Minggu, 09 November 2014

JILBOOBS

Manusia memang selalu penuh kejutan, tak terduga dan multitafsir. Baginya apa pun bisa diberi macam-macam tafsir sesuai dengan keinginan dan kepentingannya. Tak peduli bahwa yang diberi tafsir itu adalah perintah Tuhan yang suci. Itulah manusia, makhluk Tuhan paling ngeyel.

Tuhan perintahkan agar wanita muslim menutup auratnya menggunakan jilbab. Memang tafsir soal jilbab atau hijab ini tidak tunggal. Ada ulama dan pemikir Islam yang memaknai pakaian kemuliaan itu tidak selalu bermakna harus menutup aurat seperti yang banyak dipahami orang dalam bentuk jilbab atau hijab. Mereka lebih menekankan agar para wanita menjaga kehormatan dirinya dengan dan melakui sikap atau perilaku, bukan secar fisik melalui dan dengan jilbab. Mereka bertanya untuk apa berjilbab jika kelakuan atau perilaku tidak sesuai dengan akhlak islami?

Itulah yang kini jadi topik tren di media sosial yaitu jilboobs. Muslimah yang menggunakan jilbab, tetapi sangat ketat. Sehingga (mohon maaf) payudara, bokong, dan bentukan kemaluannya sangat menonjol dan sungguh ditunjuktampakkan.

Pastilah jilboobs merupakan ironi. Jilbab digunakan, tetapi tidak sesuai dengan hakiki dan tujuan utamanya untuk menutupi aurat dan menjaga kehormatan wanita. Jilboobs bukan menutup aurat, tetapi merupakan tindakan membungkus tubuh, mirip daun pisang sebagai pembungkus lemper atau ketupat. Sebagai pembungkus justru harus menegaskan kemontokkan atau kepadatan isinya.

Jilboobs semakin mengejala saat para artis yang lagi populer mengenakannya selama Ramadhan. Para artis itu pastilah memanfatakan Ramadhan untuk menarik keuntungan dengan mengenakan jilboobs sebagai promosi dari sejumlah rumah mode yang memang sangat gencar menawarkan jilboobs.

Pengguna jilboobs memang dikesankan sebagai muslimah yang moderen dan trendy. Muslimah yang gaul dan mengikuti zaman. Muslimah yang tidak ketinggalan zaman dan tidak kampungan. Apalagi para produsen jilboobs sangat cerdas memilih model dan corak yang sungguh-sungguh trendy, moderen, gaul dan terbaru. Kesan yang dimunculkan adalah muslimah berjilboobs adalah muslimah yang oke bangets.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan bahwa jilboobs itu haram. Sudah seharusnya MUI bersikap seperti itu. Karena para ulama memang bertugas dan berkewajiban untuk menunjukkan kebenaran dan menjadi pembeda yang tegas, mana kebenaran dan mana pembenaran.

Persoalannya adalah, dalam masyarkat kita, apalagi masyarakat perkotaan, seruan dan fatwa MUI itu seperti teriakan dikeriuhan bising Jalan Thamrin-Sudirman. Bukan saja tak ada yang mendengarnya dengan jelas dan jernih. Bahkan tak ada yang peduli.

Tak mengherankan bila jilboobs semakin marak. Bahkan tidak sedikit media sosial yang menampilkan muslimah berjilboobs layaknya situs porno. Boleh jadi ini adalah ulah segelintir orang yang bermaksud mengejek bahkan melecehkan pengguna jilboobs.

Namun, barangkali maraknya penggunaan jilboobs bukan saja dipicu oleh adanya sejumlah muslimah yang hendak tunjukkan mereka tetap gaya dan trendy meski berjilab. Juga bermaksud melakukan kritik terhadap beberapa perilaku muslimah yang selama ini berjilbab.

Bukan rahasia bahwa sejumlah muslimah berjilbab terkesan kampungan dan jorok. Sebab mereka memilih berjilbab secara asal-asalan, dengan pilihan gaya dan warna yang tidak tepat. Kesannya bukan saja kampungan, tetapi norak dan kumuh. Apalagi beberapa di antara mreka membawa serta aroma asem dari tubuhnya. Dengan demikian terkesan Islam itu jorok, kampungan dan kumuh.

Para pengguna jilboobs ini melakukan kritik tindakan dengan memunculkan gaya jilbab yang trendy, gaul, keren dan moderen. Namun sangat disayangkan mengapa justru berjilbab tetapi menonjolkan payudara, bokong, dan kemaluan dengan pakaian super ketat? Bukankah secara fisik mestinya jilbab justru menyembuyikannya?

Memang kita tidak boleh menilai orang hanya dari penampilannya. Namun bila melihat, berpapasan dan berhadapan dengan muslimah berjilboobs, apakah para lelaki tetap bisa berfikir positif? Sungguh ini tantangan berat buat para lelaki. Karena bagi kaum feminis, penampilan wanita tidak boleh dijadikan alasan untuk melecehkannya. Sungguh,

MANUSIA MEMANG MAKHLUK MULTITAFSIR.

27 komentar:

  1. Nama : Khairun Nikmal Baiti
    Nim : 4915144082
    Prodi : P.IPS B 2014

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Seperti yang kita tahu dan sudah bapak paparkan di atas memang fenomena jilboobs makin marak di sosmed dan hal ini sangat memalukan umat islam khususnya wanita muslimah. Tetapi menurut saya dan pengalaman pribadi saya, tidak semua yang berhijab ala moderen dan bergaya itu adalah jilboobs. Kadang masyarakat Indonesia asal dalam berkomentar sehingga muslimah yang baru menutup aurat dengan hijab melepaskan hijabnya kembali karena komentar orang yang asal dan tidak bertanggungjawab itu. hal tersebut sangatlah tidak fair untuk hijaber yang memang menutup aurat untuk Allah SWT. Adapun alasan mereka berhijab moderen agar tidak bosan dalam berpakaian dan dapat menari muslimah lainnya yang belum menutup aurat bahwa orang berhijab juga bisa terlihat moderen.
    Demikianlah menurut saya, mohon maaf bila bertolak belakang dengan pendapat Bapak.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    BalasHapus
  2. Assalamual'aikum Pak Nusa
    Saya Atikah Bahirah
    P.IPS B/2014
    Saya setuju dengan pendapat Bapak yang mengatakan bahwa ketika berpapasan dan berhadapan dengan wanita berjilboobs bukan tidak mungkin menimbulkan pemikiran negatif orang lain baik laki-laki maupun wanita lain. Hal itu merupakan hal yang wajar karena pada hakekatnya manusia memiliki kesempatan untuk berpikir dan mengeluarkan pendapatnya.Lalu siapa yang seharusnya disalahkan?
    Fenomena jilboobs memang sedang menjadi topik saat ini.Pertanyaannya mengapa istilah jilboobs dapat muncul? Menurut saya, itu dikarenakan adanya pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana menggunakan jilbab syar'i.Dan juga karena banyaknya wanita yang tidak menggunakan jilbab yang baik dan benar sehingga fungsi jilbab itu sendiri menjadi hilang.Karena itulah dibutuhkan pemahaman yang lebih tentang fungsi jilbab itu sendiri kepada wanita yang masih berjilboobs tersebut.

    BalasHapus
  3. Mengenai jilboobs ini, ada teman saya bergaya jilboobs akan tetapi ada di saat ia berpakaian muslim yang sewajarnya. Saat dia mengenakan jilboobs saya berbisik ke dia bawa payudaranya mengetat, saya sarankan supaya jilbabnya diturunkan. Saya kaget dia bilang "udah ah gapapa begini" saya tidak tahu maksudnya kenapa dia seperti itu tapi saya langsung berpikir "loh kok gitu". Niat saya memberitahukan yang benar malah diacuhkan. Menurut saya hal ini memberikan kesan negatif bagi yang melihatnya, benar kata bapak manusia memang makhluk multitafsir

    BalasHapus
  4. Nama : Sandra Puspita Sari
    Kelas : P.IPS B 2014
    No.reg : 4915144094

    Assalamu’alaikum Pak Nusa.

    Di zaman sekarang ini memang banyak kita temui perempuan yang menggunakan jilbab namun tidak sesuai dengan ajaran islam. Mereka menggunakan jilbab hanya sekedar ingin mengikuti trend saja. Seperti dikalangan artis kebanyakan mereka menggunakan jilbab tetapi tidak sesuai dengan manfaat dari jilbab tersebut yaitu untuk menutup aurat. Hal seperti ini sangat disayangkan sekali, karena seharusnya kita sebagai umat yang beragama dapat menunjukkan sikap dan pribadi kita sesuai dengan agama yang kita anut. Bukan malah mencoreng agama sendiri.

    Pertanyaan :
    Bagaimana menurut bapak dengan keadaan zaman sekarang ini yang lama-lama semakin mengalami kemunduran bukan menunjukkan sebuah kemajuan ?

    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb,

    BalasHapus
  5. Viddyaningsih
    P.IPS A 2014

    Ass pak nusa .

    Jilbab suatu simbol ataupun ciri khas perempuan islam, memakai jilbab merupakan sutu kewajiban untuk kaum hawa islam akan tetapi pada era sekrang khususnya di Indonesia, gaya berjilbab banyak jenisnya sehingga ada hal yang diluar batas untuk menggunakan jilbab yang katanya untuk menutupi aurat akan tetapi bila dilihat dengan mata telanjang sunguh itu ukan kaum hawa muslim . fenomna ini sungguh ironi akan ttapi entahlah siapa yang harus disalahkan dalam hal berjilbubs ini, kita sebagai masyarakat umum hanya mempunyai beberpa penilaian sudut pandang yang berbeda-beda dari fenomena jilbubs ini.

    BalasHapus
  6. Nama : Sandra Puspita Sari
    Kelas : P.IPS B 2014
    No.reg : 4915144094

    Assalamu’alaikum Pak Nusa.

    Di zaman sekarang ini memang banyak kita temui perempuan yang berjilbab namun tidak sesuai dengan ajaran islam. Mereka menggunakan jilbab hanya sekedar ingin mengikuti trend saja. Seperti dikalangan artis kebanyakan mereka menggunakan jilbab tetapi tidak sesuai dengan manfaat dari jilbab tersebut yaitu untuk menutup aurat. Hal seperti ini sangat disayangkan sekali, karena seharusnya kita sebagai umat yang beragama dapat menunjukkan sikap dan pribadi kita sesuai dengan agama yang kita anut. Bukan malah mencoreng agama sendiri.

    Pertanyaan :
    Bagaimana menurut bapak dengan keadaan zaman sekarang ini yang lama-lama semakin mengalami kemunduran bukan menunjukkan sebuah kemajuan ?

    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb,

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum wr wb, Pak Nusa.

    Fenomena jilboobs saat ini memang sedang ngetrend-ngetrendnya apalagi dikalangan remaja. Namun tidak hanya dikalangan remaja, wanita dewasa tak luput dari yang namanya 'jilboobs'. Walaupun saya belum mengenakan hijab, saya memandang fenomena itu dengan cara pandang agama. Mungkin saja para remaja dan wanita dewasa ingin mengenakan pakaian yang fashionable dan anggun walaupun mengenakan hijab. Mereka tidak ingin terlihat kuno dengan hijabnya. Jadi, mereka mengikuti perkembangan zaman dengan memakai pakaian yang tertutup namun agak sedikit memperlihatkan auratnya mereka.

    Wassalamualaikum wr wb.

    Yetty Imayanti
    PIPS A
    4915141036

    BalasHapus
  8. Nama Ade Nur Hasanah
    Jurusan P.IPS B 2014
    No Registrasi 4915142814

    Jilboobs . Manusia multitafsir. Semua tergantung manusianya. Menurut saya ada yang memakai hijab dengan sebutan Jilboobs itu mereka ingin memperlihatkan kecantikan pada dirinya dan memang tidak menyukai ala muslimah banget itu pendapat dari yang pernah saya tanyakan pada pemakai Jilboobs. Sedangkan yang memakai hijab dengan benar nenutup aurat dan lekukan tubuh namun tidak sampai memakai cadar dan orang ini memakai seperti ini karena paham akan apa yang diajarkan pada mereka. Kalau tidak salah ada hadist yang isinya intinya menjelaskan jangan lilitkan jilbab mu tapi intinya jilbab menutup bagian yang seharusnya ditutupi. Mungkin kelihatannya agak terlalu gimana namun bila kita sudah terbiasa memakai jilbab sesuai yang diperintahkan itu akan terasa lebih nyaman. Merasa aneh dan gerah di awal memakai memang iya. Namun lama kelamaan akan terasa nyaman .
    Komentar tentang laki-laki yang melihat Jilboobs wanita . Menurut saya itu kesalahan wanitanya karena dia yang memancing. Namun itu tergantung laki-laki dan si wanitanya untuk bisa dihormati harus seperti apa.
    Terima kasih..

    BalasHapus
  9. Nama : taufik hidayatulloh
    Nim : 4915145638
    kelas : P.IPS

    Jilboobs istilah baru yang menggegerkan tentang gaya berbusana wanita yang berjilbab namun menyalah gunakan dengan stylish yang ketat.Banyak sasaran yang berbusana jilboobs terutama pada kalangan anak muda remaja putri muslimah yang di anggap tidak sya'ri.Berhijab salah satu cara untuk tampil cantik dan menutup aurat.Baru-baru sekarang ini heboh dengan gaya busana yang di sebut dengan Jilboobs.

    Dengan adanya fenomena ini Majelis Ulama Indonesia secara tegas mengeluarkan fatwa haram mengenai pemakaian busana bagi muslimah yang masih memperlihatkan lekuk tubuh. Hal ini termasuk bagi wanita pengguna jilbab, namun tetap mengenakan busana seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang kini dikenal dengan istilah jilboobs.

    Lagi pula menurut aturan agama Islam, jilbab seharusnya panjang menutupi dada. Pakaiannya pun tak ketat sehingga menyembunyikan lekuk tubuh. Namun para pengguna Jilbobs ini rata-rata mengenakan jilbab pendek di atas dada mereka.

    BalasHapus
  10. Annisaa Intan Safitri
    P.IPS A 2014
    4915141041
    Setiap tahun trend memang bisa berubah jangankan orang yang tidak memakai jilbab, sekarangpun orang orang yang berhijab bisa mengikuti trendnya. Namun disayangkan karena trend hijab sekarang tidak memenuhi syarat berjilbab. Yang kita tahu syarat berjilbab adalah tidak boleh memakai pakaian yang ketat serta tidak boleh menunjukan bentuk tubuh. Seharusnya trend tersebut dicekal atau ditindak lanjuti dengan tegas karena islam akan dinilai negativ oleh umat umat lain jika umat islamnya sendiri berpakaian seperti itu. Seolah islam sendiri membolehkan berpakaian seperti itu.

    BalasHapus
  11. Menutup aurat memang kewajiban yang harus dilaksanakan. Maksudnya menutup aurat disini yaitu menutup fisik yang memang tidak boleh ditunjukan kepada orang lain kecuali muhrimnya. Tetapi juga menutup hatinya dari sifat dengki, iri, dan tercela. Jadi harus ada korelasi antara penampilan dan sikap, malu dengan jilbab jika kelakuan kita masih tidak baik. Yang tidak berjilbab juga tidak menutup kemungkinan berperilaku baik. Karena, melihat seseorang jangan dari luarnya saja.
    Sri Rahayu P.IPS A 2014

    BalasHapus
  12. Siti Nurul Hotimah
    4915144106
    p.ips b 2014
    Fenomena jilboobs emang sedang marak-maraknya di masyarakat. Entah sebenarnya mereka masih belum mengerti atau mungkin tau dan paham mengenai syariat memakai jilbab yang benar. Dari tulisan bapak ini terlihat bahwa remaja sekarang gemar berjilboobs. jika menurut saya boleh terlihat trendy akan tetapi tetap menutupi dada dan pilihlah warna jilbab yang sepadan dengan pakaian yang sedang di pakai.

    BalasHapus
  13. Sekarang sudah jamannya serba modern, mulai dari transportasi, teknologi, bahkan sampai ke fashion. Sehingga aturan-aturan yang ada sudah mulai ditinggalkan dan dihiraukan.

    Sungguh ironis, hijab yang dikenakan bukan lagi sebagai penutup aurat tapi sebagai pembungkus aurat. Setahu saya hijab yang syar'i itu tidak membentuk lekuk tubuh, bahannya longgar dan tidak mengundang nafsu.

    Tetapi itu dia aturan yang ada sudah mulai ditinggalkan. Entah bosan atau ingin mengikuti fashion yang ada, wanita-wanita jaman sekarang banyak sekali yang menggunakan hijab seperti itu, bukan hijab seperti yang diperintahkan oleh agama.

    Saya sendiri sering melihat dijalanan, orang dengan model hijab yang beraneka ragam. Ada yang seperti dalam tulisan bapak (berhijab tapi lekuk tubuhnya kelihatan), ada yang berhijab tetapi dibelakang kepalanya ada seperti konde/tonjolan sehingga saya sendiri sering tertawa saat melihatnya.

    Mungkin orang yang seperti itu saat menggunakan hijab yang seperti itu menganggap dirinya gaul dan trendy tapi sama sekali tidak, malahan mereka terlihat menggelikan. Ya itulah manusia, makhluk yang multitafsir.

    Reza Priyantama
    P.IPS B 2014

    BalasHapus
  14. Nama : Andayani
    Kelas : P.IPS B2014
    No.reg : 4915144097

    Saya sebagai wanita sangat malu melihat kelakuan muslimah saat ini, dimana jilbab digunakan hanya sebagai identitas, layaknya seperti islam tetapi tidak solat. Jilboobs adalah gambaran wanita yang berpakaian tetapi telanjang, artinya adalah pakaian yang mereka gunakan tidak menutup aurat dan menunjukkan kemolekan tubuh mereka. Mungkin diluar sana wanita-wanita yang tidak menggunakan jilbab merasa dirinya lebih baik dari pada jilboobs.Mereka tidak mempermainkan arti kata jilbab yang seharusnya menutup aurat dari kepala sampai ujung kaki, tetapi menurut saya lebih baik jilboobs dari pada tidak menggunakan jilbab sama sekali. Didalam Al-Qur’an terdapat perintah bagi kaum muslimah untuk menutup aurat, walaupun tidak dijelaskan dengan apa kaum muslimah menutup aurat tetapi sudah tersirat bahwa mereka menutup aurat dengan menggunakan jilbab. Jadi yang terpenting untuk muslimah adalah seburuk apapun kelakuan seorang wanita mereka wajib untuk menggunakan jilbab. Masalah seburuk apapun kelakuan mereka itu bisa diubah seiring mereka menggunakan jilbab, mereka akan berfikir ketika mereka sudah menggunakan jilbab maka mereka akan sadar untuk merubah perilakunya.
    Ketika saya mengatakan lebih baik jilboobs dari pada tidak menggunakan jilbab sama sekali, bukan berarti saya setuju dengan trend tersebut. Menurut saya jiboobs merupakan proses cara berpakaian wanita muslimah. Dapat kita lihat trend jilboobs hanya dialami oleh remaja dan wanita-wanita yang mulai tertegun hatinya untuk menggunakan jilbab. Tentunya kita semua mendambakan muslimah yang sempurna bukan ? yang mulia akhlaknya dan sopan pakainnya. Tugas muslimah yang sudah sempurna cara berpakaiannya adalah menasehati para remaja yang sedang mengalami trend jilboobs agar tidak membudaya.

    BalasHapus
  15. Remaja perkotaan sekarang memang tidak ingin dikesan ketinggalan zaman dan kampungan. Mereka yang pada umumnya ingin gaul dan berpenampilan trendy. Jilboobs menjadi salah satu trend di kalangan remaja saat ini. Ada yang tahu aturan Allah SWT yang terdapat dalam al-qur'an ada pula mereka yang kebanyakan tidak faham makna surah An-Nur ayat 31 yang terdapat beberapa kosakata. Kosakata tersebut memiliki beberapa syarat dari menutup aurat. Yakni kerudung tersebut menutupi pundak hingga dada juga longgar dan tidak menerawang. Ada pula dari mereka yang tahu dan mengerti tentang ini. Namun lagi-lagi karna pengaruh lingkungan yang membuatnya menentang ajaran agama Allah. Memang sebagai pemula mereka belajar memahami firman Allah tersebut. Tetapi sungguh ironis jika kebanyakan dari jilboobs ialah mereka yang mengerti tafsir dari surah An-Nur ayat 31.
    Wafa Nurul Annisaa - Pendidikan IPS B 2014

    BalasHapus
  16. Nama: hesti mardiana
    Kelas : p.ips A 2014
    No registrasi:4915141039
    Memang benar jika bapak mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang multitafsir. Buktinya perintah Allah untuk berhijab atau menutup anggota tubuh di tafsir oleh kebanyakan orang dengan menutup anggota tubuh tetapi pakain yang di gunakan tidak bisa di bilang itu menutup anggota tubuh karena pakaian yang mereka gunakan untuk berhijab adalah pakaian yang ketat yang itu menunjukkan bentuk lekuk tubuhnya. Perintah Allah memang pada dasarnya telah di jalankan namun tidak sesuai dengan apa yang Allah maksudkan dalam al-qur'an. Seharusnya para wanita hijabers mempelajari bagaimana cara-cara berhijab yang baik mulai dari pakaian sampai dengan kerudungan. Apabila para kaum wanita tetap menggunakan pakaian yang ketat yang menunjukkan bentuk lekuk tubuhnya tentu akan merugikan dirinya sendiri karena dengan gaya pakaian hijab yang ketat itu akan mengundang hawa nafsu kaum laki-laki.

    BalasHapus
  17. Fitri Rizka Maulia (49151411028)
    P.IPS A 2014.
    Entah siapa wanita di dunia ini yang memulai trend Jilboobs ini, entah ide dari mana untuk membuat Jilboobs ini menjadi mode pakaian?, dan entah mengapa banyak masyarakat yang mengikuti trend ini?. Wanita berhijab tujuan utamanya adalah untuk menutupi yang harusnya ditutupi, untuk menjauhkannya dari hal-hal negatif yang berhubungan dengan lelaki, dan juga untuk membantu para laki-laki menjaga pandangannya. Namun maraknya fenomena Jilboobs ini justru membuat esensi fungsi dari berhijab itu hilang. mungkin maksud pembuat trend jilboobs ini adalah untuk merubah pandangan khalayak ramai mengenai citra wanita berhijab yang terkesan kuno menjadi trendi, namun caranya kurang tepat sehingga menimbulkan masalah baru. wanita berhijab tetap bisa tampil trendi dengan hijab yang tetap syar'i menutup tubuhnya bukan membungkus tubuhnya.
    Untuk masalah mengenai banyak muslimah berhijab yang kadang terkesan jorok dan sebagainya, saya memiliki refrensi buku tetang masalah itu, yaitu buku karangan Asma Nadia yang berjudul "Jangan Jadi Muslimah Nyebelin", dalam buku itu dibahas bagaimana menjadi muslimah yang baik dalam bersikap dan dalam berpenampilan. Mungkin selaku seorang muslimah kita dilarang ber tabaruz di hadapan seseorang yang bukan mahramnya, tapi bukan berarti kita tidak merawat diri dan membiarkan orang lain terkena imbasnya. Semoga saja kesalahan dalam menafsirkan yang dilakukan oleh manusia bisa berkurang, sungguh manusia memang tempatnya segala salah dan khilaf.

    BalasHapus
  18. Menurut saya jilboobs tidak sesuai dengan akhlak islami. Karena meskipun jilboobs ini menutupi semua aurat tetapi masih lebih menonjolkan bentuk tubuhnya . Sebenarnya tujuan islam untuk wanita dengan menggunakan jilbab yaitu untuk menutupi semua aurat tubuhnya dan bentuk tubuhnya. Dengan menutupi semua aurat dan bentuk tubuhnya lelaki pun juga tidak akan tergoda bahkan menurut saya para lelaki merasa penasaran dan melihatnya pun tidak menjadi dosa. Apabila wanita berjilboobs para lelaki pun menurut saya akan sangat tergoda. Menurut saya apabila para lelaki melihat bentuk tubuhnya yang sangat menonjol misalnya payudaranya yang sangat membentuk melihatnya pun menjadi dosa. Jadi , menurut saya jilboobs sangat tidak sesuai dengan akhlak islam walaupun itu menjadi sangat tren. Jilboobs bahkan hanya dapat memperbanyak dosa penglihatan para lelaki. ( Siti Nur Rosdiana , P.IPS A 2014 )

    BalasHapus
  19. Jilboobs memang makin sering terlihat di lingkungan sekitar, termasuk di kampus pun beberapa hilir mudik. Jilbab yang seharusnya menjadi penutup aurat menjadi tercoreng karena pemakainya yang asal seperti para jilboobs. Memang media dan artis sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Apa yang mereka pakai atau lakukan seringkali diikuti oleh masyarakat. Sama halnya dengan trend jilboobs ini, artis yang menjadi public figure memberi contoh seperti itu susah dihentikan. Jika sudah seperti ini, pemakai jilbab harus pintar - pintar memilih pakaian mana yang pantas dan trendy untuk dipakai tanpa harus menjadi jilboobs dan masih sesuai dengan syariat islam. Pungki Kusdwi P.IPS A 2014

    BalasHapus
  20. Nama : Firaas Azizah
    Kelas : P.Ips A
    Kode : 4915141031

    Jilbab bukan hanya sebagai penutup aurat , tetapi jilbab juga sebagai identitas kaum muslimah. Bahkan di Al-Qur’an telah dijelaskan, wanita wajib menutup auratnya kecuali muka dan telapak tangan. Hanya saja, apa yang telah ditetapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Banyak kaum wanita yang berjilbab tapi masih memperlihatkan auratnya, seperti jilboobs.
    Jilboobs memang sangat kontroversi di masyarakat, dikarenakan pakaian mereka yang ketat dan jilbab yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Tetapi, bagi mereka itu merupakan identitas mereka. Bahkan, model-model pakaian muslimah sekarang ini lebih mengikuti trends jilboobs.
    Memang tidak baik mengikuti yang tidak benar, tetapi mengapa hal itu bisa terjadi? Coba lah tanyakkan kepada diri kita sendiri, sebagai muslimah yang berpegang teguh kepada agama. Hal ini terjadi karena banyaknya muslimah yang berpakaian syar’i tetapi tidak pantas dipandang. Contohnya jilbab, baju, dan rok yang semuanya beda warna, apa yang tampak tidak membuat orang lain merasa nyaman. Itu lah yang membuat mereka lebih memilih berpakaian jilboobs yang terlihat memiliki style yang bagus dan modis.



    BalasHapus
  21. Assalamu’alaikum wr.wb
    Nama : Yuni Shofarani
    Kelas : Pendidikan IPS B
    Nomor Registrasi : 4915142798
    Akhir-akhir ini begitu membumi kata-kata “JILBOOBS”, jujur saja saya baru mengetahui kata jilboobs belum lama ini. Sangat disayangkan jilbab pada saat ini hanya dijadikan sebagai trendy, gaul, keren dan moderen. Orang-orang yang menggunakan jilbab karena alasan tersebut sangat aneh, karena mereka menggunakan jilbab bukan niat untuk menutupi aurat, tetapi dijadikan alat untuk terlihat modern. Apa bedanya orang yang memakai rokmini dan baju pendek dengan orang yang menggunakan jilbab tetapi menonjolkan payudara, bokong, dan kemaluan dengan pakaian super ketat??? Sungguh aneh orang-orang seperti ini. Dan timbul pertanyaan dari benak saya “Mau nutup aurat ko setengah-setengah?” lebih baik niatkan dengan tekad yang kuat untuk menutup aurat, daripada jatuhnya dikatakan niat ga niat?????
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    BalasHapus
  22. Haryani
    4915141015
    Pendidikan IPS A 2014

    Menurut saya satu yang paling dilihat orang saat kita bertemu dengan orang lain adalah penampilan,dan tidak sedikit penampilan merupakan cerminan gaya hidup mereka dan sikap mereka. Maka dari itu fenomena jilboobs sebenarnya merusak nama wanita-wanita berjilbab lainnya karena seperti melecehkan wanita berhijab.

    BalasHapus
  23. Ass. Nama saya Syafrida Dea dari P.IPS A 2014.

    Pada saat ini jilboobs menjadi buah bibir masyarakat karena, wanita yang berjilbab tetapi memperlihatkan lekuk tubuhnya. Fungsi jilbab sendiri adalah untuk menutup aurat dan menjaga kehormatan sebagai wanita yang muslimah. Namun pada kenyataannya, jilbab sering dibuat formalitas untuk sebuah kepentingan atau sekedar gaya-gayaan.
    Sebagian orang menganggap bahwa jilboobs membawa nama buruk islam. Dan jika fenomena jilboobs tidak ditangani akan menjadi ancaman bagi wanita muslimah. Karena sekarang kebanyak orang memakai jilbab bukan karena kewajibannya sebagai muslimah tetapi ingin tampil keren. Karena sekarang fashion hijab sedang in di masyarakat.
    Namun,s ebagian orang menganggap bahwa jilboobs hanyalah hal kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan. Karena, penampilan dari seseorang tidak menjadi tolak ukur baik atau tidaknya orang tersebut.
    Terimaksih.

    BalasHapus
  24. Ya dalam artikel ini benar. Berhijab adalah hal yang baik bagi umat islam. Benar apa kata pak nusa buat apa berhijab tpi kelakuannya tidak baik. Inilah yg harus dipertanyakan.

    Jilboobs sebuah trend dan model jaman ini bagaimana tidak mereka yg berhijab juga punya gaya. Tpi kefeminiman pakaian mereka yg menjadi bnyk daya tari seseorang. Menurut saya sih tidak masalah gengan jilboobs tpi harus jgn terlalu feminim sekali.

    Memang sungguh sih manusia itu makhluk multitafsir . Bagaimana tidak apalagi lelaki yg melihat wanita yg berjilboobs wahh..... seneng bgt pastinya. Jadi intinya bilang seseorang berpakaian jilboos haruslah mengerti apakah ini pantas dilihat orang apa tidak. Jadi orang yg berjilboos tidak menjadi masalah yg besar. Percayalah gayamu sendiri.

    Chun cun T.K
    P.ips A
    4915141017

    BalasHapus
  25. Adetya lestari
    p.ips A 2014

    Assalamualaikum pak nusa, sekarang terlalu banyak tradisi - tradisi modern dari perkembangan global. Sebuah permasalahan jilbab menjadi jilboobs, jilbab yang seharusnya menutup aurat akan tetapi jilbab yang dipakai olehnya hanya untuk dikreasikan dengan mengikuti fashion yang sedang berkembang saat ini. Sungguh amat mengenaskan berkembangan di dunia saat ini

    BalasHapus
  26. Rizky Marlina
    4915141034
    P. IPS A
    Tulisan Bapak yang jilboobs sangat menarik dan nyata pada zaman sekarang. Wanita yang berjilbab tetapi memakai baju yang ketat, memperlihatkan bentuk payudara, bokong dan kemaluannya sudah tidak asing lagi ditemukan pada zaman sekarang. Itu sama saja dia percuma menggunakan jilbab kalau masih memperlihatkan yang seharusnya ditutup.
    Mungkin saja orang yang menggunakan jilbab seperti itu, dia ingin terlihat tetap gaul dan tren, atau mungkin dia tidak mengerti bagaimana cara menggunakan jilbab yang benar. Seharusnya dia bisa saja membaca Al-Qur’an cara memakai jilbab yang benar atau dia bisa saja menanyakan kepada temannya yang sudah benar memakai jilbab yang menutupi auratnya. Suapaya dia tidak dicap jilboobs lagi.
    Di dalam Islam memang dianjurkan untuk berjilbab yang menutup auratnya. Orang berjilbab memang belum tentu akhlak dan perilakunya baik. Tetapi orang yang memakai jilbab bisa belajar menjadi lebih baik lagi. Memperbaiki akhlak dan perilakunya. Tetapi juga memakai jilbab yang benar bukan hanya bahan yang menutupi rambut, tetapi menutup auratnya juga.

    BalasHapus
  27. Nama : Dwi Putri Yulianti
    Kelas : P.IPS B 2014

    Jilboobs merupakan fenomena yang banyak diperbincangkan. Awalnya jilboobs memang sangat asing didengar, tetapi semakin lama jilboobs mulai merambah di Indonesia. Banyak dari masyarakat Indonesia mulai menggunakan model jilbab “jilboobs”. Mereka mulai mengikuti tren yang ada disaat ini.

    Saya sebagai perempuan pun merasakan banyak sekali sebagian orang disekitar yang menggunakan jilboobs tersebut. Terkadang saya berfikir apa keuntungan mereka menunjukkan bagian-bagian tubuh mereka padahal mereka sudah memakai jilbab. Manusia memang begini adanya. Mereka masih sering seenaknya dalam berpakaian. Hal ini akan menimbulkan banyak pikiran yang negatif terhadap para perempuan.

    Bagi para lelaki ini adalah sebuah keuntungan bagi mereka. Mereka menjadikan itu sebagai sebuah tontonan, guyonan, dan perbincangan. Hal seperti ini terkesan melecehkan kaum perempuan. Maka, dari itu janganlah terjerumus oleh perubahan zaman yang bersifat negatif yang akan merugikan kita sendiri.

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd