Rabu, 19 Desember 2012

KONDOM BATIK



Ada yang berubah dengan kondom. Dulu kondom dikenal sebagai alat kontrasepsi yang dikaitkan dengan program Keluarga Berencana, dibagikan secara sangat terbatas oleh para penyuluh dan tidak mudah didapatkan. Kondom hanya dijual di apotik, kebanyakan orang, terutama kaum pria, malu-malu atau bahkan malu membelinya. Membeli kondom sungguh membuat tak sedap hati, sampai-sampai tak kuat menatap wajah pegawai apotik yang menjualnya. Menyebutkan kata kondom pun rasanya tak pantas, karena itu para pembeli tak pernah menyebut  kondom, tetapi karet. Tentu saja maksudnya bukan karet gelang. Masak sih harus diikat pake karet gelang.

Kini sangat mudah mendapatkan kondom, semudah membeli permen. Di mini market kondom diletakkan dekat permen di depan kasir. Memang sengaja dibuat begitu untuk memudahkan. Sambil membayar, kondom bisa ditambahkan pada belanjaan yang tinggal dibayar.  Praktis dan mudah. Di tukang rokok pinggir jalan kondom juga ditampilkan bersama permen. Akhirnya kondom semakin mendekati permen. Kemasannya dibuat penuh warna dalam kotak-kotak kecil seperti layaknya kotak permen. Dan aromanya juga seperti permen, yang paling disukai adalah aroma stroberry. Karena kini yang lagi tren adalah permen jahe, tidak usah kaget jika akan ada kondom jahe. Agak hangat dan pedes, jadi lebih nendang.

Mengikuti perkembangan teknologi digital bisa jadi setelah i-pod, i-phone, dan i-pad, akan muncul, i-condom. Kondom dengan remote control dan bisa diisi ulang.

Kondom memang ada hubungannya dengan keintiman. Rasanya belum ada orang yang berani membeli kondom dan menjadikannya balon hiasan perayaan ulang tahun. Keintiman itu menunjukkan nilai rasa dan emosi. Dalam kaitan ini pantas untuk mencoba menciptakan kondom batik. Siapa tahu yang menggunakannya akan merasakan semangat keindonesiaan yang khas, semacam nasionalisme dan rasa cinta Indonesia yang langsung dihayati dengan makk nyess...

Agar menarik, paling tidak ada dua pilihan, kondom batik cetak, dan kondom batik tulis yang lebih eksotik dengan cita rasa tinggi. Pasti menarik. Bercinta dengan kondom batik, bergairah, penuh corak dan warna. Akan semakin legit bila ditambahkan cita rasa gudeg yang lengket menggumpal. MANUSIA MEMANG SERING TAK TERDUGA, MENCIPTA APA SAJA!

1 komentar:

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd