Minggu, 11 Mei 2014

(BACA) YASIN DI PENJARA

Pejabat banyak yang bebal, hati dan otaknya. KPK sudah berulang kali menangkap tangan pejabat yang menerima suap. Mereka sudah dihukum dan kini hidup di penjara dalam kehinaan sebagai penjahat. Argumentasi apapun yang mereka kemukakan tidaklah berguna. Pengadilan telah memvonis mereka bersalah. Artinya mereka penjahat bejat. Tampaknya jadi pejabat memang potensial berubah menjadi penjahat. Tentu saja bila bebal hati dan otaknya.

Seharusnya para pejabat sepenuhnya menyadari, mereka ada dalam pengawasan ketat KPK. Karena itu syahwat jahatnya harus dikendalikan. Bukankah berbagai tunjangan dan honor yang resmi dan halal sudah lebih dari cukup. Untuk apalagi mencari yang haram dan bisa menjebloskannya ke dalam penjara, kemudian dicap sebagai penjahat bejat?

Rachmat Yasin, Bupati Bogor rupanya tidak belajar dari fakta bahwa para pejabat bisa dengan mudah beralih status jadi penjahat bejat. Dia sama sekali tidak ingat bahwa dia pernah di periksa KPK dalam kasus mega korupsi Hambalang. Waktu itu dia disangka ikut serta dalam proses pembebasan lahan yang sangat bermasalah.

Bahwa akhirnya dia dicokok KPK, juga dalam kasus pembebasan lahan, artinya dia memang ahli berkongkalikong dalam soal itu. Meskipun selama ini ia dikenal sebagai orang baik, berasal dari partai Islam dan selalu berpenampilan santun. Karena itu wajar jika banyak orang Bogor yang kaget.

Kasus Yasin ini sekali lagi menegaskan, tidak ada orang yang bisa menyimpan bangkai terlalu lama. Siapa pun, terutama para pejabat bisa saja merekayasa, memanipulasi, berpura-pura menjadi orang yang baik, santun, dermawan, peduli, bahkan sangat agamis dengan rajin shalat ke masjid, rajin umroh, bahkan membiayai anak buah umroh.

Tetapi bila pada dasarnya mereka jahat, korup, dan suka menyalahgunakan wewenang, pastilah ada saat mereka akan tergelincir, jatuh terjerembab dan terbukti, mereka adalah penjahat bejat. Pengkhianat amanat rakyat.

Sebenarnya secara kasat mata kita pun bisa melihat bagaimana banyak orang yang tiba-tiba melesat hidupnya begitu jadi pejabat, dalam waktu sangat singkat. Semuanya mendadak sontak berubah, mirip power rangers. Rumahnya mendadak berubah jadi istana yang harganya milyaran, mobilnya tiba-tiba menjadi banyak dan berharga mahal. Bahkan anak-anaknya juga mendadak punya segalanya.

Akal sehat kita akan meraba-raba, mengapa bisa seperti itu? Kita kan bisa berhitung secara rasional, berapa tunjangan dan honor yang ia terima. Meskipun tergolong besar, tatapi tidak memungkinkan perubahan secepat itu. Pastilah keadaan ini menimbulkan tanya, rasa penasaran.

Celaknya, si pejabat malah merasa bangga, dan dengan sengaja memamerkam semua harta benda itu secara terbuka. Kayaknya mereka memang tak lagi punya urat malu. Seakan sudah seharusnya pejabat seperti itu.

Bila akhirnya ditangkap tangan oleh KPK, segera saja digeledah dan disita harta bendanya. Barulah si pejabat tahu rasa. Kita pun jadi mendapat kepastian bahwa dia adalah penjahat bejat, bukan pejabat hebat.

Kita sangat berharap KPK terus melakukan perang terhadap korupsi dan koruptor melalui operasi tangkap tangan dan strategi yang lain. Karena sebagian besar kita haqqul yaqin tidak sedikit penjahat bejat itu ada di antara para pejabat. Mereka telah menyalahgunakan kekuasaan, jabatan, dan wewenang untuk memperkaya diri, keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mereka sudah terbiasa memperjualbelikan kewenangan yang melekat dalam jabatannya.

Negara bangsa ini akan tetap terkebelakang, rakyatnya akan tetap miskin dan menderita, layanan dan fasilitas publik akan terus bermutu rendah, bila para pejabat dengan mental penjahat bejat itu terus dibiarkan. Mereka harus diperangi, dihukum berat, dipermalukan dan dimiskinkan. Hanya dengan cara ini diharapkan menimbulkan efek jera. Media massa juga harus membongkar kehidupan pribadi dan keluarga pejabat yang bermental penjahat bejat seperti ini, bila kejahatan mereka telah terungkap. Agar masyarakat tahu pola dan jaringan kejahatannya. Agar pejabat lain faham dan sadar, begitulah nasib mereka bila jadi koruptor, sang penjahat bejat. Agar keluarga pejabat  yang merupakan penjahat bejat itu sadar, bahwa mereka selama ini memakan uang haram. Agar keluarga pejabat yang lain selalu mengingatkan sang pejabat agar jangan jadi penjahat bejat.

Negara bangsa ini sudah terlalu lama menderita karena ulah para pejabat yang bermental penjahat bejat ini. Yang melakukan korupsi, memperkaya diri tanpa memperdulikan bahwa yang mereka korup itu adalah duit untuk kepentingan rakyat banyak. Mereka sudah sangat terbiasa menerima suap untuk berbagai kebijakan yang mereka buat dan dari berbagai proyek yang ada dalam kendalinya. Suap itu sudah dianggap sebagai keharusan yang harus dibayarkan pada mereka.

Semogalah para pejabat seperti itu semakin banyak yang ditangkap KPK. Agar negeri ini bebas dari penjahat bejat bertopeng pejabat. Khusus untuk si Racmat Yasin, jika dia rajin baca surat Yasin, malam  Jumat kali ini, dia berkesempatan baca Yasin di penjara.

PEJABAT BERMENTAL PENJAHAT BEJAT, TEMPAT TERBAIKNYA ADALAH PENJARA.

3 komentar:

  1. Asalamuallaikum Bapak...

    Kisah yang bapak bagikan kali ini berjudul unik "(Baca) yasin di penjara" dan sangat menginspiratif buat kami selaku mahasiswa khususnya pak, ternyata tidak ada efek jera bagi parakoruptor untuk melakukan praktik "KORUPSI" dalam hal ini menurut saya pemberantasan korupsi memerlukan sinergi dan kerjasama dari seluruh komponen bangsa. Di sini, peran serta masyarakat memiliki arti penting dalam strategi pemberantasan korupsi. Pada kegiatan yang sifatnya represif, masyarakat dapat langsung menjadi pelapor dugaan tindak pidana korupsi terutama di birokrasi dan layanan publik. Pencegahan (preventif) yang perlu dilakukan menurut saya dengan menumbuhkan dan membangun etos kerja pejabat maupun pegawai tentang pemisahan yang jelas antara milik negara atau perusahaan dengan milik pribadi, mengusahakan perbaikan penghasilan (gaji), menumbuhkan kebanggaan-kebanggaan dan atribut kehormatan diri setiap jabatan dan pekerjaan, teladan dan pelaku pimpinan atau atasan lebih efektif dalam memasyarakatkan pandangan, penilaian dan kebijakan, terbuka untuk kontrol, adanya kontrol sosial dan sanksi sosial sehingga koruptor dapat terpenjara dirinya dan terpenjara batinnya. Semoga kedepannya bangsa indonesia dapat memunculkan pemimpin-pemimpin dan pejabat serta rakyat yang dapat menentang praktik yang berhubungan dengan Korupsi dan sudah cukup banyak pelajaran yang bisa kita ambil mengenai korupsi yang terjadi di negeri kita tercinta ini.

    Dengan tulisan bapak ini kita dapat lebih peka dan melihat bahwa saat ini praktik korupsi yang ada di pejabat kita memang masih berkembang dan memang pejabat saat ini bermental rendah, tak ubahnya seperti anak kecil yang diberi permen dan dapat menurut dan mengikuti kehedak yang orang inginikan. Trimakasih bapak atas tulisan ini..kami dapat mengambil pelajaran dan Inspirasi dari tulisan bapak.

    Wa'alaikumsallam.Wr. Wb

    BalasHapus
  2. Adinda
    4915131389
    P.IPS A 2013

    dalam tulisan bapak yang berjudul (baca) yasin di penjara ini mengingatkan saya pada pepatah nama adalah sebuah doa. rachmat yasin nama yang begitu islami mungkin makna nama itu buat saya adalah mendapatkan kerahmatan ketika kita membaca surat yasin. memang arti yasin itu tidak diketahui pastinya apa namun, pastilah itu sebuah kebaikan mengingat surat yasin adalah jantung dari surat yang lain yang terdapat dalam al-qur'an. tapi apalah arti sebuah nama. pak rachmat yasin adalah seorang bupati bogor yang telah berhasil memipin 1 periode masa pemerintahannya dan kini ketika dia diamanahkan kembali oleh masyarakat kabupaten bogor untuk menjadi seorang bupati lagi dan baru saja dilantik sudah tersandung kasus korupsi dan di penjara. kekuasan dapat merubah seseorang menjadi serakah. rachmat yasin terkenal orang yang baik, ramah. saya sebagai orang kabupaten bogor pernah merasakannya, beliau sering mengadakan pertemuan dengan para wargannya. dalam pertemuan itu ada sedikit kampanye hitam menginggat saat itu dia masih menjadi bupati dan akan mencalonkan lagi. beliau sangat royal membagi-bagikan uangnya, menyuguhkan makanan enak untuk para tamunya dan mengadakan try out gratis untuk seluruh sekolah SMA yang ada di kab. bogor. mengapa hanya SMA ? apa mungkin ia sedang mengincar suara dari kami pada saat itu? itulah yang ada dipikiran saya saat itu. setelah saat ini pak yasin sudah di tetapkan sebagai tersangka kasus korupsi barulah saya sadar dan yakin bahwa kepicikan dapat ditutupi oleh kebaikan yang diperbuat seseorang.

    1.adakah orang yang benar-benar ingin membangun bangsa ini dengan tulus ? dan jika ada bagaimana caranya kita melihat ketulusan dari seseorang ?

    BalasHapus
  3. adinda
    4915131389
    P.IPS A 2013
    dalam tulisan bapak yang berjudul (baca) yasin di penjara mengingatkan saya pada pepatah nama adalah sebuah doa. Rachmat yasin adalah nama yang begitu islami mungkin arti nama itu sendiri untuk saya adalah mendapatkan kerahmatan ketika kita membaca surat yasin, memang arti yasin itu sendiri tidak ada yang tahu namun, pastilah memiliki arti kebaikan mengingat surat yasin adalah jantung dari al-qur'an. tetapi apalah arti sebuah nama. rachmat yasin berhasil memerintah satu periode dan bersih dari kasus setelah beliau diamanakan kembali untuk menduduki jebatan bupati ia tersandung kasus korupsi padahal baru saja ia dilantik sebagai bupati bogor. memang rachmat yasin dikenal sebagai orang yang baik, ramah. saya sebagai masyarakat kabupaten bogor pernah merasakannya, rachmat yasin sering mengadakan pertemuan oleh warganya. beliau sangat royal dengan membagi-bagikan uangnya, menyuguhkan makanan yang enak bagi para hadirin yang datang namun, menurut saya terdapat unsur kampanye hitam di dalamnya mengingat ia masih menjadi bupati dan akan mencalonkan kembali sebagai bupati pada saat itu. beliau pun sempat mengadakan try out akbar untuk seluruh SMA yang ada di kab.bogor. mengapa hanya SMA? apa mungkin ia menginginkan suara kami untuk memilihnya dalam pilkada nanti? itulah yang ada di pikiran saya saat itu. setelah pak yasin tertangkap sebagai tersangka kasus korupsi saya baru sadar dan yakin bahwa kepicikan seseorang dapat di tutupi dengan kebaikan.
    1. adakah orang yang benar-benar ingin membangun bangsa ini untuk lebih maju? jika ada bagaimana caranya kita mengetahui orang itu tulus atau tidak agar kita tidak tertipu oleh cara licik yang dapat dilakukan oleh seseorang?

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd