Sponge Bob buru-buru mengambil air
hendak memadamkan pohon yang seakan terbakar di rumah Sandy. Ia tidak mengerti
bahwa Sandy menghiasi pohon menyambut natal. Sandy menjelaskan apa itu natal,
terutama tentang Santa Klaus yang suka membagi-bagi hadiah untuk orang-orang
baik.
Sponge Bob membawa berita bagus ini ke
Bikini Bottom. Ia bercerita tentang Santa Klaus dan meminta orang-orang mebuat
permintaan di selembar kertas dan memasukkannya ke botol. Si kapitalis belumut
tuan Krab meminta dollar dalam jumlah besar. Masing-masing orang menuliskan
permintaannya. Sponge Bob memohon agar semua orang di Bikini Bottom mendapat
hadiah. Hanya Squidward yang tidak bersedia. Dia sama sekali tidak percaya pada
cerita Sponge Bob yang dianggapnya omong kosong gak mutu. Ia menganggap
orang-orang yang percaya pada cerita Sponge Bob bodoh dan konyol.
Tibalah hari untuk mendapatkan hadiah
itu. Semua penduduk Bikini Bottom sangat antusias menunggu. Lama ditunggu Santa
Klaus tak juga menyambangi. Orang-orang mulai tidak sabar dan marah. Mereka
kemudian meninggalkan kerumunan sambil mengumpat. Squidward sangat senang,
karena dia merasa bisa membuktikan bahwa cerita Sponge Bob tentang harapan dan
kebaikan sama sekali tak terbukti. Ia bersorak sorai gembira.
Sponge Bob sendiri akhirnya kecewa dan
sedih. Pada saat itulah ia memberi hadiah yang telah dipersiapkannya untuk
Squidward sambil pergi dengan air mata berlinang bercucuran bagai hujan yang
melanda Jakarta dan bikin banjir jalan
protokol. Squidward yakin, hadiah itu paling-paling hanya kraby patty basi.
Saat membuka kotak hadiah ia terkesima. Sponge Bob memberinya klarinet yang
dibuat dari kayu pilihan dan tertera nama Squidward di satu sisinya.
Squidward sangat terharu. Ia mulai
mengerti apa artinya sahabat. Kini ia sangat sedih melihat kondisi Sponge Bob
yang kecewa dan mulai putus asa. Ia kemudian mengambil inisiatif untuk menyamar
menjadi Santa Klaus untuk membahagiakan Sponge Bob dan memberi hadiah.
Cerita kehadiran Santa Klaus menyebar.
Semua penduduk Bikini Bottom datang ke rumah Squidward dan meminta hadiah.
Squidward yang terkenal pelit, egois, tidak suka membantu, dan mau menang
sendiri, memberikan apapun yang ada dalam rumahnya sampai tuntas habis tak
bersisa. Ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Kasih menyebar di Bikini
Bottom. Bermula dari cerita Sponge Bob dan diujudkan oleh Squidward. Santa
Klaus mengirimkan surat terima kasih pada Squidward dan memuji sikapnya yang sangat
baik karena bisa dan mau berbagi kasih dan kebahagiaan.
Ketika menghadapi sesama manusia, kita
sering dikagetkan oleh kenyataan yang membahagiakan atau menyakitkan . Orang
yang kita kenal baik, sopan, jujur, amanah, dan selalu menunjukkan kepedulian, akhirnya
dihukum oleh pengadilan sebagai koruptor. Sebaliknya orang yang dikenal agak
galak, gak gaul, kelihatan gak peduli, ternyata menghabiskan sebagian waktu,
perhatian, dan hartanya untuk memberdayakan orang miskin, orang-orang yang
terpinggirkan, dan dipinggirkan.
Buka dulu topeng mu, lantun Peter Pan.
Dengan cara simbolis Qur'an
menggambarkan manusia sebagai lumpur hitam dan Ruh Allah. Terlihat ada paradoks
di situ, antara lumpur hitam yang mengingatkan kita pada semua yang hitam,
kelam, kebusukan, hal-hal yang menjijikkan, dan Ruh Allah yang sepenuhnya
menegaskan kesucian. Mungkin inilah yang menjadi akar mengapa manusia itu
selalu kental dengan kontroversi, sulit diprediksi dan selalu problematis.
Saat Tuhan hendak menciptakan Adam,
Malaikat menyatakan keberatannya. Tuhan menunjukkan bahwa hipotesis yang dikedepankan Malaikat
salah melalui falsifikasi empiris. Adam mampu menyebutkan nama-nama sedangkan
Malaikat tak dapat lakukan. Malaikat mengakui kesalahannya dan bersedia tunduk,
kecuali si pembangkang yaitu iblis yang beranak pinak menjadi syaitan.
Banyak tafsir telah dibuat terkait
dengan kisah penciptaan manusia itu. Namun, satu hal sangat jelas terpapar pada
kisah itu, bahwa sejak akan diciptakan, manusia telah menjadi kontroversi dan
memunculkan problem. Manusia sungguh problematis. Manusia bermasalah, pembuat
masalah, dan masalah itu sendiri. Namun, justru karena lilitan masalah itulah
manusia menjadi makhluk yang potensial melampaui malaikat, dan dapat jatuh
terjerembab lebih rendah daripada binatang ternak, bahkan syeitan.
Tak terelakkan, manusia selalu berada
dalam ketegangan, perjuangan tak kenal henti, dan jatuh bangun untuk menjadi
MANUSIA. Manusia yang melekat dalam dirinya kelemahan dan kesalahan, namun
mampu mengatasi dan melampauinya. Tetapi tak semua manusia bisa seperti itu.
Manusia memang terus berada dalam
gelombang perubahan, setiap waktu. Kadang ia dapat ikut menentukan arah
perubahan itu, seringkali ia sama sekali terombang ambing dan tenggelam dalam
perubahan yang cepat, dahsyat, dan menghancurkan. Perubahan itu tak selalu ke
arah yang diinginkan dan baik, bisa jadi bersebalikan dengan keyakinan yang
digayuti kuaterat.
Manusia karena itu butuh pegangan yang
kokoh dan tempat berpijak yang mantapkuat. Ia tidak bisa hidup dengan hanya
fikiran dan pilihan-pilihan subjektifnya sendiri. Ia butuh cahaya terang yang
hidup dan menerangi palung hatinya, yang berfungsi mengarahkan dan menerangi
jalan yang ditempuhnya.
Manusia harus menanamkan dengan kuat
dalam hatinya rasa keimanan. Imanlah yang menjadi kekuatan dan pemicu harapan.
Tetapi bukan iman yang sekedar memenuhi hati dan penghias lidah. Namun iman
yang mengejawantah menjadi kasih yang menyebar membahagiakan sesama.
Iman yang dihiasai indahnya berbagi
dengan siapa pun, tanpa kecuali. Iman yang mengejawantah menjadi cinta kasih,
kodratnya adalah menumbuhkembangkan, memekarkan manusia dan kemanusiaan. Iman
yang selalu mengarah keluar untuk memahami secar empatis, peduli dan berbagi.
Bagai bumi yang siap ditanami, bagai matahari yang menerangi apa dan siapa pun
di hamparan bumi.
Iman yang menyapa, tersenyum, dan
memahami. Bukan iman yang menggumpal menjadi kemarahan, dendam dan penghancuran
atas nama apa pun. Iman harus mengejawantah menjadi cinta kasih yang membangun
harapan dan kebaikan bagi semua makhluk Tuhan.
Menghadapi perubahan cepat-dahsyat yang
dapat meremukkan manusia, iman adalah pilot terpercaya yang memastikan kita
sampai ke tujuan. Tentu, iman yang dirasakan oleh orang lain sebagai cinta
kasih yang mengejawantah. Bukan iman yang tenggelam dalam palung hati, tak
memancar keluar, tak terlihat menjadi perilaku yang mendamaikan dalam
kebersamaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd