Kamis, 15 Mei 2014

TENTANG DUA MANTAN PEJABAT

Ini kisah nyata. Ada dua orang mantan pejabat. Mereka tidak saling kenal. Tadinya yang satu berkantor di Jalan Thamrin, satunya lagi di Jalan Sudirman. Keduanya pernah jadi pejabat tinggi di dua departemen. Yang satu, dua tahun lebih dulu pensiun dibanding yang lain.

Yang lebih dulu pensiun kini tinggal di desa kecil di pedalaman Bogor. Ia berkebun, memelihara ikan di empang, dan membantu sebuah yayasan pendidikan, serta menjadi pengurus masjid. Ia juga aktif dalam komunitas penggemar sepeda ontel. Istrinya membantu ibu-ibu di desa mengembangkan berbagai keterampilan dari menjahit sampai membuat kue-kue kering. Ia juga aktif mendirikan PAUD komunitas bersama ibu-ibu yang aktif di majelis taklim.

Keempat anak mereka sudah berumah tangga. Kini mereka sudah memiliki lima cucu. Meski sudah semakin tua, keduanya sehat. Oleh karena itu bisa aktif melakukan berbagai kerja sosial. Di rumah mereka yang sederhana ada seorang pembantu perempuan dan seorang pembantu lelaki yang merangkap menjadi supir dan tukang kebun.

Belakangan ini si pensiunan itu semakin aktif karena ada perguruan tinggi swasta yang memintanya mengajar. Ia ahli keuangan, jadi bisa mengajar terkait dengan topik itu. Agaknya dia kini makin bahagia karena pada usia tua masih berguna bagi sesama.

Pensiunan yang satu lagi tinggal di daerah Jakarta Selatan. Waktunya sebagain besar habis hanya untuk pulang pergi ke rumah sakit besar yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Tubuhnya mirip tempat sampah, kumpulan berbagai penyakit yang berbahaya dan menghabiskan banyak duit. Istrinya baru saja keluar dari perawatan rumah sakit karena gangguan pada empedu, ada batu nyempil di empedunya. Karena sudah agak besar dan merusak empedu, akhirnya empedunya terpaksa dibuang.

Uangnya juga habis ngurusi putra pertamanya yang keluar masuk penjara karena narkoba. Sementara anak keduanya hidup berantakan karena ditinggal begitu saja oleh suaminya. Dulu anak perempuannya ini kawin muda, sekarang anaknya sudah dua. Dan anak bungsunya, seorang lelaki pergi entah ke mana. Sungguh ini keluarga yang sangat berantakan.

Para tetangga pensiunan yang pertama yakin betul bahwa mantan pejabat yang suka membantu mereka adalah orang yang sangat baik. Dalam usia senja ia bersama istrinya menghabiskan waktu untuk membantu masyarakat, dan tetap sehat. Mereka berkeyakinan saat manjadi pejabat dulu pastilah ia pejabat yang baik. Mereka yakin karena melihat gaya hidupnya yang sederhana, ia sangat santun dan wajahnya selalu dihiasi senyuman. Ia sangat cekatan membantu saat ada tetangga sakit di tengah malam. Ia menyetir sendiri mobil sewaktu mengantar orang sakit itu ke rumah sakit PMI Bogor. Ia urusi tetangga yang memang orang tidak mampu itu sampai pulang dari rumah sakit.

Bila bulan Ramadhan tiba bahkan anak-anaknya yang tinggal di Jakarta rajin menyelenggarakan berbagai acara seperti buka bersama di masjid, dan berbagai acara santunan untuk anak yatim. Rasanya hidup mereka memang penuh keberkahan. Menjelang lebaran keluarga ini membagikan paket lebaran kepada keluarga tidak mampu di desa ini. Itulah sebabnya semua orang di desa ini merasa sangat beruntung pensiunan ini menghabiskan masa pensiunnya di desa ini. Bila panen ikan, tak ada seekor pun yang dijual, semuanya dibagikan secara merata ke semua penduduk. Semua orang berdoa agar keluaraga ini mendapat ridho dari Alllah. Semua orang yakin berkah hidup si pensiunan dan keluarganya pastilah akibat baik dari masa lalunya yang baik, saat ia menjadi pejabat.

Bersebalikan dengan itu dengan mantan pejabat yang mukim di Jakarta Selatan. Penduduk di sekitar rumahnya berlomba-lomba menyumpahinya. Sekeluarga mereka dikenal sebagai orang-orang yang sombong dan belagu. Para penduduk tidak pernah lupa bagaimana kecurangannya saat memaksa para tetangganya menjual tanah dan rumah ketika ia ingin memperlebar rumahnya.  Semua tetangga berkeyakinan ia adalah pejabat yang korup. Karena gaya hidup mereka sekeluarga sangat berlebih-lebihan.

Rumahnya bagai istana, beragam mobil mahal terparkir di depan rumahnya. Tetapi kini terpapar jelas kebangkrutannya. Tampaknya penyakit yang menggerogoti si pensiunan dan istrinya serta kehancuran hidup anaknya yang menjadi penyebab kebangkutan itu. Saat mereka sangat membutuhkan, tak ada seorang pun yang bersedia jadi pembantu di rumah itu, meski dibayar mahal. Keluarga ini dikenal galak dan sangat kasar pada pembantu. Itulah sebabnya banyak orang menghujat dan mendoakan agar keluarga ini mendapat azab karena semua kejahatannya.

Kita tak pernah bisa memastikan apakah yang dialami kedua mantan pejabat itu benar-benar akibat dari perilaku mereka sebagai pejabat pada masa lalu. Apakah penyakit dan semua problem mantan pejabat yang keluarganya juga bermasalah itu terjadi karena kebanyakan menikmati uang yang tidak jelas? Kita tak pernah bisa pastikan. Yang pasti adalah

KEBAIKAN MELAHIRKAN KEBAIKAN, DAN KEJAHATAN BERBUAH KEJAHATAN.

74 komentar:

  1. Ini sebuah cermin. Sama-sama pejabat tapi beda nasib. Dua persamaan yang sangat berbeda. Sebelumnya saya tertarik mendengar cerita bapak mengenai dua pejabat, ketika memberikan pengetahuan melalui bedah bukunya. Ini sangat dan sangat sulit ditebak. Dua pejabat dengan dua karakter yang berbeda. Benar adanya ketika pepatah mengatakan apa yang kita tanam itu yang akan kita petik hasilnya. Ini sangat menarik jika diteliti menggunakan metode penelitian kualitatif, mewawancarai sekitar rumah dua pejabat dan berbincang dengan pejabat itu sendiri. Maka hasil dari apa yang kita ingin ketahui akan didapatkan. Apa benar pejabat yang tinggal dibogor tak melakukan korupsi ? Apakah kita dapat meyakinkan bahwa pejabat yang tinggal di Jaksel tidak memiliki riwayat penyakit dari muda ? Kebenaran harus dicari sebelum kebenaran hilang ditelan bumi.

    BalasHapus
  2. Nama : Akhmad Rayhan Aditya
    Kelas/NIM : PIPS 2013 A/4915131399

    Assalamualaikum wr.wb
    Pejabat identik dengan hidup yang terpenuhi. setiap orang mendambakan profesi menjadi pejabat, sebab menduduki strata sosial yang lebih tinggi di masyarakat, di hormati orang, mendapat gaji bulanan yang tidak biasa dan belum lagi fasilitas2 penunjang kerjanya.
    Memang manusia memiliki sifat "rakus" nan tidak puas setelah apa yang ia dapatkan, dalam watak rakusnya perlahan muncul sifat menjajah orang - orang disekitarnya menjajah dalam artian ingin mengatur dan perlahan - lahan menguasai sesuatu yang dimiliki orang sekitarnya seperti tulisan bapak diatas "memaksa para tetangganya menjual tanah dan rumah ketika ia ingin memperlebar rumahnya.".
    kita tidak dapat mengetahui berapa pastinya pejabat - pejabat di negeri ini apakah masih banyak pejabat yang baik nuraninya, jika kita mendapat informasi dari televisi yang hanya memberitakan hal - hal negatifnya saja seperti pejabat tersangkut kasus suap pajak, skandal perselingkuhan, korupsi dan lain sebagainya, saya percaya masih banyak orang baik diluar sana yang ingin menggunakan jabatannya untuk membantu kaum yang dibawahnya dengan catatan jangan mudah memberikan kepercayaan pada seseorang apalagi dengan teman dekat yang menyangkut pemberian jabatan penting disuatu lembaga/instansi negara. sesungguhnya berbuat kebaikan akan kembali menuai yang baik.

    BalasHapus
  3. pertanyaan :
    1. apakah manusia selalu lupa akan harta yang harus ia keluarkan dari sebagian pendapatannya dan hanya mencari dan mencari saja??
    2. mengapa bisa sebegitu tega nya seorang yang memiliki kekuasaan dan hidupnya sudah tercukupi jika di istilahkan "masih kurang" dan masih saja ingin merampas kepunyaan orang lain??
    3. apakah benar pernyataan "jika kita mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak benar timbul permasalahan yang amat hebat" ? berikan alasan konkritnya.

    BalasHapus
  4. NAMA : NATALIA
    NIM : 4915122536
    JURUSAN : PENDIDIKAN IPS

    Komentar :
    Siapa yang tidak ingin menjadi seorang petinggi (pejabat)? Sebagian besar orang pasti mau menduduki kursi sebagai seorang pejabat. Tetapi,yang menjadi permasalahannya adalah, apakah kita mampu menahan segala tantangan yang menggoda diri (seperti memakan uang rakyat, mementingkan kepentingan pribadi bukan kepentingan bersama dll)?
    Harta bukan segalanya dalam kehidupan ini. Harga tidak akan dibawa mati. Sehingga dari kasus kedua mantan pejabat ini menggambarkan realita kehidupan bahwa apa yang kita tuai maka itulah yang akan kita dapat.

    Pertanyaan :
    1. Apakah sumpah jabatan tidak menjamin kebenaran seseorang dalam bekerja?
    2. Mengapa keinginan untuk korupsi selalu menjelma dalam sebagian besar jiwa seorang petinggi (pejabat)?

    Terima Kasih

    BalasHapus
  5. Ahmad Fauzan Lukman (4915122519)
    Pendidikan IPS A 2012

    Saya rasa contoh-contoh yang bapak paparkan diatas merupakan realita yang tak terbantahkan terjadi di sekitar kita. Selalu ada saja macam-macam ornag yang seperti ini, ada yang baik dan ada pula yang buruk. Dalam hal memiliki amanah seperti menjadi pejabat tinggi, Tinggal bagaimana kita memilih, apakah ingin menjalankan amanah itu dengan baik? maka balasan kebahagiaan lah yang akan di dapat baik itu pada kehidupan sekarang maupun yang akan datang setelahnya. Atau ingin menjalankan amanah tersebut dengan berbagai penyimpangan-penyimpangan yang merugikan banyak orang? maka kehancuranlah yang akan didapat baik itu pada kehidupan sekarang maupun yang akan datang setelahnya.

    1. Apakah esensi dari sebuah amanah?
    2. Bagaimana seharusnya kita menyikapi dan memetik hikmah dari contoh-contoh yang diberikan oleh bapak diatas?

    BalasHapus
  6. Maya Yulia Dwi Putri Maranatha
    4915122540
    Pendidikan IPS A 2012

    apa yang kita tabur, nantinya itu pula yang kita tuai. mungkin itulah kalimat yang menggambarkan 2 pejabat diatas. 2 gambaran kehidupan pensiunan yang amat berbeda 180 drajat antara si baik, dan si jahat. memang, sebagai manusi kita tidak bolweh menjudge orang lain karena yag perlu kita lakukan adalah menilai diri kita sendiri. tapi, tanpa disadari, perilaku seseorang yang baik, akan dengan sendirinya menanamkan niali kebaikan dirinya pada orang lain begitu pula sebaliknya. jadi tidaklah heran jika seseorang dapat mengetahui seberapa bermanfaatnya kerja keras yang ia lakukan disaat muda, ketika ia telah tua nantinya.

    kasus ini menggambarkan bahwa harta yang ditimbun seseorang semasa muda, tidak akan berguna pada akhirnya jika kita tidak mendapatkannya dengan cara yang baik serta menanamka nilai yang luhur pada orang lain. karena tidak dapat dipungkiri jika kita sebagai manusia yang hidup sebagai makhluk sosial pastinya membutuhkan bantuan orang lain, meski dalam hal sekecil apapun.

    dari tulisan tersebut, saya mengajukan 4 pertanyaan:
    1. apakah segala perbuatan yang baik nantinya akan selalu berbuah kebaikan?
    2. apa yang membuat seseorang menjadi pribadi yang serakah dalam hidupnya dan menghalalkan segala cara demi mendapatkan harta?
    3. mengapa dalam kasus tersebut terjadi ketimpangan antara satu dengan yang lainnya?
    4.apakah pendidikan karakter yang kurang kuat dari orang tersebut dapat menyebabkan perbedaan karakter yang sangat mencolok?

    BalasHapus
  7. Suratno Ariangga
    4915122557
    Pendidikan IPS A 2012

    Tulisan Bapak ini sangat menarik, menceritakan dua pola kehidupan berbeda tentang pensiunan pejabat. Pola kehidupan pensiunan pertama dengan kehidupan sederhana tapi bahagia, sedangkan pola kehidupan kedua dengan kehidupan glamor tapi penyakitan. Perbedaan itu tak lepas dari perilaku mereka ketika berstatus pejabat, apakah pejabat itu amanah atau malah korup? itu semua bisa tercermin dari pola kehidupannya. Jika suatu penghasilan didapatkan dengan cara yang berkah pasti kehidupannya pun akan berkah dan itu pun akan tercermin dari perilaku orang tersebut yang cenderung santun karena sudah terbiasa membudayakan sebagai pejabat yang amanah. Sementara itu, jika penghasilan didapatkan tidak berkah maka kehidupannya pun tidak berkah. Karena orang tersebut hanya berpikir bagaimana cara mendapatkan uang bukan cara mengemban amanah. Alhasil, dia akan mensalah gunakan jabatannya demi kepentingan pribadi. Walaupun dia hidup dengan keserba adaan tapi hidupnya akan terteror kesengsaraan, karena itu tercermin pada halal atau tidaknya mereka dalam mencari rupiah. Pada hakikatnya kebaikan seseorang akan tercermin dalam keberkahan hidupnya dan Keridhoan Tuhan akan kerberkahan hidup seseorang sebagai balas budi kebaikan orang tersebut.

    Dari pernyataan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
    a. Apa yang melatar belakangi perbedaan kedua pola kehidupan pejabat pensiunan tersebut?
    b. Apa yang mendorong pejabat untuk melakukan tindak korupsi?
    c. Bagaimana pengaruh pejabat yang amanah dan yang korupsi terhadap pola kehidupannya?

    BalasHapus
  8. Nama : Aditya Dovio Erlangga
    NIM : 4915122531
    Pendidikan IPS A 2012

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kekuasaan memang menjadikan manusia berkompetisi untuk saling memperebutkannya, menjadikan manusia sebagai seorang pemain dalam permainan politik. Kekuasan diinginkan oleh hampir seluruh masyarakat tak terkecuali menjadi seorang pejabat. Namun terkadang yang terjadi dalam realita terjadi disintegrasi antara peran dan status yang dimiliki oleh seorang pejabat dalam tanggung jawab kepada rakyat.
    status yang dimiliki merupakan panutan dalam masyarakat yang menaruh harapan padanya untuk membuat kehidupan kearah yang lebih baik, namun amanah ini banyak diselewengkan dan dijadikan angin lalu tanpa harapan oleh banyak pejabat yang menduduki kekuasaan, mereka menyibukkan diri dengan kekayaan dunia dan hasrat keinginan untuk selalu lebih.
    Belum lagi, keinginan partai dibelakangnya menuntut pergantian finansial mereka selama menjadi calon pejabat.
    Namun sese=ungguhnya apa yang mereka cari bukanlah yang segalanya di dunia namun amanah yang dipegang haruslah dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

    Pertanyaan :
    1. Apa yang menyebabkan pejabat menghancurkan integrasi dari status dan peran yang dimilikinya ?
    2. Sosok seperti apakah yang dibutuhkan masyarakat untuk emmilih pemimpinnya kelak ?
    3. Bagaimana sistem hukum di Indonesia dalam menyikapi realita permasalahan pejabat seperti ini ?

    BalasHapus
  9. Nama : Ayatusyifa Wulandari
    Kelas : P. IPS A 2013
    NIM : 4915131390

    Menurut saya mengenai tulisan bapak yang berjudul " TENTANG DUA MANTAN PEJABAT " ini memang bukanlah sebuah dongeng dari negeri antah berantah, saya yakin bahwa apa yang dialami oleh kedua pejabat yang kini telah pensiun namun memiliki kehidupan yang berbeda di usia tuanya bukanlah hanya sebuah kebetulan. terkadang kita tak sadar apa yang kita lakukan di masa sekarang akan berbuah dan terbalas di masa mendatang. Karena, roda tak hanya diam di tempat pastilah akan terus berputar selama nitrogen masih terdapat di dalam ban tersebut, sama seperti hidup manusia sebelum ajal menjemput dan selama masih mampu untuk menghembuskan nafas pasti hidup itu akan terus berjalan tak mungkin statis. Suatu kejadian memang tak selamanya terbentuk karena takdir ataupun kejadian yang kebetulan terjadi, oleh sebab itu jangan pernah menyianyiakan hidup hanya untuk berfoya - foya, hidup ini tak kekal maka kita harus siapkan bekal, hidup ini tak lama maka kita harus memiliki makna, karena hidup ini tak berjalan lurus melainkan berputar.

    pertaanyaan :
    1. Apa saja kiat - kiat menjadi pemimpin yang baik bukan hanya untuk banyak orang tetapi juga untuk diri sendiri agar tidak ada yang dirugikan dan semua berjalan sebagai menstinya ?
    2. Bagaimana filsafat ilmu menjawab mengenai problema yang terjadi mengenai kisah dua mantan pejabat yang kini hidup dalam dua sisi yang berbeda ?
    3. Mengapa banyak para pejabat yang bisa bebas memakmurkan diri dan keluarganya ? apakah tidak ada pengamanan yang kuat untuk mencegah terjadinya memperkaya diri sendiri di kalangan para pejabat ?

    BalasHapus
  10. Indrianie Dewi (4915122544)
    P.IPS A 2012


    Kita tidak pernah mengetahui rencana tuhan dikemudian hari. Oleh sebab itu selagi kita masih dapat hidup didunia ini alangkah baiknya kita dapat berbuat baik terhadap sesama tanpa memandang status ataupun jabatannya. Karena dengan berbuat baik kepada orang lain hidup yang akan kita rasakan nantinya akan terasa damai sehingga kita dapat memperoleh kebahagian didalam hidup kita. Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apakah setiap orang memiliki sifat jahat dalam dirinya?
    2. Apakah dengan berperilaku baik terhadap orang lain akan selalu membawa dampak positif?
    3. Apakah faktor lingkungan turut berperan dalam membentuk perilaku seseorang?

    BalasHapus
  11. Nama: Marsella Dwi Rahmah
    NIM: 4915131394
    Ini adalah 2 kisah yang saling bertolak belakang antara 2 mantan pejabat, yang 1 masa tuanya masih dipenuhi keberkahan dan yang 1 lagi masa tuanya sia-sia. Saya meyakini betul bahwa apa yang kita perbuat maka kita sendiri yang akan menuainya. Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Kegiatan mulia yang dilakukan mantan pejabat yang tinggal diBogor patut dicontoh, walaupun ia mempunyai status yang tinggi tetapi dia tetap rendah hati. Dibanding dengan mantan pejabat yang 1 lagi yang sombong pada masa sewaktu dia menjabat. Berbuat baik sekecil apapun jika dilakukan dengan ikhlas pasti allah meridhoi, jangan meremehkan dan mejelekkan orang lain apalagi sampai menyakiti karena hati orang yang tersakiti atau orang-orang yang teraniaya itu doanya cepat dikabulkan oleh Allah, mungkin mantan pejabat yang penyakitan ini dimurkai oleh Allah karena kesombongannya makanya dia ditegur melalui penyakitnya sedangkan pejabat yang baik hati ini sampai sekarang hidupnya sejahtera karena doa dari orang yang telah dibantu dan hasil dari perbuatan baiknya kepada orang lain. Tulisan bapak diblog ini sangat menarik karena ini bisa dijadikan contoh bagi saya untuk bertindak dan berperilaku.
    1. Mengapa terkadang orang lupa bahwa semua yang dia dapatkan hanyalah titipan dari Allah?
    2. Apakah ada berbuat jahat demi kebaikan?
    3. Kenapa orang-orang yang mempunyai status tinggi rentan terhadap tindakan korupsi?

    BalasHapus
  12. Nama: Marsella Dwi Rahmah
    NIM: 4915131394
    Ini adalah 2 kisah yang saling bertolak belakang antara 2 mantan pejabat, yang 1 masa tuanya masih dipenuhi keberkahan dan yang 1 lagi masa tuanya sia-sia. Saya meyakini betul bahwa apa yang kita perbuat maka kita sendiri yang akan menuainya. Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Kegiatan mulia yang dilakukan mantan pejabat yang tinggal diBogor patut dicontoh, walaupun ia mempunyai status yang tinggi tetapi dia tetap rendah hati. Dibanding dengan mantan pejabat yang 1 lagi yang sombong pada masa sewaktu dia menjabat. Berbuat baik sekecil apapun jika dilakukan dengan ikhlas pasti allah meridhoi, jangan meremehkan dan mejelekkan orang lain apalagi sampai menyakiti karena hati orang yang tersakiti atau orang-orang yang teraniaya itu doanya cepat dikabulkan oleh Allah, mungkin mantan pejabat yang penyakitan ini dimurkai oleh Allah karena kesombongannya makanya dia ditegur melalui penyakitnya sedangkan pejabat yang baik hati ini sampai sekarang hidupnya sejahtera karena doa dari orang yang telah dibantu dan hasil dari perbuatan baiknya kepada orang lain. Tulisan bapak diblog ini sangat menarik karena ini bisa dijadikan contoh bagi saya untuk bertindak dan berperilaku.
    1. Mengapa terkadang orang lupa bahwa semua yang dia dapatkan hanyalah titipan dari Allah?
    2. Apakah ada berbuat jahat demi kebaikan?
    3. Kenapa orang-orang yang mempunyai status tinggi rentan terhadap tindakan korupsi?

    BalasHapus
  13. Diandra Sukma Zahara (4915122534)

    Kisah dan kehidupan nyata antara dua mantan pejabat yang bapak tuliskan di atas sungguh sangatlah berbeda satu sama lain. Yang satu memiliki kehidupan yang penuh kebahagiaan dan keberkahan serta selalu menebar manfaat dan kebaikan kepada orang lain yang membutuhkan, tetapi yang satu lagi memiliki kehidupan yang dapat dikatakan tidaklah baik, keluarganya tidaklah harmonis, anak-anaknya tidaklah menjadi anak yang berguna, serta selalu dilanda kesakitan secara fisik maupun mental. Saya meyakini bahwa kehidupan antara dua mantan pejabat tersebut pada masa sekarang merupakan cerminan atau dampak dari perbuatan, sikap, maupun tingkah laku kedua mantan pejabat tersebut pada kehidupan masa lalunya. Entah saat mereka menjadi pejabat ataupun sebelum mereka menjadi pejabat. Karena apa yang kita lakukan baik itu keburukan atau kejahatan, maka suatu saat nanti akan berbalik pada diri kita sendiri dampaknya.

    Pada kisah mantan pejabat yang kehidupan keluarganya harmonis, sering menebar kebaikan dan manfaat kepada orang lain, serta disegani oleh orang banyak pastilah pada masa kehidupannya yang lalu, ia selalu membantu orang lain dan mencari rezeki dengan cara yang hala karena dari rezeki yang halal itulah membawa keberkahan kepada kehidupannya.

    Pertanyaan yang saya ajukan:
    1) Mengapa masih ada orang yang melakukan kejahatan dalam hidupnya padahal ia sudah mengetahui adanya "hukum karma"?
    2) Dalam hal ini berarti apakah hukum karma memberikan efek jera kepada orang yang selalu berbuat kejahatan?

    Terimakasih.

    BalasHapus
  14. SITI ALAWIYAH
    4915131385

    Pejabat yang memiliki sifat yang sangat berbeda ini dapat kita jadikan sebuah pelajaran bagi hidup kita. Kita dapat melihat bahwa perbuatan yang baik akan mendapatkan hal yang baik pula dan sebaliknya perbuatan jahat akan mendapatkan kejahatan pula. Di dalam dunia ini semua agama mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada siapapun tidak boleh memandang agama, ras maupun status orang sekalipun. Bila kita memiliki hal yang lebih dari dalam diri kita baik dari pengetahuan maupun materi sebaiknya kita berbagi kepada oranglain agar dapat bermanfaat bukan hanya untuk diri kita sendiri melainkan dapat bermanfaat bagi orang lain. Jangan pernah takut rezeki kita akan habis bila sering kita berikan kepada orang lain bahkan bila rezeki kita berikan kepada orang lain rezeki kita akan datang mengalir begitu saja. Bila kita tidak memiliki materi yang lebih kita dapat memberikan keterampilan, pengetahuan dan tenaga kita kepada oranglain. Saya meyakini walaupun banyak orang yang tidak memiliki rasa empati kepada oranglain hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak memiliki rasa ingin berbagi apa yang mereka miliki baik materi, pengetahuan maupun keterampilan dan tidak memperdulikan lingkungan sekitar.Tetapi saya juga meyakini bahwa masih lebih banyak lagi orang yang peduli terhadap sesama dan lingkungan yang ingin selalu berbagi apa yang mereka miliki kepada oranglain agar lebih bermanfaat untuk diri mereka dan oranglain.

    1. Bagaimana bila kita sudah berbuat baik kepada oranglain tetapi kita dibalas dengan kejahatan? Apakah kita harus membalas dengan kejahatan pula?
    2. Bagaimana kita sebagai makhluk yang memiliki kesepurnaan yang lebih daripada mahluk hidup lain dapat selalu berbuat baik terhadap sesama?
    3. Apakah manusia dapat selalu konsisten dalam berbuat baik?
    4. Mengapa ada manusia yang memiliki sifat yang jahat di dunia ini? apakah tuhan sengaja menciptakan manusia eperti itu agar ada perbedaan sifat di dunia ini?

    BalasHapus
  15. Dessy Permata Sari
    4915131417
    P.IPS REG A

    Pejabat. Siapa yang tak mau menjadi pejabat? Memiliki kekuasaan, kekayaan, dan dihormati orang banyak. Tetapi tujuan di masa menjabat? Itu di kembalikan kepada masing-masing pejabat. Mau menjabat untuk mensejahterakan masyarakat atau untuk mensejahterakan diri sendiri. Dalam tulisan diatas, menceritakan 2 pejabat di masa tuanya. Walaupun mereka sama-sama pernah menjadi pejabat, tetapi mereka memiliki kisahnya masing-masing dalam menjalani masa tua. Pejabat pertama merasakan masa tua yang bahagia sedangkan pejabat kedua menjalani masa tua dengan kesengsaraan menjalani beberapa penyakit di dalam tubuhnya. Ada kemungkinan bahwa apa yang mereka rasakan saat ini, ada hubungannya ketika ia duduk menjadi pejabat. Cerita diatas sesuai dengan peribahasa, “apa yang kita tanam itulah apa yang kita tuai”. Dapat diketahui, ketika menjadi pejabat godaan banyak bermunculan mulai dari tahta, harta, dan wanita. Tetapi godaan tersebut akan luluh lantah apabila kita mempunyai pendirian yang kuat dan iman yang kuat. Karena tidak semua pejabat memiliki perilaku buruk!
    1. Pejabat seharusnya memberikan cerminan yang baik terhadap rakyat. Tetapi mengapa di era sekarang banyak pejabat yang melakukan penyelewengan dan tidak memberikan contoh yang baik terhadap rakyat?
    2. Mengapa pejabat terkadang bertindak sewenang-wenang? Apakah kekuasaan yang dimiliki menjadi alasannya?

    BalasHapus
  16. Annisa Ekafenty Ramadhania (4915131407)
    Pendidikan IPS A 2013

    Cerita ini menggambarkan sebuah kisah nyata yang bisa kita ambil hikmah. Darimanakah kita dapat mengambil hikmah tersebut? Tentu dalam sebuah hikmah kita harus mengerti dan menyadari bagaimana sikap kita terhadap orang lain. Apa yang telah kita lakukan, ucapkan, dan perilaku yang telah kita lakukan kepada orang lain, akan kembali pada diri sendiri. Bagi manusia yang selalu menolong dengan ikhlas serta terus berbuat baik insya allah di kemudian hari akan ada pembalasan. Bukan kita mengharapkan suatu pembalasan, tetapi nantinya allah yang maha adil akan bisa menilai bagaimana perbuatan kita terhadap orang lain. Begitupun dengan sebaliknya. Jika kita telah berbuat jahat kepada orang lain, niscaya cepat atau lambat akan terbalas kejahatan tersebut kepada kita. Bagi siapa yang menabur benih, maka akan memetik hasilnya. Begitu pun dengan kebaikan dan kejahatan. Barang siapa yang menuai kebaikan atau kejahatan, maka di kemudian hari akan memetik suatu hasil dan pembalasan.

    1. Bagaimana jika perbuatan baik tidak di dasari dengan suatu rasa ikhlas?
    2. Mengapa keserakahan akan suatu harta sangat umum terjadi di kalangan pejabat?
    3. Apakah manusia selalu memiliki kecenderungan untuk berbuat jahat? Bagaimana dengan balasan di akhirat nanti?

    BalasHapus
  17. Erviani dwi putri
    4915122545
    PIPS A 2012

    memang segala yang kita tanam di dunia ini tergantung kepada diri sendiri, ketika menanam kebaikan pastilah buah yang tumbuh juga kebaikan, tetapi sebaliknnya ketika kejahatan yang ditanam maka yang dipanen adalah kejahatan entah kapan tanaman itu berbuah tapi akan ada waktunnya saat panen itu tiba, dunia merupakan tempat tinggal makhluk hidup dimana semua perbuatan yang dilakukan manusia hanya mereka yang tau, oleh karena itu bermanfaat untuk semua orang tidaklah mudah bahkan seorang presiden pun bukan berarti dengan menjalankan tugasnnya ia dapat bermanfaat bagi semua rakyatnnya, karena berbuat adil adalah hal sulit, membaca cerita diatas membuat kita sebagai hamba tersadar bahwa harta bukanlah jaminan untuk hidup dengan baik di dunia, Allah SWT selalu merencanakan sesuatu yang lebih indah dibanding rencana manusia, kebahagiaan selalu di dapat dengan cara yang sederhana, tak perlu rumah mewah, emas atau kendaraan, cukup dengan menjadi bermanfaat bagi semua orang itu merupakan kebahagiaaan yang sejati dan tidak dapat diukur ataupun dinilai. "maka berlomba-lombalah dalam kebaikan"
    1. mengapa penyesalan selalu datang diakhir, sedangkan seharusnnya sebelum ada penyesalan manusia bisa lebih berhati-hati?
    2. bagaimana cara untuk berbuat kebaikan tanpa adannya musuh?

    BalasHapus
  18. SITI MARIA ULPAH
    4915131401
    P.IPS A 2013
    Well… setelah membaca tulisan Bapak dengan judul “ Tentang dua Mantan Pejabat” kisahnya sangat berlawanan sekali. Memang keduanya adalah mantan pejabat. Tetapi cara mereka menghabiskan masa pensiun mereka itu sangat berlawanan. Yang satu dengan tetap aktiv di lingkungan sekitar. Tetap menolong orang yang memerlukan bantuan, tidak sombong, tetap ramah. Tetapi yang satunya malah bangkrut karena uang yang dimilikinya habis untuk berobat. Ketika memerlukan bantuan tidak ada yang datang menolong. Sepertinya memang kisah dua mantan pejabat itu sebagai akibat dari perilakunya semasa menjabat dulu. Karena tidak mungkin jika dulu ketika masih menjabat ia menjadi orang yang baik dan ketika sudah pensiun tidak ada orang yang peduli. Pastilah orang akan mengingat kebaikan dia dan berbuat baik pula padanya. Tetapi jika dulu ia menjadi pejabat yang menggunakan kekuasannya dengan sewenang-wenang, percayalah tidak akan ada orang yang mau menolongnya. Semua perbuatan pasti akan mendapat balasannya. ‘you will serve, what you deserve’.
    Pertanyaan
    1. Sikap apa yang harus kita gali lagi untuk menjadi orang yang baiknya tidak temporary saja?
    2. Bagaimana jika ada orang yang tidak suka dengan kebaikan kita dan malah menggunjing kita?
    3. Jika sudah tidak ada yang ingin bergaul lagi dengan kita, hal apa yang mesti kita lakukan?

    BalasHapus
  19. Laura Turena
    4915122549

    Menjadi apapun kita dunia ini bekerjalah semaksimal mungkin bukan hanya karena ingin uang kemudian korupsi .Perbuatan yang kita mulai hari ini akan berefek panjang pada hidup kita selanjutnya .Berefek baik atau buruk itu berada di tangan kita bukan orang lain .

    Apa yang kita tabur itulah apa yang kita tuai Segala hal yang kita lakukan di masa lalu akan menjadi gambaran di masa depan kita .

    1.Bangaimana seorang pejabat agar bisa puas terhadap gaji yang ia dapet ?
    2.Bangaimana agar Praktek Korupsi berkurang di Negri ini ?dan Apa hukuman yang pantas ?

    BalasHapus
  20. NAMA : RENI NURJANAH
    NIM : 4915131388
    KELAS : P. IPS A 2013

    Mendengar kisah dua orang mantan pejabat yang mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda, nampaknya cerita tersebut dapat menjadikan motivasi bagi para pejabat di luar sana yang tanpa merasa takut, mereka begitu bebas dan bahagianya menikmati uang hasil korupsinya. Korupsi di negara kita memang sudah ada sejak zaman dulu, sejak negara ini belum merdeka pun korupsi itu sudah ada. Tetapi yang membedakan korupsi di zaman sekarang dengan zaman dulu adalah bahwa korupsi di zaman sekarang ini agaknya menjadi hobby yang tak terelakkan bagi siapapun. Terlebih lagi bagi seorang pejabat petinggi negara. Makanya tak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba memperebutkan kursi untuk sebuah kekuasaan yang akan mendongkrak taraf hidupnya dan mengedepankan kesejahteraannya dengan cara yang tidak halal. Pertanyaannya apakah semua petinggi negara seperti itu? Siapapun kalau sudah menduduki kekuasaan, pasti bagaimanapun juga ia akan tetap mempertahankan kekuasaanya dan memanfaatkan kekuasaan tersebut dengan cara korupsi gunua investasi kehidupan yang akan datang. Ini memang bukan urusan kita untuk membahas bagaimana kehidupan seorang pejabat. Tapi ini merupakan keharusan kita sebagai warga negara yang patuh pada ideologi negara kita Pancasila, kita harus mempertahankan martabat bangsa ini di depan negara-negara lain. Jangan sampai akibat adanya korupsi yang merajalela, negara kita dianggap sebelah mata oleh berbagai macam belahan dunia. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, semua adalah titpan sang Maaha Pencipta. Tugas kita di bumi hanya menjalankan perintah-Nya dan menjauhkan segala larangann-Nya dengan selalu berbuat baik pada orang lain yang mebutuhkan. Hidup itu harus dijalani dengan penuh kesederhanaan, karena apabila dengan penuh kemewahan apabila terjadi seperti di dalam cerita ini, maka seseorang yang terbiasa hidup mewah ketika jatuh miskin ia stress dan hidupnya berantakan, terombang-ambing seperti ditiup angin topan yang sangat dasyat.
    Pertanyaan:
    1. Metode apa yang bapak gunakan dalam meneliti sebuah keluarga tersebut, sehingga bapak dapat menceritakan kondiisi dari masing-masing keluarga tersebut dengan rici?
    2. Apakah solusi yang tepat untuk mengatasi kasus yang terjadi pada pejabat yang kehidupan keluarganya berantakan?
    3. Pendekatan apa yang bapak gunakan dalam meneliti kedua mantan pejabat tersebut?

    BalasHapus
  21. NAMA : RENI NURJANAH
    NIM : 4915131388
    KELAS : P. IPS A 2013

    Mendengar kisah dua orang mantan pejabat yang mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda, nampaknya cerita tersebut dapat menjadikan motivasi bagi para pejabat di luar sana yang tanpa merasa takut, mereka begitu bebas dan bahagianya menikmati uang hasil korupsinya. Korupsi di negara kita memang sudah ada sejak zaman dulu, sejak negara ini belum merdeka pun korupsi itu sudah ada. Tetapi yang membedakan korupsi di zaman sekarang dengan zaman dulu adalah bahwa korupsi di zaman sekarang ini agaknya menjadi hobby yang tak terelakkan bagi siapapun. Terlebih lagi bagi seorang pejabat petinggi negara. Makanya tak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba memperebutkan kursi untuk sebuah kekuasaan yang akan mendongkrak taraf hidupnya dan mengedepankan kesejahteraannya dengan cara yang tidak halal. Pertanyaannya apakah semua petinggi negara seperti itu? Siapapun kalau sudah menduduki kekuasaan, pasti bagaimanapun juga ia akan tetap mempertahankan kekuasaanya dan memanfaatkan kekuasaan tersebut dengan cara korupsi gunua investasi kehidupan yang akan datang. Ini memang bukan urusan kita untuk membahas bagaimana kehidupan seorang pejabat. Tapi ini merupakan keharusan kita sebagai warga negara yang patuh pada ideologi negara kita Pancasila, kita harus mempertahankan martabat bangsa ini di depan negara-negara lain. Jangan sampai akibat adanya korupsi yang merajalela, negara kita dianggap sebelah mata oleh berbagai macam belahan dunia. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, semua adalah titpan sang Maaha Pencipta. Tugas kita di bumi hanya menjalankan perintah-Nya dan menjauhkan segala larangann-Nya dengan selalu berbuat baik pada orang lain yang mebutuhkan. Hidup itu harus dijalani dengan penuh kesederhanaan, karena apabila dengan penuh kemewahan apabila terjadi seperti di dalam cerita ini, maka seseorang yang terbiasa hidup mewah ketika jatuh miskin ia stress dan hidupnya berantakan, terombang-ambing seperti ditiup angin topan yang sangat dasyat.
    Pertanyaan:
    1. Metode apa yang bapak gunakan dalam meneliti sebuah keluarga tersebut, sehingga bapak dapat menceritakan kondiisi dari masing-masing keluarga tersebut dengan rici?
    2. Apakah solusi yang tepat untuk mengatasi kasus yang terjadi pada pejabat yang kehidupan keluarganya berantakan?
    3. Pendekatan apa yang bapak gunakan dalam meneliti kedua mantan pejabat tersebut?

    BalasHapus
  22. Nama : Nurkhasanah
    NIM : 4915122553
    Pendidikan IPS A 2012

    Assalamualaikum wr.wb
    Setelah saya membaca tulisan pak Nusa di atas, yang isinya menjelaskan perbedaan yang sangat jauh dari mantan pejabat satu dan mantan pejabat yang lainnya. Yang satunya masa pensiunannya dipenuhi dengan sikapnya yang selalu ingin bermanfaat bagi orang banyak, sedangkan yang satunya melewati masa tuanya dengan kesakitan yang teramat.

    Jika pak Nusa dalam tulisan di atas menjelaskan bahwa apa yang terjadi kepada kedua pensiunan mantan pejabat itu tentunya tidak bisa dipastikan mengenai masa lalu mereka saat menjadi pejabat seperti apa. Tetapi saya sangat setuju dengan kalimat terakhir yang pak Nusa tuliskan pada tulisan di atas yang isinya yakni bahwa “kebaikan melahirkan kebaikan, dan kejahatan berbuah kejahatan”. Dan menurut saya apa yang terjadi sekarang pada kedua pejabat tersebut merupakan cerminan pula dari apa yang mereka perbuat saat di masa lalu.

    Terkait tulisan bapak di atas, saya menanyakan beberapa hal, yakni :
    1. Bagaimana kinerja kedua mantan pejabat yang kini sudah pensiun itu saat masih menjabat ?
    2. Apa benar jika kinerja mantan pejabat yang kini sering sakit-sakitan ini karena ia dahulunya saat bekerja sering memakan uang rakyat (uang tidak halal) sehingga sekarang merupakan balasan yang ia dapat, mengingat bahwa kebaikan melahirkan kebaikan dan kejahatan berbuah kejahatan ?
    3. Bagaimana pertanggung jawaban mereka dengan pekerjaan mereka, mengingat sebelum diangkat menjadi pejabat, pasti mereka melakukan sumpah jabatan ?
    Terimakasih, Wassalamualaikum wr. wb

    BalasHapus
  23. Nama: Mamay Gumelar
    NIM: 4915 12 2541
    Prodi: P.IPS A' 2012

    Fakta dari cerita di atas adalah sebuah realita hakikat kehidupan. Semuanya berbalik kembali pada keyakinan individual. Apakah kita mau percaya ataukah tidak percaya terhadap hukum alam atau hukum karma?, bahwa setiap perbuatan KEBAIKAN MELAHIRKAN KEBAIKAN, DAN KEJAHATAN BERBUAH KEJAHATAN.

    Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang saya ajukan:
    1. Apakah sesungguhnya makna dari hukum alam atau hukum karma tersebut?
    2. Apakah peristiwa nyata tentang kehidupan kedua mantan pejabat tersebut termasuk fenomena dari berlakunya hukum alam atau hukum karma?
    3. Mengapa ilmu pengetahuan tidak mampu menelusuri fenomena dari berlakunya hukum alam atau hukum karma terhadap kehidupan manusia?
    4. Mengapa hukum alam atau hukum karma berkaitan dengan keyakinan manusia?
    5. Bagaimana sesungguhnya cara kerja hukum alam atau hukum karma terhadap keberlangsungan hidup manusia?
    6. Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai manusia yang berbudaya dalam menyikapi fenomena dari berlakunya hukum alam atau hukum karma tersebut?

    Terima kasih

    BalasHapus
  24. NAMA : FANNY FITRIYANI
    NIM : 4915131376
    P.IPS A 2013

    Hidup sederhana itu sebenarnya indah. Banyak makna serta pelajaran yang didapat dari kehidupan yang sederhana. Bagi sebagian orang mungkin kehidupan mewah adalah segalanya. Namun, apalah arti dari sebuah kemewahan jika di dalam kemewahan itu terdapat hal-hal yang negative yang justru membuat kita menjadi sombong, angkuh dan dibenci oleh banyak orang. Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki sekarang karena belum tentu apa yang kita miliki sekarang akan selamanya menjadi milik kita. Ketika membaca tulisan ini, seperti tercermin kehidupan dua keluarga yang sangat berbanding terbalik. Rasanya sangat bermanfaat dan sangat bermakna hidup orang yang sehari-harinya dijalani dengan kegiatan-kegiatan positif dan juga dengan perbuatan-perbuatan yang baik. Sebaliknya dari itu, tentu sangat miris sekali ketika ada keluarga yang hidup serba kemewahan tetapi hidupnya tidak bermanfaat dan tidak bermakna, keluarganya berantakan. Apalah arti dari kemewahan tersebut jika kita tidak merasa senang secara batin. Harta bukanlah segalanya, kita memiliki banyak harta belum tentu kita dapat bahagia. Yang membuat hidup kita lebih bermakna adalah ketika kita dapat berbagi dan berbuat baik kepada siapapun. Berbuat baik memang bukanlah hal yang mudah, tetapi jika semuanya diawali dengan niat yang baik dan juga dimaulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu maka itu akan menjadi mudah. Begitu pula sebaliknya, jika kita mengisi hari-hari kita dengan perbuatan-perbuatan buruk apalagi sampai merugikan orang lain maka hidup ini rasanya akan sukar untuk dijalani dan pasti selalu saja ada balasan untuk apa yang telah kita perbuat. Ingatlah kata pepatah “apa yang kita tanam, maka itulah yang akan kita tuai” jika kita menanam kebaikan tentu saja akan menghsilkan kebaikan pula dan begitu juga sebaliknya.
    Pertanyaan :
    • Apakah yang dilakukan di masa lalu akan sangat mempengaruhi kehidupan kita di masa depan?
    • Apa faktor yang membedakan kehidupan kedua mantan pejabat itu padahal mereka berdua sama-sama memiliki kemewahan?
    • Menurut Bapak, kebanyakan mantan pejabat yang sudah pensiun hidupnya banyak yang seperti mantan pejabat yang tinggal di pedalaman Bogor atau mantan pejabat yang tinggal di daerah Jakarta Selatan?

    BalasHapus
  25. Windi Fauziah
    4915122521
    PIPS A 2012

    Cerita di atas membuktikan bahwa apa yang selama ini tertanam dan yang dilakukan kita semasa hidup akan berdampak pula dimasa nanti. oleh karena itu tidak sepantasnya lah para pejabat di negeri ini memakan uang rakyat. karena bukan tidak mungkin hal di atas dapat saja menimpa pejabat-pejabat lain yang kini semakin marak terkuap kasusnya di muka publik karena kegemarannya mengkorupsi uang rakyat. namun beda halnya dengan pejabat yang memang betul-betul menjadi pejabat karena adanya amanah yang dipikulnya karena merasa bahwa ke pejabatannya ia ini tidak semata-mata langsung ia dapatkan melainkan di dapat dari adanya dukungan masyarakat di sekitarnya. maka berbuat baiklah kepada setiap orang di sekeliling kita tidak perduli kita ini seorang pejabat atau bukan, karena kebaikan itu akan berbuah pada saat kita hidup di dunia maupun di akhirat kelak.

    pertanyaan:
    1. bagaimana kah menghilangkan rasa tidak pernah puas dalam diri manusia agar manusia itu senantiasa bersyukur atas apa yang di dapatnya?
    2. mengapa para pejabat di negara ini kini marak melakukan korupsi? apakah gaji dan fasilitas yang diberikan dari hasil uang rakyat belum juga terpenuhi?
    3. bagaimana cara menanamkan sifat baik dan juga dermawan sejak usia dini?
    4. apakah sifat yang dimiliki pejabat tersebut merupakan sifat yang sudah tertanam kuat dalam dirinya sejak dulu?

    BalasHapus
  26. Fani Nurdianti/4915122538
    PIPS 2012 A

    Memang benar, bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan sekecil apapun itu, pasti akan ada balasannya. Baik perbuatan baik maupun buruk sekalipun. Tuhan adil sekali dalam hal ini. Apa yang kita beri pada orang lain, bagaimana cara kita memberi, pasti akan sama hal nya jika kita diberi oleh orang lain. Bahwa sesungguhnya apa yang kita lakukan akan kembali pada diri kita lagi. Kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya ialah untuk diri kita sendiri. Karena kebaikan yang kita beri, akan melahirkan kebaikan lain dari orang lain. Begitupun pula halnya dengan kejahatan. Banyak cara yang kita lakukan untuk melakukan kejahatan, maka akan banyak pula cara kejahatan itu kembali pada diri kita, membalas setiap apa-apa yang kita lakukan. Kebaikan untuk diri kita sendiri, dan kejahatan juga untuk diri kita sendiri, bergantung pada setiap hal yang kita lakukan.
    1. Apakah kemewahan hidup para pejabat merupakan salah satu yang menyebabkan banyaknya pejabat melakukan tindak kejahatan di pemerintahan seperti korupsi?
    2. Apakah sekarang ini kebanyakan orang yang mengincar kursi pejabat hanya untuk mengambil manfaat bagi dirinya sendiri tanpa memikirkan tanggungjawabnya pada rakyat?
    Ataukah budaya ‘kejahatan’ telah melunturkan budaya ‘kebaikan’ dalam diri masyarakat terutama para pejabat yang da di pemerintahan?

    BalasHapus
  27. Nama : Zulia Trisna Sari
    MIN : 4915122539
    Prodi : Pendidikan IPS A 2012

    Dari tulisan di atas dapat terlihat jelas bahwasannya apa yang sudah kita tanam dari lama tentu nantinya akan berbuah sama. Seperti halnya kebaikan dan kejahatan. Seseorang yang telah lama menanamkan sebuah kebaikan nantinya pasti akan menuai kebaikan pula dalam hidupnya. Mereka pasti memiliki ketentraman, kebahagiaan dan keberkahan. Karena mereka melaksanakan tanggung jawabnya secara benar. Sebaliknya, mereka yang sudah menanamkan sebuah kejahatan pastinya hidupya tidak akan tentram, banyak goncangan yang menerpa. Karena tanggungjawab mereka tidak sepenuhnya dilaksanakan.

    Pertanyaan :

    1. Adakah bukti yang lebih konkrit (seperti perjalanan dia sebagai penjabat bagaimana), yang menjadi alasan, sehinga menyebabkan mantan Penjabat yang tinggal di Jakarta Selatan mengalami kehancuran dalam hidupnya, begiu sebaliknya mantan penjabat yang tinggal di Pedalaman Bogor hidupnya lebih penuh berkah?
    2. Apa yang menyebabkan manusia bisa lalai dengan tanggungjawabnya?
    3. Mengapa para penjabat sekarang ini suka mempermainkan sumpah jabatan demi keuntungan pribadi, padahal tanggung jawab mereka sebenarnya bukan hanya pada sesama manusia, melainkan Tuhan?

    Terima Kasih

    BalasHapus
  28. INTAN BAHRIANI KHAER
    4915131391
    PIPS A 2013

    Kisah nyata yang tertuang diatas menggambarkan kepada kita bahwa apa yang dilakukan di masa lalu mungkin akan berdampak pada kehidupan kita di masa mendatang. Mungkin benar bahwa mantan pejabat yang tinggal di Jakarta Selatan tersebut melakukan kesalahan dalam hidupnya di masa lalu, barangkali dia merugikan banyak orang dan tidak empati terhadap sesama. Makanya saat dia mengalami cobaan berat, tak ada yang berempati padanya dan pada keluarganya. Berbeda dengan mantan pejabat yang ramah yang kini tinggal di Bogor. Ia bersama keluarganya dilimpahkan doa-doa dari para orang terdekat yang merasakan keramahan dan kemuliaan hati sang mantan pejabat. Doa adalah hal yang paling utama dalam setiap perjalanan hidup, tanpa berdoa, usaha yang sedemikian kerasanya takkan membuahkan hasil yang bermakna. Ada kekuatan dibalik doa. Doa orang yang terdzalimi akan dengan mudah terijabah karena itu dapat menjadi teguran bagi orang yang berbuat dzalim. Doa anak yatim adalah doa yang suci dan didengarkan oleh Yang Maha Mendegar. Jangan sepelekan doa, apabila ada yang mendoakan kita akan kebaikan maka resapilah. Doa yang baik akan diperoleh dari perbuatan yang baik pula. Doa yang buruk diperoleh dari perbuatan yang buruk pula. Jangan sepelekan hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita. Apa yang kita taman adalah apa yang kita tuai nantinya.

    Pertanyaan:
    1. Adakah orang yang perlakuannya buruk di masa lalu tapi hidupnya tentram di masa mendatang?
    2. sepertinya susah banyak kasus seperti ini terjadi karena sudah banyak contohnya, tape mengapa masih ada saja pejabat yang kotor?
    3. Apakah semua pejabat yang kotor selalu mengalami hal buruk di masa mendatang?

    BalasHapus
  29. INTAN BAHRIANI KHAER
    4915131391
    PIPS A 2013

    Kisah nyata yang tertuang diatas menggambarkan kepada kita bahwa apa yang dilakukan di masa lalu mungkin akan berdampak pada kehidupan kita di masa mendatang. Mungkin benar bahwa mantan pejabat yang tinggal di Jakarta Selatan tersebut melakukan kesalahan dalam hidupnya di masa lalu, barangkali dia merugikan banyak orang dan tidak empati terhadap sesama. Makanya saat dia mengalami cobaan berat, tak ada yang berempati padanya dan pada keluarganya. Berbeda dengan mantan pejabat yang ramah yang kini tinggal di Bogor. Ia bersama keluarganya dilimpahkan doa-doa dari para orang terdekat yang merasakan keramahan dan kemuliaan hati sang mantan pejabat. Doa adalah hal yang paling utama dalam setiap perjalanan hidup, tanpa berdoa, usaha yang sedemikian kerasanya takkan membuahkan hasil yang bermakna. Ada kekuatan dibalik doa. Doa orang yang terdzalimi akan dengan mudah terijabah karena itu dapat menjadi teguran bagi orang yang berbuat dzalim. Doa anak yatim adalah doa yang suci dan didengarkan oleh Yang Maha Mendegar. Jangan sepelekan doa, apabila ada yang mendoakan kita akan kebaikan maka resapilah. Doa yang baik akan diperoleh dari perbuatan yang baik pula. Doa yang buruk diperoleh dari perbuatan yang buruk pula. Jangan sepelekan hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita. Apa yang kita taman adalah apa yang kita tuai nantinya.

    Pertanyaan:
    1. Adakah orang yang perlakuannya buruk di masa lalu tapi hidupnya tentram di masa mendatang?
    2. sepertinya susah banyak kasus seperti ini terjadi karena sudah banyak contohnya, tape mengapa masih ada saja pejabat yang kotor?
    3. Apakah semua pejabat yang kotor selalu mengalami hal buruk di masa mendatang?

    BalasHapus
  30. Ayu Anggraeni
    P.IPS A / 2013
    Saya setuju dengan pendapat bapak, bagaimana hukum karma itu masih berlaku dan akan terus belaku, meskipun kita tak tahu pasti kapan kebaikan atau kejahatan yang telah kita tabur akan menuai hasilnya.
    Manusia adalah mahkluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, sehabat dan sekaya apapun orang itu pasti akan membutuhkan orang lain untuk memenuhi segala kebutuhannya, tapi yang salah dari mereka adalah mereka seringkali lupa derajatnya sebagai makhluk sosial. Mereka yang sudah kaya bergelimang harta, hebat dan memiliki kekuasaan yang luar biasa merasa paling waw, sehingga merasa tak perlu orang lain untuk membantunya, dan selalu menilai semuanya dapat dibeli dengan uang. Memang kita sebagai manusia tak pernah memungkiri dan munafik kalau kita juga butuh uang untuk memenuhi kebutuhan kita, namun itu bukan segalanya ada hal-hal yang tak dapat di beli oleh uang contohnya adalah kepercayaan, empati, simpati, kejujuran, tanggung jawab, kewibawaan, kepedulian, serta sifat sosial lainnya. Semua sifat itu tidak dibentuk dengan uang melainkan akan tumbuh sendiri dalam hati nurani dengan cara berbaur dengan lingkungan sekitar dan senantiasa rendah hati. Orang yang dibentuk karena uang senantiasa akan tumbuh menjadi pejabat yang korup, tak punya hati nurani, kasar dan keras, sombong, angkuh dan selalu ambisius untuk mengejar harta dan kekuasaan tak memperdulikan apakah cara yang diambilnya itu salah atau benar.
    Dan biasanya mereka yang telah dibentuk karena uang hidupnya tak tenang senantiasa gelisah, dan selalu dirundung kekhawitiran jika harta dan kekuasaannya akan diambil orang lain. Selain itu mereka juga akan selalu merasa sendiri walaupun disekelilingnya ramai oleh orang lain.
    Oleh karena itu perbanyaklah menabur benih kebaikan pada orang lain meskipun kita tak tahu kapan benih itu bisa dipanen dan diambil hasilnya. Tetaplah percaya bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan kejahatan akan dibalas dengan kejahatan. So kalian mau pilih yang mana banyak menabur kebaikan kah atau banyak menabur kejahatan?
    1. Bagaimana sikap kita seharusnya pada pejabat tipe dua yang senantiasa sombong dan berlaku kasar? Bukankah ada pepatah jika kejahatan itu tak boleh dibalas dengan kejahatan melainkan harusnya dibalas dengan kebaikan?
    2. Bagaimana kiranya kita menyadarkan pejabat tipe dua agar pejabat itu bisa menjadi pejabat tipe pertama? Bukankan kah setiap orang itu selalu memiliki kesempatan kedua, ketiga, dst untuk bangkit dari keterpurukannya?

    BalasHapus
  31. Anzani Mutiara
    4915131398
    P.IPS A 2013

    “Siapa yang menanam dia yang menuai” mungkin pepatah tersebut sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita, barang siapa yang menanam kebaikan maka akan lahir kebaikkan pula, dan sebaliknya barang siapa yang menanam kedengkian maka akan lahir pula keburukkan. Seperti dua orang yang terdapat dalam tulisan Bapak, keduanya sama-sama mantan pejabat namun berbeda nasib. Kasus tersebut memberikan kita gambaran jelas bahwa setiap orang yang berbuat baik terhadap sesama, maka kelak hidupnya pun akan berkah, seperti mantan pejabat yang tinggal di Bogor, dimata para tetangganya dia merupakan seorang yang rendah hati, baik dan suka membantu, sehingga kebaikanya itu menjadi nilai positif bagi kehidupannya. Berbeda dengan mantan pejabat yang kedua, yang kini hidupnya hancur karena bangkrut. Dimata para tentangganya dia di kenal sombong dan jauh dari kata baik, kesombongannya inilah yang membuat hidupnya tidak berkah. Allah telah memberikan rezeki kepada manusia untuk diberikan kembali bagi orang yang membutuhkannya, rezeki menjadi berkah apabila bukan hanya kita seorang yang menikmati rezeki tersebut, namun orang lain juga memiliki hak untuk mendapatkan seperempat atau setengah dari rezeki yang kita peroleh. Hidup yang mulia akan menjadikan kita bahagia, dan hidup yang serakah menjadikan kita sengsara. Hidup merupakan pilihan, mau ke arah mana kita dalam menjalani kehidupan ini.

    1. Bagaimana cara kita agar dapat menciptakan kehidupan yang penuh berkah sehingga melahirkan kebahagiaan ?
    2. Serta begaimana cara agar kita jauh dari sifat sombong yang dapat memasukkan kita dalam kehidupan yang penuh sengsara ?
    3. Apakah dapat dikatakan bahwa mantan pejabat yang hidupnya baik-baik saja sudah pasti tidak pernah melakukan hal yang melenceng, sebut saja itu seperti korupsi ?

    BalasHapus
  32. Nama : Nia Fitriani
    NIM : 4915122522
    Pendidikan IPS A 2012

    Nasib seorang manusia ada di tangan tuhan. Tidak pernah ada yang tau bagaimana nasib seseorang nantinya. Sebagai mahluk ciptaan tuhan, seharusnya manusia dapat menerima dengan ikhlas dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan , dan selalu bertawakal kepada tuhan sang penciptanya. Tetapi, masih banyak manusia yang tidak bersyukur atas nikmat yang telah diterima. Sehingga menjadikan manusia bersifat rakus, kikir, tamak, dan sombong. Tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah didapatkanya. Sehingga mengambil hak orang lain tanpa memperdulikan akibatnya. Hal ini tercermin pada sosok-sosok pejabat saat ini. Padahal seharusnya seorang pejabat dapat menjadi panutan dan contoh bagi rakyat. Setiap orang yang melakukan kebaikan terhadap orang lain, pasti selalu mendapatkan balasan yang baik juga. Banyak orang-orang yang akan membantunya. Berbeda dengan orang-orang sombong, tamak, kikir dan rakus, balasannya hanyalah kejahatan dan orang-orang tidak akan peduli.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana cara menanamkan dan menumbuhkan sikap jujur dan tanpa pamrih pada generasi muda saat ini?
    2. Apakah semua pejabat negara, selalu indentik dengan kata “korupsi”?
    3. Mengapa saat ini berbuat amal atau kebaikan kepada orang lain sangat jarang dilakukan? Terutama di kota besar seperti Jakarta.
    Terima Kasih

    BalasHapus
  33. Nama : Silvia Radita
    NIM : 4915122560/Pendidikan IPS A 2012

    Sangat berbanding terbalik sekali kehidupan kedua pejabat ini. Kebaikan yang dilakukan seseorang pasti akan berbuah kebaikan dalam kehidupannya. Apabila melakukan banyak kejahatan maka kehidupannya pasti akan terus mengalami kesusahan dan cobaan dari Tuhan. Kita sebagai manusia harus terus berbuat baik kepada sesama agar orang lain pun dapat menghargai kita. Susah pasti mencari seseorang yang baik, jujur dalam bersikap seperti mantan pejabat yang sudah lama pensiun tersebut. Jaman sekarang pejabat yang menjabat untuk rakyat semuanya sangat lah tidak adil selalu melakukan tindak kejahatan seperti korupsi. Hal tersebut menjadi cerminan mantan pejabat yang satunya lagi yang berperilaku jahat kepada rakyatnya dan juga cerminan para pejabat jaman sekarang di negara kita.
    Pertanyaan :
    1. Kenapa mantan pejabat yang baik tersebut tidak dijadikan cerminan atau contoh teladan kepada pejabat yang sekarang sedang dalam masa jabatannya ?
    2. Apa yang menjadikan mantan pejabat tersebut berperilaku baik setelah pensiun selama 2 tahun ?
    3. Apakah terdapat penyesalan dalam kehidupan mantan pejabat setelah pensiun karena telah berperilaku kejam dan jahat selama menjadi pejabat ?

    BalasHapus
  34. nama : tresna nurfitri yanti
    kelas : pendidikan IPS A 2012
    nim ; 4915120347


    Apa yang kita buat di masa lalu tentu itu pula yang kita dapat di masa mendatang. Semua manusia tentu memiliki hak untuk hidup yang nyaman dan bahagia tapi permasalahannya bagaimana kita mencapai kebahagian itu? Banyak orang yang ingin dengan mudah mencapainya namun dengan cara yang tidak sepantasnya untuk dilakukan, memang awalnya menghasilkan kebahagian namun apakah kebahgaian itu akan kekal? Dan pastinya kebahagian yang seperti akan hanya akan berlaku di dunia saja. Kebahagian yang hakiki adalah kebahagian yang dihasilkan dari jerih payah yang tulus yang kelak akan menghasilkan pula ketentraman dalam kehidupan.
    1. Bagaiamana menjelaskan tentang kebaikan yang tulus namun tetap berbuah kejahatan?
    2. Bagaimana cara membatasi diri agar terhindar dari perilaku yang kurang menyenangkan?
    3. Faktor apa yang memicu adanya sikap jahat dalam diri seseorang?

    BalasHapus
  35. Dewi Wahyuningsih
    4915122520
    PIPS Reg 2012

    Cerita diatas merupakan sebuah gambaran kecil mengenai siklus kehidupan manusia. Kita dapat belajar dan mengambil contoh bahwa kebaikan yang akan kita peroleh tentunya berasal dari kebaikan yang kita perbuat pada masa ini. Dan hal ini berlaku juga sebaliknya. Dalam cerita ini juga memberi kita sebuah pandangan bahwa segala sesuatu yang nampak sederhana namun diiringi dengan keikhlasan dan keridhoan dapat membawa kebahagiaan untuk seseorang sedangkan hal yang terkesan mewah dan glamour serta berlebihan mungkin saja justru membawa kesukaran bagi manusia.
    Agama mengajarkan berbagai kebaikan agar hidup manusia dapat bermakna. Agama menjamin kebahagiaan untuk orang-orang yang menjaga amanah, selalu bersyukur dan hidup dalam kesederhanaan. Kebahagiaan bukan diukur berdasarkan materi yang dimiliki seseorang. Aapkah nikmat jika seseorang memiliki uang banyak uang yang bukan miliknya? Pasti muncul rasa bersalah ketika ia menggunakan uang tersebut, bahkan dirinya akan terus merasa kekurangan. Namun berbeda dengan orang yang bersusah payah menghasilkan uang, dan mensyukuri hidupnya, hidupnya akan terasa lebih bahagia dan tercukupi.
    1. Apakah hakikat kebahagiaan bagi manusia?
    2. Mengapa materi menjadi tolok ukur kebahagiaan bagi manusia masa kini?
    3. Bagaimana menanamkan sikap amanah seorang pemimpin dalam diri manusia?

    BalasHapus
  36. Nururrizqi Yasyaaillah
    4915120344
    PIPS Reguler 2012

    Asalamualaikum wr.wb

    Kisah nyata dalam tulisan bapak ini sangat membedakan antara pola kehidupan 2 mantan pejabat yang memiliki sikap dan perilaku baik dan buruk. "Kebaikan melahirkan kebaikan, dan kejahatan berbuah kejahatan" apabila kita menanamkan sikap dan perilaku yang baik antar sesama maka semua yang pernah kita lakukan akan berimbas pada diri kita, begitu juga sebaliknya. Apabila kita menanamkan sikap jahat terhadap sesama, hidup kita kelak tidak akan berkah. Oleh karena itu, kisah ini menyadarkan kita semua bahwa Hidup itu adalah pilihan, baik dan buruk semua itu tergantung pada diri kita sendiri. Tuhan itu maha Adil, hukuman tuhan berlaku di dunia ini. Yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. Apakah dengan adanya kasus ini dapat menyadarkan para pejabat jaman sekarang bahwa kebaikan ataupun kejahatan yang mereka lakukan akan berimbas pada hidup mereka kelak?
    2. Saya pernah mendengar bahwa ada pejabat yang tercermin baik dimata masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal pejabat itu, Namun pada kenyataan nya pejabat tersebut ternyata menjadi tersangka dalam kasus korupsi. Apakah labeling pejabat yang baik itu akan menjamin bahwa dia tidak akan berbuat korupsi?

    BalasHapus
  37. Rio malaha 4915120342 p.ips 2012 a

    Pada dasarnya seorang yang menanam kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan sebaliknya seseorang yang menanam keburukan maka hal buruk yang akan didapatkan, oleh karena itu berusahalah dalam hidup untuk menjadi seseorang yang selalu bersikap baik kepada siapapun, hal itu adalah kunci dari kehidupan.

    rumusan masalah
    1. bagaimana menumbuhkan sikap kebaikan dalam diri sendiri ?
    2. apakah setiap manusia mempunyai sikap baik dan buruk ?

    BalasHapus
  38. Irma Lutfiana (4915131378)
    P.IPS A 2013

    Hidup itu seperti roda berputar. Adakalanya kita di bawah dan adakalanya kita di atas. Apa yang dirasakan kedua pejabat di masa tua mereka memang sangat berbeda. Yang satu hidup dengan kebahagiaan di masa tua dan yang satunya hidup penuh nelangsa. Semuanya itu akibat dari perbuatannya semasa mereka menjadi pejabat. Diamanahi sebagai seorang pejabat merupakan sebuah anugerah, namun di sisi lain juga sebagai ujian. Apakah kita mampu mengemban amanah itu? Apabila kita hanya memandang bahwa menjadi pejabat merupakan anugerah saja, bisa jadi kita akan bersenang-senang melakukan apa yang kita inginkan tanpa memikirkan kehidupan mendatang. Akan tetapi, apabila kita memandang bahwa menjadi seorang pejabat merupakan titipan yang suatu hari nanti pasti akan lepas masa jabatan itu. Maka kita akan membekali diri supaya tidak sengasara di kemudian hari. Sebagai manusia seringkali kita khilaf disaat harta dan tahta ada di tangan kita. Oleh karenanya, janganlah kita lalai bahwa harta dan tahta tersebut ialah hanya titipan sementara, yang sewaktu-waktu dapat terlepas.
    1. Apakah nasib kedua pejabat itu merupakan takdir ataukah sebuah karma?
    2. Apakah orang-orang di sekitar salah satu mantan pejabat itu ingin membalas dendam padanya?
    3. Bagaimana menjaga sikap yang baik dan menghindari perilaku buruk ketika roda kehidupan kita sedang berada di atas?

    BalasHapus
  39. Nama : Dinta Fajryenti
    Nim : 4915131386
    P IPS REG A 2013
    Kehidupan kedua mantan pejabat itu memang sangat berbeda walaupun pekerjaan mereka sama. Kebaikan yang kita lakukan walaupun sangat kecil pasti akan dibalas dengan kebaikan juga, dan kejahatan walaupun sangat kecil akan dibalas kejahatan juga. Kebaikan yang kita lakukan saat ini pada suatu saat nanti akan dibalas, tetapi dengan satu syarat yaitu dengan tanpa pamrih. Karena jika kita ingin melakukan kebaikan jangan melihat imbalan apa yang akan kita dapatkan, tetapi kita melakukan kebaikan itu karena ikhlas ingin membantu. Seperti saat melakukan pekerjaan kita harus ikhlas dan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan kita, agar hasil yang kita dapatkan memuaskan. Jika kita berbuat baik secara terus menurus itu akan menjadi suatu kebiasaan, tentunya menjadi suatu kebiasaan yang baik. Dan orang yang selalu berbuat kebaikan akan selalu diingat dan dikenang jasanya. Seperti pada cerita di atas pejabat yang baik itu telah banyak melakukan kebaikan pada saat beliau menjabat, dan kebaikan itu sudah mendarah daging di dalam diri pejabat itu.

    Pertanyaan :
    1. Apakah kita harus selalu melakukan kebaikan terhadap semua orang ?
    2. Apakah sebenarnya dasar yang menjadi dasar seseorang berbuat kejahatan ?

    BalasHapus
  40. FASSA FARHATUSSHOLIHAH PUTRI / 4915131374
    P.IPS A 2013

    Kisah dari dua orang yang sangat bertolak belakang dan berbeda jauh sekali. Cerita ini sangat memberi cerminan untuk kehidupan orang yang membacanya. Dimana ini bisa menjadi tolak ukur dan memberikan pengalaman, bagaimana cara berperilaku dimasa dahulu dan dimasa yang akan datang. Setiap perilaku yang baik dan yang buruk pasti ada balasannya. Apalagi perilaku seorang pejabat. Semasa jabatannya itu apakah dia berbuat benar semasa ia memimpin atau kah dia berlaku picik. Jadi intinya setiap perilaku yang di buat, baik perbuatan baik atau buruk pasti ada balasannya.

    1. Selain harta dan tahta, faktor apa yang membuat seseorang itu sombong?
    2. Apakah semua perbuatan yang dilakukan oleh seseorang ada sebab dan akibatnya?
    3. Mengapa kebanyakan orang yang memiliki pendidikan tinggi, tidak semuanya memiliki perilaku yang baik? Apa sebab nya?

    BalasHapus
  41. Siti Mastoah
    P.IPS A 2013

    Saya sangat setuju dengan pendapat bapak "KEBAIKAN MELAHIRKAN KEBAIKAN, DAN KEJAHATAN BERBUAH KEJAHATAN" karena memang benar kebaikan melahirkan kebaikan. orang yang berprilaku baik akan mendapat perlakuan yang baik pula meskipun terkadang orang yang baik banyak menimbulkan iri bagi orang yang berprilaku jahat. namun semua tergantung dari individu masing-masing bagaimana sikapnya menghadapi orang-orang yang iri terhadapnya. seperti contoh yang bapak kemukkan diatas, seorang pensiunan yang aktif, rajin membantu masyarakat sekitar, selalu membantu orang yang sedang kesusahan, dan memiliki budi pekerti yang baik. hidupnya memperoleh keberkahan, dan kebahagiaan yang tiada habisnya. dan selalu di senangi orang lain berbeda dengan orang yang prilakunya jahat. biasanya banyak hujatan yang tidak baik kepadanya. semua orang tidak suka atas sikapnya. contohnya seorang pensiunan yang tinggal di Jakarta selatan tersebut. dia yang kikir terhadap sesama, tidak pernah membantu orang yang kesusahan, bahkan banyak sumpahan yang tidak baik terhadap dirinya. kini di masa tua, hidupnya berantakan, keluarganya yang berantakan pula. mungkin itu akibat dari perilaku dia yang tidak baik sehingga hidupnya tidak memperoleh keberkahan. sungguh merugi orang yang seperti itu.
    1. apakah semua orang yang perilakunya kurang baik, tidak akan memperoleh kebahagiaan di akhir hidupnya ?
    2. apakah semua orang yang berperilaku baik, akan memperoleh kebahagiaan di akhir hidupnya ?
    3.bagaimana pendapat dari para filsuf menenai kasus seperti diatas ?

    BalasHapus
  42. Nama : Rizky Rachmawati (4915131381)
    Kelas : P.IPS A 2013
    Kebaikan yang kita tanam dari kecil akan memberi pengaruh yang sangat baik kepada diri kita sendiri. Setiap manusia tentunya berlomba-lomba berbuat kebaikan kepada orang lain. Tetapi tidak semua manusia tulus memberi kebaikan kepada orang lain. Pasti salah satunya ada yang berbuat kebaikan karena mengharapkan sesuatu, misalnya seorang caleg yang ingin memenangkan kursi DPR mereka harus membagikan sesuatu kepada masyarakat agar masyarakat memilih dia sebagai caleg. Itu salah satu kebaikan yang menginginkan sesuatu. Bila kebaikan kita tulus kepada semua orang, pasti Allah akan terus memberikan nikmatnya kepada kita tanpa ada habisnya. Tetapi bila dari awal kejahatan sudah melekat pada diri kita, sudah pasti musibah akan datang terus menerus. Jadi apa yang kita tanam pada diri kita, akan menunjukan diri kita dimata orang lain.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana cara yang paling tepat bila kita terhindar dari sikap jahat kepada orang lain?
    2. Apakah orang yang berbuat kejahatan akan susah mendapatkan kebahagiaan di dunia juga di akhirat?dan adakah hukuman yang setimpal bagi mereka yang berbuat jahat di dunia?
    3. Bagaimana caranya agar kita tidak terhasut pada omongan mereka yang senang menebarkan kejahatan pada lingkungan sekitar?

    BalasHapus
  43. Nama : Rizky Rachmawati (4915131381)
    Kelas : P.IPS A 2013
    Sebenarnya bila kita berpikir lebih jauh negara kita ini, sangat menyimpan banyak keindahan dan kaya akan sember daya alamnya. Sedihnya dari negara ini adalah masih lemahnya hukum yang berlaku dan pemberian hukuman yang tidak adil terhadap orang besar dan orang kecil. Kenapa kasus Bank Century sampai saat ini tidak kunjung usai?apa karena pihak-pihak yang berbuat merupakan dari kalangan atas?apa karena pihak yang berbuat adalah wakil presiden negara ini? Seharusnya jika negara ini benar negara hukum, lanjutkan saja kasus ini sampai selesai jangan ditunda-tunda supaya jelas siapa yang salah dan menjadi dalangnya. Beda sekali dengan orang dari kalangan bawah yang baru melakukan kesalahan kecil langsung diberikan hukuman yang tidak sesuai dengan tindakan yang mereka lakukan. Bagaimana negara ini bisa menjadi negara maju bila keadilan saja masih dipermainkan? Untuk calon presiden dan wakil presiden yang akan datang, semoga bisa lebih baik dalam menyikapi kasus seperti ini dan tidak membedakan hukuman antara orang kecil dengan orang besar.
    Pertanyaan :
    1. Apakah itu tamsil?bagaimana bisa tamsil itu dibuat?dan untuk apa dibuatnya tamsil itu?
    2. Bagaimana cara yang paling efektif agar kasus ini bisa segera diselesaikan?
    3. Menurut bapak apa hukuman yang pantas untuk para tersangka kasus ini?

    BalasHapus
  44. Ade Nika Oktavia
    P. IPS REG A 2013

    Assalammualaikum.
    Ini adalah sebuah kisah gambaran dua keluarga yang mempunyai nasib yang berbeda. Sebuah kehidupan bahagia maupun kesengsaraan ditentukan dari perbuatan di dunia, mampu bersosialisasi terhadap sesama makhluk dengan baik atau tidak. Semua orang pasti memiliki kepribadian yang berbeda-beda ada yang baik ada pula yang buruk perilakunya. Gambaran kehidupan dua mantan pejabat itu adalah sebuah cerminan bagi diri kita. Dimana satu mantan pejabat yang tinggal di bogor, pada masalalunya sebagai pejabat yang berakhlak karimah. Ia mungkin dulunya seorang yang amanah dalam pimpinannya. Menjalani tugasnya sebagai pejabat dengan baik, tidak merugikan masyarakat luas. Amanah dalam bekerja itu sangat penting untuk berlatih jujur dalam kekuasaannya agar tidak terjadi penyimpangan seperti yang sekarang sedang dipermasalahkan di Indonesia yaitu korupsi. Mungkin karena apa yang ditanamkan dalam jabatannya sebuah kebaikan jadi tumbuhlah benih-benih kebaikan pula. Dimasa usianya yang semakin tua dan sudah pensiun dalam jabatan, kehidupannya semakin berkah dan diridhoi oleh Allah SWT. Apa yang kita dapat itu adalah dari apa yang kita perbuat. Kisah menyedihkan ada dalam keluarga mantan pejabat yang tinggal di jakarta selatan. Didalam keluarga yang berantakan itu, hanya sebuah petaka yang muncul untuk memberi balasan terhadap perbuatannya dulu sebagai pejabat. Dulu ketika ia sebagai pejabat tinggi, ia adalah pejabat yang selalu membusungkan dadanya, pejabat yang arogan, dan lebih parahnya ia adalah pejabat yang merugikan masyarakat luas dengan korupsi. Sebagai kepala rumah tangga yang tidak baik dalam mencari nafkah, itu pasti akan berdampak bagi anggota keluarga lainnya. Seperti memberi nafkah yang tidak halal terhadap anaknya dengan cara korupsi, itu akan menumbuhkan kepribadian anak yang buruk karena apa yang ia peroleh dengan cara yang haram. Anak akan tumbuh sebagai anak yang nakal dalam pergaulan, seperti yang dicontohkan dalam cerita tersebut, menggunakan obat-obatan terlarang karena pergaulan anak yang tidak benar. Kehidupannya pun semakin berantakan dimasa tuanya. Tidak mempunyai panutan untuk masa tuanya, Itu semua terjadi karena keburukan yang ditanamkan dalam dirinya dan akan berbuah keburukan pula sebagai pembalasan. Allah memberikan kesengsaraan dimasa tuanya dengan mengemban sakit di dunia dan akan pula mengemban siksa kubur di akhirat nanti.

    1. Sepertinya, di negara kita adalah benih-benih pejabat yang kotor. kemudian bagaimana sebagai generasi muda dalam menyikapi dan membangun perubahan kedepannya agar tidak tertanam pejabat-pejabat yang kotor di masa depan?
    2. Apakah di negara kita masih banyak pejabat-pejabat yang berhati mulia dalam mengemban amanahnya?
    3. Adakah pejabat yang korupsi tetapi dikehidupannya selalu tentram?

    BalasHapus
  45. Teguh aji putra ( 4915133436 )
    P.IPS B 2013

    Setiap perbuatan pasti ada ganjaran balasannya dari Tuhan yang maha esa, kebaikan berbuah kebaikan, kejahatan berbuah kejahatan. Dari kisah ini dapat kita ambil hikmahnya dimana seseorang yang selalu berbuat baik dan membantu sesamanya ia diberkahi hidup yang sehat hingga usia senja sebab selalu didoakan oleh masyarakat sekitar akibat selalu membantu mereka yang kekurangan, begitupun sebaliknya dimana ada pejabat yang terkenal oleh keserakahannya hingga akhirnya uang yang ia kumpulkan dari keserakahan dan ketamakan yang ia lakukan dengan mengambil tanah tetangganya untuk memperluas rumahnya kini menjadi bumerang dimana hartanya habis untuk membiayai penyakitnya itu. Oleh sebab itu ada baiknya kita selalu bersedekah dengan rezeki yang halal yang telah kita dapatkan ini agar hidup kita diberkahi oleh allah swt.

    1. Bagaimana cara agar menjaga diri ini tidak bersifat tamak sehingga mau melakukan apapun untuk memperkaya diri ?
    2. Mengapa ada orang yang memiliki harta banyak tapi hidupnya tidak bahagia ?
    3. Mengapa pejabat-pejabat saat ini lebih banyak yang mementingkan diri sendiri dengan memperkaya diri dibanding dengan pejabat yang mau menyisihkan harta mereka untuk masyarakat yang kurang mampu ?

    BalasHapus
  46. Nama : Vivich Husnul Khotimah
    NIM : 4915131387
    Jurusan : Pendidikan IPS A 2013
    Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
    Kebaikan akan selalu kalah dengan kejahatan. Selalu berbuat baiklah kepada orang lain dalam berbagai hal tanpa pamrih. Jangan pernah bosan untuk berbuat kebaikan kepada orang lain, sesungguhnya Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui terhadap apa yang kita lakukan di muka bumi. Jadilah orang yang selalu menebarkan kebaikan dimana saja kita berpijak di muka bumi ini, menebarkan senyuman dan menebarkan manfaat kepada orang lain dengan hati penuh keikhlasan. Hidup itu indah, maka hiasilah hari-hari dengan hal-hal yang bermanfaat, hal-hal penuh dengan kebaikan dan prasangka-prasangka baik.
    Ketika seseorang berada pada strata atas, seringkali sibuk dengan kemewahan dan ketercapaiannya dengan menyombongkan diri, banyak fakta yang telah membuktikan salah satunya adalah dalam artikel ini. Yang kita ketahui bahwa kehidupan manusia layaknya seperti kincir-kincir yang berputar tertiup oleh angin kadang berada di atas dan terkadang pula berada di bawah. Seperti manusia dalam halnya mendapat kesuksesan dan adakalanya mendapatkan kemunduran atau sebaliknya. Kita sebagai manusia hendaklah hidup seperti karang di lautan yang tahan terhadap derasnya ombak yang menghantam. Mampu menghadapai segala keadaan yang melanda, berfikir positif, tidak menyalahkan keadaan dan terpuruk oleh keadaannya. Karena pada dasarnya keadaan tidak pernah salah dan manusia selalu menyalahkan keadaan, tetapi lihatlah bahwa kitalah yang salah, yang selalu kalah oleh keadaan dan menyalahkan keadaan.
    Pertanyaan :
    1. Mengapa seringkali seseorang lelah untuk berbuat baik karena adanya beberapa alasan tertentu?
    2. Bagaimana membentengi diri dari hal-hal yang dapat membawa keburukan ?
    3. Apakah kejahatan atau keburukan dimasa lalu akan berdampak di masa depan? Seperti halnya hukum karma? Adakah hukum karma ? apa maksud dari hukum karma?

    BalasHapus
  47. DEVY NOVIANTI
    4915133402
    P.IPS B 2013
    Gaya hidup pejabat pertama ketika menjabat menjadi pondasi bagi dirinya sendiri ketika pejabat tersebut sudah tidak menjabat lagi. Sewaktu menjabat sikapnya baik dan ramah kepada semua orang. Dan ketika sudah tidak menjabat, pejabat tersebut akan tetap dihormati oleh semua orang karena sikapnya yang tidak sombong sewaktu menjabat.
    Yang menanam adalah yang memetik hasilnya. Kebaikan merupakan investasi jangka panjang kita di dunia. Siapapun yang berbuat baik kepada oranglain, sekalipun orang itu jahat terhadap kita, akan tetapi jika kita tulus memberikan bantuan baik kepadanya, maka selama kita hidup jika kita diberi cobaan seberat apapun itu, maka pasti selalu ada bantuan pula untuk kita dari tangan-tangan Tuhan. Jika kita berbuat baik, maka kita juga dikelilingi oleh orang-orang baik.
    Bagaimana membuat pemikiran jika kita baik kepada seseorang kita tak mengharapkan imbalan?
    Bagaimana caranya membuat oranglain berbuat baik yang sepemikiran dengan kita?
    Baik yang bersifat obektif/subjektif kah yang benar-benar baik untuk kebaikan semua orang?

    BalasHapus
  48. Sella Alferaria / 4915131419
    P.IPS A 2013

    Dari tulisan Bapak ini mengajarkan saya tentang efek berbuat kebaikan serta kejahatan atau dosa bagi kehidupan manusia. Melalui penggambaran dari dua orang mantan pejabat, salah satunya memanfatkan sisa hidupnya dengan berbuat kebaikan, sedangkan pensiunan yang satunya lagi menjalani kehidupannya dengan begitu banyak permasalahan.
    Terkait dengan salah satu pensiunan yang selalu melakukan kejahatan, kehidupannya selalu dirundung dengan banyak permasalahan. Hal ini mengajarkan saya bahwa seandainya kita membiasakan berperilaku jahat atau melakukan dosa, maka akan menghasilkan kejahatan pula dan begitu juga sebaliknya. Sering kali kita berbuat dosa tanpa disadari. Meskipun kita sebenarnya mengetahui perbuatan itu akan menghasilkan dosa, tetapi kita selalu saja menghiraukannya. Hal ini dikarenakan adanya kenikmatan dalam melakukan perbuatan dosa tanpa memikirkan akibatnya. Salah satu pensiunan dalam cerita tulisan Bapak ini telah merasakan hasil dari perbuatan dosa yang dilakukannya. Permasalahan yang dihadapinya dalam kehidupan seperti kesehatan yang terganggu, rejeki yang berkurang, keluarga yang tidak harmonis dan tidak mendapatkan kasih sayang dari manusia lainnya. Saya mengetahui bahwa salah satu akibat dari perbuatan dosa adalah terhalangnya rejeki. Allah akan menyempitkan dan menjauhkan rezeki untuk kita. Diriwayatkan didalam musnad Al-Imam (No. 21352,21379,21402), bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda “ seorang hamba benar-benar terhalang dari rizki karena dosa yang dilakukannya”. Bisa kita bayangkan saja kebenaran dari sabda ini, yaitu salah satu pensiunan yang rejekinya semakin berkurang akibat membiayai pengobatan dari penyakit yang dialaminya serta keluarganya.
    Berbeda dengan salah satu pensiunan yang memanfaatkan masa hidupnya dengan berbuat kebaikan, kehidupannya dipenuhi dengan kecintaan dari keluarga serta para tetangganya. Saya juga mengetahui manfaat dari berbuat kebaikan yaitu akan dijaga oleh Allah S.W.T dari kejahatan di dunia. Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, “hendaklah kalian melakukan kebaikan, karena ia dapat mencegah marabahaya.” (HR. Ibnu Abu Ad-Dunya). Seperti yang ada pada album Wali Band yang berjudul “Cari Berkah” dengan lirik lagunya, “ hidup indah bila mencari berkah”. Semoga kita semua dapat menumbuhkan kesadaran bahwa
    Perbuatan kebaikan dan perbuatan dosa, akan dirasakan akibatnya dikemudian hari

    Pertanyaan
    1. Apa yang menjadi alasan mendasar mengapa sebagian besar manusia tidak mengamalkan ajaran agamanya dalam berbuat kebaikan?
    2. Adakah teori yang mengajarkan tentang hukum karma?
    3. Bagaimana sudut pandang dari filsafat ilmu dalam menyikapi dampak perbuatan baik dan perbuatan dosa ?

    BalasHapus
  49. Nama : Nazia Maulia Amini
    Nim : 4915131373
    P.IPS Reg A 2013

    Bener apa yang dikatakan oleh Pak Nusa. KEBAIKAN MELAHIRKAN KEBAIKAN, DAN KEJAHATAN BERBUAH KEJAHATAN. Apa yang kita lakukan dulu maka akan berakibat dan akan merasakan apa yang kita kerjakaan di masa yang akan datang. Perumpaannya adalah seperti kita menanam tomat tidak akan pernah berbuah cabe. Jadi jika kita menanam tomat maka berbuah pun tomat pula. Manusia itu dilihat dari perbuatan dia selama hidupnya. Jika selama hidup dan selama mudanya baik dan sopan terhadap orang maka pada masa tua pun akan ada nilai manfaatnya untuk disekitarnya. Orang yang baik hati dan tawadu adalah orang yang seperti padi. Semakin berisi semakin merunduk. Begitu juga dengan pejabat yang di tinggal di pedalaman Bogor. sifat baik hati dan tawadunya lah yang bisa bermanfaat di sekitar rumahnya dan di lingkungannya. Tidak begitu dengan pejabat yang tinggal di Jakarta. Ketidak baikan sifatnya adalah salah satu masyarakat enggan untuk bersosialisasi dengan keluarganya.
    1. Mengapa jika kita sudah dicap jelek oleh segelintir orang. Namun kita akan memperbaiki kesalahan tersebut dan akan lebih baik lagi. Kenapa segelintir orang tersebut masih tetap mengecapnya selalu salah. Apa yang harus diberikan pengertian bahwa orang tersebut telah berubah?
    2. Kenapa jika orang baik selalu saja dimanfaatkan?
    3. Bagaimana menanamkan kepada diri bahwa kita harus menanamkan rasa loyalitas kepada yang membutuhkan? Sedangkan diwaktu tertentu hati kecil ini selalu menolak jika ingin membantu orang yang tidak baik kepada kita.

    BalasHapus
  50. TRIA MAULIDA AGUSTIAR
    4915131404
    P.IPS A 2013

    Orang yang selalu berbuat baik akan selalu melahirkan kebaikan. Semua perilaku manusia di dunia baik dan buruknya akan menuai hasil sesuai dengan perilakunya. Contohnya jika kita menanam pohon buah mangga di rawat, diberi pupuk, dan disiram setiap hari pastilah pohon mangga itu akan tumbuh besar dan menghasilkan buah yang besar dan manis bahkan sebaliknya bila buah mangga tidak dirawat, tidak diberi pupuk, dan tidak disiram pohon mangga itu tidak tumbuh dan tidak menghasilkan buah. Begitu juga dengan kehidupan manusia didunia jika dia tidak ingin membantu sesama manusia dalam kesusahan dia akan merasakan kesusahan dan mungkin tidak akan ada yang menolongnya.Menurut saya itu pembalasan dan pembelajaran yang diberikan oleh ALLAH kepada ke 2 pensiunan tersebut yang berbuat baik diberkahi hidupnya dan diberikan kemakmuran malah sebaliknya pensiunan yang mengalami kehancuran dan banyak yang tidak suka itu karena semua perilaku pada masa lalunya yang menyakiti dan melukai orang lain.

    BalasHapus
  51. Nama : Pathurochmah
    NIM : 4915133438
    Kelas : P.IPS Reguler B 2013
    Apa yang kita tuai adalah apa yang kita dapat, pepatah ini kiranya cukup mewakili peristiwa diatas. Sama-sama dua mantan pejabat orang yang dulunya sangat berpengaruh bagi negri ini, tetapi mereka berdua memiliki prilaku yang sama sekali jauh berdeda. Kedudukan terkadang bisa membuat orang serakah dan berprilaku binal atau justru sebaliknga menjadikannya dewasa dan bijaksana. Apa yang terjadi pada kita hanya ada 2 pilihan yakni ujian atau teguran. Kitalah yang mengetahui sesuangguhnya apa yang menimpa kita ujiankah atau tegurankah?
    Pertanyaan
    1. Bagaimana menciptakan konsistensi dalam kejujuran?
    2. Pantaskah kita munjudge pejabat yang nomer 2 itu bersalah?
    3. Langkah apa yg pertama harus dilakukan untuk memperbaiki diri?

    BalasHapus
  52. Nama : Nur Anisa Atmaja
    Prodi : P.IPS A 2013
    Nim : 4915131383

    Membaca tulisan ini, membuat saya sadar bahwa pola perilaku dan sikap
    seseorang dapat mempengaruhi keberadaan, keadaan, dan kondisi
    seseorang tersebut. Artinya, dalam hidup ini berlaku hukum alam sebab
    akibat. keadaan seseorang itu dimasa sekarang, tentu ada sebab yang
    melatar belakanginya. Sama halnya seperti contoh kedua pejabat yang
    telah pensiun sekarang. Pejabat yang satu memiliki kehidupan yang
    nyaman, dan dicintai oleh banyak orang. Karena dalam hidupnya, ia dan
    keluarganya begitu ikhlas dan mensyukuri nikmat dari Tuhannya. Mereka
    senantiasa berbuat baik terhadap sesamanya. Alhasil, karunia dan
    keberkahan itu datang dengan sendirinya. Tuhan mengetahui apa yang
    dilakukan umatnya. Berbanding terbalik dengan pejabat yang satunya
    lagi. Dalam kehidupannya yang sekarang, ia sepertinya rapuh. Mulai
    kehilangan apa yang dimilikinya, materil dan kebahagiaannya. Itu
    akibat dari perilakunya dimasa lalu yang buruk. Hidup penuh dengan
    kemewah-mewahan padahal itu semua diberi oleh Tuhan. Bukan tidak
    mungkin Tuhan dapat mengambilnya lagi. Sikapnya yang kejam dan tak
    menghargai orang lain membuat orang lain benci dan mendoakannya yang
    buruk-buruk. Hingga doa-doa itu terkabul. Inilah potret kehidupan yang
    harus kita pahami betul. Bahwa semua yang kita lakukan akan
    menghasilkan apa yang telah kita lakukan. Sebab sama dengan akibat.
    Akibat adalah cermin dari sebab. Sebab baik akibatnya baik, sebab
    buruk akibatnya akan buruk. Tulisan ini semoga bisa menjadikan kita
    untuk terus mengintrospeksi diri. Untuk mulai memperbaiki diri.
    Pertanyaannya adalah :
    1. Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat orang berubah agar tidak
    menjadi seseorang yang selalu menyepelekan orang lain?
    2. Bagaimana agar kita selalu menjadi pribadi yang sederhana, selalu
    bersyukur dan baik terhadap orang lain seperti mantan pejabat yang
    baik itu?
    3. Mengapa orang lain sangat suka dengan hidup yang bermewah-mewah?

    BalasHapus
  53. Adinda
    4915131389
    P.IPS A 2013
    Memang dalam agama islam kita tidak boleh memakan uang haram. Karena makanan yang masuk ke dalam tubuh kita dengan menggunakan uang haram tidak akan barokah. Sesuatu yang masuk ke dalam tubuh kita yang cara mendapatkannya dengan uang haram akan mendarah daging. Karena makanan yang kita makan akan menyatu dengan darah kita yang selalu mengalir dalam tubuh manusia. Itu dapat mempengaruhi otak kita dalam cara berpikir, pikiran kita menjadi kotor, kikir. Sedangkan orang yang senang berbuat kebaikan maka akan mendapatkan keberkahan dari tuhan. Siapa yang menabur benih iya akan menuai hasilnya. Mungkin pepatah itu benar. Jika benih yang yang di tanam itu berupa kebaikan maka hasilnya pun akan baik untuk diri kita sendiri namun, apabila tidak ia akan merasakan sendiri akibat prilaku yang ia buat.
    1. Bagaimana caranya membenarkan diri kita yang sudah terlanjur salah jalan?
    2. Faktor-faktor apa saja yang dapat mendukung kita agar senantiasa berada di jalan yang benar?
    3. Ikhlas itu sulit, bagaimana melatuh diri untuk menjadi seseorang yang tidak pamrih?

    BalasHapus
  54. LIA APRILIA
    4915131403
    P.IPS,A.2013

    Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Banyak sekali manusia yang merasa dirinya diatas jika meraka sudah banyak dikelilingi dengan harta, tetapi hanya sedikit yang bersyukur atas nikmat yang telah diperoleh. Jika kita baik terhadap orang-orang yang berada di sekeliling kita tanpa memnadang bulu maka pada akhirnya kita juga akan mendapatkan kebaikan yang telah kita tanam, lalu sebaliknya jika kita kasar dan dan tidak bisa berbagi terhadap tetangga atau sampai korupsi tentunya akan membuahkan hasil yang buruk juga seperti yang telah dikatakan oleh pak Nusa diatas. Pejabat yang kikir dan juga tidak mau berbagi padahal dya mempunyai harta yang berlimpah tetapi walau dengan harta yang berlimpah ia tetap saja tidak puas atas apa yang telah dimiliknya maka dari itu banyak warga atau masyarakat yang menyumpahinya karena kesombongan yang dimilki oleh keluarganya. Maka jangan takut untuk berbuat kebaikan terhadap sesame manusia karena kebaikan akan berbuah kebaikan pula

    Pertanyaan
    1. Bagaimana cara merubah sifat buruk yang dimilki oleh seseorang?
    2. Bagaimana cara yang dilakukan jika manusia yang telah bosan untuk berbuat kebaikan?
    3. Mengapa kebanyakan orang besar itu selalu saja korupsi?

    BalasHapus
  55. Arlietha Nofeliza PIPS A 2013
    Setelah membaca tulisan bapak, sangat menunjukan betapa perilaku setiap orang beragam, berbeda satu sama lain. Setiap manusia mempunyai sifat dan karakter masing-masing. Setiap perbuatan, aktivitas sehari-hari, kegiatan rutinitas manusia terkadang bisa saja mencerminkan dengan sifat asli manusia tersebut. Tetapi begitu pula sebaliknya. Terkadang perilaku atau perbuatan manusia yang dilakukan sehari-hari belum tentu menunjukkan mengenai sifat atau karakteristik manusia itu sendiri. Karena sifat asli manusia terkadang tidak bisa ditebak secara kasat mata saja, melainkan membutuhkan proses yang lama untuk mengetahui hakiki sifat asli dari masing-masing orang. Salah satu cara untuk mengetahuinya dengan adanya kebersamaan di dalamnya. Tetapi kebersamaan juga belum bisa memenuhi kriteria 100% kita bisa mengetahui sifat atau karakteristik orang secara lebih mendalam. Mengenai tulisan ini juga sangat memberikan pengajaran kepada kita bahwa setiap perilaku yang kita lakukan sedetik, semenit, sejam, bahkan setiap hari akan sangat memberikan pengaruh terhadap bagaimana lingkungan memperlakukan kita. Jadi, kita jangan menuntut untuk mendapatkan kebaikan jika kita tidak memberi atau berbuat kebaikan kepada sesamanya.
    Pertanyaannya :
    1.Bagaimana cara kita untuk bisa melawan ego atau sesuatu sifat atau karakteristik yang buruk yang terdapat dalam diri kita?
    2.Apakah saat ini sudah banyak pejabat yang tadinya baik tetapi karena ia memperoleh kekuasaan yang tinggi ia bisa berubah menjadi lebih buruk dari sebelumnya?
    3. Bagaimana cara untuk mengatasi hal tersebut?

    BalasHapus
  56. WINDI MELANDINI
    4915131379
    P.IPS A 2013
    Cerita yang bapak sampaikan dalam tulisan tadi dapat mempengaruhi dan memotivasi bagi siapapun yang membacanya. Apapun yang kita perbuat pasti akan ada balasannya di masa yang akan datang atau dapat disebut dengan istilah “karma”. Kejelekan akan menghasilkan kejelekan dan kebaikan akan menghasilkan kebaikan, seperti dua orang mantan pejabat yang ada pada tulisan bapak. Mantan pejabat yang pertama di masa pensiunnya dia dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat, dan tentu saja dia tidak akan merasa bosan dengan segala aktifitasnya, begitu pula dengan istrinya . Mantan pejabat yang kedua di masa pensiunnya hanya menghabiskan waktu dan uang untuk berobat ke rumah sakit akibat berbagai macam penyakit yang dideritanya, kehidupan keluarganyapun kacau. Kedua mantan pejabat ini memiliki nasib yang berbeda karena perbuatan mereka di masa lalupun berbeda, mantan pejabat yang pertama sering membantu tetangganya yang sedang kesulitan, ramah dan banyak membantu orang lain sehingga orang lainpun menyukainya dan banyak mendoakan hal-hal yang baik, maka setelah dia pensiun, diapun mendapatkan kehidupan yang baik , berbeda dengan mantan pejabat yang kedua di masa lalu orang tersebut dan keluarganya terkenal sebagai keluarga yang sombong dan belagu sehingga orang lainpun membenci , dan banyak mendoakan hal-hal yang tidak baik maka setelah dia pensiun kehidupannya menjadi hancur karena perbuatannya di masa lalu. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum kita berbuat sesuatu harus dipikirkan segala macam konsekuensinya, karena segala macam perbuatan akan ada balasannya di masa yang akan datang.
    1. bagaimana cara meningkatkan kepedulian terhadap orang lain?
    2. apakah setiap manusia cenderung mempunyai sifat sombong?
    3. bagaimana cara meningkatkan rasa syukur pada diri manusia?

    BalasHapus
  57. Ajeng Nur Aryani
    4915131416
    P.IPS A
    Menurut saya kesenagan kedua para pejabat tersebut didasari atas rasa yang tidak puas dan mementingkan masalh matrealisme yang tiada habisnya dan berakibat sebagai cerita diatas anak yangterlantar dan sudah tua semasa hidupnya biasa saja, inilah masayarakat indonesia yag tidak mau berprihatin akan semua hal dan semua sesuatu yang harusnya dikerjakan bertangggung jawab bukannya hanya menikmati tetapi puas dengan sesuatu sesaat saja.
    Pertanyaan :
    1. Apakah matreliasime itu tidak dapat dihilagkan ?
    2. Bagaimana cara meminumalisisr dampak kecurangan dalam mengola keuangan ?
    3. Bagaimana peran pejabat itu pada masa kejayaannya ?

    BalasHapus
  58. Rikky Leander
    PIPS REG B 2013
    4915133427

    Dalam cerita nyata yang Bapak paparkan, ini merupakan sebuah Peng-Anugerahan Tuhan kepada setiap diri seseorang. Ketika seseorang diberikan amanah dan mendapatkan sebuah kepercayaan untuk menjadi sebuah Pejabat, maka sudah selayaknyalah kita melaksanakannya dengan baik dan benar. Tetapi jika tidak dijalankan dengan baik, maka balasan yang datang juga tidak akan pernah baik. Mungkin di zaman modern ini, saya bisa katakan bahwa 90% orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan pasti pernah menyalahgunakannya, walaupun itu hanyalah kasus kecil dan bisa dianggap enteng dengan alasan untuk kepentingan bersama. Padahal kita tahu bahwa JABATAN hanyalah seonggok tulang yang akan habis di makan oleh peradaban waktu belaka, namun sebuah kinerja yang baik, ketulusan hati, kebijaksanaan dalam menggarap Jabatan itu akan membuahkan hasil yang baik dan bisa jadi akan dikenang sepanjang hayat hidupnya. Mungkin ketika kita telah memiliki jabatan, seolah-olah mata kita ditusuk oleh Tombak sehingga kita tak bisa lagi untuk melihat keadaan dibawah (melihat rakyat kecil), dan kaki kita terikat oleh sebuah kesenangan duniawi saja. Inilah yang mungkin jadi problema di negeri tercinta kita ini. Menurut saya, ketika kita diberikan jabatan seharusnya kita memberikan dan memajukan segala aspirasi-aspirasi Rakyat yang berpesan bahwa "Wujudkanlah mimpi-mimpi Rakyat kecil nan hina ini". Bukan malah berbalik dari hal itu. sehingga jika berbalik dari jalan itu, maka tanggunglah nanti akibatnya setelah masa jabatan itu habis.

    Pertanyaan :
    1. Apakah faktor yang membuat seseorang menyalahgunakan jabatan dan kekuasaannya ?
    2. Bila Jabatan dan Kekuasaan itu bersifat ABADI untuk Selamanya, mungkinkah kita masih ingat akan nasib Rakyat Kecil ?
    3. Dalam menjalankan sebuah kebaikan itu pastilah akan selalu tercegah oleh kejahatan dan selalu menderita, bagaimanakah agar kita dapat terus menjaga teguh prinsip berbuat baik, walaupun kita mendapatkan penderitaan ?

    BalasHapus
  59. Nama : Rina Listiawati
    NIM : 4915131410
    Kelas : P.IPS A 2013
    Kisah diatas memberikan sebuah makna kehidupan. Bagai dua sisi mata uang yang berbeda, namun tetap dalam satu koin yang sama. Kedua kisah yang sejalan, namun bersebrangan. Benar apa yang dikatakan kebanyakan orang, benih apa yang kita tanam pastilah akan menuai hasil yang setimpal. Seperti apa yang telah dikatakan Bapak diatas, kebaikan akan berbuah kebaikan, dan begitu pula sebaliknya. Masa lalu, akan mencerminkan bagaimana kita dimasa sekarang. Karena masa lalu merupakan rangkaian langkah untuk mengarahkan kita pada masa berikutnya.hidup kita Dalam hidup, keutamaan berbagi adalah kunci kebahagiaan. Kitalah sebenarnya yang membuat kebahagiaan bagi hidup kita sendiri. Kebahagiaan datang dari hati sanubari kita terdalam. Nikmati hidup, semuanya akan berjalan dengan lancar. Sebagai contoh Bapak pensiunan PNS yang pertama diatas. Dedikasi hidupnya adalah bermanfaat dan berbagi dengan sesama. Sehingga orientasi hidupnya bukan untuk kesenangan dirinya sendiri, tapi juga memikirkan bagaimana orang lain tersenyum karenanya.
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana caranya agar kita mudah dalam melakukan suatu kebaikan, tanpa harus ada embel-embel didalamnya?
    2. Sesuatu yang sudah terlanjur diawali hal buruk, apakah dikemudian hari dapat dengan mudah diperbaiki dan menjadi hal yang baik?
    3. Apakah benar jika ada perumpamaan tak pernah ada hasil yang salah, namun proses kitalah yang membuat itu salah

    BalasHapus
  60. Nama: ilmiawan dwi yulianto
    nim : 4915131370
    P.IPS.A2013

    Menurut saya sangat setuju kisah Penggambaran dua sisi yang berbeda, berbeda dengan penghasilan di dua sisi tersebut, dari penghasilan tersebut itu pastinya ada tahap-tahap nya, ketika penghasilan di imbangi dengan niat tidak baik, maka hasilnya akan berbuat tidak baik, tapi sebaliknya ketika penghasilan itu diniati dengan baik maka pun hasilnya akan baik. Berbuat baik memang sangat indah, tetapi berbuat baik dengan kejahatan dalam kutip manis di depan pait di belakang, itu memunculkan suatu masalah terhadap penghasilan dari kedua sisi pejabat tersebut, apa yang dia lakukan selama menjabat itu tidak baik, maka seterusnya uang itu akan tidak baik dari keseluruhanya. Uang atau penghasilan pun dapat merubah diri kita, karena uang yang kita dapat dengan yang tidak baik masuk keseluruh badan, itu akan berdampak pada kesehatan dan jasmani rohani nya. Namun sebaliknya ketika seorang pejabat melakukan perbuatan bener-bener baik, maka pengasilan pun menjadi halal. kenapa halal, karena halal pun menghasilkan yang baik bagi keseluruhan nya. Maka tak jarang dari kedua sisi pejabat mereka mendapatkan hidup yang enak.
    Pertanyaan :
    1. Apakah setiap kita melakukan kebaikan itu bakal menjadi baik atau pun malah menjadi tidak?
    2. Bagaimana cara menumbuhkan kebaikan itu murni kebaikan tanpa pamrih?
    3. Mengapa penghasilan dapat merubah diri sendiri ?

    BalasHapus
  61. Nama : Septi Dwi Ambarwati
    NIM : 4915131371 (P.IPS A 2013)
    Dua mantan pejabat berbeda nasib dan berbeda pula menikmati masa tuanya (pensiun) dan masing-masing mempunyai perbedaan karakter. Ada pejabat yang dulunya hanya mencari materi dan hidup berlebihan ada pula pejabat yang benar-benar menjalankan amanahnya dengan baik serta hidup sederhana. Apapun yang berlebihan itu tidak baik. Harta tidak akan dibawa mati, masa tua itu pasti. Lebih baik hidup sederhana tapi dihargai dan bermanfaat bagi orang lain daripada hidup berlebihan dihina bahkan disumpahin orang lain.
    Pertanyaan :
    1. Mengapa manusia yang hidupnya serba kecukupan tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya?
    2. Bagaimana cara memfilter budaya korupsi?

    BalasHapus
  62. Eko Yulianto
    4915122530
    Pendidikan IPS 2012 A

    Dari tulisan bapak dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang berbuat baik terhadap semua orang maka ia akan mendapatkan kebaikan juga namun juga sebaliknya orang yang berbuat jahat maka ia akan mendapatkan kejahatan juga. Berbuat baiklah kepada seluruh orang mumpung kita masih muda sehingga tua ya nanti kita menerima kebaikan dari orang lain dan manfaatkanlah umur kita sebaik-baiknya.

    Pertanyaan:
    1) Apakah setiap orang baik akan menghasilkan kebaikan juga bagi dirinya?
    2) Apakah kebaikan selalu diukur dengan materi saja?
    3) Apakah perilaku anak berkorelasi dengan perilaku orang tuanya?

    BalasHapus
  63. Apri triwibowo
    P.IPS B 2013

    Saya sangat setuju dengan simpulan akhir pada bacaan diatas yaitu kebaikan melahirkan kebaikan dan kejahatan berbuah kejahatan. Karena hukum karma pastilah berlaku dalam kehidupan ini. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan keburukan akan dibalas dengan keburukan.
    Kebaikan diwaktu sudah tua merupakan suatu kpribadian yang terbentuk telah lama sejak masa mudanya sehingga menjadi watak. Begitujuga dengan keburukan, jika masa lalunya kpribadiannya buruk pastilah masa tuanya juga akan mengahsilkan suatu kepribadian yang buruk juga.
    1. Apakah menurut bapak keburukan itu diperlukan dalam kehidupan ini ?
    2. Apakah adakalnya jika kita harus berbuat baik dan buruk ?
    3. Bagaimana ilmu memandang kasus ini ?

    BalasHapus
  64. Nama : Fani Novi Alvianta
    NIM : 4915133411
    P.IPS Reg B 2013

    tulisan bapak ini bercerita tentang cerminan hidup dua orang yang berbeda, perbedaan itu sangat jauh. setiap apa pun perbuatan yang kita lakukan pasti mendapat imbalan atau ganjarannya. hal yang diterima oleh pejabat pertama adalah bukti bahwa perbuatannya selama ini sangat membantu dan menolong orang yang kesusahan. selain itu dia juga selalu hidup dengan penuh kesederhanaan dan berbaik hati kedapa orang lain. sedangkan pejabat kedua dia mendapat imbalan atau ganjaran atas perbuatannya yang suka sombong dan hidup dengan bergaya tinggi dan serba mewah. pastilah rakyat dapat menilai pejabat mana yang benar-benar menjalankan amanahnya dan mana yang tidak.

    1. bagaimanakah cara kita untuk dapat menjalankan amanah dengan baik?
    2. mungkinkah masalah yang dihadapi pejabat kedua dapat berakhir?

    BalasHapus
  65. Azizah Maharani
    4915122561
    P.IPS Reg 2012

    Kehidupan seperti memiliki dua sisi, yaitu sisi baik dan sisi buruk, tergantung bagaimana kita akan memilih dari kedua sisi tersebut, salah satunya terlihat dari sebuah sikap. Sikap adalah salah satu hal yang penting dalam sebuah kehidupan bermasyarakat, bahkan pejabat sekalipun harus memiliki yang namanya sikap yang baik agar dapat diterima dalam kehidupan di masyarakat. Seperti dalam tulisan ini, pejabat yang memilik sikap buruk banyak tidak disukai dalam kehidupan di masyarakat, begitupun sebaliknya jika kita mempunyai sikap yang baik maka akan menjadikan hidup kita diakui dan dihargai di masyarakat, bakan saat telah dalam keadaan menjadi seseorang yang tidak memiliki jabatan yang tinggi lagi, masih ada tempat bagi orang yang memiliki sikap yang baik dalam masyarakat.
    Percaya atau tidak, menurut saya yang namanya hukum karma pasti selalu ada dalam kehidupan ini, maka berbuatlah kebaikan kepada setiap orang, maka niscaya Tuhan akan membalas kebaikan yang telah kita perbuat sekecil apapun itu, walaupun bukan di kehidupan sekarang namun tetap akan ada pembalasannya.

    Pertanyaan:

    1. Apakah ada penelitian yang menunjukkan bahwa hukum karma benar terjadi?
    2. Bagaimana cara untuk menjadikan hidup yang lebih baik agar diterima oleh khalayak ramai?

    BalasHapus
  66. Nama : Cendy Juliana dewi
    NIM : 4915122528
    P.IPS REG 2012


    Assalamualaikum wr.wb

    Setelah saya membaca tulisan bapak diatas . bahwa semua telah digaris kan oleh yang Maha Pencipta dimana setiap perbuatan baik maka akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda begitu pula sebaliknya setiap perbuatan buruk makan akan dibalas dengan keburukan yang berkali lipat. Contohnya seperti kejadian di atas terlihat jika ada 2 mantan pejabat yang ke duanya memiliki sikap dan perbuatan yang sangat berbeda 180 derajat. Dari cerita tersebut banyak sekali yang dapat kita pelajari siapa pun kamu dan apapun jabatanmu terus berbuat baiklah pada sesama. Lakukanlah hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan sebarkanlah manfaat tersebut pada orang-orang yang berada di sekitarmu. semua yang kita milki itu merupakan milik sang pencipta, dan kita hanya dititipkannya, sudah semestinya apa yang menjadi titipannya tersebut harus dirawat dan dijaga dengan baik juga disyukuri. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan semua itu akan kembali kepadanya jika kita tidak pandai merawat dan mensyukurinya maka hal sang pencipta pun akan menghukum kita seperti yang tergambarkan pada cerita diatas. Selain itu apa yang kita dapatkan jika semua itu berasal dari sesuatu yang halal maka akan berdampak baik bagi diri dan kehidupan kita namun jika kita mendapatkannya dari hasil pekerjaan haram yang terjadi adalah kesialan dan kehancuran yang akan menimpa diri dan kehidupan kita.

    Pertanyaannya adalah :
    1. Bagaimana merubah mindset seseorang untuk dapat keluar dari perbuatan yang menyesatkan ?
    2. Sekarang ini banyak sekali pejabat yang sering melakukan tindak korupsi demi keperluan pribadi, mengapa hal tersbut terjadi ? apa pendapat bapak mengenai hal tersebut ?
    3. Kita tahu jika mayoritas manusia di Negara kita merupakan umat muslim yang tentunya mengajarkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tetapi mengapa masih banyak pejabat sering terkena skandal korupsi ?

    terima kasih

    BalasHapus
  67. Agustina Rahmawati
    P.IPS. Reg B 2013

    Semua manusia pasti memiliki sifat yang buruk dan baik. Ketika seseorang berada pada posisi tertinggi dalam segala kemewahan dan kekayaan, disinilah sebuah ujian datang. Pada manusia yang selalu bersyukur dan selalu melihat kebawah. Mereka pasti orang yang selalu rendah hati meskipun berada dalam posisi yang tinggi. Tapi bagi mereka yang hanya bisa melihat keatas tanpa peduli dengan sekitarnya pasti akan bersikap semaunya sendiri seolah-olah keadaan tidak akan berubah. Mereka lupa bahwa keidupan ibarat seperti roda, kadang bisa di atas dan kadang bisa dibawah. Setiap perbuatan yang dilakukan pasti ada akibat dan balasannya. Entah itu perbuatan baik atau jahat. Jika balasan itu tidak datang secara langsung pastilah akan tetap dipertanggungjawabkan di akhir nanti. Semua manusia yang ada di dunia ini pasti akan diberi rejeki, walaupun dia jahat atau baik walaupun sedikit atau banyak. Tinggal bagaimana kita menyikapinya, bisa mensyukiri atau malah merasa kurang. Hampir semua orang pasti mempunyai keinginan menjadi orang kaya. Tetapi jika dilihat dari kejadian yang diceritakan Pak.Nusa apakah kekayaan selalu bisa dinikmati? Kekayaan tidak mendatangkan kebahagiaan, justru membuat berantakan. Karena keluarga pejabat itu kurang bisa menyikapi dan tidak mempunyai rasa syukur. Berbeda dengan keluarga pejabat yang satu, mereka labih bisa menikmati hidup, lebih tentram dan damai walaupun tingal di daerah kecil. Artinya kekayaan tidak selalu membawa kebahagiaan dalam hidup.
    1. Mengapa di dunia ini orang-orang yang tidak baik jusrtu diberi kemudahan dan kekayan dari pada orang yang baik dan jujur ?
    2. Mengapa orang yang sudah diberi kekayaan masih sering merasa kurang?
    3. Bagaimana caranya membuat orang agar selalu bersyukur atas apa yang sudah dimiliki?

    BalasHapus
  68. Agustina Rahmawati
    P.IPS.Reg B 2013

    Semua manusia pasti memiliki sifat yang buruk dan baik. Ketika seseorang berada pada posisi tertinggi dalam segala kemewahan dan kekayaan, disinilah sebuah ujian datang. Pada manusia yang selalu bersyukur dan selalu melihat kebawah. Mereka pasti orang yang selalu rendah hati meskipun berada dalam posisi yang tinggi. Tapi bagi mereka yang hanya bisa melihat keatas tanpa peduli dengan sekitarnya pasti akan bersikap semaunya sendiri seolah-olah keadaan tidak akan berubah. Mereka lupa bahwa keidupan ibarat seperti roda, kadang bisa di atas dan kadang bisa dibawah. Setiap perbuatan yang dilakukan pasti ada akibat dan balasannya. Entah itu perbuatan baik atau jahat. Jika balasan itu tidak datang secara langsung pastilah akan tetap dipertanggungjawabkan di akhir nanti. Semua manusia yang ada di dunia ini pasti akan diberi rejeki, walaupun dia jahat atau baik walaupun sedikit atau banyak. Tinggal bagaimana kita menyikapinya, bisa mensyukiri atau malah merasa kurang. Hampir semua orang pasti mempunyai keinginan menjadi orang kaya. Tetapi jika dilihat dari kejadian yang diceritakan Pak.Nusa apakah kekayaan selalu bisa dinikmati? Kekayaan tidak mendatangkan kebahagiaan, justru membuat berantakan. Karena keluarga pejabat itu kurang bisa menyikapi dan tidak mempunyai rasa syukur. Berbeda dengan keluarga pejabat yang satu, mereka labih bisa menikmati hidup, lebih tentram dan damai walaupun tingal di daerah kecil. Artinya kekayaan tidak selalu membawa kebahagiaan dalam hidup.
    1. Mengapa di dunia ini orang-orang yang tidak baik jusrtu diberi kemudahan dan kekayan dari pada orang yang baik dan jujur ?
    2. Mengapa orang yang sudah diberi kekayaan masih sering merasa kurang?
    3. Bagaimana caranya membuat orang agar selalu bersyukur atas apa yang sudah dimiliki?

    BalasHapus
  69. Luthfiyani Nadia (4915133432)
    PIPS B 2013
    Dari perilaku yang sangat berlawanan dari kedua pejabat itu pasti di dasari oleh niat. Niat merupakan komponen dasar dari perbuatan baik atau buruk seseorang.. Ada madu, ada racun. Begitu pula dengan perbuatan manusia. Ada perbuatan baik, dan tentu saja ada perbuatan yang kurang baik. kebaikan akan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah, dan setiap kejahatan dibalaskan setimpal dengan apa yang dilakukan. Di sinilah letak kebaikan dan keadilan dari Sang Maha Menghakimi. Dia berikan ganjaran yang lebih kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Namun untuk pelaku kejahatan dibalas setimpal dengan kejahatannya. Karena itu, lakukanlah kebaikan dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Tetapi ada juga orang baik tetap diberlakukan tidak baik, mengapa demikian? Apakah perbuatan tidak baik dibalas tidak baik pula selalu akibat dari perbuatannya di masa lampau? Bagaimana dengan cobaan yang bertujuan untuk menguji keimanan hamba-Nya bukan dilihat dari perilakunya masa lampau?

    BalasHapus
  70. Raka Rosadhi Putra
    P IPS B 2013
    4915133412

    Semua orang di dunia memiliki "dark side"nya masing-masing, tapi semuanya tergantung dari orangnya masing-masing. Memang benar kebaikan akan berbuah kebaikan, dan kejahatan akan berbuah kejahatan. Tapi selama kita melakukan apa yang kita percaya dan yang kita anggap benar. Percayalah, hal positiflah yang akan kita dapatkan (tergantung sudut pandang masing-masing).

    1. Apa kebaikan dan keburukan saling berkaitan?
    2. Bapak selalu bilang, hal baik dan buruk tergantung dari sudut pandang masing-masing. Sudut pandang apakah yang bapak terapkan dalam tulisan ini?
    3. Hal-hal apa saja yang merupakan indikator baik dan buruk?

    BalasHapus
  71. Lina Wati
    P.IPS B 2013
    "Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai". Kita akan mendapatkan balasan atas apa yang kita perbuat. Belajar dari kisah mantan pejabat yang tinggal di Jaksel tersebut, apa yang ia dapatkan saat ini adalah balasan atas apa yang diperbuatnya dahulu. Di saat ia dan keluarganya mendapat kesusahan, tidak ada seseorang yang mau menolong, terlebih lagi para tetangga malah mensyukuri dan mendoakan agar keluarga tersebut mendapat azab. Itu adalah balasan atas perbuatan-perbuatan semena-menanya terhadap orang lain dan perbuatan tercela lainnya. Juga mungkin akibat memakan uang yang bukan menjadi haknya (korupsi). Oleh sebab itu, sebagai manusia seharusnya kita selalu menanam kebaikan. Karena dari kebaikan yang kita tanam, kita akan mendapatkan kebaikan yang juga setimpal dengan apa yang kita lakukan bahkan lebih.
    Pertanyaan :
    1. Seberapa pentingkah arti sebuah materi, sehingga membuat para pejabat di Indonesia terjerat kasus korupsi?
    2. Jika manusia mendapat musibah atau kesusahan, terkadang ada yang mengatakan itu sebagai sebuah ujian dari Tuhan dan ada pula yang menyebutnya sebagai karma, bagaimanakah kita membedakan hal itu?
    3. Hukuman seperti apa yang sebaiknya diterapkan agar tidak ada lagi para koruptor di Indonesia?

    BalasHapus
  72. Anggi Ratna Furi
    P.IPS REG B 2013
    Dalam tulisan ini menggambarkan perbedaan hasil yang diperoleh oleh dua pejabat, hal ini disebabkan memang apa yang meraka tanampun berbeda. Pada hakikatnya Alloh akan memberikan sesuatu sama dengan atau bahkan yang berkali lipatnya yang manusia itu berikan. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa barang siapa yang mengeluarkan sebagian rezekinya maka Alloh akan menggantinya dengan berkali lipat. Dan sebaliknya jika seseorang itu tidak mau berbagi maka Alloh akan mengambil rezeki yang telah dikumpulkannya dengan berbagai cara yang Alloh kehendaki bisa dengan cara dirampok, bisa dengan diberi penyakit agar uangnya habis untuk berobat. Alloh itu Maha Adil tidak akan membiarkan yang jatuh tetap jatuh, yang berjaya tetap berjaya. Adakalanya manusia itu merasakan hal yang telah diperbuatnya.
    Pertanyaan :
    1. Benarkah hukum karma berlaku ?
    2. Bisakah hukum arma diteliti kebenarannya ?
    3. Mengapa banyak orang berlomba lomba mendapatkan harta yang banyak ? bukankah semakin banyak harta yang kita miliki semakin besar pula pertanggung jawaban kita nantinya di akhirat?

    BalasHapus
  73. Yurida Adlani
    P.IPS Reguler B 2013
    4915133397

    Sungguh keadaan yang sangat bertolak belakang. Seorang mantan pejabat yang hidupnya penuh dengan kenyamanan dan seorang pejabat yang hidup penuh dengan keburukan. Tentunya itu merupakan cerminan dari perilaku masa lalu mereka. benar yang dikatakan oleh Bapak, bahwa setiap kebaikan melahirkan kebaikan dan keburukan akan melahirkan keburukan.
    Tuhan Maha Mengetahui setiap perilaku umatnya dan akan membalas setiap perilakunya baik entah dibalas di dunia maupun di akhirat.

    Pertanyaan :
    1. Apakah hukum karma akan selalu berlaku ?
    2. Bagaimana filsafat dapat meneliti keberadaan hukum karma ?
    3. Bagaimana cara menyadarkan seseorang bahwa setiap keburukan akan ada balasannya ?

    BalasHapus
  74. Kebaikan yang dilakukan oleh seseorang mantan pejabat yang tinggal di daerah bogor mencerminkan bagaimana mereka selama ini sebagai pejabat, sedangkan pejabat yang tinggal di Jakarta juga dapat menggambarkan bagimana kehidupannya sehari-hari. Mungkin yang telah dialami oleh dua pejabat itu merrupakan azab yang telah diberikan Allah kepada mereka selama menjadi pejabat dulu. Memang benar kebaikan dibalas dengan kebaikan sedangkan kejahatan dibalas dengan kejahatan pula. Maka dari itulah kita seharusnya dapat berbuat baik kepada semua orang, kalau ingin mendapatkan kebaikan juga, bukannya malah berbuatkejahatan. Apabila membuat kejahatan tetapi ingin dibalas dengan kebaikan, itu aneh rasanya. Karena kejahatan yang telah kita perbuat pasti tidak akan ada yang memaafkannya, apalagi kejahatan yang merugikan orang lain.
    Pertanyaan
    1. Bagaimana proses kebaikan atau kejahatan seseorang itu diketahui?
    2. Apa dampak dari kejahatan yang telah kita perbuat untuk kedepannya?
    3. Mengapa kebaikan dapat membuat seseorang bahagia?

    BalasHapus

setiap komentar yang masuk akan terkirim secara langsung ke alamat email pribadi Bapak DR. Nusa Putra, S.Fil, M.Pd