Minggu, 04 Mei 2014

SODOMI DI MANA-MANA

Kejahatan luar biasa. Seorang anak muda mensodomi lebih dari 50 anak. Kebanyakan anak di bawa umur. Para siswa sekolah dasar. Sungguh ini kejahatan terencana dan sistematis. Agak susah dicerna, mengapa setelah begitu banyak korban baru diketahui. Gejala apa ini?

Kejadian mengerikan ini semakin membenarbuktikan bahwa kekerasan beranak pinak kekerasan. Si pelaku adalah korban kekerasan sodomi. Ia mengalaminya juga saat masih kecil. Namun, apapun latar belakangnya, si pelaku harus dihukum sangat berat. Perbuatannya yang dilakukan secara sadar, sengaja, terencana, dan sistematis merupakan kejahatan luar biasa.

Peristiwa menjijikkan ini harus menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki cara pengasuhan anak-anak. Kita harus berani mempertanyakan mengapa anak-anak itu memilih diam, tidak menceritakan kejahatan yang menimpa dirinya pada siapa pun, termasuk orang tuanya. Sebagai akibatnya pelaku bisa berbuat jahat seenaknya.

Tampaknya pelaku hafal betul bahwa tempat ia melakukan kejahatan memang sangat diminati anak-anak untuk bermain-main. Ia tahu bahwa di tempat itu anak-anak selalu berkumpul. Juga tahu bahwa tidak ada orang yang memperhatikan dan peduli apa yang terjadi di tempat itu. Ini mengisyaratkan bahwa tatakelola keamanan lingkungan kita memang jauh dari harapan.

Kejahatan sulit terjadi bila lingkungan terjaga, orang-orang peduli. Agaknya, kejadian yang telah memunculkan rasa amarah ini adalah cermin bahwa banyak di antara kita kurang peduli pada apa yang sedang terjadi di lingkungan tempat tinggal. Banyak anggota masyarakat kita sudah kurang peduli.

Kejahatan ini dilakukan di tempat yang telah lama terbengkalai, pemerintah setempat kelihatan tidak melakukan sesuatu untuk memastikan agar tempat itu tidak dijadikan lokasi berbagai tindak kejahatan. Sungguh keteledoran yang terlalu.

Sementara itu di tempat yang keamanannya sangat ketat yaitu JIS, juga terjadi kejahatan yang sama. Bahkan dilakukan orang yang seharusnya menjaga anak-anak itu. Ini bermakna keamanan dan keselamatan anak-anak kita sungguh sangat terancam. Seakan tak ada lagi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak kita.
Kita juga harus terus mewaspadai, mengapa makin banyak anggota masyarakat kita mengalami penyimpangan perilaku. Penyimpangan perilaku ini tampaknya terjadi pada berbagai lapisan masyarakat, bawah, tengah, dan atas.

Di kalangan menengah dan atas semakin banyak orang yang secara terbuka menunjukkan bahwa ia penyuka pasangan sejenis. Sudah tak ada lagi rasa bersalah dan malu. Mereka tanpa sungkan mempertontonkan kepada publik di pusat keramaian seperti mal, resto dan bioskop bahwa mereka pasangan sejenis.

Di media massa cetak dan internet ada pula pria menjajakan diri khusus untuk pria, dan wanita khusus bagi wanita. Rupanya telah terjadi perubahan drastis dan dramatis dalam masyarakat kita. Para bencong atau waria juga makin banyak yang menjajakan diri.

Pada lapisan bawah masyarakat, sering terjadi kejahatan seksual ini. Peristiwa Sukabumi bukan yang pertama dan bukan pula satu-satunya. Karena itu bisa jadi, peristiwa Sukabumi adalah lapis luar atau puncak gunung es kejahatan ini.

Oleh sebab terdapat kecenderungan yang makin menaik dan meluas gaya hidup dan kejahatan seksual seperti ini, kita sungguh-sungguh harus mencari akar masalah dan solusinya sekaligus. Agar tidak makin berkembang. Sebenarnya apa yang telah terjadi dalam reproduksi kultural bangsa ini? Mengapa penyimpangan perilaku semakin akut? Susah juga mengatakan kejahatan ini adalah akibat dari modernitas. Karena sudah terjadi sejak zaman dahulu kala.

Terdapat sejumlah orang yang percaya bahwa kejadian ini ada kaitannya dengan tanda-tanda semakin mendekatnya hari kiamat. Rasanya kita tidak usah membuang-buang waktu untuk memperdebatkannya. Secara bersama-sama marilah kita cari akar masalah dan solusinya.

Kita tidak mau anak-anak berada di bawah ancaman para penjahat kelamin yang berkeliaran. Kita juga harus usahakan agar penyimpangan perilaku dalam masyarakat bisa terus diminimalisir. Terutama di kalangan remaja.

Kepada para elit dunia pendidikan kita harapkan jangan hanya bersibuk dengan pergantian kurikulum dan ujian nasional. Para guru dan dosen juga jangan berkutat pada sertifikasi saja. Bangsa ini sedang menghadapi masalah serius yang mengancam anak-anak dan kaum remaja. Harus ada uapaya yang menunjukkan bahwa kita peduli untuk menyelesaikannya.

Kami para relawan sosial anak jalanan, sudah sangat lama menghadapi masalah ini. Di jalanan sejak dulu, kejahatan seksual adalah ancaman yang paling banyak menelan korban. Dibutuhkan kerja keras berjangka panjang untuk mengatasinya. Sering berhasil, kadang juga gagal.

Kegagalan tidak pernah membuat kami berhenti, apalagi mundur. Kami sepenuhnya sadar penjahat kelamin selalu mengintai anak-anak jalanan, dan anak marginal lainnya. Tak jarang anak-anak yang pernah jadi korban itu malah jadi pelaku. Inilah siklus kekserasan yang tak mudah diputus sampai tuntas.

KITA SEMUA HARUS MENGUSAHAKAN YANG TERBAIK BAGI ANAK-ANAK.

24 komentar:

  1. ini adalah penyimpangan sosial yang sedang hangat dibicarakan, miris mengetahui oknum yang terlibat merupakan seorang yang seharusnya dijadikan panutan. Yang lebih membuat heran, ini terjadi di sebuah sekolah yang bertaraf "internasional" dimana rata-rata yang pergi kesana adalah kalangan berkantong tebal. sungguh sudah bobrok pendidikan ini, semoga kejadian keji seperti ini tidak akan pernah terulang kembali.

    BalasHapus
  2. kejahatan memang selalu terjadi dimana-mana bahkan disekeliling kita pun kejahatan selalu terlihat begitu jelas begitupun kejahatan seksual yang terjadi akhir-akhir ini. mereka yang melakukan kejahatan sehina itu merupakan hal yang biasa karena mereka telah mengalami sebelumnya. pengawasan bagi anak-anak memang harus lebih diperhatikan saat ini. peran orang tua pun sangat mempengaruhi terhadap perkembangan anak dalam lingkungannya. begitupun peran orang-orang disekelilingnya. kita sebagai calon guru pun harus memikirkan bagaimana cara mendidik dan memberikan bimbingan kepada anak-anak terhadp lingkungan yang sekarang ini. tugas berat untuk kita sebagai calon guru bagaimana mendidik penerus bangsa nanti yang akan memimpin bangsa ini apabila pembentukan sikap itu tidak diterapkan sedini dan seawal mungkin

    BalasHapus
  3. Ahmad Fauzan Lukman
    4915122519
    Pendidikan IPS A 2012

    Melihat tulisan bapak ini, yang terlintas di benak saya adalah satu kata, kengerian. Betapa tidak, ternyata kejahatan ini sudah masuk dan menyebar di lingkungan terdekat kita dan sasarannya tak tanggung-tanggung, anak-anak. Mungkin yang terjadi di Sukabumi hanya segelintir yang terekspos, karena yang seperti ini sebenarnya marak sekali. Korban-korbannya pun tiap menitnya pasti ada. Lantas, apakah kita hanya tinggal diam, apalagi kita sebagai pendidik nantinya. Harus ada yang dapat kita lakukan agar fenomena yang seperti gunung es ini tidak makin menjadi gunung Everest. Tugas ini tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak saja, namun tugas kita bersama-sama.

    1. Apa penyebab dari fenomena sodomi yang telah menjamur ini?
    2. Bagaimanakah langkah-langkah yang dapat diambil dalam menanggulangi fenomena ini?
    3. Bagaimanakah sikap kita sebagai pendidik terhadap fenomena ini?
    4. bagaimanakah peran serta kita sebagai pendidik untuk ikut meredam fenomena ini?

    BalasHapus
  4. NAMA : NATALIA
    NIM :4915122536
    JURUSAN : PENDIDIKAN IPS A 2012

    Komentar:
    Terdapat banyak ketidakberesan dari masyarakat zaman ini. Banyak penyimpangan perilaku yang terjadi pada sesama jenis dan manusia yang menyimpang tersebut tidak merasa malu akan penyimpangan yang terjadi pada dirinya tersebut. Penyimpangan perilaku pada manusia ini tidak serta merta terjadi secara tiba-tiba dalam diri manusia, namun pasti terdapat suatu hal yang menjadi penyebab dari penyimpangan tersebut. Sebagai contoh pelaku sodomi disebabkan oleh masa lalunya yang juga pernah disodomi sehingga masa dewasanya menjadi seorang pelaku sodomi dengan perilaku yang menyimpang. Terjadinya kasus penyimpangan perilaku ini juga tidak lepas dari kurangnya kepedulian pemerintah dan kita dalam penjagaan terhadap berbagai tempat yang berpotensi menjadi tempat terjadinya kejahatan seksual. Berdasarkan bacaan ini, kita hendaknya semakin ketat dalam mendidik setiap anak-anak dan juga dalam menjaga anak-anak dan juga dala memilih tempat bermain dari anak-anak agar terhindar dari tindakan menyimpang tersebut. Selain itu, kita pun harus semakin peduli lagi terhadap lingkungan sekitar kita agar tidak ada lagi tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat terjadinya tindak penyimpangan perilaku masyarakat.
    Pertanyaan:
    1. Apakah penyebab seseorang mengalami penyimpangan perilaku?
    2. Bagaimana penindaklanjutan yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah berkaitan dengan permasalahan tersebut?
    3. Bagaimana cara agar orang tua dapat mengetahui tempat-tempat yang aman untuk anak-anaknya?

    BalasHapus
  5. Eko Yulianto
    4915122530
    P.IPS 2012 A

    Bang Napi pernah mengatakan bahwa kejahatan terjadi bukan hanya karena adanya niat pelaku tetapi karena adanya kesempatan. Dari pernyataan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa karena adanya kesempatan maka terjadilah kejahatan, namun itu juga tidak menjamin karena ditempat yang penjagaanya sangat ketat di sekolah JIS masih ada tindak sodomi di tempat itu. Hal ini menjadi tamparan bagi instasi pendidikan karena hal itu terjadi di dalam sekolah yang bertaraf internasional dan TK tersebut tidak memiliki sertifikasi dari kemendikbud. Ada lagi kasus Emon yang telah memperkosa kurang lebih 110 anak dan pelakunya juga menjadi korban dari sodomi. Hal ini ditakutkan bahwa anak-anak yang telah menjadi korban sodomi menjadi seperti emon. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi para pemimpin bangsa ini agar para anak-anak ini terbebas dan lupa terhadap kasus yang dihadapi.

    Pertanyaan:
    1) Bagaimana peran pemerintah terhadap menanggulangi kasus sodomi?
    2) Bagaimana peran orang tua dalam memberikan pendidikan seks terhadap anak-anakya?
    3) mengapa pemerintah dalam kasus sodomi di JIS masih kurang tegas menegakan hukum di sekolah tersebut?

    BalasHapus
  6. indah wardatuusa'idah
    p.ipr reg 2012
    4915122547

    Tindakan kejahatan sudah menjadi PR bgai pemerintah dan aparat hukum yang ada di Indonesia , namun apa boleh dikata jika kasus yang ada terus menerus hanya lalu lalang saja tanpa jelas bagaimana penanganannya , hanya wacana yang dibuat dan dikeluarkan tanpa adanya tindakan yang pasti . apakah harus menunggu korban anak anak lain berjatuhan lagi baru aparat hukum di negara ini dapat mengambil tindakan jelas ? kalau sudah begini bukan hanya tugas pemeritah dan aparat hukum namun juga tugas kitas emua , selaku orang tua , pendidik , pekerja , murid dan lain sebagainya untuk saling menjaga satu sama laind an mengingatkan bahwa kejahatan ada dimana mana .

    1. Apakah pendidikan karakter dan moral yang ada disekolah mampu mengatasi jumlah kejahatan yang terjadi saat ini ? khususnya kejahatan seksual ?
    2. Bagaimana tindakan kita sebagai calon guru menanggapi masalah seperti ini?
    3. Apakah faktor lemahnya pendidikan agama juga termasuk ke dalam meningkatnya jumlah kejahatan (sodomi) tersebut ?

    BalasHapus
  7. Nama : Silvia Radita
    NIM : 4915122560/Pendidikan IPS A 2012

    Akhir – akhir ini banyak sekali kejahatan dalam kategori seksual yang dilakukan terhadap anak – anak kecil, bahkan anak kecilnya pun masih berusia sekitar 4 – 5 tahun dalam kategori taman kanak – kanak (TK). Anak sekecil itu saja sudah dapat mendapat kejahatan yang begitu besar. Kejahatan yang dilakukan pada anak TK tersebut pasti akan membawa dampak negatif dalam pikiran mereka dan akan membawa trauma hingga dewasa nanti. Apalagi kejahatan sodomi yang dilakukan terhadap 50 anak yang kategorinya sekolah dasar (SD). Jika yang tk saja sudah pasti akan mengalami trauma bagaimana dengan anak sd sebanyak itu dan tempat dia melakukan kejahatan adalah tempat bermain para anak – anak yang sudah tidak terurus. Hal ini pasti anak menjadi trauma pada anak – anak saat bermain. Kejahatan pada jaman ini sangat merugikan anak – anak sebaiknya pemerintah memilki solusi terhadap adanya tindak kejahatan sodomi ini.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana pemerintah menangani kejahatan sodomi tersebut yang terus menerus memakan korban yang terjadi pada anak – anak ?
    2. Bagaimana mental dan psikis ke lima puluh anak tersebut dalam menjalani aktivitas kesehariannya ?
    3. Apakah yang menyebabkan tidak adanya pengawasan langsung yang dilakukan oleh para orang tua terhadap anak – anaknya ?
    4. Bagaimana pemerintah memberikan solusi agar keamanan dan kenyamanan bisa di dapatkan anak – anak pada saat bermain ?

    BalasHapus
  8. Jihan Safira
    4915122529

    Kasihan sekali anak-anak zaman sekarang. Jangankan menjaga mereka, lagu anak-anakpun sudah tidak pernah diciptakan lagi. Lagu-lagu cinta dan lagu dangdut menjadi konsumsi mereka sehari-hari. Hal tersebut tidak akan berdampak baik bagi perkembangan psikis anak. Si anak akan kesulitan untuk membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang benar. Tidak menutup kemungkinan bahwa ketika ia disodomi, si anak tidak mengerti bahwa apa yang ia alami adalah tindak kejahatan. Ia menanggap bahwa hal tersebut bukanlah hal yang perlu diceritakan kepada orangtua karena menurutnya hal tersebut bukanlah tindak kejahatan terhadap dirinya. Hal ini juga terjadi karena kurangnya sosialisasi dari orangtua. Seharusnya orangtua memperingatkan kepada anaknya sejak dini bagian mana saja pada tubuhnya yang tidak boleh disentuh oleh orang lain dan memintanya untuk segera melaporkan apabila ada orang yang berani menyentuhnya pada bagian tersebut. Dengan itu, akan meminimalisir terjadinya pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur.

    Pertanyaan:
    1. Apakah yang menyebabkan anak tidak memberitahukan orangtuanya ketika mengalami kejahatan seksual?
    2. Mengapa pelaku kejahatan seksual memilih anak-anak sebagai korbannya?
    3. Apakah perlu diberikan pendidikan seks kepada anak usia dini untuk mencegah kejahatan seksual?

    BalasHapus
  9. Nama: Mamay Gumelar
    NIM: 4915 12 2541
    Kelas: P.IPS A' 2012

    Penyakit sosial sungguh memang terjadi dan ada dimana-mana. Kejadian sodomi/kejahatan seksual pada anak pun juga termasuk yang disebut dengan penyakit sosial. Penyakit sosial sodomi ini merupakan salah satu penyimpangan orientasi seksual pelakunya. Yang dalam konteks wacana di atas, pelaku berkecenderungan orientasi seksualnya dilakukan pada anak-anak dengan pasangan sejenis pula.

    Berikut pertanyaan yang diajukan adalah:
    1. Apakah kejahatan seksual sodomi akan bermatarantai secara kontinu dengan setiap korbannya akan berkecenderungan untuk menjadi pelaku dikemudian hari?
    2. Mengapa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya menjadi apatis sehingga kejadian kejahatan seksual tersebut baru terungkap setelah ada banyaknya korban?
    3. Bagaimanakah cara yang tepat untuk memutus mata rantai kejahatan seksual sodomi tersebut?

    Terima kasih

    BalasHapus
  10. Nama : Nurkhasanah
    NIM :4915122553
    Pendidikan IPS A 2012

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Saat ini banyak sekali kejahatan seksual terhadap anak-anak menjadi terungkap, walaupun terungkapnya terlambat yakni, ketika sudah banyak korban, baru kasus tersebut terungkap, padahal yang namanya kejahatan seharusnya harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib walaupun korbannya belum banyak, kasus kejahatan seksual yang terjadi kepada anak-anak ini merupakan akibat dari pelaku yang memiliki penyakit sosial sehingga dirinya melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak dengan cara sodomi, padahal hal ini sangatlah tidak terpuji, anak-anak yang notabene harusselalu merasakan kebahagiaan, kegembiraan agar disetiap langkahnya dalam menjalani kehidupan, baik proses belajarnya, bermainnya, dapat dilakukannya dengan riang gembira, tetapi karena ulah pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak tersebut, banyak anak yang terenggut kebahagiaannya, keceriaannya berubah menjadi ketakutan, rasa traumatic akibat ulah tindakan dari pelaku kejahatan seksual, hal ini sangat merugikan anak-anak karena mereka menjadi terluka baik fisik maupun psikis, dan pastinya perbuatan dari pelaku tersebut akan membuat anak-anak yang menjadi korbannya menjadi trauma hingga ia dewasa, hingga ia tumbuh kembang ia merasakan trauma dari perbuatan itu. Dan yang paling parah ada beberapa orang yang dulunya saat masih kanak-kanak menjadi korban dari pelaku perbuatan kejahatan seksual, lalu dikemudian hari ketika korban tersebut sudah dewasa, ia menjadi melakukan hal serupa seperti orang yang pernah melakukan hal serupa kepada dirinya. Mengapa bisa terjadi seperti ini ? bagaimana tindakan pemerintah, orang sekitar serta kerabat dekatnya ?.

    Berdasarkan tulisan bapak, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan, yakni :
    1. Apa latar belakang seseorang bisa melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak ?
    2. Bagaimana kondisi psikis anak-anak yang sebagai korban tindak kejahatan seksual terhadap anak menjalani kehidupan sehari-harinya ?
    3. Apakah selalu benar anak yang dahulunya menjadi korban kejahatan seksual, lalu dikemudian hari menjadi pelakunya itu sendiri ?
    4. Bagaimana merubah pola pikir anak sebagai korban di tulisan ini menjadi pola pikir yang tidak akan menjadi trauma atau menjadi pelaku dikemudian harinya ?

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    BalasHapus
  11. Suratno Ariangga
    4915122557
    Pendidikan IPS A 2012

    Kejahatan seksual tidak hanya berdampak negatif pada lain jenis tapi juga pada sejenis, seperti halnya pada kasus sodomi. Apalagi jika kasus ini terjadi pada anak-anak, yang secara tidak langsung mereka diperkenalkan pada tindak seksualitas. Seperti apa yang terjadi pada pelaku sodomi, yang dulunya merupakan korban sodomi. Dari sini, kita dapat lihat bahwa kejahatan yang dilakukan pelaku merupakan efek kejahatan yang diperlakukan pada pelaku. Apalagi kasus ini sudah memakan lebih dari 50 korban, seakan kasus ini terbiarkan menjalar tanpa sepengetahuan lingkungan, Dapat lihat kasus ini merupakan tindak kejahatan yang sistematis, entah iming-iming apa yang dilakukan pelaku pada korban agar tak melapor pada orang tuanya. Yang jelas kasus ini menyadarkan lengahnya kepedulian orang tua pada anak mereka, sehingga membiarkan anak asyik bermain tanpa memahami perbedaan psikologis sang anak. Hal ini juga terjadi karena kurangnya sosialisasi dari orangtua. Seharusnya orangtua memperingatkan kepada anaknya sejak dini bagian mana saja pada tubuhnya yang tidak boleh disentuh oleh orang lain dan memintanya untuk segera melaporkan apabila ada orang yang berani menyentuhnya pada bagian tersebut. Dengan itu, akan meminimalisir terjadinya pelecehan seksual terhadap anak-anak. Saya sangat setuju, kasus harus diberikan hukuman yang benar-benar membuat jerah pelaku, dan memberi peringatan pada yang lain agar kasus ini tidak terulang lagi.

    Dari pernyataan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
    a. Apa penyebab mereka penyuka sama jenis, hingga terjadi tindakan sodomi?
    b. Bagaimana peran dan kepedulian orang tua dalam memberikan pendidikan seks pada anak?
    c. Apakah pendidikan dan agama selama ini sudah berperan efektif dalam mengatasi tindak kejahatan seksual?
    d. Bagaimana peran aparatur hukum dalam menangani kasus ini agar tidak terulang kembali?

    BalasHapus
  12. Nama : Aditya Dovio Erlangga
    NIM : 4915122531
    Pendidikan IPS

    Assalamualaikum Wr. Wb

    Seksualitas menjadi kata yang paling hangat terdengar akhir-akhir ini baik di media massa ataupun elektronik, menjadikan noda permasalahan dalam kehidupan manusia yang memiliki aturan, seksualitas menjadi teman yang sangat akrab dalam kehidupan terkhusus dalam perlakuan seksualitas yang melanggar aturan dan norma yang berlaku dimasyarakat seperti sodomi, sodomi merupakan tindak perlakuan seksualitas yang bersifat negatif dan seringkali dilakuakn seseorang pada anak-anak dibawah umur kisaran 8- 12 tahun.
    Hal ini menjadi permasalahan yang sangan mencenangkan, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak disinyalir menjadi faktor penunjang terciptanya hal tersebut selain juga tidak adanya moral dan rasa takut dari pelaku sodomi.
    Perlakuan ini sungguh sangat merugikan kedua belah pihak baik yang melakukan sodomi ataupun korban sodomi, merusak masa depan bangsa ketika rasa takut dan trauma muncul seiring perkembangan kejiwaan anak dalam lengkup kehidupannya.
    Kepedulian untuk menjaga anak-anak bangsa dari tindak kekerasan seksual sudah sepatutnya dicanangkan untuk melahirkan anak bangsa kelak

    BalasHapus
  13. Indrianie Dewi (4915122544)
    P.IPS A 2012

    Anak-anak Indonesia merupakan penerus bangsa. Maka seharusnya pemerintah ikut berperan dalam menjaga anak-anak dari berbagai macam kejahatan. Hukuman untuk para pelaku kejahatan sebaiknya ditegakkan, agar para pelaku tidak lagi berminat untuk melakukan pebuatan tercela tersebut. Diperlukan dukungan dari berbagai macam lapisan masyarakat agar dapat meminimalisir kejahatan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa yang menyebabkan seseorang dapat berperilaku menyimpang?
    2. Apakah motif pelaku kejahatan hanya ingin balas dendam karena ia turut menjadi korban kekerasan sodomi atau adakah motif lain?
    3. Bagaimana cara untuk menimalisir agar anak-anak tidak menjadi korban kejahatan?

    BalasHapus
  14. Windi Fauziah
    4915122521
    PIPS A 2012

    Miris memang melihat kian banyaknya korban kejahatan seksual yang melibatkan anak-anak. ini merupakan tugas kita bersama. bukan hanya pemerintah, guru ataupun orang tua tapi semua nya. semua sistem di kota ini perlu dibenahi. perlu adanya penanaman agama yang kuat terhadap diri seseorang agar nantinya tidak terjadi penyimpangan sosial dalam hidupnya. kita juga nantinya sebagai calon pendidik janganlah hanya mementingkan setelah mengajar di kelas sudah lepas tanggung jawab kita sebagai guru, namun tetap memberikan perhatian dan nasihat terhadap murid pada saat di luar kelas.

    Pertanyaan :
    1. apa yang melatar belakangi seseorang melakukan kejahatan seksual jika tidak terjadi kejahatan seksual yang menimpa dirinya di masa lalu nya?
    2. apakah penanaman agama yang kuat dapat menjamin seseorang tidak akan melakukan kejahatan seksual nantinya?
    3. mengapa kejahatan seksual saat ini sungguh banyak? apakah sudah tidak ada lagii orang-orang baik?

    BalasHapus
  15. Nama: Anggi Septiani
    NIM: 49151200346
    Pend. IPS A 2012

    Pemberitaaan kasus sodomi sedang menjamur di masyarakat. Bagaikan sebuah virus, sekali ada pemberitaan tentang sodomi, keesokan hari nya akan ada lagi kasus-kasus baru dengan topik yang sama. Hal ini sangat membuat miris hati. Pasal nya, korbannya merupakan anak-anak yang umumnya masih belum mengerti apa-apa soal kegiatan seksual ini. yang lebih menyakitkan, tersangka nya juga merupakan bekas korban perlakuan sodomi yang tidak akan pernah terungkap karena kejadian itu sudah lama.

    Jika sudah begini, barulah terbangun rasa peduli kita terhadap orang-orang disekitar kita terutama bagi para anak-anak. orang-orang dewasa berusaha memberikan perhatian lebih pada anak-anaknya agar mau bersifat terbuka. Seharusnya, rasa peduli, rasa diperhatikan, dan rasa 'dihormati' sangat lah diperlukan sejak anak itu kecil agar anak itu mau terbuka dan 'menghormati' apa yang seharusnya menjadi 'private zone' mereka.

    saya ingin mengajukan pertanyaan atas artikel bapak diatas:
    1. Sebenarnya apakah latar belakang ekonomi dapat menjadi salah satu penyebab penyimpangan seksualitas (dalam hal ini sodomi)?
    2. Bagaimana memulihkan kondisi psikis korban hasil sodomi?
    3. Bagaimana keterkaitan kasus penyimpangan seksual (sodomi) dengan pendidikan di Indonesia saat ini?

    Terima Kasih

    BalasHapus
  16. erviani dwi putri
    PIPS 2012A
    4915122545

    kasus kekerassan seksual menjadi suatu kasus yang tak dapat diberhentikan begitu saja karena pelaku yang semakin banyak serta mengalami siklus sehingga tak pernah ada habisnnya, oleh karena itu peran orang tua sangat dibutuhkan dalam hal mencegah terjadinnya kejahatan seksual yang merajalela, pendidikan biologi maupun sejenisnnya berkaitan dengan tubuh harus diajarkan pada anak dengan pengertian halus sejak dini, kejahatan seksual merupakan salah satu perusak dalam hal melahirkan penerus bangsa, perlu ditangani secara serius serta diberikan hukum setimpal karena bisa saja menimbulkan trauma berkepanjangan, berharap dengan adannya relawan sosial dapat menggantikan posisi dari peran orang tua yang tak mereka dapatkan untuk meminimalisir terjadinnya kejahatan seksual, dengan memeberikan pendidikan moral maupun agama serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
    1. mengapa kasus kejahatan seksual baru terungkap ketika sudah banyaknnya jatuh korban?
    2. bagaimana peran pemerintah melihat semakin banyak dan berkembangnnya kejahatan seksual?
    3. bagaimana peran dunia pendidikan dalam meminimalisir kejahatan seksual yang terjadi pada anak?

    BalasHapus
  17. Nama : Nia Fitriani
    NIM : 4915122522
    Pendidikan IPS A 2012


    Anak-anak adalah pembangun masa depan bangsa. Seharusnya, anak-anak diberikan kasih sayang dan perlindungan bagi mereka. Bukan melakukan kekerasan pada mereka yang dapat memeberikan trauma mental dan fisik pada anak. Kekerasan terjadi pada anak disebebkan juga lengahnya pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya saat bermain. Kelalaian pemerintah dalam pengawasan tempat-tempat bermain anak juga menjadi peluang besar bagi para penjahat kelamin untuk melakukan hasratnya pada anak-anak. Kekerasan seksual yang terjadi pada anak semakin lama terus bertambah dan semakin marak terjadi. Sehingga dimanapun tempat anak-anak berada, baik itu disekolah, maupun di taman bermain tidak dapat menjamin keselamatan anak. Hal ini baru terungkap setelah salah satu sekolah internasional (JIS) terjadi kekerasan seksual terhadap anak.
    Pertanyaan :
    1. Apakah tidak ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mengurangi kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak?
    2. Bagaimana seharusnya orang tua menjaga anak-anaknya agar terhindar dan aman dari kekerasan seksual yang dialakukan oleh para penjahat kelamin?
    3. Pada tulisan bapak terdapat kata-kata “Tak jarang anak-anak yang pernah jadi korban itu malah jadi pelaku. Inilah siklus kekserasan yang tak mudah diputus sampai tuntas” mengapa hal tersebut dapat terjadi?

    BalasHapus
  18. Fani Nurdianti / 4915122538
    PIPS 2012 A

    memang dalam hal mengatasi persoalan yang ada, kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, peran masyarakat untuk mengatasi persoalan yang ada pun sangat amat dibutuhkan. bahwa masyarakat harus peka terhadap lingkungannya sebagai bentuk kepedulian masyarakat. karena kejahatan seksual merupakan hal yang sangat serius untuk ditangani, untuk itu dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
    1. apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk menanggulangi kejahatan seksual yang terjadi di masyarakat?
    2. apa hal yang sangat berperan dalam mengatasi persoalan kejahatan seksual ini?
    3. apakah pendidikan menjadi satu-satunya jalan untuk mencegah meluaskan kejahatan seksual di masyarakat? dapatkah pendidikan mencegahnya?
    4. apakah peran pemerintah selama ini sudah cukup untuk mengatasi persoalan kejahatan seksual yang ada?

    BalasHapus
  19. ROBBIYATUL ADAWIYAH
    P.IPS B 2011
    4915116873
    Miris memang akhir-akhir ini sering kali kita mendengar kasus pelecehan seksual seperti yang telah dipaparkan olah tulisan pak nusa ini terkait kasus sodomi dimana-mana. Yang lebih mengerikan ialah anak-anak yang menjadi korban tersebut akibat perbuatan manusia bejat yang tidak menggunakan akal dan pikirannya. Akibatnya anak-anak yang menjadi korban perilaku seks menyimpang seperti sodomi cenderung menjadi mudah terangsang. Fenomena ini secara psikologis biasa disebut mengalami sexualization of behavior. Anak-anak yang menjadi korban akibat pada seks usia dini kerap mengalami trauma yang wujudnya tidak selalu berbentuk perilaku dan emosi depresif atau agresif.
    Terpapar pada aksi seksual pada usia dini dapat mengakibatkan anak mengalami sexualization of behavior. Konkretnya, anak kemudian dapat dengan mudah mengasosiasikan berbagai objek dengan sensasi keterangsangan seksual. Sungguh sangat mengerikan jika hal itu terjadi terhadap adik atau sanak saudara kita. Seharusnya kita sebagai seorang mahasiswa sosial harus lebih peduli terhadap kejadian lingkungan disekeliling kita. Sebelum hal tersebut terjadi atau menerpa keluarga kita sendiri.
    Pertanyaan saya:
    1. Bagaimana cara kita sebagai mahasiswa sosial, ketika kasus sodomi itu terjadi terhadap keluarga atau tetangga dekat kita? Langkah pertama apa yang harusnya dilakukan jika anak tersebut sangat tertutup?
    2. Bagaimana caranya sebagai orang tua melindungi anaknya agar terhindar dari kasus tersebut?
    3. Bagaimana seharusnya peran pemerintah dalam menangani masalah ini?

    BalasHapus
  20. kartika sari berlian
    4915122550
    P.IPS A 2012

    kejahatan sexual makin meraja lela, sekarang bukan anak ABG lagi yang menimpa, tetapi anak TK pun sudah mengalami kejahatan sexual, sunggu ironis. bagaimana bisa, setelah jatuh korban yang banayak kejahatan ini baru terexpose. orang tua seharusnya mengajarkan anak nya sejak dini untuk saling terbuka, bercerita apabila sedang terjadi suatu hal. dan orang tua juga harus lebih perhatian kepada anaknya, dengan memantau setiap tingkah laku anaknya, memperhatikan sekolahnya, karena sekolah mahal tidak menjamin anak akan bebas dari kekerasan.

    1. apakah dengan pendidikan agama dapat mengurangi kejahatan sexual ?
    2. bgaimana pihak orang tua korban menghadapi kasus yang telah terjadi ini ?

    BalasHapus
  21. Maya Yulia Dwi Putri Maranatha
    4915122540
    Pendidikan IPS A 2012

    kejahatan, segala sesuatu yang mengandung kejahatan pastilah mengandung arti yang tidak baik, apalagi kejahatan seksual. kejahatan seksual pada satu bulan belakangan ini sedang menjadi sorotan utama media. memang pembahasan media tentang kejahatan seksual ini cukup baik, karena dengan adanya media, polisi dapat lebih mudah menangkap paara penjahat tersebut, hanyasaja waktu yang dilakukan terlalu lama. mengapa dalam mengungkapkan kasus yang serius ini bahkan harus menunggu hingga banyak korban yang bermunculan? seharusnya dalamnegara kita ini di tumbuhkan lagi rasa kepedulian sosial kita agar kita semua dapat peka dengan penyimpangan sosial yang terjadi di sekeliling kita.

    dari tulisan diatas, saya mengajukan 3 pertanyaan:
    1. apa yang menyebabkan kasus kejahatan seksual tersebut lambat berkembang?
    2. bagaimana cara menumbuhkan kepekaan sosial dalam diri seseorang agar tiap masyarakat saling menjaga satu sama lain?
    3. apakah dalam kasus ini pendidikan seks dibutuhkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi? bagaimana cara menyampaikannya pada anak usia dini?

    BalasHapus
  22. TERKADANG MANUSIA LEBIH KEJI KETIMBANG BINATANG itu salah satu pepatah yang pantas untuk seorang ayah seperti itu. Nafsu birahi manusia terkadang mengalahkan akal sehat asudah tidak selyaknnya digunakn sehingga kebutuhanb akan nafsu seksual malah diprioritaskan jadi kewajiban pertanyaan yang pantas adalah , apakah ada peran dari masyrakat sekitar terdekat dalam kasus tersebut ?

    BalasHapus
  23. nama : Arimbi Marsellia
    nim : 4915120341

    belakangan ini banyak sekali berita yang menayangkan tentang kasus kejahatan sosial ; sodomi.. mungkin kejahatan seperti ini sudah lama terjadi tetapi baru terungkap saat terdapat korban yang berasal dari kalangan atas. kebanyakan dari korban sodomi adalah anak-anak yang masih dibawah umur, ya kebanyakan dari mereka yang menyodomi anak dibawah umur karena mereka "pedhofilia" namun apakah mereka tidak punya rasa kasihan atau iba kepada anak-anak yang masih lucu-lucu dan polos sampe mereka melakukan hal keji seperti itu

    rumusan masalah :
    1. adakan tindakan curative bagi mereka yang terkena pedhofilia?
    2. apa yang akan dilakukan pemerintah atau lembaga terkait atas banyaknya anak-anak di Indonesia yang telah menjadi korban sodomi?
    3. apakah trauma di masa lalu, akan mempengaruhi masa lalu kita ?

    BalasHapus
  24. Titis Sari Metsun
    4915127077
    PIPS B 2012
    Assalamualaikum pak....

    Kasus emon serta kasus jis menceritakan kepada kita bahwa sebuah kejahatan dapat melahirkan kejahatan yang lainnya pula, pada hal ini yakni kejahatan seksual, isu yang memang sedang hangat - hangatnya di berbagai media televisi. Merupakan sebuah hal yang tak terduga kasus yang begitu menjijikan ini dapat terjadi di negeri yang memiliki adat ketimuran yang seharusnya menjunjung tinggi norma - norma yang berlaku.

    Selain itu, kasus ini juga mengingatkan kepada ibu sebagai orang tua harus memberikan pengamanan ekstra terhadap anak karna orang terdekatpun belum dapat di percayai.

    Menurut pendapat saya, disini pemerintah sudah harus melakukan perombakan total kepada hukum - hukum yang berlaku untuk kejahatan seksual ini, karna dampaknya yang begitu menyeramkan bagi seseorang. Pemerintah kini sebaiknya menjatuhkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya, misalnya seperti yang sedang ramai diperbincangkan yakni di kebiri. Serta meningkatkan perhatiannya seperti yg telah dilakukan di jepang yakni memasang sensor atau alarm di taman bermain anak sehingga anak tersebut dapat menekan tombol tsb ketika ada orang asing ug mencurigakan mendekat kepadanya. Selain itu, menurut saya, orang tua kini harus lebih pandai serta lebih mendekatkan diri terhadap anaknya terutama anaknya yang masih kecil untuk menghindari orang asing yang memang tidak seharusnya ia kenal. Misalnya, untuk melindungi anak nya agar tak berkenalan dengan seseorang yg tidak diharapkan baiknya ibu tersebut memberikan sebuah "password" yang kemudian dipergunakan untuk melindungi diri si anak tersebut sehingga anak tersebut dapat menjaga jaraknya ketika seorang yg asing mendekatinya tanpa mengetahui "password" yang telah ia setujui dengan ibunya.

    Dari cerita bapak diatas, saya ingin memberikan beberapa pertanyaan yakni sbb :
    1. Bagaimanakah cara agar rantai kejahatan seksual ini dapat dihentikan? Seperti yg telah bapak jelaskan diatas, bahwa pelaku keji tersebut dulunya juga telah mengalami kejadian yang sama, apakah nantinya anak - anak yg menjadi korban tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk melakukan hal yang sama?
    2. Bagaimanakah cara untuk menghilangkan traumatik pada seorang anak?
    3. Ketika kejadian ini terjadi, apakah yang seharusnya terlebih dahulu dilakukan oleh orang tua? Melaporkan atau menghilangkan traumatik pd anaknya?
    4. Akankah trauma yang terjadi pada anak - anak yg telah disodomi tersebut akan hilang total atau hanya hilah sementara?

    Trimakasih pak :)
    Wassalamualaikum wr. Wb

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd