itu punya penyakit darah tinggi pasti penyakit itu akan kumat.
1. Mengapa stres dapat menimpa kalangan orang mana saja dan tidak pandang umur?
2. Apa yang terjadi jika orang mengalami stres berat?
3. Bagaimana cara mengatasi orang yang sudah terkena stres berat?
Irma Lutfiana (4915131378)
BalasHapusP.IPS A 2013
Saya sependapat dengan Pak Nusa bahwa hidup memang selalu dicoraki dan direcoki dengan beragam masalah, apalagi di zaman sekarang ini sepertinya banyak orang mengalami stres karena masalah yang kompleks. Saat masalah datang, orang-orang akan mengalami stres. Mulai dari kehidupan di perkotaan maupun di pedesaan, semua orang tidak lepas dari kestresan. Namun alangkah baiknya jika kita menghadapi stres dengan sabar dan positif serta menjalankan kiat-kiat untuk mengelola hidup supaya lebih menggembirakan. Orang yang mengalami stres disebabkan karena faktor dari diri mereka sendiri yang kurang memaknai hidup. Contohnya rasa iri dan dengki terhadap orang lain yang akan memicu berbagai penyakit seperti darah tinggi, diabetes, atau mungkin stroke. Semuanya itu akan berdampak negatif bagi diri kita. Akan tetapi dari munculnya stres itu banyak cara untuk terhindar dari bahaya stres, salah satunya dengan cara selalu berfikir positif.
1. Apakah berbeda tingkat kestresan yang dialami anak-anak dan orang dewasa?
2. Bagaimana ciri-ciri ketika orang mengalami stres?
3. Apakah benar jika dikatakan bahwa orang yang stres berarti terganggu jiwanya? Mengapa?
Nama : Vivich Husnul Khotimah
BalasHapusNIM : 4915131387
Jurusan : Pendidikan IPS A 2013
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Hidup kita memang tidak pernah lepas dari stres, stres mengancam kita di setiap waktu. Tetapi yang paling sangat sulit adalah bagaimana mengatasi stres tersebut. Berdasarkan artikel bapak ini, stres dapat di atasi salah satunya adalah dengan berfikir positif, tapi pada kenyataannya untuk berfikir positif itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berfikir positif terhadap suatu hal itu terkadang sulit untuk dilakukan. Entah apa yang membuat itu menjadi sulit tetapi menurut saya membangun fikiran yang positif itu tidak mudah. Banyak orang diluar sana yang stres hingga sakit kejiwaannya karena tertekan, tidak tahan oleh cobaan dan penderitaan hidup yang dialaminya, bagaimana mengembalikan kesadaran jiwanya seperti sedia kala? Kebanyakan dari kita justru mengabaikan dan takut dengan orang-orang seperti itu, padahal yang seharusnya adalah mereka diberikan fasilitas dan rehabilitasi untuk mengembalikan kejiwaannya. Banyak pula orang-orang yang hidup dengan semaunya dalam artian hidup liar dijalanan dengan kebebasan dan mengabaikan aturan seperti orang-orang yang memakai narkoba, freesex, meminum-minuman keras, merampok atau mencuri menurut saya itu merupakan pelampiasan dari kejamnya kehidupan karena mereka stres tidak tahan oleh cobaan dan penderitaan hidup.
Pada kehidupan diperkotaan menurut saya tingkat stres pada manusia lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan dan menyebabkan rata-rata tingkat harapan hidup menjadi rendah karena terserang berbagai penyakit yang diakibatkan oleh stres dan ini disebabkan di perkotaan seseorang mengalami tekanan yang lebih dibandingkan dipedesaan.
Berpegang pada artikel bapak yang menyatakan bahwa otak bagian emosional lebih dahulu tumbuh daripada otak bagian berfikir rasional. Bisa jadi saat mengalami stres, otak emosional manusia lebih mendominasi dan menyebabkan kinerja otak berfikir rasional berkurang. Sehingga saat stres seseorang tidak mampu berfikir rasional dan terserang depresi akibat tidak mampu mengendalikan emosinya.
Pertanyaan :
1. Apakah yang tidak mengalami kekerasan baik fisik, vocal, dan psikis dapat mengalami stres? Dan apakah penyebabnya?
2. Apakah stres dapat dikatakan sebagai penyakit?
3. Mengapa stres sangat berpengaruh pada otak? Dan apakah stres dapat menyebabkan kinerja otak menjadi lemah?
Aulia Komala
BalasHapus4915133428
P.IPS REG B 2013
Stres memang salah satu faktor dari kekacauan hidup. Datangnya stres tidak diduga-duga. Bisa saja ketika kita tidak memiliki masalah tetapi stres itu datang menghampiri. Setelah stres itu datang maka akan ada gejala penyakit lain yang datang dan lebih seringnya itu terserang pada bagian kepala dan perut. Stres memang bisa membuat tingkat produktivitas otak menurun. Karena menurut ahli jika kita sedang stres maka ada beberapa saluran darah kita ke otak menjadi tersumbat yang bisa menimbulkan efek sakit kepala dan pusing. Tetapi mungkin saja jika ada seseorang yang mengalami stres malah bisa meningkatkan produktivitas otak dan kecerdasannya. Itu semua bisa dilakukan dengan cara melakukan penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif itu untuk mengetahui seccara mutlak gambaran otak yang sedang stres dan kualitatif untuk mengetahui pemicu stres dan cara untuk mengalihkan stres itu menjadi sebuah motivasi untuk menambah produktifitas.
1. Apakah stres bisa dialihkan menjadi sesuatu yang bermanfaat?
2. Apakah perbedaan umur mempengaruhi seberapa besar tingkat kesetresan seseorang?
3. Apakah seorang bayi bisa mengalami stres? karena saya pernah mendengar bahwa jika bayi menangis itu karena mereka stres belum dikasih apa yang mereka inginkan.
Stres memang penyakit yang umum terjadi pada setiap makhluk hidup. Stres yang berlebihan bisa menimbulkan hal uang fatal bagi kesehatan tubuh, terutama bagi penderita penyakit kronis, ibu hamil dan anak-anak. Stres dapat diatasi dengan cara selalu berpositif thinking dengan segala sesuatu. Karena sesungguhnya segala penyakit bersumber dari hati kita. Jadi, jika kita selalu berpikiran baik maka kita juga akan terhindar dari penyakit hati.
BalasHapusPertanyaan :
1. Stres sering kali menghampiri orang, apakah dampak dari stress itu sendiri dapat berbeda-berbeda sesuai dengan kapasitas stress itu ?
2. Apa penyebab stress yang sebenarnya ?
3. Adakah cara mengatasi stress selain berpositif thinking ?
Kecerdasan dan stres memang memiliki pengaruh satu sama lain, benar dikatakan bahwa ketika kita sendiri mengalami stres maka ada sesuatu yang tidak beres pada otak kita sehingga mempengaruhi kecerdasan pada otak. Stres memang salah satu hal yang mampu mempengaruhi kinerja pada otak. Stres bisa datang kapan saja, dimana saja tidak memandang tua muda, kaya miskin, cantik jelek, kurus gemuk semua manusia pasti selalu didera rasa stres. Seperti yang telah dijelaskan pada tulisan diatas bagaimana buruknya pengaruh dari stres bagi tubuh kita khususnya pada otak, ketika otak telah hilang kendali seseorang akan melakukan hal diluar kesadaran seperti ketika orang stres tiba tiba menyelesaikan masalah dengan cara membunuh, ketika orang mencuri dengan beralasan lapar. Untuk mengetahui lebih jelas tulisan diatas menyebutkan adanya penggunaan penelitian kuantitatif dimana 87 persen penyakit diakibatkan oleh kehidupan otak, dan sekitar 13 persen karena diet, genetik, dan lingkungan. Terlihat jelas bahwa kehidupan otak adalah sumber penyakit ketika kita tidak mampu untuk menyeimbangkan kinerja otak dengan benar. Namun penelitian kualitatif juga sebaiknya diikut sertakan agar kita tau bagaimana pengaruh pasti dari stres terhadap kecerdasan manusia.
BalasHapuspertanyaan
1. Apakah ada perubahan warna pada otak ketika seseorang sedang mengalami stres ?
2. Apakah tingkat kestresan seseorang yang bertempat tinggal didesa dengan dikota berbeda ? Jika iya, hal konkrit apa yang menyebabkan perbedaan ?
3. Sebenarnya apa yang sedang otak lakukan ketika kita mengalami stres , mengapa rasanya sakit sekali ?
WINDI MELANDINI
BalasHapus4915131379
P.IPS A 2013
Stres dapat disebabkan oleh suatu keinginan yang tidak terpenuhi atau suatu keinginan khawatir apabila tidak terpenuhi. Stres juga bisa timbul jika kadaan sudah demikian parah dan tidak bias dikendalikan lagi. Bagi orang-orang yang mengalami, mungkin akan menganggap bahwa hidup ini tidak menyenangkan, tidak berkembang bahkan mungkin tidak ada gunanya. Menurut para ahli psikologi,stres dapat dikatakan, sebagai tekanan batin yang dialami seseorang karena dia menghadapi tuntutan, baik tuntutan dari dalam diri maupun yang berasal dari luar. Tetapi orang juga bisa mengalami stress justru karena tidak ada sama sekali tuntutan dalam hidupnya. Tanpa tuntutan hidup, orang akan merasa tidak mempunyai makna atau tujuan. Hal semacam inilah yang dapat membuat orang mengalami stres.
1. Bagaimana cara menyembuhkan orang yang sudah terkena stres berat?
2. Pada usia berapa manusia gampang terkena stres
3. Apakah ada cara lain untuk mencegah stres?
Rismawati Fadillah
BalasHapus4915131412
P.IPS A 2013
Stres dapat disebabkan oleh suatu keinginan yang tidak terpenuhi atau suatu keinginan khawatir apabila tidak terpenuhi. Bagi orang-orang yang mengalami, mungkin akan menganggap bahwa hidup ini tidak menyenangkan, tidak berkembang bahkan mungkin tidak ada gunanya. Tetapi orang juga bisa mengalami stress justru karena tidak ada sama sekali tuntutan dalam hidupnya. Tanpa tuntutan hidup, orang akan merasa tidak mempunyai makna atau tujuan. Hal semacam inilah yang dapat membuat orang mengalami stres.
1. Bagaimana cara menyembuhkan orang yang sudah terkena stres ?
2. Adakah cara lain untuk mencegah stres?
3. Berpengaruh besarkah stress terhadap kejiwaan seseorang?
Nama : Ayatusyifa Wulandari
BalasHapusKelas : P. IPS A 2013
Menurut saya mengenai tulisan bapak yang berjudul kecerdasan & stress memang benar seringkali kita lupa akan kesehatan kita karena terlalu memaksakan pekerjaan dan rutinitas yang biasa kita lakukan sehari – hari. Stress penyakit yang tak pernah diketahui bentuk, warna, dan rasanya justru menjadi ancaman terbesar karena stress biasanya bersemayam dalam otak dan tentu mengganggu kinerja otak untuk penyaluran ke organ lainnya. Oleh sebab tak berbentuk, berwarna, dan berasa itulah stress sering kali diabaikan oleh manusia. Sehingga diperlukannya sebuah metode yang dapat menguji mengenai stress dan cara pencegahannya baik menggunakan metode kualitatif, kuantitatif atau mix method.
1. Bagaimana cara ilmu menjelaskan mengenai anak yang terus – menerus mengalami siksaan hingga mengganggu fungsi otak ( stress ) hingga depresi, tetapi keadaan fisiknya tetap normal bahkan bisa menjalankan aktivitas seperti biasa ?
2. Apakah disaat stress melanda beberapa jaringan pada otak tidak berfungsi dan adakah pengaruhnya terhadap panjang atau pendeknya usia seseorang ?
3. Apakah ilmu dapat menjelaskan mengenai awal mula penyakit yang dikategorikan sebagai stress ?
NAMA : NUR ANISA ATMAJA (P.IPS.A 2013)
BalasHapusNIM : 4915131383
Stres dapat terjadi pada siapapun dan kapanpun. Tidak memandang dari status sosial apa dan bagaimana. Pemicu stres bisa dari masalah apasaja. Tidak dipungkiri, saya sendiri terkadang mengalami stres yang juga dapat mempengaruhi kuliah saya sendiri. Akibat stres, untuk melakukan sesuatu yang yang saya sukai pun terkadang merasa malas sendiri. Bahkan banyak kejadian yang mengejutkan kita akhir-akhir ini seputar pemberitaan yang negatif akibat stres yang berdampak depresi berat pada seseorang. misalnya saja, berita seorang ibu yang tega hendak membunuh anaknya sendiri karena stres yang diakibatkan masalah ekonomi. stres ternyata sangat perlu kita waspadai. Bahkan stres sendiri dapat bedampak buruk bagi kecerdasaan otak seseorang. stres menimbulkan suatu penyumbatan pembuluh darah didalam otak. Begitu berbahayanya stres, buatlah sebisa mungkin pikiran kita terus merasa senang walaupun banayak masalah yang kompleks sekalipun dalam hidup kita. karena ini salah satu pencegahan dari stres, agar tidak terjadi kerusakan ataupun penyakit yang timbul pada otak kita.
pertanyaannya adalah:
1. Apa yang harus dilakukan seseorang agar stres itu tidak menjadi stres berkepanjanagan selain dengan membuat dirinya merasa senang?
2. Apakah ketika kita mengalami stres ada obat atau penyembuhan secara alami? yang tidak membahayakan?
3. Penyakit otak apa saja yang dapat ditimbulkan dari stres?
Nama : Nur Cholis A.S
BalasHapusP.IPS B 2013
NIM : 4915137156
Stress merupakan salah satu hal yang seringkali dijumpai oleh banyak orang,sebagian besar orang yang mengalami stress memiliki problem atau masalah dalam hidupnya,fikirannya,maupun faktor-faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi timbulnya stress.Pada saat ini stress seringkali disebabkan oleh banyaknya tekanan yang dialami seseorang akibat semakin tingginya persaingan dan kesempatan kerja,sehingga ia memiliki spekulasi terhadap dirinya sendiri atau perkiraan yang mungkin akan menimpanya.Selain itu,ajaran agama yang sebagian besar telah diajarkan ternyata mulai dilupakan,atau apabila ingat malah sengaja tidak dipatuhi,padahal agama adalah salah satu media untuk menenangkan hati dan fikiran.Hidup dengan harmonis tanpa konflik adalah cita-cita setiap manusia yang ada tapi sangat sulit untuk diwujudkan,jangankan orang dewasa bahkan anak kecilpun telah banyak yang mengalami stress,hal ini membuat anak tersebut menjadi sulit diatur tingkahlakunya,emosi tinggi,dan lain sebagainya.Anak yang dalam kandunganpun dapat mengalami stress apabila ibunya mengalami stress dan fikiran yang berat.Bila dihubungkan dengan kecerdasan,menurut saya stress dapat mengurangi tingkat kecerdasan namun hanya sementara,karena stress dapat menghilangkan pemikiran-pemikiran yang sehat sehingga orang yang mengalami stress cenderung memiliki emosi dan pemikiran negative,banyak sekali contoh orang yang mengalami stress dapat melakukan tindakan yang sangat tidak terduga.Namun stress juga dapat diminimalisir dengan menggunakan kecerdasan,saat ini banyak orang-orang yang bekerja sebagai konsultan yang membantu seseorang dmenyelesaikan masalah hidupnya,stress juga dapat dikurangi dari diri sendiri dengan sikap sabar dan tenang dalam menghadapi masalah,sehingga kita dapat berfikir dengan baik.Kesehatanpun akan menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang sedang stress,karena hormon-hormon dalam tubuh akan bekerja dengan baik.
1.Dengan semakin majunya zaman,apakah akan semakin banyak orang stress mengingat banyaknya tekanan yang ada ?
2.Apakah stress akan selalu ada,terlepas dari manusia itu sendiri yang merupakan makhluk yang selalu berubah ?
3.Apakah stress termasuk dalam penyakit keturunan ?
kecerdasan dan stress memiliki hubungan yang dekat. karena kecerdasan seseorang itu bergantung pada emosionalnya. jika seseorang mengalami stress pastilah mempengaruhi kecerdasan otaknya. saya juga merasakan dampak dari stress tersebut diantaranya emosi yang tinggi, pusing yang menyerang, dan ketidaknyamanan. stress memang hal yang sangat sulit untuk dihindari. stress dapat dirasakan dari berbagai usia dan kalangan. tentulah tingkat stressnya sangat beragam. stress dapat mengendalikan sikap kita untuk melakukan hal dibawah kendali kita. banyak tindak kejahatan yang dilakukan akibat stress yang dirasakan. terutama stress akibat perekonomian. zaman sekarang ini kita telah banyak mengetahui bahwa banyak orang yang tega melakukan tindak kriminal seperti merampok, merampas, mencuri, dll yang disebabkan stress akibat ekonomi.
BalasHapus1. bagaimanakah cara paling mudah untuk mengendalikan stress ?
2. bagaimanakah perkembangan hidup manusia jika stress semakin meningkat?
3. dapatkah kita membantu orang lain untuk mengurangi sress?
Nama : Septi Dwi Ambarwati
BalasHapusNIM : 4915131371
P.IPS A 2013
“KECERDASAN DAN STRES”
Stres sering kali menghampiri diri kita. Baik hal itu kita sadari ataupun kita tidak sadari. Stres adalah bentuk ketegangan, baik yang berupa fisik ataupun mental. Stres merupakan sumber yang mengganggu tubuh dan pikiran. Stres ini merupakan bagian yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan sehari-hari. Penyebab stres bisa dikarenakan beberapa hal seperti berikut ini :
1. Kejadian dalam sehari-hari yang berupa kesedihan atau kehilangan bahkan kegembiraan.
2. Status kesehatan
3. Status sosial ekonomi
4. Masalah dalam hubungan interpersonal
5. Lingkungan masyarakat atau lingkungan kerja yang baru
6. Kehidupan rumah tangga, pekerjaan, sekolah, masa remaja, dan sejenisnya
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi stres, seperti mendekatkan diri kepada Allah SWT, selalu berfikir positif serta mensyukuri apa yang kita miliki. Dengan melakukan hal-hal tersebut maka kita pun akan terhindar dari stres.
Pertanyaan :
1. Stress memang tidak bisa kita hindari, tetapi bagaimana cara kita agar mengatasi stress?
2. Apakah sejauh ini ada obat untuk mengobati stres?
3. Apakah stres bisa menyebabkan kematian?
Anzani Mutiara
BalasHapus4915131398
P.IPS A 2013
Memang benar bahwa stress begitu menyeramkan. Dia mampu membawa beragam penyakit masuk ke dalam tubuh kita, yang lebih mengerikannya lagi stress mengancam banyak orang dan tidak mengenal usia. Semua orang pasti pernah mengalami stress, namun bagaimana cara kita untuk meredakannya, itu tergantung dari diri kita sendiri. Hidup memang penuh dengan masalah dan rintangan, dan stress merupakan ancaman terbesar dalam hidup kita, dan sulit untuk kita hindari. Ketika masalah itu datang bukan untuk di hindari tetapi untuk di hadapi. Itulah yang dinamakan perjuangan untuk hidup. Berdasarkan pengalaman saya ketika mengalami stress, tmbul gejla penyakit seperti migran atau sakit kepala sebelah, badan menjadi pegal-pegal dan mudah lelah. Hal ini tentu saja sulit untuk di obati karena stress hanya bisa hilang bila kita berhenti untuk memikirkan masalah yang kita hadapi, dan tentu saja ini tidak mudah dilakukan. Namun ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari stress yaitu berlibur/merefresikan otak kita agar otak kita tidak tegang serta lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan melakukan hal itu maka kita akan terhindar dari stress.
1. Apakah ada obat herbal yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa stress ?
2. Apakah ada terapi yang digunakan untuk menghilangkan stress ?
3. Bagaimana solusi yang tepat untuk menghindari stress ?
Salah satu jenis kecerdasan adalah kecerdasan emosional atau EQ.Sehingga sesuai apa yang telah bapa uraikan bahwa stres berakibat beberapa penyakit kronis. akan tetapi penyakit stres juga dapat mempengaruhi terhadap kelancaran berpikir atau kecerdasan,sebab di dalam proses berfikir perlu adanya pikiran yang tenang dan fokus, sehingga proses berfikir ataupun bernalar berjalan dengan lancar. di era globalisasi ini memang penuh dengan ujian saingan yang dimana menuntut manusia itu harus berlomba untuk mencapai sesuatu dan menuntut manusia melakukannya dengan cepat atau instan sehingga memacu manusia untuk menghalalkan segala cara yang sebagaimana itu tak mungkin terjadi,
BalasHapus1. Apakah penyakit didalam pikiran hanya didominasi oleh faktor stres?
2. Bagaimana pendapat bapa mengenai Negara maju yang tingkat stress nya tinggi ? bukankah mereka didominasi oleh orang cerdas?
3. Bagaimana pendapat bapa mengenai kemajuan teknologi ? apakah itu salah satu pemicu stress?
Nama saya Ade Nika Oktavia P. Ips Reg. A 2013
BalasHapusStres adalah suatu gangguan pikiran yang banyak memberi dampak buruk bagi diri seseorang. Apakah dampak buruk yang akan terjadi pada diri kita jika mengalami stres ? tentu saja banyak, karena stres adalah penyebab utama terciptanya berbagai penyakit. Stres dapat menimbulkan gangguan pada otak, jika kita stres aliran darah diotak menyumbat yang dapat menimbulkan penyakit dan dapat menghambat kecerdasan. Bicara tentang stres mungkin banyak sekali faktor-faktornya. Dokter selalu menyarankan agar kita jangan terlalu banyak pikiran, karena otak kita itu punya kapasitasnya ada saatnya untuk berfikir dan untuk merelaksasi. Otak kita itu sangat butuh istirahat agar tidak penat. Salah satunya mungkin dengan refresing, berlibur dan bersenang-senang . kesedihan yang terlalu mendalam juga dapat menyebabkan stres, pada saat kita sedih otak kita tidak stabil antara batin dan pikiran kita. Jadi, membahagiakan diri itu sangat penting, selalu berfikir positif pada diri sendiri dan orang lain disekitar kita.
Bagaimana cara menghindari dan mengatasi stres ?
Apakah stres adalah faktor utama yang mengganggu kecerdasan kita ?
Apakah faktor-faktor penyebab terjadinya stres?
Kecerdasan dan stres ini sangat menarik sekali untuk dipalajari dan diteliti. Dalam penelitian ini kita dapat menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengetahui apa penyebab stres dan dampaknya bagi si penderita. Kita dapat melakukan penelitia secara mendalam kepada siapa saja yang pernah mengalami stres. Namun kita pun dapat menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur tingkat kecerdasan otak mengapa bisa terjadi stres, karena otak merupakan organ yang ada di dalam dan kita pasti membutuhkan teknologi serta beberapa teori tentang otak dan stres.
BalasHapusMasalah ada selama kita hidup di dunia, kalo gak mau punya masalah mati aja. Itu kata yang selalu diucapkan kedua orang tua saya dan selalu saya ingat. Namun bagaimana cara kita menghadapi sebuah masalah itu adalah sebuah tantangan hidup yang merupakan masalah sebenarnya. Stres adalah sebuah kata yang dapat membunuh tubuh kita secara perlahan, semua penyakit itu bersumber dari stres. Entah itu karena ekonomi yang tertekan, kekerasan dalam rumah tangga, broken home atau sekalipun karena putus cinta. Begitu banyak penyebab stres, dan korban yang mengalami pun tak sedikit. Ketika stres datang inilah tingkat kesabaran keimanan dan keteguhan hati kita diuji, bagaimana cara kita menghadapi stres itu.
Berarti benar kalimat yang pernah saya dengar dari kaka tingkat saya di SMA bahwa penyakit datang tergantung pada keadaan hati kita. Jika hati kita senang gak mungkin penyakit itu datang namun sebaliknya jika hati kita sedang galau sedang stres pemyakit justru denga mudah datang.
Pertanyaannya:
1. Bagaimana keterkaitan antara hati dan otak dalam menyebabkan stres terjadi?
2. Bagaimana dengan orang yang ahli dalam ibadah , apakah mereka pernah mengalami stres? Karena tadi saya baca dengan ibadah yang teratur adalau salah satu cara memaknai hidup agar tidak terkena stres?
3. Bagaimana dengan perkembangan teknologi yang pada zaman ini hadir untuk semakin memanjakan manusia, apakah manusia masih mengalami stres? Padahal banyak perkembangan teknologi yang mampu membantu pekerjaan manusia secara instan?
Nama : Aginda Nabila Putri Yudia
BalasHapusNo reg : 4915131408
P.IPS A 2013
Ya stres emang bisa membuat seseorang itu sakit atau bahkan yang lebih lagi. Stres memang berbahaya bagi ibu hamil, maka dari itu iibu yang sedang hamil dilarang untuk stres. Tetapi stres itu bisa dibilang Seperti hantu, yang datang kapan saja dan tidak kenal waktu. Menurut artikel yang pernah saya baca stres juga dapat disembuhkan dengan mengonsumsi coklat, namun konsumsinya juga harus diperhatikan. Karena lemak, gula, dan kalori yang ada pada cokelat dapat berdampak tidak baik bagi tubuh.
1. Apakah benar dengan memakan coklat dapat menghilangkan stres?
2.Bagaimana stres bisa muncul waktu kita sedang mengerjakan sesuatu hal?
3.Apakah benar jika seseorang mengalami stres rambutnya akan stres?
kusumaningdyah (4915133417) pips 2013 B
BalasHapussaya setuju dengan artikel kecerdasan dan stres ini. stres memang dapat membuat hidup manusia ke arah yang lebih buruk. tapi saya percaya, setiap orang mempunyai caranya masingmasing untuk mengatasi stressnya tersebut. tapi menurut saya, kadang dalam mencari kecerdasan (re: menuntut ilmu) kita harus melewati masa-masa stres tersebut, agar kita juga dapat berpikir kritis.
pertanyaan:
1. bagaimana mekanisme kerja otak orang gila yang stres?
2. kecerdasan berhubungan dengan stres, benar? stres berhubungan dengan psikis? apa itu artinya kecerdasan juga mempunyai kaitan dengan psikis?
3. bagaimana mengatasi stres yang berkepanjangan?
Apri Triwibowo
BalasHapusP.IPS B 2013
Saya sangat setuju dengan kesimpulan akhir dari tulisan kecerdasan dan stres bahwa stres mampu melumpuhkan otak, mengikis kecerdasan, dan merusak kesehatan kita secara mengerikan. Karena stres yang seperti saya rasakan sendiri akan menganggu kesehatan tubuh, membuat tubuh menjadi tidak nyaman rasanya. Stres merupakan suatu yang biasa dalam hidup ini, semua pati pernah mengalami hal yang satu ini. Setiap orang memiliki tingkat stres yang berbeda-beda tergantung kemampuan orang tersebut dalam mengendalikannya. Kecerdasan seseorang akan mempengruhi stres seseorang.
1. Apa yang sebaiknya dilakukan ketika kita sedang mengalami setres ?
2. Apakah hubungannya kekerasan dengan stress ?
3. Bagaimana orang-orang yang di didik dilingkungan yang keras, misalnya para tentara ?
4. Kenapa berfikir positif dapat mengurangi stres ?
Yolla Rachmaan Ismatullah
BalasHapus4915133429
P.IPS B 2013
Setelah saya membaca tulisan ini mengingatkan kita betapa berbahayanya stres itu bagi kesehatan kita. Memang benar banyak hal yang dapat memicu stres sehingga faktor penyebab stress bisa berbeda-beda yang dapat terjadi di berbagai kalangan. Biasanya stress itu muncul ketika seseorang dihadapkan dengan rutinitas kegiatan yang membosankan dan permasalahan hidup yang tak kunjung terselesaikan atau hal lainnya. Pada saat itu otaklah yang menjadi sasarannya. Otak yang tidak hanya berfungsi untuk berfikir namun otak jugalah yang mengatur kinerja saraf-saraf tubuh kita baik sensorik maupun motorik yang pada akhirnya berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Banyak solusi untuk menghilangkan penyakit stres ini seperti yang ada pada tulisan ini dengan hiburan, berpikir positf, mendengarkan musik dsb. Mengalami stress itu wajar namun, jika stress itu berlarut-larut jangan sampai kita kehilangan kesadaran akal sehat.
pertanyaanya :
1. Apakah para tokoh filsuf pernah mengalami stres?
2. Bagaiman cara menata/ mengelola pikiran kita agar terhindar dari stres?
3. Adakah penelitian bahwa stress dapat menyebabkan kematian?
Siti Amellia Rachmah (4915133442)
BalasHapusPendidikan IPS B 2013
Stres memang sangat berbahaya. Banyak sekali akibat buruk yang ditimbulkan dari stress, karena stress dapat merusak otak sebagai pusat koordinasi tubuh. Jika otak kita terganggu, maka akan berdampak pada semua bagian tubuh kita khususnya masalah kesehatan. Kita mungkin pernah atau sering mengalami stres, saya sendiri pun pernah mengalaminya. Jika kita dalam keadaan stres, tubuh terasa sangat tidak segar dan terasa lemas. Akibatnya kita menjadi malas melakukan segala sesuatu, jangankan untuk berolahraga terkadang untuk makan saja kita merasa sangat malas untuk melakukannya. Stres juga dapat membunuh sistem imun kita, oleh karena itu tidak heran jika berbagai penyakit bisa dengan mudah menyerang kita yang dalam keadaan stres. Biasanya kita juga sering marah dan mudah tersinggung karena emosi dan tekanan-tekanan yang ada dalam pikiran kita. Hal ini menyebabkan berkurangnya kinerja otak yang berdampak pada kecerdasan seseorang. Jika seseorang mengalami stress yang terus-menerus maka kecerdasannya akan menurun, karena otaknya tidak diasah untuk berfikir ilmiah dan positif yang ada hanya beban-beban pikiran yang terus berkembang. Saya setuju dengan solusi menghadapi stres yang telah dipaparkan pak Nusa sebagai penulis. Sesuai dengan pengalaman saya, maka cara yang baik dalam menghadapi stres diantaranya dengan adanya dukungan dan motivasi dari keluarga serta orang-orang terdekat kita. Dengan adanya dorongan semangat dan dukungan dari mereka, maka pikiran dan hati kita terbuka untuk bangkit, semangat kembali dan bergairah dalam menjalani dan memaknai hidup ini. Atau sering kita kenal dengan sebutan “move on”. Juga hal yang sangat penting adalah dengan menyirami jiwa kita dengan rajin beribadah kepada Allah SWT. Karena dengan berdoa dan mengadukan segala keluh kesah kepada-Nya akan membuat hati dan pikiran kita menjadi tenang, terkontrol dan nyaman.
1. Bagaimana cara menghindari stres apabila kita menghadapi masalah yang rumit?
2. Mengapa tingkat stres terus meningkat pada zaman modern ini? Apakah kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh dalam hal ini?
3. Bagaimana cara pemulihan kecerdasan otak bagi seseorang yang telah mengalami stres yang berkepanjangan?
DINNY MAYANGSARI
BalasHapus4915137150
P.IPS B 2013
Stres merupakan gejala yang timbul akibat efek dari tekanan yang membuat seseorang menjadi cemas, marah, takut, lelah, serta pusing yang berkepanjangan. Siapapun pasti pernah mengalami hal seperti ini. Dengan mengatur pola hidup yang sehat, rajin beribadah, tingkat stres dapat terkurangi.
Pertanyaan :
1. Apakah mudah tersinggung dan mudah terpikirkan sesuatu akan menimbulkan gejala stres?
2. Ketika anak masih SD. terkadang mereka menenukan beberapa teman sebayanya yang berprilaku kasar. Ketika si anak yang baik ini secara rutin mendapatkan perlakuan kasar dari temannya, apakah dia akan mengalami gejala stres pula? Lalu bagaimana kita mengetahui penyebabnya bila ternyata si anak termasuk tipikal anak yang pendiam dan tertutup?
3. Kita ketahui bahwa tingkat kemacetan di Jakarta sangat tinggi. Ketika seorang mahasiswi yang rumahnya jauh dari kampusnya dan harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan kisaran waktu 4-5 Jam setiap harinya untuk menghadapi macet (Pulang Pergi), dia tidak diperbolehkan untuk mengekos, berangkat pagi, pulang malam, banyak sederetan tugas, bagaimana cara dia untuk mengurangi tingkat stres yang sering dialaminya akibat rutinitas tersebut? Sedangkan ketika weekend, dia sengaja hanya diam dirumah untuk sekedar mengistirahatkan badannya yang terlalu lelah dengan aktifitas sehari2nya?