Kamis, 27 Desember 2012

KASIH MENYEBAR DI BIKINI BOTTOM



Sponge Bob buru-buru mengambil air hendak memadamkan pohon yang seakan terbakar di rumah Sandy. Ia tidak mengerti bahwa Sandy menghiasi pohon menyambut natal. Sandy menjelaskan apa itu natal, terutama tentang Santa Klaus yang suka membagi-bagi hadiah untuk orang-orang baik.

Sponge Bob membawa berita bagus ini ke Bikini Bottom. Ia bercerita tentang Santa Klaus dan meminta orang-orang mebuat permintaan di selembar kertas dan memasukkannya ke botol. Si kapitalis belumut tuan Krab meminta dollar dalam jumlah besar. Masing-masing orang menuliskan permintaannya. Sponge Bob memohon agar semua orang di Bikini Bottom mendapat hadiah. Hanya Squidward yang tidak bersedia. Dia sama sekali tidak percaya pada cerita Sponge Bob yang dianggapnya omong kosong gak mutu. Ia menganggap orang-orang yang percaya pada cerita Sponge Bob bodoh dan konyol.

Tibalah hari untuk mendapatkan hadiah itu. Semua penduduk Bikini Bottom sangat antusias menunggu. Lama ditunggu Santa Klaus tak juga menyambangi. Orang-orang mulai tidak sabar dan marah. Mereka kemudian meninggalkan kerumunan sambil mengumpat. Squidward sangat senang, karena dia merasa bisa membuktikan bahwa cerita Sponge Bob tentang harapan dan kebaikan sama sekali tak terbukti. Ia bersorak sorai gembira.

Sponge Bob sendiri akhirnya kecewa dan sedih. Pada saat itulah ia memberi hadiah yang telah dipersiapkannya untuk Squidward sambil pergi dengan air mata berlinang bercucuran bagai hujan yang melanda Jakarta dan bikin banjir  jalan protokol. Squidward yakin, hadiah itu paling-paling hanya kraby patty basi. Saat membuka kotak hadiah ia terkesima. Sponge Bob memberinya klarinet yang dibuat dari kayu pilihan dan tertera nama Squidward di satu sisinya.

Squidward sangat terharu. Ia mulai mengerti apa artinya sahabat. Kini ia sangat sedih melihat kondisi Sponge Bob yang kecewa dan mulai putus asa. Ia kemudian mengambil inisiatif untuk menyamar menjadi Santa Klaus untuk membahagiakan Sponge Bob dan memberi hadiah.

Cerita kehadiran Santa Klaus menyebar. Semua penduduk Bikini Bottom datang ke rumah Squidward dan meminta hadiah. Squidward yang terkenal pelit, egois, tidak suka membantu, dan mau menang sendiri, memberikan apapun yang ada dalam rumahnya sampai tuntas habis tak bersisa. Ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Kasih menyebar di Bikini Bottom. Bermula dari cerita Sponge Bob dan diujudkan oleh Squidward. Santa Klaus mengirimkan surat terima kasih pada Squidward dan memuji sikapnya yang sangat baik karena bisa dan mau berbagi kasih dan kebahagiaan.


Ketika menghadapi sesama manusia, kita sering dikagetkan oleh kenyataan yang membahagiakan atau menyakitkan . Orang yang kita kenal baik, sopan, jujur, amanah, dan selalu menunjukkan kepedulian, akhirnya dihukum oleh pengadilan sebagai koruptor. Sebaliknya orang yang dikenal agak galak, gak gaul, kelihatan gak peduli, ternyata menghabiskan sebagian waktu, perhatian, dan hartanya untuk memberdayakan orang miskin, orang-orang yang terpinggirkan, dan dipinggirkan.

Buka dulu topeng mu, lantun Peter Pan.

Dengan cara simbolis Qur'an menggambarkan manusia sebagai lumpur hitam dan Ruh Allah. Terlihat ada paradoks di situ, antara lumpur hitam yang mengingatkan kita pada semua yang hitam, kelam, kebusukan, hal-hal yang menjijikkan, dan Ruh Allah yang sepenuhnya menegaskan kesucian. Mungkin inilah yang menjadi akar mengapa manusia itu selalu kental dengan kontroversi, sulit diprediksi dan selalu problematis.

Saat Tuhan hendak menciptakan Adam, Malaikat menyatakan keberatannya. Tuhan menunjukkan  bahwa hipotesis yang dikedepankan Malaikat salah melalui falsifikasi empiris. Adam mampu menyebutkan nama-nama sedangkan Malaikat tak dapat lakukan. Malaikat mengakui kesalahannya dan bersedia tunduk, kecuali si pembangkang yaitu iblis yang beranak pinak menjadi syaitan.

Banyak tafsir telah dibuat terkait dengan kisah penciptaan manusia itu. Namun, satu hal sangat jelas terpapar pada kisah itu, bahwa sejak akan diciptakan, manusia telah menjadi kontroversi dan memunculkan problem. Manusia sungguh problematis. Manusia bermasalah, pembuat masalah, dan masalah itu sendiri. Namun, justru karena lilitan masalah itulah manusia menjadi makhluk yang potensial melampaui malaikat, dan dapat jatuh terjerembab lebih rendah daripada binatang ternak, bahkan syeitan.

Tak terelakkan, manusia selalu berada dalam ketegangan, perjuangan tak kenal henti, dan jatuh bangun untuk menjadi MANUSIA. Manusia yang melekat dalam dirinya kelemahan dan kesalahan, namun mampu mengatasi dan melampauinya. Tetapi tak semua manusia bisa seperti itu.

Manusia memang terus berada dalam gelombang perubahan, setiap waktu. Kadang ia dapat ikut menentukan arah perubahan itu, seringkali ia sama sekali terombang ambing dan tenggelam dalam perubahan yang cepat, dahsyat, dan menghancurkan. Perubahan itu tak selalu ke arah yang diinginkan dan baik, bisa jadi bersebalikan dengan keyakinan yang digayuti kuaterat.

Manusia karena itu butuh pegangan yang kokoh dan tempat berpijak yang mantapkuat. Ia tidak bisa hidup dengan hanya fikiran dan pilihan-pilihan subjektifnya sendiri. Ia butuh cahaya terang yang hidup dan menerangi palung hatinya, yang berfungsi mengarahkan dan menerangi jalan yang ditempuhnya.

Manusia harus menanamkan dengan kuat dalam hatinya rasa keimanan. Imanlah yang menjadi kekuatan dan pemicu harapan. Tetapi bukan iman yang sekedar memenuhi hati dan penghias lidah. Namun iman yang mengejawantah menjadi kasih yang menyebar membahagiakan sesama.

Iman yang dihiasai indahnya berbagi dengan siapa pun, tanpa kecuali. Iman yang mengejawantah menjadi cinta kasih, kodratnya adalah menumbuhkembangkan, memekarkan manusia dan kemanusiaan. Iman yang selalu mengarah keluar untuk memahami secar empatis, peduli dan berbagi. Bagai bumi yang siap ditanami, bagai matahari yang menerangi apa dan siapa pun di hamparan bumi.

Iman yang menyapa, tersenyum, dan memahami. Bukan iman yang menggumpal menjadi kemarahan, dendam dan penghancuran atas nama apa pun. Iman harus mengejawantah menjadi cinta kasih yang membangun harapan dan kebaikan bagi semua makhluk Tuhan.

Menghadapi perubahan cepat-dahsyat yang dapat meremukkan manusia, iman adalah pilot terpercaya yang memastikan kita sampai ke tujuan. Tentu, iman yang dirasakan oleh orang lain sebagai cinta kasih yang mengejawantah. Bukan iman yang tenggelam dalam palung hati, tak memancar keluar, tak terlihat menjadi perilaku yang mendamaikan dalam kebersamaan.

IMAN HARUS MENGEJAWANTAH JADI CINTA KASIH YANG MEMBAHAGIAKAN SESAMA, DALAM SEMANGAT PEDULI DAN BERBAGI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd