Sabtu, 18 Oktober 2014

SORE PANTAI KUTA

Matahari merah, bergerak lamat mencium samodra yang terus bergelombang. Irama ombak bergulung menderu. Ribuan orang dari berbagai penjuru dunia memadati pantai putih dengan beragam tingkah polah.

Wanita-wanita bule yang tadi hanya berkutang dan berkancut mulai mengenakan baju seadanya, panas telah sirna. Ribuan pasang mata tertuju pada matahari yang mulai melorot, memasuki samodra tak bertepi.

Pemandangan indah karena puluhan orang masih berselancar dan ratusan lainnya berkejaran dengan ombak. Perahu terus bergoyang karena ombak makin membesar. Anak-anak sengaja berguling diayunkan ombak. Terdengar suara tawa kegembiraan. Ratusan orang mengabil gambar dengan latar belakang matahari merah. Ada pula yang bermain kejar-keajaran dan saling dorong. Sungguh yang tampak adalah kegembiraan.

Penjaga pantai meniup pluit, memanggil anak-anak yang terlalu jauh dari pantai. Gelombang bertambah tinggi. Ada potensi bahaya bagi anak-anak karena hari mulai gelap. Serombongan wanita bule berjalan mengenakan pakaian seadanya sambil menenggak bir dari botol. Mereka ketawa cekakan sambil saling dorong dan berkejaran. Inilah sore Pantai Kuta, ramai, bebas dan penuh kegembiraan.

Bagi sejumlah orang, Bali itu ekslusif dan Kuta eksotis. Sewaktu di Swedia aku lihat iklan tentang Bali. Bunyinya, Bali itu surga. Jangan mati sebelum ke Bali. Bali lebih dikenal daripada Indonesia. Bila berbincang dengan siapa pun, pasti akan bertanya tentang Bali, begitu tahu kita orang Indonesia.

Banyak pantai di Indonesia. Boleh jadi jauh lebih bersih dan indah dibandingkan Kuta. Tetapi mengapa tidak sehebat dan seterkenal Kuta?

Kuta hanyalah sebuah noktah. Keajaiban, pesona, dan sihir itu adalah Bali. Bali secara keseluruhan, utuh penuh. Bali itu bukan hanya indah dan mempesona, juga unik, dan penuh misteri.

Kemana pun kita pergi, selalu saja ada yang sangat menarik dan tak ada di tempat lain. Bali adalah kebudayaan yang sungguh menggetarkan, karena hidup dan menghidupi. Bali adalah tradisi yang dijalani bukan karena ada pariwisata. Tetapi pariwisata tumbuh kembang karena mengapresiasi tradisi.

Karena itu, Kuta hanyalah persinggahan. Persinggahan yang menyempurnakan kenangan bahwa kita pernah ke Bali. Seperti orang harus ke Malioboro bila ke Jogja. Ke Jogja tidak ke Malioboro, ya tidak sah. Begitupun ke Bali tetapi tidak ke Kuta.

Bila berwisata ke Bali, kita tidak sekadar datang ke sebuah lokasi. Bali adalah sejarah, tradisi, citra, dan gengsi. Jika banyak orang bahkan dari tempat paling ujung di dunia datang ke Bali, alangkah tidak mengenakkan bila kita tidak menginjakkan kaki di sana?

Ini sepenuhnya soal gaya hidup. Pasti ada terselip gengsi di situ. Kebanggaan karena menjadi bagian dari orang yang menjadikan Bali sebagai tujuan impian.

Tak aneh bila seakan menjadi ritual. Seperti sore di Kuta. Ini semacam ritual, orang berkumpul, bergembira dan mananti matahari terbenam. Seringkali matahari hilang dibungkus awan gelap. Pasti ada terbetik kekecewaan jika itu terjadi. Namun, karena sudah datang ke Kuta dan berfoto, ritual itu telah dijalani, ke Bali jadi terasa lengkap.

Ada sisi lain lagi. Kuta dikunjungi banyak orang, mereka dari banyak tempat di dunia. Ada banyak tampilan. Turis asing, perempuan dan lelaki biasanya menggunakan seadanya, tiduran berjemur.,mereka tak peduli bila ada yang sengaja berdiri atau bahkan memfotonya. Kebanyakan mereka nyaris telanjang. Sementara turIs lokal biasanya tak mau kalah seksi menggunakan pakaian yang menonjolkan dada dan paha. Kebanyakan turis Korea dan Jepang juga begitu, sementara yang datang dari Taiwan biasanya berpakaian dengan gaya ramai, kengkap dengan topi warna-warni.

Di Kuta orang bukan saja melihat, juga mengalami keberagaman. Menikmati keindahan pantai dalam keberagaman dan tidak saling mengganggu. Inilah pariwisata. Menyatukan orang dalam keanekaragaman. Justru di sinilah indahnya, saat orang saling memaklumi dan menghargai. Bali adalah keberagaman, penuh warna dan damai.

KEBERAGAMAN ADALAH TAKDIR MANUSIA YANG HARUS DIMAKNAI SECARA POSITIF.

10 komentar:

  1. Assalamua'laikum, wr, wb, Pak Nusa.

    Berbicara mengenai Bali memang begitu khas dengan Kuta, lebih lebih kepada pantai nya. Pantai yang begitu eksotis dengan kenampakan alam yg ada, menjadi suguhan istimewa bagi siapa saja yg menyukai pantai. Pantai kuta juga merupakan objek wisata yang paling diminati oleh wisatawan asing dan tidak mengherankan pula kalau warga dalam negeri juga sangat meminatinya.

    Afda Fauziyah / 4915142818 / P.IPS A 2014

    BalasHapus
  2. Titis Pamulasari A.P
    4915141035

    memang indah bila keberagaman saling mengahargai satu sama lain,saling menghormati,tanpa menggangu keberagaman yang lain.Indah,ya indah keberagaman sungguh indah,keberagaman bukan untuk membedakan kita antara yang lain tapi keberagaman yamg harus bisa menyatukan semua kebergaman yang ada,kunci untuk menyatukan semua itu ialan kita harus menghormati keberagaman yang ada.

    BalasHapus
  3. Fitri Rizka Maulia (4915141028) P.IPS A 2014.
    Bali dengan sejuta pesonanya menjadikannya sebagai ciri khas indonesia yang dikenal oleh turis asing. Masih terbayang oleh saya indahnya pantai kuta di sore hari meski tidak sampai melihat matahari terbenam karena hujan terlanjur turun dengan deras. Benar bali menyatukan manusia dari beragam suku, banyak yang menjadikan Bali sebagai tempat impian wisatanya.

    BalasHapus
  4. Adetya Lestari
    P.IPS A 2014

    Assalamualaikum pak nusa dari pengalaman saya waktu SMA saat study tour kebali banyak objek wisata yang indah dan menarik salah satunya dipantai kuta pantai yang sangatlah indah pantai berpasir putih ombak yang begitu panjang dan besar apa lagi disore hari saat - saat matahari terbenam sangat indah sekali dan juga terdapat sebuah keberagaman yang bagus yaitu saling menghormati baik dari mancanegara atau dari asal kota tersebut. dari beberapa hal yang saya amati bahwa wisata yang terdapat dibali banyak diminati oleh wisatawan karena menarik, indah, dan tidak bosen untuk dilihat pemandangan dari berbagai obyek wisatanya.

    BalasHapus
  5. Noviana Winarsih P.IPS B 2014
    Menurut saya, keberagaman adalah suatu karunia dari Allah SWT yang membuat manusia menjadi saling mengenal satu sama lain dan menambah wawasan manusia. Keberagaman agaknya tidak dijadikan alasan atas timbulnya konflik dan perbedaan tetapi harus dimaknai bahwa keberagaman adalah pesona untuk memperkaya warna dunia.

    BalasHapus
  6. Nama : Dwi Putri Yulianti
    Kelas : P.IPS B 2014

    Saya setuju bahwa kemana pun kita pergi, selalu saja ada yang sangat menarik dan tak ada di tempat lain. Contohnya seperti Pantai Kuta. Pantai Kuta berbeda dengan tempat-tempat yang lainnya di Indonesia. Pantai Kuta memiliki pesona tersendiri yang mengundang para pengunjung agar mendatangi pantai tersebut khususnya para turis mancanegara. Daerah Bali dikenal karena Pantai Kuta, Tradisi dan masyarakatnya yang sangat terbuka kepada para turis. Karena itulah masyarakat Bali terkenal ramah tamah. Di Bali sangat beragam. Beragam suku, daerah, ras, serta negara. Keberagaman itulah yang harus kita hormati agar menciptakan sesuatu yang penuh warna dan damai.

    BalasHapus
  7. Ya setuju dengan aritikel ini bali memang tempat yg indah untuk kita bersama menikmatinya. Seakan-akan pantai kute Bali adalah tmpat yg indah untuk bersantai , dengan kegembiraan yg bgtu sempurna. Sebenarnya ada hal yg baik menyatukan keberagaman antar bangsa dengan sama-sama menyaksikan inilah pantai kute, Bali. Tmpat indah yg ada di Indonesia. Sebagian lainnya juga bnyk. Pokoknya Hiduplah Beragam bersatu dan bersama

    BalasHapus
  8. Annisaa Intan S
    P.ips A 2014
    4915141041
    Bila betbicara mengenai bali memang sangat mempesona, saat membicarakan pikiran pun ikut menghayal betapa indahnya pulau bali. Tetapi amat disayangkan bali lebih terkenal daripada indonesia, banyak pantai lebih indah dibanding kuta tepapi mengapa kuta yg lebih terkenal? Yaa karena kuta dan bali lebih bebas dari pada pantai2 dan daerah lainnya.

    BalasHapus
  9. Selamat sore pak, Memang begitulah Bali sebagai pulau keajaiban. Sebagai warga negara Indonesia memang sepatutnya kita harus bangga pada pulau tersebut. Entah mengapa Bali seperti candu, banyak sekali masyarakat Indonesia & Internasional datang kebali hanya untuk ke tempat yang sama dan melakukan hal yang sama. Tapi tak apalah lebih baik dari pada kita harus keluar negeri untuk menyumbang ke negara lain.

    Bonifacius Josua Naposo Damanik PIPS B 2014

    BalasHapus
  10. assalamualaikum wr wb
    setuju sekali kalau bali menjadi trend mark bagi indonesia, bahkan bali lebih terkenal dari pada indonesia itu sendiri, menurut saya bali terkenal bukan hanya ke indahan alamnya saja tapi masyarakat dan kebudayaannya yang membuat bali terkenal diseantero dunia
    sekedar berbagi pengalaman dari perjalan saya kebali, saya bisa banyak belajar dari masyrakatnya kebudayaan bali begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari, bayangkan saja bali yang selalu di dakunjungi wisatawan luar negri yang membawa kebudayaan dari negara atau kebudayaan barat orang-orang bali masih bertahan dengan kebudayaan bali itu sendiri tanpa terpengaruh budaya barat, terima kasih
    wasalamualaikum wr wb

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd