Minggu, 23 Desember 2012

RESEP CINTA SPONGE BOB



Pearl putri tuan Krab memasuki masa puber. Sebagaimana kebanyakan anak perempuan yang sedang mengalami pubertas, selera makannya meningkat, dan ia doyan makan apa saja tanpa merasa kenyang. Semua makanan yang ada di rumah sudah tak bersisa, namun ia tak kenyang juga.

Tuan Krab puniung alias pusing, pening dan bingung menghadapinya. Bukannya memanfaatkan makanan yang masih bertumpuk si restoran. Tuan Krab malah mencuri makanan di kediaman Sponge Bob dan Squidward. Sialnya, ia ketangkap tangan. Squidward memanfaatkan kesalahan ini untuk memeras tuan Krab. Ia berhasil mendapatkan gigi emas tuan Krab, sedangkan Sponge Bob sangat prihatin dan berusaha menolong tuan Krab.

Sponge Bob kemudian membuat kraby patty khusus dan diberikan pada Pearl. Pearl mengunyahnya dengan semangat dan lahap. sampai-sampai ia menyemburkannya,semburan kedewasaan. Sekejab kemudian, ia merasa kenyang dan sehat segar kembali. Tuan Krab terherman-herman alian heran sampai manyun. Ia bertanya pada Spong Bob,"Resep rahasia apa yang digunakan untuk membuat kraby patty khusus itu?" Sponge Bob dengan santai menjawab, " CINTA".

Cinta adalah kekuatan luar biasa yang bersumber dari Nafas Sang Maha Cinta. Tak usah heran bila cinta lebih indah dari Taj Mahal yang dibangun atas nama cinta, lebih kokoh dari Tembok Cina, melampaui kekuatan Piramida, mengatasi ketinggian Menara Eiffel, mengalahkan keteguhan Patung Liberty, lebih bercerita dibanding relief Borobudur, dan menjulang melewati Monas.

Jutaan syair puisi dan lagu, lukisan dan karya seni lain mengungkapkan keindahan, kompleksitas, romansa, dan kekuatan cinta. Kita tak bisa membayangkan hidup tanpa cinta. Nafas kemanusiaan adalah cinta.

Para ahli neurosains telah membuktikan anak-anak yang dibesarkan tanpa cinta dan kasih sayang serta belaian hangat, tumbuh menjadi manusia yang berjiwa perusak penghancur, psikopat sadis, pelaku kriminal yang melampaui batas, pembunuh tanpa ampun, dan pemerkosa hak-hak kemanusiaan. Bukankah penembak sadis di sebuah SD di negeri Om Sam yang baru saja menghentakkan kemanusiaan kita adalah produk dari pengasuhan minus cinta?

Cinta bukan sekedar obat bagi semua penyakit kemanusiaan. Melampaui itu, cinta menentukan keberadaan, kebertahanan, dan kebermaknaan kita sebagai manusia. Atas dasar fakta ini, secara pribadi saya meyakini bahwa yang membuat iblis tak menerima keberadaan manusia adalah karena manusia bisa merasakan, menghayati, dan menularkan cinta. Iblis tak bisa dan tak pernah bisa. Jelas sudah mengapa ada manusia yang bisa bermetamorfosa menjadi iblis. Mungkin terlebih dulu menjadi dajjali, dajjal dan iblis.

Cinta melahirkan dan menumbuhkembangkan bahasa kasih sayang, ketulusan, kehangatan dilandasi empati mendalam. Karena itu dasar untuk mencintai adalah pemahaman empatis, dan menerima apa adanya. Bila mencintai hanya bedasar menerima apa adanya, bisa jadi akan berakhir dengan pertanyaan 'adanya apa?'. Jika telah begini, cinta hanyalah komoditi dan transaksi. Paradigma inilah yang melahirkan cinta satu malam, dan cinta empat hari. Tentu saja, itu bukan cinta, tapi sekedar jual-beli.

Cinta mengisyaratkan kesabaran dan penerimaan, serta mempersyaratkan kehendak untuk berkorban dan berbagi. Bukan kehendak untuk berkuasa. Penelaran cinta adalah peduli dan berbagi, jadi menyebar keluar, ke sesama dalam semangat kebersamaan. Titik Puspa bilang ke gurun aku ikut, ke kutub aku turut, bersama sehidup semati. Sedangkan penalaran kekuasaan adalah memusat, berkumpul di dalam dan di seputar ego, dengan semangat menguasai dan mengendalikan.  Karena itu, cinta menjadi rusak berantakan saat diujudkan dengan penalaran kekuasaan. Ujungnya mencintai berarti menguasai. Sejatinya, mencintai bermakna memekarkan.

Cinta tertanam dalam palung hati setiap insan. Dalam pengasuhan, orang tua dan lingkungan yang menentukan arah tumbuh kembangnya, melalui keteladanan, dan perilaku nyata seperti belaian lembut dan bisikan mesra. Perhatian, kesabaran, dan pengorbanan adalah ragi yang membantu proses pematangannya. Seperti tuan Krab, kebanyakan kita gagal karena enggan berkorban memberikan yang terbaik dengan ketulusan. Cinta harus ditumbuhkan melalui praktik eksperensial dalam kehidupan sehari-hari, karena cinta menjadikan manusia memantapkan kodrat kemanusiannya dan membuat hidup bermakna. Percayalah, DI LUAR CINTA, YANG ADA HANYA ANARKI, KEKEJAMAN DAN PENGHANCURAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd