Nusa Putra
Tidak ada metode penelitian super. Semua metode penelitian memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu jika hendak menentukan metode apa yang akan digunakan, rumuskan dulu apa tujuan penelitian. Tujuan penelitianlah yang menentukan metode penelitian mana yang akan digunakan.
Bila bertujuan menjelaskan hubungan atau korelasi dan pengaruh antarvariabel, serta menguji hipotesis, gunakanlah metode penelitian kuantitatif.
Jika hendak memahami proses, kedalaman dan kerincian, serta menemukan pola, manfaatkan metode penelitian kualitatif.
Kalau mau memperbaiki, meningkatkan efektifitas kinerja organisasi, hasil belajar, kebiasaan buruk individu atau komunitas, pakailah penelitian tindakan.
Andaikan bermaksud mencaritemukan kebaruan atau inovasi mulai dari prosedur kerja sampai dengan produk, cobalah dengan metode penelitian dan pengembangan.
Ingin sekaligus menjelaskan dan memahami atau memahami dan memperbaiki atau memperbaiki dan inovasi, tepat memakai metode penelitian campur sari.
Jadi, para peneliti atau mahasiswa yang hendak membuat karya akhir berupa skripsi, tesis atau disertasi jangan dipusingkan dengan pemilihan metodologi. Tetapkan dulu tujuan penelitian, pilihan metodologi mengikuti tujuan penelitian.
Ambillah contoh, Anda ingin meneliti tentang etos kerja. Semua metode penelitian di atas bisa digunakan. Sangat tergantung tujuannya. Bila hendak menjelaskan pengaruh varibel model kepemimpinan terhadap etos kerja, silahkan gunakan metode penelitian kuantitatif. Jika mau memahami secara mendalam bagaimana proses sebuah perusahaan menumbuhkembangkan etos kerja, pakai saja metode penelitian kualitatif. Bila bertujuan meningkatkan etos kerja yang rendah, pakai metode penelitian tindakan. Mau menemukan cara baru untuk menumbuhkembangkan etos kerja, gunakan metode penelitian dan pengembangan.
Tujuan menentukan pilihan metode penelitian. Bukan kecanggihan masing-masing mrtode.
Sayangnya, masih banyak orang, termasuk para dosen, bahkan guru besar yang kurang tepat memahami prinsip ini. Sehingga sering salah menilai dan mengambil keputusan yang akhirnya merugikan mahasiswa.
Saat menulis disertasi, saya menggunakan metode penelitian campur sari. Payungnya adalah metode penelitian dan pengembangan yang diuji dengan penelitian tindakan, dan data dikumpulkan secara kualitatif. Ini dilakukan karena fokus penelitiannya adalah pembentukan sikap. Sejak seminar proposal sampai ujian terbuka, ada saja guru besar yang salah mengerti dan mengajukan pertanyaan yang tidak tepat. Mereka mengajukan pertanyaan yang hanya cocok untuk penelitan kuantitatif.
Penelitian kualitatif sangat tepat digunakan jika hendak memahami secara mendalam proses, menggali keunikan, mencaritemukan pola, dan meneliti masalah yang masih belum jelas serta sulit dirumuskan dan diukur secara kuantitatif.
Jika ingin memahami secara mendalam bagaimana proses Jokowi-JK membuat keputusan terkait dengan orang-orang yang duduk di kabinet, penelitian kualitatif merupakan pilihan yang tepat. Sebab kerumitan atau kompleksitas masalahnya sangat tingi. Terdapat banyak sekali pihak dan kepentingan yang terlibat di dalamnya. Ukuran-ukuran yang jelas dan pasti sangat sulit digunakan. Karena keputusan politis, apalagi pada tingkat negara, pastilah tidak sederhana dan tidak mudah. Terlalu banyak variabel yang terlibat, sehingga akan sangat sulit bila menggunakan penelitian kuantitatif.
Insya Allah, bulan depan buku saya berjudul Penari Erotis dan Jablay ABG akan terbit. Buku ini berisi penelusuran tentang anak-anak yang sejak SMP sudah melakukan hubungan seks dan menjadi jablay alias pelacur. Meskipun yang ditulis sekitar sepuluh orang, namun telah diwawancarai lebih dari seratus orang yang terkait dengan anak-anak itu. Mulai dari temannya, mami atau mucikarinya, anggota keluarganya, pelanggannya, para satpam hotel dan diskotik, tukang ojek yang sering mengantar mereka, sampai tukang rokok yang biasa dititipi barang-barang.
Ini dilakukan karena merupakan salah satu ciri atau karakteristik penelitian kulaitatif untuk menggali kedalaman. Putra (2013) dalam Penelitian Kualitatif IPS menguraikan ciri penelitian kualitatif sebagai berikut:
1) latar alamiah (naturalistik)
2) deskriptif
3) bahasa verbal
4) makna dan pemahaman mendalam
5) emik
6) empati
7) induktif
8) peneliti sebagai intrumen utama
9) banyak cara mengumpulkan data
10) memahami proses dan mencaritemukan pola-pola
11) sampel purposif
12) transferability
13) desain penelitian fleksibel
14) pertanyaan terbuka
15) holistik
16) dinamis
17) analisis data dilakukan secara berkelanjutan
18) banyak cara melakukan analisis data
19) pemeriksaan keabsahan data yang khas
20) catatan kualitatif
21) data jenuh
22) fungsi teori
23) keberagaman.
Kedua puluh tiga ciri itu membedakan penelitian kualitatif dari penelitian lainnya, sekaligus menunjukkan cara kerja dan bagaimana penelitian kualitatif dilaksanakan. Dengan latar alamiah berarti penelitian kualitatif tidak merekayasa subjek yang diteliti sebagaimana penelitian kuantitif khusunya eksperimen yang dengan sengaja memberi perlakuan tertentu yang pasti tidak alamiah. Akibatnya penelitian kualitatif lebih mendahulukan deskripsi mendalam bukan menghitung menggunakan angka-angka. Bahasa verbal menjadi penting sebagai media untuk menggambarkan hasil pengangamatan dan wawancara mendalam.
Ada sejumlah pertanyaan yang sering kali muncul setiap kali membicarakan penelitian kualitatif. Beberapa pertanyaan itu adalah:
1) apakah penelitian kualitatif itu harus dilakukan dalam waktu yang panjang atau lama?
2) apakah ada kompetensi khusus untuk bisa melakukan penelitian kualitatif?
3) apakah penelitian kualitatif bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya?
4) bagaimana caranya melakukan penelitian kualitatif bagi pemula?
Penelitian kualitatif yang digunakan dakam kajian antropologi dan etnografi memang biasanya memakan waktu yang lama, bahkan sangat lama. Seorang antropog wanita asal Amerika Serikat membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk melakukan penelitian kulaitatif tentang kehidupan geisha.
Namun, dalam bidang pendidikan, manajemen, marketing, dan kesehatan tidak harus lama. Sangat tergantung pada fokus penelitian. Seorang peneliti di Australia membutuhkan waktu lebih kurang empat bulan untuk melakukan penelitian tentang permainan luar ruang bagi anak usia dini. Sementara itu penelitian kualitatif dalam manajemen ada yang dilakukan hanya empat bulan. Bahkan dalam bidang pertanian ada jenis penelitian kualitatif yang memang dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
Ada sejumlah kompetensi khusus yang harus dikuasai oleh siapa pun yang hendak melakukan penelitian kualitatif. Di samping kompetensi peneliti pada umumnya, peneliti kualitatif harus memiliki keterampilan sosial untuk berkomunikasi dan membangun hubungan baik dengan semua orang, terbuka, akrab sekaligus kritis. Sebab dalam penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen utama pengumpul data. Karena hanya manusia yang bisa menggali kedalaman dari manusia lain. Para peneliti kualitatif harus mampu mengembangkan empati untuk menggali emik yaitu penghayatan hidup subjek yang diteliti.
Penelitian kualitatif mengembangkan sejumlah cara untuk pemeriksaan keabsahan data yang sangat berbeda dari penelitian kuantitatif. Nusa Putra (2013) dalam Metode Penelitian Kualitatif Manajemen mencatat, pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan cara:
1) perpanjangan pengamatan
2) peningkatan ketekunan pengamatan
3) triangulasi
4) pengecekan teman sejawat
5) pengecekan anggota
6) analisis kasus negatif
7) kecukupan referensial.
Bagi para pemula, penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan cara langsung terjun ke lapangan. Misalnya pergi ke pasar, ke sekolah, atau ke mana pun yang menarik perhatiannya. Di tempat itu, ia melakukan dua hal yaitu mengamati dan berbicara dengan banyak orang. Sepulang dari tempat tersebut, ia harus membuat catatan lapangan berisi apa yang diamati dan diperbincangkannya. Kemudian catatan lapangan itu dianalisis untuk mencaritemukan dan merumuskan masalah penelitian. Cara kerja induktif dengan langsung ke lapangan ini lebih baik daripada menghabiskan waktu membaca buku tentang penelitian kualitatif. Si peneliti pemula itu bebas memilih, mau pergi ke tempat yang sangat dikenalnya atau yang sama sekali asing baginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd