Anak-anak kita sungguh dikepung dan dikeroyok kekerasan. Kekerasan terhadap anak-anak kita menyerbu dari berbagai arah, mungkin arahnya lebih banyak daripada penjuru angin.
Sebagian anak-anak kita, terutama yang secara sosial ekonomis termasuk kelompok menengah dan miskin mengalami kekerasan bertubi-tubi. Kekerasan mereka alami sejak di rumah tangga, di lingkungan terdekat, di tempat bermain atau di tempat anak-anak itu mencari rezeki, di sekolah, dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas, bahkan di panti asuhan bagi anak yang terpaksa mukim di situ.
Jangan pernah berfikir bahwa berbagai kasus yang kini terjadi adalah kasus khusus yang tidak terjadi di tempat lain. Selalu terjadi, kasus seperti ini terbongkar karena sudah keterlaluan, tidak sengaja, dan kerja keras para awak media. Artinya, lemahnya pengawasan oleh pemerintah sangat memungkinkan kasus seperti ini terjadi di banyak tempat, tetapi tidak terpantau.
Kekerasan juga melanda semua anak tanpa melihat status sosial melalui televisi. Apakah sejumlah acara televisi tidak akan berdampak buruk bagi anak dalam jangka panjang? Perhatikan dengan seksama acara sejumlah televisi pada jam-jam utama. Sekarang lagi ngetren acara hiburan yang melibatkan sejumlah artis dengan menu utama saling merendahkan dengan ucapan-ucapan tak pantas, saling memukul meskipun menggunakan akat yang tidak berbahaya, dan dengan sengaja menunjukkan perilaku yang tidak pantas seperti mengentuti orang di depan umum, membongkar kehidupan pribadi para bintang, dan yang sedang top melakukan manipulasi kesadaran. Semua ini masih lagi ditambahai dengan penggunaan pakaian yang secara sengaja memamerkan aurat, terutama dilakukan oleh pembawa acara wanita. Semuanya dilakukan hanya untuk memancing tawa. Mau ketawa aja koq mesti mempertontonkan kekerasan verbal, fisik, dan psikis!
Apakah sungguh tidak terfikir bagi pembuat dan pelaku acara tersebut, bahwa tontonan seperti ini, yang ditayangkan setiap malam pada jam-jam utama akan mempengaruhi secara negatif tumbuh kembang dan perilaku anak-anak kita pada masa depan? Apakah ukuran keberhasilan sebuah acara adalah hiburan yang memancing tawa dan tingkat rating? Dan dimana kehadiran pemerintah?
Di samping acara-acara komedi yang sangat aneh itu, masih ditambah lagi sejumlah sinetron yang menjadikan kebencian, iri hati, gontok-gontokkan, persaingan tidak sehat, sebagai tema utama. Ada pula acara agama yang ustaznya lompat-lompat, joged-joged, dan pameran kekayaan, serta gaya hidup mewah. Masih ditambah lagi acara berita yang menyajikan gambar kejar-kejaran polisi dengan penjahat, penghakiman masa, dan razia tempat maksiat yang mempertontonkan orang mabuk dan wanita berpakaian seadanya. Tak ketinggalan acara debat yang menampilkan orang yang saling memaki dengan emosi negatif yang tak bisa disembunyikan.
Di berbagai belahan dunia, semua penelitian menunjukkan bahwa acara televisi yang buruk terbukti sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak secara negatif. Itulah sebabnya ada kebijakan pengetatan seleksi acara dan mengurangi jam anak menonton televisi. Apa yang secara nyata sudah kita lakukan?
Tidak berhenti sampai di situ. Lihatlah pertumbuhan warnet dan tempat nggames. Sampai ke pelosok desa fasilitas itu banyak tersedia. Apakah kita punya waktu untuk menyaksikan dan memeriksa apa yang anak-anak kita mainkan dalam rentang waktu yang sangat panjang, di rumah atau di tempat-tempat bermain games?
Dulu ada WWE yang bikin heboh karena kekerasannya. Sekarang telah ada generasi barunya WWE 2K14 yang tidak kalah mengerikan. Assassin's Creed IV yang makin canggih dan sadis, Ragnarok yang makin meriah tarungnya, Heroes of Atarsia yang baru di launching, Yaiba Ninja Gaiden Z yang menampilkan paradigma berbeda dengan gaya Tomonobu Itagaki. Masih banyak yang lain seperti Legendary Heroes, Tekken yang terus bermetamorfosa, The Phantom Pain, Castlevania: Lord of Shadow, Wild Hunt, Dragon Ball Z, Lord of Fallen, The Order: 1886, Dead Rising 3, Call of Duty: Ghosts, Killzone: Shadow Fall, dan sejumlah besar games yang isinya adalah tarung habis sampai titik darah penghabisan. Kekerasan dalam games itu pastilah sangat berbahaya. Sampai-sampai Kementrian Kebudayaan Republik Rakyat China melarang Battlefield 4. Di Indonesia para menteri tampaknya lebih asyik ngurusin pemilu yang sudah di depan mata.
Keasyikan anak-anak kita berjam-jam bermain games bukan saja dapat merusak matanya. Lebih mengerikan lagi, merusak otak dan jiwanya! Paling tidak kini ada penyakit baru karena games yaitu dysautonomia yaitu stres akibat main games.
Sekarang, kitalah yang akan tentukan. Hari depan seperti apa yang akan dimasuki anak-anak kita.
MEMBIARKAN SEMUA KEKERASAN MENYERBU ANAK-ANAK ADALAH TANDA KETAKPEDULIAN PADA MASA DEPAN BANGSA INI.
IA APRILIA
BalasHapus4915131403
P.IPS.A 2013
Kekerasan terhadap anak akan mempengaruhi perkembangan otak anak. apalagi anak-anak dibawah umur yang sudah menghadapi kekerasan, seharusnya orang tua memperhatikan atau mengawasi hal-hal yang dilakukan oleh anaknya. karena sekarang banyak media yang menampilkan hal-hal yang berbau negatif, jka anka itu belum mengerti mereka akan mengikuti hal-hal tersebut. seharusnya pemerintah lebihmengawasi hal hal tersebut karena itu bisa mengakibatkan dampak buruk bagi anak-anak Indonesia.
pertanyaan
1. bagaimana jadinya negara indonesia di masa yang akan datang jka anak''nya sekarang sudah diserbu dnegan berbagai macam kekerasan ?
2. apakah para pemerintah tidak melakukan pengawasan untuk hal-hal yang berbau negatif?
3. apakah para orang tua tidak mengawasi ketika anaknya sedang menonton televisi yang mengandung unsur negatif
Nama : Ilmiawan Dwi Yulianto
BalasHapusNim : 4915131370
kelas : P.IPS.A.2013
Saya sangat setuju dengan tulisan bapak yang berjudul “kekerasan dan anak”. Setelah saya baca tulisan bapak saya jadi mengerti tentang kekerasan dan anak. Masalah dari kekerasan dan anak ini muncul karena faktor dari acara tv dan juga tingkah para pelaku pemeran yang tidak patutut di contoh, seperti kekerasan dan dalam peran tersebut dimainkan anak-anak yang menjadi pemeran pengeroyokan oleh pemeran orang dewasa, apa lagi ini menjadi terlihat tayangan televisi di indonesia sangat tidak bermutu dan tidak mengajarkan dengan kebaikan dan peran yang baik. Acara baik dan patut di contoh juga kalangan masyarakat akan mengetahui mana yang terbaik dan tidak.
Apalagi sekarang acara komedi yang ada di salah satu acar televisi yang berjudul Y*S itu membuat kalangan anak-anak mengikuti yang tidak baiknya dari pada baiknya, bahkan goyangan ala Oplosan membuat gempar di kalangan masyarakat termasuk anak-anak. Dan seharusnya peran pemerintah harus memberi isyarat dan memberi peringatan untuk tidak menayangkan acara yang tidak mendidik oleh anak-anak. Buat apa dengan adanya KPI (Komisi Penyiar Indonesia) kalau tidak tegas dalam acara televisi.!
Sehingga kalangan anak-anak mengikuti acara yang tidak baik seperti kekerasan dan dapat di lakukan di dunia nyata nya. Maka tak jarang terjadi kekerasan yang muncul di kalangan kaula muda termasuk saling membunuh sesama temanya dan lain-lain.
Pertanyaan:
1. Sebagai pihak kpi apakah bisa merubah dan menegor agar di berhentikan acara acara yang tidak bermanfaat?
2. Kekerasan muncul tanpa ada sebab akibatnya, maka sebagai kaula muda bagaimana cara mengontrol agar tidak terjadi kekerasan?
3. Kenapa kekerasan selalu muncul pada ego dan tidak melihat dampak dan akibat kekerasan tersebut?
dunia anak memang dunia yang sangat menyenangkan.namun hal ini mungkin hanya berlaku bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan yang penuh dengan kedamaian seperti orang tua yang harmonis dan massyarakat yang benar-benar agamis.sedangkan anak yang tinggal di lingkungan yang keras, maka sampai dewasa pun ia hanya akan beradaptasi dengan lingkungannya yang keras itu. abad 20 di warnai dengan segala bentuk kemoderenan yang menanamkan banyak perubahan yang justru berdampak sangat buruk.
BalasHapusgame online yang di dalamnya mengandung banyak gambaran kekerasan secara tidak langsung akan memacu emosi sang anak. jika dia kalah kemungkinan akan muncul rasa tidak puas, dan ketika ia bertengkar bukannya tidak ada kemungkinan ia mempraktekan adegan dalam game tadi. di sinilah sebagai peran orang tua sangat di butuhkan.
1. bagaimana asal mula game-game yang mengandung banyak unsur kekerasan ini terbentuk ??
2. mengapa ketika seorang anak bermain game jenis ini ia akan merasa betah berlama-lama memainkannya ?? apakah game ini punya daya tarik sendiri ??
3. bagaimana pula kita sebagai orang yang sudah mengerti menyikipi masalah ini ??