Siapakah di antara
kita yang berani ngacung dan bilang, saya adalah orang yang tidak pernah
berbuat salah. Kelemahan melekat dalam dan dengan kemanusiaan kita. Sebagai
akibatnya kesalahan adalah niscaya. Dengan demikian jangan pernah merasa suci
dan mabuk kebenaran, sadari kelemahan diri dan tak usah menuding atau memvonis
orang lain.
Semua orang
beragama meyakini ada dua sumber kesalahan yaitu diri kita sendiri yang memang
lemah, dan adanya peganggu yang bisa disebut iblis, syetan dan sebutan-sebutan
lain. Jadi, sumber kesalahan itu bersifat internal dan eksternal.
Beranjak dari
fakta itu, semua agama memiliki konsep, aturan, dan ritual yang memberi
kesempatan pada manusia untuk membersihkan diri, bertaubat agar kembali ke
keadaan bersih suci seperti bayi yang baru dilahirkan. Berbarengan dengan itu
membangun hidup dalam kebersaman dengan sesama, dalam saling memahami dan
menyayangi.
Nyepi, hakikinya
adalah ritual agar manusia kembali ke kesucian seorang bayi. Kembali ke jati
dirinya yang asli. Nyepi adalah saat hening ketika manusia harus berani
menghadapi dirinya telanjang. Nyepi menghadapkan manusia pada hatinya sendiri.
Nyepi memberi kesempatan bagi manusia untk merajang cincang dirinya sendiri,
membongkar habis seluruh kesalahan. Merenungkan seluruh perbuatan pada kelampauan,
menjadi kosong di kekinian, untuk hadapi keakanan dalam kesucian seorang bayi.
Songsong keakanan dengan harapan dan semangat baru. Dengan diri yang baru, diri
yang bersih dari semua kotoran yang berasal dari masa lalu, dari kelampauan.
Nyepi adalah ritual
menghadapi tahun baru. Berbeda dengan pesta menghadapi tahun baru Masehi yang
biasanya diramaikan pesta kembang api dan semua pesta yang ramai, riuh, dan
seringkali mewah, serta sangat duniawi. Nyepi dihayati dengan cara yang sungguh
spiritual.
Nyepi, saat
semuanya seakan berhenti di keheningan sepi, ketika sunyi dihayati dengan cara
kembali ke dalam diri sendiri. Nyepi adalah sebuah noktah dalam sebuah rentang.
Dimulai dengan sejumlah ritual yang nampak heboh yaitu pawai ogoh-ogoh dan
membakar habis ogoh-ogoh itu. Ini adalah simbol bahwa semua kejahatan, syetan,
iblis, batara kala dihancurkan, dibakar agar habis kikis tuntas. Sebuah
tindakan berani untuk mengatakan, hai sumber kejahatan aku menantangmu dan
membakarmu, agar tak bisa lagi kau perangkap dan kendalikan aku.
Penghancuran
ogoh-ogoh ini didahului dengan upacara bersih-bersih, membersihkan pusaka,
peralatan ibadah, dan lingkungan. Ini mengisyaratkan manusia adalah makhluk
sosial yang dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungannya. Ia membutuhkan sesama
dalam hidupnya. Karena itu saat hendak mensucikan diri dalam puncak acara
nyepi, semuanya harus lebih dulu dibersihkan. Lingkungan tempat kita tumbuh
kembang juga harus dibersihkan. Ritual ini dengan tegas menunjukkan, keyakinan
iman mengharuskan kita memelihara kehidupan secara lengkap. Orang beriman mesti
menjaga sesama dan lingkungan agar tetap baik dan terpelihara. Jangan pernah
hanya berfikir tentang kesucian dan keselamatan diri sendiri. Inilah iman yang
mengejawantah menjadi peduli dan berbagi. Iman memang tidak pernah hanya
mengarah ke dalam diri. Iman itu memekarkan diri, sesama dan lingkungan. Iman
pribadi harus mewujud menjadi kebaikan sosial. Inilah makna hakiki iman. Iman
tak pernah menjadi sumber bagi penghancuran dan pemberangusan.
Setelah semua yang
di luar diri dibersihsucikan, puncaknya adalah nyepi. Saat setiap diri merenung
refleksi dalam keheningbeningan hati. Kala setiap diri menarik jarak dari semua
yang duniawi, tanpa kecuali. Inilah saat untuk memeriksa palung dan relung
hati. Sampai sejauh ini siapakah aku? Apa makna keberadaanku bagi diriku,
sesama dan lingkunganku? Apakah selama ini aku terlalu asyik masyuk dengan diri
dan kepentingan sendiri? Apakah aku hidupi diri dan keluargaku dengan cara dan
harta yang benar dan baik? Berapa banyak mulut ini, tangan ini telah melukai
hati sesama insani? Apakah hari-hari dilalui dalam cahaya terang Illahi? Apakah
sebenarnya aku adalah ogoh-ogoh yang bertopeng manusia? Seberapa belumut hati
ini? Setebal apa lumpur melengketi tubuh ini? Dalam kehening sepi, dalam
keremangan sunyi diri meneliti hati, agar menjadi manusia sejati. Manusia yang
menyadari kelemahan dan kekotoran diri. Manusia yang berani berjanji akan
menjadi lebih baik dalam lanjutan hari-hari yang akan dilalui.
Nyepi tidak
berhenti di sini. Nyepi masih lanjut dalam terang dan semangat Tattwamasi. Filosofi yang mengajarkan bahwa manusia harus
saling menyayangi, memaafkan, dan saling menjaga dalam cinta kasih. Hakikinya
manusia, semua manusia adalah saudara dalam semesta cinta.
pada dasarnya manusia adalah mahluk yang sempurna di antara mahluk hidup lainnya. manusia sempurna karena di beri akal dan pikiran agar ia menjadi manusia yang seutuhnya. namun di sisi lain tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. karena di dalam diri manusia terdapat hawa nafsu yang selalu menuntut kehidupan dunia.
BalasHapusmoment nyepi ini kalau kita resapi bukan hanya saja akan jadi hari besar bagi umat hindu. di dalam islam misalnya hari kebesarannya adalah hari raya idul fitri dan idul adha. tapi bagi sebagian muslim juga sering melakukan nyepi walau pun tidak percis seperti umat hindu. di dalam shalat tahajud yaitu shalat malam. karena di dalam tahajud jiwa kita benar-benar terfokus pada Tuhan dan belum terlalu memikirkan dunia.
kesalahan itu memang manusiawi, tapi apakah kita akanterus melakukan kesalahan dengan adanya manusiawi ini ?
1. mengapa saat jiwa manusia kushyu ia cenderung lebih mengingat Tuhan ketimbang kehidupan dunia ?
2. mengapa umat hindu memilih menenangkan hati dan fikiran dalam merayakan hari besarnya ?
3. apa filosofi nyepi bagii kehidupan manusia ke depan ?
nama: Ilmiawan Dwi Yulianto
BalasHapusKeragaman agama di dunia begitu banyak dalam menganut dan kepercayaan masing-masing, agama kristen/protestan/khatolik, agama budha, agama islam, agama konghucu, agama ateis dan agama hindu. Diantaranya yaitu berada di indonesia tepat nya di Pulau Bali mempunyai agama Hindu, kebanyakan dari mereka beragama Hindu yang sangat di percai dan di anut oleh masyarakat nya, maka tak jarang sebagian dari mereka tidak meninggalkan agama nya dan sangat patut terhadap agamannya. di antaranya yaitu kepercayaan hari raya Nyepi, Nyepi tersendiri adalah sepi dan sunyi lebih memfokuskan diri kepada kepercayaan nya itu sendiri, Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaanTahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.
Yang saya ketahui kepercayaan ini sangat di percayai untuk mendekatkan diri kepada dewa, intropeksi diri, merenung merefleksikan diri dan berserah kepada dewa. Nyepi sendiri mengajarkan kita terhadap ketenangan hati, maka nyepi tidak boleh berhenti sampai sini, dan harus di lanjutkan dalam kehidupan nyata.
Pertanyaan:
1. Kenapa Nyepi selalu di identikan dengan sepi dan mensucikan diri kepada dewa?
2. Bagaimana cara untuk meneliti masyarakat yang mempercayai Nyepi tersebut? Dan harus dengan meneliti dengan metode seperti apa?
3. Apakah yang terjadi setelah merayakan Nyepi? Dan berdampak menjadi baik kah atau menjadi tidak?
Suci Ramadhaniyati (4915133404)
BalasHapusP.IPS B 2013
Manusia pada hakikatnya terlahir dalam keadaan bersih secara menyeluruh tanpa dosa. Tetapi semua bersih dalam diri tersebut berubah menjadi ternoda ketika kita mengenal lingkungan. Lingkungan yang baik pasti akan memberikan kebaikan bagi manusia, tetapi tidak menutup kemungkinan lingkungan yang buruk memberikan dampak positif bagi manusia karena kita menjadi lebih tertantang berada di dalamnya untuk mengubah lingkungan tersebut menjadi lebih baik. Keheningan dalam Nyepi sebagai salah satu contoh pembersihan dosa, itu mengindikasi bahwa sebenarnya dosa dapat dilepas dengan perbuatan-perbuatan baik menyangkut ketakwaan kita pada Tuhan. Relasi kita kepada Tuhan harus lebih direkatkan supaya kita terhindar dari perbuatan dosa. Itulah sebabnya kita harus beribadah dan berbuat baik untuk menebus dosa.
1. Bagaimana jika dosa terus merekat pada diri manusia? bagaimana cara agar dosa tidak terulang kembali?
2. Seberapa kuat kekuatan IMAN untuk menghapus dosa? Apakah IMAN mampu mengukur seberapa jauh manusia terhindar dari dosa?
3. Ditinjau dari zaman yang semakin jauh akan nilai KETUHANAN, bagaimana cara manusia menghapus dosanya apabila manusia jauh dari Tuhan?
Maulida Nurul Atikah
BalasHapusPIPS Reguler B 2013
4915137155
Dalam beribadah, memang lebih terasa khusyuk jika ketenangan tempat dimana kita beribadah pun juga ikut memengaruhi. memang sulit untuk fokus dalam beribadah. mungkin nyepi ini adalah salah satu ibadah yang benar-benar khusyuk dalam proses pelaksanannya. karna benar-benar umat mereka di tuntut untuk berhenti sejenak mementingkan kepentingan duniawi.
Pertanyaan :
1. berapa lama peristiwa nyepi ini dilakukan?
2. apakah hanya umat hindu saja yang melakukan tradisi nyepi?
3. bagaimana seseorang bisa khusyuk dalam beribadah?
Agustina R
BalasHapusP.IPS. Reg B 2013
Nyepi adalah salah satu perayaan hari raya agama Hindu yang jatuh satu tahun sekali di tahun baru saka. Berbeda dengan perayaan agama lain, puncak nyepi dirayakan secara khusyuk dengan cara sepi. Hari raya nyepi yang dilakukan berdiam di dalam rumah dimaksudkan agar sebagai umat manusia bisa introspeksi diri secara lahir batin. Nyepi mengajarkan kepada umatnya agar saling menyayangi dan memaafkan kesalahan satu sama lain. Hari raya nyepi juga memohon kepada Yang Maha Esa agar diberikan kekuatan dan kemudahan untuk menjalani kehidupan yang akan datang. Maka dari itu hari raya nyepi adalah acara yang sangat sakral untuk umat Hindu. Perayaan Nyepi di Bali sangat berbeda dengan hari biasanya. Dimana pada hari itu semua aktivitas akan diliburkan, mulai sari sekolah sampai penerbangan di bandara internasional. Sebelum nyepi ada ritual yang dilakukan seperti mengarak ogoh-ogoh ke seluruh kampung.
1. Mengapa perayaan nyepi identik dengan Bali, padahal orang yang beragama Hindu dan merayakan nyepi bukan di Bali saja?
2. Bagaimana asal usul terjadinya hari raya nyepi?
3. Apakah acara pengarakan ogoh-ogoh di perayaan nyepi itu adalah hal yang wajib? Adakah sanki apabila tidak dilaksanakan?
Setiap manusia terlahir memang dengan fitrahnya masing-masing, pada hakikatnya manusia terlahir suci tanpa noda setitik pun dia diibaratkan seperti secarik kertas yang bagaimana kita akan memberikan catatan seperti apa kepada kertas itu.
BalasHapusKebaikan dan kesalahan adalah salah satu tinta yang nantinya akan menjadi tulisan dalam kertas itu. Manusia adalah tempatnya salah, tak ada manusia yang sempurna tanpa kesalahan.untuk itu setiap agama punya caranya masing-masing untuk mensucikan dirinya masing-masing agar kembali terlahir suci. Nyepi adalah ritual yang dilakukan umat beragama hindu untuk membersihkan merenungkan serta memperbaiki segala perbuatannya agar dia kembali terlahir suci. Dalam hal ini setiap agama pun punya caranya masing-masing, dalam agama islam kita ketahui idul fitri adalah salah satu perayaan dimana kita kembali disucikan setelah melakukan ibadah puasa selama satu bulan, setelah itu diharapkan kita dapat menjadi pribado yang lebih baik lagi. Sama hal nya seperti umat kristen, buddha serta katolik dan sebagainya. Mereka tentunya mempunyai cara nya tersendiri untuk melakukan ritual seperti itu. Namun pertanyaannya
1. Apa yang membuat umat hindu itu dapat khusuk dalam menyadari perbuatan-perbuatan dalam dirinya sendiri, bukankah begitu sulitnya ketika kita mencari cacat dalam diri kita?
2. Adakah sanksi jika ada umat beragama selain hindu yang merayakan nyepi,? Bukankah nyepi itu adalah ritual dalam membersihkan diri
Kita?
3. Bagaimana cara menumbuhkan sifat khusyuk dalam beribadah seperti yang di lakukan pada saat nyepi tersebut? Bukankah sholat untuk umat beragama islam pun merupakan ritual keagamaan yang harus bersifat khusyuk karena itu merupakan interaksi kita dengan tuhan?
Maaf pak saya Shaiba Ayu Widyawati
BalasHapusPendidikan IPS Reguler B 2013
4915133337
Makasih pak :)
Nama : Pathurochmah
BalasHapusKelas : P.IPS Reguler B 2013
Setiap kita memerlukan waktu untuk kembali pada hakiki kita sebenarnya. Mengakui betapa kita bukanlah makhluk yang suci justru sebaliknya tak pernah luput dari kata dosa. Jika kita berhitung usia kita kini mungkin catatan dosa yang ada tebalnya melibihi dari buku ensiklopedi yang paling tebal. Manusia terlahir dengan fitrah yang suci bersih dari segala noda, maka kita mengharapkan kita kembali setidaknya juga dalam keadaan suci kembali seperti dahulu, kesombongan sering kali menggelayuti diri kita, dengan berdalih kitalah yang paling benar diantara yang lain. Semoga Alloh mengapuni dosa kita semua. AMIN
Pertanyaan
1. Dosa tidak bisa kita hindari, namun bagaimana cara meminimalisirnya?
2. Bagaimana menjaga kekonsistenan dalam bertaubat?
Titin Watini
BalasHapusP.Ips B 2013
Memang pada dasarnya manusia tidak pernah luput dari kesalahan karena di dunia ini manusia tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik allah, oleh sebab itu semua agama pasti ada tempat kita untuk merenung dan bertaubat di setiap kesalahan kita sama halnya seperti pada agama Hindu yaitu nyepi, Nyepi adalah perayaan tahun baru agama Hindu, Nyepi adalah sepi dan sunyi Tujuan utama Hari Raya Nyepi yaitu untuk mensucikan diri dan alam semesta. Nyepi ini menunjukan keyakinan iman, Orang beriman mesti menjaga sesama dan lingkungan agar tetap baik, di sini terbukti bahwa iman tidak akan menjerumuskan umat manusia ke jalan yang yang tidak baik, oleh sebab itu sangat lah penting manusia beriman dan memiliki agama.
1. dengan beriringnya perkembangan zaman apakah mungkin hari raya nyepi ini akan hilang ?
2. bagaimana cara agar kita merasa dekat kepada sang pencipta setiap saat ?
3. Apakah dari agama lain bisa mengikuti atau merayakan hari raya nyepi ?
Teguh Aji Putra ( 4915133436 )
BalasHapusP.IPS B 2013
Indonesia terdiri oleh berbagai macam agama, mulai dari islam, protestan, katholik, budha, konghucu dan hindu, begitu pula hari raya yang dirayakan di Indonesia ada berbagai macam salah satunya adalah hari raya nyepi yang merupakan hari raya umat hindu yang dirayakan setiap tahun baru saka. Nyepi digunakan oleh umat hindu untuk Pembersihan atas segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang, karena sesungguhnya manusia tidak pernah luput dari yang namanya kesalahan.
1. Apa saja ritual yang dilakukan umat hindu sebelum dan sesudah hari raya nyepi ?
2. Apa hari raya nyepi sama dengan orang bertapa dimana mereka sama-sama merenung >
3. Apa saja yang dilakukan orang ketika nyepi dirumah selain merenung ?
Teguh Aji Putra ( 4915133436 )
BalasHapusP.IPS B 2013
Indonesia terdiri oleh berbagai macam agama, mulai dari islam, protestan, katholik, budha, konghucu dan hindu, begitu pula hari raya yang dirayakan di Indonesia ada berbagai macam salah satunya adalah hari raya nyepi yang merupakan hari raya umat hindu yang dirayakan setiap tahun baru saka. Nyepi digunakan oleh umat hindu untuk Pembersihan atas segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang, karena sesungguhnya manusia tidak pernah luput dari yang namanya kesalahan.
1. Apa saja ritual yang dilakukan umat hindu sebelum dan sesudah hari raya nyepi ?
2. Apa hari raya nyepi sama dengan orang bertapa dimana mereka sama-sama merenung >
3. Apa saja yang dilakukan orang ketika nyepi dirumah selain merenung ?
Apri Triwibowo
BalasHapusP.IPS B
Memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, semua manusia pasti pernah melakukan suatu kesalahan. Sehingga diperlukanlah suatu momen yang tepat untuk interospeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi, yang jika di agama Hindu ada istilah Nyepi. Nyepi yang seperti telah dijelaskan diatas merupakan sebagai penyucian kembali agar kembali seperti bayi merupakan momen yang tepat karena dalam hari itu benar-benar untuk beribadah sepenuhnya sehingga mengembalikan jiwa ke imanan yang telah terkikikis akibat aktivitas sehari-hari. Iman sangat penting karena merupakan suatu kekuatan seseorang untuk merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin.
1. Mengapa di dunia ini banyak orang yang banyak berbuat hal-hal buruk padahal mereka mengaku sudah beriman ?
2. Apakah pemulihan iman hanya dilakukan waktu dalam pas satu momen saja ?
3. Bisakah Nyepi ditiru oleh agama-agama yang lain ?
hamdan yusra
BalasHapusP.IPS B2013
4915133419
Dalam hal ini masyarakat hindu menjadikan nyepi sebagai saat untuk berkomuniasi dengan tuhannya, tak ada yang salah, mereka yang memiliki tujuan yang baik bukanlah orang yang salah, mereka mengharapkan ridho tuhanya dalam keheningan, saya rasa semua agama pun sama orang budha dengan bertapanya dan Islam dengan tahajjudnya merupakan suatu hal yang memiliki hakikat yang sama, hanya berbeda media yang digunakan dan tuhan yang di sembah,dalam Islam seorang yang bertahajjud dengan khusuk sama seperti orang hindu itu, yang terpenting tak ada yang saling "melukai" baik fisik maupun psikis. saya rasa semua agama mengajarkan kedamaian dalam hidup. bohong jika selalu Islam di kaikan dengan teroris, karena itu bukanlah Islam. Rasulullah mengajarkan arti sebuah kesabaran. yang tertuang dalam sebuah lagu dari hijjaz-Rasulullah. Islam sebagai rahmatan lil alamin merupakan agama yang damai. mereka yang mengaku islam dan mengkafirkan orang - orang itu bukan islam. Islam tak pernah mengajarkan hal itu. lakum dinukum waliyadin
1. Apakah hakikat dari beriman?
2. kenapa selalu ada peperangan?
3. apakah dunia ini telah mengalami "tahap akhirnya"?
4. kenapa dan atas dasar apa seseorang dapat mengkafirkan orang?
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusRikky Leander
BalasHapusPIPS REG B 2013
4915133427
Pada umumnya Nyepi adalah suatu ritual keagamaan yang biasa dilaksanakan oleh sebagian orang yang beragama Hindu. Namun ketika kita dapat memahami secara mendalam tentang hakiki Nyepi, kita akan dapat menyimpulkan bahwa Nyepi itu adalah suatu ritual yang dibutuhkan oleh setiap insan manusia baik yang beragama (apapun itu agamanya) dan juga yang tidak beragama. Hakiki Nyepi adalah suatu ritual tentang penyucian diri kembali kepada sesuatu hal yang baik dan seperti seorang bayi yang baru dilahirkan, serta menyadari akan segala perbuatan-perbuatan buruk maupun kesalahan yang telah dibuat oleh seseorang. Suci, kudus, bersih, dan terhindar dari segala pengaruh buruk Iblis ataupun Syetan yang selama ini telah menjadi sosok yang selalu menggangu di dalam diri dan perbuatan seseorang. Karena itulah Nyepi selalu diperingati dalam situasi yang tenang, hening dan tak boleh ada suatu aktivitas pun yang dilakukan. Menurut saya, Nyepi sangatlah dibutuhkan bagi setiap agama yang ada di Indonesia. Bukankah setiap agama mengajarkan untuk berbuat baik, cinta kasih terhadap sesama dan lingkungan dan memahami satu sama lain sehingga menimbulkan suatu toleransi yang tinggi ? Ya, semua agama pasti mengajarkan hal-hal tersebut. Nyepi dibuat untuk menyadari akan kesalahan manusia yang telah dirasuki oleh ogoh-ogoh. Nyepi juga tatkala digunakan sebagai alat peng-identitas-an akan iman setiap manusia. Karena menurut tradisi Nyepi, orang yang beriman yaitu adalah orang yang mampu menjaga lingkungan dan sesama dengan baik. Dan bukanlah mencari sesuatu kebenaran, kesucian, keselamatan diri sendiri. Inilah kondisi yag kita alami sekarang, bukankah setiap orang di tengah-tengah masyarakat majemuk ini selalu mencari pembenaran, kesucian dan keselamatan diri sendiri melalui agamanya masing-masing ? Disini Nyepi ingin mengatakan bahwa perbedaan dan perdebatan keyakinan setiap orang adalah pengaruh ogoh-ogoh, karena itu setiap orang yang terpancing untuk memperdebatkan akan keyakinannya masing-masing adalah seseorang yang belum mengalami proses penyucian atau kelahiran kembali dan hidup baru.
Pertanyaan :
1. Mengapa nyepi dibuat ? apakah hal yang mendasari bahwa hari besar nyepi perlu dilaksanakan ?
2. Apakah konsep dari peristiwa nyepi tersebut dapat terus di lestarikan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik lagi ?
3. Dengan berakhirnya Nyepi, bagaimanakah kondisi kehidupan manusia selanjutnya ? apakah manusia kembali lagi melakukan kejahatan? bagaimana cara yang harus dilakukan agar makna nyepi tidaklah hanya sebagai formalitas sehari saja tetapi agar tetap bisa terasa permanen di dalam diri seseorang ?
ELSA PRATIWI
BalasHapus4915133434
P. IPS REG B 2013
Banyak sekali agama didunia ini begitu pula hari rayanya, contohnya Nyepi hari raya umat Hindu yang belum lama ini dirayakan oleh umat Hindu. Nyepi adalah ritual menghadapi tahun baru. Benar sekali, Nyei berbeda dengan pesta menghadapi tahun baru Masehi yang biasanya diramaikan pesta kembang api dan semua pesta yang ramai, riuh, dan seringkali mewah, serta sangat duniawi. Nyepi dihayati dengan cara yang sungguh spiritual. Nyepi, hakikinya adalah ritual agar manusia kembali ke kesucian seorang bayi. Kembali ke jati dirinya yang asli. Nyepi adalah saat hening ketika manusia harus berani menghadapi dirinya telanjang. Nyepi menghadapkan manusia pada hatinya sendiri. Nyepi memberi kesempatan bagi manusia untk merajang cincang dirinya sendiri, membongkar habis seluruh kesalahan. Dari Nyepi kita bisa belajar untuk menyadari kesalahan-kesalahan dalama diri kita yang sukar kita sadari. Dengan demikian jangan pernah merasa kita dalah makhluk suci yang jauh dari kesalahan. Karena manusia adalah makhluk yang tidak pernah lepas dari dosa. Dan sebaiknya jika kita sedang beibadah hendaklah khusuk agar ibadah kita bisa diterima.
1. Berapa lamakah hari raya Nyepi dilaksanakan?
2. Bagaimana caranya agar kita bisa menyadarkan diri kita, bahwa kita bukanlah makhluk yang lepas dari dosa?