Sebagian Sumatera dikelambui asap tebal. Kehidupan sangat terganggu. Pelajar terpaksa ujian dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan. Orang yang terkena ISPA terus bertambah. Titik api tidak semakin berkurang. Jadwal penerbangan kacau balau. Kerugian ekonomis pastilah sangat besar. Kerugian sosial lebih besar lagi. Pada banyak tempat yang terkena akibat, terjadi kerusakan lingkungan yang parah.
Para pejabat dari gubernur sampai dengan presiden, perang pernyataan di media massa. Tindakan yang diambil sungguh belum bisa kendalikan titik api. Polisi menangkapi sejumlah orang, para pelaku lapangan. Kita tak pernah tahu apakah aktor intelektualnya akan ditangkap juga. Dari tahun ke tahun pembakaran hutan terjadi. Kita belum pernah mendengar ada penangkapan berkaliber, selalu yang ditangkap adalah pelaku lapangan dan satu tingkat di atasnya. Biasanya tidak lebih dari kepala dusun.
Persoalan asap ini sungguh mengerikan. Terjadi setiap tahun. Pemerintah selalu heboh bila asap sudah sampai negeri jiran. Tahun ini pemerintah kurang heboh karena tidak sampai negeri jiran. Seakan-akan bila yang terkena rakyat sendiri seakan bukan masalah besar. Rupanya pemerintah lebih menjaga hubungan baik dengan negeri jiran daripada keselamatan bangsa sendiri.
Negeri ini sungguh aneh. Banyak bencana terjadi secara berulang-ulang. Ironisnya, bencana yang sama terulang lagi dengan keakutan yang semakin meningkat setiap tahun. Pembakaran hutan adalah yang paling spektakuler karena menjadi semacam bencana berkala yang terjadi secara sangat meluas.
Sebenarnya masalah asap ini sangat sederhana dan mudah diselesaikan jika kita sungguh mau menegakkan hukum dengan setegak-tegaknya. Mengapa? Hutan-hutan yang terbakar itu kan bukan lahan liar yang tak jelas siapa pemiliknya. Juga selalu terbukti bahwa setelah hutan dibakar, kan tidak dibiarkan kosong, tetapi muncullah kebun kelapa sawit atau lahan pertanian berskala luas. Fakta ini membuat kita bertanya-tanya, apakah benar pembakaran hutan yang luas dan masif ini hanya dilakukan oleh para perambah hutan yang merupakan rakyat kecil?
Jadi, bukan luar biasa atau aneh bila banyak orang berfikir, jangan-jangan memang ada 'mafia asap' yang mengatur semuanya. Karena setelah heboh asap, perkebunan kelapa sawit terus bertambah. Kita tahu bahwa perkebuman kelapa wasit adalah bisnis besar yang butuh modal besar. Dalam konteks Indonesia, apa bisa bisnis besar seperti kebun kelapa sawit tidak melibatkan pejabat? Kasus penangkapan Bupati Buol dan petinggi Partai Demokrat Hartati Murdaya dengan tegas menunjukkan bahwa bisnis kelapa sawit bukan saja melibatkan pejabat, juga petinggi partai yang lagi berkuasa.
Susah diterima akal sehat bila pembakaran hutan besar-besaran ini dilakukan perambah hutan yang sekadar mau membuka ladang baru. Dari jumlah titik api yang selalu diumumkan oleh pihak resmi sangat jelas terpapar bahwa pembakaran hutan ini bersifat sangat massif dan membutuhkan modal tidak sedikit untuk melakukannya.
Sudah seharusnya kita membentuk sebuah badan independen yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki komitmen tinggi serta pengaruh besar untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mendalam dibantu sejumlah LSM dan perguruan tinggi untuk mencaritemukan aktor inteletual dan jejaring pembakar hutan.
Bila pembakaran hutan yang sangat masif dan telah terbukti memberi dampak bagi turunnya kualitas hidup dan lingkungan sebagai akibatnya. Banyaknya rakyat yang menjadi korban. Serta mempermalukan negeri ini di mata internasional. Tidak ditangani dengan tegas, sistematis, dan pasti. Bisa diprediksi dengan akurasi tinggi, setiap tahun akan terulang kembali. Bahkan dengan tingkat keakutan yang makin parah.
Pembakaran hutan adalah bencana yang hampir sepenuhnya merupakan kejahatan yang dilakukan manusia. Dan tampaknya dilakukan secara sistematis dengan tujuan yang sangat jelas. Karena itu kita harus berani tegaskan, jangan pernah kezhaliman terhadap rakyat terus dibiarkan.
Pembakaran hutan bukan merupakan kejahatan kriminal biasa. Tetapi kejahatan berlapis yang bisa dikategorikan sebagai kejahatan lingkungan, kejahatan kemanusiaan, dan kejahatan korporasi. Saatnya untuk dengan tegas dan keras melawan para penjahat pembakar hutan sampai ke akar-akarnya.
Bila kita alpa melakukan pemberantasan yang sistematis dan masif, dapat dipastikan negara bangsa ini akan menghadapi situasi yang semakin akut dan akan terus diremehkan, karena bisa dikangkangi pemodal besar.
NEGARA BANGSA INI MEMBUTUHKAN TEROBOSAN DAN KEBERANIAN UNTUK MEMBONGKAR KEJAHATAN PEMBAKARAN HUTAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd