KPK kembali
mengumumkan tersangka baru. Tak tanggung-tanggung kali ini yang jadi tersangka
ketua BPK. Prestasi luar biasa. KPK sebelumnya menangkap tangan ketua MK dalam
kasus sogok menyogok sengketa pemilukada. Kita menunggu pimpinan lembaga negara
yang mana lagi yang akan dicokot KPK. Rasanya KPK tak berhenti sampai di sini.
Paling tidak kita berharap begitu.
Penetapan Ketua
BPK Hadi Poernomo jadi tersangka memunculkan sejumlah pertanyaan. Peningkatan
kekayaannya yang luar biasa sudah diributkan sebelum dia jadi Ketua BPK.
Anehnya dia tetap bisa lolos dalam seleksi yang dilakukan DPR, malah jadi
ketua.
Mestinya DPR
mempersoalkan lonjakan kekayaan itu. Apalagi dia akan menjadi orang nomor satu
dalam pengawasan keuangan. Jika kita mengingat kasus Miranda Goeltom yang
akhirnya terbukti melakukan sogok menyogok saat seleksi di DPR, rasanya kita
harus bertanya, apakah DPR sungguh-sungguh telah bersih dari praktik
sogok-menyogok dalam seleksi pejabat?
Kita sangat
menghargai upaya-upaya KPK membongkar kasus ini. Penghargaan kita semakin
meningkat karena KPK periode ini menangkapi banyak pejabat yang masih menduduki
jabatannya. Tidak menunggu mereka lengser. Selain Ketua MK dan BPK, ada
menteri, presiden dan ketua umum partai yang berkuasa, petinggi kepolisian yang
sudah masuk kategori jenderal, Kepala SKK Migas, dan sejumlah gubernur aktif.
Kita sangat
berharap pola-pola pemberantasan korupsi yang sekarang sedang dikembangkan KPK
dapat terus bertahan dan ditingkatkan. Pola tangkap tangan yang diintesifkan
KPK terbukti sangat ampuh untuk menangkapi pelaku korupsi yang tergolong kelas
atas yaitu para pejabat tinggi negara dan partai.
Penelusuran harta
pejabat yang melonjak naik, menghasilkan tersangka baru yaitu ketua KPK. Tentu
saja bukan hanya dia seorang yang mengalami peningkatan kekayaan spektakuler.
Kita berharap KPK mengintensifkan pola ini agar makin banyak pejabat yang
mendadak menjadi kaya banget bisa diperiksa secara intensif dan bisa dibuktikan
dari mana dia dapatkan kekayaan yang spektakuler itu.
Dari kasus Djoko
Susilo, Wawan, Akil, dan Hadi Poernomo rakyat banyak semakin yakin bahwa memang
ada pejabat, kita tidak tahu jumlahnya, yang memanfaatkan jabatannya untuk
menumpuk harta. Para pejabat ini telah tunjukkan secara nyata bahwa mereka
tidak amanah dan mengkhianati kepercayaan rakyat. Sudah sepantasnya mereka
dihukum seberat-beratnya. Pendapat mantan Ketua MK Jimly Asshidiqie sebaiknya
pejabat yang korupsi dihukum mati tampaknya bisa dipertimbangkan untuk
benar-benar diujudkan. Karena korupsi adalah sebuah tindakan yang
sungguh-sungguh merugikan rakyat dalam jumlah besar. Mudah-mudahan hukuman yang
keras seperti hukuman mati bisa menimbulkan efek jera bagi para koruptor dan
calon koruptor.
Kita juga sangat
berharap agar kasus besar seperti Century segera dituntaskan sampai ke
akar-akarnya. Kita harus percaya dan mendorong secara positif agar KPK
membongkar habis dan menangkap siapa pun yang terlibat dalam kasus itu, siapa
pun tanpa terkecuali. Begitu pula dalam kasus Hambalang dan SKK Migas.
Jangan terikut
arus memberondong KPK dengan macam-macam tuduhan tanpa bukti, hanya bermodalkan
spekulasi dan rasa iri dengki benci. Kita memang harus terus mengkritisi KPK
tetapi untuk memperkuat dan memotivasi agar KPK bertindak lebih cepat.
Meski beresiko,
KPK harus berani membongkar dan menyeret
siapa pun yang terlibat kasus korupsi. Tak peduli mereka itu berada pada lingkar
dalam kekuasaan, bahkan yang sedang di puncak kekuasaan. Sebab Indonesia adalah
negara hukum, bukan negara kekuasaan. Maknanya hukum adalah panglima, ditegakkan
dengan pasti dan adil.
Dalam kaitan
inilah kita harus mendukung dan mempertahankan KPK dari para koruptor dan kaki
tangannya yang sekarang ini sedang berjuang keras untuk melemahkan dan
menghancurkan KPK. Kita harus membantu KPK melawan mereka. Jangan pernah lupa
para koruptor dan anteknya iru ada di mana-mana. Dalam partai politik, jajaran
legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Kita jangan pernah takut pada mereka.
Negara ini sudah
lama digerogoti, dikunyah munyah dan diluluhlantakkan oleh para koruptor.
Sekarang ganti kita kunyah habis para koruptor. Jangan beri celah secuil pun
untuk mereka. Bila ditangkap dan diadili, mereka harus dipenjara sekaligus
dimiskinkan, dipermalukan. Dengan demikian siapa pun yang menjadi pejabat atau
pemegang kuasa menjadi sadar betul bahwa jika berani korupsi habislah dia.
Jangan pernah
lemah menghadapi koruptor. Kita harus sangat tegas dan keras pada koruptor.
Hanya dengan cara inilah kita bisa selamatkan negeri ini dari cengkeraman
mereka. KPK lah yang terbukti mampu hadapi dan bersikap keras pada mereka. Atas
dasar itulah kita harus mengambil sikap tegas menghadapi upaya-upaya pelemahan
KPK.
Percayalah, bila
KPK tetap berdiri kokoh, akan lebih banyak lagi koruptor kelas kakap yang akan
ditangkap dan digoreng. Tidak peduli siapa pun mereka. Dengan demikian KPK bisa
berfungsi sebagai katalisator untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Karena
negara-negara yang makmur, yang dapat memberikan layanan terbaik bagi rakyatnya
adalah negara yang bersih dari korupsi seperti negara-negara Skandinavia yaitu
Denmark, Swedia, Finlandia dan Norwegia.
NEGERI INI AKAN
MAKMUR DAN SEJAHTERA JIKA PARA KORUPTOR KITA PERANGI SAMPAI TUNTAS.
Indonesia merupakan negara yang hukum akan tetapi hukumnya dapat di lemah kan oleh uang. agaknya rakyat Indonesia tidak perlu kaget lagi ketika mendengar hal serupa seperti ini. Indonesia yang setengah mati di merdekakan oleh para pahlawan kita. saat penjajahan yang telah mencabik-cabik tanah air. mungkin arwah para pahlawan akan menangis di sana melihat kusus korupsi berantai yang tak kunjung habis ini.
BalasHapusindonesia tanah nya subur di pupuk dari darah para syuhada. alamnya ramah berkat cucuran doa dan air mata para orang-orang yang mengasihi negerinya. dan sekarang korupsi terjadi lagi dan lagi. semua koruptor telah merusak semuanya. merusak tatanan negeri ini. mereka menyia-nyiakan kepercayaan lebih dari 200 juta penduduk indinesia. mereka menjadi kaya dengan memiskinkan yang lainyya, mereka kenyang dengan melaparkan yang lainnya. dan mereka pintar dengan membodohi orang lain.
sebbuah buku kajian islam pernah membahas bahwa semua bencana yang terjadi di negeri ini karen peringatan dari yang maha kuasa. akan tetapi korupsi itu sudah menjadi budaya, peduli apa pada Tuhan ?
1. mengapa selalu ada saja celah untuk bisa korupsi ?
2. mengapa harus selalu pejabat penting yang melakukan korupsi dan manipulasi ? apakah ia gila harta ? atau bagaimana ?