Pearl putri tuan Krab memasuki masa
puber. Sebagaimana kebanyakan anak perempuan yang sedang mengalami pubertas,
selera makannya meningkat, dan ia doyan makan apa saja tanpa merasa kenyang.
Semua makanan yang ada di rumah sudah tak bersisa, namun ia tak kenyang juga.
Tuan Krab puniung alias pusing, pening
dan bingung menghadapinya. Bukannya memanfaatkan makanan yang masih bertumpuk
si restoran. Tuan Krab malah mencuri makanan di kediaman Sponge Bob dan
Squidward. Sialnya, ia ketangkap tangan. Squidward memanfaatkan kesalahan ini
untuk memeras tuan Krab. Ia berhasil mendapatkan gigi emas tuan Krab, sedangkan
Sponge Bob sangat prihatin dan berusaha menolong tuan Krab.
Sponge Bob kemudian membuat kraby patty
khusus dan diberikan pada Pearl. Pearl mengunyahnya dengan semangat dan lahap.
sampai-sampai ia menyemburkannya,semburan kedewasaan. Sekejab kemudian, ia
merasa kenyang dan sehat segar kembali. Tuan Krab terherman-herman alian heran
sampai manyun. Ia bertanya pada Spong Bob,"Resep rahasia apa yang
digunakan untuk membuat kraby patty khusus itu?" Sponge Bob dengan santai
menjawab, " CINTA".
Cinta adalah kekuatan luar biasa yang
bersumber dari Nafas Sang Maha Cinta. Tak usah heran bila cinta lebih indah
dari Taj Mahal yang dibangun atas nama cinta, lebih kokoh dari Tembok Cina,
melampaui kekuatan Piramida, mengatasi ketinggian Menara Eiffel, mengalahkan
keteguhan Patung Liberty, lebih bercerita dibanding relief Borobudur, dan
menjulang melewati Monas.
Jutaan syair puisi dan lagu, lukisan
dan karya seni lain mengungkapkan keindahan, kompleksitas, romansa, dan
kekuatan cinta. Kita tak bisa membayangkan hidup tanpa cinta. Nafas kemanusiaan
adalah cinta.
Para ahli neurosains telah membuktikan
anak-anak yang dibesarkan tanpa cinta dan kasih sayang serta belaian hangat,
tumbuh menjadi manusia yang berjiwa perusak penghancur, psikopat sadis, pelaku
kriminal yang melampaui batas, pembunuh tanpa ampun, dan pemerkosa hak-hak
kemanusiaan. Bukankah penembak sadis di sebuah SD di negeri Om Sam yang baru
saja menghentakkan kemanusiaan kita adalah produk dari pengasuhan minus cinta?
Cinta bukan sekedar obat bagi semua
penyakit kemanusiaan. Melampaui itu, cinta menentukan keberadaan, kebertahanan,
dan kebermaknaan kita sebagai manusia. Atas dasar fakta ini, secara pribadi
saya meyakini bahwa yang membuat iblis tak menerima keberadaan manusia adalah
karena manusia bisa merasakan, menghayati, dan menularkan cinta. Iblis tak bisa
dan tak pernah bisa. Jelas sudah mengapa ada manusia yang bisa bermetamorfosa
menjadi iblis. Mungkin terlebih dulu menjadi dajjali, dajjal dan iblis.
Cinta melahirkan dan menumbuhkembangkan
bahasa kasih sayang, ketulusan, kehangatan dilandasi empati mendalam. Karena
itu dasar untuk mencintai adalah pemahaman empatis, dan menerima apa adanya.
Bila mencintai hanya bedasar menerima apa adanya, bisa jadi akan berakhir
dengan pertanyaan 'adanya apa?'. Jika telah begini, cinta hanyalah komoditi dan
transaksi. Paradigma inilah yang melahirkan cinta satu malam, dan cinta empat
hari. Tentu saja, itu bukan cinta, tapi sekedar jual-beli.
Cinta mengisyaratkan kesabaran dan
penerimaan, serta mempersyaratkan kehendak untuk berkorban dan berbagi. Bukan
kehendak untuk berkuasa. Penelaran cinta adalah peduli dan berbagi, jadi
menyebar keluar, ke sesama dalam semangat kebersamaan. Titik Puspa bilang ke
gurun aku ikut, ke kutub aku turut, bersama sehidup semati. Sedangkan penalaran
kekuasaan adalah memusat, berkumpul di dalam dan di seputar ego, dengan
semangat menguasai dan mengendalikan.
Karena itu, cinta menjadi rusak berantakan saat diujudkan dengan
penalaran kekuasaan. Ujungnya mencintai berarti menguasai. Sejatinya, mencintai
bermakna memekarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd