Senin, 10 Maret 2014

MEMBUNGKUS TUBUH

Pagi Minggu di pusat kebugaran sebuah hotel berbintang. Pengunjungnya lebih ramai daripada hari-hari biasa. Terasa agak padat karena pusat kebugaran ini tidak luas. Kolam renang di depan pusat kebugaran juga lebih ramai daripada biasanya.

Bukan pemandangan luar biasa bila para wanita menggunakan pakaian ketat dan minim di pusat kebugaran dan kolam renang. Olah raga, senam atau berenang memang lebih nyaman, praktis, dan mudah bila menggunakan pakaian khusus dengan bahan dan model yang kelihatan agak menantang. Karena ketat dan mini.

Tetapi pemandangan pagi ini agak beda. Tak ada pakaian mini yang menampilkan paha dan dada terbuka seperti lazimnya di pusat kebugaran dan kolam renang. Yang terlihat ialah sejumlah wanita menggunakan pakaian sangat ketat dengan warna-warni yang crong. Mereka sungguh membungkus tubuh dengan pakaian yang sangat ketat sehingga semua yang dari sononya sudah menonjol jadi menonjol menantang. Semua belahan alami yang mestinya ditutupi, malah seperti sengaja dipertontonkan dengan bentuk yang dikemas lebih memancing menggoda.

Pilihan warna dan bahan pakaian yang dikenakan tampaknya memang disengaja, sehingga pusat kebugaran terkesan jadi Rio Carnival di Brasil yang dipenuhi wanita dengan pakaian terbuka dan sangat ketat. Para wanita ini memang sengaja bukan menutup tubuh dan auratnya, tetapi membungkus tubuhnya dengan bungkusan yang sangat ketat. Bahkan pilihan model dan warna kerudungnya juga mau mengesankan mereka modis, trendi, urban dan metropolis bener.

Pagi kemarin hanya ada dua wanita seperti ini di kolam renang. Pagi ini jumlahnya sangat banyak di pusat kebugaran dan kolam renang. Seluruhnya ada delapan. Usianya tampaknya masih sangat belia. Beberapa bisa dipastikan tergolong ABG.

Saya baru 'ngeh' saat ada dua lelaki bertampang Timur Tengah menyambangi kolam renang. Para wanita di kolam renang tiba-tiba bertingkah polah berlebihan alias lebay. Berteriak dan keluar masuk kolam, saling berkejaran di antara mereka. Pastilah lekuk liku tubuh mereka tampak dengan jelas meski mereka telah membungkusnya dan menggunakan jilbab.

Sementara itu wanita yang di pusat kebugaran juga menjadi heboh. Seseorang di antara mereka berkomentar, "Oke banget tu yang baju hitam." Sambil menunjuk salah seorang cowok di kolam renang.

Saya dengan cermat terus memperhatikan tingkah polah dan obrolan mereka di pusat kebugaran, karena saya memang sedang berolah raga di situ. Rupanya, para wanita datang ke mari dengan tujuan para lelaki Timur Tengah itu. Hotel ini tidak menyediakan lobi untuk para tamu di lantai dasar. Jadi mereka menjadikan pusat kebugaran dan kolam renang sebagai titik pertemuan.

Tidak butuh waktu lama, para wanita di kolam renang telah berhasil berbincang dengan kedua lelaki itu. Sementara para wanita di pusat kebugaran menyaksikan sambil berkomentar. Mereka berharap ada lelaki sejenis yang muncul ke pusat ke bugaran atau kolam renang. Mereka juga masih berharap lelaki yang di kolam renang mau singgah ke pusat kebugaran.

Meski sudah bisa ditebak bahwa ada pola yang telah tercipta secara permanen, saya ngobrol dengan petugas yang ngurusin dua tempat ini. Mereka membenarkan, para wanita kayak gini pasti muncul bila banyak lelaki asal Timur Tengah nginap di hotel ini. Mengapa jumlahnya banyak? Sebab para lelaki itu suka denga gaya gotong royong atau lebih rame lebih asyik.

Mengapa pula para wanita itu mesti berkerudung? Rupanya itu bagian dari strategi menaikkan posisi dalam tawar menawar. Tadi pagi saat datang ke hotel hanya satu wanita yang berkerudung, selainnya baru berkerudung setelah dari ruang ganti. Para wanita itu fasih berbahasa Arab.

Dulu suasana lebih heboh dibanding sekarang. Para lelaki asal Timur Tengah sekarang lebih memilih hotel lain yang memang sengaja membiarkan para wanita secara terbuka menjajakan diri. Di hotel ini suasananya tidak seperti hotel yang lain itu. Itulah sebabnya titik pertemuannya di pusat kebugaran dan kolam renang.

Memang ada perubahan pada lelaki asal Timur Tengah itu. Dulu mereka lebih suka dengan para wanita yang ada di hotel. Sekarang mereka pergi mencari sendiri. Mereka sudah tahu banyak tempat di Jakarta yang memberi kesempatan untuk memilih. Karena itu kebanyakan lelaki itu datang ke hotel sudah menggandeng wanita.

Beberapa di antara mereka juga menggunakan jasa para penghubung yang mereka sudah punya nomor kontaknya. Pada umumnya mereka yang datang ke Jakarta sudah sangat tahu peta, jaringan dan pola bisnis esek-esek ini.

Apa yang terlihat di pusat kebugaran dan kolam renang adalah bagian dari jaringan bisnis esek-esek itu. Pemandangan pagi ini memberi pelajaran berharga bagi saya,

JANGAN PERNAH MENILAI MANUSIA HANYA DARI PENAMPILANNYA.

15 komentar:

  1. Pada zaman sekarang ini memang banyak orang yang bermuka dua., yaitu penampilan yang terlihat berbeda dengan tingkah laku aslinya. Hal ini tidak diragukan lagi, apalagi alasan yang dilakukan karena uang. Banyak orang yang sengaja mengubah penampilannya sebaik mungkin untuk mendapatkan uang. Hal seperti ini banyak terjadi di kota-kota besar terutama Jakarta dan pelakunya mayoritas adalah wanita. Dari tulisan bapak adalah salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan uang. Menurut merek uang adalah segala-galanya bagi mereka. Dengan cara apapun mereka akan lakukan demi mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup mereka. Kejadian seperti ini tidak dapat dielakkan lagi, karena semakin bertambahnya para pelaku yang tega menggunakan hijqab untuk pekerjaan yang sangat dibenci oleh Tuhan tersebut. Mereka tidak dapat berrpikir jernih lagi tentang tindakan mereka karena uang telah membutakannya. Untuk itu kita harus lebih selektif lagi dalam berkenalan dengan orang lain, karena penampilan yang baik seperti ustadz pun tak menjamin bahwa dia memilki akhlak dan tingkah laku yang baik pula.

    1. Menurut bapak bagaimana cara kita untuk memberitahukan kepada mereka bahwa agama itu bukanlah untuk dipermaikan?

    2. Apakah wanita-wanita yang melakukan tindakan seperti cerita bapak tidak memiliki pikiran bahwa mereka telah mempermainkan agama?

    3. Apakah kasus seperti yang bapak ceritakan itu mutlak kesalahan para wanita yang melakukannya? ataukah para lelaki timur tengah itu yang malah memancing mereka untuk melakukannya? dan apakah tempat yang mereka gunakaan itu sudah dikemas sedemikian rupa?

    BalasHapus
  2. Nama : Pathurochmah
    Kelas : PIPS Reguler B 2013
    Kerudung kini dijadikan kedok untuk menutupi sebuah tindakan keji, bahkan dijadikan sebagai pengukur harga dalam tawar menawar. Padahal khakikatnya kerudung merupakan sebuah bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta namun kini beralih fungsi untuk menutupi perbuatan hina. Untuk
    Kasus seperi diatas perlu digunakan metode campursari dimana bukan hanya metode kuantitatif saja namun metode kualitatif juga berperan penting. Yg akan mrnghasilkan penelitian tindakan juga resarch dan development yg saling melengkapi satu dengan yg lainnya. Dalam kasus ini perlu penelitian mendalam bagaiman pradigma berkerudung menjadi sebuah ajang untuk modus baru prostitusi dan juga diperlukan resararch apa yg membuat hal ini menjalar begitu cepat.
    Pertanyaan
    1. Bagaimana pola itu terbentuk secara permanen?
    2. Apakah agama bisa mengikuti sebuah tren? Mengapa kini banyak orang menganggap hukum agama dapat lelusa berubah menyusaikan tern?
    3. Mengapa banyak orang kini menutupi kemunfikannya dengan kedok agama?

    BalasHapus
  3. Nama : Ayatusyifa Wulandari ( 4915131390 )
    Kelas : p. Ips A 2013
    Menurut saya mengenai tulisan bapak yang berjudul “ Membungkus Tubuh “ ini, sungguh miris jilbab yang seharusnya menjadi bagaian dari pensucian diri seorang wanita yang memang sudah menjadi kewajiban untuk menutup aurat dari ujung rambut hingga kaki, terkecuali telapak tangan dan wajah, tapi justru digunakan untuk menjual tubuh mereka. Yang menjadi ironi justru kebayakan dari kita ( wanita ) yang belum siap menggunakan jilbab atau berhijab karena belum merasa terpanggil, adapula yang beranggapan belum mendapat hidayah, dan anehnya lagi karena belum menemukan dambatan hati yang diinginkan, karena ia takut saat memakai jilbab justru tidak ada laki – laki yang mau mendekatinya. Problem inilah yang justru semakin membobrokkan kita sebagai umat beragama, tak semestinya seorang yang menggunakan jilbab dengan niat untuk bisa mendapatkan uang secara instan. Memang tak disalahkan jika kita seorang perempuan yang mencoba untuk mengenakan jilbab dengan alasan agar kulit tubuhnya terlindungi, atau karena sedang nge – tren, tapi saya yakin dengan seiring berjalannya waktu, mereka akan menyadari apa fungsi jilbab yang sesungguhnya, dan secara perlahan pula mereka akan membenarkan niat mereka ke jalan yang lurus yaitu jalan yang di ridhai Allah. Dan inilah saat yang tepat bagi kita umat muslim untuk menunjukkan jati diri kita sebagai wanita muslim dengan menutup aurat seluruhnya bukan ala kadarnya. Karena hal – hal seperti yang terdapat di dalam kutipan bapaklah yang justru dapat mendiskriminasi kita sebagai wanita muslim yang mengenakan jilbab, karena jika orang sudah melihat seorang yang berjilbab itu tak beres maka akan sama pula penilaian orang itu terhadap wanita muslim yang berjilbab lainnya.
    Pertanyaan :
    1. Apakah dalam perspektif filsafat ilmu bisa menjelaskan mengenai gejala menjual diri dengan modus jilbab ?
    2. Hal apakah yang menyebabkan gejala tersebut bisa terjadi ?
    3. Bagaimanakah ilmu dan ilmu agama menjelaskan serta menyelesaikan permasalahan yang sudah menjadi habit ( kebiasaan ) yang dilakukan para tuna susila hingga tren terbaru dengan menggunakan jilbab ?

    BalasHapus
  4. Lina Wati P.IPS B 2013 . Dunia ini semakin lama memang semakin aneh. Banyak yang menggunakan jilbab untuk hal-hal yang telah disebutkan diatas. Jangan menyeret agama kedalam persoalan seperti ini. Jangan gunakan jilbab untuk hal seperti itu, karena itu akan menodai agama kita. Sekarang ini banyak orang yang menggunakan jilbab tidak pada fungsinya. Sungguh riskan melihat hal semacam ini.
    Pertanyaan :
    1. Mengapa dunia ini semakain lama bisa semakin aneh dengan banyak fenomena-fenomena tidak wajar yang dilakukan manusia, bukan cuma dalam hal jilbab ini, melainkan juga dalam banyak kasus lain?
    2. Mengapa banyak orang yang membawa-bawa agama demi kepentingan hawa nafsunya?
    3. Apakah yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah seperti ini?

    BalasHapus
  5. Nama : Teguh Aji Putra
    Kelas : P.ips B 2013
    NIM : 4915133436

    Mungkin menurut saya sudah tidak aneh lagi pada jaman ini banyak wanita yang memakai pakaian tetapi sesungguhnya mereka tidak memakai pakaian. Tapi untuk wanita yang menggunakan hijab/jilbab hanya untuk menaikan tawaran sex untuk diri mereka itu sudah gila dan bisa dikatakan mereka itu idiot sebab mereka sama saja mempermainkan agama islam. Pada kasus kali ini dibutuhkan penelitian yang mendalam agar kita tahu apa maksud mereka sampai berani mempermainkan hijab untuk pekerjaan kotor mereka ini, sebab jika hal seperti ini terus berlanjut maka secara tidak langsung ini sama saja mencoreng umat islam sebab paradigma orang luar pasti menganggap jika banyak orang muslim itu berengsek karena mereka berpikir yang berhijab saja sudah begini apalagi yang tidak berhijab.

    1. Apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi? dapatkah ilmu filsafat menerangkannya ?
    2. Mengapa mereka sampai berani mempermainkan agama dengan menjadikan hijab sebagai kedok mereka ?
    3. Apakah yang menyebabkan para tuna susila tau kalau wanita berhijab itu biaya sewanya lebih tinggi ?

    BalasHapus
  6. Nama : Nazia Maulia Amini
    NIM : 4915131373
    P.IPS REG A 2013
    Ironis sekali jilbab yang seharusnya dikenakan adalah kewajiban wanita untuk menutup aurat dan bukti ketaatan kita terhadap perintahnya malah disalah gunakan untuk perlakuan yang tidak seharusnya. Ini akan menimbulkan rasa malas kepada orang yang belum menggunakan jilbab. Karena mereka beranggapan orang yang berjilbab saja belum tentu perlakuannya bener. Masih banyak yang tidak menggunakan jilbab perlakuannya bener. Semua itu kembali kepada diri sendiri bagaimana prinsip hidup selalu dibawa dalam keseharian kita. Prinsip hidup yang baik yang akan mengantarkan kita kejalan dan hidup yang baik pula. Menurut saya metode penelitian ini menggukan metode penelitian kuantitatif karena bapak meneliti dengan cara riset dan r & d. Yang bapak lakukan saat penelitian ini adalah menggunakan mengamati dari kejauhan dan menanyakan ke beberapa orang. Jika penelitian berlanjut hingga menanyakan kepada pelaku atau turun langsung maka penelitiannya pun berubah menjadi penelitian kualitatif. Terimakasih pak
    1. Bagaimana jika ingin menilai seseorang pertama bukan dari penampilan? Karena penampilan adalah pertama kali yang dilhat sebelum menuju ke sikap individu.
    2. Mengapa jilbab yang seharusnya digunakan untuk bukti ketaatan malah disalah gunakan?
    3. Muncul ide menjajahkan diri dengan menggunakan jilbab dari mana?

    BalasHapus
  7. Devy Novianti
    P.IPS Reguler B 2013
    4915133402

    Ironis sekali, jilbab yang tujuan utamanya mulia yaitu untuk menutupi aurat bagi perempuan muslim kini disalah gunakan oleh orang-orang yang mempunyai paham yang salah. jilbab yang fungsinya sebagai cerminan diri untuk perempuan muslim kini dijadikan sebagai tontonan untuk para laki-laki. Memang banyak juga perempuan muslim juga zaman sekarang yang memakai pakaian yang begitu ketak sehingga membentuk tubuhnya padahal mereka memakai jilbab.

    Mengapa kewajiban setiap muslimah memakai jilbab berbanding terbalik dengan akhlak perilakunya dalam sehari-hari? siapa yang harus disalahkan ketika orang yang memakai jilbab namun bajunya ketat yang sering kita bilang "si kerdus"? Apakah bisa dikatakan muslimah yang berjilbab munafik?

    BalasHapus
  8. SITI MARIA ULPAH/ 4915131401/ P.IPS A 2013
    Well, “Membungkus Tubuh”. Saya menebak itu seperti para wanita yang menggunakan jilbab panjang sampai ke kaki, menutup muka dengan cadar, tetapi ketika sudah bergaul dengan laki-laki mereka berkelakuan liar. Ternyata ini lebih parah! Membungkus tubuh benar-benar membungkus tubuh rupanya. Berpakaian ketat yang menonjolkan bagian yang sudah menonjol. Memperlihatkan bagian kelebihan mereka dan untuk mengundang para lelaki datang mendekat. Tidak percaya sih kalau tidak melihat langsung, tetapi di Jakarta gitu, apasih yang tidak mungkin di kawasan seperti ini. Kok ada ya orang seperti itu? Gunanya buat apasih? Apakah mereka tidak berpikir asal mula mereka? Orang tua mereka? Saya sebagai perempuan saja merasa jijik membaca dan membayangkanny, apalagi melihatnya langsung. Kalau hanya sekedar paha yang terlihat, bagian dada itu masih normal kalau untuk olahraga karena saya sering melihat yang seperti itu, tapi ini loh mereka yang sengaja pakai jilbab tapi….. ih sudah kehabisan kata-kata untuk memberikan semua pendapat rasanya. Memang dengan uang semua bisa berubah , apalagi pria asal Timur Tengah yang berpenampilan menggoda dengan badan yang besar dan kantong yang tebal juga. Tapi setidaknya….. Membayangkan cewek-cewek berpakaian seperti itu lari-lari di kolam renang agar menarik perhatian para lelaki, membuat jijik mata, serius. Ternyata penampilan itu bisa menipu orang. Yang bagus terkadang tak mesti terlihat dari luar. Menurut saya jika dibandingkan dengan tulisan Bapak yang “Saya Ndak Tahu Siapa Bapaknya” ibu-ibu yang bekerja sebagai PSK yang masih mempunyai hati nurani untuk anak mereka lebih terpuji dibanding dengan para wanita dalam tulisan ini yang sengaja menggoda laki-laki dengan berpenampilan menggunakan jilbab seperti menggunakan topeng.
    Pertanyaan:
    1. Bagaimana mereka dapat bertahan dengan kehidupan seperti itu?
    2. Apakah mereka tidak berpendidikan sehingga berkelakuan seperti itu?
    3. Apakah mereka tidak pernah berpikir bahwa wanita itu mahal dan berharga?

    BalasHapus
  9. Siti Amellia Rachmah (4915133442)
    Pendidikan IPS B 2013

    Zaman memang sudah banyak perubahan. Dari hari ke hari perilaku orang-orang di bumi ini semakin aneh-aneh saja. Seperti contoh tulisan di atas, tentang bagaimana orang-orang mengenakan keudungnya untuk melakukan maksiat. Busana yang mereka gunakan memang menutup aurat, tetapi dibungkus dengan super ketat dan anehnya mereka menggunakan kerudung sebagai topengnya. Bila kita lihat, apa gunanya jika memakai kerudung tetapi busana yang digunakan sangat ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh? Coba kita amati, para wanita yang berpakaian seperti ini seperti kue lepet yang pembungkusnya super ketat. Orang yang seperti ini, sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka ketika mereka menjual diri dengan menggunakan kerudung yang jelas-jelas itu merupakan identitas seorang muslim? Apakah mereka merasa nyaman, sedangkan secara terang-terangan mereka telah menginjak-injak harga dirinya sebagai seorang muslim?

    BalasHapus
  10. Nama : Tiara Indah Pertiwi
    P.IPS B 2013
    4915133425

    zaman sekarang ini untuk mendapatkan uang sangat susah. wanita-wanita pada cerita diatas menggunakan segala cara untuk mendapatkan uang termasuk dengan membawa agama yaitu menggunakan hijab. padahal berjilbab itu hukum agama nya wajib untuk seorang muslimah dengan menutup auratnya. tetapi kini wanita-wanita tersebut menggunakan hijab untuk menutupi kedoknya dan untuk tawar-menawar harga mereka supaya agak lebih mahal. pasti semua masyarakat memandang bahwa wanita yang memakai jilbab kebanyakan hanya menutupi kedok saja tetapi padahal tidak semua wanita berjilbab seperti itu, itu membuat penilaian buruk untuk para penggunan hijab.
    bagaimana cara mengubah mereka yang seperti itu yang hanya ingin banyak uang untuk lebih menaati perintah agama dan menjauhkan perbuatan keji seperti itu?
    mengapa mereka membawa bawa agama untuk berbuat hal yang padahal sangat dilarang oleh agama?
    apakah semua wanita tersebut melakukannya sengaja atau dengan terpaksa?

    BalasHapus
  11. Dinny Mayangsari
    4915137150
    P.IPS B 2013

    Betul seperti apa yang bapak katakan, 'jangan menilai seseorang dari penampilannya'. sama seperti halnya kita melihat orang-orang yang berhijab. mereka seorang muslimah yang berhijab belum tentu akhlaknya baik, tetapi mereka muslimah yang akhlaknya baik pastilah berhijab. dan betapa mirisnya saya melihat kenyataan seperti ini, bahwa mereka menjadikan kerudung sebagai patokan harga jual diri mereka yang tinggi hanya untuk melayani nafsu lelaki hidung belang. begitu hinanya mereka memainkan perintah Allah.

    pertanyaan :
    1. Mengapa pihak Gym seolah sengaja membiarkan hal ini terjadi di lokasi mereka? apakah ini termasuk prosedur mereka dalam menjalankan bisnis Gym agar menarik banyak pelanggan yang datang ke Gym?

    2. Adakah tindakan langsung dari pemerintah atau pihak keamanan untuk kasus seperti ini? pasalnya, masalah ini seperti dibenarkan oleh pihak Gym dan tidak ada tindakan keamanan dari pihak Gym tersebut.

    3. Apakah yang menjadi dasar pemikiran mereka bahwa dengan mengenakan kerudung maka harga diri yang mereka tawarkan bisa jauh lebih mahal kepada lelaki hidung belang itu? padahal para lelaki hidung belang itu pun tahu bahwasanya dengan wanita ini menenakan hijab atau tidak, pekerjaan mereka samalah kotornya.

    BalasHapus
  12. Anggi Ratna Furi
    P.IPS REG B 2013
    Setelah membaca tulisan di atas yang berjudul membungkus tubuh , kita semua menjadi tahu bagaimana ironis kehidupan perempuan dizaman sekarang zaman yang dianggap modern ini. Memang benar adanya bahwa dizaman seperti ini banyak wanita menutup auratnya , mengenakan jilbabnya dengan alasan - alasan tertentu, salah satunya sendiri seperti yang telah disebutkan diatas yaitu untuk mempertinggi daya tarik dan tentunya mempertinggi harga tawar menawarnya . Dalam keadaan seperti inilah telah terjadi disfungsi penggunaan jilbab yang awalnya adalah untuk menutup aurat agar harga diri perempuan terjaga dengan baik kini berubah menjadi cara perempuan menarik perhatian para lelaki. Hal seperti ini merugikan kita sebagai perempuan berjilbab karena telah banyak para lealaki mendoktrin perempuan berjilbab hanya karna untuk melindungi kulit dari sinar matahari, hanya karna untuk menutupi keburukan wanita, dan sebagainya yang dianggapnya negatif. Memang benar kita tidak boleh menilai seseorang dari penampilannya saja, namun kita juga tidak boleh beranggapan bahwa perempuan yang berjilbab itu sebagi seseorang yang munafik. Bisa jadi hal seperti ini adalah cara awal perempuan dalam menjaga kehormatannya. Ketika perempuan berjilbab saja dianggap munafik dan hanya bergaya lalu bagaimana dengan yang tidak memakai jilbab, apakah ada jaminan yang tidak memakai jilbab justru orang yang lebih baik dan tidak munafik ? Apa sebenarnya sebab para perempuan yang memanfaatkan jilbab untuk kepentingannya sendiri tanpa memperdulikan dampak negatif bagi perempuan berjilbab lainnya yang memang sesungguhnya murni berjilbab karena Alloh ? Apakah dengan berfilsafat seperti ini mampu mengubah paradigma laki laki jaman sekarang yang telah beranggapan buruk tentang perempuan berjilbab ?

    BalasHapus
  13. Ilham Pamungkas (4915133444)
    Pendidikan IPS B 2013

    Berbagai modus - modus baru bermunculan dalam setiap kejahatan, tak terkecuali dalam dalam kasus prostitusi yang bapak jelaskan di tempat kebugaran dan kolam renang, dan tak tanggung - tanggung wanita si "penghibur" ini berkedok memakai kerudung yang notabennya di kait eratkan dengan nilai - nilai agama yang sangat supra spirititual dengan dalih berkerudung yang sebenarnya bejat(!) Ironis memang, namun begini adanya. (Tak seharusnya penilaian terhadap seseorang itu hanya di kait eratkan dengan penampilan saja tanpa ingin tahu esensi di dalamnya) Pelajaran yang sangat berarti.

    1. Bagaimana agar (tidak) keliru dalam menilai seseorang dengan hanya penampilan saja ?
    2. Apakah nilai agama yang identik dengan kerudung akan (tidak) suci lagi dengan adanya kasus seperti ini ?
    3. Bagaimana metode filsafat ilmu menganalisis masalah kebejatan moral yang ada di masyarakat ?

    BalasHapus
  14. Sangat miris sekali, pada zaman ini kerudung hanyalah dijadikan kedok untuk menjalankan aksi para wanita jalang tersebut. Dulu wanita berkerudung itu sangatlah asing disekeliling kita, namun sekarang bukan hal yang asing lagi jika kita melihat para wanita mengenakan kerudungnya. Tapi sekarang yang membedakan adalah ketika penggunaan dari kerudung tersebut disalahgunakan. Tulisan ini jelas menekankan bahwa menilai seseorang itu bukanlah hanya dilihat dari tampilannya saja. Karena pada zaman sekarang ini sebagian besar orang berpenampilan hanyalah sebagai kedok saja. Maka dari itu zaman sekarang adalah zaman krisis kepercayaan. Dimana untuk menilai seseorang itu sangatlah sulit jika hanya dilihat dari penampilannya saja.

    BalasHapus
  15. jika diliat dari situasi sekarang memang banyak sekali kerudung/jilbab hanya digunakan sebagai kedok saja, saya punya pengalaman ada teman saya di SMP yg dulunya berhijab namun perbuatannya tidak mencerminkan apa yang sama sekali ia kenakan, jadi untuk hal ini saya ingin bertanya kepada bapak :
    1. apakah hal seperti ini udah sering terjadi di dunia? khususnya di kalangan negara muslim seperti Arab?
    2. sebenarnya apa fungsi hijab itu?
    3. bagaimana cara kita mengenali seseorang yang dari hatinya? bukan dari penampilannya? terima kasih

    MOCHAMMAD REZA
    P.IPS B 2013
    4915137159

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd