Jumat, 30 Mei 2014

OWL CITY: IMAJI LIAR NAN INDAH

Swimming In Miami

I'm alone above the atmosphere
And no one looking up can find me here
'Cause I can close my eyes and disappear
When I climb the stairs to watch the sun
Above station walls, the colors run
To fill the swimming pool when I am done
...........

Alligator Sky Lyrics

Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky?
Even though I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go

That's not a plane, that's me
I'm sittin' where I'm supposed to
Floatin' on the cloud, can't nobody come close to
The concrete and the sky switch places
So now my ceilin' is painted with cosmic spaces
................

Super honeymoon

So lovely...
She was everything to me

Both alone in the dark
We long to see the sun
Rise over the Bering Strait
I was sick of the west
When I turned 21
So I moved to the Sunshine State
We played golf on the moon
And tennis on the sun
Like athletes of the afternoon
The solar flares burned my arms
And made her makeup run
On our super lunar honeymoon
.......................

"Plant Life"

I saw a ghost on the stairs,
And sheets on the tables and chairs,
The silverware swam with the sharks in the sink,
Even so, I don't know, what to think.

I've been longing for,
Daisies to push through the floor,
And I wish that plant life would grow all around me,
So I won't feel dead anymore.
So I won't feel dead anymore.

OWL CITY adalah Adam Young, anak muda yang sering disebut multi instrumen. Karena menciptakan, memainkan, dan menyanyikan lagunya sendirian dengan banyak alat musik.

Selagi tak bisa tidur karena insomnia, ia mencoba meracik musik di ruang bawah tanah rumahnya. Mulai dengan lagu-lagu sederhana yang ia perkenalkan lewat internet. Akhirnya kini ia mendunia. Sudah dua kali ia konser di Indonesia. Musiknya disenangi karena unik, sangat khas, sangat berbeda dengan musik lain. Karena itu sangat mudah dikenali, dan sangat melekat di memori. Banyak yang bilang, musiknya memberikan efek menenangkan bila mendengarnya.

Keunikan tidak hanya pada musiknya. Pun pada lirik lagunya. Adam tampaknya senang dengan imaji-imaji liar yang menentang logika. Ia malah dengan sengaja membolak-balik logika. Bayangkan jika ada pasangan sedang pacaran di taman yang temaram. Tiba-tiba ada yang mengarahkan cahaya senter ke arah pasangan, pastilah mereka terkejut dan salah tingkah. Akan menjadi sangat kaget karena yang membawa senter adalah seekor rusa.

Sebenarnya Adan tidak sendirian. Adalagi Bjork, penyanyi dan pencipta lagu yang sering berimajinasi liar melawan logika. Bjork banyak memanfaatkan puisi-puisi pagan, yang berasal dari zaman Eropa sebelum agama Kristen.

Adam menyelipkan imajinasi liar pada banyak lagunya yang biasanya bercerita tentang topik yang sehari-hari dan relatif dikenali. Namun menjadi sangat berbeda, unik dan penuh kejutan indah karena dirempahi dengan imaji liar, yaitu beragam hal yang tidak mungkin dilakukan. Ketidakmungkinan itu justru yang memicu kejutan.
Bila mendengar lagu, kebanyakan kita pastilah tidak akan mau mengambil jarak dari lagu dan melakukan analisis kritis dengan mempertanyakan apa hal ini mungkin dilakukan? Bila mendengar lagu kita cenderung menikmatinya dan merasakan keindahannya. Kita lebih sering ikut membayangkan beragam imajinasi tersebut, atau mengembagkan imajinasi sendiri berdasarkan imajinasi dalam lagu itu. Kita larut tenggelam dalam kenikmatan dan keindahan. Inilah saatnya pemikiran logis pantas diabaisingkirkan. Menggunakan pemikiran logis pada saat ini bukan saja tidak tepat, tetapi malah sangat mengganggu.

Puisi, lirik lagu dan musik memang memiliki ' nalar' sendiri. Logika lurus lempang ala matematika tidak berguna pada ranah ini. Tetapi jangan dikira 'nalar' yang tidak lurus itu tidak berguna. Edward de Bono populer karena lateral thinking, cara berfikir menyamping dan menyimpang. de Bono sepenuhnya percaya cara berfikir yang menyamping dan menyimpang tersebut justru pemicu dan pemacu kreativitas.

Cermati dengan seksama perkembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran, sejak zaman kuno sampai kini. Kebaruan dan inovasi lahir dari keberanian para penemu dan pembaharu untuk menyimpang, bahkan melawan apa yang dianggap sudah mapan. Dunia pemikiran dan peradaban manusia berkembang karena Aristoteles berani menyimpang dan melawan gurunya Plato. Karena Copernicus berani mengambil jalan yang berbeda dari Ptolomeus. Fisika dan pemahaman terhadap alam jadi berubah karena Isaac Newton berkemauan keras melawan cara berfikir abad pertengahan dan melahirkan cara pandang yang sama sekali baru.

Semuanya bermula karena keberanian untuk memasuki imaji liar yang mengharuskan orang mengembangkan 'nalar' yang ditandai oleh keberanian untuk menyimpang.

Bukankah Budha adalah jalan lain dari Hindu? Bukankah Kristen dan  Islam juga merupakan jalan lain yang secara sadar melawan apa yang sebelumnya dirasakan sudah mapan?

Imaji liar bukan hanya berguna dalam puisi dan lirik lagu. Juga sangat berguna dalam hidup keseharian dan terutama untuk keperluan inovasi dan pembaruan dalam segala bidang. Jangan pernah mengira imaji dan 'nalar' liar hanya milik para seniman. Imaji dan 'nalar' liar adalah kebutuhan yang niscaya bagi siapa pun yang menginginkan dan membutuhkan inovasi dan pembaruan bagi kemajuan manusia dan peradabannya.

Persoalan besar kita sebagai bangsa adalah bagaimana sikap kita terhadap imaji dan 'nalar' liar ini. Kita ini bisa dikategorikan bangsa yang tak jelas. Dalam pendidikan kita memusuhi imaji fan 'nalar' liar yaitu keberanian untuk berbeda, mengambil jalan dan alternan-altetnan yang berbeda, yang lain dari yang ada. Bersamaan dengan itu, kita juga tidak berhasil melakukan pendisiplinan berfikir dan berperilaku.

Tampaknya kita harus berani  memberi ruang bagi imaji dan 'nalar' liar yaitu keberanian untuk berfikir menyamping dan menyimpang di samping berfikir yang berdisiplin dan lurus. Karena keduanya dibutuhkan untuk hidup bermartabat dalam dunia yang makin cepat berubah dan tak pasti.

IMAJI DAN 'NALAR' LIAR DIBUTUHKAN UNTUK PEMBARUAN DAN INOVASI.

3 komentar:

  1. Saya kira tulisan yang satu ini cukup menarik. Banyak musisi-musisi yang bapak muat ditulisan di blog ini. Saya ingin bercerita. Sebelum mengenal owlcity, atau lebih tepatnya sebelum owlcity muncul ke khalayak ramai, saya lebih dulu mengenal Oasis. Thank you, Oasis, for the good times! Musik dan aura yang merangkumi karir mereka menemani saya tumbuh sebagai orang dewasa, dan bahkan kini lebih dari sepuluh tahun sudah saya menjadi penggemar setia mereka. Oasis tetap tidak tergantikan meski di satu sisi gaya busana saya berubah, kehidupan saya berubah, perspektif saya meluas, pertimbangan-pertimbangan relijius saya pun lebih kentara ketimbang dulu, dsbnya. Saya sudah mendapat esensi dari musik Oasis – sesuatu yang mendalam dan humanis, terlepas dari citra rock n roll dan kontroversi mereka yang amburadul. Dari seluruh lagu Oasis yang pernah saya dengar, lagu berjudul ‘Listen Up’ merupakan lagu menyentuh yang paling bernuansa ‘magis’. Melodi, aransemen, dan lirik lagu ini merangkum soundtrack tentang renungan dan pernyataan dari seseorang pengelana yang kesepian namun teguh, sedih namun penuh keyakinan, ironis namun penuh percaya diri. ‘Listen Up’ tidak sentimental-romantik seperti ‘Don’t Go Away’, tapi juga tidak seradikal ‘Whatever’ atau sesederhana ’Wonderwall’ yang legendaris itu. ‘Listen Up’ tidak memiliki momen jeda atau klimaks dan antiklimaks (kecuali di akhir lagu) – melodinya konstan sepanjang lagu, dan dua elemen yang paling krusial dari kemagisan lagu itu terdapat pada gitar melodi yang terus dimainkan Noel dan suara tinggi Liam yang mengisi ruang latar musik yang menggema.
    Saya menyukai metafora dari liriknya ‘sailing down the river alone…’ — saya benar-benar membayangkan seseorang yang sedang naik perahu kayu menyisiri pinggir sungai di tengah hutan. Di lirik berikutnya, ‘…I’ve been trying to find my way back home’, saya membayangkan ‘rumah’ yang ditujunya berbeda, bukan sebuah bangunan fisik melainkan suatu imaji abstrak tentang keinginan pulang: suatu tempat nun jauh di sana, di suatu situasi dan kondisi tertentu – tempat yang belum terbayangkan, namun mudah dikenal karena melekat di dalam ingatan. Keteguhannya akan apa yang ditujunya sebagai ‘rumah’ terlihat dari lirik ‘I don’t believe in magic, life is automatic’. Bahwa hidup itu bukan rangkaian keajaiban. Hidup berjalan otomatis karena sudah ada ’jalan’ yang harus dia ikuti (’takdir’) namun tetap dia harus berjuang untuk mendapatkan apa yang dia cari, meski itu harus dilakukannya sendiri – dan pernyataan ini adalah inti keseluruhan lagu itu: “but I don’t mind be on my own”.
    Lagu ini tidak berkisah untuk satu kelompok atau satu pasang orang. Lagu ini sungguh untuk satu manusia, per individu, bahwa pada sejatinya masing-masing dari kita mencari dan menuju apa yang disebut ‘rumah’ itu sendiri. Kita akan pulang sendiri. Pencarian kita bisa jadi dilakukan bersama-sama, tapi pada hakikatnya pencarian yang personal selalu tentang diri dan sendiri. Satu benak. Satu impian. Satu imaji. Satu rumah.
    Pulang hanya sekali, dan hanya diri kita yang bisa kita andalkan pada akhirnya.

    Tita Nurmala – P.IPS B 2014

    BalasHapus
  2. Nama : Sandra Puspita Sari
    Kls : P.IPS B
    No. Reg : 4915144094

    Assalamu'alaikum Pak Nusa. Saya ingin bertanya. Pada kutipan diatas tertulis dibutuhkan keberanian dalam berimajinasi dan mengembangkan nalar. Apakah ada tips tips untuk dapat lebih mudah berimajinasi dan mengembangkan nalar seseorang dalam menciptakan sebuah karya ?
    Terimakasih.

    BalasHapus
  3. Atika Purwandari - P.IPS B 2014
    Menurut saya tulisan bapak menarik,membuat kita sadar bahwa diwaktu luang yang kita punya dimanapun dan kapanpun kita harus berani berimajinasi dan mengembangkan nalar walaupn terkadang tak masuk akal.Seperti Adam young,insomnianya menghasilkan sesuatu yang positif,ia memiliki imajinasi yang sangat kuat dan jarang dimiliki orang lain

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd